Featured

PT Equityworld | Wall Street Kompak Melemah, Indeks Saham Cetak Kinerja Kuartalan Terburuk Sejak 2020

PT Equityworld | Wall Street mengakhiri penurunan kuartalan terbesar dalam dua tahun. Pada perdagangan terakhir bulan Maret, tiga indeks utama Wall Street kompak melemah.

Kamis (31/3), Dow Jones Industrial Average turun 1,56% ke 34.678. Indeks S&P 500 melorot 1,57% ke 4.538,50. Sedangkan Nasdaq Composite melemah 1,54% ke 14.213,5.

Saham Jepang Memimpin Kerugian di Asia-Pasifik | PT Equityworld

Rebound pasar saham bulan Maret tak mampu menutup penurunan Wall Street sejak awal tahun. Pada bulan Maret, Dow Jones menguat 2,32%. Indeks S&P naik 3,58% dan Nasdaq menguat 3,41% di bulan ketiga 2022.

Menurut data Bloomberg, Dow Jones turun 4,57% sejak awal tahun. Pada periode yang sama, indeks S&P 500 turun 4,95% dan Nasdaq anjlok 9,10%.

Pada akhir kuartal pertama, perdagangan pasar saham masih diwarnai kekhawatiran tentang konflik yang berkelanjutan di Ukraina dan efeknya pada kenaikan inflasi serta potensi kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve.

Meski optimisme tentang kemungkinan kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia membantu mengangkat saham awal pekan ini, harapan dengan cepat memudar. Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam pada hari Kamis untuk menghentikan kontrak yang memasok sepertiga dari gasnya ke Eropa kecuali jika dibayar dalam rubel.

Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi baru terkait Rusia. Presiden AS Joe Biden mengumumkan pelepasan terbesar yang pernah ada dari cadangan minyak darurat AS.

Harga saham sensitif terhadap tanda-tanda kemajuan menuju kesepakatan untuk menyelesaikan invasi Rusia ke Ukraina. Inflasi AS yang sudah tinggi telah meningkat dengan melonjaknya harga komoditas seperti minyak dan logam sejak perang dimulai.

Ketika harga naik, The Fed menjadi semakin mungkin untuk menjadi lebih agresif dalam menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi. Kenaikan suku bunga yang cepat berpotensi membatasi pertumbuhan ekonomi.

Data pada hari Kamis menunjukkan harga konsumen hampir tidak naik pada Februari karena tekanan harga meningkat, sementara pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) tidak termasuk makanan dan energi naik 0,4%, sesuai dengan ekspektasi.

“Angka PCE keluar hari ini, yang merupakan angka pilihan Fed, dan meskipun itu tepat sasaran, itu lebih tinggi dari bulan lalu, dan akan terus naik. Oleh karena itu terjadi penurunan di pasar,” kata Ken Polcari, Managing Partner di Kace Capital Advisors di Boca Raton, Florida kepada Reuters.

Dia memperkirakan kondisi inflasi ini akan memperkuat Gubernur Th Fed Jerome Powell untuk lebih agresif sehingga akan ada potensi kenaikan 50 basis poin. Investor akan melihat laporan pekerjaan hari Jumat untuk konfirmasi lebih lanjut pada kekuatan pasar tenaga kerja.

Sektor-sektor defensif seperti real estate dan utilitas termasuk di antara sektor-sektor dengan kinerja terbaik karena dipandang sebagai permainan yang kuat di lingkungan tingkat kenaikan suku bunga.

Energi, sektor dengan kinerja terbaik sepanjang tahun ini dengan kenaikan sekitar 39%, tergelincir karena harga minyak turun. Harga komoditas energi ini melemah setelah pengumuman Biden mengenai pengucuran cadangan darurat. Sementara OPEC+ tetap pada kesepakatan produksi yang ada.

Featured

PT Equityworld | Harga Emas Hari Ini, Masih Kinclong Berkat Dolar AS Melemah

PT Equityworld | Harga emas naik pada perdagangan Rabu didukung oleh nilai tukar dolar yang lebih lemah dan sedikit mundurnya imbal hasil obligasi AS. Sementara investor menunggu rincian lebih lanjut dari pembicaraan Rusia-Ukraina di Turki.

Dikutip dari CNBC, Kamis (31/3/2022), harga emas berjangka AS naik 1,11 persen menjadi USD 1.939,2. Sedangkan harga emas di pasar spot naik 0,76 persen setelah mencapai level terendah sejak 28 Februari di tengah harapan untuk negosiasi berakhirnya konflik Ukraina.

Harga Emas Menguat karena Optimisme Perdamaian Ukraina Memudar | PT Equityworld

Pada hari Selasa, harga emas turun sebanyak 1,8 persen ke level terendah sejak 28 Februari di tengah tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi antara Rusia dan Ukraina sebelum pulih dan ditutup hanya 0,2 persen lebih rendah pada hari itu.

“Premi perang tampaknya mengikis harga emas sampai batas tertentu,” kata Analis Independen Ross Norman.

Dia menambahkan harga emas dari USD 1.890 yang kembali memantul membawa kabar baik.

Rusia pada hari Selasa berjanji untuk mengurangi operasi militer di sekitar Kyiv dan di Ukraina utara. Namun, Ukraina dan sekutu Baratnya menolak mundurnya militer Rusia dari dekat Kyiv sebagai cara untuk memperbaiki pasukan setelah mengalami kerugian besar.

Analis pasar senior City Index Matt Simpson mengatakan investor tetap waspada terhadap niat Rusia.

Featured

PT Equityworld | Rekomendasi Harian Indeks Nikkei 30 Maret 2022

PT Equityworld | Indeks spot Nikkei perdagangan sebelumnya ditutup naik 309 poin atau 1,1% menjadi 28.252. Demikian indeks Topix naik 0,9% menjadi 1.992. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan April 2022 bergerak positif dengan menguat 270 poin atau 0,98% ke posisi 27920.

Kekuatan Nikkei diperoleh setelah pemerintah Jepang mengumumkan rencana untuk menyusun paket ekonomi baru pada akhir periode fiskal di bulan April untuk melawan tekanan ekonomi ke bawah dari kenaikan harga serta melemahnya yen.

Wall Street Melesat, Indeks Dow Jones hingga S&P 500 Menguat Empat Hari Beruntun | PT Equityworld

Sementara itu dari laporan ekonomi yang dirilis, tingkat pengangguran di Jepang datang dengan penyesuaian musiman 2,7% di bulan Maret, lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar 2,8%.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street semalam cetak penguatan untuk hari yang ke-empat oleh laporan tentang kemajuan yang menggembirakan dalam pembicaraan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina di Turki

Harga minyak mentah tergelincir sebanyak 7% menjadi di bawah $100 sebelum memangkas kerugian menjadi sekitar $105 per barel setelah Ukraina dan Rusia mengklaim kemajuan telah dibuat dalam pembicaraan gencatan senjata.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Nikkei berjangka hari ini menguat. Dan awal sesi dapat naik ke posisi 28420 dan jika tembus mendaki ke R3. Namun jika kemudian berbalik arah akan turun ke posisi 27880 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2.

Featured

PT Equityworld | Wall Street: S&P 500 Naik 3 Hari Berturut-Turut Terangkat Saham Tesla

PT Equityworld | Indeks S&P 500 naik untuk hari ketiga pada hari Senin (28/3) dipicu kenaikan tajam saham Tesla membayangi kelemahan saham energi dan bank. Sementara Rusia dan Ukraina siap untuk menggelar pembicaraan damai tatap muka pertama mereka lebih dari dua minggu.

Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 94,65 poin atau 0,27% menjadi 34.955,89, S&P 500 naik 32,46 poin atau 0,71% menjadi 4.575,52, dan Nasdaq Composite bertambah 185,60 poin atau 1,31% menjadi 14.354,90.

Rekomendasi Harian Indeks Nikkei 29 Maret 2022 | PT Equityworld

S&P mampu rebound dari penurunan pada awal sesi perdagangan, dengan indeks acuan jatuh sebanyak 0,6% pada satu titik.

Saham pembuat mobil listrik Tesla Inc melonjak 8,03% dan merupakan dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq setelah mengatakan akan meminta persetujuan investor untuk meningkatkan jumlah sahamnya guna memungkinkan pemecahan saham.

Membantu mengangkat indeks discretionary konsumen 2,67% sebagai sektor berkinerja terbaik pada sesi tersebut.

Indeks energi S&P, turun 2,56%, adalah sektor dengan kinerja terburuk pada sesi tersebut setelah harga minyak jatuh dipicu lockdown di pusat keuangan China, Shanghai.

Saham Exxon Mobil Corp kehilangan 2,81% dan Chevron Corp turun 1,75%.

Sektor keuangan juga termasuk di antara sektor-sektor yang lebih lemah pada sesi tersebut. Sebagian karena penurunan peringkat Morgan Stanley pada bank-bank Amerika Serikat (AS), yang mengutip peningkatan risiko dan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Indeks bank S&P turun 0,99%.

Asal tahu, aksi jual di pasar obligasi berlanjut pada hari Senin, dengan imbal hasil jangka pendek mencapai level tertinggi sejak 2019 dan kurva imbal hasil yang diukur dengan kesenjangan antara imbal hasil lima dan 30 tahun terbalik sebentar untuk pertama kalinya sejak awal 2006.

Dipicu meningkatkan kekhawatiran kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih agresif akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan berpotensi menyebabkan resesi.

“Keuangan … jadi banyak orang yang membeli atau memilikinya atas dasar ini akan bekerja lebih baik di lingkungan tingkat yang lebih tinggi jadi saya tidak terkejut melihat keuangan mundur relatif terhadap apa yang terjadi di pasar obligasi,” kata Stephen Massocca, senior vice president Wedbush Securities di San Francisco.

“Tentu saja nama-nama komoditas telah naik sangat tinggi dan sangat panas sehingga tidak mengherankan jika nama-nama itu mundur, itulah yang menyebabkan pasar turun, tetapi saya masih berpikir berita untuk sebagian besar perusahaan komoditas ini akan sangat, baik sekali.”

Sementara itu, Ukraina dan Rusia mengatakan delegasi mereka akan tiba di Turki untuk pembicaraan damai yang diperkirakan akan berlangsung pada Selasa. Seorang pejabat senior AS mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya tidak siap untuk berkompromi, dengan para pejabat Ukraina juga mengecilkan peluang terobosan besar dalam pembicaraan tersebut.

Featured

PT Equityworld | Harga Emas Turun Tipis Pagi Ini

PT Equityworld | Harga emas melemah di awal perdagangan pekan ini. Senin (28/3) pukul 6.30 WIB, harga emas melemah 0,13% ke US$ 1.955,64 per ons troi dari penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.958,29 per ons troi.

Sedangkan harga emas kontrak Juni 2022 di Commodity Exchange menguat tipis 0,07% ke US$ 1.961,10 per ons troi. Harga emas berjangka ini berakhir di U$ 1.959,80 per ons troi pada pekan lalu.

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Tembus USD 2.000 per Ons | PT Equityworld

Pekan lalu, harga emas cenderung menguat di tengah konflik Rusia-Barat yang masih berlanjut. Kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada pekan sebelumnya yang menekan harga emas dari kisaran level tertinggi sudah mulai dinilai normal oleh pasar safe haven.

Saat ini, harga emas masih bertahan di tengah potensi kenaikan inflasi akibat kenaikan harga komoditas energi.

“Kami memperkirakan penurunan harga emas prematur karena ada potensi risiko eskalasi konflik,” kata Daniel Briesemann, analis Commerzbank kepada Reuters.

Featured

Equityworld Futures | Rekomendasi Harian Indeks Hang Seng 25 Maret 2022

Equityworld Futures | Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup turun 0,94%, atau 208,13 poin menjadi 21.945,95. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 1,4% atau 106,99 poin menjadi 7.528,14.

Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2022 bergerak negatif dengan turun 164 poin atau 0,73% ke posisi 21936.

Wall Street Menguat Ditopang Data Tenaga Kerja | Equityworld Futures

Hang Seng jatuh dari level tertinggi tiga minggu setelah serangkaian kekecewaan laporan keuangan dari perusahaan China termasuk Tencent Holdings dan kekhawatiran atas ketegangan geopolitik seputar konflik Rusia-Ukraina yang meningkatkan ketegangan AS-China setelah Washington berusaha untuk mencegah Beijing membantu Rusia yang terkena sanksi.

Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street semalam rebound cukup kuat dengan semua indeks mendaki kembali ke posisi tertinggi 1 bulan lebih. Disupport laporan klaim pengangguran terendah dalam 50 tahun.

Harga minyak mentah turun lebih dari 3% menjadi di bawah $ 111 per barel menyusul lonjakan 5% di sesi sebelumnya, karena profit taking dan menilai prospek penawaran dan permintaan, dengan perang di Ukraina tetap menjadi sorotan.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi akan turun ke posisi 21680, jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2. Namun jika kemudian rebound dapat naik ke posisi 22086 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2.

Featured

Equityworld Futures | Wall Street Lesu Imbas Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Rabu, 23 Maret 2022. Hal ini seiring kenaikan harga minyak memicu ketakutan inflasi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 448,96 poin atau 1,3 persen menjadi 34.358,50. Indeks S&P 500 tergelincir 1,2 persen menjadi 4.456,24. Indeks Nasdaq susut 1,3 persen menjadi 13.922,60.

Rekomendasi Harian Indeks Nikkei 24 Maret 2022 | Equityworld Futures

Traders mencerna berita terbaru tentang perang Ukraina-Rusia. Presiden Ukraina Volodymr Zelenskyy menyerukan lebih banyak tekanan pada Rusia dari negara lain karena konflik tampaknya memasuki jalan buntu.

Harga minyak menguat dengan harga minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 5 persen menjadi hampir USD 115 per barel. Harga minyak Brent naik lebih dari 5 persen menjadi USD 121 per barel.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melampaui 2,41 persen pada sesi perdagangan Rabu pekan ini. Posisi yang tidak terlihat sejak Mei 2019. Suku bunga acuan telah melonjak sejak awal pekan, ketika ketua the Federal Reserve Jerome Powell berjanji untuk agresif terhadap inflasi. The Fed pekan lalu menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2018.

“Pasar masih berusaha menemukan pijakannya,” ujar Chief Investment Officer Cresset Capital, Jack Ablin dilansir dari CNBC, Kamis (24/3/2022).

Ia menambahkan, sangat sulit untuk mencoba mengukur bagaimana suku bunga lebih tinggi akan berdampak pada inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan. “Dan kemudian Anda menambahkan perang yang membatasi minyak,” kata dia.

Featured

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Kembali Tergelincir

Equityworld Futures | Harga emas jatuh mendekati level terendah satu minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga besar tahun ini untuk memerangi inflasi yang melonjak, mengirim imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi.

Dikutip dari Antara, Rabu, 23 Maret 2022, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD 8 atau 0,41 persen, menjadi USD1.921,50 per ons. Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena mereka meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga yang Lebih Besar, Kilau Emas Pudar | Equityworld Futures

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa pembuat kebijakan perlu bergerak secepatnya karena inflasi semakin panas. Dia meningkatkan kemungkinan kenaikan 50 basis poin (bps) pada pertemuan mendatang, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS naik.

Sikap hawkish Powell memicu aksi jual di pasar obligasi yang tajam dan mengirim imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun ke level tertinggi sejak Mei 2019.

Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan Selasa 22 Maret 2022, dalam wawancara televisi Bloomberg, bahwa Federal Reserve perlu bergerak agresif pada kenaikan suku bunga.

“Fakta bahwa Fed siap untuk melakukan kenaikan setengah poin versus seperempat poin bergerak maju semuanya cukup hawkish dan telah mendorong emas lebih rendah,” kata ahli strategi pasar senior RJO Futures Bob Haberkorn.

“Komentar seperti itu biasanya akan mengirim emas secara signifikan lebih rendah, seperti penurunan 50 dolar AS, tetapi fakta bahwa situasi Rusia-Ukraina berada di garis depan menjaga harga emas.” jelas dia.

Pedagang sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan Fed berikutnya pada Mei. Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Meskipun demikian, tekanan pada emas telah relatif diredam karena fokus investor adalah pada konflik Ukraina, dengan setiap perkembangan besar kemungkinan akan memicu perubahan harga yang tajam, kata para analis.

Selain itu, varian virus corona baru BA.2, yang sekarang menyumbang setengah dari semua kasus baru di sebagian besar Amerika Serikat, memberi emas beberapa dukungan.

“Meningkatnya kepemilikan exchange-traded fund (ETF) berbasis emas menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi harga sehari-hari, manajer aset bergerak kembali ke emas untuk diversifikasi dan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan ekonomi,” kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

Emas mungkin memiliki dukungan yang layak di atas level USD1.900 per ons, menurut para analis pasar. Tetapi jika emas menembus level, itu bisa turun dengan cepat. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 40,9 sen atau 1,62 persen, menjadi ditutup pada USD24,904 per ons. Platinum untuk pengiriman April turun USD19,6 atau 1,88 persen menjadi USD1.025,10 per ons.

Featured

Equityworld Futures | Selasa Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Naik

Equityworld Futures | Saham di kawasan Asia-Pasifik pada perdagangan Selasa pagi (22/3/2022) mayoritas dibuka naik. Investor mengamati reaksi pasar terhadap komentar Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang akan mengambil tindakan tegas terhadap inflasi.

Nikkei 225 di Jepang melonjak 1,23% pada awal perdagangan sementara indeks Topix naik 1,14%.

Wall Street Ditutup Jatuh Merespons Sikap Hawkish The Fed | Equityworld Futures

Kospi Korea Selatan naik 0,32%.

Di Australia, S&P/ASX 200 naik sekitar 1% pada perdagangan pagi.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,15% lebih tinggi.

Ketua Fed Powell mengatakan pada hari Senin bahwa inflasi “terlalu tinggi,” dan bank sentral akan “mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kembalinya stabilitas harga.”

“Secara khusus, jika kami menyimpulkan bahwa pantas untuk bergerak lebih agresif dengan menaikkan suku bunga dana federal lebih dari 25 basis poin pada pertemuan atau rapat, kami akan melakukannya,” kata Powell.

Komentar itu muncul kurang dari seminggu setelah bank sentral menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Pesan Powell “tidak bisa lebih jelas,” menurut Ray Attrill dari National Australia Bank.

Saham di Wall Street merosot semalam, dengan S&P 500 sedikit lebih rendah di 4.461,18 sementara Dow Jones Industrial Average tergelincir 201,94 poin menjadi 34.552,99. Nasdaq Composite turun 0,4% menjadi 13.838,46.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 98,486 — masih di bawah level di bawah 98 yang terlihat minggu lalu.

Yen Jepang diperdagangkan pada 119,66 per dolar, lebih lemah dari level di bawah 118,3 yang terlihat terhadap greenback minggu lalu. Dolar Australia berada di $0,7393, sebagian besar mempertahankan kenaikan menyusul kenaikannya dari bawah $0,72 minggu lalu.

Featured

PT Equity World | Labil Kaya ABG, Harga Emas Turun Lagi Setelah Sempat Naik

PT Equity World | Harga emas kembali turun setelah sempat menanjak kemarin. Pada Jumat (18/3/2022) pukul 06:15 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.941,71/troy ons. Melemah 0,05% dari hari sebelumnya.

