Equityworld Futures | Wall Street Berbalik Arah Usai Rentetan Serangan Presiden Trump

Equityworld Futures | Wall Street Berbalik Arah Usai Rentetan Serangan Presiden Trump

Equityworld Futures | Optimisme Wall Street memudar seiring para pelaku pasar mencerna data ekonomi yang beragam dan menilai perubahan risiko geopolitik di tengah rentetan unggahan media sosial dari Presiden AS. Imbal hasil obligasi turun di seluruh dunia.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Ambruk Berjamaah, Bandar Mulai Obral Besar-Besaran

Indeks S&P 500 merosot 0,3% setelah mencatat rekor intraday keduanya pada 2026 pada Rabu, sementara Nasdaq 100 kesulitan mempertahankan kenaikan tipis. Saham kehilangan momentumnya setelah unggahan Presiden Donald Trump membuat saham-saham pembangun rumah dan kontraktor pertahanan anjlok. Valero Energy Corp. memimpin kenaikan saham-saham kilang setelah Trump mengatakan Venezuela akan menyerahkan jutaan barel minyak kepada AS.

Saham RTX Corp. jatuh lebih dari 5% setelah penutupan pasar, setelah Trump mengancam akan memutus hubungan dengan unit pertahanannya, Raytheon.

Pernyataan-pernyataannya “hanyalah contoh terbaru dari Gedung Putih Trump 2.0 yang melakukan intervensi dalam perekonomian dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.

Reli obligasi pemerintah AS (US Treasuries) meredup setelah aktivitas sektor jasa AS pada Desember berekspansi pada laju tercepat dalam lebih dari setahun, didorong oleh pertumbuhan permintaan yang solid dan peningkatan perekrutan tenaga kerja. Data sebelumnya dari ADP Research diterima lebih baik oleh pasar obligasi setelah menunjukkan perekrutan pada Desember meningkat pada laju moderat, yang mengindikasikan momentum yang lesu menjelang 2026. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun ke 4,14%, dengan suku bunga juga bergerak lebih rendah di sebagian besar Eropa.

Secara keseluruhan, data ekonomi tersebut positif menurut Crisafulli, meskipun penurunan pada versi S&P 500 berbobot setara—yang memberi Dollar Tree Inc. bobot pengaruh yang sama besar dengan Apple Inc.—serta indikator perusahaan-perusahaan kecil patut dicermati.

“Pergerakan harga yang mendasarinya buruk,” kata Crisafulli. Dengan dua pemangkasan suku bunga masing-masing seperempat poin yang sudah tercermin dalam ekspektasi trader swap untuk 2026, perhatian akan segera beralih ke laporan ketenagakerjaan nonpertanian (nonfarm payrolls) Desember yang krusial pada Jumat.

Saham-saham telah melesat didorong optimisme atas pertumbuhan laba yang solid dan inflasi yang tetap cukup terkendali sehingga The Fed dapat terus memangkas biaya pinjaman. Pandangan optimistis itu bertahan meskipun latar belakang geopolitik memburuk, termasuk tindakan AS di Venezuela, ancamannya untuk melakukan intervensi di tempat lain, serta meningkatnya ketegangan antara China dan Jepang.

Bagi Evercore ISI, data terbaru mengindikasikan Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

“Jika laporan ketenagakerjaan menunjukkan pasar tenaga kerja melunak tetapi tidak runtuh, The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari, karena ambang untuk pemangkasan tambahan dalam waktu dekat menjadi lebih tinggi setelah pemangkasan terakhir pada Desember,” tulis Marco Casiraghi.

Selain laporan ketenagakerjaan, para pelaku pasar juga akan mencermati putusan Mahkamah Agung mengenai legalitas tarif global Trump pada Jumat.

