Equityworld Futures | Wall Street Menghijau Ditopang Meningkatnya Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS

Equityworld Futures | Wall Street Menghijau Ditopang Meningkatnya Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street ditutup naik pada perdagangan Rabu (3/12). Rilis data ketenagakerjaan atau Automatic Data Processing (ADP) memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Equityworld Futures | G7 dan Uni Eropa tengah membahas rencana mengganti batas harga ekspor minyak dari Rusia.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 408,44 poin atau 0,86% ke level 47.882,90. Sementara S&P 500 naik 0,30% ke 6.849,72 dan Nasdaq Composite menutup perdagangan dengan kenaikan 0,17% ke posisi 23.454,09.

“Pasar tenaga kerja menjadi perhatian utama,” ujar Chief Investment Officer Certuity, Scott Welch, dikutip CNBC, Kamis (4/12).

Dia mengatakan, angka-angkanya akan terlihat seiring waktu dan akan menentukan apakah The Fed memangkas suku bunga atau tidak. “Namun saya menduga pemangkasan hampir pasti terjadi pekan depan,” ujarnya

ADP melaporkan penggajian sektor swasta turun 32.000 pada November, berlawanan dengan ekspektasi ekonom yang memproyeksikan kenaikan 40.000. Meski data tersebut buruk, pasar menilai penurunan tenaga kerja justru meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter pada pertemuan terakhir The Fed tahun ini pada 10 Desember.

Menurut perangkat pemantau suku bunga CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga pada Rabu depan mencapai 89%, jauh di atas level pertengahan November. Ekspektasi suku bunga lebih rendah mendorong reli saham-saham keuangan besar, termasuk Wells Fargo dan American Express.
“Pasar sangat bergantung pada The Fed. Jika mereka tidak memangkas suku bunga, dampaknya bisa negatif,” ujar Welch.

Di sisi lain, indikator aktivitas jasa AS dirilis sedikit lebih baik dari perkiraan, memberikan sinyal stabilitas ekonomi.

Saham Microsoft sempat anjlok 2,5% setelah The Information melaporkan pemangkasan kuota penjualan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan. Emiten tersebut memangkas sebagian penurunan setelah membantah laporan tersebut.
Tekanan pada Microsoft menyeret turun saham-saham berbasis AI lainnya. Nvidia dan Broadcom ikut terkoreksi, sementara Micron Technology melemah lebih dari 2%.
“Pelaku pasar mulai memisahkan pemenang dan pecundang,” kata Welch.

Ia menjelaskan, perusahan-perusahaan teknologi saling berinvestasi, tetapi para pelaku pasar belum dapt melihat hasilnya. Namun, salah satu risiko yang diperhatikan adalah beban utang untuk membiayai pembangunan pusat data.

Di sisi lain, harha Bitcoin kembali menguat dan diperdagangkan di atas US$ 93.000 setelah mengalami hari terburuk sejak Maret pada awal pekan.
Saham Marvell Technology melonjak hampir 8% setelah perusahaan memberikan proyeksi pertumbuhan pusat data yang kuat. American Eagle Outfitters juga menjadi sorotan, naik sekitar 15% usai meningkatkan proyeksi kinerja tahunannya. Emiten ritel itu menyebut musim belanja akhir tahun dimulai dengan sangat positif

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Tenaga Kerja AS Jelang Keputusan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Tenaga Kerja AS Jelang Keputusan The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street bergerak variatif pada perdagangan Kamis (4/12/2025) waktu setempat. Investor mencermati sejumlah rilis ekonomi, termasuk data tunjangan pengangguran yang turun ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun.

Equityworld Futures | Harga Emas Tersandera Jelang Keputusan The Fed, Perak Anjlok Brutal

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 31,11 poin atau 0,06 persen ke 47.851,79. Sementara itu, S&P 500 naik tipis 0,67 poin atau 0,01 persen ke 6.850,39, dan Nasdaq Composite menguat 12,15 poin atau 0,05 persen ke 23.466,24.

Saham Salesforce melonjak 3,7 persen setelah perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan serta laba yang disesuaikan untuk tahun fiskal 2026. Kenaikan ini ditopang optimisme terhadap pertumbuhan platform kecerdasan artifisial (AI) seiring kuatnya permintaan korporasi.

