Equityworld Futures | Menang di Berbagai Perang, Kenapa Wall Street Takluk oleh Perang Iran?

Equityworld Futures | Menang di Berbagai Perang, Kenapa Wall Street Takluk oleh Perang Iran?

Equityworld Futures | Ketegangan geopolitik global dan eskalasi militer antarnegara kerap menjadi salah satu faktor utama yang memicu kekhawatiran serta aksi jual secara masif di kalangan pelaku pasar modal.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun saat Perang di Timteng, Tak Lagi Jadi Safe Haven?

Pasca pecahnya konflik pada 28 Februari 2026 lalu di Iran, pasar saham global merespons dinamika tersebut dengan pergerakan yang fluktuatif termasuk pasar modal di Indonesia.

Kemampuan S&P 500 Menahan

Indeks S&P 500, yang menjadi acuan utama pasar saham Amerika Serikat sekaligus barometer global, mencatatkan drawdown yang cukup signifikan. Terhitung sejak Senin (2/3/2026) hingga kemarin Selasa (10/03/2026), indeks tersebut telah mengalami pelemahan sekitar 3,15%.

Penurunan ini mencerminkan kehati-hatian investor dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung karena dapat memicu kenaikan harga komoditas global dan potensi naiknya angka inflasi secara menyeluruh.

Secara psikologis, investor institusional maupun ritel cenderung merelokasi portofolio investasi mereka ke instrumen safe haven pada masa-masa awal terjadinya krisis.

Tinjauan mendalam terhadap data historis sejak tahun 1979 justru menunjukkan bahwa indeks S&P 500 memiliki data historis kemampuan bertahan dan pemulihan yang sangat konsisten. Namun, cerita berbeda terjadi tahun ini di tengah perang Iran vs Israel-AS.

Sejak invasi Irak ke Kuwait pada 2003, sepekan setelah perang, Wall Street selalu menguat. Berbeda dengan tahun ini di mana Wall Street jeblok setelah perang Iran.

Gejolak perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat langsung mengguncang pasar saham global, termasuk Wall Street. Indeks utama seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq biasanya tertekan ketika ketegangan geopolitik meningkat.

Salah satu pemicunya adalah lonjakan harga minyak. Konflik yang melibatkan Iran memicu kekhawatiran terganggunya pasokan energi global, terutama jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terdampak. Padahal sekitar 20% perdagangan minyak dunia melewati jalur tersebut.

Kenaikan harga minyak membuat biaya produksi meningkat, memicu inflasi, dan menekan keuntungan perusahaan sehingga investor cenderung melepas saham.

Seperti diketahui, harga minyak melonjak ke US$ 119 pada Senin (9/3/2026) atau rekor tertinggi sejak Juni 2022.

Pasar juga khawatir konflik dapat meluas menjadi perang regional yang lebih besar. Jika itu terjadi, perdagangan global, rantai pasok, hingga transportasi internasional berpotensi terganggu.

Di sisi lain, lonjakan harga energi juga dapat mendorong inflasi sehingga Federal Reserve kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini biasanya tidak menguntungkan bagi pasar saham, terutama sektor teknologi.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street berbalik arah setelah pernyataan Presiden AS.

Equityworld Futures | Wall Street berbalik arah setelah pernyataan Presiden AS.

Equityworld Futures | Pasar saham AS pulih dengan kuat pada tanggal 9 Maret setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran mungkin akan segera berakhir. Komentar Gedung Putih, yang dikutip oleh media, membantu membalikkan sentimen pesimistis sebelumnya di kalangan investor Wall Street.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Lagi, Enaknya Jual atau Beli?

Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di AS, indeks S&P 500 naik 0,4% pada akhir sesi, sementara Dow Jones Industrial Average meningkat 97 poin, setara dengan sekitar 0,2%. Indeks Nasdaq Composite mencatat kenaikan yang lebih kuat, sekitar 1%. Perkembangan ini menandai pembalikan yang signifikan dari awal sesi perdagangan, ketika pasar anjlok tajam.

Selama perdagangan pagi, indeks Dow Jones turun hampir 900 poin ke titik terendah hari itu, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun sekitar 1,5%. Namun, pasar dengan cepat pulih setelah Presiden Trump mengatakan kepada seorang reporter CBS News bahwa perang dengan Iran “pada dasarnya sudah berakhir.”

