Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Campuran, Investor Fokus pada Sektor Kesehatan dan Small-Cap

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Campuran, Investor Fokus pada Sektor Kesehatan dan Small-Cap

Equityworld Futures | Indeks S&P 500 mengalami kesulitan untuk menemukan arah, sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencatat kenaikan tipis pada Rabu (4/2/2026), terdorong oleh hasil kinerja kuat dari Eli Lilly dan Super Micro Computer, di tengah tekanan jual yang terjadi pada sektor software dan layanan cloud.

Equityworld Futures | Pesta Pora Lagi! Harga Emas Tahu-Tahu Sudah Tembus US$5.000

Indeks software dan layanan (.SPLRCIS), yang mencakup sejumlah perusahaan cloud dan software terkemuka, jatuh untuk sesi keenam berturut-turut, turun lebih dari 13% selama periode tersebut yang merupakan penurunan terpanjang sejak Maret 2020.

Tekanan ini mencerminkan kekhawatiran investor terkait bagaimana kemajuan cepat dalam kecerdasan buatan (AI) dapat mengubah model bisnis software tradisional.

Beberapa perusahaan besar terdampak, antara lain CrowdStrike (CRWD.O) turun 2,3%, sementara Intuit (INTU.O) dan Adobe (ADBE.O) masing-masing anjlok lebih dari 2%.

Nasdaq juga tertinggal, terutama setelah saham Advanced Micro Devices (AMD.O) merosot 12,2% menyusul perkiraan pendapatan kuartal pertama yang sedikit menurun. Indeks teknologi S&P 500 (.SPLRCT) turut mencatat penurunan.

Namun, kenaikan signifikan di saham Eli Lilly dan Super Micro Computer memberikan dukungan pada pasar.

Saham Super Micro Computer (SMCI.O) melonjak 16% setelah perusahaan meningkatkan proyeksi pendapatan tahunannya, didorong permintaan berkelanjutan untuk server yang dioptimalkan AI seiring perusahaan memperluas kapasitas pusat data.

Sementara itu, saham perusahaan farmasi Eli Lilly (LLY.N) naik 7% setelah memproyeksikan laba 2026 di atas ekspektasi Wall Street.

GE HealthCare juga memperkirakan laba fiskal tahunan melampaui estimasi, mendorong harga sahamnya naik 3,8%. Indeks kesehatan S&P 500 (.SPXHC) mencatat kenaikan tipis.

“Pendapatan yang kuat mendukung valuasi pasar, dan yang terlihat adalah pertumbuhan laba telah menyebar ke lebih banyak sektor, tidak hanya di teknologi,” ujar Sean Clark, Chief Investment Officer di Clark Capital.

Pada pukul 21:42 ET, Dow Jones Industrial Average naik 0,55% menjadi 49.513,23, S&P 500 naik 0,1% ke 6.924,78, dan Nasdaq Composite turun 0,14% ke 23.222.

Alphabet (GOOGL.O) naik 0,8% menjelang pengumuman hasil keuangan yang akan dirilis setelah pasar tutup, sementara Amazon (AMZN.O) turun tipis 0,3% sebelum laporan keuangannya pada Kamis.

Investor kini menantikan hasil dari “Magnificent Seven” untuk melihat apakah rencana belanja modal besar mereka menghasilkan laba yang sepadan dengan valuasi tinggi.

Lonjakan perdagangan AI juga mendorong investor beralih ke saham small-cap yang undervalued dan sektor pasar lain yang kurang diperhatikan.

Indeks small-cap S&P 600 (.SPCY) naik 1,2% sepanjang hari, sementara Russell 2000 berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1%, dibandingkan dengan penurunan tipis S&P 500.

“Kita melihat pergeseran kepemimpinan dari perusahaan teknologi besar dan growth ke sektor lain, seperti small-cap, yang kini mengambil peran utama. Saham teknologi dan growth besar sedikit mundur,” tambah Clark.

Beberapa saham lain mencatat kinerja lemah, seperti Uber yang turun 4,1% menyusul perkiraan laba kuartal pertama yang lebih rendah dari ekspektasi.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Serentak, Saham Teknologi Ditinggalkan

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Serentak, Saham Teknologi Ditinggalkan

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok serentak pada Selasa (3/2/2026), seiring aksi rotasi investor keluar dari saham teknologi menuju sektor-sektor yang dinilai lebih diuntungkan oleh perbaikan ekonomi.