Meta Platforms juga menguat hampir 4 persen dan menjadi salah satu pendorong utama S&P 500. Laporan menyebut perusahaan induk Facebook itu berencana memangkas hingga 30 persen anggaran divisi Metaverse.

Di sisi lain, saham Amazon melemah 1,6 persen dan menjadi salah satu penekan terbesar bagi S&P 500. Amazon menyebut sedang melakukan pembicaraan dengan U.S. Postal Service terkait kelanjutan kerja sama mereka, serta menimbang sejumlah opsi menjelang berakhirnya kontrak tahun depan.

Rilis data tenaga kerja menjadi sorotan pasar menjelang keputusan kebijakan The Fed bulan ini. Dengan laporan penggajian (payrolls) November tertunda akibat perpanjangan penutupan pemerintahan (government shutdown), investor mengandalkan indikator sekunder yang memberikan sinyal beragam mengenai kondisi pasar tenaga kerja.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran turun ke level terendah sejak lebih dari tiga tahun terakhir. Namun, analis menilai penurunan tersebut kemungkinan dipengaruhi faktor musiman terkait libur Thanksgiving. Secara terpisah, Chicago Fed memperkirakan tingkat pengangguran pada November berada di sekitar 4,4 persen.

Berdasarkan FedWatch Tool dari CME, pasar kini memperhitungkan peluang 87 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, meningkat tajam dari sekitar 68,6 persen sebulan sebelumnya.

“Kebanyakan pelaku pasar menunggu bagaimana sikap The Fed terhadap seluruh data yang masuk, mengingat komentar terakhir Jerome Powell cenderung bernuansa hawkish, meskipun pemangkasan suku bunga telah diantisipasi,” ujar Head of Research and Quantitative Strategies Horizon Investments, Mike Dickson.

Ia menyebut laporan payrolls tetap menjadi indikator kunci arah kebijakan moneter, namun absennya data terbaru membuat prospek kebijakan masih kabur. Sementara itu, laporan tertunda dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan pesanan pabrik hanya naik 0,2 persen, di bawah perkiraan 0,5 persen. Kenaikan Agustus juga direvisi turun menjadi 1,3 persen, mencerminkan tekanan tarif yang masih membebani sektor manufaktur.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Naik Selasa (2/12): Saham Teknologi & Boeing Dorong Pasar AS

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Naik Selasa (2/12): Saham Teknologi & Boeing Dorong Pasar AS

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (2/12/2025), mencatat kenaikan keenam dalam tujuh sesi terakhir.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Gara-Gara Bandar Mulai Obral Besar-Besaran

Pergerakan terjadi dalam perdagangan yang cenderung sepi, didorong oleh saham teknologi, sementara ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga minggu depan semakin menguat.

Melansir Reuters, Dow Jones naik 185,13 poin (0,39%) menjadi 47.474,46, S&P 500 naik 16,74 poin (0,25%) menjadi 6.829,37, dan Nasdaq Composite naik 137,75 poin (0,59%) menjadi 23.413,67.

Saham Boeing melesat 10,1%, menjadi penopang terbesar bagi Dow Jones memberi kontribusi sekitar 117 poin setelah perusahaan memproyeksikan peningkatan pengiriman pesawat 737 dan 787 tahun depan.

Lonjakan Boeing juga mengangkat indeks sektor industri S&P 500 sebesar 0,9%, menjadi sektor dengan kinerja terbaik hari itu.

Sektor teknologi juga menguat 0,8%, ditopang kenaikan saham-saham megacap seperti Apple, Nvidia, dan Microsoft, yang masing-masing naik sekitar 1%. Saham Intel juga menguat.

Pada sesi sebelumnya, Wall Street melemah akibat data manufaktur yang lesu, lonjakan imbal hasil obligasi AS setelah yield obligasi Jepang naik, serta penurunan bitcoin dan saham-saham kripto.

Namun minimnya rilis data ekonomi pada Selasa membuat tekanan mereda: imbal hasil obligasi turun dan harga bitcoin rebound, membantu pemulihan pasar menjelang keputusan The Fed.

“Dua faktor itu mungkin menambah sedikit volatilitas pada pasar di saat tidak ada katalis besar sampai The Fed mengumumkan keputusan,” kata Ross Mayfield, Investment Strategist di Baird, Louisville, Kentucky.

