Equityworld Futures | Indeks Wall Street Menguat, Didorong Lonjakan Saham Oracle

Equityworld Futures | Indeks Wall Street Menguat, Didorong Lonjakan Saham Oracle

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan Jumat (19/12). Pergerakan positif indeks didorong lonjakan saham Oracle di tengah pulihnya minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Equityworld Futures | Harga Emas Berpeluang ke US$ 4.500, Ini Strategi yang Disarankan Analis

Indeks Nasdaq Composite naik 1,31% ke level 23.307,62, diikuti S&P 500 yang menguat 0,88% menjadi 6.834,50. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average tumbuh 183,04 poin atau 0,38% dan ditutup di 48.134,89. Hijaunya saham AS menandai hari kedua berturut-turut ketiga indeks utama Wall Street berada di zona hijau.
Saham Oracle melonjak 6,6% usai TikTok menjual bisnis operasinya di AS ke perusahaan patungan baru yang melibatkan Oracle dan firma ekuitas swasta Silver Lake.

Kenaikan tersebut membuat saham Oracle balik arah dari sebelumnya tertekan selama sepekan karena sebuah laporan menyebut salah satu pendukung utama proyek pusat data perusahaan mundur.
Investor khawatir beban utang dan belanja besar untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) akan menekan kinerja perusahaan. Sentimen negatif ini bahkan sempat menyeret saham-saham lain di sektor AI, seperti Broadcom dan Advanced Micro Devices.

Di sisi lain, saham Nvidia melonjak sekitar 4%. Kenaikan ini setelah Reuters melaporkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah meninjau kemungkinan mengizinkan Nvidia menjual chip AI canggih ke Cina. Sebelumnya, Trump menyatakan akan membuka peluang pengiriman chip AI H200 ke pelanggan tertentu di negara tersebut.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Usai Data Inflasi AS Melandai

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Usai Data Inflasi AS Melandai

Equityworld Futures | Indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat pada perdagangan Kamis (18/12). Laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Selain itu, proyeksi kinerja yang sangat kuat dari produsen chip Micron menjadi sinyal solidnya permintaan kecerdasan buatan (AI).

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tipis Setelah Dekati Rekor, Mau Jual atau Beli?

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 65,88 poin atau 0,14 persen ke level 47.951,85. Indeks S&P 500 (.SPX) menguat 53,33 poin atau 0,79 persen ke 6.774,76, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) melonjak 313,04 poin atau 1,38 persen ke 23.006,36.

Laporan Indeks Harga Konsumen AS (CPI) pun menunjukkan harga konsumen naik lebih rendah dari perkiraan secara tahunan hingga November. Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) di bawah Departemen Tenaga Kerja AS tidak merilis data perubahan CPI bulanan karena penutupan sebagian pemerintahan selama 43 hari menghambat pengumpulan data Oktober.

“Laporan CPI yang konstruktif ini mulai meredakan tekanan terhadap para pembuat kebijakan, sehingga mereka berpotensi lebih nyaman memangkas suku bunga tahun depan. Namun, kami masih ingin melihat konfirmasi pada bulan depan untuk memastikan tidak ada distorsi berlebihan akibat penutupan pemerintahan,” kata kepala riset pasar modal di U.S. Bank Asset Management Group, Bill Merz.

Ketiga indeks utama tersebut bangkit dari posisi terendah dalam tiga pekan terakhir. Indeks Russell 2000, yang melacak saham-saham berkapitalisasi kecil yang sensitif terhadap suku bunga, juga menguat 0,8 persen.
Laporan klaim tunjangan pengangguran menunjukkan jumlah pengajuan baru turun pada pekan lalu, berbalik arah dari lonjakan pada pekan sebelumnya, yang mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja tetap stabil pada Desember.

Sebelumnya pada pekan ini, laporan ketenagakerjaan resmi menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS kembali meningkat pada November, sementara tingkat pengangguran naik ke 4,6 persen.

Pelaku pasar kini melihat peluang sebesar 58 persen untuk langkah kebijakan yang lebih longgar atau dovish dari The Fed pada Maret, menurut CME FedWatch Tool.

