Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Berjemaah Imbas Kekhawatiran Valuasi Saham AI

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Berjemaah Imbas Kekhawatiran Valuasi Saham AI

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok berjemaah pada perdagangan Selasa (4/11/2025) waktu setempat. Penurunan ini dipicu aksi jual pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk Palantir, di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap valuasi yang dinilai terlalu tinggi.

Equityworld Futures | Harga Emas Babak Belur! Dihajar “Musuh Abadinya”, Ambles ke US$3.900

Dikutip dari CNBC internasional, indeks S&P 500 anjlok 1,17% ke level 6.771,55. Indeks Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi ambles 2,04% ke posisi 23.348,64. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 251,44 poin (0,53%) menjadi 47.085,24.

Saham Palantir ambles sekitar 8%, meski perusahaan perangkat lunak itu membukukan kinerja kuartal III yang melampaui ekspektasi Wall Street dan memberikan panduan optimistis berkat pertumbuhan bisnis AI. Saham Palantir yang telah melonjak lebih dari 150% sepanjang tahun ini kini diperdagangkan di atas 200 kali laba per saham (forward P/E ratio).

Valuasi tinggi ini mencerminkan ekspektasi investor bahwa perusahaan-perusahaan AI akan terus mencatat lonjakan pendapatan dan laba secara signifikan untuk membenarkan harga saham yang tinggi.

Saham Oracle yang memiliki rasio P/E lebih dari 33 turun hampir 4%, memangkas sebagian kenaikan hampir 50% sejak awal tahun. Saham AMD juga merosot hampir 4%, sementara saham Nvidia dan Amazon ikut melemah.

Kenaikan saham-saham AI telah mendorong rasio harga terhadap laba (P/E ratio) ke depan S&P 500 ke level di atas 23, mendekati titik tertingginya sejak tahun 2000, menurut data FactSet.

Kepala Strategi Pasar di Ameriprise Anthony Saglimbene menilai, valuasi saham saat ini mulai ‘terlalu mahal’ tanpa adanya koreksi berarti dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami belum melihat tekanan besar di pasar sejak April. Laba perusahaan memang baik, tapi investor mulai bertanya, dengan besarnya belanja modal (capex) dari perusahaan teknologi besar, apakah pertumbuhan laba setahun ke depan akan cukup untuk membenarkan pengeluaran tersebut?,” ujarnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Berkat Reli Saham AI

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Berkat Reli Saham AI

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Senin (3/11/2025). Penguatan itu ditopang meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI), menyusul sejumlah kesepakatan besar di sektor teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik, Pasar Tunggu Data Penting dari AS

Dikutip dari CNBC internasional, Nasdaq yang sarat saham teknologi naik 0,46% di level 23.834,72. Sementara S&P 500 mengguat tipis 0,17% menjadi 6.851,97. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average malah melemah 226,19 poin (0,48%) di level 47.336,68.

Salah satu motor penggerak utama kenaikan pasar adalah Amazon, yang sahamnya melonjak 4% setelah perusahaan menandatangani kesepakatan senilai US$ 38 miliar dengan OpenAI. Kerja sama ini akan memanfaatkan ratusan ribu unit chip grafis (GPU) buatan Nvidia untuk memperkuat infrastruktur AI Amazon.

Kabar tersebut turut mendorong reli saham emiten semikonduktor. Saham Micron Technology naik 5%, Nvidia menguat 2%, dan ETF VanEck Semiconductor (SMH) bertambah 1%. Lonjakan tertinggi terjadi pada Iren, perusahaan pusat data asal Australia, yang melesat 13% usai meneken kontrak jangka panjang senilai US$ 9,7 miliar dengan Microsoft untuk penyediaan GPU Nvidia GB300.

Nvidia juga mendapat tambahan sentimen positif setelah Microsoft mengumumkan telah memperoleh izin ekspor dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengirim chip Nvidia ke Uni Emirat Arab (UEA). Nvidia menargetkan total investasi di UEA mencapai US$ 15,2 miliar hingga 2029.