Equityworld Futures | Akhirnya Harga Emas Terbang Lagi Usai Hancur Lebur, Tembus US$4.900

Dikutip dari CNBC internasional, indeks S&P 500 turun 0,84% dan berakhir di level 6.917,81. Dow Jones Industrial Average melemah 166,67 poin (0,34%) ke posisi 49.240,99. Padahal, indeks beranggotakan 30 saham tersebut sempat menguat hingga 0,5% dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) intraday di level 49.653,13.

Sementara itu, Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi mencatat penurunan paling dalam, yakni 1,43% ke level 23.255,19.

Tekanan terutama datang dari saham-saham teknologi. Mayoritas saham kelompok ‘Magnificent Seven’ yang telah merilis laporan keuangan bergerak di zona merah. Saham Microsoft dan Meta Platforms masing-masing turun lebih dari 2%, sedangkan Apple melemah tipis.

Nvidia juga tertekan, dengan penurunan hampir 3% yang memperpanjang koreksi saham unggulan sektor kecerdasan buatan (AI) tersebut sepanjang tahun ini.

Tekanan di sektor perangkat lunak bahkan lebih terasa. Saham ServiceNow dan Salesforce masing-masing anjlok mendekati 7%, melanjutkan tren pelemahan saham software sejak awal 2026.

CEO Ritholtz Wealth Management Josh Brown menilai, koreksi ini merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Kita biasanya melihat satu atau dua fase seperti ini setiap tahun. Penyebabnya bisa berbeda-beda, tetapi dampaknya sama, transaksi yang paling populer pada fase kenaikan sebelumnya tiba-tiba dihantam keras,” ujar Brown.

Saham Palantir sempat melonjak hampir 7% setelah perusahaan teknologi pertahanan itu membukukan kinerja keuangan kuartal IV yang kuat dan memberikan panduan positif. Bahkan, pada perdagangan pra-pasar Selasa, saham Palantir sempat melesat hingga 11%.

Namun, Brown menegaskan bahwa pergerakan pasar saat ini mencerminkan berkurangnya selera risiko terhadap aset-aset berbasis teknologi. “Ini menunjukkan bahwa risk appetite sedang keluar dari apa pun yang berhubungan dengan teknologi,” katanya.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Investor di Wall Street Bakal Cermati Data Pekerjaan AS Pekan Ini

Equityworld Futures | Investor di Wall Street Bakal Cermati Data Pekerjaan AS Pekan Ini

Equityworld Futures | Perhatian investor di wall street atau bursa saham Amerika Serikat (AS) akan fokus pada laporan pekerjaan pada Jumat pekan ini. Ekonom memprediksi ekonomi AS menambah 65.000 pekerjaan bulan lalu dan tingkat pengangguran diperkirakan tetap 4,4%.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Parah Lagi, Kebijakan CME Picu Gelombang Jual

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (3/2/2025), selain laporan pekerjaan AS yang akan bayangi wall street, investor akan menyoroti data sektor manufaktur dan jasa serta sentmen konsumen dari Universitas Michigan.

Dari sisi korporasi, pekan ini sejumlah perusahaan akan merilis laporan keuangan. Investor menanti laporan keuangan induk usaha Google yakni Alphabet dan Amazon. Kinerja keuangan perusahaan teknologi ini akan bersama perusahaan teknologi lainnya yakni Palatir dan Advanced Micro Device (AMD).

Selain itu, Walt Disney, PepsiCo, Eli Lily dan Novi Nordisk, Toyota dan Philip Morris juga akan merilis laporan keuangannya.

Calon Ketua The Fed

Selain itu, terkait reaksi pasar terhadap penunjukan calon ketua the Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump untuk memimpin bank sentral AS sebagian besar cukup tenang.

Dolar AS mempertahankan kenaikkan tetapi saham bergerak melemah seiring gelombang berita lain. Demikian harga emas anjlok, dan disebutkan analis sebagai koreksi yang diperlukan.