Enam dari 11 sektor di indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan, dipimpin oleh sektor consumer discretionary yang naik 1,78 persen. Saham Lululemon melonjak 3,5 persen setelah laporan menyebutkan investor aktivis Elliott telah mengakuisisi saham senilai lebih dari USD 1 miliar di perusahaan pakaian olahraga tersebut.

Saham Starbucks juga menguat 4,9 persen.
Di sektor teknologi, Micron Technology melesat 10,2 persen setelah perusahaan tersebut memproyeksikan laba kuartalan hampir dua kali lipat dari ekspektasi analis, didorong oleh kuatnya permintaan terkait AI. Saham perusahaan memori lainnya, termasuk SanDisk dan Western Digital, juga melonjak, sementara indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 2,6 persen.

Adapun belanja besar-besaran perusahaan yang dibiayai utang untuk pengembangan teknologi AI, serta ketidakpastian terkait strategi monetisasinya tersebut sempat membebani minat risiko pasar pada kuartal ini.

Saham Oracle naik 0,9 persen, pulih dari penurunan pada Rabu setelah rencana pendanaan pusat data Stargate memicu aksi jual luas di pasar saham. Kemudian, saham Trump Media & Technology melonjak 41 persen setelah perusahaan tersebut dan perusahaan energi fusi TAE Technologies menyatakan telah sepakat untuk bergabung dalam transaksi seluruh saham dengan valuasi lebih dari USD 6 miliar.

Jumlah saham yang menguat melampaui saham yang melemah dengan rasio 1,9 banding 1 di Bursa Efek New York (NYSE). Tercatat 216 saham mencetak level tertinggi baru dan 105 saham mencatat level terendah baru di NYSE. Di Nasdaq, sebanyak 2.892 saham menguat dan 1.773 saham melemah, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 1,63 banding 1.

Indeks S&P 500 membukukan 15 level tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak mencatatkan level terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 112 level tertinggi baru dan 178 level terendah baru.

Sementara volume transaksi di bursa AS mencapai 16,89 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 16,96 miliar saham per sesi penuh dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ambruk Berjamaah, Saham AI Terpukul

Equityworld Futures | Wall Street Ambruk Berjamaah, Saham AI Terpukul

Equityworld Futures | Wall Street ambruk berjamaah pada perdagangan Rabu atau Kamis (18/12/2025) dini hari waktu Indonesia.

Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Perak Cetak Rekor: Ramalan Terbaru Bikin Ngeri

Wall Street melemah seiring investor terus melakukan rotasi keluar dari saham-saham utama kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Tekanan pasar dipicu laporan bahwa investor utama Oracle yang menarik diri dari salah satu proyek pusat data (data center) perusahaan tersebut.

Indeks S&P 500 turun 1,16% ke level 6.721,43, sementara Nasdaq Composite merosot 1,81% dan ditutup di 22.693,32. Adapun Dow Jones Industrial Average jatuh 228,29 poin atau 0,47% ke posisi 47.885,97.

Saham AI yang sebelumnya sangat diminati, Oracle, anjlok 5,4% setelah Financial Times melaporkan bahwa rencana Blue Owl Capital untuk membiayai proyek pusat data Oracle senilai US$10 miliar di Michigan gagal terlaksana.

Sumber yang mengetahui masalah tersebut menyebutkan kekhawatiran atas tingkat utang dan belanja Oracle sebagai penyebabnya. Namun, Oracle membantah laporan tersebut dan menegaskan bahwa proyek tersebut tetap berjalan.

Skema pembiayaan berisiko yang terkait dengan rencana pembangunan pusat data perusahaan-perusahaan teknologi telah membuat investor gelisah dalam beberapa pekan terakhir. Sorotan terhadap Oracle kali ini muncul setelah pekan lalu perusahaan juga membantah laporan Bloomberg yang menyebutkan Oracle menunda sejumlah proyek untuk OpenAI hingga 2028.

