Equity World | Wall Street mixed, S&P dan Nasdaq naik ditopang kenaikan saham teknologi

Equity World | Wall Street mixed, S&P dan Nasdaq naik ditopang kenaikan saham teknologi

Equity World | Wall Street ditutup bervariasi dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq naik, ditopang kenaikan saham teknologi dan komunikasi. Sementara Dow Jones tergelincir pada akhir perdagangan Senin (18/10).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 36,15 poin atau 0,10% ke 35.258,61, S&P naik 15,09 poin atau 0,34% ke 4.486,46 dan Nasdaq Composite naik 124,47 poin atau 0,84% ke 15.021,81.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 9,1 miliar saham dengan rata0rata 10,3 miliar saham dalam 20 hariperdagangan terakhir.

Setelah awal yang lemah menyusul data ekonomi yang mengecewakan dari China, S&P dan Nasdaq menguat di pagi hari dengan kenaikan saham FAANG – Facebook Inc, Apple, Amazon.com Inc, Netflix Inc, Google Alphabet Inc – serta Microsoft Corp.

Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Saham Supplier Apple | Equity World

Saham Apple ditutup 1% lebih tinggi setelah perusahaan membuat percikan dengan meluncurkan komputer laptop Mac baru dengan chip prosesor yang lebih kuat.

Saham Facebook ditutup naik lebih dari 3% dengan beberapa laporan positif keluar termasuk rencananya untuk menciptakan 10.000 pekerjaan di Eropa untuk membantu membangun apa yang disebut metaverse – dunia online.

Dengan hanya sebagian kecil perusahaan yang telah melaporkan hasil kuartalan sejauh ini, investor berharap untuk beberapa kabar baik di hari-hari dan minggu-minggu mendatang.

“Anda akan mendapatkan laporan pendapatan yang lebih berat minggu ini dari beragam industri,” kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles, seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan, jalur resistensi paling rendah tetap lebih tinggi. memasuki musim pendapatan untuk teknologi berkapitalisasi besar.

Hasil yang mengalahkan perkiraan dari pemberi pinjaman besar AS pekan lalu telah menetapkan nada positif untuk musim pendapatan kuartal ketiga, dengan analis memperkirakan pendapatan S&P 500 menunjukkan kenaikan 32% dari tahun lalu, menurut data Refinitiv.

Awal yang solid kemungkinan membantu investor mengabaikan kegelisahan dari hari sebelumnya setelah China mencatat laju pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam setahun untuk kuartal ketiga, yang dipicu oleh kekurangan listrik dan goyangan di sektor properti.

Kontributor utama lainnya untuk keuntungan S&P adalah Tesla Inc menjelang laporan pendapatannya minggu ini, saham Amazon, yang menambahkan 1% dan pembuat chip Nvidia Corp, yang ditutup naik 1,6%.

Equity World | Kabar Buruk! Harga Emas Anjlok Pagi Ini, ke Depan Makin Jatuh

Equity World | Harga emas dunia anjlok pada perdagangan pagi hari ini. Ke depan, bagaimana prospek harga sang logam mulia?

Pada Senin (18/10/2021) pukul 06:54 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.771,25/troy ons. Ambles 1,35% dari posisi akhir pekan lalu.

IHSG Dekati Rekor Tertinggi Sejarah, Analis Ingatkan Potensi Koreksi | Equity World

Ada kabar kurang sedap. Rasanya koreksi harga emas masih mungkin terjadi.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas akan menguji titik support US$ 1.783/troy ons. Jika titik ini tertembus, maka harga bisa turun lebih dalam ke rentang US$ 1.770-1.776/troy ons.

“Setelah harga melesat pada Rabu pekan lalu, emas kehilangan momentum. Harga bergerak zigzag, mengindikasikan tren pembalikan,” sebut Wang dalam risetnya.

Apabila harga emas berhasil bangkit dan menembus ke atas US$ 1.803/troy ons, lanjut Wang, maka ada kemungkinan harga naik ke kisaran US$ 1.807-1.814/troy ons. Namun ruang kenaikan menabrak ‘dinding’ tebal, karena harus melalui titik resistance US$ 1.800/troy ons.

Oleh karena itu, Wang menilai harga emas lebih berisiko jatuh. Rentang harga emas kemungkinan berada di US$ 1.739-1.773/troy ons.

PT Equityworld | Bursa Jumat (15/10) akan hijau lagi, berikut rekomendasi saham untuk trading hari ini

PT Equityworld | Bursa Efek Indonesia segera membuka kembali perdagangan saham hari ini, Jumat 10 Oktober 2021. Sebelum memulai transaksi, simak rekomendasi saham untuk trading hari ini agar meraih banyak cuan.

