Equityworld Futures | Emas Tertahan, Ketidakpastian Timur Tengah Menekan Sentimen

Equityworld Futures | Emas Tertahan, Ketidakpastian Timur Tengah Menekan Sentimen

Equityworld Futures | Harga emas bergerak terbatas pada perdagangan Eropa Kamis (9/4) setelah kenaikan tipis sesi sebelumnya, ketika investor memantau ketegangan Timur Tengah yang kembali meningkat dan berpotensi menguji gencatan senjata dua pekan AS-Iran. Spot gold naik 0,2% ke US$4.730,24/oz pada 05:30 ET, sementara kontrak berjangka emas AS Juni turun 0,4% ke US$4.756,09/oz.

Equityworld Futures | Harga Emas Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan

Pada Rabu, emas ditutup naik 0,3% setelah sempat menguat hingga sekitar 3% menyusul pengumuman jeda konflik yang dimediasi Pakistan. Namun sentimen tetap rapuh karena serangan Israel di Lebanon berlanjut, sementara Iran menyebut pembicaraan damai dengan AS “tidak masuk akal” dalam kondisi saat ini. Iran juga menghentikan lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz, dan Presiden Donald Trump mengatakan militer AS akan tetap berada di sekitar Iran sampai tercapai “real agreement”.

Minyak terkoreksi tajam setelah pengumuman ceasefire, tetapi rebound moderat pada Kamis menegaskan pasar masih menilai risiko pasokan dan inflasi belum hilang sepenuhnya. Kanal inflasi energi ini tetap penting bagi emas: kenaikan minyak cenderung memperpanjang kekhawatiran inflasi dan menahan ruang pelonggaran kebijakan, sementara ketidakpastian geopolitik biasanya menopang permintaan lindung nilai.

Fokus berikutnya beralih ke rilis CPI AS Maret pada Jumat untuk mengukur seberapa besar guncangan energi mulai merembes ke inflasi, dan implikasinya terhadap jalur kebijakan The Fed. Dolar AS yang stabil setelah turun 0,7% pada sesi sebelumnya juga membatasi kenaikan emas lebih lanjut.

Di logam lain, perak spot relatif datar di US$74,10/oz, sementara platinum turun 0,5% ke US$2.021,59/oz.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Hari Ini Turun usai Trump Sepakat Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga Minyak Hari Ini Turun usai Trump Sepakat Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik di Atas 2%, Dipicu Harapan Gencatan Senjata Iran dan AS

Setelah pengumuman itu, minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 20 dolar AS per barel pada perdagangan Rabu (8/4/2026).

Menukil Reuters, minyak mentah WTI untuk pengiriman Mei turun 18,10 dolar AS per barel atau 16,02 persen menjadi menjadi 94,85 dolar AS per barel pada 23.20 GMT, setelah sempat mencapai harga 91,05 dolar AS per barel, terendah sejak 26 Maret.

Sementara berdasarkan catatan Bloomberg, minyak mentah Brent turun menjadi 107 dolar AS per barel, setelah menetap di posisi 109,27 dolar AS per barel.

Pengumuman gencatan senjata itu datang menjelang batas waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz —tempat 20 persen lalu lintas perdagangan minyak dunia— ditetapkan.

Pengumuman itu dibuat di media sosial, di mana pada Selasa (7/4/2026) Trump mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban Iran dalam semalam jika tidak kunjung membuka Selat Hormuz.

Namun, Iran mengatakan akan menghentikan perang jika serangan terhadapnya berhenti, sehingga transit yang aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan selama dua minggu dalam koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran.

Sementara itu, sejak perang AS-Israel dan Iran dimulai pada akhir Maret, harga minyak telah mengalami lonjakan lebih dari 50 persen.

Meski begitu, Trump mengatakan, Gedung Putih telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang disebutnya sebagai dasar yang bisa diterapkan untuk bernegosiasi. Bahkan, ada kemungkinan para pihak akan mencapai perdamaian untuk jangka panjang.

“Ini awal yang baik dan dapat membuka jalan menuju pembukaan kembali yang lebih permanen – tetapi masih banyak hal yang harus diselesaikan,” tulis analis IG, Tony Sycamore dalam sebuah catatan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Ancaman Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Merangkak Naik

Equityworld Futures | Ancaman Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Merangkak Naik

Equityworld Futures | Harga minyak naik pada Minggu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka. Harga minyak Brent naik 1,4% menjadi US$ 110,60 per barel sementara minyak mentah AS naik 1,8% menjadi US$ 113,60 per barel.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Tenggat Waktu Trump untuk Iran Membuat Pasar Waspada

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya jadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!! Buka selat itu sekarang juga, kalian orang gila, atau kalian akan hidup dalam neraka – LIHAT SAJA!” tulis Trump di Truth Social, dikutip dari CNN, Selasa (7/4/2026).