“Di sisi lain, data konsumsi pada Black Friday dan Cyber Monday memberi sinyal positif. Saya lebih senang melihat kekuatan konsumen dibandingkan dinamika yield dan bitcoin. Hal-hal itu sifatnya sementara.”

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Fokus Terhadap Keputusan The Fed Pekan Depan

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Fokus Terhadap Keputusan The Fed Pekan Depan

Equityworld Futures | Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah tipis pada Senin (1/12). Ia tertekan oleh data ekonomi yang menunjukkan tarif masih membebani sektor manufaktur, sementara investor menantikan pengumuman kebijakan dari Federal Reserve (The Fed).

Equityworld Futures | Kripto Runtuh, Emas dan Perak Justru ‘Pesta Pora’ Cetak Rekor Baru

Dilansir dari Reuters, Selasa (2/12), Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,90% ke 47.289,33. S&P 500 (SPX) melemah 0,53% menjadi 6.812,63, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) turun 0,38% ke 23.275,92.

Survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan sektor manufaktur berkontraksi untuk bulan kesembilan berturut-turut pada November. Pabrik-pabrik mencatat pesanan yang melemah dan kenaikan harga, seiring dampak tarif yang masih membebani aktivitas produksi.

Pasar telah memperhitungkan kemungkinan besar pemangkasan suku bunga oleh bank sentral pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada 10 Desember. Investor Optimitis, menilai peluang hal itu terjadi sebesar 85,4%.

“Pasar masih digerakkan oleh kinerja laba perusahaan, tetapi kini fokus beralih ke The Fed,” kata Kepala Penelitian Struktur Pasar Ekuitas Themis Trading, Joe Saluzzi.

“Saya tidak melihat alasan tren naik tidak berlanjut, meskipun mungkin lebih lambat hingga akhir tahun,” tambahnya.

Harapan pelonggaran moneter meningkat setelah beberapa pejabat bank sentral mengirimkan sinyal dovish, serta laporan yang menyebutkan bahwa kemungkinan ketua banks entral selanjutnya adalah Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett.

Investor juga menantikan rilis tertunda laporan dari Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) September. Ia merupakan salah satu indikator inflasi yang diawasi ketat oleh The Fed.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Meroket Usai Libur Thanksgiving, Ditopang Saham Ritel dan Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Meroket Usai Libur Thanksgiving, Ditopang Saham Ritel dan Teknologi

Equityworld Futures | Bursa saham Wall Street ditutup naik pada perdagangan Jumat (28/11) pasca-libur Thanksgiving. Kenaikan indeks didorong oleh saham ritel dan pemulihan di sejumlah saham teknologi.

Equityworld Futures | Pemilik Emas Mohon Tenang, Harga Ambles Tapi Diamal Naik Lagi

Sentimen pasar di Wall Street juga diperkuat oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Desember.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,61% menjadi 47.716,42, sedangkan S&P 500 tumbuh 0.54% ke 6.849,09. Nasdaq Composite juga mencatat kenaikan 0,65% ke 23.365,69.
Sebagian besar sektor utama S&P 500 berada di zona hijau, kecuali kesehatan. Saham farmasi Eli Lilly turun 2,6%. Sebaliknya, Intel memimpin penguatan indeks dengan lonjakan 10,2%, menyusul laporan analis TF International Securities, perusahaan berpotensi mulai memproduksi prosesor Apple seri M kelas bawah pada 2027.

Tiga indeks utama membukukan kinerja mingguan positif. S&P 500 naik 3,73%, Nasdaq menguat 4,91%, dan Dow Jones meningkat 3,18%. Stabilnya pergerakan pada perdagangan Jumat membuat S&P dan Dow Jones sedikit positif sepanjang bulan.

Namun, Nasdaq tetap mencatat penurunan 1,51% untuk periode bulanan. Koreksi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap valuasi sektor teknologi dan AI yang dinilai mulai berlebihan, sehingga memicu aksi ambil untung.

“Sesi pasca-liburan ini memang sangat ringan volumenya dan tidak banyak aktivitas. Namun beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa hasil dari perkembangan AI masih sepenuhnya belum diketahui,” ujar CEO Smead Capital Management Cole Smead dikutip dari Reuters, Senin (1/11).

