Equity World | Harga emas terkoreksi pada Kamis (18/11) pagi, investor cermati pernyataan The Fed

Equity World | Harga emas terkoreksi tipis pada perdagangan Kamis (18/11) pagi. Pukul 07.23 WIB, harga emas spot ada di US$ 1.868,99 per ons troi, naik 0,08% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.867,48 per ons troi.

Harga emas naik, karena investor melacak aliran komentar dari pejabat Federal Reserve tentang bagaimana bank harus atau tidak seharusnya menanggapi lonjakan inflasi.

Investor Berburu Safe Haven, Harga Emas Mengkilap | Equity World

Mengutip Bloomberg, Presiden The Fed Bank of San Francisco Mary Daly mengatakan, dia punya pandangan lebih bullish pada ekonomi selama setahun terakhir, tetapi masih terlalu dini untuk mengambil tindakan pada suku bunga.

Daly juga mengatakan bank sentral tidak dapat memastikan berapa lama tingkat inflasi yang tinggi akan berlangsung.

Komentarnya mengikuti komentar yang lebih hawkish dari Presiden Fed St. Louis James Bullard, yang mengatakan bank sentral harus mempercepat pengurangan stimulus moneter dalam menghadapi lonjakan inflasi AS.

Investor juga mencerna AS yang baik dari perkiraan penjualan eceran pada Oktober, menambah tanda-tanda pemulihan ekonomi pada jalurnya. Sementara itu inflasi Inggris naik lebi cepat dari yang diperkirakan ke level tertinggi dalam satu dekade.

Avtar Sand, manajer senior komoditas Phillip Futures Pte mengatakan, dari perspektif teknis, harga emas telah menembus level US$ 1.840 dan volume perdagangan menjadi lebih besar.

“Harga emas perlu menjaga momentum untuk menarik lindung nilai inflasi dari treasuries.”

Equity World | Wall St menguat didukung data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan

Equity World | Wall Street ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), didukung data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dengan angka penjualan ritel mengisyaratkan kesehatan konsumen yang kuat dan mengurangi kekhawatiran tentang Federal Reserve yang mungkin harus menjadi lebih agresif dalam menghadapi kenaikan inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 54,77 poin atau 0,15 persen, menjadi 36.142,22 poin. Indeks S&P 500 naik 18,10 poin atau 0,39 persen, menjadi 4.700,90 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 120,01 poin atau 0,76 persen, menjadi 15.973,86 poin.

Terangkat Wall Street, Bursa Jepang Bergerak Naik Pagi Ini |Equity World

Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor consumer discretionary dan teknologi masing-masing terangkat 1,38 persen dan 1,07 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor real estate tergelincir 0,65 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk

Data menunjukkan penjualan ritel melonjak 1,7 persen pada Oktober, kenaikan terbesar sejak Maret dan di atas perkiraan 1,4 persen, menunjukkan orang Amerika telah memulai belanja liburan lebih awal dalam upaya untuk menghindari kekurangan barang di tengah rantai pasokan yang meregang.

Pengecer Home Depot Inc melonjak 5,73 persen menjadi ditutup pada rekor tertinggi dan memiliki persentase kenaikan satu hari terbesar sejak April 2020 setelah penjualan triwulanannya hampir 2 miliar dolar AS mengalahkan perkiraan dan dengan mudah melampaui perkiraan laba per saham.

“Ini membuat orang-orang lega karena prospek ritel masih cukup cerah,” kata Brian Jacobsen, ahli strategi investasi senior di Allspring Global Investments di Menomonee Falls, Wisconsin.

“Prospeknya adalah di mana harga-harga naik tetapi belanja konsumen masih kuat dan sepertinya rantai pasokan tertekan tetapi kami masih bisa mendapatkan barang-barang di rak.”

Walmart Inc, pengecer konvensional terbesar di negara itu, menaikkan perkiraan penjualan dan laba tahunannya. Namun, sahamnya menyerahkan kenaikan awal, dan jatuh 2,55 persen, persentase penurunan harian terbesar sejak Mei, karena kemacetan rantai pasokan mengurangi margin dan membebani sektor kebutuhan pokok konsumen.