Namun, di luar saham teknologi, sebagian besar emiten melemah. Tercatat lebih dari 400 saham di S&P 500 berada di zona merah, menunjukkan masih sempitnya basis penguatan pasar. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena reli Oktober lalu didorong terutama oleh saham-saham terkait AI.

“Pasar saat ini memberikan penghargaan pada pemain utama di sektor AI,” ujar Kepala Riset Teknologi DA Davidson Gil Luria sembari menyebut Nvidia, Microsoft, Google, Amazon, dan Palantir sebagai emiten yang paling diuntungkan dari tren ini.

“Mereka memiliki kemampuan finansial dan infrastruktur untuk memperluas kapasitas komputasi AI, baik secara mandiri maupun melalui penyedia pusat data eksternal,” tambahnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok di Tengah Musim Laporan Keuangan Perusahaan Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok di Tengah Musim Laporan Keuangan Perusahaan Teknologi

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street anjlok pada perdagangan yang berakhir Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Equityworld Futures | Menyeramkan! Ini Ramalan Harga Emas Terbaru dari 10 Lembaga Dunia

Saham AS turun karena investor mencerna sejumlah pendapatan Big Tech. Sementara itu, pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping berakhir.

Indeks S&P 500 turun 0,99 persen dan mengakhiri hari di level 6.822,34.

Sementara itu, Nasdaq Composite turun 1,57 persen dan ditutup pada 23.581,14.

Kemudian, indeks Dow Jones Industrial Average diperdagangkan turun 109,88 poin, atau 0,23 persen, menjadi 47.522,12.

Raksasa teknologi megacap Alphabet Meta dan Microsoft masing-masing melaporkan hasil kuartalan setelah penutupan pasar pada hari Rabu.

Saham Alphabet melonjak 2,5 persen berkat hasil yang kuat. Sementara itu, saham Meta dan Microsoft masing-masing anjlok lebih dari 11 persen dan sekitar 3 persen.
Investor semakin khawatir dengan prospek peningkatan pengeluaran untuk Meta dan Microsoft.

Penurunan Meta dan Microsoft, serta raksasa chip kecerdasan buatan Nvidia, menandai rotasi keluar saham teknologi pada sesi tersebut.

Meskipun saham-saham tersebut lebih rendah, saham-saham perbankan seperti JPMorgan dan Bank of America mengalami kenaikan, begitu pula saham perawatan kesehatan setelah hasil kuartalan Eli Lilly dan proyeksi kenaikan yang lebih baik dari perkiraan. Saham Eli Lilly naik hampir 4 persen.

Perdagangan juga menjadi fokus setelah Trump setuju untuk memangkas tarif fentanil terhadap China menjadi 10 persen.

Hal ini meningkatkan total tarif impor China dari 57 persen menjadi 47 persen.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Beijing akan berupaya menghentikan masuknya fentanil ke AS dan membeli kedelai hasil produksi AS beserta produk pertanian lainnya. China juga menunda pembatasan terbaru ekspor tanah jarang selama satu tahun.

Meskipun demikian, isu-isu lain seperti ekspor cip Nvidia dan divestasi TikTok masih belum terselesaikan. Namun, Kementerian Perdagangan China menyatakan bersedia bekerja sama dengan AS untuk menyelesaikan masalah terkait TikTok.

Wall Street mengalami hari yang beragam. Indeks Dow, S&P 500, dan Nasdaq mencapai level tertinggi intraday baru di awal sesi Rabu, dengan Nasdaq juga mencapai level tertinggi penutupan baru.

Namun, baik Indeks Dow maupun S&P ditutup di zona merah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral mungkin tidak akan memangkas suku bunga lagi pada pertemuan Desember.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Variatif Imbas Pernyataan Powell Soal Suku Bunga

Equityworld Futures | Wall Street Variatif Imbas Pernyataan Powell Soal Suku Bunga

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup variatif pada perdagangan Rabu (29/10/2025) waktu setempat setelah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell bahwa pemangkasan lanjutan pada Desember belum tentu dilakukan membuat pasar berbalik hati-hati.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok, Pembeli “Wait and See”

Melansir Reuters pada Kamis (30/10/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 62,39 poin atau 0,13% ke level 47.643,98. Sementara itu, S&P 500 nyaris stagnan dengan kenaikan tipis 0,50 poin atau 0,01% ke 6.891,39.

