Equity World | Harga Emas Dunia Mulai Turun, Emas Antam Naik Rp 4.000 per Gram


Equity World | Harga Emas Dunia Mulai Turun, Emas Antam Naik Rp 4.000 per Gram

Equity World | Harga emas Aneka Tambang (Antam) pada perdagangan hari ini (31/7) kembali mencatatkan kenaikan. Berdasarkan laman logammulia.com harga beli emas antam tercatat naik Rp 4.000 menjadi Rp 711.000 per gram. Sedangkan untuk harga jual emas Antam naik Rp 4.000 menjadi Rp 640.000 per gram. Harga jual emas yang tercantum tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh), sebagaimana diatur lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Ada pengenaan PPh 22 sebesar 1,5% untuk penjualan emas batangan Antam dengan nominal di atas Rp 10 juta.

Kenaikan harga emas Antam hari ini terjadi ditengah turunnya harga logam mulia dunia, meski masih berada di level US$ 1.400 per ounce. Dikutip dari Bloomberg harga emas comex untuk kontrak Desember 2019 turun tipis 0,08% menjadi US$ 1.440 per ounce. Sedangkan harga emas pengiriman segera turun 0,17% menjadi US$ 1.428 per ounce.

Equity World

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 31 Juli 2019 | Equity World

Equity World | Harga Emas Dunia Mulai Turun, Emas Antam Naik Rp 4.000 per Gram

Equity World | Harga emas Aneka Tambang (Antam) pada perdagangan hari ini (31/7) kembali mencatatkan kenaikan. Berdasarkan laman logammulia.com harga beli emas antam tercatat naik Rp 4.000 menjadi Rp 711.000 per gram. Sedangkan untuk harga jual emas Antam naik Rp 4.000 menjadi Rp 640.000 per gram. Harga jual emas yang tercantum tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh), sebagaimana diatur lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Ada pengenaan PPh 22 sebesar 1,5% untuk penjualan emas batangan Antam dengan nominal di atas Rp 10 juta.

Kenaikan harga emas Antam hari ini terjadi ditengah turunnya harga logam mulia dunia, meski masih berada di level US$ 1.400 per ounce. Dikutip dari Bloomberg harga emas comex untuk kontrak Desember 2019 turun tipis 0,08% menjadi US$ 1.440 per ounce. Sedangkan harga emas pengiriman segera turun 0,17% menjadi US$ 1.428 per ounce.

Equity World

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 31 Juli 2019 | Equity World

Turunnya harga emas karena pelaku pasar tengah menantikan kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) pada rapat Federal Open Marcet Committee (FOMC). Rapat tersebut telah berlangsung dari Selasa (30/7) dan akan dijadwalkan berakhir hari ini, Rabu (31/7) waktu setempat. Pelaku pasar telah memperkirakan The Fed akan menurunkan tingkat suku bunganya paling tidak sebesar 25 basis poin. penurunan suku bunga paling tidak 25 basis poin. Menilik data ekonomi terbaru AS, terlihat bahwa pengeluaran konsumen dan inflasi naik di AS pada periode Juni 2019. Kondisi ini menunjukan pertumbahan ekonomi AS yang masih lambat dan disertai dengan inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Melonjak ke Rp718 Ribu/Gram

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Melonjak ke Rp718 Ribu/Gram

Equityworld Futures | Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Rabu tercatat naik sebesar Rp4.000 dibandingkan dengan hari sebelumnya di posisi Rp714 ribu per gram. Hari ini harga emas berada di posisi Rp718 ribu per gram, sedangkan harga emas dunia melonjak jelang keputusan pertemuan Fed.

Mengutip laman Logam Mulia milik Antam, Rabu, 31 Juli 2019, pembelian emas dengan ukuran dua gram yang dijual di Gedung Antam dipatok sebesar Rp1,37 juta. Untuk emas batangan dengan ukuran tiga gram dibanderol sebesar Rp2,04 juta. Sedangkan emas batangan dengan ukuran lima gram harganya yakni Rp3,38 juta.