Pengecer Target Corp, Macy’s Inc dan Kohl’s Corp akan menyampaikan laporan keuangan mereka minggu ini.

Data lain pada hari itu menunjukkan produksi manufaktur AS melonjak ke level tertinggi dua setengah tahun pada Oktober.

Data positif membantu investor melihat komentar masa lalu dari Presiden Federal Reserve St. Louis, James Bullard, yang menyerukan sikap lebih hawkish oleh bank sentral dalam menanggapi kenaikan inflasi.

Sebaliknya, Presiden Bank Federal Reserve San Francisco, Mary Daly pada Selasa (16/11) menyerukan kesabaran bank sentral dalam menghadapi inflasi tinggi yang, dia prediksi, kemungkinan akan memudar dengan sendirinya saat pandemi mereda.

Investor juga telah mengamati kemungkinan bahwa Presiden Joe Biden dapat memilih ketua baru Federal Reserve karena masa jabatan Jerome Powell akan berakhir pada Februari 2022, dengan Biden mengatakan pada Selasa (16/11) sore bahwa ia akan membuat keputusan akhir dalam waktu sekitar empat hari.

Saham teknologi juga bergerak lebih tinggi, naik 1,07 persen, sebagian terangkat oleh lonjakan 7,89 persen di pembuat chip Qualcomm Inc, yang naik setelah mengatakan pembuat mobil Jerman BMW akan menggunakan chipnya dalam sistem bantuan pengemudi dan sistem swa-kemudi generasi berikutnya.

Pembuat mobil listrik Tesla Inc membukukan kemajuan pertamanya dalam empat sesi, bahkan ketika CEO Elon Musk menjual 930 juta dolar sahamnya. Saham Tesla telah jatuh lebih dari 15 persen minggu lalu setelah Musk mulai menjual saham.

JPMorgan Chase & Co juga menggugat Tesla sebesar 162,2 juta dolar AS atas pelanggaran kontrak terkait dengan waran saham.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,53 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,02 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Equity World | Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 16 November 2021

Equity World | Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini bakal dipengaruhi sentimen global termasuk pelemahan yang terjadi di bursa saham AS.

Kemarin (15/11/2021), IHSG parkir pada posisi 6.616,02, turun 0,53 persen atau 35,02 poin. Investor asing di seluruh pasar membukukan penjualan bersih sebesar 678 miliar rupiah.

Saham Asia Pasifik Bergerak Turun, Investor Tunggu Rilis Kebijakan Moneter | Equity World

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average di bursa AS ditutup turun 0,04 persen atau 12,86 poin ke 36.087,45 pada Senin waktu setempat.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, berdasarkan analisa teknikal, pihaknya melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah dan diperdagangkan pada 6.550 – 6.675.

“Dari sentimen global, data perekonomian China kemarin ternyata lebih baik daripada yang diperkirakan. Penjualan ritel mengalami kenaikkan diikuti dengan produksi industri,” jelas dia dalam riset harian, Selasa (16/11/2021).

Menurutnya, data ekonomi yang membaik di China membuat situasi dan kondisi lebih baik lantaran memberikan pelaku pasar global ketenangan bahwa laju ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut ternyata tidak separah yang dibayangkan.

Hari ini, Nico merekomendasikan investor untuk mencermati saham TAPG dengan support dan resistensi 655-730, saham SSMS pada 1.095-1.290, dan saham KLBF pada 1.565-1.680.

Secara terpisah, tim riset PT OCBC Sekuritas menjelaskan, pasar saham di Asia-Pasifik turun pada Selasa pagi karena investor menantikan rilis risalah rapat kebijakan moneter dari Reserve Bank of Australia.

Secara teknikal, IHSG berada pada pola bearish di zona perdagangan 6.562-6.645. OCBC Sekuritas merekomendasi investor mencermati saham ASSA (hold), MIKA (spec buy), BANK (spec buy), BIRD (sell on strength), dan DMMX (spec buy).

