Equityworld Futures | AS – Iran Panas Lagi, Harga Minyak Melonjak ke US$111

Equityworld Futures | AS – Iran Panas Lagi, Harga Minyak Melonjak ke US$111

Equityworld Futures | Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin (18/5/2026) dan bergerak ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Pasar bereaksi keras setelah serangan drone menghantam fasilitas nuklir Barakah di Uni Emirat Arab (UEA), sementara ketegangan terkait Iran kembali memanas.

Equityworld Futures | Emas Menguat, Jebakan atau Tren Baru?

Menurut data Refinitiv pada Senin (18/5/2026) pukul 10.15 WIB, harga minyak Brent kontrak Juli (LCOc1) berada di US$111,24 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI/CLc1) naik ke US$107,70 per barel.

Kenaikan hari ini memperpanjang reli minyak sepanjang Mei. Dalam delapan hari perdagangan terakhir, Brent sudah melesat sekitar 11,2%, dari posisi US$100,06 per barel pada 7 Mei menjadi di atas US$111 per barel. WTI bahkan naik lebih tajam, dari US$94,81 menjadi US$107,70 per barel.

Pergerakan harga kali ini datang di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Reuters melaporkan upaya mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran belum menemukan titik terang. Pasar semakin sensitif setelah jalur energi kawasan Teluk kembali berada dalam ancaman.

UEA melaporkan adanya serangan drone terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah. Di saat yang sama, Arab Saudi mengaku berhasil mencegat tiga drone yang masuk dari wilayah udara Irak. Situasi tersebut membuat pasar mulai menghitung ulang risiko terhadap infrastruktur energi di kawasan penghasil minyak terbesar dunia.

Ketegangan geopolitik ini punya dampak besar terhadap pasar minyak karena kawasan Teluk dan Selat Hormuz menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Selama konflik berlangsung, risiko gangguan pasokan terus membayangi pelaku pasar.

Reuters menyebut kontrak Brent sempat menyentuh US$112 per barel pada perdagangan Asia, tertinggi sejak 5 Mei. Sementara WTI sempat menembus US$108,70 per barel, level tertinggi sejak akhir April.

Pasar sebelumnya sempat berharap ada jalur diplomasi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping pekan lalu. Namun pembicaraan itu belum menghasilkan sinyal kuat mengenai penyelesaian konflik maupun upaya menekan ketegangan di Timur Tengah.

Analis Prestige Economics Jason Schenker mengatakan konflik Iran yang berlangsung lebih lama dapat meninggalkan “luka” harga minyak dalam jangka panjang. Kondisi tersebut berpotensi menjaga suku bunga tetap tinggi lebih lama dan memberi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Selain konflik Timur Tengah, pasar minyak memperoleh sentimen tambahan dari kebijakan Washington terhadap Rusia. Pemerintahan Trump membiarkan masa berlaku waiver sanksi minyak laut Rusia berakhir. Kebijakan itu sebelumnya memungkinkan sejumlah negara, termasuk India, tetap membeli minyak Rusia.

Artinya, pasar kini menghadapi dua tekanan sekaligus: risiko pasokan dari Timur Tengah dan potensi berkurangnya fleksibilitas perdagangan minyak Rusia. Kombinasi tersebut membuat pelaku pasar kembali masuk ke aset energi dan mendorong harga minyak bergerak cepat dalam beberapa sesi terakhir.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Bursa Asia Mayoritas Menguat Respons Penurunan Harga Minyak

Equityworld Futures | Bursa Asia Mayoritas Menguat Respons Penurunan Harga Minyak

Equityworld Futures | Bursa saham Asia-Pasifik dibuka mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (19/5/2026) seiring meredanya harga minyak dunia setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda serangan militer yang sebelumnya dijadwalkan terhadap Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Terbatas di Tengah Perang Iran dan Lonjakan Imbal Hasil Obligasi

Melansir CNBC, pelaku pasar menilai langkah tersebut dapat mengurangi risiko eskalasi konflik di Timur Tengah yang selama beberapa bulan terakhir membebani sentimen global.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni tercatat turun 1,27% ke level US$107,28 per barel pada pukul 20.01 ET. Sementara itu, minyak mentah Brent kontrak Juli melemah 2,67% ke posisi US$109,11 per barel.