“Warsh memiliki rekam jejak yang kuat menjadi ketua the Federal Reserve, dengan latar belakang yang agak mirip dengan Ketua Powll,” tulis ekonom Deutsche Bank dalam catatan.

Jika dikonfirmasi oleh Senat, Warsh akan masuk ke dalam Fed yang terpecah mengenai arah suku bunga, dengan beberapa pejabat memberikan suara menentang keputusan kebijakan bank sentral pada beberapa pertemuan terakhirnya.

Meskipun Warsh baru-baru ini menyerukan suku bunga yang lebih rendah dan perombakan bank sentral, masa jabatannya sebelumnya sebagai gubernur menunjukkan preferensi untuk sikap yang lebih agresif terhadap kebijakan dengan fokus pada risiko inflasi tinggi.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Melonjak, Ikuti Kenaikan Wall Street AS

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Melonjak, Ikuti Kenaikan Wall Street AS

Equityworld Futures | Sebagian besar bursa saham Asia-Pasifik naik pada hari Jumat, mengikuti kenaikan Wall Street Amerika Serikat (AS) karena kekhawatiran geopolitik mereda dan investor menantikan keputusan Bank Sentral Jepang.

Equityworld Futures | Lepas Kendali! Harga Emas Melonjak Ugal-Ugalan Tembus US$4.900

Dikutip dari Antara, Jumat (23/1/2026), indeks saham Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,09%. Sementara indeks saham Topix bertambah 0,27%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,7%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 0,74%.

Investor di kawasan ini juga akan mengawasi produsen chip Asia setelah saham Intel yang berbasis di California anjlok 13% dalam perdagangan setelah jam kerja di AS karena proyeksi pendapatan yang lemah untuk kuartal saat ini, meskipun membukukan pendapatan kuartal keempat yang melebihi ekspektasi pada hari Kamis.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di angka 26.917, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di angka 26.629,96.

Indeks S&P/ASX 200 Australia datar pada perdagangan awal.

Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di angka 0,75%, menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

HSBC mengatakan pihaknya memperkirakan kenaikan suku bunga Bank of Japan sebesar 25 basis poin berikutnya akan terjadi pada Juli 2026, tetapi memperingatkan bahwa depresiasi yen lebih lanjut dapat mempercepat waktu tersebut dan membuka pintu bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Bank sentral menyebut April sebagai alternatif yang memungkinkan untuk menaikan suku bunga.

Tingkat inflasi utama Jepang pada bulan Desember melambat tajam menjadi 2,1%, level terendah sejak Maret 2022. Tingkat inflasi intinya tercatat sebesar 2,4% secara tahunan, sesuai dengan perkiraan analis.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Perusahaan

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Emas Cetak Rekor Baru, Krisis Greenland Bikin Pasar Lari

Equityworld Futures | Emas Cetak Rekor Baru, Krisis Greenland Bikin Pasar Lari

Equityworld Futures | Emas naik ke rekor baru saat krisis Greenland semakin memburuk dan pasar global kembali masuk mode “cari aman”. Ketegangan geopolitik dan perebutan kembali hubungan AS–Eropa membuat investor mengurangi risiko dan beralih ke aset haven seperti emas dan perak.

Equityworld Futures | Ketegangan Trump-Greenland Kerek Harga Emas Cetak Rekor Lagi

Presiden AS Donald Trump yang hadir di World Economic Forum (WEF) Davos terlihat tidak menunjukkan tanda mundur dari ambisinya mengambil alih Greenland. Situasi itu memicu peringatan dari pemimpin Greenland kepada warganya tentang kemungkinan ancaman militer, meskipun ia menilai skenario invasi tetap kecil.

Di pasar spot, emas sempat menyentuh rekor $4.849,73 per ons sebelum bergerak fluktuatif. Perak juga tetap tinggi, berada di sekitar $94, mendekati puncak sepanjang masa, menandakan kuatnya permintaan safe haven.

Tekanan geopolitik semakin meningkat setelah AS mengancam tarif terhadap delapan negara Eropa—termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris—yang menentang rencana Trump terkait Greenland. Ancaman ini menghidupkan lagi bayangan perang dagang yang dapat merusak pertumbuhan ekonomi global dan memperbesarnya.

