Equityworld Futures | Wall Street Pulih Berkat Reli Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Pulih Berkat Reli Saham Teknologi

Equityworld Futures | Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didorong oleh kenaikan yang kuat di sektor teknologi, sementara investor menunggu laporan pendapatan Nvidia.

Equityworld Futures | Bruk! Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Hampir 2% dalam 24 Jam, Ada Apa?

Mengutip Xinhua, Rabu, 25 Februari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 370,44 poin, atau 0,76 persen, menjadi 49.174,5. Indeks S&P 500 bertambah 52,32 poin, atau 0,77 persen, menjadi 6.890,07. Indeks Nasdaq Composite meningkat sebesar 236,41 poin, atau 1,04 persen, menjadi 22.863,68.

Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir positif. Sektor barang konsumsi non-esensial dan industri memimpin kenaikan, masing-masing naik 1,58 persen dan 1,23 persen. Sektor kesehatan dan energi memimpin penurunan, masing-masing turun 0,53 persen dan 0,11 persen.

Saham Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 8,77 persen setelah pengumuman perjanjian multi-tahun dengan Meta. Kemitraan strategis ini melibatkan penyebaran hingga enam gigawatt unit pemrosesan grafis AMD untuk pusat data kecerdasan buatan. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Meta juga akan berinvestasi di perusahaan semikonduktor tersebut melalui waran berbasis kinerja hingga 160 juta saham.

Ekonomi AS tumbuh positif

Dari segi ekonomi, data awal Februari menunjukkan momentum positif dalam lanskap ketenagakerjaan AS. Menurut perusahaan pemrosesan penggajian ADP, jumlah karyawan swasta meningkat sebesar 12.750 untuk pekan yang berakhir pada 7 Februari. Ini menandai peningkatan mingguan keempat berturut-turut dan merupakan peningkatan mingguan terbesar sejak akhir November tahun sebelumnya.

Kepercayaan konsumen AS juga mengalami sedikit peningkatan pada periode Februari. Conference Board melaporkan indeks kepercayaan konsumennya naik 2,2 poin menjadi 91,2, naik dari angka 89 yang direvisi naik pada Januari.

Setelah pengumuman pendapatan, saham Home Depot naik 1,99 persen, sementara Hims & Hers Health turun 0,32 persen. Saham Whirlpool anjlok 13,87 persen setelah produsen peralatan rumah tangga tersebut mengumumkan rencana untuk menerbitkan saham baru senilai USD800 juta, sebagian untuk mengatasi kewajiban utang.

Sementara itu, saham FedEx ditutup kurang dari satu persen lebih tinggi setelah raksasa pengiriman paket tersebut mengajukan gugatan terhadap pemerintah federal AS terkait pengembalian tarif.

Para pelaku pasar kini dengan saksama menantikan hasil pendapatan triwulanan yang sangat dinantikan dari raksasa chip kecerdasan buatan Nvidia, yang dijadwalkan akan dirilis setelah pasar tutup pada Rabu.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Terkapar, Pasar Asia Menguat

Equityworld Futures | Wall Street Terkapar, Pasar Asia Menguat

Equityworld Futures | Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Selasa (24/2/2026), berlawanan arah dengan Wall Street. Ini terjadi di tengah kekhawatiran baru terkait ancaman tarif Presiden AS Donald Trump dan potensi disrupsi kecerdasan buatan terhadap perusahaan perangkat lunak.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Mengamuk, Tiba-Tiba Sudah Tembus US$5.200 Lagi

Melansir CNBC.com, Investor mencermati pernyataan Trump di Truth Social yang menyebut negara mana pun yang ingin “bermain-main” dengan putusan Mahkamah Agung akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi.

Komentar tersebut muncul setelah Supreme Court of the United States pada Jumat membatalkan tarif yang diberlakukan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act. Sebagai respons, Trump mengatakan akan mengenakan tarif global sebesar 15% berdasarkan Section 122 dari Trade Act 1974.

Pelaku pasar di Asia juga menanti keputusan suku bunga pinjaman utama China atau loan prime rate (LPR). LPR tenor satu tahun menjadi acuan pinjaman komersial baru, sementara LPR lima tahun menjadi patokan untuk kredit properti.