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

PT Equityworld | Ada yang Bilang Harga Emas Bakal ke US$ 1.900/Oz! Menarik

PT Equityworld | Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan pagi ini. Mungkin investor hanya gatal mencairkan cuan, karena harga sang logam mulia sudah naik selama berhari-hari.

Pada Jumat (12/11/2021) pukul 07:37 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.859,3/troy ons. Turun 0,12% dari hari sebelumnya.

Wall Street berupaya bangkit setelah koreksi dua hari sebelumnya | PT Equityworld

Koreksi pagi ini terjadi setelah harga emas menjalani reli panjang. Sebelumnya, harga emas sudah naik selama enam hari beruntun. Dalam enam hari tersebut, kenaikan harga mencapai 5,19%.

Lonjakan harga emas terjadi akibat kekhawatiran investor terhadap percepatan laju inflasi global. Di Amerika Serikat (AS), misalnya, laju inflasi pada Oktober 2021 mencapai 6.2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Ini adalah rekor tercepat sejak Oktober 1990.

Dalam situasi inflasi tinggi, berinvestasi di emas menjadi menguntungkan karena sifat alamiahnya sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi. Menyimpan emas akan membantu menopang daya beli ketika inflasi tinggi, karena dalam jangka panjang harga emas pasti naik. Pasokan emas terbatas, hanya segini saja yang dikasih sama Tuhan, makanya harga pasti bakal naik.

“Sekali lagi, data inflasi begitu ‘panas’. Emas adalah pelindung inflasi yang terbaik, sehingga kami meyakini data inflasi akan menjadi modal reli harga emas pada pekan dan bulan-bulan mendatang,” tegas David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, seperti dikutip dari Reuters.

“Data inflasi kemungkinan akan menjadi dorongan bagi harga emas untuk menuju ke level US$ 1.900/troy ons,” tambah Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, juga dikutip dari Reuters.

PT Equityworld | Wall Street Lanjutkan Pelemahan

PT Equityworld | Wall Street melanjutkan pelemahan pada Rabu (10/11/2021) seiring mencuatnya kekhawatiran inflasi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 240,04 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 36.079,94. Indeks S&P 500 melemah 38,54 poin, atau sekitar 0,82 persen, menjadi 4.646,71. Indeks komposit Nasdaq merosot 263,84 poin, atau sekitar 1,66 persen, menjadi 15.622,70.

Harga Emas Turun Tipis, Investor Menanti Data Inflasi AS | PT Equityworld

Laporan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa pada periode 12 bulan sampai Oktober 2021 indeks harga konsumen meningkat 6,2 persen, peningkatan tertajam sejak November 1990.

Sehari sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan yang menunjukkan indeks harga produsen mengalami peningkatan tajam akibat kurang tersedianya barang mentah dan tenaga kerja.

Enam dari 11 sektor utama indeks S&P 500 melemah dengan indeks sektor teknologi merosot 1 persen. Saham Apple dan Microsoft masing-masing anjlok 1,92 persen dan 1,53 persen.

Saham perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla Inc melambung 2,9 persen setelah sempat terjun bebas pada sesi sebelumnya.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2021 turun 1 persen menjadi US$1.848,3 per ons. Indeks dolar AS naik 0,97 persen menjadi 94,87.

Bursa saham Eropa menguat pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,2 persen, seiring melonjaknya saham sektor media.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 66,11 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 7.340,15. Indeks DAX di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 27,36 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 16.067,83.

Indeks IBEX 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 66,90 poin, atau sekitar 0,74 persen, menjadi 9.141,80. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 1,89 poin menjadi 7.045,16.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,6 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3484 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,1 persen menjadi 1,1704 euro per pound.

PT Equityworld | Harga emas koreksi tipis dari level tertinggi sejak Juni 2021

PT Equityworld | Harga emas turun setelah kemarin melambung tinggi. Rabu (10/11) pukul 7.05 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.830,45 per ons troi.