Logam mulia melemah, dengan perak turun ke bawah US$80 per ons dan emas memutus tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Tembaga juga terkoreksi dari rekor tertinggi sepanjang masa.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Optimisme Wall Street ‘Unstoppable’, Rajin Tebar Cuan Berlimpah

Equityworld Futures | Optimisme Wall Street ‘Unstoppable’, Rajin Tebar Cuan Berlimpah

Equityworld Futures | Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), memperpanjang kenaikan awal tahun karena investor mencermati peta jalan kecerdasan buatan (AI) yang bersaing dari produsen cip utama.

Equityworld Futures | Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru

Mengutip Xinhua, Rabu, 7 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,99 persen menjadi 49.462,08, menandai penutupan rekor berturut-turut untuk indeks acuan saham unggulan tersebut. Indeks S&P 500 naik 0,62 persen ke rekor tertinggi baru di 6.944,82. Indeks Nasdaq Composite meningkat 0,65 persen menjadi 23.547,17.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dipimpin oleh sektor material dan perawatan kesehatan dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,04 persen dan 1,96 persen. Sementara itu, sektor energi dan layanan komunikasi memimpin penurunan dengan masing-masing turun sebesar 2,81 persen dan 0,49 persen.

Pada ajang Consumer Electronics Show tahunan di Las Vegas, CEO Nvidia Jensen Huang memperkenalkan platform komputasi AI Rubin generasi berikutnya. Sementara CEO AMD Lisa Su kemudian memberikan pratinjau sistem Helios skala rak yang menjadi pesaingnya.

Saham Nvidia dan AMD justru tergelincir

Saham Nvidia dan AMD masing-masing turun 0,47 persen dan 3,04 persen. Saham-saham dengan kinerja menonjol di sektor teknologi antara lain Amazon, Micron Technology, dan Broadcom.

“Sektor teknologi agak melambat di akhir tahun, tetapi saya rasa tidak ada yang meragukan bahwa AI adalah teknologi yang mengubah permainan. Kita melihat saham-saham chip memimpin. Itu mungkin sudah bisa diperkirakan, tetapi rotasi siklus tersebut masih terus berlanjut,” kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird.

Para pelaku pasar mengalihkan fokus ke pekan yang intensif terhadap indikator ekonomi, khususnya data pasar tenaga kerja. Termasuk rilis data lowongan kerja, penggajian sektor swasta, dan laporan penggajian non-pertanian untuk periode Desember yang sangat dinantikan di akhir pekan ini.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Gila-gilaan, Tembus Level Tertinggi Sepekan

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Gila-gilaan, Tembus Level Tertinggi Sepekan

Equityworld Futures | Harga emas naik gila-gilaan hingga menembus level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (5/1/2026). Penguatan itu seiring meningkatnya permintaan aset safe haven setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tajam usai Intervensi AS di Venezuela

Harga emas spot tercatat naik 2,57% ke level US$ 4.441,76 per ons troi, setelah sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 29 Desember di awal perdagangan. Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 4.550 per ons troi pada 26 Desember lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,83% ke level US$ 4.452,2 per ons troi.

Analis menyebut eskalasi geopolitik terbaru kembali menguatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Alexander Zumpfe, trader logam mulia di Heraeus Metals Germany, mengatakan situasi Venezuela menjadi katalis tambahan di tengah ketidakpastian global yang sudah ada.

“Situasi di Venezuela jelas mengaktifkan kembali permintaan safe haven. Ini terjadi di tengah kekhawatiran yang sudah berlangsung terkait geopolitik, pasokan energi, dan arah kebijakan moneter,” ujar Zumpfe dikutip dari CNBC internasional.