Saham-saham lain yang terkait dengan tema AI ikut terkoreksi pada Rabu. Produsen chip Broadcom yang juga menjadi salah satu saham yang memimpin rotasi keluar dari sektor teknologi turun lebih dari 4%. Nvidia melemah hampir 4%, Advanced Micro Devices (AMD) anjlok lebih dari 5%, sementara induk Google, Alphabet, turun lebih dari 3%.

“Kami jelas melihat rotasi yang cukup tegas dari saham pertumbuhan berkapitalisasi besar ke saham nilai berkapitalisasi besar. Yang terjadi saat ini, menurut saya, investor mulai memposisikan diri lebih defensif untuk menghadapi apa yang akan terjadi tahun depan,” ujar Brian Mulberry, client portfolio manager di Zacks Investment Management.

Oracle dan Broadcom, bersama saham-saham lain di sektor AI, telah mencatatkan penurunan signifikan sepanjang Desember. Bulan ini ditandai dengan perpindahan dana investor ke sektor berorientasi nilai seperti keuangan.

Secara month to date, saham Oracle turun lebih dari 11%, sementara Broadcom terkoreksi sekitar 19%. ETF State Street Technology Select Sector SPDR (XLK) juga turun 2,6% sepanjang bulan ini.

Mulberry memperkirakan rotasi keluar dari saham-saham dengan valuasi tinggi menuju sektor yang “dinilai lebih wajar” akan berlanjut hingga 2026. Menurutnya, tren ini ditambah ketidakpastian kebijakan moneter berpotensi memicu volatilitas pasar.

“Ke depan, mengamati faktor-faktor tertentu untuk menentukan kapan dan di mana momen profitabilitas AI itu benar-benar terjadi akan menjadi sangat penting, dan itu mencakup hal-hal seperti arus kas bebas (free cash flow). Neraca bisa dimanipulasi, tetapi arus kas bebas tidak bisa,” ujarnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Terkoreksi, Investor Cerna Data Ekonomi dan Arah Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Terkoreksi, Investor Cerna Data Ekonomi dan Arah Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa (16/12/2025) waktu setempat.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.318,4 Rabu (17/12) Pagi, Ini Pemicunya

Investor masih bersikap hati-hati sambil mencermati serangkaian data ekonomi Paman Sam yang dirilis terlambat untuk membaca arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) di 2026.

Mengutip Reuters, Rabu (17/12/2025), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 303,67 poin atau 0,63 persen ke level 48.112,89.

Indeks S&P 500 melemah 28,91 poin atau 0,42 persen ke posisi 6.787,60, sementara Nasdaq Composite terkoreksi tipis 14,24 poin atau 0,06 persen ke level 23.043,18.

Tekanan terjadi hampir merata di seluruh sektor.

Dari 11 sektor dalam indeks S&P 500, hanya sektor teknologi informasi yang mampu bertahan di zona hijau.

Sektor energi menjadi penekan terdalam setelah harga minyak mentah jatuh ke level terendah sejak 2021.

Adapun sektor kesehatan ikut terseret turun 1,7 persen.

Saham Pfizer menjadi sorotan setelah anjlok 5,1 persen.

Perusahaan farmasi raksasa itu memperkirakan kinerja yang lebih menantang pada 2026, seiring melemahnya penjualan produk terkait Covid-19, serta tergerusnya margin keuntungan.

Secara teknikal, pergerakan indeks S&P 500 dan Nasdaq kini berada di sekitar level terendah dalam tiga pekan terakhir. Situasi ini mencerminkan berlanjutnya ketidakpastian pasar terkait waktu dan besaran pemangkasan suku bunga, di tengah kekhawatiran investor atas valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu mahal.

Dari sisi makroekonomi, laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan penambahan lapangan kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) sebanyak 64.000 pada November 2025.

Angka tersebut membaik dibandingkan Oktober 2025, yang tertekan akibat pemangkasan belanja pemerintah.