Harga emas sempat naik 0,76% pada perdagangan kemarin ke US$ 1942,64/troy ons. Hari sebelumnya, harga sang logam mulia menguat 0,52% ke US$ 1.927,93/troy ons.

Rekomendasi Harian Indeks Nikkei 18 Maret 2022 | PT Equity World

Meski melemah, ada harapan emas untuk kembali naik. Sentimen negatif dari kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sedikitnya sudah mereda karena pasar sudah mengetahui arah kebijakan The Federal Reserve/The Fed ke depan.

“Permintaan emas masih banyak dan begitu banyak kekhawatiran yang membuat permintaannya naik. Bukan tidak mungkin emas akan menyentuh level US$ 2.000 lagi,” tutur Miguel Perez-Santalla, kepala marketing dan penjualan trading di Heraeus Metal Management New York, seperti dikutip Reuters.

Perez menjelaskan situasi di Ukraina belum pasti meskipun pembicaraan perdamaian masih berlangsung. Situasi bisa memanas jika banyak negara NATO mendesak organisasi tersebut turun ke dalam perang Rusia-Ukraina. Estonia, negara NATO di Eropa Timur sudah meminta NATO untuk turun tangan jika Rusia mengerahkan senjata pemusnah massal.

Sebelumnya, Wang Tao, Analis Pasar Reuters, menilai harga emas kemungkinan berbalik ke zona US$ 1.960-1.979/troy ons dengan titik support kuatnya di US$ 1.890/troy ons.

Featured

PT Equity World | The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Anjlok

PT Equity World | Harga emas dunia turun pada perdagangan Rabu, karena dolar melemah setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga seperempat poin persentase dalam langkah yang diperkirakan secara luas.

Mengutip CNBC, Kamis (17/3/2022) harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.920,45 per ounce. Di awal sesi, emas merosot sebanyaknya 1,2 persen menjadi USD1.894,70 karena imbal hasil US Treasury melonjak setelah pengumuman The Fed.

Setelah Kenaikan Suku Bunga, Emas Dunia Jatuh 1,06% | PT Equity World

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup merosot 1,1 persen menjadi USD1.908,40 per ounce.

“Emas bertahan dengan baik karena kemunduran tajam baru-baru ini mungkin telah berjalan dengan sendirinya. Saya memperkirakan harga emas diperdagangkan antara kisaran USD1.880-1.960 dalam jangka pendek,” kata Tai Wong, trader logam independen di New York.

Namun kata Wong, The Fed agak lebih hawkish ketimbang ekspektasi. “Mereka memproyeksikan kenaikan pada setiap pertemuan ke depan pada tahun ini. Itu bukan pertanda baik bagi pasar emas.” Katanya.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga The Fed, karena itu meningkatkan opportunity cost menahan logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil, sekaligus meningkatkan dolar, di mana bullion dihargakan.

Namun, Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,5 persen terhadap sekeranjang pesaingnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sementara imbal hasil US Treasury 10-tahun juga mundur dari level tertinggi baru-baru ini.

The Fed memproyeksikan tingkat kebijakannya akan mencapai kisaran antara 1,75 persen dan 2 persen pada akhir tahun, tetapi menandai ketidakpastian besar yang dihadapi ekonomi dari perang di Ukraina dan krisis kesehatan Covid-19 yang sedang berlangsung.

Sementara itu, harapan seputar kemajuan dalam perundingan damai antara Rusia dan Ukraina ditambah dengan kejatuhan harga minyak mengurangi permintaan untuk aset safe haven, seperti emas.

Harga perak di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD24,94 per ounce, sementara platinum melambung 3,3 persen menjadi USD1.018,65.

Sedangkan paladium turun 0,2 persen menjadi USD2.418,56 per ounce di tengah surutnya kekhawatiran pasokan.

Featured

PT Equity World | Wall Street beragam, saham teknologi dan pertumbuhan pimpin penurunan

PT Equity World | Wall Street beragam pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan indeks saham utama sebagian besar lebih rendah dipimpin oleh penurunan lebih dari dua persen di Nasdaq, karena investor menjual ekuitas teknologi dan pertumbuhan ternama menjelang pertemuan Federal Reserve minggu ini dan perkiraan kenaikan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 1,05 poin atau 0,003 persen, menjadi menetap 32.945,24. Indeks S&P 500 berkurang 31,20 poin atau 0,74 persen, menjadi berakhir di 4.173,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 262,59 poin atau 2,04 persen, menjadi ditutup di 12.581,22 poin.

3 Indeks Utama Wall Street Melesat, Investor Harap The Fed Naikkan Suku Bunga | PT Equity World

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan teknologi masing-masing merosot 2,89 persen dan 1,9 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor keuangan naik 1,25 persen, merupakan kelompok berkinerja terbaik.

Perkembangan dalam konflik Ukraina-Rusia menambah kehati-hatian investor ketika delegasi Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan putaran keempat pada Senin (14/3/2022), tetapi tidak ada kemajuan yang diumumkan, sementara pasukan Rusia mengizinkan konvoi mobil pertama untuk melarikan diri dari pelabuhan Mariupol yang dikepung di Ukraina.

Saham Apple Inc jatuh 2,7 persen dan paling membebani S&P 500 dan Nasdaq setelah pemasoknya Hon Hai Precision Industry Co Ltd, yang dikenal sebagai Foxconn, menghentikan operasi di Shenzhen China di tengah meningkatnya kasus COVID-19.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada Rabu (16/3/2022) dalam upaya untuk memerangi kenaikan inflasi.

“Kami melihat rotasi ke dalam saham bervaluasi rendah dan menjauh dari saham pertumbuhan, dan banyak dari itu terkait dengan apa yang terjadi pada suku bunga,” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Investment Management di Chicago.

“Pasar ekuitas akan ditantang ke depan, dan hari ini adalah contoh lain dari itu.”

Sektor teknologi dan konsumer nonprimer adalah hambatan terbesar pada S&P 500. Suku bunga yang lebih tinggi adalah negatif untuk saham teknologi dan pertumbuhan karena penilaian mereka lebih bergantung pada arus kas masa depan.

Indeks Russell 2000 dari saham-saham berkapitalisasi kecil jatuh 1,9 persen dan turun lebih dari 20 persen dari rekor penutupan tertinggi November. Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik.

Sektor energi merosot 2,9 persen, karena minyak mentah Brent turun di bawah 110 dolar AS per barel, seminggu setelah naik setinggi 139 dolar AS karena krisis Ukraina. Harga minyak dan komoditas lainnya melonjak menyusul sanksi keras Barat terhadap Rusia.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 14,26 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,7 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Featured

PT Equity World | Harga Emas Lebih Murah usai Imbal Hasil Treasury AS Naik

PT Equity World | Harga emas turun pada hari Senin karena imbal hasil Treasury AS naik karena ekspektasi kenaikan suku bunga, dengan selera risiko yang lebih tinggi di tengah harapan perdamaian antara Rusia dan Ukraina mengurangi daya tarik safe-haven emas lebih lanjut.

Dikutip dari CNBC, Selasa (15/3/2022), harga emas di pasar spot turun hampir 1,6 persen menjadi USD 1.953,40 per ounce. Emas berjangka AS turun 1,5 persen menjadi USD 1.955,8 per ounce.

Rekomendasi Harian Indeks Hang Seng 15 Maret 2022 | PT Equity World

“Salah satu alasan utama adalah melonjaknya imbal hasil treasury. Pasar juga tampaknya memperkirakan pertemuan FOMC pada hari Rabu di mana Fed mungkin mulai memulai siklus pengetatan. Jadi, ini adalah faktor negatif untuk emas,” kata Margaret Yang, ahli strategi di DailyFX.

“Mengingat fakta bahwa kedua belah pihak bersedia untuk berbicara, saya pikir yang terburuk dari krisis Ukraina mungkin ada di belakang kita. Tidak mungkin harga emas akan melonjak melampaui level tertinggi sebelumnya dari minggu lalu atau mencapai rekor tertinggi dalam waktu dekat.”

Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun mencapai 2,09 persen pada Senin pagi, titik tertinggi sejak Juli 2019, karena Federal Reserve AS secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga seperempat poin persentase pada acara dua hari akhir pekan ini.

Penguatan Pasar Saham

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Menekan permintaan safe-haven emas, saham global menguat pada hari Senin di tengah harapan jeda dalam krisis Ukraina bahkan ketika pertempuran berkecamuk.

Featured

PT Equity World | Saham Asia naik, minyak turun di tengah harapan pembicaraan Ukraina

PT Equity World | Saham-saham Asia menguat dan minyak tergelincir pada perdagangan Senin pagi, di tengah harapan kemajuan dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina bahkan ketika pertempuran berkecamuk, sementara pasar obligasi bersiap untuk kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan Inggris minggu ini.

Sementara rudal Rusia menghantam pangkalan besar Ukraina di dekat perbatasan dengan Polandia pada Minggu (13/3/2022), kedua belah pihak memberikan penilaian paling optimis tentang prospek pembicaraan.

Harga Emas Dunia Melemah 0,63% | PT Equity World

Peluang perdamaian mendorong indeks saham berjangka S&P 500 bertambah 0,7 persen, sementara Indeks Nasdaq berjangka naik 0,6 persen.

Nikkei Jepang bertambah 1,1 persen, sementara Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,1 persen setelah meluncur hampir 4,0 minggu lalu.

Obligasi tetap di bawah tekanan setelah terpukul minggu lalu karena lonjakan harga-harga komoditas tampaknya akan meningkatkan inflasi lebih jauh, dengan imbal hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun naik tiga basis poin pada Senin pagi menjadi 2,03 persen.

Ukuran utama ekspektasi inflasi AS naik ke 3,0 persen dan mendekati rekor tertinggi.

Itu hanya memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan minggu ini dan memberi sinyal lebih banyak untuk datang melewati prakiraan “dot plot” para anggota.

“Titik-titik kemungkinan besar akan mengelompok di sekitar empat atau lima kenaikan untuk 2022, naik dari tiga sebelumnya, mengingat laju inflasi yang lebih kuat sejak pertemuan FOMC Januari,” kata Kepala Ekonom AS NatWest Markets, Kevin Cummins.

“Kami menduga kami juga bisa mendapatkan adendum tentang bagaimana Fed berencana untuk mengurangi ukuran neraca secepatnya minggu ini.”

Bank sentral Inggris diperkirakan akan menaikkan suku bunganya menjadi 0,75 persen pada Kamis (17/3/2022), kenaikan ketiga berturut-turut, dan memberi sinyal lebih banyak dengan pasar memperkirakan agresif sebesar 2,0 persen hingga akhir tahun.

Dana berjangka Fed menyiratkan tidak kurang dari enam atau tujuh kenaikan tahun ini menjadi sekitar 1,75 persen, menjaga dolar AS didukung di dekat level tertinggi sejak Mei 2020.

Euro bertahan di 1,0927 dolar, dan tidak jauh dari palung 22 bulan terakhir di 1,0804 dolar, sementara dolar mencapai puncak baru lima tahun terhadap yen di 117,55 yen.

“Yen tidak dapat menampilkan atribut safe-haven khasnya, sebagian karena kenaikan besar dalam imbal hasil AS dan kebijakan kontrol kurva imbal hasil bank sentral Jepang (BoJ) yang mencegah obligasi pemerintah Jepang mengikuti kenaikan imbal hasil global inti,” kata Analis Senior Valas NAB, Rodrigo Catril.

“Jepang juga merupakan negara pengimpor energi besar yang menambah kekhawatiran atas guncangan perdagangan dari harga energi yang lebih tinggi.”

Emas kehilangan sebagian dari pesona safe-haven-nya pada Senin pagi, turun 0,6 persen menjadi 1.972 dolar AS per ounce dan menjauh dari puncak minggu lalu di 2.069 dolar AS.

Demikian juga, peluang kemajuan di Ukraina membuat harga minyak menyerah sedikit dari kenaikan baru-baru ini, bahkan ketika pembicaraan dengan produsen Iran tampaknya terhenti.

Brent terakhir dikutip 1,69 dolar AS lebih rendah pada 110,98 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS turun 2,11 dolar AS menjadi 107,22 dolar AS per barel.

Featured

Equity World | Investor Panik Kenaikan Suku Bunga, Wall Street Melemah

Equity World | Wall Street melanjutkan penurunannya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berakhir di zona merah karena inflasi mencapai level tertinggi empat dasawarsa. Sehingga memperkuat ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga utama pada akhir pertemuan kebijakan moneter minggu depan untuk mencegah ekonomi dari overheating.

Dikutip dari Antara, Jumat, 11 Maret 2022, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 112,18 poin atau 0,34 persen menjadi 33.174,07. Indeks S&P 500 melemah 18,36 poin atau 0,43 persen menjadi 4.259.52. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 125,59 poin atau 0,95 persen menjadi 13.129,96.

Wall Street Anjlok Terseret Data Inflasi AS | Equity World

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi tergelincir 1,76 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi melonjak 3,07 persen, menjadikannya kelompok dengan kinerja terbaik. Ketidakpastian yang membayangi seputar invasi Rusia ke Ukraina juga membantu meyakinkan para pelaku pasar untuk memulai kembali pelarian mereka ke tempat-tempat yang aman.

Sementara itu ketiga indeks utama berakhir di zona merah, mereka memangkas kerugian di akhir hari dan ditutup jauh di atas posisi terendah sesi, karena pasar ekuitas AS mengikuti hari terbaiknya dalam beberapa bulan pada Rabu, 9 Maret 2022, dengan memperbarui aksi jual multi-sesi.

“Ini lebih sama,” kata manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago, Paul Nolte yang mencatat volatilitas harian pasar ekuitas lebih didorong oleh geopolitik daripada berita ekonomi.

Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, harga konsumen melonjak pada Februari ke tingkat pertumbuhan tahunan 7,9 persen. Ini merupakan angka terpanas dalam empat puluh tahun terakhir.

“Akan ada lebih banyak lagi yang akan datang dalam satu atau dua bulan ke depan karena beberapa dari kenaikan harga-harga komoditas dimasukkan,” jelas dia.

Sementara itu pasar sepenuhnya memperkirakan bank sentral untuk menaikkan suku bunga dana Fed sebesar 25 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan moneter minggu depan, data IHK menunjukkan FOMC bisa bergerak lebih agresif untuk mengekang inflasi di tahun mendatang, seperti dijanjikan oleh Ketua Fed Jerome Powell pekan lalu.

“Masih diperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga empat hingga tujuh kali dalam satu atau dua tahun ke depan untuk mengekang pertumbuhan ekonomi,” kata Nolte.

Dia menambahkan The Fed tidak pernah menaikkan suku bunga dengan kurva imbal hasil yang datar. Apalagi volatilitas ini begitu tinggi.

“Mereka mencoba menaikkan suku bunga pada saat pasar sedang kacau,” jelas dia.

Harga energi adalah penyebab utama, dengan harga bensin melonjak 6,6 persen dalam satu bulan, meskipun laporan tersebut tidak mencerminkan keseluruhan lonjakan harga minyak mentah setelah tindakan Rusia di Ukraina.

Tindakan itu membuat kegelisahan geopolitik memuncak, dengan pembicaraan damai menunjukkan sedikit kemajuan bahkan ketika krisis kemanusiaan terungkap dan tekanan pasokan minyak dunia terus membebani pasar global. Volume transaksi di bursa AS mencapai 12,50 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,65 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Featured

Equity World | Harga Emas Anjlok Usai Dekati Level Termahal dalam Sejarah

Equity World | Harga emas turun lebih dari 3 persen karena penurunan harga minyak membantu aset berisiko rebound setelah penurunan tajam didorong oleh perang Ukraina.

Sedangkan Paladium turun sekitar 9 persen pada perdagagan Rabu untuk memimpin pembalikan tajam pada logam mulia.

Rekomendasi Harian Indeks Nikkei 10 Maret 2022 | Equity World

Dikutip dari CNBC, Kamis (10/3/2022), harga emas di pasar spot turun 3,3 persen menjadi USD 1.983,96 per ounce, menghentikan reli yang membawanya mendekati level tertinggi sepanjang masa Agustus 2020. Harga Emas berjangka AS turun 2,7 persen pada USD 1.988,20.

Harga Paladium, yang digunakan oleh pembuat mobil dalam catalytic converter untuk mengekang emisi, turun 7,5 persen menjadi USD 2.940,72 per ounce setelah mencapai rekor tertinggi USD 3.440,76 pada perdagangan Senin didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan dari produsen utama Rusia.

“Segalanya tidak bisa terus naik. Pada titik tertentu, tingkat keseimbangan harus dicapai,” kata Edward Meir, analis ED&F Man Capital Markets.

Dia menambahkan paladium masih bisa naik lebih tinggi karena defisit sebelum krisis.

“Pada tahap tertentu, semua harga komoditas ini harus mengabaikan fakta bahwa tidak ada output Rusia yang masuk, apa pun komoditas yang Anda bicarakan,” tambah Meir.

Featured

Equity World | Rekomendasi Harian Indeks Hang Seng 9 Maret 2022

Equity World | Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup anjlok 292 poin atau 1,39% ke kisaran 20.765,87. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 175 poin atau 2,3% menjadi 7237,80 . Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2022 bergerak negatif dengan melemah 35 poin atau 0,18% ke posisi 20863.

Indeks Hang Seng anjlok ke posisi terendah dalam 5 tahun di tengah kekhawatiran perang Rusia-Ukraina akan menyeret ekonomi global ke dalam resesi. Juga dibebani oleh anjloknya saham kapital besar seperti Tencent dan NetEase setelah delegasi politik China mengusulkan pengetatan kontrol atas industri game pada pertemuan legislatif tahunan negeri tersebut.

Sudah di Atas US$ 2.000/Ons, Harga Emas Masih Bisa Naik! | Equity World

Sebagai penggerak pasar hari ini, untuk bursa saham Wall Street semalam kembali ditutup melemah oleh lonjakan harga minyak mentah hingga mengangkat harga bahan bakar di AS.

Harga minyak WTI melonjak 8% menjadi hampir $130 per barel setelah Presiden Biden mengumumkan larangan impor minyak, gas, dan energi Rusia ke AS sebagai bagian dari hukuman ekonomi atas invasi Rusia ke Ukraina. Juga, Inggris akan menghentikan impor minyak dan produk minyak Rusia pada akhir tahun 2022.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 20623, jika tembus meluncur ke posisi S1 hinnga S2. Namun jika kemudian bergerak positif akan naik ke posisi 21095 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2.

Featured

Equity World | Wall Street Ditutup Merah Imbas Harga Minyak Cetak Rekor Tertinggi

Equity World | Indeks utama Wall Street ditutup turun tajam pada perdagangan Senin (7/3/2022) waktu setempat, dengan Nasdaq Composite mengkonfirmasi berada di pasar bearish. Hal itu karena prospek larangan impor minyak dari Rusia mengirim harga minyak mentah melonjak dan memicu kekhawatiran tentang kenaikan inflasi.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 797,42 poin, atau 2,37%, menjadi 32.817,38, S&P 500 kehilangan 127,79 poin, atau 2,95%, menjadi 4.201,08 dan Nasdaq Composite turun 482,48 poin, atau 3,62%, menjadi 12.830,96.