Pada Sabtu (3/1/2026), AS melancarkan serangan langsung ke Venezuela dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, yang menjadi intervensi paling terbuka Washington di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan jika Caracas menolak membuka industri minyaknya dan gagal menghentikan perdagangan narkoba. Trump juga menyinggung potensi tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko terkait aliran narkotika ilegal.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Tengok Prediksi Harga Emas 2026, Siap-Siap Tembus Segini

Equityworld Futures | Tengok Prediksi Harga Emas 2026, Siap-Siap Tembus Segini

Equityworld Futures | Sebanyak 71% investor ritel memperkirakan harga emas akan diperdagangkan di atas level USD 5.000 per ons pada 2026. Optimisme ini sejalan dengan pandangan bank-bank besar dan para pakar yang menilai harga emas masih berpeluang melanjutkan tren penguatan, meski tidak sedramatis lonjakan pada 2025.

Equityworld Futures | Ramalan Terbaru Harga Emas Usai AS Invasi Venezuela, Naik ke Berapa?

Pada 2025, harga emas melonjak hampir 65%, mengungguli hampir seluruh komoditas utama kecuali perak dan Platinum Group Metals (PGM), serta melampaui kinerja mayoritas kelas aset lainnya.

Melansir laporan Kitco News, Minggu (4/1/2026), sejumlah analis industri menilai momentum tersebut masih berlanjut ke tahun berikutnya, sementara mayoritas investor ritel memperkirakan emas akan mencetak rekor tertinggi baru di atas USD 5.000 per ons pada 2026.

Pergerakan emas pada awal tahun sebelumnya sempat tidak stabil. Harga emas sempat naik mendekati USD 2.800 per ons pada akhir Oktober 2024, namun terpilihnya Donald Trump untuk masa jabatan kedua memicu reli aset berisiko, yang mendorong harga emas terkoreksi ke kisaran USD 2.500-an pada pertengahan November.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Minim Katalis, Wall Street Ditutup Merah jelang Ganti Tahun

Equityworld Futures | Minim Katalis, Wall Street Ditutup Merah jelang Ganti Tahun

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025).
Dilansir Bloomberg pada Rabu (31/12/2025), indeks S&P 500 ditutup koreksi sebesar 0,1%, turun untuk sesi ketiga berturut-turut, setelah hampir tidak bergerak sepanjang hari.

Equityworld Futures | Perang Logam Dimulai: Harga Emas dan Perak Bangkit, Reli Masih Panjang?

Lalu, indeks Nasdaq 100 melemah 0,2% dan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,2%. Imbal hasil obligasi pemerintah naik, dengan suku bunga obligasi AS 10 tahun sekitar 4,12%. Indeks spot dolar Bloomberg naik.

Selain rilis risalah rapat Fed, secara umum tidak ada katalis utama yang menggerakkan pasar dalam beberapa hari terakhir, terutama karena arus berita dan volume perdagangan relatif rendah.

Catatan rapat bank sentral AS terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Fed mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi terus melambat dari waktu ke waktu.

Namun, risalah FOMC juga menyoroti perbedaan pendapat di antara para pembuat kebijakan, dan betapa sulitnya bagi mereka untuk menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada awal bulan ini.

Amanda Agati, Kepala Investasi PNC Asset Management Group, mengatakan untuk terus mendorong kenaikan pasar saham pada tahun depan, dibutuhkan kebijakan The Fed yang lebih longgar.

“Mungkin ini pertama kalinya dalam sejarah pasar yang dapat diamati kita melihat pasar bereaksi terhadap kekhawatiran defisit dan tingkat utang. Saya pikir ada tekanan kenaikan yang berkelanjutan pada imbal hasil jangka panjang, tentu saja,” ujarnya.

Presiden AS Donald Trump pada Senin lalu mengatakan telah memiliki kandidat pilihan untuk menjadi ketua Fed berikutnya, tetapi tidak terburu-buru untuk membuat pengumuman. Dia juga mengisyaratkan kemungkinan memecat Jerome Powell.
“Saya pikir pemecatan ketua Fed pada tahun baru bukanlah sesuatu yang diperhitungkan pasar, tetapi selama kita tetap sedikit lebih lunak dan tidak mulai berbicara tentang bergerak ke arah yang berlawanan, pasar mungkin dapat mengatasi kebisingan tersebut,” kata Agati.