Di Davos, pernyataan perang semakin tajam. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik taktik dagang Trump dan menekan Eropa perlunya lebih berdaulat agar tidak “tergantung” pada pihak lain. Pada saat yang sama, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut tatanan internasional berdasarkan aturan praktis sudah tidak berjalan seperti dulu.

Ketegangan yang cepat membesar ini memperlihatkan betapa cepatnya hubungan antara sekutu tradisional AS memburuk. Dampaknya terasa ke pasar: dolar cenderung melemah, sementara minat pada instrumen lindung nilai seperti emas meningkat.

Selain faktor geopolitik, pasar juga diguncang kekhawatiran soal kondisi fiskal negara-negara besar, yang dipicu oleh gejolak di pasar obligasi pemerintah Jepang. Situasi ini memperkuat “debasement trade”, yaitu investor strategi menghindari mata uang dan obligasi pemerintah, lalu memilih aset yang dianggap lebih “tahan” seperti emas.

Seorang analis komoditas menilai reli emas saat ini banyak dipengaruhi oleh pertanyaan “kepercayaan”. Selama kepercayaan pada mata uang dan obligasi belum benar-benar runtuh, pasar masih bisa bertahan, namun jika kepercayaan itu pecah, dorongan kenaikan emas bisa lebih panjang dan lebih kuat.

Dari sisi permintaan, emas juga mendapat dukungan tambahan dari aksi bank sentral. Polandia dilaporkan menyiapkan rencana pembelian tambahan 150 ton, sementara bank sentral Bolivia kembali membeli cadangan devisa setelah aturan baru diberlakukan pada Desember 2025.

Pada perdagangan siang di Singapura, emas spot masih menguat sekitar 1,6% di kisaran $4.839,21 per ons. Indeks dolar cenderung stabil setelah melemah dalam dua sesi sebelumnya, menandakan pasar masih menimbang risiko geopolitik dan arah kebijakan ke depan.

5 poin penting :

  • Emas mencetak rekor baru karena krisis Greenland memicu arus “safe haven”.
  • Trump tidak menunjukkan tanda mundur di Davos; pemimpin Greenland sempat memperingatkan risiko militer (meski kecil).
  • Ancaman tarif AS ke delapan negara Eropa menghidupkan risiko perang dagang dan menekan sentimen global.
  • Gejolak obligasi pemerintah Jepang ikut mendorong “debasement trade” (hindari mata uang & bonds, pilih emas).
  • permintaan bank sentral menguat: Polandia rencana tambah 150 ton, Bolivia lanjut beli untuk cadangan devisa.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Source : News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Equityworld Futures | Wall Street Libur, Saham Eropa Tergelincir Usai Trump Ancam Tarif Baru 25 Persen

Equityworld Futures | Wall Street Libur, Saham Eropa Tergelincir Usai Trump Ancam Tarif Baru 25 Persen

Equityworld Futures | Ancaman tarif impor Amerika Serikat terhadap negara-negara Eropa kembali mengguncang pasar keuangan global. Bursa saham Eropa pada awal pekan ini bergerak melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan rencana pengenaan bea masuk terhadap delapan negara anggota NATO yang mendukung Greenland, kecuali tercapai kesepakatan dengan Washington.

Equityworld Futures | Harga Emas Berkilau, Cetak Rekor Tertinggi Baru

Sentimen tersebut membuat investor menjauh dari aset berisiko. Pada penutupan perdagangan Senin (19/1/2026), indeks Stoxx Europe 600 tergelincir 1,2 persen dan menjauh dari posisi tertinggi sepanjang masa yang sempat dicapai sebelumnya.
Tekanan paling besar terlihat pada saham-saham sektor otomotif dan barang mewah, yang sensitif terhadap dinamika perdagangan global.

Di bursa utama, pelemahan terjadi secara merata. Indeks CAC 40 Prancis turun 1,8 persen, DAX Jerman melemah 1,4 persen, dan FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,4 persen.

Di tengah tekanan tersebut, saham sektor telekomunikasi justru mampu mengungguli pasar, sementara saham-saham pertahanan memangkas sebagian kenaikan yang sebelumnya dipicu ketegangan geopolitik.

