Equity World | Wall Street turun tajam akibat aksi jual, indek Dow jatuh 614 poin

Equity World | Wall Street turun tajam dalam aksi jual pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami persentase penurunan harian terbesar sejak Mei, karena kekhawatiran penularan dari potensi keruntuhan Evergrande China mendorong investor keluar dari ekuitas beralih ke aset-aset yang dinilai lebih aman.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 614,41 poin atau 1,78 persen, menjadi menetap di 33.970,47 poin, setelah turun lebih dari 970 poin pada terendah sesinya. Indeks S&P 500 merosot 75,26 poin atau 1,70 persen, menjadi berakhir di 4.357,73 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup jatuh 330,06 poin atau 2,19 persen, menjadi 14.713,90 poin.

Krisis Evergrande Bikin Investor Cemas, Wall Street Ditutup Merosot | Equity World

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi terpangkas 3,04 persen, memimpin kerugian. Sementara sektor pertahanan termasuk utilitas turun paling sedikit.

Indeks Dow mencatat persentase penurunan harian terbesar sejak Juli, sementara indeks volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik. Sementara itu, indeks S&P 500 sekarang turun sekitar 4,0 persen dari rekor penutupan tertinggi 2 September.

Nasdaq juga mencapai level terendah dalam waktu sekitar satu bulan, tetapi indeks memangkas kerugian tepat sebelum penutupan untuk mengakhiri posisi terendah sesi tersebut. Nasdaq turun lebih dari 3,0 persen pada siang hari.

Microsoft Corp, Alphabet Inc, Amazon.com Inc, Apple Inc, Facebook Inc, dan Tesla Inc termasuk di antara yang memberikan tekanan terbesar di Nasdaq dan S&P 500.

Investor juga tampak gelisah menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini.

Sub-indeks perbankan tergelincir 2,9 persen, sementara harga obligasi pemerintah AS menguat karena kekhawatiran tentang kemungkinan gagal bayar (default) Evergrande tampaknya mempengaruhi pasar yang lebih luas.

“Anda agak tahu bahwa ketika ada sesuatu yang membuat pasar lengah, itu akan menyebabkan aksi jual yang lebih besar dan Anda tidak tahu apa alasannya,” kata Sameer Samana, ahli strategi pasar global senior di Wells Fargo Investment Institute.

“Saya kira ini adalah berita China tapi … itu tidak terlalu mengejutkan mengingat betapa bullish-nya orang-orang itu.”

Rabu (22/9/2021) akan membawa hasil pertemuan kebijakan Fed, di mana bank sentral diperkirakan akan meletakkan dasar untuk tapering atau pengurangan pembelian obligasi, meskipun konsensus untuk pengumuman sebenarnya ditunda hingga pertemuan November atau Desember.

Ahli strategi di Morgan Stanley mengatakan mereka memperkirakan koreksi 10 persen di S&P 500 karena The Fed mulai mengendurkan dukungan moneternya, menambahkan bahwa tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang terhenti dapat memperdalamnya menjadi 20 persen.

Sebagian besar maskapai penerbangan berakhir lebih tinggi setelah Amerika Serikat mengumumkan akan melonggarkan pembatasan perjalanan pada November untuk penumpang dari China, India, Inggris, dan banyak negara Eropa lainnya yang telah menerima vaksin COVID-19.

Equity World | Sejuta Topan Badai! Harga Emas Kayaknya Bakal Anjlok Nih…

Equity World | Harga emas dunia melemah pada perdagangan pekan lalu. Ke depan, bagaimana prospek harga sang logam mulia?

Sepanjang minggu lalu, harga emas dunia di pasar spot ambles nyaris 2% secara point-to-point. Pagi ini, Senin (20/9/2021) pukul 05:53 WIB, harga emas berada di US$ 1.752,67/troy ons. Turun tipis 0,08% dibandingkan akhir pekan lalu.