Sementara itu, berjangka sempat terhenti pada pagi hari setelah CME Group mengalami gangguan teknis pada pusat data CyrusOne. Kejadian ini sempat membekukan kontrak berjangka mata uang, komoditas dan ekuitas secara global.

CME menyatakan masalah tersebut terkait gangguan sistem pendingin. Meski perdagangan kembali normal, gangguan itu menunjukkan kerentanan infrastruktur pasar.

Volume perdagangan hari ini memang rendah, tetapi dampaknya bisa jauh lebih besar. Ini menggambarkan risiko keterhubungan pasar yang dapat memicu masalah sistemik,” ujar pendiri Themis Trading Joe Saluzzi.

Akhir pekan lalu menandai dimulainya musim belanja akhir tahun, dimulai dari Thanksgiving, Black Friday hingga Cyber Monday. Rangkaian hari belanja ini menjadi indikator penting bagi kinerja pengecer besar dan turut memberikan dukungan pada pergerakan saham sektor ritel di Wall Street.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melejit, Bursa Saham Asia Melambung Terdorong Sentimen The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Melejit, Bursa Saham Asia Melambung Terdorong Sentimen The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik dibuka menguat pada perdagangan saham, Kamis (27/11/2025). Kenaikan bursa saham Asia Pasifik ini mengikuti wall street yang melesat setelah meningkatnya harapan penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) dan lonjakan saham-saham teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Makin Berkilau, Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed jadi Pemicu

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang naik ,85%. Indeks Topix bertambah 0,64%. Saham-saham terkait kecerdasan buatan melesat sehingga menopang indeks acuan tersebut. Saham-saham terkait kecerdasan buatan yang melesat antara lain saham Advantest melonjak lebih dari 4%, saham SoftBank bertambah lebih dari 5%, dan saham Tokyo Electron mendaki 2,09%.

Sementara itu, indeks Kospi di Korea Selatan mendaki 1,05%. Indeks Kosdaq menguat 0,39%. Indeks ASX 200 di Australia melesat 0,42%.

Adapun kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng di Hong Kong mendatar dan diperdagangkan di posisi 25.924 dibandingkan penutupan indeks sebelumnya di 25.928,08.

Adapun investor akan mencermati keputusan suku bunga Korea Selatan yang diperkirakan tetap di 2,5%, berdasarkan jajak pendapat Reuters. Selain itu, investor juga cermati laba China selama 10 bulan pertama tahun ini.

Semalam di wall street, indeks-indeks utama di AS mencatat kenaikan empat hari berturut-turut di tengah meningkatnya harapan akan penurunan suku bunga Federal Reserve pada Desember. Investor melihat peluang penurunan suku bunga seperempat poin persentase sebesar 85% pada bulan Desember, naik dari 30% minggu lalu, menurut perangkat CME FedWatch.

Saham perusahaan kecerdasan buatan Oracle melonjak lebih dari 4% pada Rabu, mendorong rata-rata saham utama setelah Deutsche Bank menegaskan kembali sikap optimisnya terhadap perusahaan tersebut.

Pada Rabu di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average naik 314,67 poin, atau 0,67%, dan ditutup pada level 47.427,12. S&P 500 naik 0,69% dan ditutup pada level 6.812,61, sementara Nasdaq Composite naik 0,82% dan ditutup pada level 23.214,69.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Mengekor Wall Street, Bursa Saham Asia Pasifik Kompak Dibuka Perkasa

Equityworld Futures | Mengekor Wall Street, Bursa Saham Asia Pasifik Kompak Dibuka Perkasa

Equityworld Futures | Bursa saham Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada perdagangan Rabu, mengikuti kenaikan Wall Street Amerika Serikat (AS) di tengah harapan bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dapat memangkas suku bunga acuan pada bulan Desember.

Equityworld Futures | Harga Emas Bisa Tergerus ke Level Ini pada Awal 2026

Dikutip dari CNBC, Rabu (26/11/2025), indeks saham acuan Nikkei 225 Jepang dan indeks Topix naik 0,9%. Saham teknologi Jepang naik untuk sesi kedua berturut-turut, dengan pemasok peralatan pengujian semikonduktor Advantest naik 2,5% dan Tokyo Electron diperdagangkan 0,61% lebih tinggi.

Lasertec dan produsen chip Renesas Electronics masing-masing naik lebih dari 2% dan 1%. Perusahaan investasi yang berfokus pada teknologi, SoftBank Group naik 2,5%.