Pasar saham China daratan dibuka kembali setelah libur Tahun Baru Imlek. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Index Hong Kong berada di level 26.869, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 27.081,91.

Di Korea Selatan, KOSPI melanjutkan reli pemecahan rekor dengan kenaikan 0,24%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melonjak 0,56%. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,23%, sementara Topix bergerak datar.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turut menguat 0,12%. Sebaliknya, pada perdagangan semalam di AS, Dow Jones Industrial Average anjlok 1,66%, Nasdaq Composite turun 1,13%, dan S&P 500 melemah 1,04%.

Saham-saham keamanan siber kembali tertekan untuk hari kedua berturut-turut karena investor mengkhawatirkan alat keamanan berbasis kecerdasan buatan yang berpotensi menggeser model bisnis lama di sektor tersebut.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik karena Tensi AS-Iran, Timah Melesat ke USD 46.559/Ton

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik karena Tensi AS-Iran, Timah Melesat ke USD 46.559/Ton

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia terpantau ditutup beragam pada penutupan perdagangan Jumat (20/2). Harga minyak Brent naik pada penutupan karena investor khawatir tentang tindakan militer Amerika Serikat (AS) seiring Presiden Donald Trump yang mendesak Iran untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.

Equityworld Futures | Harga Emas Memperpanjang Kenaikan

Dikutip dari Reuters, Senin (23/2) harga minyak mentah Brent berjangka ditutup USD 71,76 per barel, naik 10 sen atau 0,14 persen. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup USD 66,39 per barel, turun 4 sen atau 0,06 persen.

Trump sebelumnya sudah mengatakan bahwa ada hal-hal buruk yang akan terjadi pada Iran jika tidak ada kesepakatan untuk mengakhiri pengembangan senjata nuklir.

Meski terpengaruh oleh situasi AS-Iran, analis senior di Price Futures Group, Phil Flynn, menjelaskan pasar minyak tidak terpengaruh oleh keputusan Mahkamah Agung AS yang menyatakan penggunaan undang-undang oleh Trump untuk mengenakan tarif global dalam keadaan darurat nasional sebagai tindakan yang tidak konstitusional.

“Keputusan tarif tampaknya tidak terlalu mempengaruhi kami. Saya rasa ada anggapan bahwa tarif akan diterapkan dengan cara lain,” kata Phill.

Selama sepekan, harga minyak mentah baik Brent maupun WTI sama-sama naik lebih dari 5 persen.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Melemah di Tengah Kekhawatiran Kredit dan Ketegangan AS–Iran

Equityworld Futures | Wall Street Melemah di Tengah Kekhawatiran Kredit dan Ketegangan AS–Iran

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (19/2/2026), dengan indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 300 poin. Pelemahan ini dipicu kekhawatiran investor terhadap sektor kredit swasta serta meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melonjak Dua Hari Beruntun, Tembus US$4.997/Troy Ons di Tengah Tensi Geopolitik

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Dow Jones Industrial Average turun 267,5 poin (0,54%) menjadi 49.395,16. Sementara itu, S&P 500 melemah 0,28% ke 6.861,89, dan Nasdaq Composite juga turun 0,31% ke level 22.682,73.

Secara year-to-date, S&P 500 masih mencatat kenaikan tipis 0,2%, sedangkan Dow Jones menguat lebih dari 2%. Sebaliknya, Nasdaq yang didominasi saham teknologi justru turun lebih dari 2% sepanjang 2026.

Tekanan pasar dipicu aksi jual saham perusahaan kredit swasta setelah Blue Owl Capital mengumumkan pengetatan likuiditas investor menyusul penjualan aset pinjaman senilai US$ 1,4 miliar. Langkah ini memicu kekhawatiran investor terhadap potensi risiko dan kerugian di sektor pinjaman swasta yang kurang transparan.

Saham Blue Owl Capital anjlok sekitar 6%, diikuti pelemahan saham manajer aset besar lainnya seperti Blackstone dan Apollo Global Management yang masing-masing turun sekitar 5%.