Wall Street Anjlok, Nasdaq Mengonfirmasi Kondisi Bearish | Equity World

Nasdaq berakhir turun 20,1% dari rekor penutupan tertinggi 19 November, membenarkan indeks teknologi-berat telah berada di pasar beruang sejak mencapai rekor tertinggi itu. Hal itu menandai pasar beruang pertama Nasdaq sejak 2020, ketika wabah virus corona menghancurkan ekonomi global.

Sedangkan Dow Jones Industrial Average berakhir turun 10,8% dari rekor penutupan tertinggi 4 Januari, menginformasikan bahwa itu dalam koreksi. Koreksi dikonfirmasi ketika indeks ditutup 10% atau lebih di bawah level penutupan rekornya.

Harga minyak melonjak ke level tertinggi sejak 2008 karena Amerika Serikat dan sekutu Eropa mempertimbangkan untuk melarang impor minyak Rusia, sebagai tanggapan atas invasi negara itu ke Ukraina, sementara tampaknya kecil kemungkinan minyak mentah Iran akan kembali dengan cepat ke pasar global. Rusia menyebut kampanye itu sebagai “operasi khusus”.

Saham sektor Energi, kelompok S&P 500 yang menonjol sepanjang tahun ini, adalah satu-satunya sektor yang mencatat kenaikan pada hari Senin, naik 1,6%.

“Kekhawatiran pada minyak telah menyebabkan kekhawatiran pada inflasi yang lebih tinggi dan potensi stagflasi,” kata Mona Mahajan, ahli strategi investasi senior di Edward Jones.

“Saya pikir hanya ada kekhawatiran yang lebih luas bahwa mungkin ada pukulan terhadap pertumbuhan dari konsumen mengingat harga yang lebih tinggi di pompa,” imbuhnya.

Saham Amazon , Microsoft dan Apple berada di antara hambatan individu teratas di S&P 500 sementara sektor keuangan turun 3,7%. Sementara sektor utilitas, salah satu area defensif pasar saham, naik 1,3%.

Para pejabat Ukraina mengatakan sebuah pabrik roti telah terkena serangan udara Rusia ketika para perunding negara itu berkumpul untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Rusia setelah putaran sebelumnya yang tidak membawa jeda dalam konflik tersebut.

Saham United Airlines Holdings Inc turun 15% dan Norwegian Cruise Line Holdings turun 11,6%, di antara penurunan luas dalam saham perjalanan dan liburan karena lonjakan harga minyak mengancam akan mengganggu pemulihan yang baru lahir.

Saham lainnya telah berjuang untuk memulai 2022 karena kekhawatiran tentang krisis Rusia-Ukraina telah memperdalam aksi jual yang awalnya dipicu oleh kekhawatiran atas imbal hasil obligasi yang lebih tinggi karena Federal Reserve diperkirakan akan memperketat kebijakan moneter tahun ini untuk melawan inflasi. S&P 500 menandai level penutupan terendah sejak Juni 2021.

Namun investor sedang menunggu laporan harga konsumen AS pada hari Kamis, dengan The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga akhir bulan ini untuk memerangi lonjakan inflasi.

Masalah yang menurun melebihi jumlah yang meningkat di NYSE dengan rasio 3,62 banding 1; di Nasdaq, rasio 2,74 banding 1 mendukung penurunan.

S&P 500 membukukan 50 tertinggi baru 52-minggu dan 69 terendah baru; Nasdaq Composite mencatat 63 tertinggi baru dan 546 terendah baru.

Sekitar 17 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian sekitar 13 miliar selama 20 sesi terakhir.

Featured

Equity World | Perhatian! Harga Emas Masih Bakal Naik Lagi

Equity World | Harga emas dunia melesat pada perdagangan pekan lalu. Sang logam mulia pun mengukir rekor harga baru.

Pada perdagangan akhir pekan, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 1.968,45/troy ons. Melonjak 1,72% dibandingkan hari sebelumnya sekaligus menjadi yang tertinggi sejak awal September 2020.

Rekomendasi Harian Indeks Hang Seng 7 Maret 2022 | Equity World

Harga emas masih menjalani tren positif. Sepanjang pekan lalu, harga emas membukukan kenaikan 4,37% secara point-to-point. Dalam sebulan terakhir, harga melejit 8,8%.

Ke depan, sepertinya peluang kenaikan harga emas lebih lanjut masih terbuka. Wang Tao, Analis Teknikal Reuters, menilai harga emas sudah menembus titik resistance US$ 1.954/troy ons sehingga ada ruang untuk naik lagi hingga ke US$ 1.978/troy ons.

“Harga emas sudah bangkit dari titik terendah US$ 1.822,75/troy ons yang terjadi pada 25 Februari lalu. Pemulihan ini terlihat kuat, penurunan sudah berbalik,” tulis Wang dalam risetnya.

Titik support terbaru harga emas, lanjut Wang, ada di US$ 1.928/troy ons. Penembusan di titik ini akan membawa harga turun ke kisaran US$ 1.902-1.917/troy ons.

Namun sentimen bullish sepertinya masih akan membuat harga emas terus naik. Uptrend lanjutan akan terkonfirmasi ketika harga menembus di atas US$ 1.984/troy ons.

Featured

PT Equityworld | Rabu Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Koreksi

PT Equityworld | Mayoritas saham Asia-Pasifik dibuka terkoreksi pada perdagangan Rabu pagi (2/3/2022), menyusul penurunan tajam saham di Wall Street karena konflik Rusia-Ukraina menyebabkan lonjakan harga minyak.

Nikkei 225 di Jepang turun 1,27% di awal perdagangan sementara indeks Topix turun 1,28%.

Harga Emas Turun Sih, Tapi Nanti Naik Lagi Kok! | PT Equityworld

Kospi Korea Selatan turun 0,19%.

Di tempat lain, S&P/ASX 200 Australia turun 0,17%, menjelang data PDB kuartal keempat yang akan dirilis pada pukul 8:30 pagi HK/SIN pada hari Rabu.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,13% lebih rendah.

Harga minyak telah melonjak dalam beberapa hari terakhir karena Rusia melanjutkan serangannya ke Ukraina, dengan minyak mentah berjangka AS mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun pada hari Selasa.

Semalam di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average turun 597,65 poin menjadi 33.294,95 sementara S&P 500 turun 1,55% menjadi 4.306,26. Nasdaq Composite turun 1,59% menjadi 13.532,46.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 97,409 setelah naik baru-baru ini dari level di bawah 97.

Yen Jepang diperdagangkan pada 114,82 per dolar, masih lebih kuat dari level di sekitar 115,6 yang terlihat terhadap greenback awal pekan ini. Dolar Australia berada di $0,7259, sebagian besar mempertahankan kenaikan setelah naik dari bawah $0,72 awal pekan ini.

Featured

PT Equityworld | Wall Street Beragam, Investor Cermati Perkembangan Invasi Rusia ke Ukraina

PT Equityworld | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Senin, 28 Februari 2022. Wall street beragam ini seiring investor memantau perkembangan invasi Rusia ke Ukraina termasuk serangkaian sanksi baru dari Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 166,15 poin atau sekitar 0,49 persen. Namun, ditutup ke posisi terendah di 33.892,50. Indeks S&P 500 tergelincir 0,24 persen ke posisi 4.373,94. Sedangkan indeks Nasdaq naik 0,41 persen menjadi 13.751,40.

Tekanan AS ke Rusia, Wall Street Terkoreksi | PT Equityworld

Perdagangan Senin, 28 Februari 2022 menutup pergerakan yang bergejolak dengan indeks rata-rata utama kompak membukukan tekanan bulanan. Sesi perdagangan yang bergejolak itu seiring konflik antara Rusia dan Ukraina.

Pasukan Ukraina telah menguasai kota-kota penting termasuk ibu kota Kiev. Pejabat dari dua negara mengadakan putaran negosiasi di dekat perbatasan Belarusia pada Senin pekan ini.

“Perang pada dasarnya adalah lingkungan berisiko untuk aset berisiko karena investor global beralih ke obligasi negara dan safe havens lainnya hingga kenormalan baru ditetapkan,” ujar Strategist Raymond James Tavis McCourt dilansir dari CNBC, Selasa (1/3/2022).

Ia menambahkan, segala sesuatu tentang ini belum pernah terjadi sebelumnya. “Jadi tentang satu-satunya hal rasional untuk dikatakan tentang gejolak saham untuk terus menanti resolusi,” kata dia.

Gerak Saham

Saham defensif antara lain Lockheed Martin dan Northrop Grumman masing-masing naik 6,7 persen dan 7,9 persen. Saham keamanan siber juga memimpin dengan Crowdstrike melonjak 7,4 persen. Di sisi lain, saham bank berada di bawah tekanan dengan saham JP Morgan melemah 4,2 persen dan Citigroup susut 4,4 persen.

Imbal hasil obligasi pemerintah turun tajam dengan imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun 1,83 persen. Imbal hasil itu susut 15 basis poin. Imbal hasil bergerak berlawanan dengan harga dan lebih rendah di tengah tingginya permintaan untuk obligasi safe-haven.

Imbal hasil obligasi yang lebih rendah mungkin membantu kinerja Nasdaq yang padat teknologi. Hal ini seiring saham yang berorientasi pada pertumbuhan cenderung berkinerja lebih baik ketika suku bunga rendah. Saham Tesla naik 7,5 persen.

Gejolak juga terjadi di pasar uang.Bank sentral Rusia menaikkan suku bunga menjadi 20 persen dari 9,5 persen. Hal ini sebagai reaksi terhadap pergerakan mata uang yang melihat Rubel jatuh hampir 22 persen terhadap dolar AS. Rubel mencapai rekor terendah terhadap dolar AS pada Senin pagi, 28 Februari 2022.

Featured

Equityworld Futures | Emas Fluktuatif di Atas US$ 1.900, Safe Haven Jadi Pilihan

Equityworld Futures | Harga emas berfluktuasi di atas level psikologis US$ 1.900, bahkan sempat menyentuh level tertinggi US$ 1.975 per ounce. Investor mencari aset aman (safe haven) menyusul operasi militer Rusia di Ukraina.

Pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange naik US$ 15,9 atau 0,83% menjadi ditutup pada US$ 1.926,30 per ounce, setelah sempat melonjak ke level tertinggi Januari 2021 di level US$ 1.976,20 per ounce.

Rekomendasi Harian Indeks Nikkei 25 Februari 2022 | Equityworld Futures

Biden memukul Rusia dengan gelombang sanksi pada hari Kamis (24/2) setelah Moskow menginvasi Ukraina, tindakan yang menghambat kemampuan Rusia untuk melakukan bisnis dalam mata uang utama bersama dengan sanksi terhadap bank dan perusahaan milik negara.

Dalam sanksi terbaru terhadap Moskow, Presiden Joe Biden membatasi akses internasional untuk lima bank besar Rusia, termasuk VTB, membekukan aset Rusia di Amerika, dan membatasi kemampuan Rusia untuk mengimpor teknologi utama untuk peningkatan militer dan industri.

“Jika sanksi saat ini adalah batas respons, dampak ekonomi terbatas. Jadi, kami melihat short-covering di saham,” kata Tai Wong, pedagang logam independen di New York.

Akan tetapi, dalam perdagangan setelah jam kerja, emas berjangka tertekan, meluncur lebih dari US$ 18 atau hampir 1% menjadi sekitar US$ 1.892 per ounce.

Emas berjangka merosot karena imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik dari level terendah 1,846% ke level tertinggi 1,975% dengan investor menemukan kembali sentimen risiko mereka.

“Aksi jual emas sore dipercepat setelah Presiden Biden meluncurkan sanksi putaran berikutnya, yang menurut banyak orang tidak cukup memukul,” kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda.

“Namun, invasi Rusia ke Ukraina adalah gamechanger dan permintaan safe-haven akan tetap tinggi dan harga emas kemungkinan akan mendapat dukungan kuat dalam jangka pendek.”

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Kamis (24/2) bahwa klaim pengangguran awal AS turun 17.000 menjadi 232.000 dalam pekan yang berakhir 19 Februari, agak membatasi pertumbuhan emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Maret naik 13,4 sen atau 0,55% menjadi ditutup pada US$ 24,687 per ounce. Platinum untuk pengiriman pada bulan April turun US$ 29,6 atau 2,71% menjadi ditutup pada US$ 1,062,10 per ounce.

Featured

Equityworld Futures | Kamis Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Koreksi

Equityworld Futures | Mayoritas saham Asia-Pasifik terkoreksi pada pembukaan perdagangan Kamis pagi (27/2/2022). Investor terus mengamati situasi yang meningkat antara Rusia dan Ukraina.

S&P/ASX 200 Australia turun 2,19%.

Harga Emas Masih Kinclong Usai Cetak Rekor Tertinggi dalam 9 Bulan | Equityworld Futures

Nikkei 225 di Jepang turun 0,72%, sedangkan Topix turun 0,46%.

Di Korea Selatan, Kospi turun 1,34%. Bank of Korea akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis.

Di sisi pendapatan, Alibaba akan melaporkan pendapatan kuartal ketiganya di akhir Asia.

Kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Rusia dan Ukraina tetap menjadi fokus. Ukraina pada hari Rabu mengumumkan bahwa mereka bermaksud untuk memberlakukan keadaan darurat selama 30 hari dengan kemungkinan perpanjangan. Langkah tersebut harus terlebih dahulu disetujui oleh parlemen.

Negara itu juga memperingatkan warganya untuk meninggalkan Rusia dan menghindari bepergian ke sana.

Krisis memasuki fase baru minggu ini ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow akan secara resmi mengakui kemerdekaan dua daerah yang memisahkan diri pro-Moskow di Ukraina timur.

Pada hari Rabu, media yang dikendalikan pemerintah Rusia melaporkan bahwa Moskow telah mulai mengevakuasi orang-orang dari kedutaan besarnya di Kyiv, ibukota Ukraina.

Semalam di Wall Street, tiga indeks utama terus jatuh. S&P 500 turun 1,8% dan terkoreksi lebih dalam, sementara Dow Jones Industrial Average turun 1,38% menjadi 33.131,76. Nasdaq Composite yang berfokus pada teknologi kehilangan 2,6% menjadi 13.037.49.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 96,190. Yen Jepang diperdagangkan pada 114,91 per dolar, sedangkan dolar Australia berada di $0,7216 setelah jatuh dari $0,7233.

Harga minyak naik pada hari Rabu setelah membalikkan kerugian sebelumnya. Minyak mentah berjangka AS naik 1,36% menjadi diperdagangkan pada $93,35 per barel di awal Asia pada hari Kamis.

Featured

Equityworld Futures | Biden Sanksi Rusia, Wall Street Merana! Awas IHSG Nyusul

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,6% ke 6.861,994 pada perdagangan Selasa kemarin. Tetapi pelemahan tersebut sudah terpangkas dari sebelumnya sekitar 1%.

Investor asing masih belum berhenti memborong saham di dalam negeri. Kemarin aksi beli bersih (net buy) investor asing tercatat sebesar Rp 727 miliar, sehingga dalam dua hari perdagangan di pekan ini net buy lebih dari Rp 1,4 triliun. Dalam dua pekan sebelumnya, net buy tercatat sekitar Rp 10 triliun.

Wall Street Tumbang, 3 Saham Utama Tak Berdaya | Equityworld Futures

Meski aksi borong terus terjadi tetapi sentimen yang memburuk akibat eskalasi tensi geopolitik di Barat membuat IHSG kesulitan untuk menguat, apalagi melihat posisinya yang mencapai rekor tertinggi di awal pekan ini.

Tekanan pada hari ini, Rabu (23/2), masih akan besar sebab Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Binden, kemarin memberikan sanksi ke Rusia.

Hal ini dilakukan setelah Rusia mengirim pasukannya ke wilayah Donestk dan Luhansk yang sebelumnya diakui kemerderdekaannya dari Ukraina oleh Presiden Valdimir Putin.

“Ini adalah wal dari invasi Rusia ke Ukraina, Putin mengindikasikan hal tersebut dan meminta izin Duma (parlemen) untuk melakukannya. Jadi saya mulai memberikan sanksi,” kata Biden sebagaimana diwartakan CNBC International.

Biden memberikan sanski ke bank VEB dan bank militer Rusia (PSB). Institusi finansial di AS tidak diizinkan untuk memproses transaksi ke dua bank tersebut.

Sanksi begitu juga diberlakukan ke obligasi yang membuat Rusia tidak bisa lagi menjualnya ke Negara Barat. Beberapa individu Rusia juga diberikan sanksi oleh Biden.

Eskalasi tensi tersebut membuat bursa saham AS (Wall Street) rontok pada perdagangan Selasa waktu setempat. Indeks Dow Jones merosot 1,4%, disusul Nasdaq minus 1,2% dan S&P 500 turun 1%.

Jebloknya kiblat bursa saham dunia tersebut tentunya mengirim sentimen negatif ke pasar Asia hari ini termasuk ke IHSG.

Secara teknikal, indikator Stochastic pada grafik harian dan 1 jam yang berada di wilayah jenuh beli (overbought), membuat IHSG terkoreksi kemarin.

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Kini Stochastic 1 jam sudah berada di dekat oversold sementara grafik harian masih di overbought. Sehingga, IHSG masih berisiko melanjutkan koreksi.

Support 6.840, jika dilewati IHSG berisiko turun menuju 6.810 hingga 6.800, sebelum menuju 6.770.

Sebaliknya selama bertahan di atas 6.840, IHSG berpeluang bangkit ke ke 6.900 lagi, sebelum menuju target pola Rectangle di 6.950.

IHSG di awal pekan ini hampir mencapai target penguatan pola Rectangle yang dibentuk sejak Oktober lalu.

Batas atas pola ini berada di kisaran 6.735, dan batas bawah pola Rectangle berada di kisaran 6.510, artinya ada jarak sekitar 215 poin dari level tersebut ke batas atas.
Selama bertahan di atasnya, target penguatan IHSG sebesar 215 poin ke 6.950.

IHSG juga berada di atas rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA 50), MA 100 dan MA 200 pada grafik harian.

Selama mampu bertahan di atas tiga MA tersebut, berlanjutnya penguatan IHSG ke depannya masih terbuka lebar.

Featured

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Jatuh dari Level Tertingginya karena Biden-Putin

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah setelah mencapai level tertinggi lebih dari delapan bulan pada perdagangan hari Senin, karena rencana Presiden AS dan Rusia untuk menggelar pertemuan tentang krisis Ukraina.

Sementara prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve juga semakin menekan harga emas.

Bursa Asia Melemah, Nikkei, Kospi dan Hang Seng Anjlok Lebih Dari 1% Pagi Ini (22/2) | Equityworld Futures

Mengutip CNBC, Selasa (22/2/2022) harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD1.891,85 per ounce mundur dari puncak sesi USD1.908,02, level tertinggi sejak 3 Juni.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat melemah 0,4 persen menjadi USD1.892,50. Tak ada setelmen pada sesi Senin, karena pasar keuangan Amerika ditutup untuk hari libur Presidents Day.