Di Korea Selatan, indeks saham Kospi naik 0,67%, dan Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 0,64%. ASX/S&P 200 Australia diperdagangkan 1,2% lebih tinggi pada pembukaan.

Kontrak Berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong menunjuk pada pembukaan yang lebih tinggi, diperdagangkan pada 25.977, terhadap penutupan indeks sebelumnya pada 25.894,55.

Ekspektasi meningkat setelah Bloomberg melaporkan bahwa Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, sedang dipertimbangkan sebagai kandidat terdepan untuk menjadi ketua The Fed berikutnya. Investor melihat Hassett sebagai sosok yang lebih mungkin mendorong bank sentral ke arah suku bunga rendah yang diinginkan oleh Presiden Donald Trump.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kepada CNBC pada hari Selasa bahwa ada ‘peluang yang sangat besar’ bahwa Trump dapat menunjuk Ketua Fed yang baru sebelum Natal.

Pasar memperkirakan peluang lebih dari 84% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Desember, menurut perangkat CME FedWatch. Presiden The Fed New York, John Williams, juga mengatakan pada hari Jumat bahwa ada ruang untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Stabil, Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Makin Menguat

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Stabil, Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Makin Menguat

Equityworld Futures | Harga emas dunia stabil di kisaran 4.100 dollar AS per ons pada akhir perdagangan Selasa (25/11/2025) waktu setempat atau Rabu (26/11/2025) pagi WIB.

Equityworld Futures | Harga Emas Bisa Tergerus ke Level Ini pada Awal 2026

Emas stabil di tengah meningkatnya keyakinan pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot stabil di level 4.139,79 dollar AS per ons. Pada awal perdagangan, emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 November 2025.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,1 persen ke level 4.140 dollar AS per ons.

Adapun emas sudah melonjak hampir 2 persen pada perdagangan Senin setelah sejumlah pejabat The Fed mengisyaratkan dukungan pada pemangkasan suku bunga ketiga tahun ini dalam rapat 9-10 Desember.

“Ada harapan baru untuk pemangkasan suku bunga di Desember berdasarkan pernyataan dovish pejabat The Fed baru baru ini, dan data ini tampaknya tidak mengubah ekspektasi tersebut,” kata Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals.

Ekspektasi itu menguat setelah penjualan ritel AS pada September 2025 menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan, menandai perlambatan setelah periode penguatan.

Di sisi lain, Indeks Harga Produsen (PPI) tercatat naik 2,7 persen secara tahunan, sama dengan bulan sebelumnya.

Pasar pun kini memperkirakan peluang sebesar 85 persen untuk The Fed memangkas suku bunga, naik tajam dari peluang sebelumnya yang sebesar 50 persen, menurut data CME Group.
Bahkan, diperkirakan ada peluang penurunan suku bunga lanjutan pada Januari 2026 yang diperkirakan sekitar 65 persen.

Gubernur The Fed Stephen Miran pada Selasa menyatakan, bahwa memburuknya pasar tenaga kerja menjadi alasan kuat untuk melanjutkan penurunan suku bunga, sejalan dengan komentar dovish Gubernur Fed Christopher Waller pada hari sebelumnya.

Adapun enbagai aset tanpa imbal hasil, emas cenderung menguat di tengah lingkungan suku bunga rendah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik.

“Ketidakpastian ekonomi yang berkelanjutan, turbulensi geopolitik, dan ekspektasi dovish terhadap The Fed terus mendukung harga emas dalam jangka pendek,” ujar Analis ActivTrades, Ricardo Evangelista.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Spekulasi Rate Cut Makin Panas, Ini yang Terjadi pada Emas!

Equityworld Futures | Spekulasi Rate Cut Makin Panas, Ini yang Terjadi pada Emas!