Pernyataan Trump direspons salah satu pejabat senior Iran yang menyebut Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai negaranya mendapat kompensasi penuh atas kerusakan akibat perang.

Trump sebelumnya memberikan ultimatum dua hari kepada Iran pada 21 Maret, namun kemudian memperpanjang batas waktunya hingga 6 April. Ancaman ini sangat kontras dengan pernyataan Trump pekan lalu yang menyebut bahwa AS tidak membutuhkan Selat Hormuz.

man bertemu dengan Iran pada Minggu untuk membahas kemungkinan membuka jalur pelayaran di selat tersebut. Sementara negara-negara OPEC+ menyatakan kekhawatiran terhadap serangan ke fasilitas energi oleh AS.

Dalam pernyataan resmi, negara-negara produsen minyak itu menegaskan bahwa pemulihan permintaan minyak itu mahal dan membutuhkan waktu lama, sambil menyepakati peningkatan produksi 206.000 barel per hari mulai Mei.

Gangguan pasokan minyak ini mendorong harga bensin rata-rata di AS ke level tertinggi sejak 2022. Harga bensin mencapai US$ 4,11 per galon pada Minggu, menurut data AAA. Angka ini naik hampir 38% sejak perang dimulai.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Melesat Usai Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Melesat Usai Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran

Equityworld Futures | Harga minyak naik pada hari Minggu (Senin waktu Jakarta), di mana minyak mentah Amerika Serikat (AS) menembus angka USD 114 per barel. Hal ini setelah Presiden AS Donald Trump memberi Iran waktu hingga Selasa untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listriknya.

Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Usai Ancaman Trump ke Iran Menguat

Dikutip dari CNBC, Senin (6/4/2026), harga minyak mentah Brent yang merupakan harga patokan internasional melonjak 2,35% menjadi USD 114,16 per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS naik 1,72% menjadi USD 110,91 per barel.

Pada hari Minggu, Trump memperingatkan dalam sebuah unggahan media sosial yang penuh kata-kata kasar bahwa Iran akan “hidup di neraka” jika mereka tidak membuka selat tersebut. Trump mengancam akan membom pembangkit listrik dan jembatan negara itu.

Trump kemudian memposting “Selasa, 8:00 PM Waktu Bagian Timur!” tanpa penjelasan lebih lanjut.

Iran secara efektif menutup Selat tersebut melalui serangan terhadap kapal tanker minyak. Jalur laut ini menghubungkan Teluk Persia ke pasar dunia. Sekitar 20% pasokan global melewati Selat tersebut sebelum perang.

Penutupan Selat tersebut telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah. Harga minyak mentah, bahan bakar jet, solar, dan bensin telah melonjak sejak perang dimulai.

Trump mengatakan dalam pidato nasional Rabu lalu bahwa perang akan berlanjut selama dua atau tiga minggu.

Menurut TD Securities, hampir 1 miliar barel akan hilang hingga akhir bulan, yang terdiri hingga 600 juta barel minyak mentah dan sekitar 350 juta barel produk olahan.

“Dengan konflik yang diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga pertengahan April, perhitungan produksi barel menjadi semakin suram,” kata Ahli Strategi Komoditas Senior TD Securities Ryan McKay.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Menguat Tersengat Harapan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Menguat Tersengat Harapan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Indeks saham utama di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026), didorong optimisme pasar terhadap potensi meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen ini turut mengangkat kepercayaan investor di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi

Mengutip CNBC International, Kamis (2/4/2026), indeks Dow Jones Industrial Average naik 224,23 poin atau 0,48% ke level 46.565,74. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,72% ke posisi 6.575,32, dan Nasdaq Composite melonjak 1,16% menjadi 21.840,95.

Penguatan bursa saham ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut presiden Iran telah mengajukan permintaan gencatan senjata. Namun, Trump menegaskan bahwa AS hanya akan mempertimbangkan hal tersebut jika jalur strategis Selat Hormuz dipastikan aman dan terbuka.

Sebelumnya, Trump juga menyampaikan bahwa penarikan pasukan AS dari Iran berpotensi dilakukan dalam waktu dua hingga tiga pekan. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa konflik mendekati tahap akhir.

Pada sisi lain, pasar energi merespons dengan arah berlawanan. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 1,24% ke level US$ 100,12 per barel, sedangkan Brent crude terkoreksi 2,7% ke posisi US$ 101,16 per barel. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat konflik.

