PT Equity World | Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar

PT Equity World | Harga emas nyaris tak berubah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Kenaikan harga emas dibatasi oleh menguatnya dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi, sementara investor menunggu Federal Reserve untuk petunjuk lebih lanjut tentang strategi tapering.

Melansir Antara, Selasa, 28 September 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange naik tipis USD0,3 atau 0,02 persen, menjadi USD1.752 per ounce. Jumat pekan lalu, emas berjangka di level USD1,9 atau menguat tipis 0,11 persen menjadi USD1.751,70.

Bursa Saham Asia Tergelincir Gara-Gara Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak | PT Equity World

“Kami masih memiliki beberapa kekhawatiran di luar sana yang menjaga daya tarik safe haven tetap hidup saat harganya turun. Tetapi kami terus melihat dolar membuat keuntungan dan menjaga sedikit tekanan pada kompleks komoditas, terutama emas,” kata direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, David Meger.

Indeks dolar naik 0,1 persen terhadap enam mata uang utama pesaingnya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan naik ke level tertinggi dalam tiga bulan.

Fokus pasar sekarang akan tertuju pada pidato pejabat The Fed minggu ini, termasuk Ketua Jerome Powell di depan Kongres tentang respons kebijakan bank sentral terhadap pandemi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 26,9 sen atau 1,2 persen, menjadi USD22,694 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD1,70 atau 0,17 persen, menjadi USD981,6 per ounce.

PT Equity World | Bursa Asia Cerah, Shanghai Melesat! Badai Evergrande Pudar?

PT Equity World | Bursa Asia dibuka di zona hijau pada perdagangan Senin (27/9/2021) awal pekan ini, di mana investor Asia kembali memantau perkembangan krisis likuiditas Evergrande yang masih terjadi pada hari ini.

Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,36%, Hang Seng Hong Kong bertambah 0,63%, Shanghai Composite China melesat 0,73%, Straits Times Singapura terapresiasi 0,37%, dan KOSPI Korea Selatan naik tipis 0,01%.

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Senin 27 September 2021, di Bawah US$1.760 | PT Equity World

Data keuntungan industri China periode Agustus akan dirilis pada hari ini pukul 09:30 waktu setempat atau pukul 08:30 WIB.

Di lain sisi, perkembangan krisis keuangan perusahaan properti terbesar kedua di China, Evergrande Group juga masih akan dipantau oleh investor, mengingat hingga saat ini, perseroan belum memberikan penjelasan kapan bunga obligasi senilai US$ 83 juta dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) yang jatuh tempo pada Kamis (23/9/2021) pekan lalu.

Evergrande mempunyai waktu 30 hari untuk memberikan penjelasan terkait pembayaran bunga obligasi tersebut, sebelum secara teknis dikatakan gagal bayar (default).

Sebelumnya pada pekan lalu, masalah keuangan Evergrande sempat membuat pasar saham Asia berjatuhan hingga dua hari beruntun. Tak hanya pasar saham Asia, bursa saham AS (Wall Street) pun ikut berjatuhan.

Namun, sentimen dari Evergrande sebenarnya sempat berkurang di pasar pada Rabu (22/9/2021) pekan lalu, di mana pemerintah berniat untuk menyelesaikan krisis likuiditas Evergrande dengan cara menyuntikkan dana hingga ratusan triliun Rupiah.

Sementara itu dari Negeri Paman Sam, bursa Wall Street pada penutupan perdagangan Jumat (24/9/2021) pekan lalu ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat, namun penguatannya cenderung tipis-tipis saja.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 0,1% ke level 34.798 dan S&P 500 menguat 0,15% ke 4.455,5. Namun untuk Nasdaq kembali terkoreksi tipis 0,03% ke 15.047,7.

Mulai terpangkasnya penguatan Dow Jones dan S&P disebabkan karena investor di AS yang juga mengkhawatirkan dampak ambruknya raksasa properti China Evergrande Group yang nyaris gagal bayar (default).

Selain itu, kebijakan tegas pemerintah China yang melarang bitcoin memperburuk sentimen pasar, terutama menekan saham teknologi. Bank sentral China mengatakan bahwa semua kegiatan terkait mata uang kripto adalah ilegal.

Bank sentral China juga menegaskan bahwa bursa mata uang kripto China adalah ilegal. Pada Jumat pekan lalu, Bitcoin anjlok 9% sedangkan ethereum ambruk 11%.