Harga Logam Mulia Logam mulia menjadi fokus setelah perdagangan menjadi bergejolak dalam beberapa hari terakhir. Harga perak kembali naik setelah penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari lima tahun. Harga emas juga sedikit naik setelah kehilangan lebih dari 4%.
“Kita masih bisa melihat tarik-menarik dalam beberapa hari ke depan di pasar logam mulia sebelum kita melihat bagaimana situasinya dalam jangka pendek,” kata Matt Maley, kepala ahli strategi pasar di Miller Tabak + Co.

Di antara logam lainnya, tembaga mencatat kenaikan terpanjang sejak 2017 dalam reli Desember yang didorong oleh prospek tekanan lebih besar dalam rantai pasokan. Nikel mencapai level tertinggi sejak Maret setelah produsen utama Indonesia mengisyaratkan rencana untuk memangkas pasokan.

Minyak stabil karena para pedagang mempertimbangkan ketegangan geopolitik dari Venezuela hingga Rusia dan Yaman terhadap kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Merosot Jelang Akhir Tahun

Equityworld Futures | Wall Street Merosot Jelang Akhir Tahun

Equityworld Futures | Indeks S&P 500 turun pada Senin, 29 Desember 2025. Penurunan ini karena saham sektor teknologi beristirahat setelah kenaikan yang kuat menjelang akhir tahun.

Equityworld Futures | Bank Sentral Ramai-Ramai Borong Emas Sepanjang 2025

“Ada tanda-tanda aksi ambil untung di beberapa sektor pasar yang sedang mengalami momentum positif,” kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge dalam catatan dikutip dari Investing.com, Selasa, 30 Desember 2025.

Indeks S&P 500 turun 0,3 persen, Nasdaq 100 turun 0,5 persen, Dow Jones turun 0,5 persen atau 249 poin.

NVIDIA Corporation turun lebih dari satu persen, memimpin penurunan saham terkait AI karena investor mengurangi taruhan pada teknologi menjelang akhir tahun, dengan Palantir Technologies Inc dan Broadcom Inc juga turun.

Saham teknologi bawa berkah

Teknologi telah memimpin pasar secara keseluruhan naik tahun ini, membantu S&P 500 mencapai rekor tertinggi baru-baru ini pada hari Jumat.

Namun, volume perdagangan diperkirakan akan tetap tipis, dengan banyak pelaku pasar yang tidak berada di meja kerja mereka menjelang liburan Tahun Baru, membatasi pergerakan arah. Wall Street mengakhiri minggu lalu dengan catatan yang kuat.

Sentimen juga didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve mendekati akhir siklus pengetatannya, dengan pasar terus memperhitungkan pemotongan suku bunga tahun depan. Data inflasi yang lebih rendah dalam beberapa minggu terakhir telah memperkuat spekulasi bahwa bank sentral dapat mulai melonggarkan kebijakan pada tahun 2026, memberikan dorongan bagi aset berisiko.

Reli akhir Desember telah mengalihkan perhatian pada apa yang disebut “reli Santa Claus,” sebuah pola musiman yang merujuk pada kenaikan yang biasanya terlihat dalam lima sesi perdagangan terakhir tahun ini dan dua sesi pertama bulan Januari.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Bidik Akhir Tahun Positif, S&P 500 Tinggal Selangkah Menuju Level 7.000

Equityworld Futures | Wall Street Bidik Akhir Tahun Positif, S&P 500 Tinggal Selangkah Menuju Level 7.000

Equityworld Futures | Investor berharap pasar saham Amerika Serikat (AS) menutup tahun 2025 dengan catatan positif. Indeks-indeks utama Wall Street saat ini berada di level tertinggi sepanjang masa dan kian mendekati tonggak psikologis baru.