Analis rekomendasi sejumlah saham yang layak dibeli untuk trading hari ini. Saham-saham tersebut layak dibeli seiring prediksi penguatan IHSG.

Dear Investor, Siap Lihat IHSG Cetak Rekor Sepanjang Masa? | PT Equityworld

Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat 15 Oktober 2021 berpotensi menguat kembali seperti hari kemarin. Pada Kamis (14/10), IHSG menguat 89,21 poin atau 1,36% ke 6.626,11.

Prediksi IHSG hari ini akan menguat karena sejumlah sentimen positif. Salah satu pendorong kenaikan IHSG antara lain pergerakan positif bursa Amerika Serikat.

Wall Street melonjak pada perdagangan Kamis (14/10). Pada perdagangan yang berakhir pagi ini, Dow Jones Industrial Average naik 534,75 poin atau 1,56% menjadi 34.912,56. Indeks S&P 500 naik 74,46 poin atau 1,71% menjadi 4.438,26. Nasdaq Composite melonjak 251,79 poin atau 1,73% menjadi 14.823,43.

Berikut ini rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (15/10).

  1. Rekomendasi saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
    Harga saham JSMR bergerak menguat terbatas dan membentuk pola candle shooting star. Saham JSMR ditransaksikan dengan volume transaksi yang relatif ramai. Volatilitas kian meningkat dengan ditunjukkan dengan melebarnya Band pada indikator bollinger band.

Dalam jangka menengah harga saham JSMR nampak bergerak pada trend bullish yang ditunjukkan dengan terjadinya Breakout pada MA50, ada potensi mengalami penguatan lanjutan secara jangka menengah.

Namun secara jangka pendek, indikator stochastic saham JSMR sudah berada di areal overbought dan berpotensi terjadi death cross, indikasi adanya potensi profit taking yang mana di dukung dengan candle shooting star.
Rekomendasi saham JSMR: Sell on strength
Support: Rp 4.350
Resistance: Rp 4440
Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekutitas

  1. Rekomendasi saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)
    Inverted hammer candle dengan indikator RSI dan stochastic menunjukkan sinyal jenuh jual. Volume perdagangan SIMP meningkat. Hold jika mampu break atas Rp 510-Rp 520. Kamis (14/10), SIMP ditutup menguat 0,40% ke Rp 496 per saham.

Rekomendasi saham SIMP: Sell on strength
Support: Rp 476
Resistance: Rp 520
Achmad Yaki, BCA Sekuritas

  1. Rekomendasi saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI)
    Harga saham SOCI menguat meninggalkan demand zone pada area 178-191. Saham SOCI mengakhiri fase konsolidasi menuju penguatan. Selama harga bertahan di atas demand zone, harga saham SOCI berpotensi menguat. Pada Kamis (14/10), harga saham SOCI ditutup menguat 0,99% ke Rp 204 per saham.

Rekomendasi saham SOCI: Speculative buy
Support: Rp 191
Resistance: Rp 244
William Hartanto, Panin Sekuritas

Itulah rekomendasi saham pilihan sejumlah analis untuk trading hari ini, Jumat 15 Oktober 2021. Ingat, disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri. Semoga cuan!

PT Equityworld | Emas Melonjak 2%, Yield Obligasi Turun

PT Equityworld | Harga emas melonjak sekitar 2% ke level tertinggi hampir satu bulan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), melanjutkan kenaikan sesi sebelumnya karena mundurnya dolar dan imbal hasil obligasi (yield) pemerintah AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$ 35,4 atau 2,01% menjadi US$ 1.794,70 per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (12/10/2021), emas berjangka naik US$ 3,6atau 0,21% menjadi US$ 1.759,30 .

Harga Emas Menguat Seiring Penurunan Dolar dan Imbal Hasil | PT Equityworld

“Emas hanya mengikuti imbal hasil saat ini. Reaksi awal setelah data IHK (indeks harga konsumen) adalah lonjakan besar dalam imbal hasil, yang sekarang mulai memudar,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Rabu (13/10/2021) bahwa indeks harga konsumen AS, ukuran inflasi, naik 0,4% pada September, lebih tinggi dari ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,3% . Dalam 12 bulan hingga September, IHK AS meningkat 5,4% setelah naik 5,3% tahun-ke-tahun pada Agustus.

