Equityworld Futures | Selat Hormuz Kembali Panas, Harga Minyak Melesat 5,10% ke US$94,99

Equityworld Futures | Selat Hormuz Kembali Panas, Harga Minyak Melesat 5,10% ke US$94,99

Equityworld Futures | Harga minyak dunia berbalik tajam pada perdagangan Senin (20/4/2026) pagi setelah sempat ambruk di akhir pekan lalu. Ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong pelaku pasar kembali masuk ke aset energi, memicu lonjakan harga dalam waktu singkat.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz

Menurut data Refinitiv per pukul 09.50 WIB, harga Brent berada di US$94,99 per barel, melonjak 5,10% dibanding penutupan Jumat (17/4/2026) di US$90,38 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik lebih tinggi, menyentuh US$88,77 per barel, terbang 5,87% dari posisi sebelumnya US$83,85 per barel.

Melansir Reuters, kenaikan ini datang setelah Selat Hormuz kembali ditutup, hanya dua hari setelah pasar sempat percaya jalur tersebut akan dibuka kembali. Penutupan terbaru terjadi usai Amerika Serikat dan Iran saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata lewat serangan terhadap kapal selama akhir pekan.

Pasar bereaksi cepat karena Selat Hormuz adalah jalur vital energi dunia. Sebelum konflik pecah hampir dua bulan lalu, sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan itu. Gangguan kecil saja bisa langsung mengubah kalkulasi pasokan, apalagi jika penutupan kembali berlangsung di tengah permintaan global yang masih besar.

Sentimen makin panas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Di sisi lain, Teheran menolak putaran kedua pembicaraan damai dan menyebut tak akan datang ke meja negosiasi meski ada ancaman serangan udara lanjutan.

Data Kpler yang dikutip Reuters mencatat lebih dari 20 kapal sempat melintas pada Sabtu lalu membawa minyak, LPG, logam, dan pupuk. Itu menjadi lalu lintas tertinggi sejak 1 Maret. Namun pembukaan singkat tersebut rupanya belum cukup meyakinkan pemilik kapal dan pelaku logistik global.

Jika melihat pergerakan beberapa hari terakhir, volatilitas minyak sedang brutal. Brent sempat berada di US$99,39 pada 16 April, lalu jatuh ke US$90,38 pada 17 April, dan kini memantul ke dekat US$95. WTI juga bergerak liar dari US$94,69 ke US$83,85 lalu kembali ke US$88,77 pagi ini.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Beragam, S&P 500 Cetak Rekor Harian Baru

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Beragam, S&P 500 Cetak Rekor Harian Baru

Equityworld Futures | Wall Street berakhir beragam pada Rabu, 15 April 2026. Ini karena investor mengamati optimisme untuk negosiasi ulang antara AS dan Iran, serta serangkaian hasil perusahaan baru.

Equityworld Futures | Jangan Kaget kalau Harga Emas Jadi Begini

Dikutip dari Investing.com, Kamis, 16 April 2026, indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi intraday baru dan ditutup pada level rekor untuk pertama kalinya sejak akhir Januari. Menandai pemulihan yang mengesankan untuk saham AS setelah penurunan pada Maret karena konflik Timur Tengah. Indeks acuan naik 0,8 persen untuk ditutup pada 7.022,81 poin.

Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 1,6 persen dan ditutup pada 24.016,02 poin. Sementara indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,2 persen dan ditutup pada 48.463,72 poin.
Wall Street mencapai level tertinggi baru
Meskipun terjadi volatilitas baru-baru ini yang dipicu oleh perang Iran dan penutupan efektif Selat Hormuz, salah satu titik rawan pengiriman paling penting di dunia, saham AS terus bergerak naik secara luas. Sementara S&P telah kembali ke level rekor, Nasdaq mencatat kenaikan 14 persen selama 10 sesi terakhir dan rentetan kemenangan terpanjangnya sejak 2021.

Ekspektasi tinggi musim pendapatan triwulanan mencatat minggu ini warga Amerika terus berbelanja dan meminjam. Komentar-komentar tersebut menggambarkan perekonomian AS yang tangguh meskipun berpotensi menghadapi hambatan dari guncangan energi yang terkait dengan Iran.