Namun, perbaikan itu dibayangi kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,6 persen pada November 2025.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Alarm untuk Investor: Harga Emas Hampir Sentuh Rekor Tertinggi 2 Bulan

Equityworld Futures | Alarm untuk Investor: Harga Emas Hampir Sentuh Rekor Tertinggi 2 Bulan

Equityworld Futures | Harga emas kembali mencatatkan kenaikan, meskipun kenaikannya terbatas, seiring kemajuan pembicaraan damai Ukraina, dan menantikan data pekerjaan dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$4.304,9 pada Selasa (16/12) Pagi

Pada perdagangan hari ini Selasa (16/12/2025) hingga pukul 06.58 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,04% di posisi US$4.303,85 per troy ons.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Senin (15/12/2025), harga emas dunia naik sangat tipis 0,001% di level US$4.302,19 per troy ons. Harga emas sempat mengalami kenaikan hingga US$4.350,10 per troy ons sebelum akhirnya ditutup menguat lebih rendah. Kenaikan ini memperpanjang tren positif emas dengan menguat selama empat lima hari beruntun.

Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 20 Oktober atau hampir dua bulan.
Harga emas spot memangkas kenaikan sebelumnya pada perdagangan Senin menyusul kemajuan dalam pembicaraan penting antara pejabat AS dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy yang bertujuan untuk mengakhiri perang, sementara para pedagang menunggu data pekerjaan AS yang penting.

Kemajuan dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina tampaknya meredam permintaan emas sebagai aset safe-haven, menurut analis senior di Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Ia menambahkan bahwa emas juga berada di bawah tekanan dari aksi ambil untung dan likuidasi selama seminggu, karena beberapa pedagang yang membeli kontrak berjangka sebelumnya sekarang menjual.

Utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan “banyak kemajuan telah dicapai dalam pembicaraan Ukraina,” sementara seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa kedua pihak telah bergerak lebih dekat untuk mempersempit perbedaan antara Rusia dan Ukraina.
Para pelaku pasar saat ini tengah menanti laporan penggajian non-pertanian AS dan data ritel, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Selasa, untuk petunjuk lebih lanjut tentang jalur kebijakan The Federal Reserve.

Pasar saat ini memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 78% pada Januari 2026.

Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai aset safe-haven, cenderung berkinerja baik selama periode ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Diprediksi Sentuh Level Segini pada Akhir 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Diprediksi Sentuh Level Segini pada Akhir 2025

Equityworld Futures | Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi, optimistis harga emas dunia berpeluang mencetak rekor tertinggi baru pada Desember. Ia memperkirakan emas dunia bisa mencapai USD 4.440 per troy ons, melampaui level tertinggi sebelumnya. Ketidakpastian global masih tinggi, emas dinilai akan menjadi buruan investor.

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Bergejolak Pekan Ini, Pakar Bagikan Strategi Profit

Jika proyeksi tersebut terealisasi, harga logam mulia domestik berpotensi menembus Rp 2.700.000 per gram. Level ini dinilai sebagai target realistis hingga akhir tahun, seiring meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset aman.

“Saya masih optimis bahwa USD 4.440 itu akan tercapai, untuk mendekati USD 4.500 kemungkinan sangat sulit dan logam mulia ya kemungkinan di Rp 2.700.000 per gram,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Ibrahim menegaskan, selama ketidakpastian global masih tinggi dan sentimen pasar tetap defensif, emas akan terus menjadi instrumen favorit investor. Oleh karena itu, peluang harga emas bertahan di tren positif hingga tutup tahun masih terbuka lebar.

Lebih lanjut, kata Ibrahim, meski pergerakan harga sempat berfluktuasi tajam, arah jangka menengah hingga akhir tahun masih cenderung menguat. Menurutnya, emas dunia saat ini bergerak di area USD 4.300 per troy ons, sementara harga logam mulia di dalam negeri berada di kisaran Rp 2.462.000 per gram.

“Walaupun kemarin sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, tetapi turunnya pun juga di pasar Amerika cukup signifikan juga. Akhirnya ditutup di USD 4.300. Kemudian logam mulianya ditutup di hari Sabtu di Rp 2.462.000,” ujarnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Menguat Usai Wall Street Cetak Rekor

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Menguat Usai Wall Street Cetak Rekor

Equityworld Futures | Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan lebih tinggi pada hari Jumat (12/12/2025), mengekor kenaikan Wall Street setelah indeks acuan utama mencapai rekor baru menyusul keputusan Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan AS.