Emas pada awalnya memangkas kenaikannya karena imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan naik di atas 1,6% menyusul data yang menunjukkan harga konsumen AS meningkat secara solid pada September dan siap untuk kenaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Tetapi kemunduran berikutnya dalam imbal hasil, yang mengurangi peluang kerugian memegang emas tanpa bunga, mendorong reli yang kuat pada logam mulia.

Logam ini juga mendapat dukungan dari penurunan dolar dan kekhawatiran bahwa inflasi yang tinggi akan memukul pertumbuhan ekonomi global.

“Ekspektasi inflasi bercampur dengan kekhawatiran pertumbuhan global telah membuat banyak investor khawatir bahwa bisnis dan konsumen akan jauh lebih lemah di paruh kedua tahun 2022. Aliran safe-haven mulai datang ke arah emas,” Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA, mengatakan dalam sebuah catatan.

Para bankir bank sentral AS memberi isyarat bahwa mereka dapat mulai mengurangi dukungan era krisis mereka untuk ekonomi pada pertengahan November, meskipun mereka tetap terbagi atas seberapa besar ancaman yang ditimbulkan oleh inflasi yang tinggi dan seberapa cepat mereka mungkin perlu menaikkan suku bunga sebagai tanggapan, risalah dari pertemuan kebijakan mereka 21-22 September menunjukkan.

Sementara itu, sekelompok bank yang bermitra dengan London Metal Exchange yang meluncurkan emas dan perak berjangka pada 2017 bersiap untuk meninggalkan proyek tersebut setelah volume yang diharapkan tidak terealisasi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 65,6 sen atau 2,91% menjadi US$ 23,17 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 12,5 atau 1,24% menjadiUS$ 1.024,20 per ounce.

PT Equityworld |Emas stabil di Asia, tunggu data inflasi AS untuk isyarat tapering

PT Equityworld | Emas relatif stabil pada perdagangan Rabu pagi di sesi Asia, karena investor menunggu data inflasi AS dan risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve untuk petunjuk kapan bank sentral akan mulai menarik stimulus pandemi.

Emas di pasar spot diperdagangkan datar di 1.760,46 dolar AS per ounce pada pukul 00.15 GMT. Sementara emas berjangka AS naik tipis 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.761,20 dolar AS per ounce.

Wall Street Ambruk, Dow Jones Tergelincir 117 Poin | PT Equityworld

Tiga pembuat kebijakan Fed mengatakan pada Selasa (12/10/2021) ekonomi telah cukup pulih bagi bank sentral untuk mulai menarik dukungan era krisisnya, memperkuat ekspektasi The Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan secepatnya bulan depan.

Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, yang diterjemahkan menjadi peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak membayar bunga.

Ketika tekanan inflasi meningkat di seluruh dunia, pasar-pasar uang maju cepat dengan penetapan perkiraan kenaikan suku bunga yang agresif, dalam kebanyakan kasus bertaruh bahwa kebijakan akan diperketat jauh lebih cepat dan pada laju yang jauh lebih cepat daripada yang ditunjukkan oleh penentu suku bunga.

Gangguan rantai pasokan yang terus-menerus dan tekanan inflasi menghambat pemulihan ekonomi global dari pandemi COVID-19, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan saat memangkas prospek pertumbuhan untuk Amerika Serikat dan kekuatan industri utama lainnya.

Jumlah orang Amerika yang secara sukarela berhenti dari pekerjaan mereka melonjak ke rekor tertinggi pada Agustus dan ada lebih dari 10 juta lowongan, menunjuk pengetatan pasar tenaga kerja.

Logam mulia lainnya, perak di pasar spot naik 0,1 persen menjadi 22,54 dolar AS per ounce, sementara platinum turun 0,1 persen menjadi 1.006,05 dolar AS per ounce.

PT Equityworld | Wall Street ‘Kebakaran’! Ambles Serempak, IHSG Piye?

PT Equityworld | Pasar keuangan RI ditutup beragam pada awal pekan ini, Senin (11/10/2021) kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mampu mendaki level psikologis 6.500, sementara rupiah sukses menguat di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).

Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup melemah 0,34% ke level 6.459,69. Padahal, IHSG sempat menyentuh level psikologisnya di 6.500 pada awal perdagangan sesi I kemarin. Namun, hal tersebut tak berlangsung lama dan hingga perdagangan hari ini berakhir, IHSG tak kunjung kembali ke zona hijau.

Ramalan Emas Hari Ini: Siapkan Mental, Harga Bakal Turun Lagi | PT Equityworld

Data perdagangan mencatat nilai transaksi Senin kemarin kembali turun menjadi Rp 16,2 triliun. Investor asing tercatat masih melakukan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 554 miliar di pasar reguler.