Adapun, Nasdaq Composite naik 130,98 poin atau 0,58% ke 23.965,74, ditopang reli saham Nvidia yang sempat menembus valuasi pasar US$5 triliun untuk pertama kalinya.

Sebelum pernyataan Powell, pelaku pasar sempat optimistis setelah The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, sesuai perkiraan, dan mengumumkan akan kembali melakukan pembelian terbatas surat utang pemerintah AS (Treasury securities).

Dengan kebijakan baru tersebut, suku bunga acuan AS kini berada di kisaran 3,75%–4,00%, menjadi pemangkasan kedua sepanjang tahun ini. The Fed juga menyoroti keterbatasan data ekonomi akibat penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) yang tengah berlangsung di AS.

“Powell menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga Desember belum menjadi keputusan pasti. Namun, kebijakan The Fed tetap bergantung pada data ekonomi,” ujar Oliver Pursche, Senior Vice President di Wealthspire Advisors, Westport, Connecticut.

Setelah Powell berbicara, pelaku pasar menurunkan ekspektasi peluang pemangkasan suku bunga pada Desember dari 90% menjadi 71%.

Sementara itu, reli saham Nvidia terus berlanjut. Emiten raksasa chip AI tersebut telah melonjak lebih dari 50% sepanjang tahun ini, menjadi motor utama penguatan sektor teknologi di Wall Street.

Investor kini menantikan laporan keuangan dari sejumlah raksasa teknologi lain seperti Meta Platforms, Microsoft, dan Alphabet, yang dijadwalkan rilis usai penutupan perdagangan.

Menurut data LSEG, hingga Rabu sebanyak 222 perusahaan di indeks S&P 500 telah merilis laporan kinerja kuartalannya, dengan sekitar 85% di antaranya melaporkan laba di atas ekspektasi analis — menunjukkan tren kinerja korporasi yang tetap solid di tengah ketidakpastian suku bunga.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Selasa (28/10): Nvidia, Microsoft, Apple Pimpin Pasar

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Selasa (28/10): Nvidia, Microsoft, Apple Pimpin Pasar

Equityworld Futures | Wall Street kembali menorehkan rekor penutupan tertinggi pada Selasa (28/10/2025), dipicu lonjakan saham Nvidia dan optimisme menjelang laporan keuangan perusahaan teknologi besar.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk ke Titik Terendah! Harapan Bangkit Tinggal Mimpi?

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 161,78 poin (+0,34%) menjadi 47.706,37, S&P 500 naik15,73 poin (+0,23%) menjadi 6.890,89, dan Nasdaq Composite naik190,04 poin (+0,8%) menjadi 23.827,49

Saham Nvidia naik 5% setelah mengumumkan akan membangun tujuh superkomputer AI untuk Departemen Energi AS dan mengungkapkan pesanan chip AI senilai $500 miliar.

Kenaikan ini menambah lebih dari $230 miliar ke nilai pasar perusahaan, mendekatkan Nvidia pada valuasi US$5 triliun.

Saham Microsoft juga menguat 2% setelah kesepakatan yang memungkinkan OpenAI merestrukturisasi menjadi perusahaan publik dengan tujuan manfaat publik, memberikan Microsoft kepemilikan 27% pada pembuat ChatGPT.

Saham Apple naik tipis 0,1% setelah sempat menembus valuasi pasar $4 triliun. Analis mengatakan momentum dan laporan keuangan yang kuat menjadi pendorong pasar saat ini.

Investor menantikan laporan kuartal dari Apple, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms, dengan fokus pada pengeluaran terkait AI.

Perkembangan Perdagangan dan Kebijakan

Wall Street Journal melaporkan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan membahas kerangka perdagangan untuk menurunkan tarif AS atas barang China dengan imbalan komitmen Beijing membatasi ekspor bahan kimia prekursor fentanyl.