“Berita utama tentang perpanjangan gencatan senjata yang diharapkan membantu sentimen pasar. Kepemimpinan ‘Magnificent Eight’ mendorong reli ekuitas. Microsoft, Apple, dan Tesla saja menyumbang seluruh reli S&P 500 hari ini, yang terjadi dalam lingkungan pasar yang kurang menguntungkan. Aksi ambil untung menjelang pengumuman pendapatan muncul di beberapa kelompok setelah reli pasar ekuitas yang tajam sejak akhir Maret,” kata kepala strategi pasar di Jones Trading Michael O’Rourke kepada Investing.com.

Wall Street menderita pada Maret setelah AS dan Israel memulai serangan bersama mereka terhadap Iran pada akhir Februari. S&P 500 merosot 5,1 persen pada bulan tersebut karena harga minyak melonjak, memicu kekhawatiran luas akan guncangan inflasi.

Namun, saham-saham AS telah pulih secara mengesankan pada bulan April, sebagian besar didorong oleh harapan akan berakhirnya permusuhan di Timur Tengah.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Selasa (14/4/2026) dipicu optimisme penyelesaian konflik Timur Tengah.

Equityworld Futures | Kabar Gembira! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Melonjak

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 317,74 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 48.535,99. Indeks S&P 500 meningkat 81,14 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 6.967,38. Indeks komposit Nasdaq melonjak 455,35 poin, atau sekitar 1,96 persen, menjadi 23.639,08.

Perundingan penyelesaian perang AS-Iran akan kembali berlangsung di Pakistan dalam dua hari ke depan. Sementara itu, delegasi Israel dan Lebanon melakukan pertemuan dengan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio dengan Israel menuntut Lebanon melakukan pelucutan senjata terhadap Hezbollah.

Sentimen positif juga datang dari data inflasi yang menunjukkan harga indeks produsen meningkat lebih rendah dari ekspektasi pada Maret karena biaya layanan tidak mengalami perubahan. Chief Market Strategist Ameriprise Anthony Saglimbene menyebut solidnya awal musim perolehan laba AS turut mendukung pasar saham.

Saham BlackRock melonjak 3,02 persen usai mencatatkan peningkatan perolehan laba kuartal pertama. Saham Citigroup meningkat 2,61 persen ke level tertinggi dalam dua dekade terakhir setelah mencatatkan perolehan laba kuartal pertama melampaui ekspektasi.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2026 naik 1,7 persen menjadi US$4.850,1 per ons. Indeks dolar AS turun 0,25 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 1 persen, seiring melonjaknya saham sektor perbankan, industri, dan teknologi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 26,1 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 10.609,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 301,78 poin, atau sekitar 1,27 persen, menjadi 24.044,22.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 262,3 poin, atau sekitar 1,46 persen, menjadi 18.286,1. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 91,88 poin, atau sekitar 1,12 persen, menjadi 8.327,86.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,33ersen terhadap dolar AS menjadi 1,3548 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1494 euro per pound.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Bursa Saham AS Menguat dan Harga Minyak Anjlok per 14 April 2026

Equityworld Futures | Bursa Saham AS Menguat dan Harga Minyak Anjlok per 14 April 2026

Equityworld Futures | Indeks saham di Wall Street melonjak mendekati rekor tertinggi pada Selasa, 14 April 2026, seiring merosotnya harga minyak mentah akibat optimisme pasar terhadap peluang kelanjutan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang AS-Iran, Ini yang Terjadi

Dilansir dari Associated Press, indeks S\&P 500 naik 1,2 persen menjadi 6.967,38, sementara Nasdaq Composite yang didominasi sektor teknologi melompat 2 persen dan Dow Jones Industrial Average menguat 317 poin atau 0,7 persen.

Optimisme investor tumbuh setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal keterbukaan untuk dialog lebih lanjut guna memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir pekan depan demi menghindari skenario terburuk bagi ekonomi global.

Penurunan tekanan inflasi juga didukung oleh data Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan indeks harga produsen (PPI) Maret 2026 hanya naik 0,5 persen secara bulanan, jauh di bawah ekspektasi ekonom sebesar 1,1 persen.

Dampak sentimen perdamaian ini menekan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 7 persen ke level 91 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah Brent turun 4,2 persen ke bawah 96 dolar AS per barel.

Laporan keuangan emiten perbankan turut memperkuat pasar dengan JPMorgan Chase mencatatkan kenaikan laba 13 persen, meskipun CEO Jamie Dimon memperingatkan adanya risiko ekonomi yang semakin kompleks bagi perbankan saat ini.