Chief Investment Strategist Madison Investments Patrick Ryan menilai pasar mulai mengantisipasi adanya penyelesaian konflik dalam waktu dekat. “Pasar tampaknya melihat peluang resolusi dalam beberapa minggu ke depan,” ujarnya.

Optimisme tersebut sebenarnya telah terlihat sejak akhir Maret, ketika pasar saham global mencatat kenaikan pada penutupan bulan.

Sentimen positif juga didukung laporan yang menyebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuka peluang untuk mengakhiri konflik dengan sejumlah syarat, termasuk pengakuan hak Iran dan jaminan keamanan di masa depan.

Namun, pelaku pasar tetap diminta waspada. Ryan menilai volatilitas masih berpotensi tinggi selama belum ada kepastian resmi terkait berakhirnya konflik.

Saat ini, investor menanti pidato lanjutan Trump yang diharapkan memberikan arah lebih jelas mengenai perkembangan konflik serta kebijakan pemerintah AS ke depan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik Tipis Rabu (1/4) Pagi, Brent Kembali Reli Usai Rekor Kenaikan Maret

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik Tipis Rabu (1/4) Pagi, Brent Kembali Reli Usai Rekor Kenaikan Maret

Equityworld Futures | Harga minyak dunia kembali menguat pada awal perdagangan Rabu (1/4/2026), dengan kontrak Brent front-month melanjutkan reli setelah mencatat kenaikan bulanan tertinggi sepanjang sejarah pada Maret.

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Pembeli XAU/USD tetap dibatasi di bawah $4.600

Melansir Reuters, kontrak Brent untuk pengiriman Juni naik 66 sen atau 0,63% ke level US$104,63 per barel pada pukul 00.10 GMT.

Berdasarkan data LSEG, Brent mencatat lonjakan hingga 64% sepanjang Maret, kenaikan bulanan terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1988.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk Mei naik 96 sen atau 0,95% ke US$102,34 per barel. Kontrak WTI Juni juga menguat 0,49% ke level US$93,62 per barel.

Kenaikan harga terjadi di tengah volatilitas tinggi di Timur Tengah. Meski ada sinyal diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik, risiko gangguan pasokan masih membayangi pasar.

Analis LSEG menilai, kombinasi terbatasnya kemajuan diplomasi, serangan terhadap jalur pelayaran, serta ancaman terhadap infrastruktur energi membuat risiko pasokan tetap condong ke arah kenaikan harga.

Harga minyak sempat melemah lebih dari US$3 pada perdagangan Selasa setelah muncul laporan yang belum terkonfirmasi bahwa Iran siap mengakhiri perang.

Presiden AS Donald Trump juga menyebut konflik bisa berakhir dalam dua hingga tiga pekan.

Namun, analis menilai meskipun konflik mereda, kerusakan infrastruktur energi berpotensi membuat pasokan tetap ketat dalam jangka pendek.

Selain itu, Trump mengindikasikan perang bisa dihentikan sebelum Selat Hormuz dibuka kembali. Kondisi ini memperbesar ketidakpastian pasar energi.

Di sisi lain, survei Reuters menunjukkan produksi minyak OPEC turun 7,3 juta barel per hari pada Maret akibat gangguan ekspor terkait penutupan Selat Hormuz.

Sejalan dengan itu, proyeksi harga minyak global juga direvisi naik tajam. Survei ekonom Reuters memperkirakan harga Brent rata-rata mencapai US$82,85 per barel pada 2026, melonjak sekitar 30% dibanding proyeksi Februari sebesar US$63,85—kenaikan tahunan terbesar sejak data dikumpulkan pada 2005.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Terkoreksi, Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global

Equityworld Futures | Wall Street Terkoreksi, Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street merosot pada perdagangan, Senin, 30 Maret 2026, terimbas harga minyak dunia yang terus melonjak.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Dua Hari Beruntun, Tapi Cetak Penurunan Bulanan

Mengutip CNBC, indeks utama kompak turun pada Senin malam. Futures S&P 500 tercatat melemah 0,4 persen, sementara futures Nasdaq 100 turun lebih dalam sebesar 0,7 persen. Sedangkan futures Dow Jones Industrial Average terkoreksi 145 poin atau sekitar 0,3 persen.

Tekanan terhadap pasar saham terjadi seiring kenaikan harga minyak global, setelah laporan Bloomberg menyebut Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait di perairan Dubai. Meski otoritas Dubai memastikan seluruh awak kapal selamat, insiden tersebut tetap memicu kekhawatiran pasar.