Di Jepang, Trump memuji Perdana Menteri Sanae Takaichi saat kedua negara menandatangani kesepakatan untuk memperkuat pasokan mineral kritis dan tanah jarang, mengurangi ketergantungan pada China.

Update Laporan Keuangan

Hasil kuartal ketiga dari 180 perusahaan S&P 500 menunjukkan kenaikan laba 10,5% secara tahunan, melampaui perkiraan sebelumnya.

Investor juga menantikan keputusan Federal Reserve yang diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu, dengan perhatian pada panduan kebijakan mengingat pemerintah AS telah tutup hampir sebulan, menunda data ekonomi penting.

Estimasi awal ADP menunjukkan ekonomi AS menambah rata-rata 14.250 pekerjaan dalam empat minggu hingga 11 Oktober, meski pengumuman PHK dari perusahaan besar seperti Amazon menahan optimisme.

Saham United Parcel Service melonjak 8% setelah melaporkan hasil kuartal yang kuat, mencerminkan kemajuan dari restrukturisasi besar-besaran yang menargetkan penghematan biaya US$3,5 miliar pada 2025.

Saham Visa sempat naik setelah melaporkan kenaikan laba kuartalan yang disesuaikan, meski berakhir turun 0,3% pada sesi reguler.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Reli Rekor di Tengah Optimisme Gencatan Dagang AS-China, S&P 500 Tembus 6.800

Equityworld Futures | Wall Street Reli Rekor di Tengah Optimisme Gencatan Dagang AS-China, S&P 500 Tembus 6.800

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street menembus rekor baru pada awal pekan, seiring tanda-tanda penurunan tensi antara Amerika Serikat dan China menjelang pertemuan penting antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Investor menilai momentum ini dapat menjadi titik balik bagi pasar global yang selama berbulan-bulan diguncang ketidakpastian dagang.

Equityworld Futures | May Day! May Day! Harga Emas Terjun 3%, Tenggelam ke Level US$3.900

Pada penutupan perdagangan Senin waktu New York atau Selasa (27/10/2025) WIB, S&P 500 menguat 1,23% ke 6.875,16—penutupan pertama kali di atas level 6.800. Nasdaq Composite naik 1,86% menjadi 23.637,46, didorong lonjakan saham produsen chip seperti Nvidia dan Broadcom. Dow Jones Industrial Average pun menambah 337 poin atau 0,71% menjadi 47.544,59. Ketiga indeks utama, bersama indeks perusahaan kecil Russell 2000, menutup hari di level tertinggi sepanjang masa.

Dari Kuala Lumpur, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut kedua negara telah menyepakati “kerangka yang sangat produktif” untuk dibahas para pemimpin pada Kamis nanti di sela KTT ASEAN. Kesepakatan awal itu dikabarkan mencakup penundaan pembatasan ekspor mineral langka oleh Beijing serta penarikan ancaman tarif 100% terhadap produk Tiongkok yang seharusnya berlaku 1 November. Tiongkok juga disebut siap melanjutkan pembelian kedelai asal Amerika.

Trump, yang berbicara dari Air Force One, menegaskan keyakinannya akan hasil positif pertemuan tersebut. “Saya menghormati Presiden Xi, dan saya percaya kita akan membawa pulang kesepakatan,” ujarnya.

Sektor teknologi memimpin reli. Saham Nvidia dan Broadcom masing-masing naik lebih dari 2%, sementara Tesla melonjak 4,3%. Qualcomm menjadi sorotan setelah melesat 11% dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa berkat peluncuran chip kecerdasan buatan baru yang menempatkannya bersaing langsung dengan Nvidia dan AMD.

“Jika AS dan Tiongkok berhasil mencapai kesepakatan, itu akan menjadi sinyal positif besar bagi pasar,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research kepada CNBC. Selama ini, menurut dia, proyeksi pertumbuhan teknologi dibuat tanpa kontribusi Tiongkok, sehingga kembalinya kerja sama akan menjadi katalis penting.”

