Equityworld Futures | Harga Minyak Melesat Usai Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran
Equityworld Futures | Harga minyak naik pada hari Minggu (Senin waktu Jakarta), di mana minyak mentah Amerika Serikat (AS) menembus angka USD 114 per barel. Hal ini setelah Presiden AS Donald Trump memberi Iran waktu hingga Selasa untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listriknya.
Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Usai Ancaman Trump ke Iran Menguat
Dikutip dari CNBC, Senin (6/4/2026), harga minyak mentah Brent yang merupakan harga patokan internasional melonjak 2,35% menjadi USD 114,16 per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS naik 1,72% menjadi USD 110,91 per barel.
Pada hari Minggu, Trump memperingatkan dalam sebuah unggahan media sosial yang penuh kata-kata kasar bahwa Iran akan “hidup di neraka” jika mereka tidak membuka selat tersebut. Trump mengancam akan membom pembangkit listrik dan jembatan negara itu.
Trump kemudian memposting “Selasa, 8:00 PM Waktu Bagian Timur!” tanpa penjelasan lebih lanjut.
Iran secara efektif menutup Selat tersebut melalui serangan terhadap kapal tanker minyak. Jalur laut ini menghubungkan Teluk Persia ke pasar dunia. Sekitar 20% pasokan global melewati Selat tersebut sebelum perang.
Penutupan Selat tersebut telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah. Harga minyak mentah, bahan bakar jet, solar, dan bensin telah melonjak sejak perang dimulai.
Trump mengatakan dalam pidato nasional Rabu lalu bahwa perang akan berlanjut selama dua atau tiga minggu.
Menurut TD Securities, hampir 1 miliar barel akan hilang hingga akhir bulan, yang terdiri hingga 600 juta barel minyak mentah dan sekitar 350 juta barel produk olahan.
“Dengan konflik yang diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga pertengahan April, perhitungan produksi barel menjadi semakin suram,” kata Ahli Strategi Komoditas Senior TD Securities Ryan McKay.
