Equityworld Futures | Pagi Ini Harga Emas Terendah dalam 3 Pekan, Mau Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Pagi Ini Harga Emas Terendah dalam 3 Pekan, Mau Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah pada perdagangan pagi ini. Investor sepertinya masih terus memantau perkembangan di Timur Tengah.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Dunia Pekan Ini saat Geopolitik Global Masih Membayangi

Pada Senin (27/4/2026) pukul 06:23 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 4.683/troy ons. Turun 0,56% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu dan menjadi yang terendah sejak 6 April atau sekira tiga minggu terakhir.

Ketidakpastian akan damai di Timur Tengah menjadi beban bagi gerak harga emas. Bloomberg News mengabarkan, Presiden Amerika Serikat (AS) membatalkan kunjungan utusan khusus dari Washington ke Pakistan akhir pekan lalu.

Sementara Iran berkeras untuk tidak berdialog jika mereka terus dalam ancaman.

Perkembangan ini membuat situasi masih mencekam. Selat Hormuz, jalur vital untuk pengiriman berbagai komoditas penting, praktis belum bisa dilalui.

Alhasil, harga minyak dunia kembali melonjak. Pada pukul 06:32 WIB, harga minyak jenis brent naik 2,05% ke US$ 107,5/barel, tertinggi sejak 7 April.

Apabila perang di Iran masih terus berlanjut dan Selat Hormuz tetap tidak bisa dilalui, maka dunia terancam mengalami lonjakan harga energi. Alhasil, bank sentral di berbagai negara bakal kesulitan untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

“Saat ini harga emas sedang di area antah-berantah. Kepercayaan begitu tipis, investasi besar enggan masuk, dan ‘rugi’ adalah kata yang paling jujur saat ini,” tegas Nicky Shiels, Head of Research and Metals Strategy di MKS PAMP SA, seperti diberitakan Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 45. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh nol. Paling kecil, sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya berpotensi naik jika hanya melihat dari kacamata teknikal. Cermati pivot point di US$ 4.702/troy ons.

Dari situ, harga sang logam mulia berpeluang menguji US$ 4.707/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Target berikutnya ada di MA-10 yaitu US$ 4.752/troy ons.

Adapun target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.834/troy ons.

Namun kalau harga emas terus turun, maka US$ 4.670/troy ons rasanya bisa menjadi target support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga ke US$ 4.664-4.620/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.581/troy ons.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | AS Tingkatkan Ancaman Terhadap Kapal Iran, Begini Prospek Harga Minyak Mentah

Equityworld Futures | AS Tingkatkan Ancaman Terhadap Kapal Iran, Begini Prospek Harga Minyak Mentah

Equityworld Futures | Harga minyak mentah WTI kembali melonjak dipengaruhi eskalasi di Timur Tengah. Mengutip Trading Economics Jumat (24/4/2026) pukul 14.30 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 96,18 per barel, naik 16,31% dalam sepekan.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Merosot Akibat Tekanan Inflasi dan Konflik Global

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga minyak bergerak bullish didukung oleh sentimen dari meningkatnya sinyal ketegangan di Selat Hormuz dan serangan intens via udara di Iran. Meski demikian, perpanjangan gencatan senjata Lebanon – Israel membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

“Presiden AS Donald Trump mengatakan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak dan membunuh kapal-kapal Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz. Militer AS akan meningkatkan upayanya untuk menghilangkan bahan peledak dari jalur air strategis tersebut,” jelas Yoga saat dikonfirmasi Kontan, Jumat (24/4/2026).

Yoga menambahkan, sistem pertahanan udara Teheran menyerang target musuh di beberapa bagian ibu kota Iran, menyusul laporan sebelumnya bahwa baterai pertahanan udara telah diaktifkan di kota tersebut.

Sementara itu, Trump menyebut bahwa AS akan bekerja sama dengan Lebanon untuk melindungi diri dari Hizbullah. Trump juga mengumumkan bahwa Lebanon dan Israel sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu, pasca pertemuan antara kedua negara yang difasilitasi oleh AS di Washington.

Selain itu, S&P Global Energy memperkirakan permintaan minyak global pada tahun 2026 akan menyusut sebesar 700.000 barel per hari (bph) akibat perang AS – Iran. Pertumbuhan permintaan minyak global diperkirakan menyusut menjadi 400.000 bph dibandingkan perkiraan sebelum perang sebesar 1,1 juta bph.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan harga minyak mentah sulit diprediksi dan berpotensi bergerak fluktuatif. Menurutnya, selama Selat Hormuz tertutup, harga minyak akan perlahan terus naik. Harganya berpotensi naik hingga US$ 120 per barel, Bahkan US$ 150 per barel.