Selain sektor keuangan, saham teknologi juga tertekan. Saham Salesforce turun lebih dari 1%, sementara Intuit melemah lebih dari 2%. Saham Cadence Design Systems bahkan merosot hampir 3%.

Tekanan pada sektor perangkat lunak terjadi di tengah kekhawatiran bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) berpotensi menggantikan sebagian besar perangkat lunak yang digunakan perusahaan saat ini.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Amazon Lanjutkan Kenaikan

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Amazon Lanjutkan Kenaikan

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (18/2/2026) waktu setempat (Kamis pagi WIB), didorong penguatan saham-saham teknologi raksasa seperti Nvidia dan Amazon.

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Bakal Menguat, Balik Lagi ke Level USD5.000

Kenaikan ini terjadi setelah kekhawatiran investor terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai mereda.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 0,56 persen ke level 6.881,31. Indeks Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi menguat 0,78 persen menjadi 22.753,64.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 0,26 persen ke posisi 49.662,66.

Sepanjang sesi perdagangan, Nasdaq bahkan sempat melonjak hingga 1,4 persen sebelum memangkas sebagian penguatannya pada sesi sore.

Dari sisi sektoral, delapan dari 11 sektor dalam S&P 500 ditutup menguat.
Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 2 persen, disusul sektor consumer discretionary yang naik 1 persen.

Meski indeks menguat, volume transaksi terpantau relatif tipis.

Sebanyak 16,8 miliar saham berpindah tangan di seluruh bursa AS, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang mencapai 20,7 miliar saham.

Penguatan Wall Street terutama ditopang saham Nvidia yang naik 1,6 persen.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Sektor AI di Wall Street Memerah, Bursa Asia Bersiap Terkoreksi

Equityworld Futures | Sektor AI di Wall Street Memerah, Bursa Asia Bersiap Terkoreksi

Equityworld Futures | Bursa saham Asia diprediksi melemah pada perdagangan Jumat (13/2) setelah gelombang sentimen negatif terkait sektor AI menghantam Wall Street. Kondisi ini menekan saham teknologi AS serta Bitcoin, sekaligus mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti obligasi pemerintah (Treasury).

Equityworld Futures | Harga Emas Berjangka Turun 0,1% Jadi USD5.092

Indeks S&P 500 merosot 1,6%, sementara Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi anjlok 2% pada perdagangan Kamis waktu setempat seiring jatuhnya saham-saham berkapitalisasi besar. Pelemahan ini meluas hingga ke sektor logistik dan real estat komersial, sebuah sinyal bahwa investor mulai khawatir akan dampak nyata ekonomi dari demam AI.

Saham Cisco Systems Inc terjun bebas 12% setelah proyeksi margin yang hambar menunjukkan kenaikan harga cip memori mulai membebani perusahaan. Sementara itu, ETF yang melacak perusahaan perangkat lunak turun 2,7%.

Di pasar obligasi, Treasury reli di seluruh kurva, mendorong imbal hasil (yield) dua tahun AS turun lima basis poin dan tenor 10 tahun turun tujuh basis poin ke level 4,1%. Emas dan perak turut melemah, senada dengan Bitcoin yang kembali diperdagangkan di kisaran US$65.700.

Kekhawatiran ini membayangi kontrak berjangka indeks saham di Jepang, Australia, dan Hong Kong. Selain itu, indeks perusahaan China yang melantai di AS merosot hingga 3% pada penutupan Kamis.

Fluktuasi tajam di bursa AS mencerminkan tingginya risiko yang menyertai lonjakan AI serta efek domino yang tidak terduga di berbagai sektor dan wilayah. Kondisi ini memperlihatkan betapa cepatnya perubahan sentimen AI dapat merembet jauh melampaui sektor teknologi.

“Saham perangkat lunak sekarang diperdagangkan seperti saham bank pada tahun 2008,” ujar Nick Ferres, Chief Investment Officer Vantage Point Asset Management di Singapura. “Asia berkinerja baik sepanjang tahun ini, namun saya khawatir akan korelasi dengan pasar global dan adanya aksi lepas aset (tactical unwind),” tambahnya.

Fokus investor kini tertuju pada rilis data inflasi AS bulan Januari yang dijadwalkan keluar Jumat malam. Median perkiraan analis memprediksi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) inti sebesar 2,5% secara tahunan (year-over-year).