Ancaman tarif ini berawal dari pernyataan Trump pada Sabtu lalu yang mengumumkan pengenaan bea masuk 10 persen mulai 1 Februari terhadap barang dari negara-negara Eropa yang menyatakan dukungan kepada Greenland.
Tarif itu akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni, apabila tidak tercapai kesepakatan terkait pembelian Greenland secara “lengkap dan menyeluruh”.

Menurut kepala strategi investasi ING, Vincent Juvyns, dampak ekonomi dari kebijakan tersebut masih bisa diserap jika dilihat semata-mata dari sisi tarif.

“Jika dilihat murni dari sisi tarif, dampak ekonominya masih bisa diserap,” ujarnya, dikutip dari Bloomberg.

Namun, ia mengingatkan risiko yang lebih luas. “Namun kemungkinan terjadinya perpecahan di dunia Barat akan membawa konsekuensi yang sulit diukur skalanya,” lanjutnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Turun, Saham Bank Tertekan Usai Trump Mau Batasi Bunga Kartu Kredit

Equityworld Futures | Wall Street Turun, Saham Bank Tertekan Usai Trump Mau Batasi Bunga Kartu Kredit

Equityworld Futures | Tiga indeks utama Wall Street mencatatkan penurunan secara mingguan pada Jumat (16/1), seiring dimulainya musim laporan keuangan kuartal keempat. Sektor layanan kesehatan memimpin pelemahan dengan koreksi 0,8 persen. Sebaliknya, saham produsen chip justru menguat. Indeks semikonduktor naik 1,2 persen dan melanjutkan reli dari sesi Kamis.

Equityworld Futures | Harga Emas Masih Jadi Primadona, Pakar Bidik Level US$ 4.750

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 83,11 poin atau 0,17 persen ke level 49.359,33. Indeks S&P 500 melemah 4,46 poin atau 0,06 persen menjadi 6.940,01. Sementara Nasdaq Composite turun 14,63 poin atau 0,06 persen ke posisi 23.515,39.

Selama sepekan, S&P 500 terkoreksi 0,38 persen, Nasdaq turun 0,66 persen, dan Dow Jones melemah 0,29 persen.

Sejumlah bank besar AS sebenarnya mencatatkan kinerja yang solid pada awal musim laporan keuangan. Namun, saham perbankan dan lembaga keuangan tetap berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran pasar terhadap usulan Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit sebesar 10 persen selama satu tahun. Sektor keuangan S&P 500 ditutup turun 0,1 persen pada Jumat dan membukukan penurunan mingguan terbesar sejak Oktober.

Pelaku pasar juga mencermati pernyataan Trump yang membuka kemungkinan mempertahankan penasihat ekonominya, Kevin Hassett, di posisinya saat ini. Pernyataan tersebut menurunkan spekulasi bahwa Hassett akan menggantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

“Mengakhiri pekan dengan posisi relatif stabil dan S&P 500 masih berada dalam jarak yang sangat dekat dengan 7.000, sebagian besar investor akan menganggap itu sebagai kemenangan setelah dua minggu di tahun ini,” kata Anthony Saglimbene, Kepala Ahli Strategi Pasar di Ameriprise Financial.

“Salah satu alasan lain mengapa pasar stagnan adalah karena kita berada di awal musim laporan keuangan. Laporan keuangan bank secara umum menunjukkan kondisi ekonomi dan bisnis yang menguntungkan. Sekarang kita akan mulai melihat perusahaan lain yang terkait dengan sektor lain, dan itu akan memberi kita gambaran yang lebih baik tentang kondisi fundamental,” tambahnya.

Musim laporan keuangan diperkirakan makin padat pada pekan depan, dengan rilis kinerja dari perusahaan besar seperti Netflix, Johnson & Johnson, dan Intel.

Investor juga cenderung menahan diri untuk tidak mengambil posisi besar menjelang libur panjang, mengingat pasar saham AS akan tutup pada Senin untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr.

Meski pergerakan saham dalam beberapa sesi terakhir relatif sempit, sebagian pelaku pasar opsi memperkirakan volatilitas akan meningkat dalam waktu dekat, seiring berakhirnya kontrak opsi bulanan pada Jumat.