Presiden Trump menegaskan bahwa kampanye militer AS telah menimbulkan kerusakan serius pada Iran. Ia menyatakan bahwa Iran sekarang “tidak memiliki angkatan laut, sistem komunikasi, dan angkatan udara.” Presiden juga mengatakan bahwa kampanye tersebut berjalan jauh lebih cepat daripada perkiraan awal 4-5 minggu yang telah ia prediksi.

Pemulihan pasar semakin didukung oleh kenaikan saham teknologi semikonduktor. Saham Broadcom dan Advanced Micro Devices (AMD) sama-sama naik sekitar 2%, sementara Micron Technology naik lebih dari 3%. Saham Nvidia juga naik hampir 1% selama sesi perdagangan.

Sementara itu, pasar energi tetap berada di bawah tekanan signifikan akibat konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah WTI melampaui $119 per barel dalam perdagangan semalam, melebihi $100 untuk pertama kalinya sejak 2022. Namun, pada akhir sesi, harga telah turun menjadi hampir $95 per barel, masih sekitar 4% lebih tinggi dari sebelumnya.

Minyak mentah Brent, patokan internasional untuk pasar minyak mentah, juga melonjak dan saat ini diperdagangkan sekitar $99 per barel. Lonjakan harga ini disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz, yang mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah.

Beberapa negara penghasil minyak di kawasan itu telah mulai memangkas produksi. Kuwait mengatakan telah mengurangi produksi minyak, sementara laporan menunjukkan produksi Irak mungkin telah turun hingga 70% karena kesulitan dalam mengangkut dan mengekspor minyak melalui zona konflik.

Dalam situasi ini, para menteri energi dari Kelompok Tujuh (G7) negara industri—Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris Raya, dan Amerika Serikat—diperkirakan akan bertemu secara daring untuk membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis guna menstabilkan pasar. Namun, belum ada keputusan resmi yang diambil.

Beberapa pakar keuangan memperingatkan bahwa jika harga minyak tetap di atas $100 per barel untuk jangka waktu yang lama, ekonomi global dapat menghadapi risiko inflasi tinggi dan pertumbuhan yang lambat. Pakar strategi investasi Ed Yardeni berpendapat bahwa dalam skenario terburuk, pasar dapat menghadapi risiko stagflasi yang mirip dengan yang terjadi pada tahun 1970-an.

Namun, banyak investor masih percaya bahwa konflik tersebut hanya akan berlangsung dalam waktu singkat. Beberapa manajer dana berpendapat bahwa reaksi pasar saham yang relatif stabil menunjukkan bahwa Wall Street bertaruh bahwa kampanye militer AS akan segera mencapai tujuannya dan membantu menstabilkan pasar energi.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Merosot Gegara Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Merosot Gegara Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat (AS) pada Wall Street merosot pada Minggu waktu setempat (Senin pagi WIB) karena konflik yang meningkat di Timur Tengah mendorong harga minyak di atas USD100 per barel. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran biaya energi yang lebih tinggi dapat memperlambat ekonomi AS dan memicu inflasi.

Equityworld Futures | Efek Domino Penutupan Selat Hormuz: Minyak Mahal, Inflasi hingga Harga Emas Terus Naik

Mengutip Investing.com, Senin, 9 Maret 2026, kontrak berjangka S&P 500 turun 1,7 persen menjadi 6.632,75 poin, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 1,8 persen menjadi 24.234,0 poin. Kontrak berjangka Dow Jones juga turun 1,7 persen menjadi 46.696,0 poin.

Lonjakan harga minyak picu kekhawatiran inflasi

Wall Street mengakhiri pekan lalu di wilayah negatif seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Dow Jones Industrial Average turun sekitar tiga persen untuk pekan ini, sementara S&P 500 turun dua persen. Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi mencatat penurunan mingguan sebesar satu persen.

Penurunan harga berjangka terjadi seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah setelah konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran meningkat selama akhir pekan.

Harga patokan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik di atas USD100 per barel di tengah kekhawatiran akan gangguan pasokan dan risiko terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak global.

Lonjakan harga minyak telah meningkatkan kekhawatiran bahwa guncangan energi baru dapat mendorong inflasi lebih tinggi dan membebani pengeluaran konsumen di AS.