“Walau semuanya sudah normal, harga minyak mentah WTI diperkirakan masih akan tinggi di kisaran US$ 80 – US$ 90 per barel dikarenakan banyak fasilitas minyak yang rusak,” ucap Lukman.

Ke depan dinamika eskalasi di Timur Tengah perlu dicermati untuk melihat harga minyak mentah. Terlebih pembicaraan gencatan senjata diperpanjang tanpa batas waktu karena AS menunggu proposal formal baru, sementara blokade tetap berlaku. Iran tidak mengisyaratkan kesediaan untuk segera bernegosiasi di bawah pembatasan angkatan laut AS yang berkelanjutan di pelabuhannya.

Kebuntuan ini telah menyebabkan pencegatan kapal tanker Iran oleh AS, sementara Teheran telah memperketat kendalinya atas Selat Hormuz. Gangguan ini telah mengurangi aliran dari produsen utama Teluk, yang semakin memperketat pasokan minyak global.

Melihat dari sudut pandang teknis, Yoga memperkirakan harga minyak WTI berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 100 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 95 per barel. Sementara Lukman memproyeksikan harga minyak mentah WTI pada kuartal II – 2026 berkisar US$ 100 – US$ 110 per barel.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Menguat Saat AS-Iran Berebut Kendali Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga Minyak Menguat Saat AS-Iran Berebut Kendali Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia mempertahankan penguatan selama tiga hari berturut-turut saat Amerika Serikat (AS) dan Iran terjebak dalam perebutan kendali atas Selat Hormuz. Ketegangan ini memuncak setelah kedua pihak gagal menemui kesepakatan untuk menggelar putaran baru perundingan damai.

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Sore Ini Stagnan: Peluang atau Risiko Investor?

Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$93 per barel, setelah melonjak lebih dari 10% dalam tiga sesi pertama pekan ini. Sementara itu, Brent ditutup mendekati US$102 pada perdagangan Rabu (22/4). Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata yang disepakati pada 7 April akan tetap berlaku tanpa batas waktu sembari Washington menunggu proposal damai baru dari Iran. Namun, Teheran menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat.

Perang yang dimulai pada akhir Februari ini telah mengguncang pasar energi global. Penutupan hampir total Selat Hormuz menyebabkan penurunan tajam pasokan dari produsen utama di Teluk Persia. AS tetap mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran untuk menekan Republik Islam tersebut—sebuah langkah yang disebut Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi sebagai pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.

“Ketegangan tetap tinggi. Dengan kebuntuan antara AS dan Iran saat ini, harga minyak cenderung akan terus merangkak naik sampai ada pihak yang melunak,” ujar Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior perdagangan di BOK Financial Securities Inc. “Semakin lama aliran minyak tidak melewati selat tersebut, semakin tinggi harga yang akan kita hadapi.”

Washington dan Teheran masih menemui jalan buntu pada sejumlah isu krusial lainnya, termasuk kemampuan nuklir Iran dan invasi Israel ke Lebanon. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan dalam sebuah unggahan bahwa meski pihaknya menyambut baik dialog, “blokade dan ancaman merupakan hambatan utama” bagi diplomasi.

Iran tetap menutup Selat Hormuz bagi hampir seluruh lalu lintas internasional, dan kapal-kapal cepat mereka dilaporkan melepaskan tembakan ke arah kapal komersial di selat tersebut pada hari Rabu.

Di sisi lain, para pelaku pasar mencermati data persediaan minyak AS yang dirilis oleh Badan Informasi Energi (EIA) pada Rabu. Data tersebut menunjukkan penurunan di seluruh kategori produk olahan utama. Saat ini, dunia sangat bergantung pada pasokan AS untuk menutupi gangguan distribusi dari Timur Tengah. Tingginya permintaan ini mendorong ekspor minyak dan bahan bakar AS mencetak rekor tertinggi baru.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Lebih Rendah usai Pembicaraan Perdamaian AS-Iran Gagal

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Lebih Rendah usai Pembicaraan Perdamaian AS-Iran Gagal

Equityworld Futures | Wall Street ditutup lebih rendah pada Selasa, 21 April 2026 kehilangan keuntungan dari pagi hari, setelah laporan media mengisyaratkan kegagalan dalam pembicaraan perdamaian lebih lanjut antara AS dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Kembali Loyo Tersengat Penguatan Dolar AS

Fokus juga tertuju pada sidang konfirmasi Kongres yang penting untuk calon ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang menyerukan “perubahan rezim” di bank sentral dan mengatakan dia akan menjunjung tinggi independensinya jika diberi pekerjaan tersebut.