Investor kini menantikan hasil kinerja kuartal ketiga sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Alphabet, Amazon, Apple, Meta Platforms, dan Microsoft. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada Rabu juga memperkuat sentimen, terutama setelah data inflasi AS pekan lalu menunjukkan hasil yang lebih lunak dari perkiraan.

“Jika The Fed kembali memangkas suku bunga dan risiko resesi mereda, saham-saham berkapitalisasi kecil hingga menengah yang selama ini tertinggal berpotensi mencatat kinerja kuat,” ujar Stovall menambahkan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Berkat Inflasi Rendah & Laba Solid

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Berkat Inflasi Rendah & Laba Solid

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup naik pada perdagangan Jumat (24/10). Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan serta laporan laba perusahaan yang solid membuat ketiga indeks utama Wall Street yakni Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.

Equityworld Futures | Nasib Emas Dipertaruhkan Pekan Ini: Terbang Atau Jatuh ke US$ 3.800!

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 472,51 poin atau 1,01 persen ke 47.207,12. S&P 500 (.SPX) menguat 53,25 poin atau 0,79 persen ke 6.791,69, sementara Nasdaq Composite (.IXIC) melesat 263,07 poin atau 1,15 persen ke 23.204,87.

S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus, sedangkan Dow Jones mencatat lonjakan Jumat-ke-Jumat tertinggi sejak Juni.

Inflasi yang sedikit lebih rendah dari ekspektasi membuat investor semakin yakin The Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan. Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) ini menjadi salah satu dari sedikit data resmi yang tetap dirilis di tengah penutupan pemerintahan AS akibat kebuntuan anggaran kongres.

“Kami mendapat kabar baik terkait inflasi karena data IHK yang positif membuka peluang bagi penurunan suku bunga The Fed minggu depan dan kemungkinan pada bulan Desember,” kata Ryan Detrick, Kepala Strategi Pasar di Carson Group, Omaha.

Musim laporan keuangan kuartal ketiga juga menjadi pendorong utama reli. Dari 143 perusahaan di indeks S&P 500 yang sudah melaporkan, mayoritas menunjukkan kinerja yang kuat. Data LSEG mencatat, pertumbuhan laba agregat kuartal ini mencapai 10,4 persen secara tahunan-meningkat dari proyeksi awal 8,8 persen per 1 Oktober.

“Awal musim laporan keuangan ini sungguh spektakuler. Kami melihat 87 persen perusahaan melampaui target pendapatan dan 83 persen melampaui target laba, membenarkan reli yang kami saksikan tahun ini dan kemungkinan membuka peluang bagi reli kuat di akhir tahun,” ungkap Detrick.

Pekan depan, investor akan menantikan laporan dari raksasa teknologi seperti Meta, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Apple, lima dari “Magnificent Seven” saham megacap yang kerap menggerakkan pasar.

Beberapa saham menonjol pada perdagangan Jumat: Alphabet (GOOGL.O) naik 2,7 persen setelah Anthropic memperluas kerja sama penggunaan chip AI Google. Coinbase Global (COIN.O) melonjak 9,8 persen usai JPMorgan menaikkan peringkat sahamnya menjadi “overweight”.

Sebaliknya, Deckers Outdoor (DECK.N) anjlok 15,2 persen karena proyeksi penjualan di bawah ekspektasi, sementara Ford (FN) melonjak 12,2 persen setelah melampaui target laba kuartalan.

Di bursa New York, saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 2,18 banding 1. Nasdaq pun mencatat lebih banyak penguatan dengan rasio 2,2 banding 1. Secara keseluruhan, S&P 500 menorehkan 34 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, sementara Nasdaq mencatat 124 titik tertinggi baru.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Rebound Berkat Lonjakan Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Rebound Berkat Lonjakan Saham Teknologi

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street kompak rebound pada Kamis (23/10/2025), menutupi pelemahan yang terjadi sehari sebelumnya. Penguatan itu terjadi seiring investor memborong saham setelah laporan laba beberapa perusahaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil yang kuat.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melambung Tersengat Ketegangan Geopolitik

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,58% menjadi 6.738,44 poin, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 144,20 poin (0,31%) menjadi 46.734,61 poin. Nasdaq Composite tampil lebih baik, naik 0,89% ke level 22.941,80, didukung lonjakan saham perusahaan teknologi seperti Nvidia, Broadcom, dan Amazon. Kenaikan hampir 3% saham Oracle, pemain lain di sektor kecerdasan buatan (AI), turut membantu mengangkat pasar.