Kenaikan harga minyak mentah yang berkelanjutan dapat mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve dengan menjaga tekanan harga tetap tinggi bahkan ketika pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Ambruk Imbas Meningkatnya Konflik AS-Iran

Equityworld Futures | Wall Street Ambruk Imbas Meningkatnya Konflik AS-Iran

Equityworld Futures | Saham AS berakhir merah pada Kamis, 5 Maret 2026, meskipun ditutup jauh di atas titik terendah sesi, karena konflik yang meningkat di Timur Tengah mendorong harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi. Penurunan saham semikonduktor juga membebani, setelah laporan bahwa pemerintahan Trump sedang menyusun aturan untuk membatasi pengiriman chip AI.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Gara-gara Penguatan Dolar AS

Dikutip dari Investing.com, Jumat, 6 Maret 2026, indeks acuan S&P 500 turun 0,6 persen menjadi 6.829,45 poin, indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,3 persen menjadi 22.748,99 poin, dan indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip merosot 1,6 persen menjadi 47.954,19 poin.

“Saham AS berada di bawah tekanan pagi ini karena harga minyak mulai naik dan sekarang mendekati USD80. Suasana penghindaran risiko telah berlanjut sepanjang pagi,” kata kepala strategi pasar di Jones Trading Michael O’Rourke kepada Investing.com.

“Beberapa investor telah beralih ke delapan perusahaan raksasa (Magnificent Eight), mencari keamanan dalam ukuran perusahaan tersebut. Taktik itu terbukti sia-sia karena muncul laporan bahwa pemerintahan Trump telah menulis rancangan aturan yang akan membatasi pengiriman chip AI ke mana pun di dunia tanpa persetujuannya. Hal itu telah memicu penjualan saham Nvidia dan pemimpin lainnya di sektor semikonduktor,” tambah O’Rourke.

Indeks utama ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, dengan Dow naik 0,5 persen, S&P naik 0,8 persen, dan Nasdaq naik 1,3 persen. Sejumlah data ekonomi yang kuat dan laporan tentang Iran yang mencari lebih banyak dialog telah membantu mendorong selera risiko.
Konflik Iran terus berlanjut
Harapan bahwa konflik Timur Tengah akan segera berakhir tampaknya semakin berkurang karena Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel, menandai hari keenam berturut-turut permusuhan.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Senat AS memberikan suara, sebagian besar berdasarkan garis partai, menentang mosi yang bertujuan untuk menghentikan kampanye udara dan mengharuskan tindakan militer disahkan oleh Kongres.

Sementara itu, Mojtaba Khamenei, putra pemimpin tertinggi Iran yang terbunuh, telah muncul sebagai kandidat terdepan untuk menggantikannya, kata Gedung Putih pada hari Rabu, yang menyiratkan bahwa Teheran tidak akan menyerah pada tekanan. Presiden Donald Trump kemudian mengatakan kepada Axios bahwa Khamenei tidak dapat diterima sebagai pengganti dan bahwa ia perlu secara pribadi menyetujui pemimpin Iran berikutnya.

Salah satu konsekuensi yang banyak diantisipasi dari konflik ini mulai muncul: konsumen Amerika menghadapi lonjakan harga di pompa bensin. Ini juga dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva mengatakan konflik tersebut menguji “ketahanan ekonomi global”.

“Konflik ini, jika terbukti berkepanjangan, jelas berpotensi memengaruhi harga energi global, sentimen pasar, pertumbuhan, dan inflasi. Dan itu akan menempatkan tuntutan baru di pundak para pembuat kebijakan di mana pun,” katanya sebelumnya pada hari Kamis.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Rebound Didukung Data Ekonomi AS, Dow Melonjak Lebih 200 Poin

Equityworld Futures | Wall Street Rebound Didukung Data Ekonomi AS, Dow Melonjak Lebih 200 Poin

Equityworld Futures | Pasar saham AS menguat pada Rabu waktu AS atau Kamis (5/3/2026) WIB, meski perang Iran berlanjut. Penguatan pasar didukung meredanya lonjakan harga minyak dan meredanya kekhawatiran perlambatan ekonomi AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit, Saatnya Kumpulkan Tenaga ke Level Tertinggi

Dow Jones Industrial Average melonjak 238,14 poin atau 0,49% ditutup di 48.739,41. Indeks 30 saham tersebut mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut. S&P 500 naik 0,78% ke 6.869,50, sementara Nasdaq Composite menguat 1,29% menjadi 22.807,48.