“Rangkaian risiko yang semakin kompleks sedang dihadapi oleh ekonomi saat ini,” kata Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, saat menanggapi ketidakpastian global dalam laporan kinerjanya.

Strategis Macquarie, Thierry Wizman, dalam catatannya memperingatkan bahwa penyelesaian konflik secara cepat mungkin sulit tercapai karena adanya perbedaan besar mengenai isu nuklir Iran meskipun pasar bereaksi positif terhadap perundingan tersebut.

Di sektor korporasi, saham Amazon naik 3,8 persen setelah mengumumkan rencana akuisisi perusahaan layanan satelit Globalstar, sementara saham Citigroup dan BlackRock masing-masing menguat 2,6 persen dan 3 persen pasca laporan laba yang melampaui estimasi.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga minyak tembus US$100 usai Donald Trump ancam blokade Hormuz

Equityworld Futures | Harga minyak tembus US$100 usai Donald Trump ancam blokade Hormuz

Equityworld Futures | Harga minyak melonjak kembali menembus US$100 per barel pada Minggu (12/4).

Equityworld Futures | Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan, Dolar Menguat dan Minyak Tembus US$100

Melonjaknya harga minyak setelah Donald Trump mengancam akan memblokir seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz, memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.

Seperti dikutip CNN, minyak Brent naik sekitar 8% ke level US$102 per barel, sementara minyak mentah AS juga menguat 8% menjadi US$104.

Di sisi lain, pasar saham berjangka melemah, dengan Dow turun lebih dari 500 poin, serta S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terkoreksi sekitar 1%.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran memilih kepada siapa mereka menjual minyak, dengan pendekatan “semua atau tidak sama sekali”.

Pernyataan ini memperbesar ketegangan setelah upaya gencatan senjata belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Meski harga minyak masih di bawah puncak pekan lalu, kegagalan mencapai kesepakatan damai membuat harga kini berada di atas level awal April.

Ketidakpastian yang berlarut-larut terus mendorong volatilitas pasar energi.

Di tengah konflik, Iran justru meraup keuntungan dengan mengenakan tarif hingga US$2 juta per kapal yang melintasi Selat Hormuz. Negara itu juga mencatat ekspor rata-rata 1,85 juta barel per hari hingga Maret, meningkat dibanding periode sebelumnya.

Peringatan keras datang dari Islamic Revolutionary Guard Corps yang menyatakan kapal militer yang mendekati kawasan tersebut akan ditindak tegas.

Rencana blokade disebut dapat mulai berlaku pada Senin pagi waktu AS.

Langkah ini berpotensi membebani konsumen, terutama di AS, di mana harga bensin rata-rata telah mencapai US$4,12 per galon—naik 38% sejak konflik dimulai.

Kenaikan harga energi juga diperkirakan akan merambat ke harga pangan akibat gangguan rantai pasok.

Analis memperingatkan, tanpa solusi damai dalam waktu dekat, tekanan inflasi global bisa bertahan lebih lama seiring tingginya biaya energi dan distribusi.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Emas Tertahan, Ketidakpastian Timur Tengah Menekan Sentimen

Equityworld Futures | Emas Tertahan, Ketidakpastian Timur Tengah Menekan Sentimen

Equityworld Futures | Harga emas bergerak terbatas pada perdagangan Eropa Kamis (9/4) setelah kenaikan tipis sesi sebelumnya, ketika investor memantau ketegangan Timur Tengah yang kembali meningkat dan berpotensi menguji gencatan senjata dua pekan AS-Iran. Spot gold naik 0,2% ke US$4.730,24/oz pada 05:30 ET, sementara kontrak berjangka emas AS Juni turun 0,4% ke US$4.756,09/oz.

Equityworld Futures | Harga Emas Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan

Pada Rabu, emas ditutup naik 0,3% setelah sempat menguat hingga sekitar 3% menyusul pengumuman jeda konflik yang dimediasi Pakistan. Namun sentimen tetap rapuh karena serangan Israel di Lebanon berlanjut, sementara Iran menyebut pembicaraan damai dengan AS “tidak masuk akal” dalam kondisi saat ini. Iran juga menghentikan lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz, dan Presiden Donald Trump mengatakan militer AS akan tetap berada di sekitar Iran sampai tercapai “real agreement”.