Equityworld Futures | Pecah Rekor Terus! Harga Emas Diprediksi Masih Naik & Tembus Segini

Indeks S&P 500 mencatat penutupan rekor pada Rabu, jelang libur Natal, dan kini hanya sekitar 1% dari level 7.000 untuk pertama kalinya.

Sepanjang Desember, pasar saham AS cenderung menguat setelah mampu melewati gejolak awal bulan yang dipicu kekhawatiran terhadap belanja kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor teknologi.

Jika bertahan hingga akhir bulan, S&P 500 berpeluang mencatatkan delapan bulan beruntun kenaikan, rekor terpanjang sejak periode 2017–2018.

“Momentum jelas masih berpihak pada kubu bullish,” kata Paul Nolte, Senior Wealth Adviser dan Market Strategist di Murphy & Sylvest Wealth Management dilansir dari Reuters, Minggu (28/12/2025).

“Tanpa adanya kejadian eksternal besar, arah pergerakan saham tampaknya masih ke atas.”

Fokus ke Risalah The Fed

Pekan perdagangan yang dipersingkat libur ini akan diwarnai rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) terbaru.

Selain itu, penyesuaian portofolio akhir tahun berpotensi memicu volatilitas, terutama di tengah volume transaksi yang relatif tipis.

Memasuki 2026, perhatian investor tertuju pada arah kebijakan suku bunga The Fed.

Bank sentral AS telah memangkas suku bunga acuan total 75 basis poin dalam tiga rapat terakhir 2025, sehingga berada di kisaran 3,50%–3,75%.

Namun, keputusan pemangkasan 25 basis poin pada rapat 9–10 Desember lalu berlangsung dengan suara yang terbelah.

Proyeksi suku bunga ke depan di kalangan pembuat kebijakan pun masih beragam.

“Menarik untuk melihat perdebatan yang terjadi di meja rapat The Fed,” ujar Michael Reynolds, Vice President of Investment Strategy di Glenmede.

“Pasar saat ini sangat fokus menghitung berapa kali pemangkasan suku bunga yang akan terjadi tahun depan.”

Investor juga mencermati rencana Presiden Donald Trump untuk menunjuk Ketua The Fed pengganti Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir Mei mendatang.

Setiap sinyal terkait keputusan tersebut berpotensi menggerakkan pasar.

Rotasi Sektor Makin Terlihat

Dengan hanya beberapa sesi perdagangan tersisa di 2025, S&P 500 telah naik hampir 18% sepanjang tahun, sementara Nasdaq Composite melonjak sekitar 22%.

Meski demikian, sektor teknologi motor utama reli pasar selama lebih dari tiga tahun terakhir mulai kehilangan momentum.

Sejak awal November, indeks teknologi S&P 500 turun lebih dari 3%, meski sempat rebound pekan ini.

Sebaliknya, sektor lain seperti keuangan, transportasi, kesehatan, dan saham berkapitalisasi kecil justru mencatatkan kinerja solid. Pergeseran ini mengindikasikan adanya rotasi ke sektor dengan valuasi yang dinilai lebih moderat.

“Ada semakin banyak investor yang percaya bahwa fundamental ekonomi AS masih cukup solid,” kata Anthony Saglimbene, Chief Market Strategist di Ameriprise Financial.

“Ekonomi telah melewati banyak potensi hambatan tahun ini, yang mungkin tidak lagi menjadi ganjalan besar tahun depan.”

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Sumringah, S&P 500 Ukir Rekor

Equityworld Futures | Wall Street Sumringah, S&P 500 Ukir Rekor

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa waktu (23/12/2025) setempat, reli empat hari berturut-turut. S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), didorong kinerja solid saham-saham teknologi, khususnya yang terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Equityworld Futures | Alasan Harga Emas Bertahan Dekat US$4.500

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,46% dan ditutup di level 6.909,79, dan sempat menyentuh rekor tertinggi intraday di 6.920,34. Kenaikan ini menegaskan dominasi sektor teknologi sebagai motor utama pasar di tengah pekan perdagangan yang lebih singkat menjelang libur Natal.