Dilansir dari Investing.com, Rabu, 22 April 2026, indeks acuan S&P 500 turun 0,6 persen untuk ditutup pada 7.064,05 poin, berbalik arah dari kenaikan hingga 0,4 persen.

Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,6 persen menjadi 24.259,96 poin, menghapus kenaikan hingga 0,5 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,6 persen menjadi 49.149,60 poin, menghapus kenaikan hingga 0,8 persen.

Warsh calon kuat ketua The Fed
Sementara perkembangan di Timur Tengah terus mendominasi berita utama, pelaku pasar mengalihkan perhatian mereka ke Washington, di mana Kevin Warsh, pilihan Presiden Donald Trump untuk menjadi Ketua Federal Reserve berikutnya, berbicara di sidang konfirmasi Senat.

Acara tersebut dipantau ketat di tengah kekhawatiran tentang independensi Fed setelah perselisihan tingkat tinggi antara Trump dan Ketua Fed saat ini, Jerome Powell.

Dalam pidato yang telah disiapkannya di hadapan Komite Perbankan, Perumahan, dan Urusan Perkotaan Senat AS, Warsh mengatakan, jika dikonfirmasi, ia akan memastikan bahwa perilaku Fed tetap “benar-benar independen.”

Trump sebelumnya mengatakan kepada CNBC bahwa ia akan “kecewa” jika ketua Fed yang baru tidak menurunkan suku bunga. Presiden telah lama menganjurkan penurunan suku bunga.

Warsh juga menyerukan “reformasi kebijakan fundamental” dan “perubahan rezim dalam pelaksanaan kebijakan” di Fed, mencatat bahwa bank sentral masih berurusan dengan “warisan” kesalahan kebijakan dari tahun 2021 dan 2022. Mantan gubernur Fed itu mengatakan kerangka kerja inflasi baru diperlukan.

“Imbal hasil melonjak setelah calon Ketua Fed Kevin Warsh mengadopsi sikap hawkish selama sidang Senat hari ini,” kata José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers. Imbal hasil obligasi acuan Amerika Serikat 10 tahun terakhir naik 6 basis poin menjadi 4,311 persen.

“Pendapatnya bahwa kesalahan kebijakan bank sentral pasca-pandemi secara langsung meningkatkan tekanan harga jauh di atas target lembaga tersebut semakin memposisikannya sebagai pejuang inflasi yang tidak takut untuk memperketat kondisi keuangan. Komentar tersebut membuat pengamat pendapatan tetap ragu tentang pemotongan suku bunga tahun ini, karena hanya ada peluang 30 persen untuk pengurangan sebelum Januari,” tambah Torres.

Warsh juga diinterogasi tentang aset keuangannya dalam sidang tersebut, khususnya oleh Senator AS Elizabeth Warren. Selasa lalu, pengungkapan keuangan publik menunjukkan bahwa Warsh sendiri memiliki aset senilai sekitar USD135 juta hingga USD225 juta, termasuk kepemilikan yang terdaftar dalam dua dana yang bernilai lebih dari USD50 juta.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Reli Harga Emas Siap-siap Berlanjut, Begini Ramalan Pakar

Equityworld Futures | Reli Harga Emas Siap-siap Berlanjut, Begini Ramalan Pakar

Equityworld Futures | Harga emas dunia diperkirakan segera melanjutkan tren reli dengan kuat dalam waktu dekat.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terombang-Ambing Perang, Kepercayaan Sudah Runtuh

Dikutip dari Kitco News, Selasa (21/4/2026) perusahaan investasi asal Hong Kong, CLSA memperkirakan harga emas akan kembali mencapai US$ 5.500 per troy ons dalam jangka menengah.

CLSA juga meningkatkan perkiraan rata-rata harga emas untuk tahun 2026, 2027, dan 2028 menjadi US$ 4.840, US$ 5.130, dan US$ 5.500 per troy ons.

Namun, menurut CLSA, harga emas dalam jangka panjang akan bertahan di level US$ 3.500 per troy ons, karena inflasi biaya sektor emas dan pertumbuhan berkelanjutan dalam pasokan dolar AS.