Sedangkan pembelian emas dengan ukuran 10 gram yang dijual di Gedung Antam, harganya yaitu Rp6,69 juta. Kemudian untuk pembelian emas dengan ukuran 25 gram, harganya yaitu Rp16,56 juta. Sedangkan pembelian emas dengan ukuran 50 gram, harganya dibanderol Rp33,005 juta.

Untuk pembelian emas dengan ukuran 100 gram, harganya Rp65,89 juta. Pembelian emas dengan ukuran 250 gram harganya sebesar Rp164,3 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 500 gram, harganya Rp327,37 juta. Sementara itu, pembelian emas dengan ukuran 1.000 gram, harganya Rp628,6 juta.

Adapun sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Setiap produk emas batangan Antam LM telah mendapatkan Sertifkat London Bullion Market Association (LBMA) untuk menjamin kualitas dan kemurnian produk. Dilengkapi dengan teknologi CertiEye untuk meningkatkan keamanan produk dengan sertifikat yang menyatu dengan kemasan (khusus pecahan 0,5 gram sampai dengan pecahan 100 gram).

Pembelian mengacu pada harga jual Butik Emas LM, lokasi pengambilan atau pengiriman. Pembayaran dilakukan melalui Virtual Account (VA). Stok dapat berubah sewaktu-waktu, dengan masa validasi VA 45 menit setelah dilakukan order pembelian. Produk emas batangan dapat diambil di Butik Emas LM atau dikirim menggunakan ekspedisi rekanan.

Equityworld Futures

Antisipasi The Fed, Emas Antam Naik Jadi Rp711 Ribu per Gram | Equityworld Futures

Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange diperdagangkan lebih tinggi pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), menandai kenaikan sesi ketiga berturut-turut, karena investor menunggu keputusan Federal Reserve tentang suku bunga yang akan dirilis Rabu waktu setempat.

Mengutip Antara, Rabu, 31 Juli 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD8,5 atau 0,59 persen menjadi USD1.441,8 per ons. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham turun para investor cenderung berhenti membeli saham-saham dan mengalihkannya ke aset-aset safe-haven seperti emas.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik sebanyak 11,8 sen atau 0,72 persen menjadi USD16,558 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober turun sebanyak USD9,3 atau 1,05 persen menjadi USD872,6 per ons.

Equityworld Futures | Saham Diborong Saratoga Rp 1 T, Kemana Larinya Saham TBIG?

Equityworld Futures | Saham Diborong Saratoga Rp 1 T, Kemana Larinya Saham TBIG?

Equityworld Futures | Salah satu perusahaan yang bergerak dalam bisnis jasa pendukung telekomunikasi, penyewaan dan pemeliharaan Base Transceiver Station (BTS) yakni PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), pada pekan lalu sahamnya diborong oleh PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Pada Jumat (19/7/2019) lalu, Saratoga, perusahaan investasi yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaja dan Sandiaga Uno tersebut merogoh dana hingga Rp 1,08 triliun di pasar negosiasi untuk menambah kepemilikan saham pada emiten TBIG.

Kemudian pada Selasa (23/7/2019) pekan lalu, Saratoga kembali membeli saham TBIG sebanyak 23.821.704 saham TBIG dengan nilai Rp 95,29 miliar pada harga Rp 4.000/saham.

Menurut Sandi Rahayu, Kepala Divisi Hukum dan Sekretaris Perusahaan Saratoga, pembelian saham TBIG tidak hanya dilakukan perusahaan tetapi juga melalui anak usahanya PT Wahana Anugerah Sejahtera.

Wahana diketahui membeli saham TBIG sebanyak dua kali yakni pada tanggal 19 Juli sebanyak 149.747.238 saham dan pada 23 Juli sebanyak 95.286.817 saham pada harga yang sama yakni Rp 4.000/saham.

Hingga penutupan bursa sesi I, saham TBIG diperdagangkan stagnan pada level Rp 4.350/unit saham. Volume transaksinya mencapai 505 ribu unit senilai Rp 2,2 miliar. Sejak awal tahun diam-diam harga sahamnya melesat hingga 20,8%.