“Secara historis, pertengahan Januari cenderung cukup bergejolak,” ujar Bruce Zaro, Direktur Pelaksana di Granite Wealth Management.

“Setelah kita berhasil melewati itu, kemungkinan kita akan melihat kinerja yang sedikit lebih baik hingga akhir bulan. Mudah-mudahan, kita akan menemukan hasil positif di bulan ini,” kata Zaro, yang menilai kondisi tersebut bisa menjadi sinyal awal kinerja pasar yang positif sepanjang tahun.

Pada pekan yang sama, pasar juga mencatat adanya pergeseran dana dari saham-saham teknologi raksasa ke aset yang dinilai lebih undervalued. Saham berkapitalisasi menengah dan kecil tercatat mampu mengungguli kinerja indeks acuan S&P 500.

Jumlah saham yang mengalami penurunan lebih banyak daripada yang mengalami kenaikan dengan rasio 1,19 banding 1 di NYSE. Terdapat 423 rekor tertinggi baru dan 64 rekor terendah baru di NYSE.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 18,77 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 16,85 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi US$4.639 Per Ons, Apa Pemicunya?

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi US$4.639 Per Ons, Apa Pemicunya?

Equityworld Futures | Harga emas dan perak melonjak tajam pada perdagangan Rabu (waktu setempat), didorong oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Emas spot naik 1% ke level US$ 4.632,03 per ons pada pukul 07.15 GMT, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 4.639,42 per ons pada awal sesi perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 0,9% ke US$ 4.639,50 per ons.

Di sisi lain, harga perak spot melonjak 3,6% ke US$ 90,11 per ons, menandai pertama kalinya logam mulia tersebut menembus level US$ 90. Sepanjang tahun ini, harga perak telah melonjak hampir 27%.

Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade, mengatakan bahwa data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS menunjukkan inflasi tetap relatif terkendali di level 2,6% secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Aset berisiko berharap Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) juga menunjukkan hasil yang jinak, sehingga ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter tetap terjaga,” ujarnya.

Data menunjukkan CPI inti AS naik 0,2% secara bulanan (month-on-month/mom) pada Desember, lebih rendah dari perkiraan analis yang memproyeksikan kenaikan 0,3% mom dan 2,7% yoy. Data PPI inti AS untuk Desember dijadwalkan dirilis pada hari yang sama.

Presiden AS Donald Trump menyambut positif data inflasi tersebut dan kembali menegaskan dorongannya agar Ketua The Fed Jerome Powell memangkas suku bunga secara “signifikan”.

Namun, sejumlah gubernur bank sentral global serta CEO bank-bank besar Wall Street menyatakan dukungan terhadap Powell, menyusul keputusan pemerintahan Trump untuk melakukan investigasi terhadapnya. Langkah tersebut juga menuai kritik dari para mantan pimpinan The Fed.

Analis menilai kekhawatiran terhadap kepercayaan pada aset-aset AS, seperti dolar, serta isu independensi The Fed turut mendorong permintaan aset lindung nilai (safe haven), termasuk emas.

Saat ini, investor memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sepanjang tahun ini, dengan peluang pemangkasan pertama terjadi pada Juni.

Lingkungan suku bunga rendah, ditambah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, secara historis mendukung kinerja aset tanpa imbal hasil (non-yielding) seperti emas.

ANZ memperkirakan harga emas akan diperdagangkan di atas US$ 5.000 per ons pada paruh pertama 2026.

Sementara itu, untuk perak, level psikologis berikutnya yang menjadi sorotan adalah US$ 100 per ons, dengan potensi kenaikan dua digit persentase yang dinilai masih terbuka lebar tahun ini, ujar Managing Director GoldSilver Central, Brian Lan.