Saham Asia melemah saat beberapa pasar libur, tapering Fed jadi fokus | Equity World

Sayangnya, mungkin ‘badai’ belum berlalu. Kemungkinan harga emas masih bisa turun lagi. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga komoditas ini akan menguji titik support US$ 1.744/troy ons.

Menurut Wang, titik yang krusial bagi harga emas ada di US$ 1.756/troy ons. Saat itu tertembus, seperti yang terjadi saat ini, maka bukan tidak mungkin harga bisa semakin anjlok ke US$ 1.724/troy ons.

“Melihat pergerakan harga harian, emas sedang meluncur ke bawah. Dalam waktu dekat, target yang paling realistis adalah US$ 1.739/troy ons.

“Tren koreksi ini adalah kelanjutan dari ketika harga menyentuh US$ 2.072,5/troy ons. Ada kemungkinan tren ini berlanjut hingga ke bawah US$ 1.677,61/troy ons,” jelas Wang dalam risetnya.

PT Equityworld | Akhir Pekan IHSG Diprediksi Menguat, Cermati Saham-saham Ini

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini diprediksi menguat. Pergerakan indeks akan berada di kisaran 6.095-6.150.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG terkonsolidasi pada diatas level Moving Average 20 hari dan 50 hari seakan kuat tertahan pada trend positif diatas level psikologis MA200.

Emas Lesu, Data Penjualan Ritel AS Menguat | PT Equityworld

“Indikator stochastic bergerak bullish yang mendekati overbought meskipun pergerakan sideways tetap terlihat pada indikator MACD. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak mencoba menguat diperdagangan akhir pekan pada support resistance 6.095-6.150,” ujar Lanjar dalam risetnya, Jumat (17/9/2021).

Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AALI, ACES, BBRI, BDMN, LSIP, TBIG, SMRA.

Sebelumnya, IHSG ditutup turun tipis 0,29 poin atau 0,00 persen ke level 6.109 setelah sempat optimis diawal sesi perdagangan. Sektor Teknologi (-2.37 persen) dan Kesehatan (-1.12 persen) yang terkoreksi lebih dari sepersen memimpin pelemahan sektoral.

Pelemahan mayoritas indeks saham Asia menjadi faktor utama menekan optimisme investor pada data ekonomi dalam negeri. Krisis utang di China mendorong pemerintah Tiongkok untuk mengendalikan industri swasta lebih ketat setelah sebelumnya telah melakukan pengetatan kebijakan terhadap industri-industri hingga melukai sentimen pasar di Asia.

Leader:
TPIA, AGRO, FREN, BRIS, SRTG

Laggard:
DCII, BBRI, EMTK, KLBF, HMSP

Sementara itu, Bursa Asia berpotensi stabil diperdagangan hari Jumat karena investor mempertimbangkan risiko dari China hingga pemulihan ekonomi global.

Saham AS semalam sebagian besar ditutup lebih rendah setelah terkonsolidasi dizona hijau. Penjualan ritel AS naik secara tak terduga pada Agustus, meredakan beberapa kekhawatiran atas dampak varian delta dan prospek Federal Reserve untuk mulai mengurangi stimulus.

Investor juga sedang memantau krisis utang di China pada China Evergrade Group pada dampak yang lebih luas di ekonomi terbesar kedua di Dunia tersebut.

Ekuitas global berada di jalur untuk penurunan mingguan kedua, Faktor dari dampak ketegangan delta pada pembukaan kembali ekonomi, implikasi dari peningkatan inflasi AS dan Gejolak krisis utang di China. Secara sentimen IHSG mencoba menguat diakhir pekan.

PT Equityworld | Harga Emas Dunia Turun dari Level 1.800 Dolar AS per Ounce

PT Equityworld | Harga emas dunia melorot ke bawah level kunci 1.800 dolar AS pada Rabu, terpukul technical selling setelah gagal mempertahankan kenaikan baru-baru ini.

