Equityworld Futures | Wall Street Bertahan di Tengah Konflik Iran – Israel, Nasdaq Melonjak 0,86%

Equityworld Futures | Wall Street Bertahan di Tengah Konflik Iran – Israel, Nasdaq Melonjak 0,86%

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (8/6) waktu setempat setelah saham-saham semikonduktor bangkit dari aksi jual tajam pada Jumat. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump berupaya mempertahankan gencatan senjata di tengah aksi saling serang antara Iran dan Israel.

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik, Harapan Damai Israel-Iran Redam Tekanan Pasar

Indeks S&P 500 naik 0,30% dan ditutup di level 7.405,73. Sementara itu, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi tumbuh 0,86% ke posisi 25.929,66. Berbeda dengan kedua indeks tersebut, Dow Jones Industrial Average turun 80,77 poin atau 0,16% ke level 50.786,01.

Direktur Investasi U.S. Bank Asset Management William Northey mengatakan pasar saat ini terus menimbang berbagai katalis positif dan risiko yang muncul secara bersamaan.

“Fundamental ekonomi Amerika Serikat masih cukup kuat, didukung oleh konsumsi masyarakat, belanja modal perusahaan, dan siklus pertumbuhan laba korporasi. Faktor-faktor tersebut sejauh ini masih lebih dominan dibandingkan risiko yang berasal dari konflik Timur Tengah,” ujarnya dikutip dari CNBC, Selasa (9/6).

Meski begitu, Northey mengingatkan konflik yang berkepanjangan berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan pada akhirnya mengganggu aktivitas ekonomi.
Menurut dia, sentimen geopolitik masih menjadi perhatian pasar setelah Iran meluncurkan serangan rudal pada Minggu. Aksi tersebut memunculkan kembali kekhawatiran mengenai stabilitas gencatan senjata antara Washington dan Teheran.

Ketegangan meningkat setelah Ketua Parlemen Iran Mohammed Baqer Qalibaf menilai blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat serta dugaan pelanggaran kesepakatan terkait Lebanon sebagai bentuk pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Di tengah meningkatnya ketegangan, harga minyak dunia sempat melonjak setelah Israel melancarkan serangan besar terhadap sistem pertahanan strategis Iran sebagai respons atas serangan rudal Teheran.

Namun, Trump mengatakan Israel dan Iran tengah mengupayakan gencatan senjata dan proses negosiasi tetap berjalan meski kedua pihak masih saling melancarkan serangan.

Trump sebelumnya juga mendesak kedua negara untuk segera menghentikan aksi militer. Tak lama kemudian, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan operasi militer terhadap Israel telah dihentikan. Meski demikian, Teheran memperingatkan akan kembali melakukan serangan apabila Israel melanjutkan operasi militernya di Lebanon.

Perkembangan tersebut membuat harga minyak memangkas sebagian penguatannya. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,84% dan ditutup di level US$91,30 per barel, sedangkan Brent menguat 1,25% menjadi US$94,25 per barel.

Selain perkembangan geopolitik, investor juga mulai mengalihkan perhatian pada dua agenda besar pekan ini, yakni rilis data inflasi Amerika Serikat dan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) SpaceX milik Elon Musk yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
IPO SpaceX diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Wall Street dan dinilai sebagai ujian penting bagi tingginya valuasi perusahaan-perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).

Kepala Strategi Pasar Ritholtz Wealth Management Callie Cox mengatakan IPO berukuran jumbo kerap menjadi indikator puncak euforia pasar pada siklus sebelumnya.