Analisis Teknikal
Saham TBIG sempat mengalami tekanan jual pada awal tahun hingga pertengahan Mei 2019 pada level Rp 3.050/saham. Setelah itu, tren sahamnya bergerak naik hingga saat ini.

Belum ada tanda-tanda perubahan arah tren kenaikan pada saham tersebut, selain itu sahamnya cukup likuid berkisar ratusan miliar setiap bulannya sehingga cukup mudah ditransaksikan terutama oleh investor ritel.

Equityworld Futures

Ini Dampak Penyesuaian Bobot Indeks LQ45 ke Harga Saham Emiten | Equityworld Futures

Secara jangka pendek harga sahamnya sementara waktu berpotensi tertekan, karena posisinya saat ini bergerak di bawah rata-rata harganya dalam lima hari terakhir (moving average five/MA5).

Namun dalam jangka menengah, sahamnya masih berpotensi menguat karena posisi harganya bergerak di atas MA20.

Jika dilihat dari tingkat kejenuhannya, saham tersebut bergerak pada area netral atau belum jenuh memasuki wilayah jenuh belinya (overbought) sehingga potensi kenaikannya sebenarnya masih terbuka, berdasarkan indikator teknikal Relative Strength Index (RSI).

Melihat tren sahamnya yang masih naik, ada potensi harga sahamnya menguji level harga Rp 4.700/unit, dalam jangka waktu beberapa minggu hingga tiga bulan ke depan.

Equity World | Fakta Saham HMSP: Harga Mencapai Rekor Terendah tapi direkomendasikan 70% Analis

Equity World | Fakta Saham HMSP: Harga Mencapai Rekor Terendah tapi direkomendasikan 70% Analis

Equity World | Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) belum lepas dari tekanan. Pada penutupan perdagangan sesi I (29/7) saham HMSP turun 3,09% ke Rp 2.820 per saham.

Ini kian meneguhkan rekor harga terendah HMSP dalam tiga tahun terakhir.

Stella Amelinda, Analis Ciptadana Sekuritas dalam risetnya (26/7) menyebut, koreksi harga HMSP terjadi akibat penyesuaian bobot anggota indeks LQ45.

Bobot HMSP yang pada Februari 2019 sebesar 7,6% melorot menjadi 1,6% pada Agustus 2019.

Ini mendorong para manajer investasi melakukan penyesuaian dengan melakukan aksi jual HMSP dari keranjang reksadana yang mereka kelola.

Meski demikian, kinerja harga saham HMSP berkebalikan dengan rekomendasi para analis.

Berdasar konsensus yang dihimpun Bloomberg, ada 21 analis yang merekomendasikan buy saham HMSP.

Equity World

Tunggu Data Cadev, Ini Saham Potensi Cuan di Akhir Pekan! | Equity World

Sementara yang merekomendasikan hold cuma 9 analis. Hingga saat ini, tidak ada satu pun analis yang merekomendasikan sell saham HMSP.

Artinya, sebanyak 70% analis merekomendasikan beli saham HMSP, berbanding 30% yang merekomendasikan hold.

Selisih antara target harga saham HMSP dengan posisi saat ini juga cukup tinggi. Target harga rata-rata analis ada di Rp 3.826,88 per saham, atau jika dibulatkan menjadi Rp 3.830 per saham.

Nah, berdasar harga penutupan hingga sesi pertama, artinya ada selisih sebesar Rp 1.010 per saham.

Equityworld Futures | Harga Emas Berkonsolidasi di Atas Support Utama 20-DMA

Equityworld Futures | Harga Emas Berkonsolidasi di Atas Support Utama 20-DMA

Equityworld Futures | Harga Emas Berkonsolidasi di Atas Support Utama 20-DMA. Emas telah memperoleh keuntungan kecil pada hari Jumat dimana kinerja yang solid pada greenback dan tampak jauh lebih baik dari yang diharapkan oleh data Gross domestic Produce. DXY diperdagangkan 0,21% lebih tinggi pada jam perdagangan terakhir di Wall Street, berosilasi di sekitar pegangan 98 sedangkan harga logam kuning ini juga lebih tinggi 0,20%. emas melakukan perjalanan diantara level terendah $ 1413,58 dan $ 1424,84.