Equityworld Futures | Ngamuk! Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sebulan, Perak Tembus Langit

Bank sentral AS pada hari Rabu waktu setempat (Kamis dini hari waktu Indonesia) menurunkan suku bunga pinjaman utamanya sebesar seperempat poin persentase, menempatkannya dalam kisaran 3,5%-3,75%.

Indeks acuan Jepang Nikkei 225 naik 0,96%, sementara Topix bertambah 1,18%. Kospi Korea Selatan naik 0,29%, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil diperdagangkan di sekitar garis datar.

Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,83%. Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di 25.788, sedikit lebih tinggi dari penutupan terakhirnya di 25.530,51.

Sementara itu dari kawasan regional, para pemimpin tertinggi Tiongkok menutup pertemuan perencanaan ekonomi tahunan pada hari Kamis dengan menegaskan dukungan ekonomi yang luas untuk tahun mendatang, termasuk meningkatkan konsumsi dan menstabilkan sektor properti. Para pembuat kebijakan tetap fokus pada penguatan kemampuan teknologi dalam negeri, prioritas utama untuk rencana lima tahun mendatang yang dimulai pada tahun 2026.

Semalam di AS, Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencapai level tertinggi baru, dengan investor beralih dari saham teknologi yang sedang naik daun ke saham-saham yang dapat diuntungkan dari pertumbuhan ekonomi AS setelah Federal Reserve memangkas suku bunga.

Indeks Dow yang terdiri dari 30 saham blue chip naik 646,26 poin, atau 1,34% ditutup ke level 48.704,01, rekor penutupan tertinggi baru. Indeks ini juga mencetak rekor intraday tertinggi baru, didukung oleh kenaikan saham Visa setelah mendapat peningkatan peringkat dari Bank of America. Pasar luas S&P 500 naik 0,21% untuk ditutup pada 6.901,00, juga rekor penutupan. Namun, Nasdaq Composite turun 0,26% untuk ditutup pada 23.593,86.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat pada Kamis (11/12) Pagi, Mengekor Kenaikan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat pada Kamis (11/12) Pagi, Mengekor Kenaikan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia menguat pada Kamis (11/12/2025), mengekor kenakan Wall Street setelah bank sentral AS memangkas suku bunga dan Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan optimisme bahwa ekonomi AS akan menguat seiring meredanya dampak inflasi akibat tarif.

Equityworld Futures | The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Emas Naik dan Perak Cetak Rekor!

Mengutip Bloomberg, pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 naik 54,70 poin atau 0,13% ke 50.669,11, Hang Seng naik 169,83 poin atau 0,66% ke 25.710,61, Taiex naik 117,80 poin atau 0,41% ke 28.517,16, Kospi naik 28 poin atau 0,68% ke 4.162,44, ASX 200 naik 53,24 poi atau 0,61% ke 8.632, Straits Times naik 15,91 poin atau 0,32% ke 4.529,49 dan FTSE Malaysia naik 1,19 poin atau 0,07% ke 1.612,19.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,5% pada perdagangan awal, dipimpin sektor teknologi dan keuangan.

Dalam pemangkasan suku bunga ketiga berturut-turut, Powell mengisyaratkan bahwa The Fed kini teah melakukan cukup banyak untuk menstabilkan ancaman terhadap lapangan kerja sambil mempertahankan suku bunga yang tinggi untuk menekan inflasi.

Para pejabat mempertahankan prospek satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026.

“The Fed menekankan bahwa langkah-langkah selanjutnya akan bergantung pada data dan beralih ke pendekatan pertemuan demi pertemuan, “kata Daniel Siluk, manajer portofolio di Janus Henderson Investors seperti dikutip Bloomberg.

“Ketua Powell memperkuat sikap ini di dalam konferensi persnya, dan mencatat bahwa komite melihat pemotongan ini sebagai penyesuaian yang bijak, dan bukan awal dari siklus baru.”