Harga minyak mentah Brent berjangka dilaporkan naik sekitar 2 persen, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak hingga 3 persen dalam perdagangan lanjutan.

Pada sesi reguler sebelumnya, pergerakan indeks Wall Street juga cenderung bervariasi. Indeks S&P 500 turun 0,39 persen dan mencatat penurunan tiga hari berturut-turut. Indeks Nasdaq Composite melemah 0,73 persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average justru menguat tipis 0,11 persen atau naik 49,50 poin.

Penurunan S&P 500 membuat indeks tersebut kini terkoreksi lebih dari 9 persen dari level penutupan tertingginya, terutama akibat tekanan di sektor teknologi yang turun lebih dari 1 persen.

Kepala Strategi Pasar BRiley Wealth Management, Art Hogan, menilai pelemahan pasar saat ini masih tergolong wajar sebagai bagian dari siklus koreksi.

“Ada beberapa narasi yang beredar, tetapi saya pikir investor jangka panjang harus ingat bahwa koreksi 10% adalah hal yang normal. Itu terjadi sepanjang waktu. Rata-rata, setiap dua tahun kita mengalami koreksi 10 persen,” ujarnya seperti dikutip dari CNBC.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga BBM Diprediksi Naik 10% per 1 April 2026, RON 92 Melonjak Segini

Equityworld Futures | Harga BBM Diprediksi Naik 10% per 1 April 2026, RON 92 Melonjak Segini

Equityworld Futures | Konflik geopolitik di Timur Tengah khususnya perang antara Iran dengan Amerika Serikat–Israel serta pembatasan di jalur strategis Selat Hormuz berdampak pada lonjakan harga minyak global. Kondisi ini turut mendorong penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia secara bertahap.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Berpotensi Melesat Pekan Ini, Analis Ungkap Sentimennya

Pengamat Ekonomi Wisnu Wibowo mengatakan, kenaikan harga BBM non-subsidi merupakan konsekuensi dari lonjakan harga minyak dunia. Sebagai contoh, harga minyak Brent untuk kontrak berjangka Mei naik 2,92% menjadi USD 115,86 per barel pada awal perdagangan hari ini.

Dengan lonjakan harga minyak dunia tersebut, harga BBM diproyeksi bisa naik antara 5%-10%. Dengan kisaran kenaikan itu, harga BBM RON 92 diperkirakan akan naik Rp 1.000.

“Range kenaikan segitu dalam kondisi normal. Jadi bisa dihitung kenaikannya, jika Pertamax RON 92 Rp 12.000-an misalnya, ya antara Rp 1.000-an,” ujar dia kepada Liputan6.com, Senin (30/3/2026).

Sebagai informasi, pada periode Februari ke Maret 2026, sejumlah produk BBM non-subsidi di tanah air mengalami kenaikan. Pertamax naik dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 menjadi Rp12.900, serta Pertamax Turbo dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter.

Untuk jenis solar non-subsidi, harga Dexlite naik dari Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar masih ditahan masing-masing di harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Dia menjelaskan, mekanisme penentuan harga BBM non-subsidi disesuaikan secara berkala mengikuti tren harga minyak dunia, khususnya acuan Mean of Platts Singapore (MOPS) dan Argus yang merupakan lembaga independen yang juga menentukan harga komoditas global.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Naik 1% Kamis (26/3) Pagi: Brent ke US$103,35 & WTI ke US$91,40

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Naik 1% Kamis (26/3) Pagi: Brent ke US$103,35 & WTI ke US$91,40

Equityworld Futures | Harga minyak naik pada Kamis (26/3/2026), memulihkan sebagian kerugian sehari sebelumnya, saat investor meninjau kembali prospek meredanya konflik di Timur Tengah setelah Iran mengatakan masih meninjau proposal gencatan senjata dari AS yang telah mengganggu aliran energi global.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melonjak Didorong Penurunan Harga Minyak 26 Maret 2026

Melansir Reuters, minyak mentah Brent naik US$1,13 atau 1,1% menjadi US$103,35 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik US$1,08 atau 1,2% menjadi US$91,40 per barel. Kedua patokan ini sebelumnya anjlok lebih dari 2% pada Rabu (25/3/2026).

Meski sedang meninjau proposal, Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa negara tersebut tidak berniat mengadakan perundingan untuk mengakhiri konflik yang semakin meluas di Timur Tengah.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Presiden Donald Trump akan menekan Iran lebih keras jika Teheran gagal menerima kenyataan bahwa negara tersebut “telah dikalahkan secara militer.”