Investor mengabaikan depresiasi dolar dan mencari kejelasan tentang strategi tapering Federal Reserve.

Wall Street menguat ditopang lonjakan harga minyak dan data ekonomi | PT Equityworld

Mengutip CNBC, Kamis (16/9/2021) harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi 1.793,20 dolar AS per ounce, sementara emas berjangka Amerika Serikat berkurang 0,7 persen menjadi 1.794,8 dolar AS per ounce.

Tetapi harga masih relatif terikat pada kisaran, mencerminkan ketidakpastian atas jalur yang mungkin diambil The Fed pada pertemuan pekan depan setelah data inflasi Amerika yang lebih lemah.

“Laporan manufaktur Federal Reserve New York yang lebih kuat dari perkiraan untuk September, di awal sesi, jatuh ke dalam kelompok kebijakan moneter yang hawkish , memberi sedikit tekanan pada emas,” kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.

Dia menambahkan bahwa sentimen risiko yang membaik membebani harga emas.
Tetapi tidak ada berita untuk mendorong pullback emas dan ini lebih disebabkan oleh ketidakmampuan teknikal untuk diperdagangkan melalui pergerakan rata-rata 200 hari (MA200) kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Harga logam lainnya platinum mencapai level terendah lebih dari sembilan bulan di 925,50 dolar AS per ounce dan terakhir turun 0,1 persen menjadi 938,74.

Paladium melonjak 1,5 persen menjadi 2.008,07 dolar AS per ounce, stabil setelah meluncur ke level terendah lebih dari satu tahun. Kekurangan chip yang didorong oleh perlambatan produksi mobil dapat merusak permintaan, kata analis di UBS. Perak melemah 0,2 persen menjadi 23,78 dolar AS per ounce.

PT Equityworld | Wall Street Melemah, Tertekan Ketidakpastian Ekonomi

PT Equityworld | Wall Street melemah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Bursa saham AS tertekan oleh ketidakpastian ekonomi serta meningkatnya kemungkinan kenaikan tarif pajak perusahaan mengurangi sentimen investor dan mendorong aksi jual lebih luas meskipun ada tanda-tanda inflasi melambat.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 292,06 poin atau 0,84%, menjadi menetap di 34.577,57 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 25,68 poin atau 0,57%, menjadi berakhir di 4.443,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup tergelincir 67,82 poin atau 0,45%, menjadi 15.037,76 poin.

Bursa Rabu segera dibuka, cek dahulu rekomendasi saham untuk trading hari ini | PT Equityworld

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing jatuh 1,55% dan 1,41%, memimpin kerugian.

Optimisme memudar sepanjang sesi, membalikkan reli awal menyusul laporan indeks harga konsumen (IHK) Departemen Tenaga Kerja. Ketiga indeks saham utama AS berakhir di wilayah negatif sebagai pengingat bahwa September adalah bulan yang kasar secara historis untuk saham.

Sejauh bulan ini, indeks S&P 500 turun hampir 1,8% bahkan ketika indeks acuan telah naik lebih dari 18% sejak awal tahun.

“Ada kemungkinan bahwa pasar siap untuk melewati koreksi yang terlambat,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research di New York. “Dari perspektif musiman, September cenderung menjadi periode window dressing bagi para fund manager.”

Munculnya varian Delta COVID yang sangat menular telah mendorong peningkatan sentimen bearish terkait pemulihan dari krisis kesehatan global, dan banyak yang sekarang memperkirakan koreksi substansial di pasar saham pada akhir tahun.

“Kami masih dalam mode korektif yang telah diserukan orang selama berbulan-bulan,” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago. “Titik data ekonomi telah meleset dari perkiraan, dan itu bertepatan dengan peningkatan varian Delta.”