Presiden AS Joe Biden pada prinsipnya menyetujui pertemuan menteri luar negeri kedua negara itu pekan depan dan jika invasi tidak terjadi, kata sumber Gedung Putih.

“Investor global sangat prihatin dengan potensi (konflik) antara Rusia dan Ukraina, dan Presiden AS berulang kali mengatakan bahwa invasi mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang,” kata Margaret Yang, analis DailyFX.

“Di sisi lain, investor juga mencemaskan kenaikan suku bunga The Fed pada Maret, sehingga kemungkinan akan menekan harga emas.” Tambahnya.

Investor khawatir atas prospek pengetatan The Fed yang agresif karena inflasi melambung. Setidaknya enam pejabat The Fed akan berbicara pekan ini dan investor akan tertarik untuk mengetahui pandangan mereka tentang kemungkinan kenaikan 50 basis poin pada pertemuan Maret.

Sementara itu harga logam lainnya perak di pasar spot turun 0,8 persen menjadi USD23,78 per ounce, platinum naik 0,4 persen menjadi USD1.071,62 per ounce.
Logam auto-catalyst paladium anjlok 1,2 persen menjadi USD2.318,85 per ounce.

Featured

Equityworld Futures | Rekomendasi Harian Indeks Hang Seng 21 Februari 2022

Equityworld Futures | Indeks Hang Seng perdagangan akhir pekan lalu ditutup turun 465,06 poin atau 1,88% ke 24.327,71. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 1,9% menjadi 8.618,48. Demikian indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2022 bergerak negatif dengan turun 392 poin atau 1,59% menjadi 24323.

Indeks Hang Seng tertekan oleh saham teknologi, setelah Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional mengatakan akan memandu platform pengiriman makanan online untuk menurunkan biaya operasional untuk bisnis katering dengan mengurangi biaya layanan, atau komisi. Regulator perbankan dan asuransi China juga memperingatkan agar tidak menggunakan metaverse sebagai alat untuk penggalangan dana ilegal, di tengah minat yang meluas di sektor swasta negara itu.

Nggak Ada Obat, Harga Emas Terus Melesat! | Equityworld Futures

Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah untuk sesi ketiga berturut-turut dan sekaligus mencatat penurunan minggu kedua berturut-turut karena meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina dan kekhawatiran tentang langkah Fed selanjutnya.

Untuk harga minyak mentah berjangka WTI anjlok 0,3% karena meningkatnya kekerasan di Donetsk meningkatkan kekhawatiran atas gangguan pasokan dari kemungkinan perang Rusia-Ukraina, mengimbangi prospek minyak Iran kembali ke pasar global.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 24070, jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3. Namun jika kemudian terkoreksi akan naik ke posisi 24496 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2.

Featured

PT Equity World | Rusia Tarik Mundur Pasukan, Wall Street Meroket

PT Equity World | Wall Street naik tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena tanda-tanda ketegangan yang mereda di sepanjang perbatasan Rusia-Ukraina memicu sesi pengambilan risiko dan menghentikan penurunan beruntun tiga hari, terutama didukung oleh kekuatan keseluruhan dalam ekuitas teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 422,67 poin atau 1,22%, menjadi menetap di 34.988,84 poin. Indeks S&P 500 bertambah 69,40 poin atau 1,58%, menjadi berakhir di 4.471,07 poin. Indeks Komposit Nasdaq melambung 348,84 poin atau 2,53%, menjadi ditutup di 14.139,76 poin.

Harga Emas Hari Ini, Rabu 16 Februari 2022, Sentimen Konflik Rusia Mereda | PT Equity World

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi dan konsumen nonprimer masing-masing terangkat 2,73% dan 2,08%, melampaui sektor lainnya. Sektor energi dan utilitas masing-masing turun 1,39% dan 0,55%, hanya dua kelompok yang melemah.

Ketiga indeks utama mencatat kenaikan yang solid pada Selasa (15/2), dengan saham-saham teknologi terkemuka di pasar dan yang terkait dengan teknologi memberikan dorongan terbesar dan menempatkan Nasdaq di depan dengan lonjakan 2,5%,

Indeks Philadelphia SE Semiconductor melonjak 5,5% dalam persentase kenaikan satu hari terbesar sejak Maret 2021.

Panas geopolitik berubah sedikit setelah Rusia mengatakan telah menarik beberapa pasukannya di dekat perbatasan Ukraina, mendorong sentimen ekuitas bullish dan menyebabkan harga minyak mentah merosot di tengah meredanya kekhawatiran pasokan.

Pengumuman itu menerima tanggapan yang hati-hati, dan Amerika Serikat serta NATO mengatakan mereka belum melihat bukti penarikan.

Saham secara singkat memangkas kenaikan di akhir sesi, ketika Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa sementara upaya-upaya diplomatik sedang berlangsung.

“Reli yang bagus hari ini, terima kasih kepada (Presiden Rusia Vladimir) Putin,” kata David Carter, direktur pelaksana di Wealthspire Advisors di New York.

“Pasar telah bergerak berdasarkan Putin atau (Ketua Federal Reserve Jerome) Powell,” tambah Carter. “Putin dan niatnya dengan Ukraina dan Powell dan niatnya mengenai suku bunga,” lanjutnya.

Indeks volatilitas pasar CBOE mundur dari level tertinggi tiga minggu.

Di sisi ekonomi, sebuah laporan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan harga produsen melonjak pada Januari di dua kali tingkat yang diperkirakan, memperkuat ekspektasi ekonom bahwa Federal Reserve akan menghadapi inflasi yang gigih dengan secara agresif menaikkan suku bunga utama.

“Data inflasi menunjukkan harga naik, tetapi pasar sudah tahu ini,” kata Carter.

Pasar sekarang telah memperkirakan lebih baik daripada peluang bahwa bank sentral akan menaikkan target suku bunga dana Fed sebesar 50 basis poin pada pertemuan kebijakan moneter Maret.

“Pasar sekarang memperkirakan untuk Fed yang lebih agresif, dan di luar geopolitik ada pengurangan ketidakpastian,” kata Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird di Louisville, Kentucky. “Tapi pasar tidak pernah pasti sehingga Anda selalu berurusan dengan probabilitas.”

Musim pelaporan keuangan kuartal keempat memasuki periode terakhirnya, dengan 370 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 78,1 persen telah mengalahkan perkiraan analis, menurut data awal Refinitiv.

“Sangat menyenangkan memiliki kekuatan laba yang mendasari masalah makro ini,” tambah Mayfield.

Lonjakan indeks Philadelphia SE Semiconductor mengikuti pengumuman Intel Corp tentang kesepakatan senilai 5,4 miliar dolar AS untuk membeli pembuat chip Israel Tower Semiconductor.

Restaurant Brands International terangkat 3,6 persen, setelah operator makanan cepat saji itu mengalahkan perkiraan laba dan pendapatan kuartalannya.

Hotelier Marriott International juga mengalahkan ekspektasi Wall Street karena meningkatnya tingkat hunian, membuat sahamnya melonjak 5,8%.

Perusahaan terkait perjalanan lainnya melonjak, dengan indeks maskapai S&P 1500 dan indeks hotel/restoran/rekreasi masing-masing terangkat 5,9% dan 2,4%.

Featured

PT Equity World | Harga Emas Terdorong The Fed dan Konflik Rusia-Ukraina, Lanjut Menguat Pekan Ini?

PT Equity World | Harga emas diperkirakan bergerak menguat sepanjang pekan ini di tengah sejumlah sentimen yang mewarnai, baik sentimen The Fed maupun risiko geopolitik.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas berjangka Comex untuk kontrak April 2022 ditutup menguat 0,26 persen atau 4,7 poin ke level US$1.842,10 per troy ounce pada perdagangan Jumat (11/2/2022).

Rekomendasi Harian Indeks Hang Seng 14 Februari 2022 | PT Equity World

Sementara itu, harga emas di pasar spot terpantau menguat 0,08 persen atau 1,53 poin ke level US$1.860,29 pada hari ini, Senin (14/2/2022), pukul 06.00 WIB.

Harga emas menguat nyaris 2 persen pekan lalu, seiring dengan banyak investor yang mencari aset safe haven di tengah sentimen risk-off yang meluas di pasar.

Salah satu sentimen penggerak harga emas adalah meningkatnya kekhawatiran bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, akan melakukan kenaikan suku bunga sebelum pertemuan bulan Maret untuk mendiginkan laju inflasi.

Hal ini menyusul data inflasi AS yang sangat tinggi pekan lalu. AS mencatat indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) naik 7,5 persen pada Januari 2022, level tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Goldman Sachs saat ini memproyeksikan tujuh kenaikan 25 basis poin tahun ini. Ada juga konsensus yang berkembang untuk kenaikan 50 basis poin di bulan Maret. Dan beberapa bahkan tidak mengesampingkan langkah darurat oleh The Fed sebelum pertemuan Maret.

Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis James Bullard lebih lanjut mendorong pandangan hawkish ini. Ia menyatakan dukungan untuk kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate hingga 1 persen dalam tiga pertemuan.

Pakar Logam Mulia Gainesville Coins Everett Millman mengatakan grafik harga emas terlihat konstruktif karena terdorong oleh sentimen langsung berupa data data inflasi yang panas.

“The Fed sekarang kehilangan kepercayaan investor. Sepertinya mereka berusaha keras untuk memperbaiki apa yang sudah menjadi kesalahan kebijakan. Dan harga emas diuntungkan dari kepanikan itu,” ungkap Everett, dilansir dari Kitco News, Senin (14/2/2022).

Sementara itu, harga emas juga mendapat sentimen pendorong dari ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

Ketegangan atas meningkatnya aktivitas militer Rusia di dekat Ukraina memasuki minggu yang berpotensi menentukan. AS memperingatkan bahwa invasi mungkin akan segera terjadi dan Presiden Vladimir Putin menuduh AS gagal memenuhi tuntutannya.

Rusia telah berulang kali membantah rencananya untuk menyerang negara tetangganya tersebut. Sementara itu, upaya diplomatik untuk mencoba menyelesaikan situasi terus berlanjut.

Memburuknya situasi Ukraina dapat memperburuk kekhawatiran tentang tekanan harga komoditas jika hal itu mengganggu pasokan energi Rusia.

Latar belakang yang luas ini kemungkinan “pergerakan pasar yang jauh lebih tidak stabil daripada tahun 2021,” ungkap ekonom senior AMP Investments, Diana Mousina, dilansir Bloomberg.

Featured

Equity World | Wall Street Melorot, Dipicu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed yang Agresif

Equity World | Wall Street melorot lebih dari 1% pada akhir perdagangan Kamis (10/2) setelah data inflasi AS naik lebih tinggi dari yang diharapkan, dan komentar berikutnya dari pejabat The Fed menimbulkan kekhawatiran bank sentral AS akan menaikkan suku bunga secara agresif untuk melawan inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 526,47 poin atau 1,47% ke 35.241,59, S&P 500 turun 83,10 poin atau 1,81% ke 4.504,08 dan Nasdaq Composite turun 304,73 poin atau 2,10% ke 14.185,64.

Harga Emas Terkoreksi, Terseret Kekhawatiran Sikap Hawkish The Fed | Equity World

S&P 500 kini turun sekitar 5% sepanjang 2022, dan Nasdaq turun sekitar 9%.

11 indeks sektor S&P 500 turun, dengan teknologi, turun 2,75%, dan real estat, turun 2,86%, memimpin penurunan.

Saham pertumbuhan Megacap Tesla Inc, Nvidia dan Microsoft masing-masing kehilangan sekitar 3%.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 12,8 miliar saham, dengan rata-rata 12,5 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Mengutip Reuters, data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan inflasi melonjak 7,5% bulan lalu pada basis tahunan, melampaui perkiraan ekonom sebesar 7,3% dan menandai kenaikan inflasi tahunan terbesar dalam 40 tahun.

Saham AS jatuh lebih jauh setelah Presiden Federal Reserve Bank St. Louis James Bullard mengatakan data telah membuatnya “secara dramatis” lebih hawkish.

Bullard, anggota pemungutan suara komite penetapan suku bunga Fed tahun ini, mengatakan dia sekarang menginginkan persentase penuh kenaikan suku bunga pada 1 Juli.

“Inflasi cenderung kryptonite terhadap valuasi. Inflasi yang lebih tinggi menyebabkan kelipatan terkompresi, dan itulah yang kami alami saat ini,” kata Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis seperti dikutip Reuters.

“Volatilitas kemungkinan akan tetap ada sampai jumlah dan besarnya kenaikan suku bunga Fed lebih diketahui.”

Dalam beberapa menit dari komentar Bullard, kontrak berjangka suku bunga sepenuhnya menghargai kenaikan kisaran target Fed untuk suku bunga kebijakannya menjadi 1% -1,25% pada akhir pertemuan kebijakannya di bulan Juni, dengan beberapa taruhan pada jalur kenaikan suku bunga yang lebih curam.

Sementara itu, perusahaan AS terus melaporkan hasil kuartalan yang optimis. Dengan 78% dari perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil mengalahkan perkiraan laba analis, menurut data Refinitiv.

Featured

Equity World | Rekor Jadi Hal Biasa, IHSG Masih Bisa Rekor Lagi?

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tajinya dan kembali mencetak rekor level penutupan tertingginya sepanjang sejarah alias all time high.

IHSG ditutup melesat 0,66% di level 6.834,61. Indeks konsisten bergerak di zona hijau sejak sesi I perdagangan.

Rekomendasi Harian Indeks Nikkei 10 Februari 2022 | Equity World

Transaksi cukup ramai untuk perdagangan hari ini di mana nilai turn over mencapai Rp 13,66 triliun. Dalam kondisi normal transaksi biasanya hanya Rp 12 triliun.

Bersamaan dengan peningkatan nilai transaksi, asing kembali net buy jumbo senilai Rp 1,39 triliun. Asing cenderung berpesta di bursa saham domestic meskipun investor di Paman Sam sedang wait and see menanti data inflasi.

Pasar juga masih menunggu rilis data inflasi pada Kamis (10/2/2022) yang diproyeksikan akan menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 7,2% secara tahunan (yoy) yang akan menjadi nilai tertinggi sejak 40 tahun.

Dengan kenaikan inflasi tersebut, pelaku pasar semakin yakin bahwa bank sentral AS akan mulai mengetatakan kebijakan moneternya mulai Maret 2022 nanti.

Sejalan dengan IHSG, mayoritas bursa saham Asia juga ditutup di zona hijau kemarin. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan dengan apresiasi 2,06%.

Setelah kembali cetak rekor tertingginya sepanjang masa, bagaimana prospek pergerakan IHSG untuk hari ini? Berikut analisis teknikalnya.

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG kemarin dan indikator BB, tampak bahwa indeks berhasil ditutup di atas level resisten.

Indeks menunjukkan pola uptrend kuat sejak 26 Januari 2022 dan berhasil mengakhiri pola sideways yang terbentuk sejak awal November 2021.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI cenderung bergerak naik yang menunjukkan penguatan momentum beli. Terakhir, RSI masih berada di level 65,28 dan masih belum overbought.

Apabila menggunakan indikator teknikal lain yakni Moving Average Convergence Divergence (MACD), tampak garis EMA 12 berada di atas garis EMA 26 dengan pola divergen atau melebar dan bar histogram bergerak naik.

Jika melihat indikator teknikal maka ada peluang IHSG menguat. Indeks kembali berpotensi menguji level psikologis 6.860,75 untuk hari ini.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Featured

Equity World | Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 2 Minggu

Equity World | Harga emas naik ke level tertinggi hampir dua minggu pada hari Selasa. Ini didukung oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi dan ketegangan Rusia-Ukraina, meskipun ekspektasi untuk kenaikan suku bunga AS membatasi kenaikan.

Dikutip dari CNBC, Rabu (9/2/2022), harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD 1,827,86 per ons pada 13:49. ET, setelah mencapai level tertinggi sejak 26 Januari di USD 1,828.12 di awal sesi. Harga emas berjangka AS ditutup naik 0,3 persen pada USD 1,827,90 per ounce, menjelang data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Kamis.

Wall Street Merekah, Indeks Dow Jones Terbang 371 Poin | Equity World

“Ada lebih banyak pendekatan menunggu dan melihat dengan beberapa data yang lebih besar yang keluar akhir pekan ini. Emas telah menunjukkan itu membentuk dukungan besar-besaran di sekitar USD 1.800 dan ini akan menjadi minggu yang penting untuk emas,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Harga konsumen AS untuk Januari diperkirakan naik 7,3 persen setiap tahun, menurut jajak pendapat Reuters, setelah data tenaga kerja yang kuat pekan lalu mengipasi kekhawatiran inflasi.

Harga emas telah terjebak dalam perdagangan yang terbatas sejak awal tahun, terjebak di antara meningkatnya kekhawatiran inflasi dan meningkatnya ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve.

“Jika data aktual (inflasi) seperti yang diharapkan atau lebih tinggi, dolar AS akan menguat seiring dengan imbal hasil Treasury AS meninggalkan emas dengan tekanan penurunan yang substansial,” tulis analis DailyFX Warren Venketas dalam sebuah catatan.

Ketegangan di Ukraina
Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Suku bunga yang lebih tinggi juga mendorong dolar, menekan logam mulia yang dihargakan dalam greenback.

Ketegangan Rusia-Ukraina akan tetap meningkat meskipun ada beberapa optimisme dari Presiden Prancis Macron, kata Moya.

Indeks dolar naik 0,3 persen, membuat emas batangan mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun mencapai puncaknya lebih dari dua tahun.

Featured

Equity World | Wall Street Melemah, Terbebani Penurunan Saham Meta Platform

Equity World | Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (7/2) karena investor mencerna hasil kuartalan baru-baru ini dari megacaps Amazon dan pemilik Facebook Meta Platforms, sementara Peloton melonjak menyusul laporan minat dari pembeli potensial, termasuk Amazon.

Indeks Dow Jones Industrial Average nyaris stagnan dengan perubahan 1,39 poin atau 0,00% ke 35.091,13, S&P 500 turun 16,66 poin atau 0,37% ke 4.483,87 dan Nasdaq Composite turun 82,34 poin atau 0,58% ke 14.015,67.

3 Penyebab Emas Dunia Makin Kinclong | Equity World

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 10,2 miliar saham dengan rata-rata 12,4 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Saham Meta Platforms turun 5,1%, menambah kerugian setelah perkiraan suramnya pekan lalu menyebabkan rekor penurunan nilai pasar saham perusahaan media sosial itu.

Meta termasuk di antara perusahaan yang membebani S&P 500 lebih dari saham lainnya, sementara saham Nvidia naik 1,7% dan mengangkat indeks lebih dari saham lainnya.

Saham Amazon.com Inc naik 0,2% setelah memperluas kapitalisasi pasarnya sekitar $ 190 miliar pada hari Jumat di belakang ledakan pendapatan.

Saham Peloton Interactive Inc melonjak hampir 21% menyusul laporan bahwa Amazon dan Nike sedang menjajaki penawaran pembelian potensial untuk pembuat sepeda statis itu.

Mencerminkan keengganan investor baru-baru ini terhadap teknologi dan saham lainnya dengan valuasi tinggi, indeks pertumbuhan S&P 500 kehilangan 0,9%, sementara indeks nilai bertambah 0,1%.