“Optimisme terkait gencatan senjata memudar,” kata Tsuyoshi Ueno, ekonom senior di NLI Research Institute.

Ia menambahkan bahwa standar yang ditetapkan Washington tampak tinggi, membuat harga minyak rentan terhadap volatilitas lebih lanjut tergantung pada negosiasi dan tindakan militer kedua belah pihak.

Proposal 15 poin Trump, yang disampaikan melalui Pakistan, mencakup penghapusan stok uranium tinggi Iran, penghentian pengayaan uranium, pengurangan program rudal balistik, dan penghentian pendanaan untuk sekutu regional, menurut tiga sumber kabinet Israel yang mengetahui rencana tersebut.

Konflik ini hampir menghentikan seluruh pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur yang biasanya menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia.

Badan Energi Internasional (IEA) menyebutnya sebagai gangguan pasokan minyak terbesar sepanjang sejarah.

India membeli kargo gas petroleum cair (LPG) pertama dari Iran dalam beberapa tahun setelah AS sementara mencabut sanksi terhadap minyak dan bahan bakar olahan Teheran, menurut sumber.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta kepala IEA Fatih Birol untuk pelepasan stok minyak tambahan secara terkoordinasi, sebagai upaya Tokyo menghadapi potensi konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.

Produksi minyak Irak menurun, dengan tangki penyimpanan mencapai kapasitas kritis, kata tiga pejabat energi Irak pada Rabu.

Menambah kekhawatiran pasokan, setidaknya 40% kapasitas ekspor minyak Rusia terhenti akibat serangan drone Ukraina, serangan yang diperdebatkan pada pipa utama, dan penyitaan kapal tanker, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data pasar.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Minyak Ambles 5%, Harapan Damai Timur Tengah Tekan Harga

Equityworld Futures | Minyak Ambles 5%, Harapan Damai Timur Tengah Tekan Harga

Equityworld Futures | Harga minyak dunia kembali tertekan pada perdagangan Rabu pagi (25/3/2026), dengan penurunan mendekati 5% seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Equityworld Futures | Harga Emas Terbang Lagi, Tapi ‘Aroma’ Bahaya Makin Tercium

Mengacu data Refinitiv per pukul 10.25 WIB, harga minyak Brent berada di US$99,11 per barel, turun dari posisi US$104,49 pada penutupan sebelumnya.

Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat di US$88,48 per barel, melemah dari US$92,35. Koreksi ini menandai pembalikan arah setelah lonjakan tajam yang sempat terjadi di awal pekan.

Jika ditarik lebih jauh, pergerakan harga dalam beberapa hari terakhir menunjukkan volatilitas tinggi. Brent sempat menyentuh US$112,19 pada 20 Maret, sebelum perlahan turun ke kisaran US$90-an. WTI juga bergerak serupa, dari US$98,32 menjadi di bawah US$90 dalam waktu singkat.

Melansir dari Reuters, penurunan ini dipicu meningkatnya ekspektasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah AS dilaporkan telah mengirimkan proposal perdamaian berisi 15 poin untuk mengakhiri konflik yang selama ini mengganggu distribusi energi global.

Analis Nissan Securities Investment Hiroyuki Kikukawa menyebut pasar mulai melakukan aksi ambil untung setelah harga sempat melonjak. Ekspektasi meredanya konflik mendorong pelaku pasar untuk mengurangi posisi, meski arah negosiasi masih belum pasti.

Selama konflik berlangsung, distribusi minyak dan gas global terganggu, terutama di Selat Hormuz jalur vital yang menampung sekitar seperlima pasokan energi dunia. Gangguan ini bahkan disebut sebagai salah satu yang terbesar oleh Badan Energi Internasional (IEA).

Di tengah situasi tersebut, Arab Saudi meningkatkan ekspor melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah hingga mendekati 4 juta barel per hari. Langkah ini menjadi penyangga sementara untuk menjaga aliran pasokan global di luar jalur Hormuz.

Sinyal lain yang meredakan pasar datang dari Iran, yang menyatakan kapal non-hostile masih dapat melintas di Selat Hormuz dengan koordinasi tertentu. Pernyataan ini sedikit menurunkan kekhawatiran pasar terhadap potensi penutupan jalur strategis tersebut.

Meski begitu, risiko belum sepenuhnya sirna. Ketegangan militer di kawasan masih berlangsung, dan setiap eskalasi baru terutama yang menyasar fasilitas energi berpotensi mendorong harga kembali melonjak.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Design a site like this with WordPress.com
Get started