“Penawaran saham berskala besar sering kali muncul pada fase puncak pasar. Karena itu, banyak investor tampak berhati-hati dan skeptis terhadap sinyal yang mungkin diberikan oleh IPO SpaceX,” kata Cox.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

Equityworld Futures | Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

Equityworld Futures | Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin pagi (8/6/2026) setelah pasar dikejutkan oleh serangan terbaru Israel ke Lebanon. Eskalasi baru ini memicu kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah akan kembali meluas dan menghambat upaya pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah 2 Bulan Dipicu Bayang-Bayang Suku Bunga AS

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 08.01 WIB, harga minyak Brent berada di US$95,29 per barel, melonjak 2,36% dibandingkan penutupan Jumat yang berada di US$93,09 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,18% ke US$92,51 per barel dari posisi sebelumnya US$90,54 per barel. Kenaikan tersebut memangkas sebagian besar pelemahan yang terjadi pada akhir pekan lalu ketika pasar sempat optimistis terhadap peluang meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Sentimen utama datang dari serangan udara Israel ke Beirut pada Minggu waktu setempat. Aksi militer tersebut berlangsung hanya beberapa hari setelah Israel dan Lebanon mengumumkan kesepakatan gencatan senjata pada 3 Juni hasil negosiasi di Washington. Situasi kian memanas setelah Iran membalas serangan terhadap sekutunya, Hizbullah, dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel. Rantai konflik baru ini menimbulkan keraguan bahwa perundingan damai antara Washington dan Teheran dapat segera tercapai.

Bagi pasar energi, isu terpenting bukan semata konflik militer, melainkan nasib Selat Hormuz. Iran hingga kini masih menghambat sebagian besar arus pelayaran melalui selat tersebut sejak perang AS-Iran pecah pada Februari lalu. Akibatnya, pasokan minyak global terganggu dan banyak negara produsen kesulitan mengirimkan minyak ke konsumen. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur transit utama bagi ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk, sehingga setiap gangguan langsung memengaruhi keseimbangan pasokan dunia.

Di tengah kondisi tersebut, OPEC+ pada Minggu tetap memutuskan melanjutkan peningkatan produksi untuk bulan keempat secara beruntun. Tujuh anggota inti kelompok itu diperkirakan menaikkan target produksi sekitar 188 ribu barel per hari pada Juli. Namun keputusan tersebut belum mampu menenangkan pasar karena persoalan utama saat ini bukan target produksi, melainkan kemampuan negara-negara produsen untuk benar-benar mengalirkan minyak ke pasar internasional.

Data OPEC memperlihatkan produksi kelompok tersebut justru anjlok sejak konflik meletus. Produksi rata-rata turun menjadi 33,19 juta barel per hari pada April dari 42,77 juta barel per hari pada Februari. Negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, menghadapi kendala besar dalam memenuhi permintaan pelanggan akibat terganggunya jalur ekspor. Rusia pun menghadapi tekanan tersendiri setelah serangan terhadap infrastruktur energinya memangkas kapasitas produksi.

Kondisi ini membuat pasar relatif mengabaikan tambahan kuota produksi OPEC+. Selama Selat Hormuz belum kembali beroperasi normal dan ketegangan geopolitik terus meningkat, risiko kekurangan pasokan masih membayangi pasar minyak global. Itulah yang membuat harga minyak kembali bergerak mendekati level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir, meski OPEC+ terus berupaya menambah pasokan ke pasar.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Bahkan, Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di tengah aksi rotasi investor dari saham teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke sektor nonteknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Terbang, Ini Syarat Agar Harganya Pecah Rekor

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones melonjak 874,86 poin (1,73%) ke rekor ATH penutupan di 51.561,93. Sementara S&P 500 menguat 0,41% menjadi 7.584,31. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite turun tipis 0,09% ke level 26.830,96,

Kenaikan Dow dipimpin oleh saham UnitedHealth yang melesat lebih dari 5%. Saham JPMorgan Chase turut menguat sekitar 3%, sedangkan Walmart naik hampir 1%. Di luar komponen Dow Joens, sejumlah saham nonteknologi juga mencatat penguatan, termasuk Costco yang naik sekitar 1% dan Eli Lilly yang melonjak lebih dari 4%.

Pergerakan pasar terjadi setelah investor mengurangi eksposur pada saham-saham yang terkait dengan tren AI menyusul pelemahan tajam saham Broadcom. Saham Broadcom anjlok lebih dari 12% setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal II fiskal yang berada di bawah ekspektasi pasar. Pelemahan tersebut menyeret sektor semikonduktor secara luas.