S&P 500 tetap turun lebih dari 5% sejauh ini pada tahun 2022, dengan investor khawatir bahwa Federal Reserve AS dapat menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan.

“Buying the dip adalah kesimpulan yang sudah pasti hingga 2022. Tidak ada lagi jaminan pembelian saat turun,” kata Jake Dolllarhide, chief executive officer Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma seperti dikutip Reuters.

“Kami melihat koreksi dalam indeks dan sekuritas individu setiap hari dan setiap minggu.”

Saham Tyson Foods Inc melonjak sekitar 17% setelah laba kuartal pertama perusahaan pengepakan daging itu hampir dua kali lipat dan melonjak dari perkiraan sebelumnya didukung oleh harga yang lebih tinggi.

Dari 278 perusahaan di S&P 500 yang telah membukukan pendapatan pada hari Jumat, 78% dilaporkan di atas ekspektasi analis, menurut data Refinitiv.

Laporan pekerjaan yang kuat secara tak terduga pekan lalu menambah kekhawatiran investor tentang kemungkinan pengetatan kebijakan moneter agresif oleh The Fed. Data inflasi utama untuk Januari akan dirilis pada hari Kamis.

Pasar sekarang memperkirakan peluang satu-dalam-tiga The Fed mungkin menaikkan 50 basis poin penuh pada bulan Maret dan prospek suku bunga mencapai 1,5% pada akhir tahun.

Spirit Airlines Inc melonjak 17% setelah itu dan Frontier Group Holdings mengumumkan rencana untuk menciptakan maskapai penerbangan AS terbesar kelima dalam ikatan $ 2,9 miliar. Itu mengangkat Indeks S&P 1500 Airlines lebih dari 3%.

Saham Alibaba Group Holding China yang terdaftar di AS turun sekitar 6% setelah mencatatkan tambahan 1 miliar saham penyimpanan Amerika.

Featured

Equity World | Simak! Kabar-Kabar Ini Siap ‘Menggoyang’ Pasar Pekan Depan

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat sepanjang pekan lalu. Dinamika IHSG searah dengan bursa saham Asia yang juga menuju ke utara.

Pada Jumat (4/2), IHSG ditutup di posisi 6.731,39. Naik 0,71% dibandingkan sehari sebelumnya dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

Mendeteksi Arah Perekonomian di Bawah Bayang-bayang Omicron | Equity World

Ini membuat IHSG membukukan penguatan 1,29% secara mingguan. Pekan sebelumnya, IHSG terpangkas 1,2%.

IHSG bergerak searah dengan bursa saham Asia lainnya. Secara mingguan, indeks Nikkei 225 (Jepang) melesat 2,66%, Sensex (India) 2,53%, SETI (Thailand) 1,3%, Straits Times (Malaysia) 2,62%, dan PSEI (Filipina) 2,82%.

Tak hanya di Asia, bursa saham Amerika Serikat (AS) juga menguat. Sepanjang minggu lalu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 1,1%, S&P 500 1,6%, dan Nasdaq Composite 2,4%.

Aura kenaikan suku bunga tidak mengurungkan minat investor untuk memborong saham. Padahal lingkungan suku bunga tinggi semestinya tidak kondusif karena akan membuat biaya ekspansi korporasi meningkat. Laba akan tertekan, dan ini tentu menjadi sentimen negatif.

Setelah bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), pekan ini giliran bank sentral di Eropa yang naik panggung. Bank sentral Zona Euro (ECB) memang belum menaikkan suku bunga acuan. Namun Presiden Christine Lagarde menyampaikan pesan yang bernada hawkish.

“Inflasi sepertinya akan bertahan di level tinggi dalam periode yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Dibandingkan dengan perkiraan Desember, risiko inflasi lebih bersifat upside dan mungkin akan bertahan dalam waktu dekat,” papar Lagarde dalam jumpa pers usai rapat, seperti dikutip dari Reuters.

Nada atau tone ini membuat pelaku pasar beranggapan bahwa ECB siap untuk menaikkan suku bunga acuan tahun ini. “Rapat ECB ini menandai satu hal penting yaitu perubahan menjadi hawkish,” ujar Carsten Brzeski, Ekonom ING, juga dikutip dari Reuters.

Sementara bank sentral Inggris (Boe) lebih agresif dengan kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,5%. Ini menjadi kenaikan dua bulan beruntun yang pertama sejak 2004.

Namun berbagai dinamika ini sepertinya sudah masuk dalam perhitungan pelaku pasar. Sudah priced-in alias sudah diperhitungkan sehingga tidak ada kejutan. Oleh karena itu, investor tetap memburu aset-aset berisiko seperti saham.

Sentimen Pekan Depan

Lalu, bagaimana dengan sentimen pekan depan?

Secara umum, perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri tetap menjadi backdrop alias sentimen negatif yang terus dicermati investor.

Pada Sabtu kemarin (5/2/2022), ada penambahan sebanyak 33.729 kasus positif. Ini adalah kasus harian tertinggi sejak 6 bulan lalu.

Sementara, DKI Jakarta mencatat pertambahan tertinggi dengan 12.774 kasus.

Dengan pertambahan kasus per Sabtu, total kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 965.145 kasus.

Secara total, kasus konfirmasi di RI menjadi 4.480.423 kasus. Hal ini didorong oleh merebaknya varian baru Covid-19 Omicron.

Selain soal kasus Covid-19, secara global, eskalasi geopolitik akibat konflik Rusia dan Ukraina yang semakin memanas masih akan menjadi perhatian investor. Apalagi, sepanjang pekan lalu, harga minyak mentah dan komoditas energi lainnya turut terdorong naik seiring friksi kedua negara yang menyeret negara-negara utama lainnya.

Teranyar, sebuah manuver baru dilakukan oleh China dan Rusia untuk membendung hegemoni dan dominasi negara-negara Barat pimpinan Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, kedua negara sepakat untuk mendeklarasikan kemitraan “tanpa batas”. Beijing mendukung permintaan Rusia agar Ukraina tidak diterima di NATO sementara Moskow menentang segala bentuk kemerdekaan bagi Taiwan.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) memperingatkan perusahaan-perusahaan China untuk tidak membantu Rusia dalam menghindari kontrol ekspor jika Moskow menyerang Ukraina. Jika tidak, mereka akan menghadapi konsekuensi dari Negeri Paman Sam.

Selain soal dua sentimen di atas, investor juga akan menyimak deretan rilis data ekonomi sejumlah negara utama yang bisa menjadi pendorong pasar selama sepekan.

Pada Senin (7/2), dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data pertumbuhan ekonomi RI periode kuartal IV-2021.

Selain soal dua sentimen di atas, investor juga akan menyimak deretan rilis data ekonomi sejumlah negara utama yang bisa menjadi pendorong pasar selama sepekan.

Pada Senin (7/2), dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data pertumbuhan ekonomi RI periode kuartal IV-2021.

Featured

PT Equityworld | Harga Emas Stabil di Sekitar US$ 1.800 Dalam Sepekan

PT Equityworld | Harga emas menguat tipis menjelang akhir pekan. Jumat (4/2) pukul 6.37 WIB, harga emas spot naik tipis 0,09% ke US$ 1.806,47 per ons troi.

Sedangkan harga emas kontrak April 2022 di Commodity Exchange menguat 0,12% ke US$ 1.806,30 per ons troi. Harga emas bergerak stabil di atas US$ 1.800 per ons troi pada pekan ini.

Prospek Saham Facebook Bikin Wall Street Terguncang | PT Equityworld

Pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan sentimen menghindari risiko di pasar saham membantu melawan tekanan dari lonjakan imbal hasil US Treasury.

Indeks dolar melemah 0,7% ke level terendah lebih dari dua minggu terhadap mata uang utama dunia. Pelemahan dolar menyebabkan emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Sedangkan pasar saham AS semalam anjlok setelah prospek Facebook memicu penurunan saham-saham teknologi.

Yield US Treasury acuan tenor 10-tahun melonjak menjadi 1,84%, tertinggi dalam hampir seminggu setelah kenaikan suku bunga hawkish oleh Bank of England mendorong ekspektasi investor terhadap langkah serupa oleh bank sentral AS.

Pejabat The Fed telah mengisyaratkan mereka akan mulai menaikkan suku bunga bulan depan untuk melawan inflasi yang tinggi.

“Emas sekali lagi terpukul oleh fakta bahwa bank sentral secara bertahap datang ke gagasan bahwa pengetatan akan dijamin untuk mengendalikan inflasi,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA seperti dikutip Reuters.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Investor sekarang mengamati laporan penggajian non-pertanian AS yang diawasi ketat pada hari Jumat untuk bulan Januari.

Featured

PT Equityworld | Waspada! Sudah Pepet All Time High, IHSG Rawan Profit Taking

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan perdana di bulan Februari 2022 dengan kinerja yang impresif.

Pasca libur tahun baru Imlek, IHSG ditutup melesat 1,15% di level 6.707,65. Transaksi kembali tembus Rp 12,5 triliun dan asing net buy Rp 448 miliar di pasar reguler.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 1.000 Jadi Rp 933.000 Per Gram Pada Kamis (3/2) | PT Equityworld

Dengan kinerja yang impresif tersebut, IHSG menduduki peringkat kedua di kawasan Asia Tenggara setelah Filipina yang indeks sahamnya naik 1,32% dan peringkat keempat di Asia Pasifik. Namun mayoritas bursa saham Asia juga libur.

Dari dalam negeri, ada rilis data inflasi bulan Januari 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,56% secara month on month (mom) dan 2,18% year on year (yoy).

Inflasi di bulan Januari 2022 tercatat menjadi yang tertinggi sejak Mei 2020. Namun dengan kenaikan tersebut, inflasi Indonesia tetap berada di rentang target sasaran Bank Indonesia (BI) di 2-4%.

Untuk hari ini, pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen yang bakal mewarnai perdagangan.

Kenaikan kasus infeksi Covid-19 harian di Tanah Air menjadi perhatian pasar. Indonesia dinilai sudah memasuki gelombang ketiga Covid-19 menurut Kementerian Kesehatan.

“Gelombang ketiga peningkatan kasus yang pasti indikatornya,” ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi kepada CNBC Indonesia, Selasa (1/2/2022).

Dia juga menambahkan pihaknya terus melakukan monitor mengenai peningkatan kasus Covid-19 di tanah air. Penambahan itu baru terjadi sekitar 10 hari terakhir.

Sebagai informasi, selama satu minggu terakhir kasus Covid-19 harian terus mengalami kenaikan. Misalnya saja pada Selasa kemarin angkanya mencapai 16.021 kasus.

Angka tersebut naik dari 10.185 kasus pada 31 Januari 2021. Dalam sepekan terakhir hanya pada tanggal 31 Januari 2021 mengalami penurunan dari hari sebelumnya yakni 12.422 kasus.

Kondisi pandemi yang memburuk tentu menjadi sentimen negatif untuk pasar terutama aset-aset beresiko seperti saham. Apalagi indeks sudah melesat signifikan kemarin sehingga rawan terjadi aksi profit taking yang membuat harga ambles.

Analisis Teknikal
Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat posisi penutupan kemarin dan indikator BB, IHSG tampak bergerak mendekati level resisten terdekat sekaligus level All Time High (ATH) di 6.754.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI cenderung bergerak naik yang menunjukkan penguatan momentum beli. Namun RSI masih berada di level 57,23. Belum menunjukkan adanya indikasi jenuh beli.

Apabila menggunakan indikator teknikal lain yakni Moving Average Convergence Divergence (MACD), tampak garis EMA 12 sudah memotong garis EMA 26.

Jika melihat indikator teknikal maka ada peluang IHSG menguat. Namun pemburukan sentiment dan kinerja ynag impresif kemarin, IHSG rawan akan koreksi.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG akan menguji level support di 6.648 dan resisten terdekat di 6.754.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Featured

PT Equityworld | Tiga Hari Beruntun Wall Street Ngegas, Dow Naik Lagi 270 Poin

PT Equityworld | Rally saham-saham Wall Street berlanjut untuk hari ketiga dan pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) Dow masih ngegas, naik 270 poin. Pedagang mencoba memulihkan pijakannya setelah Januari dilanda aksi jual.

“Setelah sangat terganggu di bulan Januari, investor dan trader akhirnya memfokuskan kembali pada musim pendapatan perusahaan,” kata Kepala Investasi Sanctuary Wealth, Jeff Kilburg.

Wall Street Menguat Tersengat Rilis Laporan Keuangan Emiten | PT Equityworld

Dow Jones Industrial Average naik 273,38 poin, atau 0,8%, menjadi 35.405,24. S&P 500 menguat 0,7% menjadi 4.546,54 dan Nasdaq Composite naik 0,7% menjadi 14.346.

Saham bank memimpin kenaikan bursa, di mana Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing naik 2,6% dan 1,7%. Wells Fargo juga naik lebih 3,3%.

Perbankan mendapat dorongan karena acuan imbal hasil Treasury 10-tahun naik 2 basis poin kembali di atas 1,8%. Langkah itu terjadi bahkan setelah data manufaktur AS Januari menunjukkan lebih banyak tanda-tanda kenaikan inflasi.

Perusahaan teknologi besar seperti Netflix dan Meta Platforms juga berkontribusi pada kenaikan bursa, masing-masing menguat 7% dan 1,8%. Adapun Alfabet, induk Google juga melonjak 1,7%.

Volatilitas Januari

Selama beberapa hari terakhir, investor telah melangkah untuk membeli penurunan yang secara singkat menjatuhkan S&P 500 ke wilayah koreksi – turun setidaknya 10% dari tertinggi baru-baru ini. Indeks kapitalisasi besar naik lebih dari 4% dalam seminggu terakhir.

Namun, rata-rata utama membukukan kerugian tajam untuk Januari yang ditandai oleh perubahan harga yang brutal. Blue-chip Dow turun 3,3% untuk bulan ini. S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan bulanan terburuk sejak Maret 2020, masing-masing turun 5,3% dan 8,98%. Itu juga merupakan penurunan Januari terbesar S&P 500 sejak 2009.

Aksi jual Januari terjadi karena The Fed mengisyaratkan kesiapannya untuk mengetatkan kebijakan moneter. Langkah-langkah itu termasuk menaikkan suku bunga beberapa kali tahun ini, untuk menjinakkan inflasi yang melonjak ke level tertinggi dalam hampir empat dekade, dan mengurangi neraca keuangannya. Investor berbondong-bondong keluar dari saham teknologi yang berorientasi pada pertumbuhan, yang sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga.

Volatilitas meledak ketika investor mencerna kebijakan Fed. Ed Yardeni, presiden Yardeni Research, mengatakan aktivitas pasar bulan lalu tidak mengubahnya menjadi bearish.

“Kami percaya bahwa begitu FOMC mulai menaikkan suku bunga dana federal dan merinci laju pelarian dari neraca Fed, pasar keuangan akan belajar untuk hidup dengan pengetatan kebijakan moneter selama itu tidak berisiko menyebabkan resesi,” katanya Selasa.

Yang pasti, Februari secara historis merupakan bulan perdagangan yang lemah, kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA.

Big Tech

Sementara pada Selasa, Alphabet melaporkan pendapatan kuartalan setelah penutupan perdagangan bursa. Amazon dan Meta dijadwalkan melaporkan akhir minggu ini. “Trader saat ini menunggu laporan perusahaan teknologi besar,” kata CEO Manajemen Modal Infrastruktur Jay Hatfield.

Adapun UPS melaporkan pendapatan lebih baik dari perkiraan dan menaikkan dividen kuartalan, sehingga sahamnya naik 14%. Saham Exxon Mobil naik 6,4% setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan lebih baik dari perkiraan. Pendapatan Exxon melonjak 80% dari tahun ke tahun.

Trader juga mencermati data manufaktur AS yang beragam. Institute for Supply Management mengatakan indeks manufaktur berada di posisi 57,6 untuk Januari, turun 1,2 poin dari Desember. Data juga menunjukkan bahwa harga melonjak 7,9 poin menjadi 76,1 bulan ke bulan — tanda kenaikan inflasi.

Featured

Equityworld Futures | Emas Antam Turun Rp3 Ribu/Gram

Equityworld Futures | Harga emas 24 karat milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau anjlok pada perdagangan Senin, 31 Januari 2022.

Mengutip laman Logam Mulia Antam, harga emas turun Rp3 ribu per gram ke level Rp927 ribu per gram. Sementara itu, harga pembelian kembali emas atau buyback di level Rp829 ribu per gram atau jatuh Rp1.000 per gram.

Jelang Imlek, Bursa Asia Bergerak Tipis pada Pagi Ini (31/1) | Equityworld Futures

Berikut daftar harga emas 24 karat Antam per Senin, 31 Januari 2022:
Emas batangan 1 gram Rp927 ribu.
Emas batangan 2 gram Rp1,79 juta.
Emas batangan 3 gram Rp2,66 juta.
Emas batangan 5 gram Rp4,41 juta.
Emas batangan 10 gram Rp8,76 juta.
Emas batangan 25 gram Rp21,7 juta.
Emas batangan 50 gram Rp43,4 juta.
Emas batangan 100 gram Rp86,9 juta.
Emas batangan 250 gram Rp217 juta.
Emas batangan 500 gram Rp433 juta.
Emas batangan 1 kilogram Rp867 juta.

Harga emas dunia
Harga emas berjangka memperpanjang penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah Federal Reserve minggu ini mengindikasikan akan segera menaikkan suku bunga pada Maret. Kondisi ini mendorong dolar AS ke level tertinggi multi-bulan, dan membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Melansir Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD8,4 atau 0,47 persen menjadi USD1.786,60 per ons. Harga emas turun 2,5 persen untuk minggu ini berdasarkan kontrak paling aktif, persentase penurunan mingguan terburuk sejak pekan yang berakhir 26 November.

Featured

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Bervariasi Jelang Libur Imlek

PT Equityworld | Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Senin pagi (31/1/2022). Jelang libur Imlek, bursa saham China dan Korea Selatan sudah libur.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,39 persen, sementara itu, indeks Topix menguat 0,39 persen. Di Australia, indeks ASX 200 melemah. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,09 persen. Demikian dikutip dari CNBC, Senin pekan ini.

Minggu Terburuk Emas Karena Spekulasi Kenaikan Suku Bunga | PT Equityworld

Di bursa Hong Kong dan Singapura juga akan tutup lebih awal pada perdagangan Senin pekan ini jelang libur Imlek. Data resmi yang dirilis Minggu ini menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik China melambat pada Januari.

Indeks manajer pembelian manufaktur berada di psosii 50,1 pada Januari, tepat di atas level 50 yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi. Namun, rilis indeks tersebut lebih rendah dibandingkan Desember 50,3.

Sementara itu, survei swasta yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan aktivitas manufaktur China mengalami kontraksi pada Januari. PMI Manufaktur Caixin/markit berada di 49,1 pada Januari.

Pasar global telah melihat perdagangan yang bergejolak dalam beberapa hari terakhir setelah the Federal Reserve pada Rabu mengindikasikan akan segera menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.

Indeks dolar AS berada di posisi 97,20 setelah lonjakan di bawah level 97. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 115,39 per dolar AS.