Di awal sesi, emas memang mengetuk data PDB yang menunjukkan ekonomi tumbuh pada laju tahunan sebesar 2,1% dari awal bulan April hingga akhir bulan Juni. Namun, data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat dari kenaikan 3,1% dalam tiga bulan pertama tahun ini dan pasar memang mengharapkan penurunan suku bunga Federal Reserve untuk minggu depan.

Akibatnya, Emas berjangka menetap sedikit lebih tinggi pada hari Jumat, dimana mendapatkan kembali pijakannya yang hilang setelah perilisan data. Emas di bulan Agustus menambahkan sebesar $ 4,60, atau 0,3%, menjadi $ 1,419.30 per ounce meskipun telah mencetak kerugian mingguan sebesar 0,5% berdasarkan pada penyelesaian di hari Jumat lalu yang menghentikan serangkaian kenaikan dua minggu berturut-turut.

Secara keseluruhan, pasar logam mulia ini tetap cukup tenang dan perak telah bergerak ke konsolidasi juga karena pasar menjadi enggan untuk membuat taruhan signifikan menuju ke FOMC.

“Untuk emas, tanda-tanda data ekonomi yang baik terus melihat, tren harga ke batas bawah mendekati $ 1.400 / oz, sementara data yang mengecewakan menguatkan ekspektasi pemotongan suku bunga Fed yang agresif dan melihat tantangan pada logam kuning berada pada yang tertinggi baru-baru ini mendekati $ 1.440 / oz.

Dalam konteks ini, data pagi ini menunjukkan logam mulia harus tetap terikat dengan kisaran yang cukup, karena PDB yang lebih kuat dan data konsumsi pribadi kemungkinan akan diimbangi dalam beberapa kapasitas oleh kekhawatiran inflasi yang terus-menerus, karena PCE inti berada di bawah ekspektasi, ” analis di TD Securities berpendapat.

Equityworld Futures

Dibuka Menguat, Ini Penyebab IHSG Langsung Berbalik Melemah | Equityworld Futures

Tingkat emas

Harga emas telah jatuh untuk menguji rata-rata pergerakan 20 hari di level 1410 tetapi sejauh ini dapat bertahan di sana menjelang angka putaran di level 1400, level yang didukung oleh pertemuan lapisan Fibos menjelang 1382 ayunan terendah. Bearish dapat melihat ke zona 1373/76 yang kemudian ikut bermain turun lebih rendah, memenuhi terendah koreksi lonjakan pada 19 Juni. dimana sisi positifnya, 1430/40 dan 1450-an yang menjadikannya argumen utama.

Profil Perusahaan Dan Lowongan • PT EQUITYWORLD FUTURES PUSAT

Lowongan Asisten Manager Bisnis Consultan untuk seluruh Kantor Cabang PT. Equityworld di Indonesia

Benefit :

1. Gaji

2. Bonus

3. Reward

4. Jenjang karir yg jelas

5. Komisi

Persyaratan :

1. Pendidikan Min SMA/D3

2. Usia Max 35 tahun

3. Sehat Jasmani & Rohani

4. Good Looking

5. Smart

Jobs Desk :

1. Menyiapkan data calon nasabah / nasabah,

2. Atur Janji Appointment Client/Nasabah

3. Menyiapkan file untuk bahan meeting dengan Client/Nasabah

Jenis Pekerjaan: Penuh Waktu

Silahkan kirim CV lengkap anda beserta foto identitas terbaru ke alamat kantor atau e-mail kami, di cabang-cabang berikut:

KANTOR PUSAT

Sahid Sudirman Center Lt. 9 Unit C,D,G,H, Jl. Jend. Sudirman No.86, Jakarta Pusat 10220

Telp. : +62 21 27889280 (Hunting)

Facsimile : +62 21 27889277

Email : corporate@equityworld-futures.co.id

Website: http://equityworld-futures.net

Telp. : 021 – 27889288 Ext. 186

Email : compliance.ssc@equityworld-futures.co.id

Profil Singkat

PT. Equityworld Futures merupakan salah satu anggota Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) yang resmi berdiri pada tahun 2005. Perusahaan telah berkembang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di produk-produk finansial.