Saham teknologi mendukung pasar yang lebih luas, terutama sektor chip. Micron Technology dan Advanced Micro Devices masing-masing melonjak lebih dari 5%. Broadcom dan Nvidia naik lebih dari 1%.

Dua rilis data ekonomi yang kuat mendukung sentimen investor. ADP melaporkan perusahaan sektor swasta menambah lebih banyak lapangan kerja dari perkiraan pada Februari. Selain itu, sektor nonmanufaktur AS mencatat pertumbuhan lebih baik dari ekspektasi dengan tekanan inflasi yang mereda.

Anthony Saglimbene, kepala strategi pasar di Ameriprise, mengatakan kekhawatiran pelemahan pasar tenaga kerja kini mulai dipertanyakan. “Ekonomi AS berdiri di atas fondasi yang kuat,” katanya, seperti dikutip CNBC.

Reaksi terhadap data ekonomi terjadi bersamaan dengan meredanya reli minyak setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa AS akan membuat “serangkaian pengumuman” untuk mendukung arus minyak melalui Teluk Persia. Kontrak berjangka Brent dan WTI melemah pada Rabu, dengan Brent ditutup datar dan WTI naik 0,13%.

Reli minyak mereda setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS akan memberikan asuransi risiko untuk perdagangan maritim melalui Teluk guna mendorong kapal tanker kembali melintas di Strait of Hormuz. Lalu lintas kapal tanker di selat tersebut – jalur transit minyak mentah paling vital di dunia – terhenti setelah komandan Garda Revolusi Iran mengancam membakar kapal yang mencoba melintas.

“Jika kita masuk ke lingkungan Timur Tengah yang lebih mengganggu, Anda akan melihat dampak rambatan lebih besar pada pasar global dan harga aset,” kata Saglimbene, seraya menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk membuat penilaian tersebut.

Sementara itu, menurut Bessent, tarif global 15% yang diumumkan Trump bulan lalu akan diterapkan pekan ini. Namun ia meyakini tarif AS akan kembali ke level sebelum putusan Mahkamah Agung dalam waktu lima bulan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Dipicu Eskalasi Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Dipicu Eskalasi Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street melemah pada Selasa (3/3/2026) dipicu terjadinya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Equityworld Futures | Peringatan Keras: Harga Emas Ambruk 4% dalam Sehari, Masih Bisa Naik?

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 403,51 poin, atau sekitar 0,83 persen, menjadi 48.501,27. Indeks S&P 500 melemah 64,99 poin, atau sekitar 0,94 persen, menjadi 6.816,63. Indeks komposit Nasdaq merosot 232,17 poin, atau sekitar 1,02 persen, menjadi 22.516,69.

Aksi jual berlanjut dengan indeks volatilitas CBOE, yang merupakan indikator tingkat kekhawatiran di pasar saham, mencapai level tertinggi sejak November.

Para investor khawatir terhadap dampak konflik terhadap inflasi karena harga minyak dunia terus naik. Pasukan AS-Israel terus menyerang berbagai wilayah Iran, sedangkan Iran melakukan serangan balik terhadap Israel dan markas-markas AS di Timur Tengah.

Saham perusahaan teknologi Apple dan Nvidia masing-masing turun 0,37 persen dan 1,27 persen. Saham bank Wells Fargo dan Morgan Stanley masing-masing melemah 0,06 persen dan 0,61 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2026 turun 5,1 persen menjadi US$5.041,5 per ons. Indeks dolar AS naik 0,68 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 3,1 persen, seiring anjloknya saham sektor keuangan dan industri akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, anjlok 295,98 poin, atau sekitar 2,75 persen, menjadi 10.484,13. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, terjun 847,35 poin, atau sekitar 3,44 persen, menjadi 23.790,65.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, tergelincir 813,4 poin, atau sekitar 4,55 persen, menjadi 17.062,4. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 290,48 poin, atau sekitar 3,46 persen, menjadi 8.103,84.

Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran 1,3361 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1501 euro per pound.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq Menguat

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq Menguat

Equityworld Futures | Wall Street berakhir beragam pada Senin, 2 Maret 2026, menyelesaikan pembalikan yang solid setelah merosot di pembukaan. Kenaikan saham energi dan teknologi membantu mengatasi pukulan terhadap sentimen akibat serangan udara AS terhadap Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Membara di Tengah Perang, Tembus Rekor Tertinggi Sebulan

Dikutip dari Investing.com, Selasa, 3 Maret 2026, Indeks acuan S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi di 6.879,33 poin, setelah menghapus penurunan 1,2 persen.

Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,4 persen menjadi 22.748,86 poin, setelah membalikkan penurunan 1,6 persen. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip sedikit turun 0,2 persen menjadi 48.904,78 poin.

“Sungguh menakjubkan betapa tangguhnya pasar AS dalam menghadapi risiko geopolitik. Memiliki waktu satu akhir pekan penuh untuk mencerna apa yang terjadi membuat perbedaan besar. Ternyata teknologi adalah perdagangan yang paling aman hari ini bersama dengan emas, dolar, dan saham minyak serta pertahanan,” kata CEO Longbow Asset Management Jake Dollarhide kepada Investing.com.

Trump menjabarkan tujuannya
AS dan Israel pada akhir pekan melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran, menewaskan ratusan orang di negara itu, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan melancarkan serangan terhadap Israel dan beberapa negara Timur Tengah lainnya, termasuk Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Perkembangan ini menandai peningkatan besar dalam ketegangan antara Washington dan Teheran, terutama setelah negosiasi baru-baru ini mengenai aktivitas pengayaan nuklir Iran sebagian besar tidak menghasilkan kesimpulan.

Pasar kini khawatir akan terjadinya perang besar-besaran di Timur Tengah, terutama karena Iran bersumpah akan melakukan pembalasan lebih lanjut atas serangan baru-baru ini.

“Kita tidak memulai perang ini, tetapi di bawah Presiden Trump kita akan mengakhirinya,” kata Menteri Perang Pete Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon pada hari Senin.

Presiden Donald Trump kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa operasi tersebut memiliki empat tujuan: penghancuran kemampuan rudal Iran, pemusnahan angkatan lautnya, memastikan bahwa negara tersebut tidak akan pernah mendapatkan senjata nuklir, dan mencegah pemerintah Iran mempersenjatai, mendanai, dan mengarahkan aktivitas teroris.

“Kita sudah jauh lebih maju dari proyeksi waktu kita, tetapi berapa pun waktunya, tidak apa-apa. Apa pun yang diperlukan,” kata Trump.

“Kami memproyeksikan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu,” tambah presiden.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street beralih ke strategi ‘aset tempat berlindung yang aman’.

Equityworld Futures | Wall Street beralih ke strategi ‘aset tempat berlindung yang aman’.

Equityworld Futures | Konflik yang meningkat pesat di Timur Tengah memicu kecemasan investor dan memperkuat posisi aset safe-haven seperti obligasi pemerintah AS, emas, dan franc Swiss.

Equityworld Futures | 76% Investor Optimistis Harga Emas “To The Moon” di Tengah Ketidakpastian Global

Para pelaku pasar makro memperkirakan bahwa semua perhatian akan terfokus pada pasar energi ketika perdagangan resmi dibuka kembali awal pekan ini (2 Maret). Tanda-tanda awal volatilitas diperkirakan akan muncul segera setelah dolar AS dan mata uang lainnya mulai diperdagangkan di pasar Australia.

Potensi gejolak yang berkepanjangan dan efek domino dari melonjaknya harga minyak mendorong para manajer dana untuk menjual saham dan beralih ke portofolio yang lebih aman. Menurut John Briggs, Kepala Strategi Suku Bunga di Natixis, investor akan sepenuhnya mengadopsi strategi “berlindung dulu, bertanya kemudian” dalam iklim saat ini.

Analis Dave Mazza dari Roundhill Financial mengatakan bahwa para analis memantau dengan cermat lalu lintas di Selat Hormuz – jalur air penting yang mengangkut sekitar seperempat minyak mentah dunia melalui laut. Ia memperkirakan bahwa jika jalur tersebut tetap lancar, pasar saham dapat mengatasi guncangan tersebut. Sebaliknya, skenario optimis apa pun akan menjadi tidak berarti.