Featured

Equityworld Futures | Rusia-Ukraina Memanas, Harga Emas Sentuh Level Tertingginya

Equityworld Futures | Harga emas meroket dengan mencapai level tertinggi lebih dari dua bulan pada perdagangan hari Selasa. Kenaikan ini dipicu ketegangan yang kian memanas antara Rusia dan Ukraina.

Mengutip CNBC, Rabu (26/1/2022) harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD1.852,03 per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,6 persen menjadi USD1.852,50 per ounce.

Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | Equityworld Futures

Rusia mengatakan prihatin setelah Amerika Serikat menempatkan 8.500 tentara dalam keadaan siaga untuk siap dikerahkan jika terjadi eskalasi, sementara Inggris mendesak sekutu Eropanya guna menyiapkan sanksi jika Rusia menginvasi Ukraina.

“Kondisi ini membuat para investor memburu emas sebagai pelarian ke perdagangan yang aman,” kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Selain itu kata dia investor juga menunggu isyarat tentang seberapa agresif The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya.

The Fed diperkirakan menunjukkan rencananya untuk menaikkan suku bunga pada Maret dan menawarkan wawasan tentang seberapa hawkish yang akan terjadi.

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, kenaikan suku bunga akan mendongkrak opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu harga logam mulia lainnya perak di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD23,92 per ounce, platinum naik 0,1 persen menjadi USD1.028,00 per ounce sementara paladium meroket 2,3 persen menjadi USD2.198,37 per ounce.

Featured

Equityworld Futures | Investor Berburu Saham Terdiskon di Akhir Sesi, Wall Street Merekah

Equityworld Futures | Wall Street bangkit kembali dari aksi jual tajam di akhir sesi menjadi ditutup lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Investor masuk kembali ke pasar memburu saham-saham yang sudah murah dan mendorong indeks bergeser ke wilayah positif di saat bel penutupan.

Mengutip Antara, Selasa, 25 Januari 2022, indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 99,13 poin atau 0,29 persen menjadi 34.364,50. Indeks S&P 500 bertambah 12,19 poin atau 0,28 persen menjadi 4.410,13. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 86,21 poin atau 0,63 persen menjadi 13.855,13.

Mendaki Gunung Lewati Lembah, Emas Bakal Bergairah! | Equityworld Futures

Semua 11 sektor utama S&P 500 menghabiskan sebagian besar hari perdagangan jauh di wilayah merah, tetapi pada penutupan pasar semua kecuali tiga sektor berada di zona hijau. Sektor consumer discretionary menikmati persentase keuntungan terbesar.

Indeks S&P 500 sebelumnya hampir mengkonfirmasi koreksi dengan muncul di jalur untuk ditutup turun lebih dari 10 persen dari tertinggi sepanjang masa terakhir yang dicapai pada 3 Januari, karena investor fokus pada kekhawatiran tentang Federal Reserve yang semakin hawkish dan ketegangan geopolitik.

Indeks S&P 500 pulih 4,3 poin persentase dari sesi terendah ke level penutupannya, ayunan terbesar sejak 26 Maret 2020, ketika Wall Street bangkit kembali dari kemerosotan global yang disebabkan oleh pandemi virus korona.

Pada awal perdagangan, indeks utama semuanya diperdagangkan lebih dari 2,0 persen lebih rendah. Indeks S&P 500 tampaknya berada di jalur untuk mengkonfirmasi koreksi, dan indeks Russell 2000 tampak seolah-olah akan mengkonfirmasi indeks berada di pasar bearish.

Putaran balik sesi akhir

Putaran balik sesi akhir yang tiba-tiba ini terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020, ketika penutupan untuk menahan pandemi mengirim ekonomi berputar ke dalam resesi paling curam dan paling mendadak dalam catatan.

“Wilayah koreksi sering menjadi sweet spot psikologis bagi investor. Mereka melihat koreksi, dan mereka melihat bahwa itu adalah bagian yang sehat dari pasar,” kata Kepala Eksekutif Longbow Asset Management Jake Dollarhide, di Tulsa, Oklahoma.

“Ketika semuanya mulai dijual, itu mendapat perhatian banyak orang, jadi saya pikir kami memiliki apa yang saya sebut kapitulasi intraday, mengeluarkan sebagian dari uang murah ini dari pasar,” tambah Dollarhide.

Federal Reserve AS akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Selasa waktu setempat, dan pelaku pasar akan menguraikan pernyataan penutupnya dan sesi tanya jawab berikutnya Ketua Jerome Powell untuk petunjuk tentang garis waktu bank sentral untuk menaikkan suku bunga utama guna memerangi inflasi.

“Saya pikir investor terlalu mengasumsikan sikap The Fed yang sangat hawkish,” pungkas Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall, di New York.

Featured

PT Equity World | Bursa Asia Kompak Melemah di Pagi Ini (21/1), Koreksi Wall Street Jadi Faktor Utama

PT Equity World | Bursa Asia bergerak melemah pada awal perdagangan hari ini. Jumat (21/1) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 terlihat anjlok 1,69% ke 27.303,21. Indeks Hang Seng pun koreksi 0,22% ke 24.897,59.

Indeks Taiex turun 0,92% ke 18.050,6. Sedangkan indeks Kospi melemah 1,36% ke 2.823,74. Dan indeks ASX 200 koreksi 1,62% ke 7.223,20.

Wall Street Kehilangan Tenaga, Nasdaq, S&P 500 dan Dow Jones Terus Melemah | PT Equity World

Sementara itu, FTSE Straits Times naik 0,18% ke 3.289 dan FTSE Malay KLCI naik tipis 0,10% menjadi 1.529,33.

Pelemahan pada mayoritas bursa di Asia terjadi menyusul koreksi yang kembali terjadi di Wall Street pada sesi sebelumnya.

Di awal perdagangan, indeks Nikkei 225 sempat ambles 2% setelah saham sektor otomotif dan teknologi jatuh bersamaan. Saham Toyota meluncur hampir 4%, saham Mazda anjlok 4,8% dan saham Mitsubishi ambles lebih dari 5%.

Sementara itu, di sektor teknologi, saham Sony turun lebih dari 4%, dan Softbank koreksi lebih dari 2% pada pagi ini.

Bursa Asia mendapat tekanan penuh dengan bursa Amerika Serikat (AS) yang belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pada sesi sebelumnya, Nasdaq Composite ditutup anjlok 1,3% ke 14.154,02. Itu menempatkan Nasdaq berada di wilayah koreksi, atau melemah lebih dari 10% di bawah rekor tertinggi yang dicetak bulan November silam.

Di saat yang sama, indeks Dow Jones Industrial Average turun 313,26 poin menjadi 34.715,39, ditutup di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak Desember 2021.

Setali tiga uang, indeks S&P 500 juga melemah 1,1% menjadi 4.482,73 dan ditutup di bawah 4.500 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2021.

Featured

PT Equity World | Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Kamis 20 Januari 2022, Kembali Kinclong

PT Equity World | Harga emas berpeluang menguat pada perdagangan Kamis (20/1/2022), didukung oleh aksi jual dolar AS di tengah tingkat imbal hasil obligasi AS seri 10 tahun yang turun setelah sempat melejit ke level tertinggi.

Mengutip data Bloomberg, Kamis (20/1/2022), harga emas kembali turun setelah sempat melambung dengan Comex tercatat turun 1 poin atau 0,05 persen ke US$1.844 per troy ons. Sementara harga emas spot turun 0,68 poin atau 0,04 persen ke US$1.839 per troy ons.
Kamis Pagi, Mayoritas Saham Asia Rebound | PT Equity World

Sementara itu imbal hasil Treasury 10-tahun AS menyentuh tertinggi baru dua tahun di 1,90 persen pada Rabu (19/1/2022) waktu setempat, tetapi kemudian berakhir turun ke 1,82 persen.

Tim riset Monex Investindo Futures (MIFX) menyebutkan, harga emas berpotensi ke zona hijau, didukung oleh Presiden AS Biden menyoroti upaya Kepala negosiator Perdagangan Katherine Tai untuk menenangkan pergolakan perdagangan China-Amerika.

“Selain itu ketegangan antara Rusia dan Ukraina juga semakin berpeluang memicu minat investor terhadap aset aman emas. Presiden AS Biden secara langsung memperingatkan Rusia untuk tidak menyerang Ukraina dan jika mereka melakukannya, mereka akan kehilangan akses ke dolar AS,” jelasnya dalam riset harian, Kamis (20/1/2022).

MIFX memperkirakan hari ini emas berpeluang dibeli untuk menguji level resistance ke US$1.846 selama harga bertahan di atas level support US$1.835 per troy ons.

“Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas menguji level support selanjutnya di US$1.832 per troy ons,” sambungnya.

Featured

PT Equity World | Wall Street Terperosok, Nasdaq Anjlok 2,6 Persen

PT Equity World | Bursa saham Amerika Serikat berguguran pada akhir perdagangan Selasa (18/1/2022) waktu setempat karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penurunan pendapatan Goldman Sachs.

Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (19/1/2022), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,51 persen atau 543,34 poin ke 35.368,47, S&P 500 anjlok 1,84 persen atau 85,74 poin ke 4.577,11, dan Nasdaq tergelincir 2,60 persen atau 386,86 poin ke 14.506,90.


Harga Emas Dunia Tergerus Jelang Pertemuan The Fed | PT Equity World

Penurunan Nasdaq yang mencapai 2,6 persen merupakan penutupan terendah sejak Oktober 2021 karena Wall Street terus mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan oleh Federal Reserve. Adapun imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam dua tahun, menjadi 1,865 persen.

“Aksi jual adalah kelanjutan dari apa yang telah kita lihat sejauh ini tahun ini, semua tentang suku bunga. Kenaikan imbal hasil seri 10 tahun memiliki implikasi besar bagi internal pasar,” kata David Lefkowitz, kepala ekuitas untuk Amerika di UBS Global Wealth Management kepada Yahoo Finance Live.

Wall Street sempat libur pada Senin untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr. kemudian melanjutkan perdagangan pada Selasa di tengah kesibukan laporan keuangan perusahaan yang diumumkan menjelang sesi perdagangan. Goldman Sachs (GS), PNC Bank (PNC) dan Bank of New York Mellon (BK ) merilis laporan pendapatan selama tiga bulan terakhir tahun 2021 sebelum pasar dibuka.

“Sektor perbankan investasi dengan lonjakan advisory benar-benar terlihat di Goldman Sachs, tetapi saya pikir pendapatan perdagangan akan menjadi sedikit lebih ringan karena volatilitas yang disebabkan oleh pandemi mulai mereda,” kata analis bank senior dan manajer portofolio abrdn Jon Curra.

Menjelang musim laporan pendapatan emiten, investor akan menetapkan fokus mereka pada laba perusahaan dan metrik perusahaan lainnya, bergeser setidaknya untuk sementara dari kekhawatiran seputar pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve dan ketidakpastian ekonomi yang telah mengguncang saham dalam beberapa pekan terakhir.

Kekhawatiran atas kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan telah membebani pasar saham 2022 sejauh ini. S&P 500 turun 2,79 persen year-to-date, sementara Dow telah kehilangan 1,84 persen. Nasdaq telah merosot 5,93 persen sejak awal tahun ini, dengan lebih dari saham sepertiga perusahaan dalam indeks setidaknya terpangkas 50 persen dari posisi tertinggi 52-minggu, menurut data Bloomberg.

“Sangat menarik untuk melihat pasar mencerna transisi ini dari lampu hijau ke lampu kuning. Ini hanya lingkungan yang jauh berbeda dari yang kita alami sejak dasar pandemi,” kata kepala Strategi Pasar FS Investments Troy Gayeski.

Namun, prospek untuk tahun 2022 tetap positif dengan sejumlah analis pasar yang mengantisipasi kenaikan sekalipun imbal hasilnya tidak mungkin menyamai return jumbo saham pada 2021. Namun pasar saham berada dalam kondisi yang baik untuk pengembalian yang solid di masa depan.

Featured

PT Equity World | Bursa Asia Menguat, Investor Pertimbangkan Pemulihan Ekonomi

PT Equity World | Mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Selasa (18/1) pagi. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 naik 229,25 poin atau 0,81% ke 28,564,86, Taiex turun 36,93 poin atau 0,24% je 17,479,21, Kospi naik 1,71 poin atau 0,02% ke 2.890,73, ASX 200 naik 18,20 poin atau 0,25% ke 7.435,50, Straits Times naik 8,53 poin atau 0,26% ke 3.296,72 dan FTSE Malaysia turun 12,41 poin atau 0,80% ke 1.542,92.

Bursa Asia menguat karena investor mempertimbangkan pemulihan ekonomi dari pandemi.

Gerak Emas Dunia Stabil | PT Equity World

Saham di Jepang dan Australia naik, tetapi indeks di Korea Selatan turun.

Saham global telah tergelincir tahun ini, terseret penurunan saham AS. Pertanyaan kunci saat ini adalah apakah keuntungan perusahaan akan menghidupkan kembali sentimen, meskipun biaya dan tantangan lebih tinggi dari varian virus Omicron.

“Akan menarik untuk melihat apakah investor tergoda kembali sekarang karena musim pendapatan sedang berlangsung,” kata Craig Erlam, analis pasar senoor di Oanda dalam sebuah catatan seperti dikutip Bloomberg.

“Munculnya Omicron mungkin berarti bawah banyak perusahaan tidak menikmati kinerja seperti yang diharapkan sebelumnya, tetapi itu tidak berarti akan ada banyak hal yang positif yang bisa diambil.”

Sementara itu, pembukaan pasar China akan dibingkai melawan harapan pelonggaran moneter lebih lanjut setelah penurunan suku bunga kebijakan pada Senin (17/1).

Featured

PT Equity World | Harga Emas Spot Koreksi ke US$ 1.814,08 Per Ons Troi Pada Pagi Ini (17/1)

PT Equity World | Harga emas melemah pada awal perdagangan hari ini, setelah imbal hasil US Treasury naik karena sinyal hawkish dari Federal Reserve dan pasar mulai memperhitungkan pengurangan neraca yang lebih cepat dari yang diantisipasi.

Senin (17/1) pukul 08.10 WIB, harga emas spot turun 0,2% ke US$ 1.814,08 per ons troi. Serupa, harga emas berjangka turun tipis 0,1% menjadi US$ 1.815,00 per ons troi.

Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | PT Equity World

Sentimen negatif bagi emas datang usai imbal hasil US Treasury tenor acuan 10-tahun melayang di dekat posisi tertinggi dalam dua tahun yang dicapai pada pekan sebelumnya.

Hal tersebut terjadi usai Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) siap untuk memulai kebijakan moneter yang lebih ketat. Sementara pejabat The Fed lainnya juga mengisyaratkan bahwa bank sentral bersiap untuk mulai menaikkan suku bunga pada bulan Maret.

Emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, tetapi komoditas logam mulia ini sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, pembuat kebijakan Bank of Japan sedang memperdebatkan seberapa cepat mereka dapat mulai mengirim sinyal kenaikan suku bunga dalam pertemuan minggu ini.

Pasar kini menanti data dari China yang akan dirilis pada hari ini yang diperkirakan menunjukkan penjualan ritel dan output industri melambat lebih lanjut pada bulan Desember.

Pembelian emas fisik tersendat di India pada minggu lalu, karena harga naik dan meningkatnya kasus virus corona mendorong konsumen untuk menunda pembelian. Sementara permintaan di konsumen utama China stabil saat perayaan Tahun Baru Imlek mendekat.

Featured

Equity World | Bursa Asia Melemah pada Perdagangan Jumat (14/1) Pagi, Terseret Penurunan Wall Street

Equity World | Bursa Asia melemah pada perdagangan Jumat (14/1) pagi. Pukul 08.26 WIB, indeks Nikkei 225 turun 364,39 poin atau 1,28% ke 28.127,92, Hang Seng turun243,91 poin atau 1% ke 24.185,86, Taiex turun 22,50 poin atau 0,11% ke 18.417,78.

Kospi turun 29,22 poin atau 0,99% ke 2.932,67, ASX 200 turun 61,66 poin atau 0,82% ke 7.412,60, Straits Times naik 9,50 poin atau 0,30% ke 3.266,83 dan FTSE Malaysia turun 9,58 poin atau 0,62% ke 1.559,75.

Kemilau Emas Dunia Meredup | Equity World

Bursa Asia terkoreksi setelah sejumlah pejabat The Fed mengisyaratkan mereka akan memerangi inflasi secara agresif dan Nasdaq jatuh ke level terendah sejak Oktober.

Saham di Australia, Jepang dan Korea melemah.

Mengutip Bloomberg, pejabat The Fed Lael Brainadr mengatakan kenaikan suku bunga The Fed paling cepat akan dilakukan pada Maret, untuk memastikan bahwa tekanan harga bisa dikendalikan.

Kenaikan suku bunga, hasil dari pertumbuhan ekonomi yang kuat dapat mendorong investor untuk menuju saham bernilai, yang cenderung lebih siklis dan menawarkan arus kas jangka pendek.

“Kami berada dalam posisi dimana banyak yang positif untuk ekuitas mungkin bergerak ke netral atau negatif, sementara masih ada beberapa alternatif, itu membuat pasar ekuitas matang untuk lebih banyak fluktuasi selama beberapa bulan ke depan seperti yang kita lihat bagaimana data terguncang dan bagaimana Fed bereaksi,” kata Sarah Hunt, manajer portofolio Alpine Woods Capital Investors seperti dikutip Bloomberg.

Featured

Equity World | Harga Emas Makin Mahal Usai Dolar AS Melemah

Equity World | Harga emas menguat pada perdagangan Rabu. Kenaikan harga emas didorong oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih berada dalam ekspektasi sehingga melemahkan dolar AS dan mendorong pembelian dari investor yang tampaknya telah memperhitungkan kemungkinan soal kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari CNBS, Kamis (13/1/2022), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen ke level USD 1.825,83 per ounce, memperpanjang kenaikan setelah mengalami lonjakan terbesar sejak pertengahan Desember pada perdagangan Selasa lalu.

Wall Street Menguat, Data Inflasi Mendukung Taruhan The Fed | Equity World

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,5 persen pada USD 1.827,3.

Nilai tukar dolar AS jatuh ke level terendah dua bulan setelah data inflasi AS mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam hampir empat dekade, membuat emas lebih menarik bagi investor luar negeri. Imbal hasil benchmark 10-tahun AS juga tergelincir.

Analis Standard Chartered Suki Cooper mengatakan harga emas telah bertahan sangat baik bahkan ketika pasar terus mencari kenaikan suku bunga The Fed pertama di bulan Maret.

“Secara historis, emas cenderung menaikkan harga lebih awal. Tindakan harga menunjukkan bahwa pasar telah memperhitungkan hambatan kenaikan suku bunga dan ruang lingkup untuk penguatan dolar AS jangka pendek,” kata dia.

Inflasi

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang melonjak, kenaikan suku bunga yang dihasilkan diterjemahkan ke dalam peningkatan biaya peluang memegang emas batangan tanpa bunga.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger mengatakan, tekanan inflasi bangunan kemungkinan akan membuat harga emas tetap dalam tren naik dalam beberapa minggu mendatang, mendorongnya di atas resistensi teknis di kiasaran USD 1.830.