Ketiga indeks Wall Street sempat mencapai level tertinggi sesi setelah Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengumumkan, Presiden AS Donald Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping pekan depan di Korea Selatan. Pengumuman ini meredakan kekhawatiran investor terkait hubungan AS-China yang sempat menekan pasar pada Rabu.

Kenaikan S&P 500 ini menandai pemulihan penuh dan lebih dari kerugian yang dialami sehari sebelumnya, ketika indeks turun sekitar 0,5%. Dow jatuh sekitar 334 poin atau 0,7%, sementara Nasdaq merosot 0,9% karena investor mengalihkan dana dari aset yang lebih berisiko.

Koreksi Rabu terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa Gedung Putih mempertimbangkan pembatasan ekspor perangkat lunak ke China. Rencana ini mengikuti pernyataan Trump hampir dua pekan lalu bahwa AS akan memberlakukan pembatasan ekspor ‘semua perangkat lunak penting’ mulai 1 November.

“Jangan remehkan pasar bullish hanya karena volatilitas sesaat. Beberapa saham teknologi memang memimpin reli, tapi sekarang kita akan melihat bagaimana ratusan perusahaan global mendapat manfaat dari produktivitas AI,” kata Co-founder dan Presiden Reflexivity Giuseppe Sette.

Investor masih mencermati laporan laba perusahaan-perusahaan besar AS, yang diyakini krusial bagi kelanjutan reli pasar saat ini. Saham Honeywell memimpin kenaikan Dow Jones, melonjak hampir 7% setelah melaporkan laba kuartal lebih tinggi dari perkiraan dan meningkatkan proyeksi tahunan. American Airlines naik 6% menyusul kerugian kuartal ketiga yang lebih kecil dari perkiraan dan panduan optimistis.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Turun, Imbas Laporan Keuangan yang Beragam dan Ketegangan Dagang AS-China

Equityworld Futures | Wall Street Turun, Imbas Laporan Keuangan yang Beragam dan Ketegangan Dagang AS-China

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (22/10/2025), karena gelombang laporan keuangan yang beragam, termasuk kinerja Netflix yang mengecewakan. Investor juga menimbang laporan terbaru tentang ketegangan perdagangan AS-China dimana AS mempertimbangkan pembatasn ekspor ke China.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Babak Belur, Terancam Jatuh ke Level US$ 3.900

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 334,33 poin, atau 0,71% ke level 46.590,41, S&P 500 turun 35,95 poin, atau 0,53% ke level 6.699,40, dan Nasdaq Composite turun 213,27 poin, atau 0,93% ke level 22.740,40.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor industri mencatat penurunan paling besar, sedangkan sektor energi mencatat persentase kenaikan terbesar.

Sementara itu,pelemahan saham teknologi dan layanan komunikasi paling membebani Nasdaq.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 24,76 miliar saham dengan rata-rata 20,60 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Pembatasan ekspor baru, yang akan mencakup beragam barang mulai dari laptop hingga mesin jet, merupakan beberapa langkah yang dipertimbangkan sebagai balasan terhadap putaran terbaru pembatasan ekspor tanah jarang oleh Beijing, dan menandai eskalasi ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Pada Selasa kemarin, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia yakin akan mengadakan pertemuan yang sangat sukses dengan Presiden China Xi Jinping, tetapi juga mengatakan mungkin pertemuan di Korea Selatan akhir bulan ini tidak akan terjadi.

“Perselisihan perdagangan Washington-Beijing telah berlangsung dan kemungkinan akan berlanjut hingga pertemuan potensial dengan Trump dan Xi,” kata Tom Hainlin, ahli strategi investasi nasional di U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis.