Harga emas melemah tipis 0,08% dari penutupan perdagangan dini hari tadi US$ 1.831,92 per ons troi. Pada perdagangan semalam, harga emas menguat 0,42% dan mencapai level tertinggi sejak 16 Juni 2021.

Wall Street turun akhiri rekor tertinggi | PT Equityworld

Sementara harga emas kontrak Desember 2021 di Commodity Exchange masih menguat ke US$ 1.831,70 per ons troi pada pagi ini. Harga emas berjangka ini pun mencapai level tertinggi sejak pertengahan Juni.

Investor menunggu rilis inflasi pada hari ini. Inflasi diperkirakan masih tinggi sehingga nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah. Pelemahan kurs dolar AS menyebabkan harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

“Investor berhati-hati di dekat US$ 1.830-US$ 1.835 karena kita belum dapat menembusnya ke sisi atas pada bulan Juli dan Agustus,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago kepada Reuters.

Bank-bank sentral utama pekan lalu mengindikasikan suku bunga akan tetap rendah dalam waktu dekat. Alhasil, daya tarik emas masih tinggi di tengah imbal hasil rendah.

Namun, pasar tenaga kerja AS yang ketat dan gangguan rantai pasokan global dapat mengakibatkan harga konsumen AS yang tinggi pada hari Rabu (10/11).

“Jika pasar melihat angka indeks harga konsumen di atas ekspektasi maka argumen pasti akan pergi bahwa Federal Reserve sekarang harus menaikkan lebih cepat,” kata analis Quantitative Commodity Research Peter Fertig. Tapi dia menambahkan bahwa The Fed tidak akan serta merta mengerek suku bunga karena berpegang bahwa lonjakan harga hanya sesaat.

Juga mendukung emas, imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun merosot ke 1,4271%.

PT Equityworld | RUU Infrastruktur AS Disahkan, Wall Street Menghijau

PT Equityworld | Saham-saham Wall Street menetap sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), memangkas kenaikan awal. Hal itu terjadi setelah pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) soal belanja infrastruktur AS, karena penurunan saham Tesla membebani indeks acuan.

Mengutip Antara, Selasa, 9 November 2021, indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 104,27 poin atau 0,29 persen, menjadi 36.432,22. Indeks S&P 500 bertambah 4,17 poin atau 0,09 persen, menjadi 4.701,70. Indeks Komposit Nasdaq menguat 10,77 poin atau 0,07 persen, menjadi 15.982,36.

Harga Emas Naik ke Level Tertinggi 2 Bulan karena Dolar Melemah | PT Equityworld

Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor material terdongkrak 1,23 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan, sektor utilitas merosot 1,45 persen, menjadikannya kelompok dengan kinerja terburuk.

Namun, S&P 500 dan Nasdaq memperpanjang rekor penutupan tertinggi sepanjang masa menjadi delapan sesi berturut-turut. Indeks saham unggulan Dow mencatat rekor penutupan tertinggi kedua berturut-turut.

“Ini telah menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya. Kenapa indeks naik? Karena orang-orang membeli. Kenapa mereka membeli? Karena indeks naik,” kata Manajer Portofolio Kingsview Asset Management Paul Nolte, di Chicago.

Tesla Inc adalah bobot terberat di S&P 500. Sahamnya anjlok 4,9 persen setelah jajak pendapat Twitter CEO Elon Musk tentang apakah ia harus menjual sekitar 10 persen kepemilikan sahamnya di perusahaan pembuat mobil listrik yang ia dirikan. Jajak pendapat mengumpulkan lebih dari 3,5 juta suara, dengan 57,9 persen memilih “Ya”.

Saham-saham siklikal dan cip yang sensitif secara ekonomi memimpin kenaikan, dengan indeks Philadelphia SE Semiconductor juga mencapai rekor penutupan tertinggi. Sektor industri dan material mendapat dorongan setelah Kongres AS meloloskan RUU belanja infrastruktur senilai USD1 triliun dari Presiden Joe Biden.