Di sisi lain, para pelaku pasar tetap pesimis bahwa Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Maret mendatang. Proyeksi pasar saat ini lebih condong pada kepastian pemangkasan bunga di bulan Juli.

Benjamin Wiltshire dari Citigroup Inc menilai pasar terlalu terlena terhadap prospek inflasi AS. Menurutnya, investor mungkin meremehkan ketahanan konsumen AS, sehingga ekspektasi inflasi kemungkinan akan direvisi sedikit lebih tinggi.

“Pasar seolah memiliki keyakinan bahwa inflasi akan turun,” kata Wiltshire dalam sebuah wawancara. “Padahal, kita masih berada di lingkungan inflasi yang secara struktural lebih tinggi.”

Di pasar komoditas, harga minyak tergelincir akibat sentimen penghindaran risiko yang melanda pasar global. Investor juga masih mencermati perkembangan ketegangan AS-Iran yang terus membayangi prospek pasokan.

Meski diliputi sentimen negatif, masih ada titik terang di bursa AS. Saham Applied Materials Inc melonjak 10% dalam perdagangan setelah jam kerja usai memberikan proyeksi penjualan yang optimis—sinyal bahwa permintaan untuk AI dan semikonduktor memori memicu pembelian peralatan secara masif.

Sementara itu, Anthropic baru saja menyelesaikan pendanaan senilai US$30 miliar dengan valuasi mencapai US$380 miliar. Di sisi lain, OpenAI dikabarkan telah memperingatkan anggota parlemen AS bahwa pesaingnya dari China, DeepSeek, menggunakan metode yang tidak adil dan semakin canggih untuk mengekstrak hasil dari model-model AI terkemuka AS, menurut memo yang ditinjau Bloomberg News.

Dari sisi perdagangan, AS dan Taiwan telah memfinalisasi kesepakatan untuk menurunkan tarif, meningkatkan akses pasar bagi produk Amerika di Asia, dan mengarahkan dana miliaran dolar ke proyek energi serta teknologi AS.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Goyah: Proyeksi Suku Bunga The Fed Goyang Pasar Saham AS

Equityworld Futures | Wall Street Goyah: Proyeksi Suku Bunga The Fed Goyang Pasar Saham AS

Equityworld Futures | Wall Street kembali lesu dengan indeks Nasdaq dan Dow ditutup melemh dan indeks S&P 500 tidak mengalami kemajuan ke arah mana pun karena laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan meredakan kekhawatiran tentang ekonomi tetapi juga memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dapat memperlambat pemotongan suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun US$5.058,64 dan Perak Merosot ke US$82,87 pada Kamis (12/2) Pagi

Rabu (11/2/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 66,74 poin, atau 0,13% menjadi 50.121,40, indeks S&P 500 turun 0,34 poin menjadi 6.941,47 dan Nasdaq Composite melemah 36,01 poin, atau 0,16% ke 23.066,47.

Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Wall Street kembali lesu dengan indeks Nasdaq dan Dow ditutup melemh dan indeks S&P 500 tidak mengalami kemajuan ke arah mana pun karena laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan meredakan kekhawatiran tentang ekonomi tetapi juga memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dapat memperlambat pemotongan suku bunga.

Rabu (11/2/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 66,74 poin, atau 0,13% menjadi 50.121,40, indeks S&P 500 turun 0,34 poin menjadi 6.941,47 dan Nasdaq Composite melemah 36,01 poin, atau 0,16% ke 23.066,47.

Saham dengan penurunan persentase terbesar di Dow adalah International Business Machines. Sedangkan saham dengan kenaikan terbesar adalah Caterpillar, yang naik 4,4% setelah Argus Research secara tajam menaikkan target harga saham tersebut menjadi US$ 820 dari US$ 625.

Di antara 11 sektor industri utama S&P 500, delapan sektor mengalami kenaikan. Jasa keuangan dan jasa komunikasi sama-sama turun lebih dari 1%, dengan sektor energi memimpin kenaikan dengan reli 2,6% diikuti oleh sektor barang konsumsi defensif, yang naik 1,4%.