Rilis data penjualan ritel yang menunjukkan perbaikan tak mampu mengangkat IHSG. Bank Indonesia (BI) melaporkan indeks penjualan riil (IPR) tumbuh 2,1% secara bulanan (month-on-month/mom) di bulan Agustus 2021.

Penjualan ritel secara bulanan mengalami akselerasi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang terkontraksi 5% mom.

Secara tahunan, penjualan ritel juga membaik. Hal ini tercermin dari kontraksi yang lebih rendah yakni di angka -2,9% (year-on-year/yoy). Sementara di bulan Juli penjualan eceran mencatatkan minus 2,9% yoy.

Pekan lalu, IHSG sudah naik cukup signifikan dengan apresiasi 2,19%. Dengan kenaikan yang cukup signifikan tersebut, sebenarnya IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini sebagai akibat adanya aksi ambil untung (profit taking) investor.

Sementara, nilai tukar rupiah sukses menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, melanjutkan kinerja apik pekan lalu. Meski demikian, laju penguatan rupiah masih tertahan di Rp 14.200/US$, sebab pelaku pasar tidak melihat adanya perubahan waktu tapering.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,14% ke Rp 14.200/US$. Level tersebut sekaligus menjadi yang terkuat pada Senin, rupiah setelahnya memangkas penguatan hingga tersisa 0,04% saja.

Di akhir perdagangan rupiah mempertebal penguatan lagi menjadi 0,11% ke Rp 14.205/US$. Sementara itu sepanjang pekan lalu rupiah tercatat menguat 0,59%.

Rupiah mampu melanjutkan penguatan sebab dolar AS sedang tertekan pasca rilis data tenaga kerja Jumat pekan lalu. Data tenaga kerja merupakan salah satu acuan bank sentral AS (The Fed) dalam menetapkan kebijakan moneter.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan sepanjang bulan September perekonomian Negeri Paman Sam mampu menyerap 194.000 tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payrolls/NFP), sangat jauh di bawah hasil survei Reuters sebanyak 500.000 tenaga kerja.

Dengan rilis data tersebut, peluang kenaikan suku bunga pada tahun depan kembali dipertanyakan pelaku pasar. Kendati, tapering tetap akan dilakukan akhir tahun ini.

PT Equityworld | Dolar AS Tetap Perkasa, Emas Tambah Sengsara…

PT Equityworld | Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan pagi ini. Ke depan, harga emas akan ditentukan oleh dinamika nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).

Pada Senin (11/10/2021) pukul 07:03 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.753,76/troy ons. Turun 0,17% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Bursa Saham Asia Tergelincir pada Awal Pekan | PT Equityworld

Nasib harga emas sangat ditentukan oleh nilai tukar dolar AS. Dua aset ini memiliki hubungan yang berbanding terbalik, ketika dolar AS lesu maka harga emas akan menanjak.

Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Ketika dolar AS melemah, maka emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas naik, harga pun terungkit.

Demikian pula jika dolar AS menguat. Harga emas jadi lebih mahal bagi investor yang memiliki mata uang lain sehingga permintaan terhadap sang logam mulia akan turun dan harga pun mengikuti.

Equityworld Futures | Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Kompak Menghjau

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (8/10/2021). Demikian juga dengan mata uang rupiah terhadap dollar AS yang menguat pada awal perdagangan di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.10 WIB, IHSG berada pada level 6.462,94 atau naik 46,55 poin (0,73 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.416,39.

Senat Kasih Solusi Utang AS, Wall Street Menguat | Equityworld Futures

Sebanyak 255 saham melaju di zona hijau dan 123 saham di zona merah. Sedangkan 182 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,8 triliun dengan volume 2,8 miliar saham.

Pagi ini bursa saham asia hijau dengan kenaikan indeks Nikkei 2,08 persen, Hang Seng Hong Kong 0,61 persen, Shanghai Komposit 0,96, dan Strait Times 0,12 persen.

Wall Street pagi ini ditutup positif dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,98 persen, indeks S&P 500 sebesar 0,83 persen, dan indeks acuan saham teknologi AS, Nasdaq 1,05 persen.

Analis Panin Sekuritas William Harranto yang memprediksi IHSG bakal menguat. Dia bilang, saat ini terjadi sector rotation antara pertambangan dengan consumer goods, dan IHSG masih dalam trend menguat.

“IHSG masih memiliki katalis positif dari net buy asing dan window dressing sehingga masih dalam tren menguat. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.300 – 6.457,” kata William.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini juga menguat.