“Ditambah lagi, beberapa perusahaan teknologi melaporkan beberapa angka yang mengecewakan.”

“Namun, musim laporan keuangan ini cukup baik, dan (saham) tidak terlalu jauh dari rekor tertinggi,” tambah Hainlin.

“Kami tidak akan menyarankan investor untuk mengubah alokasi mereka berdasarkan hari seperti hari ini.”

Saham Netflix merosot 10,1% setelah perusahaan streaming tersebut gagal memenuhi ekspektasi laba kuartalan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang valuasi yang terlalu tinggi.

Tesla, yang pertama dari kelompok saham Magnificent Seven momentum terkait kecerdasan buatan yang membukukan laba kuartal ketiga, membukukan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan karena berakhirnya kredit pajak mendorong penjualan kendaraan listrik di AS. Sahamnya turun tipis 0,5% dalam perdagangan yang diperpanjang.

Saham Intuitive Surgical melonjak 13,9% setelah laba kuartal ketiga perusahaan melampaui ekspektasi.

Saham AT&T turun 1,9% meskipun menambahkan lebih banyak pelanggan nirkabel daripada yang diperkirakan untuk kuartal ketiga.

Musim laba kuartal ketiga sedang berjalan, dengan 86% perusahaan telah melaporkan laba yang melampaui estimasi Wall Street. Analis saat ini memperkirakan pertumbuhan laba S&P 500 kuartal ketiga, secara agregat, sebesar 9,3% year-on-year, meningkat dari estimasi pertumbuhan tahunan sebesar 8,8% per 1 Oktober, menurut data terbaru dari LSEG.

“Anda mendapatkan valuasi yang tinggi dengan mencapai ekspektasi tersebut, dan secara umum perusahaan sejauh ini telah memenuhi atau melampaui ekspektasi tersebut,” kata Hainlin.

“Dan mereka yang belum memenuhi ekspektasi tersebut tidak dihargai oleh investor dengan kesabaran.”

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Anjlok Tajam di Tengah Terbatasnya Data dari AS

Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Anjlok Tajam di Tengah Terbatasnya Data dari AS

Equityworld Futures | Harga emas dan perak merosot tajam dari titik tertinggi seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan pedagang komoditas menghadapi terbatasnya data mengenai posisi spekulatif di tengah penutupan pemerintah AS yang sedang berlangsung.

Equityworld Futures | Harga Emas Hancur Lebur! Ambruk 5% Sehari, Rekor Terburuk 5 Tahun

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (21/10/2025), harga emas batangan turun hingga 2,6% setelah mencapai puncaknya di US$4.381,52 per ons. Reli dahsyat yang terjadi pada emas dalam beberapa bulan terakhir telah membebani indikator teknis, termasuk indeks kekuatan relatif, yang mengindikasikan bahwa kenaikan harga mungkin telah melampaui batas.

Penguatan dolar AS juga membuat logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi sebagian besar pembeli.

“Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, para pedagang semakin waspada, karena kekhawatiran akan koreksi dan konsolidasi telah muncul. Saat koreksi, kekuatan pasar yang sebenarnya terungkap, dan kali ini seharusnya tidak berbeda, dengan tawaran beli yang mendasarinya kemungkinan akan membatasi pullback” kata Ole Hansen, ahli strategi komoditas di Saxo Bank AS.

Akibat penutupan pemerintah AS yang sedang berlangsung, para pedagang komoditas kehilangan salah satu alat paling berharga mereka yakni laporan mingguan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) yang menunjukkan bagaimana dana lindung nilai (hedge fund) dan manajer investasi lainnya memposisikan diri dalam perdagangan emas dan perak. Tanpa data tersebut, para spekulan cenderung membangun posisi yang sangat besar ke salah satu arah.

Hansen juga mencatat bahwa logam mulia tertekan oleh meredanya ketegangan antara AS dan Tiongkok, serta berakhirnya periode pembelian musiman di India yang biasanya meningkatkan permintaan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started