Nasdaq Composite turut menguat 0,57% ke level 23.561,84. Lonjakan saham raksasa teknologi seperti Nvidia yang naik sekitar 3% dan Broadcom yang menguat lebih dari 2% menjadi penopang utama indeks berbasis teknologi tersebut.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bergerak lebih terbatas. Indeks saham unggulan ini ditutup naik 79,73 poin (0,16%) di level 48.442,41.

Pasar saham tetap bertahan di zona hijau meski data ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) menunjukkan kinerja yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi Negeri Paman Sam tumbuh 4,3% pada kuartal III, melampaui estimasi 3,2% yang diperkirakan ekonom dalam survei Dow Jones.

Data tersebut sempat memicu kekhawatiran bahwa peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada awal 2026 akan berkurang. Pasar saham bahkan sempat dibuka melemah sebelum akhirnya berbalik menguat dan ditutup positif.

Laporan pertumbuhan ekonomi itu baru dirilis setelah tertunda dari jadwal awal 30 Oktober akibat penutupan pemerintahan AS yang memecahkan rekor terlama dalam sejarah.

Meski demikian, pelaku pasar masih menaruh keyakinan bahwa The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya tahun depan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar masih memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir 2026.

Chief Investment Officer Apollon Wealth Management Eric Sterner menilai, pasar belum sepenuhnya menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

“Kita mungkin belum melihat pasar benar-benar menarik kembali proyeksi dua kali penurunan suku bunga. Peluang pemangkasan di awal tahun memang mengecil, tetapi pasar juga menunggu siapa yang akan dinominasikan Presiden Trump sebagai Ketua The Fed berikutnya, dan kemungkinan besar sosok tersebut akan lebih dovish dibanding Jerome Powell,” ujarnya.

Adapun Bursa Saham New York (NYSE) akan menutup perdagangan lebih awal pada Rabu (24/12/2025) pukul 13.00 waktu setempat dan akan tutup penuh pada Kamis (25/12/2025) untuk memperingati Hari Natal.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Dominasi Wall Street Angkat Kripto di 2025, Bagaimana Prospek Permintaan 2026?

Equityworld Futures | Dominasi Wall Street Angkat Kripto di 2025, Bagaimana Prospek Permintaan 2026?

Equityworld Futures | Tahun 2025 menjadi periode spektakuler bagi Bitcoin dan pasar kripto secara luas, seiring menguatnya regulasi ramah kripto di Amerika Serikat (AS) serta semakin besarnya penerimaan Wall Street terhadap aset digital sebagai bagian sah dari portofolio investasi.

Equityworld Futures | Equityworld Futures Harga Emas 2026: Kilau Tenang yang Simpan Kejutan

Melansir Cointelegraph Selasa (23/12/2025), Bitcoin, Ether, hingga Solana menjadi magnet arus dana global.

Sepanjang 2025, total arus masuk bersih ke ETF Bitcoin spot mencapai US$57 miliar, dengan total aset kelolaan ETF menembus US$114,8 miliar.

Lonjakan adopsi institusional, korporasi, dan bahkan pemerintah menjadi pendorong utama reli harga aset kripto tahun ini.

Namun memasuki 2026, pertanyaan utama yang muncul adalah apakah laju adopsi tersebut dapat berlanjut.

Sejak Oktober 2025, arus dana ke ETF Bitcoin spot mulai melambat dan dalam beberapa pekan berubah menjadi tekanan jual. Kondisi ini diikuti koreksi harga sekitar 30% pada Bitcoin dan 50% pada Ether.

Dalam wawancara dengan Schwab Network, Head of Markets Cointelegraph Ray Salmond mengatakan kinerja pasar kripto di awal 2026 akan sangat bergantung pada sejumlah faktor kunci.