VanEck Semiconductor ETF (SMH), yang menjadi salah satu acuan sektor chip global, turun lebih dari 1%. Sementara itu, saham Arm Holdings melemah lebih dari 4% dan Micron Technology merosot hampir 8%.

Chief Investment Officer Montis Financial Dennis Follmer mengatakan, tren AI masih menjadi tema utama pasar, tetapi reli saham yang berlangsung selama lebih dari dua bulan mulai kehilangan momentum.

“Setelah musim laporan keuangan yang luar biasa, tema AI masih tetap kuat. Namun reli pasar mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah lonjakan yang sangat besar dalam lebih dari dua bulan terakhir,” ujarnya.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Rekor Tertinggi Wall Street Terkoreksi oleh Laporan Saling Tembak AS-Iran

Equityworld Futures | Rekor Tertinggi Wall Street Terkoreksi oleh Laporan Saling Tembak AS-Iran

Equityworld Futures | Rekor saham di bursa Wall Street terkoreksi oleh aksi ambil untung investor pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (4/6/2026) karena Amerika Serikat dan Iran saling baku tembak di kawasan teluk.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tajam di Tengah Ancaman Inflasi Membesar

Tiga indeks utama Wall Street berakhir lebih rendah harga minyak yang tinggi membuat kekhawatiran inflasi tetap tinggi karena meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dow Jones turun 1,21% menjadi 50692, S&P 500 turun 0,74% ke posisi 7553,47 , dan Nasdaq berakhir turun 0,89% menjadi 26853,9.

Dari laporan media, Komando Pusat AS mengatakan pasukan AS berhasil mengalahkan beberapa rudal balistik dan drone Iran dan melakukan serangan ‘pertahanan diri di Pulau Qeshm sebagai tanggapan atas upaya serangan oleh Iran pada hari Selasa. Demikian Kerajaan Kuwait di Teluk Persia dihujani rudal balistik dan drone.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kepada penyiar Lebanon Al Mayadeen bahwa kontak Teheran dengan Washington belum terputus. Tetapi Araqchi mengatakan bahwa tidak ada kemajuan yang telah dicapai dalam negosiasi.

Kerugian saham Wall Street meningkat menjelang akhir perdagangan setelah ketiga indeks utama mencapai rekor baru untuk sesi kelima berturut-turut sebelumnya.

Dari laporan ekonomi AS, Institute for Supply Management (ISM) merilis laporan yang menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Mei.

Untuk data ADP employment change juga dilaporkan meningkat hingga mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Secara sektoral, saham perangkat lunak memimpin penurunan yang signifikan dengan Dow Jones U.S. Software Index anjlok 4%, seperti saham Oracle dan Palantir turun lebih dari 5% sementara Microsoft turun 3%.

Selanjutnya saham emas turut membebani dengan NYSE Arca Gold Bugs Index anjlok 3,6%.

Namun pergerakan sebaliknya terlihat pada saham bioteknologi, minyak, dan semikonduktor tyang membantu membatasi penurunan pasar.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Bertahan di Level Tinggi Selasa (2/6) Pagi, Brent ke US$ 95,04

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Bertahan di Level Tinggi Selasa (2/6) Pagi, Brent ke US$ 95,04

Equityworld Futures | Harga minyak dunia bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir pada perdagangan Selasa (2/6/2026), seiring masih tingginya ketidakpastian terkait perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengenai perpanjangan gencatan senjata serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Bruk! Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Lagi, Ini Penyebabnya

Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah Brent naik tipis 6 sen atau 0,06% menjadi US$ 95,04 per barel pada pukul 00.01 GMT.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 17 sen atau 0,18% menjadi US$ 91,99 per barel.

Kedua kontrak acuan tersebut sebelumnya melonjak lebih dari 5% pada perdagangan Senin (1/6). Namun, kenaikan tersebut berkurang setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya belum menerima informasi bahwa Iran menghentikan pembicaraan dengan Washington.

Trump juga menyebut Israel telah sepakat menarik pasukan yang bersiap melakukan serangan ke Lebanon selatan.