Saham terkait kripto anjlok di pembukaan. Saham bursa bitcoin yakni Coinbase anjlok lebih dari 3% dan saham Tesla yang berinvestasi di bitcoin turun 1%.

Equity World | Wall Street Dibuka Menguat Saat The Fed dan Evergrande Tidak Lagi Bikin Cemas

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi waktu setempat untuk memperpanjang tren kenaikan sejak kemarin.

Hal ini menyusul harapan krisis Evergrande Group di China mereda sementara bank sentral AS (Federal Reserve/ The Fed ) terindikasi masih tetap dovish (pro-stimulus pasar).

Wall Street terangkat sikap Fed, indeks Dow Jones melonjak 506,50 poin | Equity World

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) dibuka menguat 37,98 poin, atau 0,11%, pada pembukaan di 34.296,30. Hingga pukul 01.00 WIB, DJI berada di posisi 528,65 poin atau 1,54% menjadi 34.786,97.

Sedangkan S&P 500 (SPX) dibuka lebih tinggi sebesar 11,11 poin, atau 0,25%, pada 4.406,75. Hingga pukul 01.05 WIB SPX naik 54,57 poin, atau 1,24%, menjadi 4.450,21.

Nasdaq Composite (IXIC) naik 63,16 poin, atau 0,42%, menjadi 14.960,00 pada pembukaan. Kemudian IXIC naik 127,12 poin atau 0,85% menjadi 15.023,97.

Saham yang terkait dengan pemulihan ekonomi global menguat di pembukaan. Saham Freeport-McMoRan lompat nyaris 1%. Las Vegas Sands, yang memiliki eksposur China, melompat 1,5%. Saham energi juga menguat.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 9,84 miiar saham dengan rata-rata 10,07 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.

Di antara sektor industri utama S&P 500, sektor energi naik 3,4% dan saham keuangan mencatat kenaikan 2,5%. Real estate dan utilitas adalah satu-satunya sektor dari 11 yang mencetak kerugian, keduanya turun sekitar 0,5%.

Saham penyedia layanan TI, Salesforce, ditutup naik 7% dan perusahaan tersebut merupakan dorongan besar bagi S&P dan Dow selama sesi tersebut setelah menaikkan perkiraan pendapatan tahunannya.

Indeks Hang Seng Hong Kong berbalik menguat lebih dari 1% dari koreksi pekan ini. Saham Evergrande Group melesat lebih dari 17% setelah berkomitmen membayar kewajiban utangnya kepada para pemegang obligasi lokal.

Namun, investor global masih menunggu apakah perseroan akan membayar bunga obligasi, senilai USD 83 juta yang akan jatuh tempo pada Kamis. Pemerintah China menegaskan Evergrande untuk menghindari gagal bayar (default) obligasi berbasis dolar AS.

Secara bersamaan, Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintah China sudah bersiap menyikapi “kemungkinan badai” jika Evergrande gagal. Bursa saham menguat setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di level sekarang.

Dow Jones lompat 340 poin (+1%) kemarin, menjadi reli harian pertama dalam 5 hari terakhir, dan juga yang tertinggi sejak 20 Juli. Indeks S&P 500 melompat 0,95%, yang juga menghentikan koreksi 4 hari, menjadi yang terbaik sejak 23 Juli. Nasdaq lompat 1,02%, sedangkan Russell 2000 lompat 1,48%.

“Jika kemajuan terus terjadi seperti yang diharapkan, Komite menilai laju pembelian aset yang moderat mungkin bisa dijalankan,” tutur The Fed usai rapat kemarin.

Bank sentral terkuat di dunia ini telah membeli aset obligasi dari pasar senilai USD 120 miliar per bulan. Departemen Tenaga Kerja AS merilis klaim tunjangan pengangguran awal, yang berujung pada angka 351.000 per pekan lalu, atau lebih buruk dari estimasi pasar sebanyak 320.000. Pekan sebelumnya, angka klaim tunjangan awal berada di level 332.000.

Beberapa perusahaan akan merilis kinerja keuangannya per kuartal III-2021, termasuk Nike. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) manufaktur dan jasa juga akan dirilis.

Meredanya kekhawatiran atas potensi default oleh pengembang properti China Evergrande juga menambah optimisme pasar. Namun Reuters melaporkan bahwa beberapa pemegang obligasi dolar perusahaan telah putus asa untuk mendapatkan pembayaran kupon pada batas waktu penting Kamis.