Di pasar logam mulia lainnya, harga platinum spot naik 2,7% ke US$ 2.386,60 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan. Sebelumnya, platinum mencatat rekor di US$ 2.478,50 per ons pada 29 Desember. Sementara itu, palladium menguat 0,8% ke US$ 1.854,70 per ons.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Pesta Rekor, Pasar Cuek Soal Independensi The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Pesta Rekor, Pasar Cuek Soal Independensi The Fed

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street berpesta rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Senin (12/1/2026). Setelah S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average menutup perdagangan di level tertinggi.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Usai Tembus US$4.600 per Ons Selasa (13/1), Investor Ambil Untung

Dikutip dari CNBC internasional, kenaikan tersebut terjadi ketika investor memilih mengabaikan kekhawatiran atas independensi bank sentral Amerika Serikat (AS) di tengah penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.

S&P 500 naik 0,16% dan ditutup di level 6.977,27, sementara Dow Jones menguat 86,13 poin (0,17%) ke posisi 49.590,20. Keduanya juga sempat menyentuh rekor tertinggi intraday sebelum akhirnya mengunci rekor penutupan baru.

Sementara itu, Nasdaq Composite juga menguat 0,26% dan berakhir di level 23.733,90. Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 turut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Penguatan pasar terjadi setelah indeks-indeks utama sempat tertekan cukup dalam di awal sesi. Dow Jones sebelumnya anjlok hampir 500 poin, sedangkan S&P 500 sempat turun 0,5%. Namun, pasar berhasil bangkit berkat penguatan saham Walmart dan sejumlah saham teknologi.

Walmart melonjak sekitar 3% menjelang masuknya saham ritel raksasa itu ke dalam indeks Nasdaq-100, yang menjadi acuan ETF populer Invesco QQQ Trust. Di sektor teknologi, saham Palantir naik 1% setelah mendapat rekomendasi naik dari Citi. Saham AMD dan Oracle juga ditutup di zona hijau.

Di sisi lain, saham perbankan justru menjadi pemberat pasar. Hal ini dipicu rencana Presiden AS Donald Trump yang mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal 10% selama satu tahun.

Para kritikus menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan profitabilitas bank dan memperketat penyaluran kredit. Saham Citigroup turun sekitar 3%, sementara JPMorgan dan Bank of America melemah lebih dari 1%. Saham Capital One bahkan anjlok hingga 6%.

Chief Investment Strategist Sage Rob Williams menilai, pasar cenderung mengabaikan kegaduhan politik. “Ini lebih seperti kebisingan. Dampaknya terhadap suku bunga juga tidak terlalu besar. Fokus pasar tetap pada data ekonomi,” ujarnya, merujuk pada rilis inflasi AS (CPI) Desember yang dijadwalkan keluar Selasa waktu setempat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Mixed, Saham Teknologi Melemah Usai Nvidia Turun

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Mixed, Saham Teknologi Melemah Usai Nvidia Turun

Equityworld Futures | Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (8/1). Saham teknologi melemah, sementara saham sektor pertahanan menguat menyusul rencana kenaikan anggaran militer dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Lagi, Tapi Ada Dua “Badai” di Depan yang Bikin Ngeri

Dilansir dari Reuters, Jumat (9/1), S&P 500 naik tipis 0,01% ke 6.921,45. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,55% ke 49.266,11. Sementara Nasdaq Composite turun 0,44% ke 23.480,02.

Saham Nvidia dan indeks teknologi tertekan seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya mencatatkan lonjakan tajam dan dinilai memiliki valuasi tinggi.

Kepala Strategi Pasar B. Riley Wealth, Art Hogan mengatakan sektor akal imitasi kini memasuki fase seleksi.

“AI masih menarik, tetapi akan ada pemenang dan pecundang. Ini telah menjadi sektor show me, di mana investor ingin melihat bagaimana teknologi ini dimonetisasi dan apakah belanja modal yang besar akan menghasilkan imbal hasil,” ujarnya.

Di sisi lain, saham perusahaan pertahanan menguat setelah pemerintah menyampaikan bahwa anggaran militer untuk tahun depan seharusnya mencapai US$1,5 triliun.

Dari sisi data ekonomi, jumlah warga yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran meningkat secara moderat pada pekan lalu. Namun, permintaan tenaga kerja masih terbilang lesu, sejalan dengan data ketenagakerjaan ADP dan JOLTS.

Pelaku pasar juga mencermati rilis laporan nonfarm payrolls bulan lalu, yang menjadi salah satu indikator ekonomi utama dan termasuk data andal pertama setelah penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah di AS.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started