Laporan indeks harga konsumen menyampaikan angka Agustus yang lebih rendah dari konsensus, perlambatan yang mendukung pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa lonjakan inflasi bersifat sementara dan menenangkan kekhawatiran pasar bahwa bank sentral akan mulai mengetatkan kebijakan moneternya lebih cepat dari yang diperkirakan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun karena data inflasi, yang menekan saham sektor keuangan, dan dukungan investor berputar kembali ke saham-saham pertumbuhan (growth stocks) dengan mengorbankan value stocks (saham yang dikategorikan murah).

Kenaikan pajak perusahaan yang telah lama diperkirakan, menjadi 26,5% dari 21% jika Demokrat menang, semakin dekat untuk membuahkan hasil dengan paket anggaran 3,5 triliun dolar AS Presiden AS Joe Biden semakin dekat untuk disahkan.

Sementara itu, Apple Inc meluncurkan iPhone 13 dan menambahkan fitur baru ke iPad dan gadget Apple Watch dalam acara peluncuran produk terbesarnya tahun ini, ketika perusahaan menghadapi peningkatan pengawasan di pengadilan atas praktik bisnisnya. Sahamnya ditutup turun 1,0% dan merupakan beban terberat pada S&P 500 dan Nasdaq.

Intuit Inc naik 1,9% setelah pengumuman pembuat TurboTax bahwa mereka akan mengakuisisi perusahaan pemasaran digital Mailchimp seharga 12 miliar dolar AS.

CureVac anjlok 8,0% setelah perusahaan bioteknologi Jerman itu membatalkan kesepakatan manufaktur untuk vaksin eksperimental COVID-19.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,07 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,38 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

PT Equityworld | IHSG Hari Ini Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Sahamnya

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada Selasa (14/9/2021). Kemarin, IHSG ditutup turun 0,11 persen pada level 6.088,15.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan indeks terkonsolidasi bertahan pada level support MA200 di kisaran 6.062 terlihat pada chart IHSG secara teknikal. Kuatnya IHSG yang mampu bertahan pada level support akan menjadi signal positif pada perdagangan selanjutnya.

Wall Street Ditutup Beragam, Investor Menanti Data Inflasi AS | PT Equityworld

“Indikator Stochastic dan RSI juga terkonsolidasi pada area middle dengan momentum yang bergerak bullish. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak menguat diperdagangan hari ini dengan support resistance 6.063-6.144,” ujar Lanjar dalam rekomendasinya.

Hal senada disampaikan oleh Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper yang mengatakan, secara teknikal candlestick indeks membentuk formasi three white soldier mengindikasikan potensi melanjutkan penguatan jangka pendek.

“IHSG diprediksi menguat. Pergerakan pasar saham masih dibayangi kekhawatiran akibat rencana Tapering The Fed. Pergerakan juga akan didorong jumlah kasus Covid-19 yang sudah menurun signifikan,” ujar Dennies.

Dennies memproyeksikan hari ini IHSG akan bergerak resistance pada level 6.120 hingga 6.104, dan support pada level 6.062 hingga 6.036.

Bagaimana dengan saham-saham yang bisa dicermati dalam perdagangan di BEI hari ini? Simak rekomendasi saham dari dua perusahaan sekuritas ini.

  1. Pilarmas Investindo
    BBCA last price 32.775, support 32.325, resistance 33.875
    AGII last price 1.265, support 1.170, resistance 1.390
    EXCL last price 2.710, support 2.630, resistance 2.790, TP 3.050 – 3.550, Exit 2.750 – 1.900
  2. Artha Sekuritas
    SMCA entry level 2.020 – 2.060, TP 2.100 – 2.140, stop loss 2.000.
    PWON enty level 462 – 470, TP 480 – 490, stop loss 456.
    KLBF entry level 1.410 – 1.440, TP 1.500 – 1.530, stop loss 1.400.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

PT Equityworld | Rekomendasi Mingguan Emas 13 – 17 September 2021: Akan Rally atau Sell-Off?