Equity World | Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Kamis 23 September 2021, The Fed Hawkish

Equity World | Harga emas berpotensi melemah pada hari ini setelah Bank Sentral AS, Federal Reserve mengeluarkan pernyataan dengan nada yang hawkish terkait kebijakan moneternya.

Tim riset Monex Investindo Futures menyebutkan, harga emas berakhir turun pada penutupan perdagangan Rabu (22/9/2021), waktu setempat sebesar US$6,37 ke level $1.7667,78 per troy ounce karena The Fed yang memberikan pernyataan hawkish pada pertemuan yang dilangsungkan dini hari.

Bursa Saham Asia Bervariasi, Investor Cermati Perkembangan Evergrande | Equity World

“Di sesi Asia, harga emas berpotensi dijual menguji support US$1.760 per troy ounce selama harga bertahan di bawah level US$1.771 per troy ounce,” jelas Monex dalam risetnya, Kamis (23/9/2021).

Sebagai alternatif, jika emas naik ke atas level tersebut, maka emas berpeluang dibeli menguji resisten US$1.775 per troy ounce.

Seperti diketahui, emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi, tetapi kenaikan suku bunga Fed akan menumpulkan daya tarik emas karena hal itu akan meningkatkan peluang kerugian memegang logam yang tidak memberikan imbal hasil.

Di dalam negeri, harga emas batangan 24 karat PT Aneka Tambang Tbk., hari ini terpantau turun dibandingkan harga kemarin.

Berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga dasar emas 24 karat ukuran 1 gram dijual senilai Rp924.000 atau turun Rp2.000 dari harga sebelumnya pada Rabu (21/9/2021).

Sementara itu, emas satuan terkecil dengan ukuran 0,5 gram dijual Rp512.000 atau turun Rp1.000 dari harga kemarin. Sementara itu untuk harga emas 24 karat ukuran 5 gram hari ini dibanderol Rp4.395.000.

Equity World | Bursa Asia mixed, dibayangi kegagalan Evergrande dan keputusan The Fed

Equity World | Bursa Asia dibuka bervariasi pada perdagangan Rabu (22/9) pagi. Pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 trun 234,02 poin atau 0,78% ke 29.607,67, Taiex turun 359,73 poin atau 2,07% ke 16.921,99, ASX 200 naik 18,98 poin atau 9,26% ke 7.292,80, Staits Times turun 17,49 poin atau 0,57% ke 3.045,04 dan FTSE Malaysia turun 7,09 poin atau 0,46% ke 1.523,35.

Pergerakan bursa Asia yang cenderung mixed lantaran investor cenderung hati-hati di tengah kegelisahan yang berkepanjangan tentang dampak dari kegagalan yang membayangi China Evergrande dan antisipasi keputusan Federal Reserve.

Harga Emas Meroket Dipicu Kekhawatiran Krisis Evergrande | Equity World

Secara global, pasar telah tenang setelah aksi jual tajam pada hari Senin, karena analis telah meremehkan ancaman masalah Evergrande menjadi “momen Lehman” dan memicu krisis keuangan.

Tetapi saham hampir tidak memantul dan komoditas tetap berada di bawah tekanan karena kekhawatiran bergeser ke konsekuensi ekonomi.

“Bencana Evergrande semakin memicu kekhawatiran atas dampak dari tindakan keras China yang meluas,” kata analis di Rabobank mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien, menunjukkan aturan baru tentang segala hal mulai dari game online hingga tingkat utang pengembang.

“Sebagai konsekuensinya, Evergrande mungkin dapat dilihat bukan sebagai pemicu krisis potensial, melainkan gejala dari perubahan kebijakan yang lebih luas yang mengancam pertumbuhan China karena politik mendominasi pertimbangan ekonomi.”

Evergrande melewatkan pembayaran bunga yang jatuh tempo pada hari Senin untuk setidaknya dua kreditur bank terbesarnya, menurut laporan Bloomberg pada hari Selasa.

Tes berikutnya tampak pada hari Kamis ketika perusahaan akan membayar $83,5 juta bunga obligasi – kegagalan untuk melakukannya dalam waktu 30 hari akan membuat obligasi gagal bayar.

Kesulitan perusahaan telah menyebar ke pengembang lain, dan indeks utang korporat China dengan imbal hasil tinggi – sebagian besar dikeluarkan oleh perusahaan properti – telah runtuh. Tetapi investor sekarang mengantisipasi semacam respons regulasi dari Beijing dan berharap dampak global dapat diatasi.