Investor juga mencermati data produk domestik bruto (PDB) Jepang kuartal I-2026 yang tumbuh 2,1% secara tahunan pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dibanding estimasi analis yang disurvei Reuters sebesar 1,7% serta melampaui pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 1,3%.

Meski demikian, data tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dampak perang Iran yang dimulai pada akhir Februari lalu. Penguatan ekonomi Jepang turut menopang pergerakan pasar saham domestik, di mana indeks Nikkei 225 naik 0,68% dan Topix menguat 1,16%.

Pelaku pasar juga menyoroti agenda pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Di Korea Selatan, indeks Kospi justru melemah 1,06%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq bergerak datar.

Di Australia, indeks ASX menguat 1,08% pada awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.558, lebih rendah dibanding penutupan terakhir indeks di posisi 25.675,18.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan para pemimpin militer AS telah diminta membatalkan “serangan terjadwal terhadap Iran besok” setelah adanya permintaan dari pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Trump menyebut kesepakatan masih mungkin dicapai dan akan dapat diterima oleh AS maupun negara-negara Timur Tengah, termasuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Namun demikian, Trump menegaskan pihak militer tetap diminta bersiap melancarkan serangan skala besar sewaktu-waktu apabila tidak tercapai kesepakatan yang memadai dengan Iran. Kondisi ini membuat pasar masih berhati-hati terhadap potensi eskalasi lanjutan konflik geopolitik di kawasan tersebut.

Di tengah gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran, Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak global masih ditutup oleh Teheran. Pada saat yang sama, AS juga disebut masih melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Lembaga pemeringkat Moody’s menyatakan peluang tercapainya penyelesaian konflik yang cepat dan berkelanjutan masih kecil seiring perang di Timur Tengah memasuki bulan ketiga. Situasi itu dinilai menghambat pembukaan penuh kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia.

Dari Wall Street, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,1%, sementara Nasdaq 100 futures menguat 0,2%. Futures Dow Jones Industrial Average juga bertambah 25 poin atau 0,05%.

Pada perdagangan reguler Senin waktu AS, indeks S&P 500 turun 0,07% ke level 7.403,05 dan Nasdaq terkoreksi 0,51% menjadi 26.090,73. Penurunan tersebut menjadi pelemahan dua hari beruntun bagi kedua indeks tersebut, sedangkan Dow Jones Industrial Average masih mampu naik 159,95 poin atau 0,32% ke posisi 49.686,12.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Lebih Rendah, Terseret Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Lebih Rendah, Terseret Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Wall Street sebagian besar turun pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, meskipun indeks utama ditutup jauh di atas titik terendah sesi mereka. Penurunan ini karena dorongan dari sektor defensif seperti perawatan kesehatan dan barang konsumsi pokok.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun di Bawah US$ 4.700 Akibat Kenaikan Inflasi AS

Namun demikian, sentimen sebagian besar negatif karena laporan inflasi utama lebih panas dari yang diperkirakan di tengah tanda-tanda kebuntuan yang semakin mengeras antara Washington dan Teheran. Saham-saham cip terpukul setelah serangkaian kenaikan baru-baru ini, yang menyebabkan sektor teknologi secara keseluruhan turun.

Dikutip dari Investing.com, Rabu, 13 Mei 2026, indeks acuan S&P 500 turun 0,2 persen menjadi 7.401,39 poin, mengurangi penurunan hingga satu persen. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,7 persen menjadi 26.088,20 poin, mengurangi penurunan hingga dua persen.

Indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip naik 0,1 persen menjadi 49.760,56 poin. Membalikkan penurunan hingga 0,8 persen yang didorong oleh kenaikan pada komponen defensif seperti UnitedHealth, Walmart, dan Amgen.

Terlepas dari penurunan pada Selasa, ketiga indeks utama tetap berada di dekat level rekor, terutama S&P dan Nasdaq. Kombinasi musim pendapatan yang kuat, reli berkelanjutan dalam perdagangan kecerdasan buatan, dan harapan akan berakhirnya perang Iran dengan cepat telah mendorong pasar AS.
Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan mencapai level tertinggi
Laporan inflasi konsumen AS yang penting menjadi sorotan, dengan para pelaku pasar sangat memperhatikan dampak dari lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, indeks harga konsumen (CPI) utama pada bulan April naik 0,6 persen (mtm) dan 3,8 persen (yoy), dibandingkan dengan perkiraan konsensus sebesar 0,6 persen dan 3,7 persen. Angka 3,8 persen adalah yang tertinggi sejak kenaikan empat persen pada Mei 2023.