Sektor teknologi menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan saham chip melonjak tajam dan saham perangkat lunak anjlok, mengakhiri kenaikan selama tiga sesi setelah aksi jual besar-besaran pekan lalu yang dipicu oleh kekhawatiran akan disrupsi yang didorong oleh AI.

Tiga indeks utama Wall Street memulai sesi dengan catatan yang kuat, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencapai level tertinggi dalam lebih dari seminggu setelah laporan penggajian yang dipantau ketat menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS yang jauh lebih cepat dari perkiraan pada bulan Januari, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%.

Namun, kenaikan mereda karena para pedagang mengurangi taruhan untuk pemotongan suku bunga. Meskipun para pedagang masih mengharapkan setidaknya satu pemotongan 25 basis poin pada bulan Juni, probabilitas bahwa suku bunga akan tetap stabil pada bulan itu meningkat menjadi 41% dari 24,8%, menurut data terbaru dari alat FedWatch CME Group.

Julia Hermann, ahli strategi pasar global di New York Life Investments, mengatakan bahwa investor mencerna perubahan pada taruhan penurunan suku bunga “dengan cukup baik” karena mereka menafsirkan laporan pekerjaan yang kuat sebagai kabar baik bagi perekonomian.

“Ini adalah kabar yang membangun karena perekonomian tidak sangat membutuhkan penurunan suku bunga karena pasar kerja telah menunjukkan beberapa tanda kehidupan baru,” katanya.

“Intinya adalah titik keseimbangan antara perekrutan yang cukup kuat untuk menunjukkan kepada kita bahwa perekonomian tangguh tetapi tidak terlalu kuat sehingga menggagalkan ekspektasi untuk pelonggaran kebijakan Fed di masa mendatang.”

Investor selanjutnya akan mengalihkan perhatian mereka ke laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Januari, yang akan dirilis pada hari Jumat.

Indeks semikonduktor Philadelphia naik 2,3%, sementara indeks perangkat lunak S&P 500 turun 2,6%. Raksasa perangkat lunak Microsoft kehilangan 2,2% dan menjadi beban terbesar bagi S&P 500, diikuti oleh Alphabet yang turun 2,4% dan sangat membebani indeks layanan komunikasi.

Perusahaan pialang yang sudah jatuh pada hari Selasa setelah perusahaan rintisan Altruist mengumumkan fitur perencanaan pajak berbasis AI, melanjutkan penurunan mereka pada hari Rabu dengan Charles Schwab dan Ameriprise Financial turun lebih dari 3% sementara LPL Financial kehilangan 6%.

Indeks perbankan S&P 500 yang sensitif terhadap suku bunga turun 2,6%. Saham Robinhood anjlok 8,9%, memimpin penurunan di indeks jasa keuangan, setelah perusahaan pialang ritel tersebut gagal memenuhi ekspektasi pendapatan kuartal keempat.

Saham Generac melonjak 17,9%, menjadikannya saham dengan kenaikan persentase terbesar di S&P 500, setelah hasil kuartal keempatnya.

Sedangkan saham Humana turun 3,3% setelah perusahaan asuransi kesehatan tersebut memperkirakan laba tahun 2026 di bawah perkiraan Wall Street.

Di sisi lain, saham Moderna turun 3,5% setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memutuskan untuk tidak meninjau permohonan perusahaan untuk persetujuan vaksin influenza.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Teknologi Bangkit Usai Aksi Jual Terkait AI

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Teknologi Bangkit Usai Aksi Jual Terkait AI

Equityworld Futures | Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat pada perdagangan di Senin (9/2). Penguatan dipimpin oleh saham teknologi yang mulai pulih usai aksi jual tajam pekan lalu akibat kekhawatiran seputar kecerdasan buatan (AI).

Equityworld Futures | Harga Emas Tiba-tiba Naik 2%, Ternyata Gara-gara Dolar

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,04% ke 50.135,87. S&P 500 menguat 0,47% ke 6.964,82. Sementara Nasdaq Composite melonjak 0,90% ke 23.238,67.

Pada perdagangan Senin, saham-saham teknologi kembali menemukan momentumnya setelah aksi jual besar-besaran pekan lalu yang dipicu sentimen terkait kecerdasan buatan (AI).