Meski demikian, sinyal yang muncul dari kedua pihak masih beragam. Trump sebelumnya mengatakan kepada CNBC bahwa dirinya tidak mempermasalahkan apabila perundingan dengan Iran berakhir.

Namun tak lama kemudian, ia menyampaikan melalui media sosial bahwa pembicaraan masih berlangsung.

Dalam wawancara dengan ABC News, Trump bahkan menyatakan optimistis kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali Selat Hormuz dapat tercapai dalam waktu sekitar satu pekan.

Di sisi lain, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran telah menangguhkan perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS).

Kondisi ini membuat pasar tetap berhati-hati dalam menilai arah konflik dan dampaknya terhadap pasokan energi global.

Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan, fokus utama pasar saat ini adalah perkembangan nyata dalam negosiasi AS-Iran.

“Pasar saat ini memperhatikan apakah ada kemajuan konkret atau justru kemunduran dalam perundingan AS-Iran, termasuk nada dan substansi pernyataan dari kedua pihak, khususnya terkait ancaman Iran terhadap Selat Hormuz serta pergerakan kapal tanker di jalur tersebut,” ujar Waterer.

Menurutnya, arah negosiasi antara Washington dan Teheran akan menentukan apakah premi risiko geopolitik yang saat ini tercermin dalam harga minyak akan tetap bertahan atau mulai berkurang.
Sementara itu, Lebanon pada Senin (1/6) mengumumkan gencatan senjata terbatas antara kelompok Hezbollah dan Israel.
Langkah ini dipandang sebagai upaya deeskalasi yang dapat membantu meredakan ketegangan regional yang berkaitan dengan konflik Iran.

Market Analyst IG Tony Sycamore menilai harga minyak masih akan bergerak volatil selama belum ada kepastian terkait proses perdamaian di Timur Tengah.
“Dengan terus munculnya berbagai perkembangan dari Timur Tengah, harga minyak kemungkinan tetap bergejolak hingga ada bukti yang lebih jelas mengenai kemajuan menuju kesepakatan damai,” kata Sycamore.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Ditopang Saham Teknologi, Wall Street Cetak Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Ditopang Saham Teknologi, Wall Street Cetak Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Indeks-indeks utama pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup pada level rekor tertinggi pada Jumat (29/5) dan membukukan kenaikan mingguan maupun bulanan.

Equityworld Futures | Harga Minyak Tiba-Tiba Memanas Lagi, Israel Jadi Biang Kerok

Penguatan ini didorong oleh hasil kinerja Dell yang mengangkat saham-saham teknologi, sementara investor masih menantikan rincian potensi kesepakatan antara AS dan Iran.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 363,37 poin atau 0,72 persen menjadi 51.032,34. Indeks S&P 500 menguat 16,44 poin atau 0,22 persen menjadi 7.580,07, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 55,15 poin atau 0,21 persen menjadi 26.972,62.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan melalui unggahan di media sosial bahwa dirinya akan mengambil keputusan final terkait kesepakatan dengan Iran pada Jumat (29/5).

Sebelumnya, Teheran mengatakan mereka menginginkan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan, terkait kemungkinan tercapainya negosiasi tersebut.

Saham Dell Technologies melonjak 32,8 persen setelah perusahaan menaikkan proyeksi laba dan pendapatan setahun penuh pada Kamis (28/5). Sektor teknologi menguat 1,87 persen, didukung kenaikan saham-saham semikonduktor.

Saham perusahaan sejenis, yakni Hewlett Packard Enterprise dan Super Micro Computer, masing-masing naik 12,6 persen dan 11,6 persen. Sementara itu, saham Microsoft menguat 5,4 persen.

Indeks jasa perangkat lunak juga melonjak lebih dari 6 persen dan berhasil menghapus seluruh kerugian sejak akhir Januari, ketika kekhawatiran mengenai disrupsi kecerdasan buatan (AI) sempat membebani sektor tersebut.

Sebelumnya pada sesi perdagangan, ketiga indeks utama sempat mencetak rekor tertinggi intraday, didorong optimisme baru terhadap AI dan pertumbuhan laba perusahaan yang kuat, meskipun masih terdapat kekhawatiran mengenai dampak perang Iran terhadap inflasi dan perekonomian global.

Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 turun 0,6 persen. Dalam sepekan, S&P 500 naik 1,43 persen, Nasdaq menguat 2,39 persen, dan Dow Jones bertambah 0,9 persen. Sementara itu, Russell 2000 naik 1,72 persen.

Secara bulanan sejak 30 April, S&P 500 menguat 5,15 persen, Nasdaq melonjak 8,36 persen, dan Dow Jones naik 2,78 persen. Russell 2000 juga menguat 4,24 persen.

S&P 500 mencatat kenaikan mingguan selama sembilan pekan berturut-turut, yang menjadi rekor reli mingguan terpanjang sejak Desember 2023.

Di Nasdaq, sebanyak 2.378 saham naik dan 2.486 saham turun, sehingga saham yang melemah sedikit lebih banyak dibanding yang menguat dengan rasio 1,05 banding 1.

S&P 500 mencatat 27 saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 12 saham yang menyentuh level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 125 level tertinggi baru dan 54 level terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 23,9 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata 19,36 miliar saham per sesi dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Indeks S&P 500 dan Komposit Nasdaq Rekor

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Indeks S&P 500 dan Komposit Nasdaq Rekor

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Kamis (28/5/2026) dengan indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mencapai rekor baru.

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Arah usai AS dan Iran Perpanjang Gencatan Senjata

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 24,69 poin menjadi 50.668,97. Indeks S&P 500 meningkat 43,27 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 7.563,63. Indeks komposit Nasdaq menguat 242,74 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 26.917,47.

Sentimen positif berhembus dipicu kabar bahwa AS dan Iran telah mencapai draf kesepakatan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Kesepakatan tersebut masih membutuhkan persetujuan dari Presiden AS Donald Trump.

Data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi AS meningkat dalam lajut tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada April akibat meningkatnya harga enargi. GDP AS kuartal pertama hanya tumbuh 1,6 persen dan diperkirakan akan melambat pada kuartal ini.

Indeks sektor kesehatan S&P 500 menguat setelah saham Eli Lilly melonjak 4 persen usai CVS Health menyatakan akan memulihkan obat penurun berat badan Zepbound dan menambahkan pil obesitas Foundayo.

Saham sektor teknologi juga menguat, dengan saham Microsoft meningkat 3,5 persen setelah dikabarkan akan merilis coding model baru pekan depan. Saham Marvell Technology menguat 3 persen usai UBS meningkatkan target saham Marvell menjadi US$230 per saham dari sebelumnya US$195.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik dipicu pelemahan nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Agustus 2026 naik 1,1 persen menjadi US$4.532,4 per ons. Indeks dolar AS turun 0,2 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,5 persen, dipicu ekspektasi perpanjangan kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggirs, turun 79,05 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 10.425,96. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 85,55 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 25.092,25.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 101,6 poin, atau sekitar 0,55 persen, menjadi 18.279,3. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 19,02 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 8.188,87.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi 1,34 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,1 persen menjadi 1,1535 euro per pound.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Melambung ke US$97,56 usai AS Gempur Iran di Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga Minyak Melambung ke US$97,56 usai AS Gempur Iran di Selat Hormuz

Equityworld Futures | Harga minyak dunia kembali naik pada perdagangan Selasa (26/5), setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran selatan, memicu kekhawatiran pasar terhadap konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terbang Tinggi, Bakal Bertahan Lama?

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik hampir 2 persen pada awal perdagangan Asia. Kontrak Brent tercatat menguat US$1,40 atau 1,5 persen ke level US$97,56 per barel, setelah sebelumnya anjlok 7 persen pada sesi sebelumnya.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat berada di level US$91,25 per barel. Meski naik tipis dibanding perdagangan terakhir Senin, harga tersebut masih turun US$5,30 atau 5,5 persen dibanding penutupan Jumat lalu.

Komando Pusat Militer AS menyatakan pihaknya melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran selatan, termasuk kapal yang diduga hendak memasang ranjau serta lokasi peluncuran rudal.