Indeks Harga Konsumen (CPI) inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,4 persen secara bulanan (mtm) dan 2,8 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan dengan perkiraan 0,3 persen dan 2,7 persen.

Data inflasi mengonfirmasi kenaikan harga minyak memang mendorong harga konsumen. Indeks harga energi naik 3,8 persen secara bulanan (mtm) pada April, menyumbang lebih dari 40 persen dari pertumbuhan CPI bulanan. Namun, indeks energi melambat secara signifikan dari kenaikan 10,9 persen secara bulanan (mtm) pada Maret. Secara tahunan (yoy), indeks energi melonjak 17,9 persen, tertinggi sejak September 2022.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Harga Minyak Jadi Alasan Purbaya Gelontorkan Insentif Kendaraan Listrik

Equityworld Futures | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan harga minyak dunia yang bergejolak akibat konflik geopolitik belum akan turun. Ia memperkirakan perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan berlangsung lama.

Equityworld Futures | Berdasarkan pandangannya itu, ia memutuskan untuk menggelontorkan insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) roda dua maupun empat.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Tipis di Tengah Kemunduran Hubungan AS-Iran

Purbaya sempat melakukan kunjungan kerja ke AS padal April 2026. Dalam kunjungan itu, Purbaya mengaku mempelajari desain yang dibuat AS untuk Iran. Desain itu, cerita Purbaya, dibuat untuk kekalahan Iran dan sudah pasti akan ditolak negeri Persia tersebut.

“Jadi kelihatannya perangnya masih panjang. Artinya, konsumsi BBM kita juga masih akan tinggi dan dengan harga yang lebih tinggi,” kata Purbaya di kantornya, Selasa (12/5). Dengan kondisi harga minyak dunia yang bertahan di level tinggi, Purbaya memutuskan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak dengan cara mengalihkannya pada kendaraan listrik.

“Itu akan mengurangi impor kita dengan signifikan kan,” katanya. Di samping itu, Purbaya menyebut produksi listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang tidak dipakai seluruhnya tetap harus dibayar, atau take or pay.

“Itu mungkin kapasitas (listrik) yang baru terpakai sekitar 70%, masih ada 30% listrik yang kita bayar tapi enggak dipakai. Itu kalau saya enggak salah ingat ya,” kata Purbaya.

Pada awalnya, Purbaya berasumsi perang antara Iran dengan AS dan Israel tidak akan berlangsung lama. Namun, prediksi berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. AS dan Iran tetap berkukuh pada pendapatnya dan menolak proposal perdamaian yang diajukan masing-masing pihak.

“Tapi yang jelas ada listrik yang terpakai yang kita bayar, saya mau pakai itu supaya subsidinya di PLN mengecil, BBM juga mengecil, itu utamanya. Tadinya saya pikir perangnya sebentar saja selesai, ternyata kayaknya masih lama kalau begini,” kata Purbaya.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Pecah Rekor Lagi, Ada Sinyal Baru dari Ekonomi AS

Equityworld Futures | Wall Street Pecah Rekor Lagi, Ada Sinyal Baru dari Ekonomi AS

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat sore (8/5/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (9/5/2026) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Reli ini dipicu laporan tenaga kerja April yang melampaui ekspektasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Terpuruk Pagi Ini, Siapkah Hadapi Level Kritis?

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik tipis 12,19 poin atau 0,02% ke level 49.609,16. Indeks S&P 500 (SPX) melonjak 0,84% dan berakhir di posisi rekor 7.398,93. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat tajam 1,71% menjadi 26.247,08.

Ketiga indeks utama membukukan keuntungan mingguan. Laporan laba sektor teknologi yang positif mengangkat Nasdaq naik 4,5% sepanjang pekan. S&P 500 naik 2,3% dalam periode yang sama. Keduanya mencatatkan kenaikan mingguan enam kali berturut-turut. Ini merupakan tren kemenangan terlama sejak 2024. Dow Jones menyusul dengan kenaikan mingguan 0,2%.

Sentimen pasar mendapat dorongan dari Biro Statistik Tenaga Kerja. Lembaga ini melaporkan penambahan 115.000 pekerjaan non-pertanian bulan lalu. Angka tersebut jauh melampaui estimasi ekonom yang memperkirakan 55.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran AS tetap stabil pada level 4,3%.