Kini PT. Equityworld Futures memperkenalkan sistem transaksi secara online (E-Trade) yang dapat diakses langsung oleh client manapun, baik lokal maupun internasional. Dengan teknologi informasi saat ini, client dapat melakukan transaksi dan sekaligus mengawasi investasinya dengan mudah. Perusahaan akan memberikan layanan yang terbaik sebagai komitmen untuk mengembangkan industri berjangka, khususnya di Indonesia.

Source: Profil Perusahaan Dan Lowongan • PT EQUITYWORLD FUTURES PUSAT

Equityworld Futures | Jajak Pendapat, Ekonom Yakin The Fed Turunkan Suku Bunga

Equityworld Futures | Jajak Pendapat, Ekonom Yakin The Fed Turunkan Suku Bunga

Equityworld Futures | Pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) seperempat poin pada Juli merupakan kesepakatan yang hampir dilakukan, menurut para ekonom dalam jajak pendapat Reuters, yang memperkirakan akan terjadi lagi pada akhir tahun ini di tengah meningkatnya risiko ekonomi dari perang perdagangan AS dan China yang sedang berlangsung.

Ekspektasi dalam jajak pendapat 16-24 Juli untuk penurunan suku bunga pertama dalam lebih dari satu dekade telah menguat bulan ini, setelah beberapa anggota Fed secara kuat mengisyaratkan pelonggaran kebijakan akan segera hadir, mendorong saham-saham AS ke rekor tertinggi baru.

Sementara itu sejalan dengan sebagian besar bank sentral utama, yang telah berubah dovish dalam beberapa bulan terakhir, jajak pendapat terbaru menunjukkan para ekonom, seperti pasar keuangan, telah mantap unyuk pemotongan 25 basis poin dalam suku bunga federal fund (FFR) menjadi 2,00-2,25 persen daripada pengurangan 50 basis poin.

Lebih dari 95 persen dari 111 ekonom, sekarang memprediksi penurunan 25 basis poin pada pertemuan 30-31 Juli. Hanya dua ekonom yang disurvei memperkirakan penurunan 50 basis poin dan dua lagi mengatakan bahwa Fed akan tetap stabil.

“Alasan terbesar bagi The Fed untuk memangkas suku bunga adalah karena itu telah dihargakan ke pasar untuk sementara waktu sekarang. Jika mereka tidak menindaklanjuti dan memotong, itu akan menyebabkan sedikit kejutan,” kata Andrew Hunter, ekonom senior AS di Capital Economics.

“Saya pikir pesan umum baru-baru ini dari The Fed tampaknya adalah lebih banyak tentang risiko penurunan pertumbuhan daripada ekonomi yang sudah lemah.”

Memang, sementara beberapa indikator berwawasan ke depan tentang aktivitas di ekonomi AS telah menurun, tingkat pengangguran adalah yang terendah dalam 50 tahun dan Wall Street berada pada rekor tinggi – biasanya bukan lingkungan untuk perubahan dalam siklus suku bunga.

Ekspektasi suku bunga Fed telah mengambil pola “U” tahun ini, menuju pola bertahan awal tahun ini dari jalur pengetatan yang stabil, yang diharapkan sebelumnya ke serangkaian pemotongan. Memang, hanya sebulan yang lalu, bank sentral AS masih diperkirakan akan mempertahankan kebijakan untuk saat ini dan melonggarkan tahun depan.

Namun sejak itu, kekhawatiran tentang dampak perang dagang terhadap pertumbuhan yang sudah melambat dan tekanan inflasi yang lemah membuat para pembuat kebijakan semakin khawatir.

“Alasan kami untuk pelonggaran kebijakan – perlambatan pertumbuhan terhadap latar belakang inflasi yang lemah dan meningkatnya ketidakpastian – konsisten dengan alasan The Fed untuk pemotongan jaminan,” kata ekonom di Goldman Sachs.