Di Asia para pedagang mengamati lelang obligasi pemerintah Jepang dan keputusan suku bunga fi Filipina.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi: Nasdaq Raup Cuan, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi: Nasdaq Raup Cuan, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street bergerak beragam pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Equityworld Futures | Harga Emas Terbang, Perak Menggila & Pecah Rekor Baru

Ini terjadi karena adanya keuntungan di sektor minyak dan gas, bahan dasar, serta barang konsumen yang mendorong saham naik lebih tinggi. Sementara di sisi lain, kerugian justru terjadi di emiten yang bergerak di sektor telekomunikasi, kesehatan, dan industri mendorong pergerakan saham melempem.

Mengutip Investing.com, Rabu, 10 Desember 2025, pada penutupan di NYSE, Dow Jones Industrial Average turun 0,37 persen, sementara indeks S&P 500 turun 0,09 persen, dan indeks Nasdaq Composite naik 0,13 persen.

Pergerakan saham

Saham-saham dengan kinerja terbaik pada sesi Dow Jones Industrial Average adalah Walmart Inc yang naik 1,32 persen atau 1,50 poin dan diperdagangkan pada level 115,06 pada penutupan perdagangan. Sedangkan saham dengan kinerja terburuk pada sesi ini adalah JPMorgan Chase & Co yang turun 4,66 persen atau 14,70 poin dan diperdagangkan pada level 300,51 pada penutupan perdagangan.

Saham-saham dengan kinerja terbaik pada S&P 500 adalah Teleflex Incorporated yang naik 9,54 persen menjadi 131,25. Sementara saham dengan kinerja terburuk adalah AutoZone Inc yang turun 7,17 persen menjadi 3.496,77 pada perdagangan terakhir.

Emiten dengan kinerja terbaik pada Nasdaq Composite adalah Aimei Health Technology Co Ltd yang naik 962,43 persen menjadi 88,50. Untuk saham dengan kinerja terburuk adalah Top Wealth Group Holding Ltd yang turun 72,74 persen menjadi 6,00 pada perdagangan terakhir.

Adapun jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun di Bursa Efek New York dengan perbandingan 1.519 saham naik dan 1.207 saham turun dengan 113 saham lainnya berakhir tidak berubah. Di Bursa Efek Nasdaq, sebanyak 1.940 saham naik dan 1.467 saham turun, sedangkan 165 saham lainnya berakhir tidak berubah.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Selain The Fed, Berikut Sentimen Lain yang Bakal Warnai Wall Street

Equityworld Futures | Selain The Fed, Berikut Sentimen Lain yang Bakal Warnai Wall Street

Equityworld Futures | Investor akan hadapi sentimen dari makro ekonomi dan laporan keuangan perusahaan pada pekan ini. Salah satu sentimen di wall street dari pertemuan terakhir bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).

Equityworld Futures | Harga Emas “Membeku”: Semua Tegang Karena Menunggu Satu Berita Penting

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (9/12/2025), pada Rabu pekan ini, sejumlah perusahaan akan merilis laporan keuangan yakni Oracle dan Adobe serta Broadcom. Selain itu, Costco juga akan merilis laporan keuangan pada Kamis pekan ini.

Kalender ekonomi akan melanjutkan data pasar tenaga kerja pekan lalu. Data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang merupakan survei bulanan dari biro statistik tenaga kerja AS yang melacak lowongan pekerjaan, perekrutan dan pemutusan hubungan kerja di AS akan rilis pada Selasa waktu setempat. Data JOLTS Oktober tersebut akan menjelaskan perekrutan, PHK dan pengunduran diri.

Pekan ini, perhatian pelaku pasar juga tertuju kepada the Fed. Investor menantikan pengumuman dan konferensi pers dari Jerome Powell pada Rabu waktu setempat yang akan dicermati untuk mencari petunjuk tentang arah kebijakan bank sentral ke depannya.

Data ekonomi minggu lalu menunjukkan koreksi di pasar tenaga kerja, dengan data dari ADP dan perusahaan Challenger, Gray & Christmas menunjukkan hilangnya pekerjaan yang tak terduga dan peningkatan PHK. Berkat pelemahan tersebut, investor semakin yakin penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin akan segera terjadi, dari 3,75% menjadi 4,00%, menuju target baru 3,50% menjadi 3,75%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started