Harga minyak dunia bergerak naik tipis. Ketegangan antara AS dan Iran di Selat Hormuz menjadi pemicu utamanya. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,64% menjadi USD 95,42 per barel. Presiden Donald Trump menyebut serangan terhadap target Iran sebagai sekadar “sentuhan cinta”.

Investor juga terus memantau perkembangan di Timur Tengah. Sekretaris Negara Marco Rubio memperkirakan ada kejelasan sikap Iran hari ini. Di sisi lain, optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) memicu reli saham memori. Saham Micron Technology melonjak 15% dan Sandisk melesat 16% pada perdagangan Jumat.

Keith Buchanan, Senior Portfolio Manager di Globalt Investments, menyuarakan sikap skeptis. Ia menilai pasar saat ini mengabaikan risiko geopolitik. Buchanan menyoroti tingginya valuasi saham yang didorong oleh euforia pengeluaran AI.

“Pasar memperdagangkan valuasi yang tidak menunjukkan risiko yang kami lihat di luar sana,” ujar Buchanan dalam wawancara dengan CNBC.

Buchanan mengacu pada potensi konflik Timur Tengah yang berlangsung lebih lama dari perkiraan. Hal ini dikhawatirkan memberi dampak buruk bagi konsumen. Ia melihat ekonomi saat ini sangat bergantung pada sentimen AI.

“Ini adalah kisah tentang pengeluaran AI dan efek riaknya – serta pendapatan juga – yang benar-benar menggerakkan ekonomi yang, tanpa pengeluaran dan optimisme tersebut, mungkin akan sangat lesu,” jelasnya.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Awas! Harga Emas Ambruk 2% ke Level US$4500, Diramal Jatuh Lebih Parah

Equityworld Futures | Awas! Harga Emas Ambruk 2% ke Level US$4500, Diramal Jatuh Lebih Parah

Equityworld Futures | Harga emas ambruk 2% pada Senin seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong penguatan dolar AS serta memperkuat kekhawatiran inflasi, sehingga menjaga ekspektasi suku bunga tetap tinggi.

Equityworld Futures | Ketegangan Hormuz Tekan Harga Emas, Risiko Inflasi Meningkat

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (4/5/2026) ditutup di US$ 4520,40 per troy ons. Harganya ambruk 2,02%. Dalam dua hari terakhir, harga emas selalu melemah dan jatuh 2,2%.

Harga penutupan kemarin menjadi yang terendah sejak 30 Maret 2026 atau lebih dari sebulan.

Harga emas belum membaik pada hari ini. Pada Selasa (5/5/2026) pukul 06.36 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4519,30 per troy ons atau melandai 0,02%.

“Berita terbaru jelas tidak memberi keyakinan bahwa situasi akan baik-baik saja, dan kembali memunculkan kekhawatiran inflasi, disertai sinyal kebijakan suku bunga yang cukup hawkish ke pasar,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities, dikutip dari Refinitiv.

Iran menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz dan membakar pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab, setelah upaya Presiden Donald Trump menggunakan Angkatan Laut AS untuk membuka jalur pelayaran justru memicu eskalasi terbesar sejak gencatan senjata empat minggu lalu.

Dolar AS menguat dan harga minyak Brent melonjak lebih dari 5%. Penguatan dolar membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Di sisi lain, lonjakan harga energi memperbesar kekhawatiran inflasi, sehingga memperkuat spekulasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Barclays menjadi salah satu dari sejumlah lembaga yang memperkirakan tidak akan ada pelonggaran kebijakan dari Federal Reserve tahun ini.

Pekan lalu, The Fed mempertahankan suku bunga dalam keputusan yang paling terpecah sejak 1992, di tengah kekhawatiran meningkatnya dampak harga energi terhadap ekonomi.

Data penting yang akan dirilis pekan ini mencakup lowongan kerja AS, laporan ketenagakerjaan ADP, serta laporan payroll April.

Meski emas berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, daya tariknya menurun dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

“Saya melihat level support kuat di sekitar US$4.200 untuk emas. Namun ketidakpastian dan potensi kenaikan suku bunga bisa mendorong sebagian trader keluar dari posisi dalam jangka pendek,” tambah Melek.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Brent 4 Mei Rebound Mendekati $110 Karena Ketegangan di Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga Minyak Brent 4 Mei Rebound Mendekati $110 Karena Ketegangan di Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga minyak mentah acuan dunia atau minyak Brent rebound setelah 2 hari berturut merosot pada perdagangan pasar komoditas internasional sesi Eropa hari Senin (4/5/2026).