“Sebaliknya, peluang tersirat pasar konsisten dengan perputaran dalam siklus, yang tidak kami perkirakan dalam waktu dekat.”

Ekonomi AS kemungkinan kehilangan momentum kuartal terakhir dan sekarang diperkirakan telah berkembang pada laju tahunan sebesar 1,8 persen pada periode April-Juni, turun dari 3,1 persen yang dilaporkan untuk kuartal pertama, menurut jajak pendapat. Pertumbuhan diperkirakan akan berkisar sekitar tingkat itu di setiap kuartal hingga akhir 2020.

Lebih dari 75 persen kontributor pada bulan lalu menurunkan prospek pertumbuhan mereka atau mempertahankannya. Konsensus terbaru menunjukkan pemotongan suku bunga lagi pada kuartal terakhir dan hampir 40 persen responden memperkirakan pemotongan suku bunga selanjutnya kemungkinan akan terjadi pada awal September.

Tetapi suku bunga berjangka memberi perkiraan dalam tiga pemotongan suku bunga tahun ini – pada Juli, September dan Desember. Di luar tahun ini, bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan kebijakan hingga 2021, jajak pendapat menunjukkan.

“Kami tidak berpikir ini adalah awal dari siklus pelonggaran penuh; sebaliknya, pemotongan ini adalah tentang menyediakan akomodasi yang sedikit lebih banyak untuk mengimbangi hambatan perdagangan,” kata Josh Nye, seorang ekonom senior di RBC.

“Lima puluh basis poin pelonggaran akan jatuh jauh dari harga pasar saat ini selama tahun depan, tetapi akan cukup untuk menenangkan investor yang khawatir kebijakan moneter telah menjadi agak terlalu ketat.”

Ukuran inflasi yang disukai The Fed – perubahan dalam indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti – tetap di bawah target 2,0 persen sejak awal 2019 dan diperkirakan tidak akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat.

Equityworld Futures

Equity World Mantap! Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 5.000/gram | Equityworld Futures

Dengan ekonomi yang masih tumbuh dan inflasi yang stabil, ada kesenjangan yang jelas antara apa yang para ekonom katakan kemungkinan dilakukan oleh Fed dan apa yang mereka rekomendasikan.

Ditanya apa yang harus dilakukan The Fed pada pertemuan bulan ini, hampir dua pertiga dari lebih dari 75 responden mengatakan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin. Lima mengatakan pembuat kebijakan harus memotong 50 basis poin, sedangkan sisanya – lebih dari 25 persen ekonom – mengatakan mereka tidak boleh melakukan apa-apa.

“Masalah yang memengaruhi ekonomi AS saat ini dan lingkungan inflasi tidak akan terbantu oleh penurunan suku bunga,” kata Thomas Simons, ekonom senior di Jefferies.

“Apa yang melemahkan prakiraan ekonomi ke depan adalah ketegangan perdagangan. Menurunkan suku bunga 25 atau 50 basis poin tidak akan mengubah situasi itu. Dari sudut pandang mendasar, itu tidak masuk akal bagi kami.”

Equityworld Futures | Rupiah Bisa Balik ke Bawah 14.000/US$, Percaya Gak?

Equityworld Futures | Rupiah Bisa Balik ke Bawah 14.000/US$, Percaya Gak?

Equityworld Futures | Rupiah melemah cukup signifikan melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (24/7/19) hingga menembus kembali ke atas 14.000/US$. Tanda-tanda Mata Uang Garuda akan melemah sudah terlihat sejak Selasa malam, indeks dolar terlihat sangat perkasa hingga mencapai level tertinggi sejak 18 Juni.

Dolar AS memang sudah perkasa sejak perdagangan Jumat (19/7/19) setelah spekulasi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memangkas suku bunga 50 basis poin (bps) menyusut.