Equity World | Wall Street turun tajam akibat aksi jual, indek Dow jatuh 614 poin

Equity World | Wall Street turun tajam dalam aksi jual pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami persentase penurunan harian terbesar sejak Mei, karena kekhawatiran penularan dari potensi keruntuhan Evergrande China mendorong investor keluar dari ekuitas beralih ke aset-aset yang dinilai lebih aman.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 614,41 poin atau 1,78 persen, menjadi menetap di 33.970,47 poin, setelah turun lebih dari 970 poin pada terendah sesinya. Indeks S&P 500 merosot 75,26 poin atau 1,70 persen, menjadi berakhir di 4.357,73 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup jatuh 330,06 poin atau 2,19 persen, menjadi 14.713,90 poin.

Krisis Evergrande Bikin Investor Cemas, Wall Street Ditutup Merosot | Equity World

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi terpangkas 3,04 persen, memimpin kerugian. Sementara sektor pertahanan termasuk utilitas turun paling sedikit.

Indeks Dow mencatat persentase penurunan harian terbesar sejak Juli, sementara indeks volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik. Sementara itu, indeks S&P 500 sekarang turun sekitar 4,0 persen dari rekor penutupan tertinggi 2 September.

Nasdaq juga mencapai level terendah dalam waktu sekitar satu bulan, tetapi indeks memangkas kerugian tepat sebelum penutupan untuk mengakhiri posisi terendah sesi tersebut. Nasdaq turun lebih dari 3,0 persen pada siang hari.

Microsoft Corp, Alphabet Inc, Amazon.com Inc, Apple Inc, Facebook Inc, dan Tesla Inc termasuk di antara yang memberikan tekanan terbesar di Nasdaq dan S&P 500.

Investor juga tampak gelisah menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini.

Sub-indeks perbankan tergelincir 2,9 persen, sementara harga obligasi pemerintah AS menguat karena kekhawatiran tentang kemungkinan gagal bayar (default) Evergrande tampaknya mempengaruhi pasar yang lebih luas.

“Anda agak tahu bahwa ketika ada sesuatu yang membuat pasar lengah, itu akan menyebabkan aksi jual yang lebih besar dan Anda tidak tahu apa alasannya,” kata Sameer Samana, ahli strategi pasar global senior di Wells Fargo Investment Institute.

“Saya kira ini adalah berita China tapi … itu tidak terlalu mengejutkan mengingat betapa bullish-nya orang-orang itu.”

Rabu (22/9/2021) akan membawa hasil pertemuan kebijakan Fed, di mana bank sentral diperkirakan akan meletakkan dasar untuk tapering atau pengurangan pembelian obligasi, meskipun konsensus untuk pengumuman sebenarnya ditunda hingga pertemuan November atau Desember.

Ahli strategi di Morgan Stanley mengatakan mereka memperkirakan koreksi 10 persen di S&P 500 karena The Fed mulai mengendurkan dukungan moneternya, menambahkan bahwa tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang terhenti dapat memperdalamnya menjadi 20 persen.

Sebagian besar maskapai penerbangan berakhir lebih tinggi setelah Amerika Serikat mengumumkan akan melonggarkan pembatasan perjalanan pada November untuk penumpang dari China, India, Inggris, dan banyak negara Eropa lainnya yang telah menerima vaksin COVID-19.

Equity World | Sejuta Topan Badai! Harga Emas Kayaknya Bakal Anjlok Nih…

Equity World | Harga emas dunia melemah pada perdagangan pekan lalu. Ke depan, bagaimana prospek harga sang logam mulia?

Sepanjang minggu lalu, harga emas dunia di pasar spot ambles nyaris 2% secara point-to-point. Pagi ini, Senin (20/9/2021) pukul 05:53 WIB, harga emas berada di US$ 1.752,67/troy ons. Turun tipis 0,08% dibandingkan akhir pekan lalu.

Saham Asia melemah saat beberapa pasar libur, tapering Fed jadi fokus | Equity World

Sayangnya, mungkin ‘badai’ belum berlalu. Kemungkinan harga emas masih bisa turun lagi. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga komoditas ini akan menguji titik support US$ 1.744/troy ons.

Menurut Wang, titik yang krusial bagi harga emas ada di US$ 1.756/troy ons. Saat itu tertembus, seperti yang terjadi saat ini, maka bukan tidak mungkin harga bisa semakin anjlok ke US$ 1.724/troy ons.