Sementara itu, bank HSBC melihat dinamika fiskal yang berkelanjutan dan tingginya permintaan bank-bank sentral global akan memberikan dukungan jangka panjang untuk harga emas.

“Meningkatnya defisit dan tingkat utang di AS dan negara-negara lain mendorong permintaan aset berharga, terutama ketika investor khawatir tentang stabilitas keuangan dan fleksibilitas kebijakan,” kata Rodolphe Bohn, Ahli Strategi Valuta Asing dan Komoditas di HSBC.

Bohn menyoroti perkiraan IMF yang menempatkan utang AS mendekati 100% dari PDB pada tahun 2025, dan pengeluaran pertahanan yang tinggi secara global menambah beban utang negara tersebut.

“Perkembangan ini tidak akan berbalik dalam jangka menengah, sehingga memberikan dukungan bagi harga emas dalam jangka panjang,” ungkap Bohn.

Ia mencatat, permintaan emas di antara bank sentral telah mendingin antara tahun 2022 dan 2024, dan beberapa bank sentral telah menjual emas untuk menjaga cadangan devisa di tengah tagihan impor energi dan pengeluaran pertahanan yang tinggi.

“Meskipun demikian, permintaan emas bank sentral diperkirakan akan membaik di akhir tahun karena kebijakan diversifikasi jangka panjang kembali berlaku,” imbuh Bohn.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Selat Hormuz Kembali Panas, Harga Minyak Melesat 5,10% ke US$94,99

Equityworld Futures | Selat Hormuz Kembali Panas, Harga Minyak Melesat 5,10% ke US$94,99

Equityworld Futures | Harga minyak dunia berbalik tajam pada perdagangan Senin (20/4/2026) pagi setelah sempat ambruk di akhir pekan lalu. Ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong pelaku pasar kembali masuk ke aset energi, memicu lonjakan harga dalam waktu singkat.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz

Menurut data Refinitiv per pukul 09.50 WIB, harga Brent berada di US$94,99 per barel, melonjak 5,10% dibanding penutupan Jumat (17/4/2026) di US$90,38 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik lebih tinggi, menyentuh US$88,77 per barel, terbang 5,87% dari posisi sebelumnya US$83,85 per barel.

Melansir Reuters, kenaikan ini datang setelah Selat Hormuz kembali ditutup, hanya dua hari setelah pasar sempat percaya jalur tersebut akan dibuka kembali. Penutupan terbaru terjadi usai Amerika Serikat dan Iran saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata lewat serangan terhadap kapal selama akhir pekan.

Pasar bereaksi cepat karena Selat Hormuz adalah jalur vital energi dunia. Sebelum konflik pecah hampir dua bulan lalu, sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan itu. Gangguan kecil saja bisa langsung mengubah kalkulasi pasokan, apalagi jika penutupan kembali berlangsung di tengah permintaan global yang masih besar.

Sentimen makin panas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Di sisi lain, Teheran menolak putaran kedua pembicaraan damai dan menyebut tak akan datang ke meja negosiasi meski ada ancaman serangan udara lanjutan.

Data Kpler yang dikutip Reuters mencatat lebih dari 20 kapal sempat melintas pada Sabtu lalu membawa minyak, LPG, logam, dan pupuk. Itu menjadi lalu lintas tertinggi sejak 1 Maret. Namun pembukaan singkat tersebut rupanya belum cukup meyakinkan pemilik kapal dan pelaku logistik global.

Jika melihat pergerakan beberapa hari terakhir, volatilitas minyak sedang brutal. Brent sempat berada di US$99,39 pada 16 April, lalu jatuh ke US$90,38 pada 17 April, dan kini memantul ke dekat US$95. WTI juga bergerak liar dari US$94,69 ke US$83,85 lalu kembali ke US$88,77 pagi ini.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Beragam, S&P 500 Cetak Rekor Harian Baru

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Beragam, S&P 500 Cetak Rekor Harian Baru

Equityworld Futures | Wall Street berakhir beragam pada Rabu, 15 April 2026. Ini karena investor mengamati optimisme untuk negosiasi ulang antara AS dan Iran, serta serangkaian hasil perusahaan baru.