Sektor teknologi dalam S&P 500 ditutup naik 1,6 persen atau melanjutkan penguatan pada Jumat lalu setelah mengalami aksi jual tajam pekan lalu. Indeks S&P 500 Software Services naik 2,9 persen atau memulihkan sebagian kerugian untuk hari kedua setelah tujuh hari penurunan beruntun yang dipicu kekhawatiran bahwa AI dapat memperketat persaingan.

Adapun salah satu saham yang melonjak adalah Oracle, yang naik 9,6 persen setelah D.A. Davidson menaikkan rekomendasinya dari netral menjadi beli.

Chief Investment Officer Trust Advisory Services mengatakan sentimen positif untuk saham teknologi juga didorong oleh komentar CEO OpenAI, Sam Altman yang didukung Microsoft. Altman disebut mengatakan kepada karyawan bahwa chatbot AI milik perusahaannya, ChatGPT, kembali mencatat pertumbuhan bulanan di atas 10 persen.

“Pasar sebelumnya berada dalam kondisi sangat jenuh jual, sehingga sedikit kabar baik saja bisa berdampak besar,” kata Lerner.

Terkait ekspektasi pemangkasan suku bunga, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini akan terjadi pada Juni. Hal ini didasarkan alat FedWatch milik CME Group. Waktu tersebut berpotensi bertepatan dengan pengambilalihan jabatan Ketua The Fed oleh Kevin Warsh, yang dinominasikan Presiden AS Donald Trump.

Adapun jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 2,13 banding 1 di NYSE, di mana terdapat 789 saham yang mencapai harga tertinggi baru dan 99 saham yang mencapai harga terendah baru. Di Nasdaq, 2.887 saham naik dan 1.917 saham turun, dengan jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,51 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatatkan 63 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 20 rekor terendah baru, sementara Indeks Nasdaq Composite mencatatkan 165 rekor tertinggi baru dan 127 rekor terendah baru.

Volume perdagangan relatif rendah pada hari Senin dengan sekitar 17,78 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 20,66 miliar saham selama 20 sesi terakhir.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Didorong Saham-saham Produsen Semikonduktor

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Didorong Saham-saham Produsen Semikonduktor

Equityworld Futures | Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup perkasa pada perdagangan Jumat (6/2) dengan Dow Jones Industrial Average (.DJI) yang menembus level psikologis bersejarah 50.000.

Equityworld Futures | Bikin Deg-Degan, Ini Ramalan Terbaru Harga Emas Usai Drama Menegangkan

Pendorongnya adalah lonjakan saham Nvidia (NVDA.O) dan produsen chip lainnya, sementara saham Amazon (AMZN.O) jatuh setelah memperkirakan peningkatan pengeluaran yang tajam untuk infrastruktur Al.

Mengutip Reuters, Nasdaq (.IXIC) naik 2,18 persen menjadi 23.031,21 poin, sementara Dow naik 2,47 persen menjadi 50.115,67 poin, penutupan tertinggi sepanjang masa

Saham Amazon turun 5,6 persen setelah menyatakan rencana peningkatan Capital Expenditure lebih dari 50 persen tahun ini, yang semakin memperketat persaingan untuk mendominasi teknologi Al dan menyusul pengumuman serupa dari Alphabet (GOOGL.O), pada Rabu (11/2).

Namun demikian, saham-saham perusahaan chip melonjak seiring ekspektasi sektor tersebut akan diuntungkan dari peningkatan belanja pusat data AI oleh Amazon dan Alphabet.

Nvidia (NVDA.O), perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia, melesat 7,8 persen. Advanced Micro Devices (AMD.O) naik 8,3 persen dan Broadcom (AVGO.O) menguat 7,1 persen, sementara indeks semikonduktor PHLX (SOX) ditutup naik 5,7 persen.

Reli pada hari Jumat di S&P 500 dan Nasdaq terjadi setelah tiga sesi berturut-turut mengalami penurunan yang dipicu kekhawatiran terkait AI.