Militer AS menyebut operasi itu dilakukan sebagai langkah defensif untuk melindungi pasukan Amerika dari ancaman militer Iran.

Media Iran sebelumnya melaporkan ledakan terdengar di wilayah Bandar Abbas dan kawasan pesisir di sekitar Selat Hormuz.

Sejak perang pecah, Teheran secara efektif menghentikan hampir seluruh aktivitas pelayaran non-Iran keluar masuk Teluk Persia. Kondisi tersebut mengganggu sekitar seperlima arus minyak dan gas dunia serta mendorong lonjakan harga energi lebih dari 50 persen.

Di tengah meningkatnya tensi militer, Iran dan AS masih melanjutkan upaya diplomasi. Negosiator utama Iran dan Menteri Luar Negeri Iran pada Senin berada di Doha untuk bertemu Perdana Menteri Qatar membahas potensi kesepakatan damai dengan Washington.

Kedua negara disebut telah mencapai kemajuan dalam pembahasan nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan perang dan memberi waktu 60 hari bagi negosiasi final.

Laporan Nikkei menyebut Iran dalam kesepakatan itu bersedia membersihkan ranjau di Selat Hormuz dalam 30 hari, sehingga kapal dari seluruh negara dapat kembali melintas dengan aman tanpa pungutan transit dari Teheran.

Analis pasar KCM Trade Tim Waterer mengatakan pelaku pasar mulai berspekulasi besar bahwa terobosan damai akan membuka kembali jalur tanker yang selama ini terjebak di sekitar Selat Hormuz.

“Trader bertaruh besar bahwa terobosan akhirnya akan membebaskan kapal tanker yang lama terjebak di sekitar Selat Hormuz,” ujar Waterer.

Data pelacakan kapal menunjukkan tiga kapal tanker gas alam cair telah melintasi selat tersebut dalam beberapa hari terakhir menuju Pakistan, China, dan India. Sebuah supertanker yang membawa minyak Irak ke China juga dilaporkan berhasil bergerak setelah tertahan hampir tiga bulan.

Namun, pasar masih dibayangi risiko gagalnya kesepakatan damai. Presiden AS Donald Trump kembali menuntut Iran menyerahkan uranium yang telah diperkaya kepada AS untuk dimusnahkan.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia meluncur bebas hingga menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir pada perdagangan hari Senin.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Tekanan jual masif ini dipicu oleh munculnya gelombang optimisme di kalangan pelaku pasar menyusul indikasi bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran tengah bergerak mendekati kesepakatan damai.

Kendati demikian, kedua belah pihak dilaporkan masih terlibat silang pendapat yang sengit mengenai sejumlah isu krusial. Salah satu poin perdebatan utama adalah masalah blokade di Selat Hormuz, yang hingga saat ini masih membatasi volume ekspor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke pasar global.

Penurunan tajam pada awal sesi perdagangan tersebut membawa kedua tolok ukur harga minyak internasional ini menyentuh titik terendah mereka sejak tanggal 7 Mei lalu.

Sentimen positif meruyak setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa Washington dan Teheran telah berhasil “menyelesaikan sebagian besar negosiasi” terkait nota kesepahaman (memorandum of understanding).

Dikutip dari Reuters, dokumen kesepakatan tersebut dirancang untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz secara penuh. Sebelum konflik pecah, jalur perairan strategis ini memegang peran vital dengan mengakomodasi seperlima dari total pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) di seluruh dunia.

Meskipun cetak biru perdamaian mulai terlihat, proses diplomasi ini diprediksi tidak akan berjalan mulus. Melalui pernyataannya, Trump menegaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan tim delegasi AS di meja perundingan untuk tidak terburu-buru dalam menandatangani kesepakatan akhir dengan Iran, mengingat masih adanya sejumlah poin sensitif yang belum mencapai titik temu.

Merespons dinamika geopolitik ini, Saul Kavonic selaku analis senior dari lembaga riset MST Marquee mengungkapkan bahwa situasi ini memberikan angin segar jangka pendek bagi stabilitas harga energi dunia.