Equityworld Futures | Jangan Kaget kalau Harga Emas Jadi Begini

Dikutip dari Investing.com, Kamis, 16 April 2026, indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi intraday baru dan ditutup pada level rekor untuk pertama kalinya sejak akhir Januari. Menandai pemulihan yang mengesankan untuk saham AS setelah penurunan pada Maret karena konflik Timur Tengah. Indeks acuan naik 0,8 persen untuk ditutup pada 7.022,81 poin.

Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 1,6 persen dan ditutup pada 24.016,02 poin. Sementara indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,2 persen dan ditutup pada 48.463,72 poin.
Wall Street mencapai level tertinggi baru
Meskipun terjadi volatilitas baru-baru ini yang dipicu oleh perang Iran dan penutupan efektif Selat Hormuz, salah satu titik rawan pengiriman paling penting di dunia, saham AS terus bergerak naik secara luas. Sementara S&P telah kembali ke level rekor, Nasdaq mencatat kenaikan 14 persen selama 10 sesi terakhir dan rentetan kemenangan terpanjangnya sejak 2021.

Ekspektasi tinggi musim pendapatan triwulanan mencatat minggu ini warga Amerika terus berbelanja dan meminjam. Komentar-komentar tersebut menggambarkan perekonomian AS yang tangguh meskipun berpotensi menghadapi hambatan dari guncangan energi yang terkait dengan Iran.

“Berita utama tentang perpanjangan gencatan senjata yang diharapkan membantu sentimen pasar. Kepemimpinan ‘Magnificent Eight’ mendorong reli ekuitas. Microsoft, Apple, dan Tesla saja menyumbang seluruh reli S&P 500 hari ini, yang terjadi dalam lingkungan pasar yang kurang menguntungkan. Aksi ambil untung menjelang pengumuman pendapatan muncul di beberapa kelompok setelah reli pasar ekuitas yang tajam sejak akhir Maret,” kata kepala strategi pasar di Jones Trading Michael O’Rourke kepada Investing.com.

Wall Street menderita pada Maret setelah AS dan Israel memulai serangan bersama mereka terhadap Iran pada akhir Februari. S&P 500 merosot 5,1 persen pada bulan tersebut karena harga minyak melonjak, memicu kekhawatiran luas akan guncangan inflasi.

Namun, saham-saham AS telah pulih secara mengesankan pada bulan April, sebagian besar didorong oleh harapan akan berakhirnya permusuhan di Timur Tengah.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Selasa (14/4/2026) dipicu optimisme penyelesaian konflik Timur Tengah.

Equityworld Futures | Kabar Gembira! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Melonjak

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 317,74 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 48.535,99. Indeks S&P 500 meningkat 81,14 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 6.967,38. Indeks komposit Nasdaq melonjak 455,35 poin, atau sekitar 1,96 persen, menjadi 23.639,08.

Perundingan penyelesaian perang AS-Iran akan kembali berlangsung di Pakistan dalam dua hari ke depan. Sementara itu, delegasi Israel dan Lebanon melakukan pertemuan dengan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio dengan Israel menuntut Lebanon melakukan pelucutan senjata terhadap Hezbollah.

Sentimen positif juga datang dari data inflasi yang menunjukkan harga indeks produsen meningkat lebih rendah dari ekspektasi pada Maret karena biaya layanan tidak mengalami perubahan. Chief Market Strategist Ameriprise Anthony Saglimbene menyebut solidnya awal musim perolehan laba AS turut mendukung pasar saham.

Saham BlackRock melonjak 3,02 persen usai mencatatkan peningkatan perolehan laba kuartal pertama. Saham Citigroup meningkat 2,61 persen ke level tertinggi dalam dua dekade terakhir setelah mencatatkan perolehan laba kuartal pertama melampaui ekspektasi.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2026 naik 1,7 persen menjadi US$4.850,1 per ons. Indeks dolar AS turun 0,25 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 1 persen, seiring melonjaknya saham sektor perbankan, industri, dan teknologi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 26,1 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 10.609,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 301,78 poin, atau sekitar 1,27 persen, menjadi 24.044,22.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 262,3 poin, atau sekitar 1,46 persen, menjadi 18.286,1. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 91,88 poin, atau sekitar 1,12 persen, menjadi 8.327,86.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,33ersen terhadap dolar AS menjadi 1,3548 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1494 euro per pound.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Bursa Saham AS Menguat dan Harga Minyak Anjlok per 14 April 2026

Equityworld Futures | Bursa Saham AS Menguat dan Harga Minyak Anjlok per 14 April 2026

Equityworld Futures | Indeks saham di Wall Street melonjak mendekati rekor tertinggi pada Selasa, 14 April 2026, seiring merosotnya harga minyak mentah akibat optimisme pasar terhadap peluang kelanjutan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang AS-Iran, Ini yang Terjadi

Dilansir dari Associated Press, indeks S\&P 500 naik 1,2 persen menjadi 6.967,38, sementara Nasdaq Composite yang didominasi sektor teknologi melompat 2 persen dan Dow Jones Industrial Average menguat 317 poin atau 0,7 persen.