“Melihat pergerakan harga harian, emas sedang meluncur ke bawah. Dalam waktu dekat, target yang paling realistis adalah US$ 1.739/troy ons.

“Tren koreksi ini adalah kelanjutan dari ketika harga menyentuh US$ 2.072,5/troy ons. Ada kemungkinan tren ini berlanjut hingga ke bawah US$ 1.677,61/troy ons,” jelas Wang dalam risetnya.

PT Equityworld | Akhir Pekan IHSG Diprediksi Menguat, Cermati Saham-saham Ini

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini diprediksi menguat. Pergerakan indeks akan berada di kisaran 6.095-6.150.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG terkonsolidasi pada diatas level Moving Average 20 hari dan 50 hari seakan kuat tertahan pada trend positif diatas level psikologis MA200.

Emas Lesu, Data Penjualan Ritel AS Menguat | PT Equityworld

“Indikator stochastic bergerak bullish yang mendekati overbought meskipun pergerakan sideways tetap terlihat pada indikator MACD. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak mencoba menguat diperdagangan akhir pekan pada support resistance 6.095-6.150,” ujar Lanjar dalam risetnya, Jumat (17/9/2021).

Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AALI, ACES, BBRI, BDMN, LSIP, TBIG, SMRA.

Sebelumnya, IHSG ditutup turun tipis 0,29 poin atau 0,00 persen ke level 6.109 setelah sempat optimis diawal sesi perdagangan. Sektor Teknologi (-2.37 persen) dan Kesehatan (-1.12 persen) yang terkoreksi lebih dari sepersen memimpin pelemahan sektoral.

Pelemahan mayoritas indeks saham Asia menjadi faktor utama menekan optimisme investor pada data ekonomi dalam negeri. Krisis utang di China mendorong pemerintah Tiongkok untuk mengendalikan industri swasta lebih ketat setelah sebelumnya telah melakukan pengetatan kebijakan terhadap industri-industri hingga melukai sentimen pasar di Asia.

Leader:
TPIA, AGRO, FREN, BRIS, SRTG

Laggard:
DCII, BBRI, EMTK, KLBF, HMSP

Sementara itu, Bursa Asia berpotensi stabil diperdagangan hari Jumat karena investor mempertimbangkan risiko dari China hingga pemulihan ekonomi global.

Saham AS semalam sebagian besar ditutup lebih rendah setelah terkonsolidasi dizona hijau. Penjualan ritel AS naik secara tak terduga pada Agustus, meredakan beberapa kekhawatiran atas dampak varian delta dan prospek Federal Reserve untuk mulai mengurangi stimulus.

Investor juga sedang memantau krisis utang di China pada China Evergrade Group pada dampak yang lebih luas di ekonomi terbesar kedua di Dunia tersebut.

Ekuitas global berada di jalur untuk penurunan mingguan kedua, Faktor dari dampak ketegangan delta pada pembukaan kembali ekonomi, implikasi dari peningkatan inflasi AS dan Gejolak krisis utang di China. Secara sentimen IHSG mencoba menguat diakhir pekan.

PT Equityworld | Harga Emas Dunia Turun dari Level 1.800 Dolar AS per Ounce

PT Equityworld | Harga emas dunia melorot ke bawah level kunci 1.800 dolar AS pada Rabu, terpukul technical selling setelah gagal mempertahankan kenaikan baru-baru ini.

Investor mengabaikan depresiasi dolar dan mencari kejelasan tentang strategi tapering Federal Reserve.

Wall Street menguat ditopang lonjakan harga minyak dan data ekonomi | PT Equityworld

Mengutip CNBC, Kamis (16/9/2021) harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi 1.793,20 dolar AS per ounce, sementara emas berjangka Amerika Serikat berkurang 0,7 persen menjadi 1.794,8 dolar AS per ounce.

Tetapi harga masih relatif terikat pada kisaran, mencerminkan ketidakpastian atas jalur yang mungkin diambil The Fed pada pertemuan pekan depan setelah data inflasi Amerika yang lebih lemah.

“Laporan manufaktur Federal Reserve New York yang lebih kuat dari perkiraan untuk September, di awal sesi, jatuh ke dalam kelompok kebijakan moneter yang hawkish , memberi sedikit tekanan pada emas,” kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.