“Terlepas dari semua catatan teknis serta risiko yang masih membayangi perjanjian damai dan kepastian di Selat Hormuz, saat ini mulai terlihat titik terang di ujung terowongan. Faktor inilah yang membawa kelegaan sementara terhadap pergerakan harga minyak dalam jangka pendek,” ujar Saul Kavonic, dilansir dari Reuters.

Meski demikian, para pengamat komoditas dan industri energi memperkirakan bahwa proses normalisasi rantai pasok tidak dapat terjadi dalam sekejap.

Diperlukan waktu hingga berbulan-bulan agar arus lalu lintas kapal tanker yang melewati selat tersebut kembali ke volume normal.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Turun Rabu (20/5) Pagi, Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Turun Rabu (20/5) Pagi, Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir

Equityworld Futures | Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Rabu (20/5) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang dengan Iran akan berakhir “sangat cepat”.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Lagi, Optimisme Deal AS-Iran Redam Kekhawatiran Suku Bunga Tinggi

Meski demikian, pasar masih mencermati ketidakpastian hasil perundingan damai di tengah gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah yang masih berlangsung.

Melansir Reuters berdasarkan perdagangan pukul 00.50 GMT, harga minyak Brent turun 45 sen atau 0,4% menjadi US$ 110,83 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 27 sen atau 0,3% menjadi US$ 103,88 per barel. Kedua kontrak acuan tersebut sebelumnya juga turun hampir US$ 1 pada Selasa (19/5) setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pembicaraan antara AS dan Iran menunjukkan kemajuan dan kedua pihak tidak ingin konflik militer kembali pecah.

Analis Fujitomi Securities Toshitaka Tazawa mengatakan, pelaku pasar kini fokus menilai apakah Washington dan Teheran benar-benar dapat mencapai kesepakatan damai.

“Investor ingin melihat apakah AS dan Iran benar-benar bisa menemukan titik temu dan mencapai perdamaian, karena sikap Washington berubah hampir setiap hari,” ujar Tazawa.

Meski harga minyak terkoreksi, Tazawa menilai harga minyak berpotensi tetap tinggi karena pasar masih mengantisipasi kemungkinan serangan baru AS terhadap Iran.

Selain itu, sekalipun tercapai kesepakatan damai, pasokan minyak global dinilai tidak akan langsung kembali normal seperti sebelum perang.

Trump pada Selasa malam kembali menegaskan kepada anggota parlemen AS bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir.

Namun sebelumnya ia juga menyatakan AS masih mungkin kembali menyerang Iran dan sempat hampir memerintahkan serangan baru sebelum akhirnya ditunda.

Komentar tersebut muncul sehari setelah Trump mengatakan pihaknya menunda rencana serangan lanjutan menyusul proposal baru dari Teheran untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran.

Trump juga menyebut para pemimpin Iran mendesak tercapainya kesepakatan dan memperingatkan serangan baru AS dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan apabila negosiasi gagal mencapai hasil.

Konflik AS-Israel dengan Iran telah memicu penutupan efektif Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Badan Energi Internasional (IEA) menyebut kondisi tersebut menjadi gangguan pasokan minyak terbesar dunia saat ini.

Citigroup dalam riset terbarunya memperkirakan harga minyak Brent berpotensi naik hingga US$ 120 per barel dalam jangka pendek. Menurut Citi, pasar minyak saat ini masih meremehkan risiko gangguan pasokan berkepanjangan akibat perang.

Untuk menutup kekurangan pasokan global, sejumlah negara kini mulai mengandalkan cadangan minyak komersial maupun strategis.

Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah dilaporkan turun untuk pekan kelima berturut-turut berdasarkan data American Petroleum Institute (API). Stok bahan bakar juga tercatat mengalami penurunan.

Sementara itu, survei Reuters memperkirakan data resmi Energy Information Administration (EIA) yang akan dirilis Rabu menunjukkan stok minyak mentah AS turun sekitar 3,4 juta barel pada pekan lalu.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Design a site like this with WordPress.com
Get started