Isu pemangkasan 50 bps menjadi 1,75%-2% sempat muncul pada Kamis (18/7/19) lalu setelah Presiden The Fed New York John Williams mengatakan harus bertindak cepat dengan kekuatan penuh ketika suku bunga menjadi rendah dan pertumbuhan ekonomi melambat.

Namun, kini The Fed New York melakukan klarifikasi. Komentar dari bosnya dikatakan bersifat akademis dan bukan tentang arah kebijakan moneter bank sentral paling powerful di dunia ini. Pasca klarifikasi tersebut dolar AS mendapat momentum untuk menguat.

Dolar mendapat tenaga tambahan setelah tercapainya kesepakatan antara pemerintah dan Kongres AS mengenai batas pagu utang untuk dua tahun ke depan, sehingga tidak akan ada lagi penutupan atau shutdown pemerintahan AS di tahun ini.

Di sisi lain, pekan lalu rupiah mencapai level terkuat satu tahun yang tentunya memicu aksi ambil untuk atau profit taking. Selain itu, sebenarnya fundamental rupiah juga masih lemah. Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2019 lebih dalam ketimbang kuartal sebelumnya.

Melihat semua sentimen tersebut, wajar jika dolar AS terus berjaya melawan rupiah. Namun, pelemahan dalam dua hari terakhir sepertinya terlalu cepat, apalagi The Fed belum jelas berapa kali akan memangkas suku bunga di tahun ini.

The Fed hampir pasti tidak akan memangkas 50 bps pada 31 Juli (1 Agustus waktu Indonesia) tetapi peluang pemangkasan dilakukan sebanyak tiga kali di tahun ini masih terbuka lebar, dan hal itu tentunya menjadi sentimen negatif bagi dolar, pelaku pasar harus sadar akan hal itu.

Equityworld Futures

Dianggap Bersahabat, Ini Kisah Perseteruan Trump & Johnson | Equityworld Futures

Mata Uang Garuda masih memiliki peluang untuk kembali ke bawah 14.000/US$. Pada pukul 12:05 WIB, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 14.010/US$ mengutip data investing.com.

Melihat grafik harian, rupiah yang disimbolkan dengan USD/IDR bergerak di atas rerata pergerakan (moving average/MA) 5 hari (garis biru) dan MA20 /rerata 20 hari (garis merah). Indikator rerata pergerakan konvergen dan divergen (MACD) masih di wilayah negatif, dengan histogram yang masuk ke wilayah positif.

Melihat indikator tersebut, tekanan pelemahan dolar dalam jangka menengah sudah mulai berkurang.

Pada time frame 1 jam, rupiah berada di atas MA 5 (rerata pergerakan 5 jam/garis biru) dan MA 20 (rerata pergerakan 20 jam/garis merah) sehingga membuka peluang berlanjutnya pelemahan dalam jangka pendek.

Namun, sebelumnya rupiah bisa memangkas pelemahan melihat indikator Stochastic yang berada di wilayah jenuh beli (overbought).

Level psikologis Rp 14.000 menjadi support (tahanan bawah) terdekat. Jika mampu menembus level tersebut rupiah berpeluang memangkas pelemahan dan menuju level Rp 13.980. Sementara selama tertahan di atas Rp 14.000, Mata Uang Garuda berpotensi terus melemah menuju ke area Rp 14.052.

Equity World | AS-China Kian Mesra, Bursa Saham Asia Semringah

Equity World | AS-China Kian Mesra, Bursa Saham Asia Semringah

Equity World | Seluruh bursa saham utama kawasan Asia kompak ditransaksikan di zona hijau pada hari ini: indeks Nikkei melonjak 0,84%, indeks Shanghai naik 0,06%, indeks Hang Seng menguat 0,08%, indeks Straits Times terapresiasi 0,35%, dan indeks Kospi bertambah 0,42%.

Kabar gembira bagi bursa saham Benua Kuning datang dari mencuatnya kemungkinan bahwa delegasi AS dan China akan segera menggelar negosiasi dagang secara tatap muka.