Pembatasan kenaikan harga emas menjadi keuntungan bagi Wall Street karena angka inflasi meredakan beberapa kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan.

“Emas sepertinya berada di tempat yang baik karena imbal hasil Treasury tidak akan reli lebih tinggi sampai pasar keuangan memiliki kepastian limpasan neraca dan itu tidak akan terjadi sampai setidaknya beberapa pertemuan Fed lagi,” ungkap Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Sementara itu, harga silver naik 1,7 persen menjadi USD 23,16 per ounce, platinum naik 0,9 persen ke level USD 979,39. Sementara paladium turun 0,5 persen menjadi USD 1.911,09.

Featured

Equity World | Wall Street Melesat Tersengat Saham Teknologi

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Selasa, 11 Januari 2022. Indeks Nasdaq memimpin penguatan di wall street.

Pada penutupan perdagangan, indeks Nasdaq menguat 1,41 persen menjadi 15.153,45. Indeks Nasdaq reli pada perdagangan Selasa sore dari sesi sebelumnya melemah dalam empat hari. Indeks S&P 500 bertambah 0,92 persen menjadi 4.713,07. Sedangkan indeks Dow Jones naik 0,51 persen ke posisi 36.252,02.

Investor Respons Positif Komentar The Fed Angkat Bursa Asia | Equity World

Wall street bergejolak pada awal 2022 seiring kenaikan suku bunga telah menekan bursa saham. Namun, sentimen suku bunga mereda seiring imbal hasil treasury AS bertenor 10 tahun turun di bawah 1,75 persen.

“Lebih dari segalanya, ini hanya penangguhan dari sejumlah aksi jual yang ekstrem selama beberapa minggu terakhir, benar-benar sejak awal tahun,” ujar Chief Investment Officer Bryn Mawr Trust Wealth Management, Jeff Mills, dilansir dari CNBC, Rabu (12/1/2022).

Ia menambahkan, pihaknya menilai terlalu dini untuk saham teknologi sudah mencapai posisi bawah.

Saham teknologi kapitalisasi besar membantu mendukung penguatan bursa saham. Saham Amazon naik 2,4 persen. Saham Apple dan Nvidia masing-masing naik 1,7 persen dan 1,5 persen.

Saham Illumina melonjak 17 persen setelah perseroan keluarkan prospek pendapatan 2022 yang melampaui konsensus.

Di sisi lain saham Exxon Mobil naik lebih dari 4 persen karena harga minyak AS mencapai USD 80 per barel. Saham Peloton melompat 6,4 persen.

Sentimen The Fed
Ketua the Fed Jerome Powell bersaksi di depan komite Senat pada Selasa waktu setempat. Ia berharap rantai pasokan yang yang dinormalisasi untuk membantu mengurangi tekanan inflasi pada 2022. Akan tetapi, the Fed tidak akan takut untuk menaikkan suku bunga lebih jauh dari yang diproyeksikan jika inflasi tetap tinggi.

“Jika kami harus menaikkan suku bunga lebih dari waktu ke waktu, kami akan melakukannya. Kami akan menggunakan alat kami untuk mengembalikan inflasi,” ujar Powell.

Namun, saham dan obligasi bergerak menguat selama pidato Powell. Hal ini lantaran Powell tidak mengumumkan perubahan kebijakan yang dipercepat dari apa yang telah diisyaratkan oleh bank sentral.

“Powell mencatat pengurangan neraca akan terjadi pada 2022, dan ini jalan panjang untuk kembali normal,” ujar Ian Lyngen dari BMO kepada klien.

Ia menuturkan, komentar Powell konsisten dengan langkah menaikkan suku bunga dengan asumsi tidak ada pembalikan dramatis dalam laju kenaikan harga konsumen.

Katalis Pekan Ini
Pergerakan wall street pada perdagangan Selasa mengikuti reli tajam pada awal pekan. Hal itu membuat indeks Nasdaq hapus penurunan 2,7 persen. Indeks Nasdaq susut 3,1 persen sejak awal 2022 dan lebih dari lima persen dari rekor penutupan tertinggi pada November 2021.

Investor akan mendapatkan pandangan terbaru tentang keadaan ekonomi pada akhir pekan ini dengan data inflasi yang akan dirilis pada Rabu. Selain itu, rilis kinerja keuangan bank besar pada Jumat pekan ini.

Featured

Equity World | Mulai Dilirik, Simak Potensi dan Keuntungan Emas Digital

Equity World | Produk emas digital makin dilirik seiring dengan kian banyaknya pedagang emas digital itu sendiri. Emas digital hadir menawarkan berbagai fitur unggulan yang sebelumnya tak dimiliki oleh emas fisik. Namun, selain kelebihan, risiko tetap membayangi produk emas digital itu sendiri.

Presiden Komisioner HFX Internasional Sutopo Widodo menjelaskan, pada prinsipnya emas digital sama saja dengan emas fisik. Yang membedakannya adalah cara transaksi dan sistem penyimpanannya. Jika membeli emas fisik, maka kita akan mendapat emas tersebut sesuai dengan gramasi yang dibeli.

Harga Emas: Naik adalah Jalan Ninjaku! | Equity World

“Sementara untuk emas digital, ketika seseorang membeli emas, perusahaan pengelola platform akan menyimpan emasnya di fasilitas brankas perusahaan. Sementara pembeli hanya mendapat faktur pembelian dan bukti kepemilikan,” kata Sutopo kepada Kontan.co.id, Senin (10/1).

Dengan demikian, pemilik emas digital tak perlu was-was takut kehilangan karena ada jaminan dan lisensi dari pemerintah. Namun, di satu sisi, Sutopo menyebut hal ini juga menjadi risiko karena sebagai pembeli, kita belum tentu bisa memastikan keberadaan fisik asli emas tersebut.

Namun, pemerintah kini sudah mengharuskan para pedagang emas digital untuk bergabung ke pasar fisik emas digital yang disediakan oleh bursa berjangka. Melalui pasar ini, nantinya para pedagang emas digital akan diverifikasi kepemilikan emas fisiknya sesuai dengan emas digital yang dipasarkan. Alhasil, tidak akan ada lagi kejadian membeli emas digital, namun tidak ada emas fisiknya.

Sementara perencana keuangan Financia Consulting Eko Endarto mengatakan membeli emas digital memberikan beberapa keuntungan selama emas dalam bentuk fisiknya memang tersedia dan disimpan. Masyarakat bisa melakukan pembelian dengan gramasi yang kecil dan dikumpulkan hingga akhirnya nanti bisa dicetak dengan gramasi tertentu.

Oleh karena itu, Eko mengingatkan kepada masyarakat untuk memilih pedagang emas digital yang memang sudah terpercaya guna memastikan keamanan transaksi. Salah satunya adalah dengan memastikan pedagang emas digital tersebut mengantongi izin resmi dari regulator, dalam hal ini adalah Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti).

“Jangan lupa riset pedagangnya, sudah berapa lama melakukan penjualan, lalu testimoni dari para pembeli sebelumnya, emasnya produk dari perusahaan tambang mana, dan yang paling penting memang memiliki emas fisiknya untuk dicetak,” imbuh Eko.

Sebagai instrumen investasi, emas digital menghadirkan peluang yang menarik. Pasalnya, berdasarkan penelusuran Kontan.co.id, selisih harga beli dan buybacknya cukup kompetitif, dalam artian tidak terlalu jauh.

Sebagai contoh, emas fisik keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) saat ini dihargai dengan harga Rp 933.000 per gram dengan harga buyback Rp 828.000 per gram. Coba bandingkan dengan emas digital milik salah satu pedagang, yang harganya saat ini Rp 858.264 per gram. Sementara untuk harga buyback-nya sebesar Rp 843.244 per gram.

Para pedagang emas digital juga menawarkan fitur cetak emas digital menjadi emas fisik dengan gramasi tertentu. Nantinya, para pembeli tinggal mengikuti petunjuk di masing-masing platform untuk melakukan pencetakan dan akan dikenakan biaya cetak. Adapun, besaran harganya tergantung masing-masing pedagang.

Sementara untuk melakukan transaksi emas digital, umumnya calon pembeli hanya perlu memilih pedagang terlebih dahulu. Lalu membuat akun, kemudian transaksi jual-beli bisa dilakukan melalui website ataupun aplikasi masing-masing pedagang emas digital.

Featured

Equity World | Bursa Saham Asia Merosot, Investor Cermati Perkembangan Kasus COVID-19

Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik merosot pada perdagangan Senin pagi (10/1/2022) imbas investor cermati keberlanjutan kasus COVID-19 serta kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Di Korea Selatan, indeks Kospi menyusut 1,18 persen dan Kosdaq turun setidaknya 1,7 persen. Indeks acuan di Australia, indeks ASX 200 koreksi 0,1 persen setelah melemah.

Wall Street Merosot, Waspadai Investasi 2022, Termasuk Kripto | Equity World

Indeks sektor saham keuangan tergelincir turun 0,08 persen. Indeks material dan energi di negeri kangguru ini menguat dengan kenaikan masing-masing 1,25 persen dan 1,29 persen.

Hal serupa dialami sektor saham penambang utama. Saham Rio Tinto melonjak 1,86 persen, Fortescue meroket 2,75 perse dan BHP bergerak positif sebesar 1,89 persen. Bursa saham Jepang masih tutup untuk hari libur umum.

Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 10 tahunan naik setidaknya 1,8 persen pada Jumat, 7 Januari 2022.

Pergerakan positif ini terjadi usai rilis dari nonfarm payrolls pada Desember yang berisi laporan yang terdapat penambahan sekitar 199.000 pekerjaan di akhir tahun itu. Jumlah tersebut jauh di bawah ekspetasi pasar yang mana memproyeksikan penambahan lowongan kerja sebanyak 422.000.

Pekan lalu, laporan dari pertemuan the Federal Reserve AS (The Fed) pada Desember menunjukkan para eksekutf siap secara proaktif memaggil kebalo dukungan kebijakan.

Langkah ini mengindikasikan bank sentral berencana untuk mengecilkan neraca lain di samping menaikkan suku bunga.

Sentimen di Pasar
Kasus COVID-19 kian meningkat signifikan di seluruh dunia khususnya varian omicorn yang memiliki kemampuan penularan tinggi. AS, Inggris dan Australia melaporkan rekor jumlah kasus dalam beberapa minggu terakhir ini.

“Studi awal menunjukkan meskipun Omicron jauh lebih menular daripada Delta, untungnya potensi menyebabkan rawat inap kecil. Apalagi jika orang tersebut sudah divaksinasi dan mempunyai imun yang baik maka semakin mengurangi risiko rawat inap,” kata Analis ANZ Research dalam catatan pagi, dikutip dari laman CNBC, Senin (10/1/2021).

Sayangnya sisi positif itu masih menyisakan dampak negatif berupa kekurangan pasokan yang terus berkembang biak. Jelas perjalanan rollercoaster inflasi belum berakhir.

Indeks dolar AS naik 0,09 persen ke posisi 95,80. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 115,62. Harga minyak pada jam perdagangan di Asia cenderung turun. Harga minyak Amerika Serikat melemah 0,44 persen menjadi USD 78,55 per barel.

“Ketegangan geopolitik kemungkinan berdampak pada pasar komoditas pekan ini. Pasar gas berada di ujung tanduk karena ketegangan tetap tinggi di Ukraina. Sementara kerusuhan di Kazakhstan mengancam pasokan logam utama,” tulis Analis ANZ Research.

Equityworld Futures | Wall Street Babak Belur di Tengah Lonjakan Harga Minyak hingga Potensi Stagflasi

Equityworld Futures | Wall Street Babak Belur di Tengah Lonjakan Harga Minyak hingga Potensi Stagflasi

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup anjlok pada perdagangan saham Jumat (13/3) di tengah lonjakan harga minyak. Seiring dengan itu, pasar terus menanti perkembangan konflik AS–Iran.

Equityworld Futures | Kenapa Harga Emas Tak Banyak Gerak saat Perang Iran vs AS-Israel?

S&P 500 turun 0,61% ke level 6.632,19 dan Nasdaq Composite melemah 0,93% menjadi 22.105,36. Adapun Dow Jones Industrial Average juga terkoreksi 119,38 poin atau 0,26% ke level 46.558,47.

Secara mingguan, ketiga indeks tercatat di zona merah. S&P 500 merosot 1,6% sepanjang pekan ini dan mencatat penurunan tiga pekan berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sekitar satu tahun terakhir. Dow Jones turun sekitar 2%, sedangkan Nasdaq yang didominasi saham teknologi merosot 1,3%.

Di sisi lain, harga minyak dunia melanjutkan kenaikan. Kontrak berjangka West Texas Intermediate naik 3,11% menjadi US$ 98,71 per barel. Sementara kontrak berjangka Brent Crude menguat 2,67% ke US$ 103,14 per barel dan ditutup di atas US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Agustus 2022.
Lonjakan harga minyak itu setelah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menyatakan Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai “alat untuk menekan musuh.” Lalu lintas kapal di jalur pelayaran strategis tersebut dilaporkan hampir terhenti sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.

Pada Jumat lalu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menepis kekhawatiran penutupan Selat Hormuz yang dinilai akan terus menjadi masalah. Ia menilai gangguan di jalur pelayaran strategis tersebut tidak akan berlangsung lama.

“Kami telah mengatasinya, dan tidak perlu khawatir tentang hal itu,” ucap Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon, dikutip CNBC International pada Senin (16/3).

Kepala Investasi Makro Global di Mount Lucas Management, David Aspell mengatakan pasar saat ini dibayangi kekhawatiran di Wall Street. Hal itu karena kenaikan harga minyak dapat memicu lingkungan stagflasi, yakni inflasi yang lebih tinggi disertai melambatnya pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, kekhawatiran tersebut juga mendorong investor menurunkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Perdagangan futures fed funds bahkan tidak lagi memperkirakan pemotongan suku bunga pada September.

Di samping itu, ia mengatakan laba perusahaan cukup baik meski saat ini sentimennya sangat sulit. Ia juga menyebut kenaikan harga minyak juga turut memengaruhi sentimen pasar.
“Sementara valuasi ekuitas sebelumnya juga mencerminkan jalur suku bunga yang kini mulai dipertanyakan,” kata Aspell.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Breaking News: Harga Minyak Dunia Melonjak, IHSG Terkoreksi Lebih dari 1%

Equityworld Futures | Breaking News: Harga Minyak Dunia Melonjak, IHSG Terkoreksi Lebih dari 1%

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan lebih dari 1% pada awal sesi perdagangan hari ini, Jumat (13/3/2026). Pada sekitar pukul 09.27 WIB, IHSG tercatat melemah 1,06% hingga berada di posisi 7.284,41.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Melorot Tajam, Harga Perak Ikut Amblas

Sebanyak 463 saham mengalami penurunan harga, sementara 151 saham mencatat kenaikan dan 344 saham tidak mengalami perubahan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp2,19 triliun dengan volume perdagangan sebesar 5,2 miliar saham yang terjadi dalam 321.800 kali transaksi.

Pergerakan IHSG pada pagi hari ini sejalan dengan tren yang terjadi di pasar saham Asia. Indeks S&P/ASX 200 di Australia turun sekitar 0,3% pada awal perdagangan kawasan Asia, sedangkan Nikkei 225 Jepang melemah 2% dan indeks yang lebih luas, TOPIX, turun sekitar 1,4%.

Di Korea Selatan, indeks saham utama KOSPI jatuh hampir 3%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil KOSDAQ terkoreksi hampir 2%.

Penurunan tersebut terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran para pelaku pasar mengenai pasokan minyak di tengah konflik yang diperkirakan berlangsung dalam waktu lama.

Harga minyak dunia telah melonjak lebih dari 38% dalam kurun waktu kurang dari dua minggu akibat ancaman serius terhadap jalur distribusi global.

Harga minyak mentah Brent Crude Oil tercatat mencapai US$100,72 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$95,37 per barel.

Lonjakan harga ini dipicu oleh serangan terhadap dua kapal tanker serta fasilitas pelabuhan minyak di wilayah perairan Irak yang menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Militer Iran bahkan memperingatkan bahwa harga minyak berpotensi melonjak hingga mencapai US$200 per barel.

Di sisi lain, di tengah operasi militer besar yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, badan intelijen AS menilai bahwa struktur kepemimpinan pemerintahan Iran saat ini masih solid dan belum menunjukkan tanda-tanda akan runtuh. Laporan tersebut juga menegaskan bahwa rezim di Teheran tetap mempertahankan kendali penuh terhadap masyarakatnya.

Posisi pemimpin tertinggi Iran juga disebut telah diambil alih oleh putra Ali Khamenei, yaitu Mojtaba Khamenei, dengan tujuan menjaga stabilitas pemerintahan. Sementara itu, kelompok milisi Kurdi Iran sempat menawarkan bantuan untuk melakukan pemberontakan, namun tawaran tersebut ditolak oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena pihak intelijen meragukan kemampuan persenjataan mereka.

Berdasarkan laporan terbaru, Mojtaba dalam pidato publik pertamanya sejak dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menjadikan selat tersebut sebagai alat tekanan terhadap pihak musuh.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Beragam, Cuma Nasdaq yang Raup Cuan

Equityworld Futures | Wall Street Beragam, Cuma Nasdaq yang Raup Cuan

Equityworld Futures | Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena harga minyak berjangka global melanjutkan tren kenaikannya sehingga menutupi laporan inflasi yang sangat dinantikan.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun ke USD 5.170 per Ons

Mengutip Xinhua, Kamis, 12 Maret 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,61 persen menjadi 47.417,27. Indeks S&P 500 merosot 0,08 persen menjadi 6.775,8. Indeks Nasdaq Composite naik 0,08 persen menjadi 22.716,14.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor barang konsumsi pokok dan real estat memimpin penurunan dengan masing-masing turun 1,29 persen dan 1,12 persen. Sementara itu, sektor energi dan teknologi memimpin kenaikan dengan masing-masing bertambah 2,48 persen dan 0,35 persen.

Adapun harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 4,55 persen pada perdagangan Rabu meskipun ada upaya intervensi besar-besaran dari Badan Energi Internasional (IEA).

Badan tersebut mengumumkan anggotanya akan melepaskan 400 juta barel minyak dari cadangan, menandai pelepasan strategis terbesar yang pernah dilakukan. Ini sebagai upaya langsung untuk mengurangi gangguan pasokan parah yang dipicu oleh konflik yang sedang berlangsung.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Melemah di Tengah Eskalasi Konflik Iran, Investor Waspadai Stagflasi

Equityworld Futures | Wall Street Melemah di Tengah Eskalasi Konflik Iran, Investor Waspadai Stagflasi

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (10/3) setelah reli awal memudar seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun saat Perang di Timteng, Tak Lagi Jadi Safe Haven?

Sentimen pasar memburuk setelah muncul laporan Iran menempatkan ranjau di Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Presiden AS Donald Trump merespons laporan dengan ancaman pembalasan serta kembali menyerukan agar Iran menyerah sepenuhnya.