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk, Nasibnya Ditentukan Negosiasi AS dan Iran

Harga minyak mentah Brent naik mendekati $110 per barel setelah laporan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dimana sebuah kapal tanker di tembak setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk memandu kapal melalui jalur air tersebut.

Iran juga memperingatkan akan menargetkan pasukan AS mana pun yang memasuki selat sempit itu dan memperingatkan kapal komersial dan kapal tanker minyak agar tidak bergerak tanpa koordinasi dengan militernya, yang menggarisbawahi peningkatan risiko terhadap arus pasokan.

Sebelumnya Presiden Trump mengatakan AS akan membantu kapal-kapal yang selama ini terdampar di sekitar Selat Hormuz pasca perang terjadi mulai Senin pagi, waktu Timur Tengah.

Posisi harga minyak mentah turun mendapat sentimen dari laporan Teheran yang sedang meninjau tanggapan Washington terhadap proposal 14 poin terbarunya, menjaga harapan untuk resoluqsi diplomatik tetap hidup.

Harga spot minyak Brent berada di posisi $109,63 atau naik 1,33%, untuk kontrak berjangka bulan Juli 2026 yang paling banyak diperdagangkan naik 1,34% menjadi $109,62 per barel.

Demikian Harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,23% menjadi $103,28 per barel.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent akan bertemu kisaran resisten di 110,60 – 115,20 dan support di 106,10 – 100,30.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Tergelincir Tersengat Sentimen Harga Minyak hingga The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis, (30/4/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi di tengah wall street yang bervariasi karena harga minyak dunia yang memperpanjang kenaikan di tengah blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran. Sementara itu, the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Babak Belur Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Mengutip CNBC, harga minyak naik setelah the Wall Street Journal mengutip pejabat Amerika Serikat melaporkan Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan anak buah-nya untuk bersiap menghadapi blokade Iran yang berkepanjangan. Harga minyak memperpanjang kenaikan setelah Axios melaporkan Trump menolak proposal Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz, menandakan blokade angkatan laut AS akan tetap berlaku sampai kesepakatan mengenai program nulir Iran tercapai.

Harga minyak Brent naik 1,96% menjadi USD 120 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,2% menjadi USD 107,09.

Di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,43%. Di sisi lain, bursa saham Jepang turun setelah libur. Indeks Nikkei 225 turun 0,91%. Sementara itu, indeks Topix merosot 1,48%.

Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,36%, sedangkan indeks Kosdaq melemah 0,25%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan pada 25.729, dibandingkan penutupan indeks pada Rabu pekan ini di 26.111,84.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka yang terkait dengan S&P 500 naik 0,3%. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 bertambah 0,5%. Indeks Dow Jones turun 0,2%.

Di wall street, indeks Dow Jones ditutup merosot pada Rabu waktu setempat. Indeks 30 saham itu turun 280,12 poin, atau 0,57% menjadi 48.861,81. Indeks S&P 500 terpangkas 0,04% dan ditutup ke 7.135,95. Indeks Nasdaq sedikit naik 0,04% menjadi 24.673,24.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Tergelincir Tersengat Sentimen Harga Minyak hingga The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis, (30/4/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi di tengah wall street yang bervariasi karena harga minyak dunia yang memperpanjang kenaikan di tengah blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran. Sementara itu, the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Babak Belur Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Mengutip CNBC, harga minyak naik setelah the Wall Street Journal mengutip pejabat Amerika Serikat melaporkan Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan anak buah-nya untuk bersiap menghadapi blokade Iran yang berkepanjangan. Harga minyak memperpanjang kenaikan setelah Axios melaporkan Trump menolak proposal Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz, menandakan blokade angkatan laut AS akan tetap berlaku sampai kesepakatan mengenai program nulir Iran tercapai.

Harga minyak Brent naik 1,96% menjadi USD 120 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,2% menjadi USD 107,09.

Di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,43%. Di sisi lain, bursa saham Jepang turun setelah libur. Indeks Nikkei 225 turun 0,91%. Sementara itu, indeks Topix merosot 1,48%.

Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,36%, sedangkan indeks Kosdaq melemah 0,25%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan pada 25.729, dibandingkan penutupan indeks pada Rabu pekan ini di 26.111,84.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka yang terkait dengan S&P 500 naik 0,3%. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 bertambah 0,5%. Indeks Dow Jones turun 0,2%.

Di wall street, indeks Dow Jones ditutup merosot pada Rabu waktu setempat. Indeks 30 saham itu turun 280,12 poin, atau 0,57% menjadi 48.861,81. Indeks S&P 500 terpangkas 0,04% dan ditutup ke 7.135,95. Indeks Nasdaq sedikit naik 0,04% menjadi 24.673,24.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | IHSG Rawan Koreksi Mengekor Pelemahan Wall Street

Equityworld Futures | IHSG Rawan Koreksi Mengekor Pelemahan Wall Street

Equityworld Futures | Sejumlah analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal kembali koreksi mengekor pelemahan kinerja indeks di Wall Street.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis pada Rabu (29/4) Pagi

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman berpendapat indeks komposit bakal bergerak sideways dengan cenderung melemah sepanjang hari ini.

“IHSG berpotensi bergerak sideways cenderung melemah hari ini,” kata Fanny lewat riset dikutip Rabu (29/4/2026).

Fanny mematok level support IHSG berada di kisaran 6.900 sampai 7.000. Sementara itu, level resistance IHSG diperkirakan bertahan di kisaran 7.100 sampai 7.200.

Saham-saham AS melemah pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan S&P 500 Index turun dari rekor tertingginya, dipimpin oleh penurunan saham semikonduktor dan perusahaan teknologi lainnya.

S&P 500 Index turun 0,5%, dengan saham chip seperti Nvidia Corp., Broadcom Inc., dan Micron Technology Inc. menjadi penekan terbesar berdasarkan poin. Nasdaq 100 Index turun 1%. Sementara itu, minyak mentah Brent naik hampir 3% menjadi $111 per barel.

Koreksi itu belakangan disebabkan karena OpenAI gagal memenuhi target akuisisi pengguna baru dan penjualan selama beberapa bulan terakhir.

Di sisi lain, kontrak berjangka saham menunjukkan Sydney akan dibuka lebih rendah, sementara Hong Kong diperkirakan mencatat kenaikan tipis. Tokyo tutup karena hari libur.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyematkan level support di level 7.000 dengan pivot dan resistance masing-masing 7.200 dan 7.100.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menyoroti musim laporan keuangan emiten kuartal I-2026 yang akan ikut membentuk ekspektasi pasar nantinya.

“Dari domestik, investor mencermati earning season 1Q26 dan maraknya aksi korporasi emiten termasuk dividen dan right issue,” dikutip dari riset.

Sebelumnya, IHSG ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,48% di posisi 7.072 pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026).

Sejumlah saham berkapitalisasi besar, atau saham big caps menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan.

Saham–saham konsumen primer, saham barang baku, dan saham infrastruktur mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing melemah mencapai 1,61%, 1,48% dan 0,83%.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik pada Selasa (28/4) Pagi, Investor Menimbang Perundingan Damai Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik pada Selasa (28/4) Pagi, Investor Menimbang Perundingan Damai Iran

Equityworld Futures | Harga minyak naik pada perdagangan Selasa (28/4/2026) pagi. Pukul 07.32 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 96,64 per barel, naik 0,28% dari sehari sebelumnya.

Equityworld Futures | Kabar Buruk: Harga Emas Ambruk, Dunia Cemas Tunggu Aba-Aba dari AS

Mengutip Bloomberg, harga minyak menguat karena para pedagang mempertimbangkan langkah selanjutnya menuju perundingan perdamaian terkait perang Iran, dimana AS membahas proposal dari Iran, sementara Selat Hormuz tetap hampir tidak dapat dilewati.

Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan untuk membahas proposal tersebut, tetapi tetap mempertahankan pendiriannya.

Gencatan senjata secara umum telah berlaku sejak awal April, tetapi blokade Selat Hormuz oleh Iran dan AS mengurangi lalu lintas haran di jalur tersebut hingga nyaris nol.

“Masih ada ekspektasi yang berlaku bahwa arus akan kembali normal pada Mei dan Juni, yang membatu harga minyak tetap terkendali,” kata Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Group.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Design a site like this with WordPress.com
Get started