Selain itu, valuasi pasar saham dan kredit global yang terlalu tinggi saat ini memudahkan investor untuk memutuskan mengurangi risiko. Dalam beberapa bulan terakhir, pasar saham global terus-menerus berada di bawah tekanan dari perubahan kebijakan tarif AS, gangguan dari kecerdasan buatan (AI), dan beban utang swasta.

Pada 27 Februari, setelah negosiasi AS-Iran berakhir tanpa kesepakatan, investor mulai khawatir tentang kemungkinan aksi militer di Timur Tengah, yang berdampak langsung pada pasar. Pada sesi perdagangan terakhir minggu itu, harga minyak mentah Brent ditutup pada level tertinggi sejak Juli 2025, sementara indeks S&P 500 turun 0,4%, menandai penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2025.

Meskipun ada tanda-tanda penurunan pasar, para ahli strategi di Barclays Plc memperingatkan agar tidak terburu-buru untuk “membeli saat harga turun.” Para ahli menjelaskan bahwa investor terbiasa dengan meredanya gejolak geopolitik dengan cepat, tetapi krisis ini berisiko berkepanjangan karena potensi korban jiwa di AS, serangan udara yang menargetkan para pemimpin Iran, dan potensi gangguan perdagangan di Selat Hormuz.

Ajay Rajadhyaksha, Ketua Riset Global di Barclays, berkomentar bahwa rasio risiko-imbalan saat ini tidak menarik: “Jika S&P 500 terkoreksi cukup dalam (misalnya, lebih dari 10%), itu akan menjadi waktu yang tepat untuk membeli. Tapi belum sekarang.”

Profil Perusahaan

Profil Perusahaan

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Euforia AI Mereda Usai Kinerja Nvidia Gagal Pikat Pasar

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Euforia AI Mereda Usai Kinerja Nvidia Gagal Pikat Pasar

Equityworld Futures | Wall Street ditutup melemah pada Kamis (26/2/2026) setelah reli saham teknologi terhenti. Antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI) mereda menyusul laporan kinerja Nvidia yang dinilai gagal memberi dorongan baru bagi investor.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Tipis, Pasar Tunggu Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran

Indeks-indeks utama bergerak bervariasi. Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,03%, sementara S&P 500 turun 0,54% dan Nasdaq Composite merosot 1,18%. Tekanan terbesar datang dari saham chip, seiring indeks semikonduktor anjlok 3,2% dan berada di ambang mengakhiri tren penguatan 10 pekan.

Pelemahan teknologi menahan laju pasar, meski rotasi ke saham-saham siklikal membantu Dow bertahan di zona hijau. Secara bulanan, S&P 500 dan Nasdaq diperkirakan menutup Februari di zona merah, sedangkan Dow masih berpeluang mencatat kenaikan.

Kinerja kuartal keempat Nvidia sebenarnya melampaui ekspektasi analis dan proyeksinya juga di atas perkiraan pasar. Namun, laju pertumbuhan pendapatan yang mulai melambat membuat perbandingan tahunan kian menantang. Saham Nvidia pun turun 5,5%.

“Ini terasa seperti efek samping Nvidia yang spesifik pada sektor AI,” kata Michael Green, kepala strategi di Simplify Asset Management. Menurutnya, tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar berbasis AI membuat S&P 500 dan Nasdaq tertekan.

Di level sektoral, teknologi dan layanan komunikasi mencatat penurunan terdalam. Sebaliknya, sektor keuangan memimpin penguatan dengan kenaikan 1,3%, ditopang saham bank-bank besar seperti JPMorgan Chase, Bank of America, dan Wells Fargo.

Saham perangkat lunak dan layanan justru menguat 1,4%, dipimpin Salesforce yang naik 4% meski panduan pendapatannya lebih lemah dari perkiraan. Di sisi lain, Trade Desk anjlok 4,8% setelah proyeksi pendapatan kuartal I meleset dari estimasi.
Pergerakan saham individual juga beragam. J.M. Smucker melonjak 8,8% berkat kinerja kuartal yang solid, se

mentara C3.ai terperosok 18,5% setelah memberi proyeksi penjualan yang lemah dan mengumumkan pemangkasan 26% tenaga kerja global.