PT Equityworld | Memulai minggu lalu, emas melanjutkan kenaikannya ke $1.829, dan selanjutnya berfluktuasi turun naik, mengikuti turun naiknya dolar AS, dengan kembali naiknya dolar AS pada saat terakhir maka harga emas pada akhir minggu lalu kembali tertekan ke bawah $1,800 di $1,787 per troy ons, meskipun tekanan inflasi terus naik lebih besar daripada yang diperkirakan dengan PPI muncul di 0.7% dibandingkan dengan yang diperkirakan di 0.6%.

Emas sekali lagi gagal untuk naik menembus ke atas level $1,800 per ons, namun ada satu penggerak naik yang mengincar yang bisa membuat emas naik menembus rentang harga perdagangan saat ini.

Harga Emas Sedang Menunggu Keputusan dan Ini Mungkin Hasilnya | PT Equityworld

Banyak ahli trading emas memperingati investor akan kemungkinan terjadinya aksi jual di dalam saham-saham AS, dan apabila hal ini benar-benar terjadi, inilah yang diperlukan bagi harga emas untuk naik melewati rentang perdagangan harga yang normal.

Goldman Sachs Group, Morgan Stanley, Citigroup Inc. dan Bank of America Corp., semua sedang kuatir mengenai pasar saham AS, menyatakan bahwa valuasinya sudah menjadi ekstrim.

Deutsche Bank AG bergabung dengan bank-bank lainnya mengatakan pada minggu ini dengan pesan bahwa ada resiko akan koreksi pasar, menyebutkan bahwa valuasi saham AS telah meningkat sekitar 21 kali dari dari penghasilan.

Volatilitas di pasar saham kemungkinan apa yang diperlukan oleh emas saat ini. Assets cadangan dalam bentuk digital Bitcoin sebagai pendatang baru, bisa merintangi pergerakan naik harga emas, namun keduanya kelihatannya siap untuk mengalami kenaikan. Keguncangan di pasar saham kemungkinan bisa menjadi katalisatornya. Bahkan sedikit saja kegelisahan di pasar saham akan bisa membuat rally metal berharga.

Dengan potensi volatilitas pasar seperti ini dan mempertimbangkan level trading emas saat ini, kemungkinan tidak akan terjadi lagi aksi jual emas besar-besaran. Dengan yields riil yang negatif, tingginya ketegangan geopolitik dan potensi volatilitas pasar yang lebih besar, kemungkinan terjadinya kejatuhan harga emas seperti di tahun 2013 relatif rendah.

Meskipun demikian, emas terus menderita serangkaian kekecewaan, termasuk reversal minggu ini dari level $1,830 per troy ons.

Kebanyakan analis tetap netral dalam jangka pendek, mengatakan bahwa emas akan tetap bergerak dalam rentang harga yang terbatas kecuali bisa naik menembus ke atas $1,830 per ons atau jatuh ke bawah $1,780 per ons.

Untuk seminggu ini, harga emas kemungkinan hanya akan bergerak di sekitar $1,800. Namun apabila berbicara dalam horizon tiga bulan, ekspektasi pertumbuhan akan turun, namun ekspektasi terhadap inflasi tetap ada. Hal ini akan menjadi lingkungan yang bagus bagi emas.

Sementara itu, kenaikan harga emas sebagian dibatasi oleh ekspektasi the Fed akan segara melakukan “tapering” lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Minggu ini, perhatian akan kembali kepada data AS yang akan mempublikasikan angka final inflasi dan retail sales bulan Agustus yang diperkirakan akan turun menjadi 0.7%. Inflasi adalah faktor utama dibelakang penurunan sentimen konsumen dan dampaknya terhadap penjualan setelah penurunan yang tidak terduga di bulan Juli akan diperhatikan pasar dengan seksama. Apabila angka – angka yang keluar dari AS lebih lemah daripada yang diperkirakan, maka akan menguntungkan emas.