“Selama akhir pekan kami mendapat triliunan dolar lagi yang dilemparkan ke ekonomi yang sudah berjalan panas. Jadi investor melihat itu sebagai hal yang sangat baik untuk pasar ekuitas,” kata Nolte.

Caterpillar Inc, Cleveland-Cliffs Inc, Freeport McMoRan, dan US Steel Corp termasuk di antara saham perusahaan-perusahaan yang bergerak naik menuju kenaikan yang kuat, antara 2,7 persen dan 6,5 persen.

Anggota parlemen sekarang beralih ke RUU pengeluaran sosial Biden, dengan Dewan Perwakilan Rakyat AS diperkirakan akan memberikan suara minggu depan, menurut penasihat ekonomi Gedung Putih, Brian Deese.

Equity World | Gawat! Gara-gara Ekspor China Anjlok, Bursa Asia Ga Kompak

Equity World | Gawat! Gara-gara Ekspor China Anjlok, Bursa Asia Ga Kompak

Equity World | Bursa Asia dibuka cenderung beragam pada perdagangan Senin (8/11/2021), karena investor merespons beragam dari data ekspor China periode Oktober yang dirilis pada akhir pekan lalu.

Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,23%, Shanghai Composite China naik tipis 0,01%, dan Straits Times Singapura bertambah 0,4%.

Sementara untuk indeks Hang Seng Hong Kong dibuka melemah 0,56% dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,43%.

Pada Minggu (7/11/2021), pemerintah China melaporkan data ekspor pada periode Oktober 2021 sebesar 27,1% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih lambat dari September lalu sebesar 28,1%.

Investor Incar Cuan dari Saham Google hingga Apple | Equity World

Meskipun melambat, namun angka ekspor China pada Oktober masih lebih baik dari prediksi analis dalam survei Reuters yang memperkirakan ekspor Negeri Panda melambat menjadi 24.5%.

Di lain sisi, pelaku pasar Asia juga akan kembali memantau perkembangan krisis likuiditas perusahaan properti China yang masih berlanjut hingga kini, di mana setelah Evergrande, Fantasia Holdings, Sinic Holdings, dan Modernland, kini giliran Kaisa Holdings yang juga terkena kasus yang sama, yakni gagal bayar (default) obligasi korporasinya.

Otoritas Bursa setempat memutuskan untuk menghentikan perdagangan saham Kaisa Holdings pada Jumat (5/11/2021) pekan lalu akibat gagal bayarnya kupon obligasi ke investor lokal.

Berdasarkan catatan Reuters, Kaisa memiliki utang sebesar US$ 3,2 miliar yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan mendatang.

Sementara itu dalam waktu dekat Kaisa memiliki utang senilai US$ 400 juta yang jatuh tempo pada 7 Desember nanti. Ditambah lagi Kaisa juga memiliki kewajiban untuk membayar kupon senilai US$ 59 juta pada pekan depan tepatnya pada 11 November 2021.

Sementara itu dari Amerika Serikat (AS), bursa saham Wall Street kembali ditutup menghijau pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu, menyusul data pekerjaan yang kuat dan pengumuman Pfizer soal terapi Covid-19 terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 0,56% ke level 36.327,95, S&P 500 bertambah 0,37% ke 4.697,53, dan Nasdaq Composite naik 0,2% ke 15.971,59.

Jumat pekan lalu, Data slip gaji karyawan swasta (di luar sektor pertanian) tercatat 531.000 atau naik 450.000 sepanjang Oktober. Ekonomi AS pada September mempekerjakan 194.000 tenaga kerja baru, atau jauh di bawah proyeksi analis yang sebelumnya memprediksi angka 500.000.

Di lain sisi, pengesahan rancangan undang-undang (RUU) infrastruktur bipartisan senilai US$ 1 triliun oleh Kongres AS yang telah lama tertunda juga turut mendorong semangat investor global pada hari ini.