Optimisme investor tumbuh setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal keterbukaan untuk dialog lebih lanjut guna memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir pekan depan demi menghindari skenario terburuk bagi ekonomi global.

Penurunan tekanan inflasi juga didukung oleh data Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan indeks harga produsen (PPI) Maret 2026 hanya naik 0,5 persen secara bulanan, jauh di bawah ekspektasi ekonom sebesar 1,1 persen.

Dampak sentimen perdamaian ini menekan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 7 persen ke level 91 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah Brent turun 4,2 persen ke bawah 96 dolar AS per barel.

Laporan keuangan emiten perbankan turut memperkuat pasar dengan JPMorgan Chase mencatatkan kenaikan laba 13 persen, meskipun CEO Jamie Dimon memperingatkan adanya risiko ekonomi yang semakin kompleks bagi perbankan saat ini.

“Rangkaian risiko yang semakin kompleks sedang dihadapi oleh ekonomi saat ini,” kata Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, saat menanggapi ketidakpastian global dalam laporan kinerjanya.

Strategis Macquarie, Thierry Wizman, dalam catatannya memperingatkan bahwa penyelesaian konflik secara cepat mungkin sulit tercapai karena adanya perbedaan besar mengenai isu nuklir Iran meskipun pasar bereaksi positif terhadap perundingan tersebut.

Di sektor korporasi, saham Amazon naik 3,8 persen setelah mengumumkan rencana akuisisi perusahaan layanan satelit Globalstar, sementara saham Citigroup dan BlackRock masing-masing menguat 2,6 persen dan 3 persen pasca laporan laba yang melampaui estimasi.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga minyak tembus US$100 usai Donald Trump ancam blokade Hormuz

Equityworld Futures | Harga minyak tembus US$100 usai Donald Trump ancam blokade Hormuz

Equityworld Futures | Harga minyak melonjak kembali menembus US$100 per barel pada Minggu (12/4).

Equityworld Futures | Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan, Dolar Menguat dan Minyak Tembus US$100

Melonjaknya harga minyak setelah Donald Trump mengancam akan memblokir seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz, memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.

Seperti dikutip CNN, minyak Brent naik sekitar 8% ke level US$102 per barel, sementara minyak mentah AS juga menguat 8% menjadi US$104.

Di sisi lain, pasar saham berjangka melemah, dengan Dow turun lebih dari 500 poin, serta S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terkoreksi sekitar 1%.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran memilih kepada siapa mereka menjual minyak, dengan pendekatan “semua atau tidak sama sekali”.

Pernyataan ini memperbesar ketegangan setelah upaya gencatan senjata belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Meski harga minyak masih di bawah puncak pekan lalu, kegagalan mencapai kesepakatan damai membuat harga kini berada di atas level awal April.

Ketidakpastian yang berlarut-larut terus mendorong volatilitas pasar energi.

Di tengah konflik, Iran justru meraup keuntungan dengan mengenakan tarif hingga US$2 juta per kapal yang melintasi Selat Hormuz. Negara itu juga mencatat ekspor rata-rata 1,85 juta barel per hari hingga Maret, meningkat dibanding periode sebelumnya.

Peringatan keras datang dari Islamic Revolutionary Guard Corps yang menyatakan kapal militer yang mendekati kawasan tersebut akan ditindak tegas.

Rencana blokade disebut dapat mulai berlaku pada Senin pagi waktu AS.

Langkah ini berpotensi membebani konsumen, terutama di AS, di mana harga bensin rata-rata telah mencapai US$4,12 per galon—naik 38% sejak konflik dimulai.

Kenaikan harga energi juga diperkirakan akan merambat ke harga pangan akibat gangguan rantai pasok.

Analis memperingatkan, tanpa solusi damai dalam waktu dekat, tekanan inflasi global bisa bertahan lebih lama seiring tingginya biaya energi dan distribusi.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Design a site like this with WordPress.com
Get started