Melansir data Bloomberg, pukul 09.02 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.210 per dollar AS, atau naik 6 poin (0,05 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.216 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah terjadi karena membaiknya ekonomi di Indonesia, cadangan devisa yang besar, dan kenaikan harga komoditas.

“Pemulihan ekonomi Indonesia yang didukung cadangan devisa yang besar dan harga komoditas yang tinggi bisa membantu menahan pelemahan nilai tukar rupiah,” kata Ariston kepada Kompas.com.

Ariston mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kemungkinan akan tertahan hari ini dengan kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mencapai level tertinggi sejak 17 Juni 2021.

“Kenaikan yield tenor 10 tahun saat ini kr kisaran 1,59 persen, atau mencapai level tertinggi sejak 17 Juni 2021, bisa mendorong penguatan dollar AS,” tambah Ariston.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.230 per dollar AS hingga Rp 14.200 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Equityworld Futures | Investor Optimistis AS Mampu Bayar Utang, Wall Street Unjuk Gigi

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street kembali menguat pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Investor optimistis bahwa Partai Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan untuk mencegah gagal bayar utang pemerintah.

Mengutip Antara, Kamis, 7 Oktober 2021, indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 102,32 poin atau 0,30 persen menjadi 34.416,99. Indeks S&P 500 menguat 17,83 poin atau 0,41 persen, menjadi 4.363,55. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 68,08 poin atau 0,47 persen menjadi 14.501,91.

Rekomendasi Emas 7 Oktober 2021: Naik Sekalipun USD Menguat dan Yields AS Naik | Equityworld Futures

Pada awal sesi, ketiga indeks utama diperdagangkan lebih rendah, dengan Dow Jones turun lebih dari 400 poin di posisi terendah.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor utilitas terangkat 1,53 persen, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor energi tergelincir 1,05 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,6 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,0 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Senat top AS dari Partai Republik Mitch McConnell mengatakan akan mendukung perpanjangan plafon utang federal hingga Desember. Dukungan ini akan mencegah gagal bayar dalam sejarah negara Paman Sayam yang pasti menimbulkan korban ekonomi paling besar.

“McConnell membuat beberapa komentar dovish tentang perpanjangan plafon utang untuk sementara,” kata pendiri dan manajer portofolio di Infrastructure Capital Advisors, Jay Hatfield.

Di sisi lain, sejumlah saham lebih rendah akibat data penambahan pekerja swasta yang memicu spekulasi bahwa The Fed mulai menahan kebijakan moneternya. Sementara saham-saham pertumbuhan berkapitalisasi besar seperti Amazon dan Microsoft naik lebih dari 1,0 persen setelah turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Adapun Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan data penggajian swasta meningkat 568 persen pekerjaan bulan lalu. Sementara payroll non pertanian (NFP) baru akan dirilis Jumat, besok.

Equityworld Futures | Yield Treasury dan Dolar AS Naik, Harga Emas Terkikis

Equityworld Futures | Harga emas melemah pada akhir perdagangan Selasa (5/10/2021) karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS kuat merusak daya tarik logam safe haven tersebut.

Dilansir dari Antara, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merosot 6,7 poin atau 0,38 persen ke US$1.760,90 per troy ounce. Sehari sebelumnya, Senin (4/10/2021), emas berjangka naik 9,2 poin atau 0,52 persen ke US$1.776,60.

Bursa Saham Asia Semringah Tertular Penguatan Wall Street | Equityworld Futures

“Kenaikan dolar AS dan imbal hasil obligasi, setelah kemunduran yang terlihat selama beberapa hari terakhir dan rebound di pasar ekuitas, mendorong emas turun,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger, dikutip Rabu (6/10/2021).

Dolar AS menguat mendekati level tertinggi satu tahun pekan lalu terhadap rival utamanya, sehingga membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun yang dijadikan acuan, yang pekan lalu naik ke level tertinggi sejak Juni di 1,5670 persen, terakhir naik ke level 1,5223 persen.

Data tenaga kerja non-farm payroll AS yang akan dirilis pada Jumat (8/10) diperkirakan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, yang dapat mendorong Federal Reserve AS untuk mulai mengurangi stimulus moneternya sebelum akhir tahun.

Pengurangan stimulus dan suku bunga yang lebih tinggi mengangkat imbal hasil obligasi, membebani emas karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak berbunga.

“Sementara emas masih bisa bergerak lebih tinggi, pergerakan signifikan akan membutuhkan menembus di atas resistensi teknis, terutama rata-rata pergerakan 21 hari,” kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

Design a site like this with WordPress.com
Get started