Mengutip Reuters pada Rabu (11/3), indeks S&P 500 turun 14,44 poin atau 0,21 persen menjadi 6.781,55. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 36,66 poin atau 0,08 persen menjadi 47.704,14. Sementara Nasdaq Composite naik tipis 2,24 poin atau 0,01 persen ke level 22.698,19.

“Pasar sebelumnya menunjukkan kekuatan dan kini telah kehilangan semuanya,” kata Senior portfolio strategist di Ingalls & Snyder di New York, Tim Ghriskey.

Katanya, optimisme pasar yang sempat muncul dari berbagai pernyataan Gedung Putih dengan cepat memudar.

“Anda melihat berbagai headline dari Gedung Putih yang memberi harapan kepada pasar, lalu pemikiran yang lebih jernih muncul dan pasar menyadari bahwa ini masih jauh dari selesai,” ujarnya.

Pasalnya, ketidakpastian semakin meningkat setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan hari Selasa (10/3) menjadi hari paling intens sejauh ini dalam operasi militer terhadap Iran.

Konflik tersebut sempat memicu lonjakan tajam harga minyak dunia, meningkatkan kekhawatiran inflasi di tengah pelemahan pasar tenaga kerja AS. Kondisi ini menimbulkan risiko stagflasi, yaitu situasi ketika inflasi tinggi terjadi bersamaan dengan perlambatan ekonomi.

Meski demikian, pasar masih berharap konflik dapat mereda dalam waktu dekat. Harapan tersebut muncul setelah pemerintahan Trump memberi sinyal kemungkinan pelonggaran sanksi minyak terhadap Rusia, yang berpotensi menambah pasokan global dan menekan harga energi.

Harga minyak mentah pun berbalik turun tajam. Kontrak berjangka minyak mentah AS dan Brent untuk pengiriman bulan terdekat ditutup merosot lebih dari 11 persen.

“Ketika Anda melihat pergerakan parabola seperti itu, baik pada emas, minyak atau apa pun, biasanya akan terjadi pembalikan yang cukup tajam begitu ada berita dari sisi sebaliknya,” kata Senior wealth adviser dan market strategist di Murphy & Sylvest di Elmhurst Illinois, Paul Nolte.

Di tengah tekanan pasar, saham sektor semikonduktor justru menguat dengan kenaikan pada Nvidia, SanDisk, dan Western Digital.

Indeks S&P Software & Select Services kembali menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah beberapa bulan terakhir tertekan oleh kekhawatiran disrupsi akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Pergerakan pasar selanjutnya juga bakal dipengaruhi sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini, termasuk laporan inflasi AS melalui Indeks Harga Konsumen (CPI), revisi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat, serta data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi indikator inflasi favorit bank sentral AS.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Menang di Berbagai Perang, Kenapa Wall Street Takluk oleh Perang Iran?

Equityworld Futures | Menang di Berbagai Perang, Kenapa Wall Street Takluk oleh Perang Iran?

Equityworld Futures | Ketegangan geopolitik global dan eskalasi militer antarnegara kerap menjadi salah satu faktor utama yang memicu kekhawatiran serta aksi jual secara masif di kalangan pelaku pasar modal.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun saat Perang di Timteng, Tak Lagi Jadi Safe Haven?

Pasca pecahnya konflik pada 28 Februari 2026 lalu di Iran, pasar saham global merespons dinamika tersebut dengan pergerakan yang fluktuatif termasuk pasar modal di Indonesia.

Kemampuan S&P 500 Menahan

Indeks S&P 500, yang menjadi acuan utama pasar saham Amerika Serikat sekaligus barometer global, mencatatkan drawdown yang cukup signifikan. Terhitung sejak Senin (2/3/2026) hingga kemarin Selasa (10/03/2026), indeks tersebut telah mengalami pelemahan sekitar 3,15%.

Penurunan ini mencerminkan kehati-hatian investor dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung karena dapat memicu kenaikan harga komoditas global dan potensi naiknya angka inflasi secara menyeluruh.

Secara psikologis, investor institusional maupun ritel cenderung merelokasi portofolio investasi mereka ke instrumen safe haven pada masa-masa awal terjadinya krisis.

Tinjauan mendalam terhadap data historis sejak tahun 1979 justru menunjukkan bahwa indeks S&P 500 memiliki data historis kemampuan bertahan dan pemulihan yang sangat konsisten. Namun, cerita berbeda terjadi tahun ini di tengah perang Iran vs Israel-AS.

Sejak invasi Irak ke Kuwait pada 2003, sepekan setelah perang, Wall Street selalu menguat. Berbeda dengan tahun ini di mana Wall Street jeblok setelah perang Iran.

Gejolak perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat langsung mengguncang pasar saham global, termasuk Wall Street. Indeks utama seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq biasanya tertekan ketika ketegangan geopolitik meningkat.

Salah satu pemicunya adalah lonjakan harga minyak. Konflik yang melibatkan Iran memicu kekhawatiran terganggunya pasokan energi global, terutama jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terdampak. Padahal sekitar 20% perdagangan minyak dunia melewati jalur tersebut.

Kenaikan harga minyak membuat biaya produksi meningkat, memicu inflasi, dan menekan keuntungan perusahaan sehingga investor cenderung melepas saham.

Seperti diketahui, harga minyak melonjak ke US$ 119 pada Senin (9/3/2026) atau rekor tertinggi sejak Juni 2022.

Pasar juga khawatir konflik dapat meluas menjadi perang regional yang lebih besar. Jika itu terjadi, perdagangan global, rantai pasok, hingga transportasi internasional berpotensi terganggu.

Di sisi lain, lonjakan harga energi juga dapat mendorong inflasi sehingga Federal Reserve kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini biasanya tidak menguntungkan bagi pasar saham, terutama sektor teknologi.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street berbalik arah setelah pernyataan Presiden AS.

Equityworld Futures | Wall Street berbalik arah setelah pernyataan Presiden AS.

Equityworld Futures | Pasar saham AS pulih dengan kuat pada tanggal 9 Maret setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran mungkin akan segera berakhir. Komentar Gedung Putih, yang dikutip oleh media, membantu membalikkan sentimen pesimistis sebelumnya di kalangan investor Wall Street.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Lagi, Enaknya Jual atau Beli?

Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di AS, indeks S&P 500 naik 0,4% pada akhir sesi, sementara Dow Jones Industrial Average meningkat 97 poin, setara dengan sekitar 0,2%. Indeks Nasdaq Composite mencatat kenaikan yang lebih kuat, sekitar 1%. Perkembangan ini menandai pembalikan yang signifikan dari awal sesi perdagangan, ketika pasar anjlok tajam.

Selama perdagangan pagi, indeks Dow Jones turun hampir 900 poin ke titik terendah hari itu, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun sekitar 1,5%. Namun, pasar dengan cepat pulih setelah Presiden Trump mengatakan kepada seorang reporter CBS News bahwa perang dengan Iran “pada dasarnya sudah berakhir.”

Presiden Trump menegaskan bahwa kampanye militer AS telah menimbulkan kerusakan serius pada Iran. Ia menyatakan bahwa Iran sekarang “tidak memiliki angkatan laut, sistem komunikasi, dan angkatan udara.” Presiden juga mengatakan bahwa kampanye tersebut berjalan jauh lebih cepat daripada perkiraan awal 4-5 minggu yang telah ia prediksi.

Pemulihan pasar semakin didukung oleh kenaikan saham teknologi semikonduktor. Saham Broadcom dan Advanced Micro Devices (AMD) sama-sama naik sekitar 2%, sementara Micron Technology naik lebih dari 3%. Saham Nvidia juga naik hampir 1% selama sesi perdagangan.

Sementara itu, pasar energi tetap berada di bawah tekanan signifikan akibat konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah WTI melampaui $119 per barel dalam perdagangan semalam, melebihi $100 untuk pertama kalinya sejak 2022. Namun, pada akhir sesi, harga telah turun menjadi hampir $95 per barel, masih sekitar 4% lebih tinggi dari sebelumnya.

Minyak mentah Brent, patokan internasional untuk pasar minyak mentah, juga melonjak dan saat ini diperdagangkan sekitar $99 per barel. Lonjakan harga ini disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz, yang mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah.

Beberapa negara penghasil minyak di kawasan itu telah mulai memangkas produksi. Kuwait mengatakan telah mengurangi produksi minyak, sementara laporan menunjukkan produksi Irak mungkin telah turun hingga 70% karena kesulitan dalam mengangkut dan mengekspor minyak melalui zona konflik.

Dalam situasi ini, para menteri energi dari Kelompok Tujuh (G7) negara industri—Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris Raya, dan Amerika Serikat—diperkirakan akan bertemu secara daring untuk membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis guna menstabilkan pasar. Namun, belum ada keputusan resmi yang diambil.

Beberapa pakar keuangan memperingatkan bahwa jika harga minyak tetap di atas $100 per barel untuk jangka waktu yang lama, ekonomi global dapat menghadapi risiko inflasi tinggi dan pertumbuhan yang lambat. Pakar strategi investasi Ed Yardeni berpendapat bahwa dalam skenario terburuk, pasar dapat menghadapi risiko stagflasi yang mirip dengan yang terjadi pada tahun 1970-an.

Namun, banyak investor masih percaya bahwa konflik tersebut hanya akan berlangsung dalam waktu singkat. Beberapa manajer dana berpendapat bahwa reaksi pasar saham yang relatif stabil menunjukkan bahwa Wall Street bertaruh bahwa kampanye militer AS akan segera mencapai tujuannya dan membantu menstabilkan pasar energi.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Merosot Gegara Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Merosot Gegara Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat (AS) pada Wall Street merosot pada Minggu waktu setempat (Senin pagi WIB) karena konflik yang meningkat di Timur Tengah mendorong harga minyak di atas USD100 per barel. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran biaya energi yang lebih tinggi dapat memperlambat ekonomi AS dan memicu inflasi.

Equityworld Futures | Efek Domino Penutupan Selat Hormuz: Minyak Mahal, Inflasi hingga Harga Emas Terus Naik

Mengutip Investing.com, Senin, 9 Maret 2026, kontrak berjangka S&P 500 turun 1,7 persen menjadi 6.632,75 poin, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 1,8 persen menjadi 24.234,0 poin. Kontrak berjangka Dow Jones juga turun 1,7 persen menjadi 46.696,0 poin.

Lonjakan harga minyak picu kekhawatiran inflasi

Wall Street mengakhiri pekan lalu di wilayah negatif seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Dow Jones Industrial Average turun sekitar tiga persen untuk pekan ini, sementara S&P 500 turun dua persen. Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi mencatat penurunan mingguan sebesar satu persen.

Penurunan harga berjangka terjadi seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah setelah konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran meningkat selama akhir pekan.

Harga patokan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik di atas USD100 per barel di tengah kekhawatiran akan gangguan pasokan dan risiko terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak global.

Lonjakan harga minyak telah meningkatkan kekhawatiran bahwa guncangan energi baru dapat mendorong inflasi lebih tinggi dan membebani pengeluaran konsumen di AS.

Kenaikan harga minyak mentah yang berkelanjutan dapat mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve dengan menjaga tekanan harga tetap tinggi bahkan ketika pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Ambruk Imbas Meningkatnya Konflik AS-Iran

Equityworld Futures | Wall Street Ambruk Imbas Meningkatnya Konflik AS-Iran

Equityworld Futures | Saham AS berakhir merah pada Kamis, 5 Maret 2026, meskipun ditutup jauh di atas titik terendah sesi, karena konflik yang meningkat di Timur Tengah mendorong harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi. Penurunan saham semikonduktor juga membebani, setelah laporan bahwa pemerintahan Trump sedang menyusun aturan untuk membatasi pengiriman chip AI.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Gara-gara Penguatan Dolar AS

Dikutip dari Investing.com, Jumat, 6 Maret 2026, indeks acuan S&P 500 turun 0,6 persen menjadi 6.829,45 poin, indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,3 persen menjadi 22.748,99 poin, dan indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip merosot 1,6 persen menjadi 47.954,19 poin.

“Saham AS berada di bawah tekanan pagi ini karena harga minyak mulai naik dan sekarang mendekati USD80. Suasana penghindaran risiko telah berlanjut sepanjang pagi,” kata kepala strategi pasar di Jones Trading Michael O’Rourke kepada Investing.com.

“Beberapa investor telah beralih ke delapan perusahaan raksasa (Magnificent Eight), mencari keamanan dalam ukuran perusahaan tersebut. Taktik itu terbukti sia-sia karena muncul laporan bahwa pemerintahan Trump telah menulis rancangan aturan yang akan membatasi pengiriman chip AI ke mana pun di dunia tanpa persetujuannya. Hal itu telah memicu penjualan saham Nvidia dan pemimpin lainnya di sektor semikonduktor,” tambah O’Rourke.

Indeks utama ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, dengan Dow naik 0,5 persen, S&P naik 0,8 persen, dan Nasdaq naik 1,3 persen. Sejumlah data ekonomi yang kuat dan laporan tentang Iran yang mencari lebih banyak dialog telah membantu mendorong selera risiko.
Konflik Iran terus berlanjut
Harapan bahwa konflik Timur Tengah akan segera berakhir tampaknya semakin berkurang karena Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel, menandai hari keenam berturut-turut permusuhan.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Senat AS memberikan suara, sebagian besar berdasarkan garis partai, menentang mosi yang bertujuan untuk menghentikan kampanye udara dan mengharuskan tindakan militer disahkan oleh Kongres.

Sementara itu, Mojtaba Khamenei, putra pemimpin tertinggi Iran yang terbunuh, telah muncul sebagai kandidat terdepan untuk menggantikannya, kata Gedung Putih pada hari Rabu, yang menyiratkan bahwa Teheran tidak akan menyerah pada tekanan. Presiden Donald Trump kemudian mengatakan kepada Axios bahwa Khamenei tidak dapat diterima sebagai pengganti dan bahwa ia perlu secara pribadi menyetujui pemimpin Iran berikutnya.

Salah satu konsekuensi yang banyak diantisipasi dari konflik ini mulai muncul: konsumen Amerika menghadapi lonjakan harga di pompa bensin. Ini juga dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva mengatakan konflik tersebut menguji “ketahanan ekonomi global”.

“Konflik ini, jika terbukti berkepanjangan, jelas berpotensi memengaruhi harga energi global, sentimen pasar, pertumbuhan, dan inflasi. Dan itu akan menempatkan tuntutan baru di pundak para pembuat kebijakan di mana pun,” katanya sebelumnya pada hari Kamis.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Rebound Didukung Data Ekonomi AS, Dow Melonjak Lebih 200 Poin

Equityworld Futures | Wall Street Rebound Didukung Data Ekonomi AS, Dow Melonjak Lebih 200 Poin

Equityworld Futures | Pasar saham AS menguat pada Rabu waktu AS atau Kamis (5/3/2026) WIB, meski perang Iran berlanjut. Penguatan pasar didukung meredanya lonjakan harga minyak dan meredanya kekhawatiran perlambatan ekonomi AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit, Saatnya Kumpulkan Tenaga ke Level Tertinggi

Dow Jones Industrial Average melonjak 238,14 poin atau 0,49% ditutup di 48.739,41. Indeks 30 saham tersebut mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut. S&P 500 naik 0,78% ke 6.869,50, sementara Nasdaq Composite menguat 1,29% menjadi 22.807,48.

Saham teknologi mendukung pasar yang lebih luas, terutama sektor chip. Micron Technology dan Advanced Micro Devices masing-masing melonjak lebih dari 5%. Broadcom dan Nvidia naik lebih dari 1%.

Dua rilis data ekonomi yang kuat mendukung sentimen investor. ADP melaporkan perusahaan sektor swasta menambah lebih banyak lapangan kerja dari perkiraan pada Februari. Selain itu, sektor nonmanufaktur AS mencatat pertumbuhan lebih baik dari ekspektasi dengan tekanan inflasi yang mereda.

Anthony Saglimbene, kepala strategi pasar di Ameriprise, mengatakan kekhawatiran pelemahan pasar tenaga kerja kini mulai dipertanyakan. “Ekonomi AS berdiri di atas fondasi yang kuat,” katanya, seperti dikutip CNBC.

Reaksi terhadap data ekonomi terjadi bersamaan dengan meredanya reli minyak setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa AS akan membuat “serangkaian pengumuman” untuk mendukung arus minyak melalui Teluk Persia. Kontrak berjangka Brent dan WTI melemah pada Rabu, dengan Brent ditutup datar dan WTI naik 0,13%.

Reli minyak mereda setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS akan memberikan asuransi risiko untuk perdagangan maritim melalui Teluk guna mendorong kapal tanker kembali melintas di Strait of Hormuz. Lalu lintas kapal tanker di selat tersebut – jalur transit minyak mentah paling vital di dunia – terhenti setelah komandan Garda Revolusi Iran mengancam membakar kapal yang mencoba melintas.

“Jika kita masuk ke lingkungan Timur Tengah yang lebih mengganggu, Anda akan melihat dampak rambatan lebih besar pada pasar global dan harga aset,” kata Saglimbene, seraya menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk membuat penilaian tersebut.

Sementara itu, menurut Bessent, tarif global 15% yang diumumkan Trump bulan lalu akan diterapkan pekan ini. Namun ia meyakini tarif AS akan kembali ke level sebelum putusan Mahkamah Agung dalam waktu lima bulan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Dipicu Eskalasi Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Dipicu Eskalasi Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street melemah pada Selasa (3/3/2026) dipicu terjadinya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Equityworld Futures | Peringatan Keras: Harga Emas Ambruk 4% dalam Sehari, Masih Bisa Naik?

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 403,51 poin, atau sekitar 0,83 persen, menjadi 48.501,27. Indeks S&P 500 melemah 64,99 poin, atau sekitar 0,94 persen, menjadi 6.816,63. Indeks komposit Nasdaq merosot 232,17 poin, atau sekitar 1,02 persen, menjadi 22.516,69.

Aksi jual berlanjut dengan indeks volatilitas CBOE, yang merupakan indikator tingkat kekhawatiran di pasar saham, mencapai level tertinggi sejak November.

Para investor khawatir terhadap dampak konflik terhadap inflasi karena harga minyak dunia terus naik. Pasukan AS-Israel terus menyerang berbagai wilayah Iran, sedangkan Iran melakukan serangan balik terhadap Israel dan markas-markas AS di Timur Tengah.

Saham perusahaan teknologi Apple dan Nvidia masing-masing turun 0,37 persen dan 1,27 persen. Saham bank Wells Fargo dan Morgan Stanley masing-masing melemah 0,06 persen dan 0,61 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2026 turun 5,1 persen menjadi US$5.041,5 per ons. Indeks dolar AS naik 0,68 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 3,1 persen, seiring anjloknya saham sektor keuangan dan industri akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, anjlok 295,98 poin, atau sekitar 2,75 persen, menjadi 10.484,13. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, terjun 847,35 poin, atau sekitar 3,44 persen, menjadi 23.790,65.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, tergelincir 813,4 poin, atau sekitar 4,55 persen, menjadi 17.062,4. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 290,48 poin, atau sekitar 3,46 persen, menjadi 8.103,84.

Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran 1,3361 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1501 euro per pound.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Design a site like this with WordPress.com
Get started