Dia menambahkan bahwa sentimen risiko yang membaik membebani harga emas.
Tetapi tidak ada berita untuk mendorong pullback emas dan ini lebih disebabkan oleh ketidakmampuan teknikal untuk diperdagangkan melalui pergerakan rata-rata 200 hari (MA200) kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Harga logam lainnya platinum mencapai level terendah lebih dari sembilan bulan di 925,50 dolar AS per ounce dan terakhir turun 0,1 persen menjadi 938,74.

Paladium melonjak 1,5 persen menjadi 2.008,07 dolar AS per ounce, stabil setelah meluncur ke level terendah lebih dari satu tahun. Kekurangan chip yang didorong oleh perlambatan produksi mobil dapat merusak permintaan, kata analis di UBS. Perak melemah 0,2 persen menjadi 23,78 dolar AS per ounce.

PT Equityworld | Wall Street Melemah, Tertekan Ketidakpastian Ekonomi

PT Equityworld | Wall Street melemah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Bursa saham AS tertekan oleh ketidakpastian ekonomi serta meningkatnya kemungkinan kenaikan tarif pajak perusahaan mengurangi sentimen investor dan mendorong aksi jual lebih luas meskipun ada tanda-tanda inflasi melambat.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 292,06 poin atau 0,84%, menjadi menetap di 34.577,57 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 25,68 poin atau 0,57%, menjadi berakhir di 4.443,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup tergelincir 67,82 poin atau 0,45%, menjadi 15.037,76 poin.

Bursa Rabu segera dibuka, cek dahulu rekomendasi saham untuk trading hari ini | PT Equityworld

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing jatuh 1,55% dan 1,41%, memimpin kerugian.

Optimisme memudar sepanjang sesi, membalikkan reli awal menyusul laporan indeks harga konsumen (IHK) Departemen Tenaga Kerja. Ketiga indeks saham utama AS berakhir di wilayah negatif sebagai pengingat bahwa September adalah bulan yang kasar secara historis untuk saham.

Sejauh bulan ini, indeks S&P 500 turun hampir 1,8% bahkan ketika indeks acuan telah naik lebih dari 18% sejak awal tahun.

“Ada kemungkinan bahwa pasar siap untuk melewati koreksi yang terlambat,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research di New York. “Dari perspektif musiman, September cenderung menjadi periode window dressing bagi para fund manager.”

Munculnya varian Delta COVID yang sangat menular telah mendorong peningkatan sentimen bearish terkait pemulihan dari krisis kesehatan global, dan banyak yang sekarang memperkirakan koreksi substansial di pasar saham pada akhir tahun.

“Kami masih dalam mode korektif yang telah diserukan orang selama berbulan-bulan,” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago. “Titik data ekonomi telah meleset dari perkiraan, dan itu bertepatan dengan peningkatan varian Delta.”

Laporan indeks harga konsumen menyampaikan angka Agustus yang lebih rendah dari konsensus, perlambatan yang mendukung pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa lonjakan inflasi bersifat sementara dan menenangkan kekhawatiran pasar bahwa bank sentral akan mulai mengetatkan kebijakan moneternya lebih cepat dari yang diperkirakan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun karena data inflasi, yang menekan saham sektor keuangan, dan dukungan investor berputar kembali ke saham-saham pertumbuhan (growth stocks) dengan mengorbankan value stocks (saham yang dikategorikan murah).

Kenaikan pajak perusahaan yang telah lama diperkirakan, menjadi 26,5% dari 21% jika Demokrat menang, semakin dekat untuk membuahkan hasil dengan paket anggaran 3,5 triliun dolar AS Presiden AS Joe Biden semakin dekat untuk disahkan.

Sementara itu, Apple Inc meluncurkan iPhone 13 dan menambahkan fitur baru ke iPad dan gadget Apple Watch dalam acara peluncuran produk terbesarnya tahun ini, ketika perusahaan menghadapi peningkatan pengawasan di pengadilan atas praktik bisnisnya. Sahamnya ditutup turun 1,0% dan merupakan beban terberat pada S&P 500 dan Nasdaq.

Intuit Inc naik 1,9% setelah pengumuman pembuat TurboTax bahwa mereka akan mengakuisisi perusahaan pemasaran digital Mailchimp seharga 12 miliar dolar AS.

CureVac anjlok 8,0% setelah perusahaan bioteknologi Jerman itu membatalkan kesepakatan manufaktur untuk vaksin eksperimental COVID-19.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,07 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,38 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Design a site like this with WordPress.com
Get started