Pertemuan tatap muka antara delegasi kedua negara sangat mungkin dilakukan jika mencermati perkembangan positif yang ada saat ini. Melansir Bloomberg, kemarin (22/7/2019) waktu setempat Presiden AS Donald Trump mengundang pimpinan perusahaan-perusahaan teknologi untuk membahas berbagai masalah perekonomian, termasuk kemungkinan dibukanya lagi perizinan bagi mereka untuk melakukan penjualan ke Huawei.

Google, Broadcom, Cisco, Intel, dan Qualcomm termasuk dalam deretan perusahaan yang pimpinannya hadir untuk menemui Trump. Dari pertemuan ini, AS diketahui akan mengkaji kemungkinan untuk melonggarkan sanksi yang diberikan kepada Huawei.

“Mereka (para pimpinan perusahaan teknologi) meminta keputusan dari Kementerian Perdagangan terkait dengan lisensi (untuk menjual ke Huawei) dalam waktu dekat dan Presiden setuju,” tegas Juru Bicara Gedung Putih Judd Deere, dilansir dari Bloomberg.

Sementara itu, media milik pemerintah China menyebut bahwa pelonggaran atas sanksi yang dikenakan kepada Huawei akan membuat pihak China melanjutkan pembelian atas kedelai dan komoditas pertanian asal AS lainnya.

Seperti yang diketahui, pasca berbincang sekitar 80 menit di sela-sela gelaran KTT G20 di Jepang pada akhir bulan lalu, Trump dan Presiden China Xi Jinping menyetujui gencatan senjata di bidang perdagangan sekaligus membuka kembali pintu negosiasi yang sempat tertutup.

Equity World

Wall Street Dibuka Variatif, Indeks Dow Turun | Equity World

Kala itu, Trump menyebut bahwa China setuju untuk membeli produk agrikultur asal AS dalam jumlah yang besar. Namun pada pekan lalu, Trump mengatakan bahwa hingga kini China belum juga menepati janjinya tersebut.

Melansir Bloomberg, langkah yang diambil kedua negara saat ini (pelonggaran sanksi bagi Huawei dan pembelian produk agrikultur asal AS oleh China) dimaksudkan untuk membuka jalan bagi Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Perdagangan AS Robert Lighthizer untuk bertandang ke China guna menggelar negosiasi dagang, di mana kunjungan ini rencanannya akan dilakukan pada pekan depan.

Kala dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia bisa mengakhiri perang dagang antar keduanya yang sudah berlangsung begitu lama, perekonomian dunia tentu bisa dipacu untuk melaju di level yang tinggi.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Merah, Harga Obligasi RI Ikut Terpuruk

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Merah, Harga Obligasi RI Ikut Terpuruk

Equityworld Futures | Harga obligasi rupiah pemerintah dibuka terkoreksi pada awal perdagangan hari ini menjelang pengumuman data aliran dana investasi asing langsung.

Turunnya harga surat utang negara (SUN) itu tidak senada dengan apresiasi yang terjadi di pasar surat utang pemerintah negara berkembang yang lain serta koreksi yang terjadi di hampir seluruh pasar saham Asia dan Indonesia.

Meskipun harga SUN turun pagi ini, investor asing masih menunjukkan minatnya dengan masuk ke pasar obligasi pemerintah yang ditunjukkan oleh angka kepemilikan investor asing masih mencatatkan pertumbuhan hingga nilainya kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa yaitu Rp 1.011 triliun.

Data Refinitiv menunjukkan terkoreksinya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menaikkan tingkat imbal hasilnya (yield).

Equityworld Futures

The Fed Kabarnya Tak Terlalu Dovish, Bursa Saham Asia Jatuh | Equityworld Futures

Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder. Yield yang menjadi acuan hasil investasi yang didapat investor juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.

SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum.

Keempat seri yang menjadi acuan itu adalah FR0077 bertenor 5 tahun, FR0078 bertenor 10 tahun, FR0068 bertenor 15 tahun, dan FR0079 bertenor 20 tahun.

Seri acuan yang paling melemah adalah FR0078 yang bertenor 10 tahun dengan kenaikan yield 3,9 basis poin (bps) menjadi 3,9%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.

Design a site like this with WordPress.com
Get started