Minyak terkoreksi tajam setelah pengumuman ceasefire, tetapi rebound moderat pada Kamis menegaskan pasar masih menilai risiko pasokan dan inflasi belum hilang sepenuhnya. Kanal inflasi energi ini tetap penting bagi emas: kenaikan minyak cenderung memperpanjang kekhawatiran inflasi dan menahan ruang pelonggaran kebijakan, sementara ketidakpastian geopolitik biasanya menopang permintaan lindung nilai.

Fokus berikutnya beralih ke rilis CPI AS Maret pada Jumat untuk mengukur seberapa besar guncangan energi mulai merembes ke inflasi, dan implikasinya terhadap jalur kebijakan The Fed. Dolar AS yang stabil setelah turun 0,7% pada sesi sebelumnya juga membatasi kenaikan emas lebih lanjut.

Di logam lain, perak spot relatif datar di US$74,10/oz, sementara platinum turun 0,5% ke US$2.021,59/oz.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Hari Ini Turun usai Trump Sepakat Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga Minyak Hari Ini Turun usai Trump Sepakat Gencatan Senjata

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik di Atas 2%, Dipicu Harapan Gencatan Senjata Iran dan AS

Setelah pengumuman itu, minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 20 dolar AS per barel pada perdagangan Rabu (8/4/2026).

Menukil Reuters, minyak mentah WTI untuk pengiriman Mei turun 18,10 dolar AS per barel atau 16,02 persen menjadi menjadi 94,85 dolar AS per barel pada 23.20 GMT, setelah sempat mencapai harga 91,05 dolar AS per barel, terendah sejak 26 Maret.

Sementara berdasarkan catatan Bloomberg, minyak mentah Brent turun menjadi 107 dolar AS per barel, setelah menetap di posisi 109,27 dolar AS per barel.

Pengumuman gencatan senjata itu datang menjelang batas waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz —tempat 20 persen lalu lintas perdagangan minyak dunia— ditetapkan.

Pengumuman itu dibuat di media sosial, di mana pada Selasa (7/4/2026) Trump mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban Iran dalam semalam jika tidak kunjung membuka Selat Hormuz.

Namun, Iran mengatakan akan menghentikan perang jika serangan terhadapnya berhenti, sehingga transit yang aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan selama dua minggu dalam koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran.

Sementara itu, sejak perang AS-Israel dan Iran dimulai pada akhir Maret, harga minyak telah mengalami lonjakan lebih dari 50 persen.

Meski begitu, Trump mengatakan, Gedung Putih telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang disebutnya sebagai dasar yang bisa diterapkan untuk bernegosiasi. Bahkan, ada kemungkinan para pihak akan mencapai perdamaian untuk jangka panjang.

“Ini awal yang baik dan dapat membuka jalan menuju pembukaan kembali yang lebih permanen – tetapi masih banyak hal yang harus diselesaikan,” tulis analis IG, Tony Sycamore dalam sebuah catatan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Ancaman Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Merangkak Naik

Equityworld Futures | Ancaman Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Merangkak Naik

Equityworld Futures | Harga minyak naik pada Minggu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka. Harga minyak Brent naik 1,4% menjadi US$ 110,60 per barel sementara minyak mentah AS naik 1,8% menjadi US$ 113,60 per barel.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Tenggat Waktu Trump untuk Iran Membuat Pasar Waspada

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya jadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!! Buka selat itu sekarang juga, kalian orang gila, atau kalian akan hidup dalam neraka – LIHAT SAJA!” tulis Trump di Truth Social, dikutip dari CNN, Selasa (7/4/2026).

Pernyataan Trump direspons salah satu pejabat senior Iran yang menyebut Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai negaranya mendapat kompensasi penuh atas kerusakan akibat perang.

Trump sebelumnya memberikan ultimatum dua hari kepada Iran pada 21 Maret, namun kemudian memperpanjang batas waktunya hingga 6 April. Ancaman ini sangat kontras dengan pernyataan Trump pekan lalu yang menyebut bahwa AS tidak membutuhkan Selat Hormuz.

man bertemu dengan Iran pada Minggu untuk membahas kemungkinan membuka jalur pelayaran di selat tersebut. Sementara negara-negara OPEC+ menyatakan kekhawatiran terhadap serangan ke fasilitas energi oleh AS.

Dalam pernyataan resmi, negara-negara produsen minyak itu menegaskan bahwa pemulihan permintaan minyak itu mahal dan membutuhkan waktu lama, sambil menyepakati peningkatan produksi 206.000 barel per hari mulai Mei.