“Melihat bagaimana narasi AI, pemangkasan suku bunga The Fed, cadangan strategis Bitcoin, dan arus ETF mendorong pasar, pertanyaannya adalah apakah narasi yang sama masih mampu mengangkat harga di 2026, atau justru dibutuhkan cerita baru untuk menarik pembeli kembali,” ujarnya.

Dampak AI dan Wall Street ke Pasar Kripto

Selain arus ETF dan aktivitas perdagangan di bursa kripto utama seperti Binance dan Coinbase, sentimen investor terhadap skala pembangunan industri kecerdasan buatan (AI) dan kinerja indeks saham berbasis teknologi seperti S&P 500 diperkirakan akan berpengaruh langsung terhadap pasar kripto.

Sepanjang 2025, saham teknologi melonjak seiring ekspansi agresif hyperscaler yang menggelontorkan dana puluhan miliar dolar untuk pusat data, komputasi, GPU Nvidia, dan energi.

Namun memasuki 2026, pasar akan menuntut pembuktian bahwa investasi tersebut dapat dimonetisasi atau setidaknya dibiayai dari arus kas internal.

Pada paruh kedua 2025, saham Oracle, Meta, dan Nvidia sempat terkoreksi ketika investor mulai mempertanyakan risiko arus kas bebas yang berpotensi negatif. Jika kekhawatiran terhadap perusahaan AI dan komputasi kuantum yang sarat utang kembali muncul di 2026, gejolak di Wall Street berpotensi menjalar ke pasar kripto.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Naik Tipis

Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Naik Tipis

Equityworld Futures | Indeks saham berjangka AS sedikit naik pada Minggu malam, 21 Desember 2025, menunjukkan pembukaan yang sedikit lebih kuat untuk minggu baru. Kenaikan ini karena rebound pada saham teknologi dan optimisme baru seputar kecerdasan buatan mendukung sentimen.

Equityworld Futures | Harga Emas Berpeluang ke US$ 4.500, Ini Strategi yang Disarankan Analis

Dilansir dari Investing.com, Senin, 22 Desember 2025, kontrak berjangka S&P 500 naik tipis 0,2 persen menjadi 6.902,0 poin, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,3 persen menjadi 25.647,75 poin. Kontrak berjangka Dow Jones diperdagangkan 0,2 persen lebih tinggi pada 8.535,0 poin.

Saham teknologi menjadi fokus di tengah optimisme AI

Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan kondisi yang tidak stabil. Indeks acuan S&P 500 naik sekitar 0,1 persen, sementara NASDAQ Composite naik sekitar 0,5 persen, dibantu oleh pemulihan saham teknologi dan semikonduktor kelas berat. Namun, Dow Jones Industrial Average turun sekitar 0,7 persen selama pekan tersebut.

Kondisi perdagangan diperkirakan akan lesu dalam beberapa hari mendatang karena pasar AS memasuki jadwal yang dipersingkat karena liburan. Wall Street akan tutup lebih awal pada hari Rabu dan tetap tutup pada hari Kamis untuk Hari Natal, faktor yang biasanya meredam volume dan dapat memperbesar fluktuasi harga.

Penurunan suku bunga Fed mendukung sentimen

Pergerakan pasar yang lebih luas didukung lebih lanjut oleh data inflasi AS minggu lalu. Angka indeks harga konsumen yang relatif rendah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat bergerak lebih cepat untuk memangkas suku bunga pada tahun 2026.

Data tersebut membantu mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih rendah, memberikan dorongan tambahan bagi pasar saham.

Investor juga mengamati perkembangan seputar transisi kepemimpinan Fed untuk mendapatkan petunjuk baru tentang prospek kebijakan.

Dengan masa jabatan Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, yang akan berakhir pada bulan Mei dan Presiden Donald Trump melakukan wawancara dengan beberapa finalis, pasar sedang menganalisis komentar tentang suku bunga dan strategi moneter.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started