Di bursa, saham yang naik lebih banyak dibanding turun dengan rasio 1,41 banding 1 di NYSE, sedangkan di Nasdaq rasio tercatat 1,09 banding 1. Volume perdagangan mencapai 19,55 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir.

Secara keseluruhan, pasar menandai jeda pada euforia AI, dengan investor mulai bersikap lebih selektif terhadap saham teknologi berkapitalisasi besar.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, S&P 500 dan Nasdaq Naik Didorong Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, S&P 500 dan Nasdaq Naik Didorong Saham Teknologi

Equityworld Futures | Saham-saham di Wall Street menguat pada perdagangan Rabu (25/2/2026) waktu setempat (Kamis pagi WIB), didukung oleh Nvidia dan Oracle, seiring pasar melanjutkan kenaikan dari sesi perdagangan sebelumnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Sentuh USD 5.200, Ini Pemicu Kenaikan Logam Mulia

Indeks S&P 500 ditutup naik 0,81 persen pada 6.946,13, sementara Nasdaq Composite menguat 1,26 persen ke posisi 23.152,08. Dow Jones Industrial Average bertambah 307,65 poin atau 0,63 persen menjadi 49.482,15.

Saham Nvidia naik 1,4 persen menjelang laporan keuangannya yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan pasar, bersamaan dengan laporan dari raksasa perangkat lunak Salesforce dan Snowflake.

Laporan Nvidia hadir di tengah investor yang mulai menyesuaikan kembali valuasi tinggi saham teknologi serta meningkatnya skeptisisme terhadap belanja modal AI yang besar dari perusahaan hyperscaler.

“Apakah kepercayaan pasar ini dapat bertahan dalam beberapa hari ke depan sebagian akan bergantung pada laporan laba NVIDIA,” tulis Ulrike Hoffmann-Burchardi, chief investment officer untuk kawasan Amerika dan kepala global ekuitas di UBS, dalam sebuah catatan.

“Dengan hyperscaler mengumumkan peningkatan belanja modal dalam beberapa pekan terakhir, pasar memperkirakan produsen chip ini akan membukukan proyeksi pendapatan di atas konsensus disertai pertumbuhan penjualan yang kuat,” tambah dia.

Michael Rosen, chief investment officer di Angeles Investment Advisors, mengingatkan agar investor tidak bertaruh melawan CEO Jensen Huang, dengan mengatakan bahwa ia memainkan kartunya dengan sangat baik.

Ia juga melihat reli terbaru saham tersebut—yang mencatat kenaikan empat hari berturut-turut—sebagai peluang ambil untung bagi sebagian pelaku pasar di Wall Street.

Saham Oracle, yang juga bergerak di sektor kecerdasan buatan, melonjak 1 persen dan memimpin penguatan lanjutan saham perangkat lunak setelah mendapat peningkatan peringkat (upgrade) dari Oppenheimer, yang menilai profil risiko-imbal hasilnya menarik setelah koreksi sebelumnya.

Sektor perangkat lunak memperpanjang reli dari sesi sebelumnya, ketika iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) naik hampir 2 persen. Pada Rabu, dana tersebut melonjak 3 persen, didorong penguatan saham seperti Palantir Technologies dan Microsoft.
Rosen menilai kekhawatiran investor terkait perangkat lunak dan AI “sedikit berlebihan.”

“Pasar, menurut saya, bergerak dari sekadar memasukkan semuanya ke dalam satu kategori dan mendorongnya naik, menjadi lebih selektif dalam menilai perusahaan mana yang lebih siap dibanding yang lain,” ujarnya.

Rosen juga mengatakan bahwa fase pasar “jual dulu, tanya belakangan” kini telah bergeser ke fase “tanya belakangan,” di mana “segala sesuatunya mungkin tidak semenakutkan sebelumnya.” Pada Selasa, indeks-indeks utama Wall Street menguat setelah kekhawatiran tentang disrupsi AI di berbagai industri mereda.

Saham perangkat lunak dan keamanan siber mencatat reli teknikal setelah Anthropic meluncurkan konektor dan plug-in baru untuk alat pekerja pengetahuannya, Claude Cowork, yang memungkinkan perusahaan menghubungkan alat AI tersebut dengan aplikasi yang sudah ada seperti Google Drive.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Design a site like this with WordPress.com
Get started