Equityworld Futures | Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Selasa pagi di kisaran US$4.135 per troy ons, setelah sehari sebelumnya melonjak hampir 2%. Kenaikan tajam pada Senin dipicu keyakinan pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan depan.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Kinclong Lagi

Sentimen positif datang dari komentar Gubernur The Fed Christopher Waller yang secara terbuka mendukung pemangkasan suku bunga Desember akibat pelemahan pasar tenaga kerja AS. Emas cenderung diuntungkan saat suku bunga turun karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Penutupan pemerintahan AS selama enam minggu, yang menjadi yang terpanjang dalam sejarah, membuat rilis data ekonomi penting tertunda. Akibatnya, pelaku pasar sangat bergantung pada komentar pejabat The Fed sebagai petunjuk langkah suku bunga berikutnya. Presiden The Fed New York John Williams juga menyebut pemotongan suku bunga “jangka pendek” masih mungkin, dan swap trader kini memperkirakan hampir 80% peluang pemangkasan seperempat poin pada pertemuan terakhir tahun ini.

Pasar menilai reaksi yang sangat cepat terhadap setiap komentar pejabat bank sentral menunjukkan betapa sensitifnya sentimen terhadap “omongan The Fed” belakangan ini. Pekan ini, fokus tertuju pada data yang tertunda seperti penjualan ritel dan indeks harga produsen (PPI) September yang dirilis Selasa, serta klaim pengangguran yang menyusul sehari kemudian. Komentar tambahan dari pejabat The Fed diperkirakan akan menjadi yang terakhir sebelum masa blackout komunikasi dimulai pada 29 November.

Meski tengah berkonsolidasi setelah sempat terkoreksi dari rekor di atas US$4.380 per ons bulan lalu, emas masih mencatat kenaikan hampir 60% sepanjang tahun ini dan berpotensi mencetak kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Pada sesi terakhir, emas bergerak flat di sekitar US$4.135, sementara indeks dolar Bloomberg juga nyaris tidak berubah. Sebaliknya, perak turun tipis sekitar 0,3%, dan platinum serta paladium juga mencatat pelemahan ringan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi dan Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemicunya

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi dan Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemicunya

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (20/11/2025) waktu setempat. Reli di awal sesi memudar setelah saham-saham teknologi tertekan dan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) kembali memperburuk sentimen pasar.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil usai Rilis Data Penggajian AS

Mengutip Reuters, Jumat (21/11/2025) , indeks Dow Jones Industrial Average turun 272,72 poin atau 0,59 persen menjadi 45.867,80. Indeks S&P 500 melemah 73,63 poin atau 1,10 persen ke level 6.568,53, sedangkan Nasdaq Composite anjlok 357,60 poin atau 1,58 persen ke posisi 22.206,63.
Sektor consumer staples menjadi satu-satunya penopang S&P 500 dengan kenaikan 1,1 persen. Sebaliknya, sektor teknologi menekan indeks setelah saham Nvidia yang sempat melonjak hingga 5 persen pada awal perdagangan justru berbalik turun 2,5 persen pada penutupan.

Penurunan juga terjadi pada mayoritas saham semikonduktor, dengan indeks Philadelphia SE Semiconductor merosot 3,4 persen.

Kekhawatiran investor semakin meningkat terhadap valuasi tinggi saham teknologi, terutama di tengah lonjakan belanja pada teknologi kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini membuat Nasdaq semakin menjauh dari level tertingginya pada Oktober.

Sentimen pasar juga tidak terbantu oleh rilis data tenaga kerja AS terbaru. Meski pertumbuhan lapangan kerja melampaui perkiraan, tingkat pengangguran justru naik pada September. Data yang saling bertolak belakang ini menambah spekulasi bahwa The Federal Reserve berpotensi memangkas suku bunga pada pertemuan Desember.

Jed Ellerbroek, Manajer Portofolio Argent Capital Management di St. Louis, mengatakan pembalikan arah pasar cukup sulit dijelaskan oleh satu pemicu tertentu.

“Saya memperkirakan pasar menguat berdasarkan kuatnya kinerja Nvidia dan keraguan terbaru terkait investasi AI. Laporan Nvidia meredakan banyak kekhawatiran. Namun kita berada dalam pola perdagangan defensif selama dua pekan terakhir, jadi bisa saja ini lanjutan dari tren tersebut,” ujarnya.

Nvidia yang kini berstatus sebagai perusahaan publik paling bernilai di dunia sebelumnya memproyeksikan penjualan kuartal IV di atas ekspektasi analis dan mencatat kinerja kuartal III yang kuat.

CEO Nvidia Jensen Huang turut meredakan kekhawatiran pasar dengan menegaskan bahwa pihaknya melihat dinamika berbeda dalam perkembangan AI dibandingkan apa yang dikhawatirkan investor.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started