DPR AS mendukung RUU tersebut dengan setidaknya 218 setuju pada Jumat malam, memuluskan salah satu prioritas utama bagi pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Senat awalnya meloloskan RUU tersebut pada bulan Agustus setelah anggota parlemen menolak segala upaya untuk mengubah ketentuan terkait kripto.

RUU tersebut akan memberikan dana sebesar US$ 550 miliar atau setara dengan Rp 7.865 triliun (kurs Rp 14.300/US$) untuk investasi federal baru dalam infrastruktur Amerika selama 5 tahun, menyentuh segala aspek mulai dari jembatan dan jalan hingga sistem broadband, air, dan energi.

Sementara itu kabar positif juga datang dari perusahaan produsen obat-obat dan vaksin Covid-19, Pfizer yang mengumumkan bahwa uji klinis pilnya untuk mengobati Covid-19 menunjukkan pengurangan 89% risiko rawat inap atau kematian pasien dewasa yang berisiko tinggi.

Mengutip Briefing.com. pengobatan Pfizer diklaim berbeda dari perawatan saat ini yang membutuhkan infus dan harus dilengkapi fasilitas kesehatan.

“Berita seperti ini… membantu investor dari sudut pandang psikologis, menanamkan kepercayaan pada prospek berpotensi segera meninggalkan pandemi,” kata Briefing.com, dikutip AFP, Sabtu (6/11/2021) lalu.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Beragam Jelang Akhir Pekan

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Jumat pagi (5/11/2021) setelah indeks S&P 500 mencetak rekor di wall street.

Di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,56 persen. Indeks Korea Selatan Kospi naik 0,1 persen. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,29 persen dan indeks Topix susut 0,48 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menanjak 0,08 persen. Demikian mengutip laman CNBC, Jumat pekan ini.

Harga Emas Berjangka Rebound USD29,6 | Equityworld Futures

Di wall street, indeks utama bervariasi. Indeks S&P 500 menguat 0,42 persen ke posisi 4.680,06 dan merupakan posisi rekor. Indeks Nasdaq bertambah 0,81 persen ke posisi 15.940,31. Indeks Dow Jones susut 33,35 poin ke posisi 36.124,23.

Wall street menguat seiring bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve mengumumkan akan mulai tapering akhir bulan ini.

Harga minyak menguat pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak Brent berjangka naik 1,22 persen ke posisi USD 81,52 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat menguat 1,42 persen ke posisi USD 79,93 per barel.

Indeks dolar AS berada di posisi 94,331 dan menguat dari posisi sebelumnya 94. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 113,75 per dolar AS.

Equityworld Futures | Rekomendasi Emas 4 November 2021: Turun dengan Keluarnya Laporan ADP yang Bagus

Equityworld Futures | Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu, jelang keluarnya hasil pertemuan FOMC the Fed AS, termasuk konferensi persnya.

Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $18.80 ke $1,768.90 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Desember $0.128 ke $23.64 per ons.

Jelang Tapering The Fed, Harga Emas Dunia Kian Merosot | Equityworld Futures

Laporan employment nasional dari ADP untuk bulan Oktober menunjukkan kenaikan sebanyak 571.000, yang adalah di atas dari yang diperkirakan, kenaikan sebesar 395.000 dan dibandingkan dengan kenaikan di bulan September sebesar 568.000. Harga emas merosot lebih dalam setelah keluarnya laporan ADP ini.

Pada hari Jumat laporan mengenai situasi pekerjaan AS yang lebih penting, Non-Farm Payrolls bulan Oktober akan keluar. Komponen kunci dari Non-Farm Payrolls ini diperkirakan naik 450.000 dibandingkan dengan kenaikan yang hanya 194.000 dalam laporan bulan September.

Pasar saham global bervariasi menuju turun dalam pedagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai, setelah mencetak rekor kenaikan pada hari Selasa.

“Support” terdekat menunggu di $1,780 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,772 dan kemudian $1,760. “Resistance” terdekat menunggu di $1,800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,815 dan kemudian $1,836.

Design a site like this with WordPress.com
Get started