Sejumlah saham perangkat lunak tertekan sepanjang pekan ini akibat kekhawatiran bahwa AI dapat meningkatkan persaingan dan menekan margin, sementara investor juga mencermati valuasi yang sudah tinggi setelah lonjakan tajam saham-saham terkait AI dalam beberapa tahun terakhir.

“Perdagangan ini bergejolak, dan terkadang terjadi aksi jual besar-besaran, tetapi saya pikir ada cukup bukti bahwa ada permintaan nyata untuk produk Al, potensi nyata dengan apa yang dapat mereka lakukan, dan kebutuhan akan banyak pengeluaran untuk mencapainya,” kata Analis Strategi Investasi di Baird di Louisville, Kentucky, Ross Mayfield dikutip dari Reuters, Senin (9/2).

“Jadi, ketika terjadi aksi jual besar-besaran seperti ini, saya pikir akan ada titik terendah di mana sejumlah investor tertentu akan masuk dan mulai membeli saharn-saham tersebut,” imbuhnya.

Indeks 5&P 500 Software & Services (SPLRCIS) menguat 2,4 persen dan mengakhiri tujuh sesi penurunan beruntun, meskipun secara mingguan masih turun sekitar 8 persen, yang menjadi kinerja mingguan terburuk sejak Maret 2020.

Dow Jones mencatat kinerja lebih baik dibandingkan S&P 500 dan Nasdaq sepanjang pekan ini, mencerminkan langkah diversifikasi investor yang belakangan menjauh dari saham teknologi yang sebelumnya mendominasi Wall Street, dan beralih ke perusahaan yang belum menikmati kenaikan besar.

Sejalan dengan tren tersebut, indeks Russell 2000 (BUI) yang berisi saham berkapitalisasi kecil juga menguat sepanjang pekan.

Sebanyak sembilan dari 11 indeks sektor S&P 500 ditutup menguat, dipimpin oleh sektor teknologi informasi (SPLRCI) yang naik 4,1 persen, disusul sektor industri (SPLRCI) yang naik 2,84 persen. Indeks sektor energi S&P 500 (SPNY) mencetak rekor tertinggi baru, seiring dengan penguatan pada sektor industri dan kebutuhan pokok konsumen.

Secara mingguan, Dow Jones naik 2,5 persen, S&P 500 turun 0,1 persen, sementara Nasdaq melemah 1,9 persen.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Melemah pada Jumat (6/2) Pagi, Mengekor Penurunan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Melemah pada Jumat (6/2) Pagi, Mengekor Penurunan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia dibuka memerah pada perdagangan Jumat (6/2/2026). Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 258,33 poin atau 0,51% ke 53.558,11, Kospi turun 179,33 poin atau 3,47% e 4.984,02, ASX 200 turun 165,42 poin atau 1,86% ke 8.723,10, Straits Times turun 39,79 poin atau 0,78% ke 4.936,91, dan FTSE Mlaysia turun 6,25 poin atau 0,36% ke 1.724,23.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk Lagi, Saatnya Jual atau Beli?

Bursa Asia melemah, mengekor penurunan Wall Street yang dipicu oleh pelemahan saham teknologi AS dan mata uang kripto.

Saham Asia jatuh hingga 1,1% setelah indeks Wall Street melemah.

“Ini merupakan pekan yang sulit bagi investor yang memiliki eksposur besar pada bagian pasar yang memimpin kenaikan,” kata Mona Mahajan di Edward Jones seperti dikutip Bloomberg.

“Teknologi dan AI terlintas dalam pikiran, tetapi baru-baru ini kami melihat emas dan logam mulia mengalami penurunan harga, serta bitcoin dan aset kripto secara lebih luas.”

Saham-saham di Korea Selatan, yang merupakan barometer investasi kecerdasan buatan, turun hingga 5,1% pada Jumat, sebelum kemudian rebound sebagian.

“Para investor mempertanyakan komitmen mereka terhadap pilar-pilar yang telah menopang pasar selama enam bulan terakhir:AI, kripto dan logam mulia,” kata Tony Sycamore, analis pasar di IG Australia dalam sebuah catatan.

“Ini meningkatkan kemungkinan terjadinya penurunan yang lebih dalam.”

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Design a site like this with WordPress.com
Get started