Gangguan pasokan minyak ini mendorong harga bensin rata-rata di AS ke level tertinggi sejak 2022. Harga bensin mencapai US$ 4,11 per galon pada Minggu, menurut data AAA. Angka ini naik hampir 38% sejak perang dimulai.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Melesat Usai Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Melesat Usai Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran

Equityworld Futures | Harga minyak naik pada hari Minggu (Senin waktu Jakarta), di mana minyak mentah Amerika Serikat (AS) menembus angka USD 114 per barel. Hal ini setelah Presiden AS Donald Trump memberi Iran waktu hingga Selasa untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listriknya.

Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Usai Ancaman Trump ke Iran Menguat

Dikutip dari CNBC, Senin (6/4/2026), harga minyak mentah Brent yang merupakan harga patokan internasional melonjak 2,35% menjadi USD 114,16 per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS naik 1,72% menjadi USD 110,91 per barel.

Pada hari Minggu, Trump memperingatkan dalam sebuah unggahan media sosial yang penuh kata-kata kasar bahwa Iran akan “hidup di neraka” jika mereka tidak membuka selat tersebut. Trump mengancam akan membom pembangkit listrik dan jembatan negara itu.

Trump kemudian memposting “Selasa, 8:00 PM Waktu Bagian Timur!” tanpa penjelasan lebih lanjut.

Iran secara efektif menutup Selat tersebut melalui serangan terhadap kapal tanker minyak. Jalur laut ini menghubungkan Teluk Persia ke pasar dunia. Sekitar 20% pasokan global melewati Selat tersebut sebelum perang.

Penutupan Selat tersebut telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah. Harga minyak mentah, bahan bakar jet, solar, dan bensin telah melonjak sejak perang dimulai.

Trump mengatakan dalam pidato nasional Rabu lalu bahwa perang akan berlanjut selama dua atau tiga minggu.

Menurut TD Securities, hampir 1 miliar barel akan hilang hingga akhir bulan, yang terdiri hingga 600 juta barel minyak mentah dan sekitar 350 juta barel produk olahan.

“Dengan konflik yang diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga pertengahan April, perhitungan produksi barel menjadi semakin suram,” kata Ahli Strategi Komoditas Senior TD Securities Ryan McKay.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Menguat Tersengat Harapan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Menguat Tersengat Harapan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Indeks saham utama di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026), didorong optimisme pasar terhadap potensi meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen ini turut mengangkat kepercayaan investor di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi

Mengutip CNBC International, Kamis (2/4/2026), indeks Dow Jones Industrial Average naik 224,23 poin atau 0,48% ke level 46.565,74. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,72% ke posisi 6.575,32, dan Nasdaq Composite melonjak 1,16% menjadi 21.840,95.

Penguatan bursa saham ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut presiden Iran telah mengajukan permintaan gencatan senjata. Namun, Trump menegaskan bahwa AS hanya akan mempertimbangkan hal tersebut jika jalur strategis Selat Hormuz dipastikan aman dan terbuka.

Sebelumnya, Trump juga menyampaikan bahwa penarikan pasukan AS dari Iran berpotensi dilakukan dalam waktu dua hingga tiga pekan. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa konflik mendekati tahap akhir.

Pada sisi lain, pasar energi merespons dengan arah berlawanan. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 1,24% ke level US$ 100,12 per barel, sedangkan Brent crude terkoreksi 2,7% ke posisi US$ 101,16 per barel. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat konflik.

Chief Investment Strategist Madison Investments Patrick Ryan menilai pasar mulai mengantisipasi adanya penyelesaian konflik dalam waktu dekat. “Pasar tampaknya melihat peluang resolusi dalam beberapa minggu ke depan,” ujarnya.

Optimisme tersebut sebenarnya telah terlihat sejak akhir Maret, ketika pasar saham global mencatat kenaikan pada penutupan bulan.

Sentimen positif juga didukung laporan yang menyebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuka peluang untuk mengakhiri konflik dengan sejumlah syarat, termasuk pengakuan hak Iran dan jaminan keamanan di masa depan.

Namun, pelaku pasar tetap diminta waspada. Ryan menilai volatilitas masih berpotensi tinggi selama belum ada kepastian resmi terkait berakhirnya konflik.

Saat ini, investor menanti pidato lanjutan Trump yang diharapkan memberikan arah lebih jelas mengenai perkembangan konflik serta kebijakan pemerintah AS ke depan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Design a site like this with WordPress.com
Get started