Akhirnya, pada hari Jumat fokus akan ada pada perkiraan pendahuluan dari Michigan Consumer Sentiment Index bulan September, yang diperkirakan berada pada 70.2.

“Support” terdekat menunggu di $1,780 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,750. “Resistance” terdekat menunggu di $1,803 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,815 dan kemudian $1,823.

Equityworld Futures | IHSG Jumat Siang Menguat ke Level 6.098; Bursa Asia Menguat Dipimpin China

Equityworld Futures | Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (10/9) terpantau menguat 29,827 poin (0,49%) ke level 6.098,046 setelah dibuka turun ke level 6.057,069.

IHSG bangkit dari zona merah dan berakhir positif, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat dipimpin bursa China yang sedang rebound.

Bursa Asia Melambung, Investor Cermati Saham Teknologi China | Equityworld Futures

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau menguat 0,21% atau 30 poin ke level Rp 14.222, dengan dollar AS di pasar uang Asia terbatas setelah melemah di sesi global sebelumnya; di tengah pilihan sebagai safe haven dan investor memperkirakan kapan dimulainya tapering oleh the Fed. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.252.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 11,150 poin (0,18%) ke level 6.057,069. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,799 poin (0,32%) ke level 869,046. Siang ini IHSG menguat 29,827 poin (0,49%) ke level 6.098,046. Sementara LQ45 terlihat turun tipis 0,01% atau 0,078 poin ke level 871,767.

Siang ini enam dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor cyclical yang merosot 0,94%, diikuti sektor basic industry yang turun 0,65%.

Tercatat sebanyak 261 saham naik, 220 saham turun dan 162 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 895.851 kali transaksi sebanyak 17,003 miliar lembar saham senilai Rp 6,427 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya mengaut, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 1,00%, dan Hang Seng yang naik 1,64%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Allo Bank (BBHI) 20,26%, Bank Neo Commerce (9.43%, Antam (ANTM) 6,15%, dan Bank Jago (ARTO) 4,46%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini agak sideways dengan bias menguat, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini menguat dipimpin bursa China yang sedang rebound.

Berikutnya IHSG kemungkinan bertahan di zona hijau masih di sekitar area konsolidasinya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.263 dan 6.358. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.938, dan bila tembus ke level 5.884.

Equityworld Futures | Harga emas mendekam di dekat level terendah 2 minggu gara-gara penguatan dolar

Equityworld Futures | Harga emas bertahan di dekat posisi terendah dua pekan pada hari Kamis (9/9), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Sementara investor menunggu keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan dirilis hari ini.

Melansir Reuters pukul 08.18 WIB, harga emas spot tidak berubah di US$1.789,39 per ons troi pada 0054 GMT, setelah menyentuh level terendah sejak 26 Agustus di US$1.781,30 pada sesi sebelumnya.

Tenang, Jangan Panik! Harga Emas Masih Bisa Naik… | Equityworld Futures

Sedangkan, harga emas berjangka AS turun 0,1% menjadi US$1.790,80.

Dolar AS mendapatkan dukungan dari sentimen risiko kehati-hatian, mengurangi daya tarik emas batangan bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Keputusan kebijakan ECB akan jatuh tempo pada 1145 GMT dan diperkirakan akan mengambil langkah kecil menuju pelonggaran bantuan ekonomi darurat era pandemi sambil tetap memberi sinyal dukungan berlimpah untuk tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, beberapa pembuat kebijakan Federal Reserve pada hari Rabu mengisyaratkan bahwa bank sentral AS tetap di jalur untuk memangkas pembelian aset besar-besaran tahun ini, meskipun perlambatan pertumbuhan pekerjaan terlihat pada bulan Agustus dan dampak kebangkitan kasus Covid-19.

Harga emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung naik di lingkungan suku bunga rendah, sementara beberapa investor juga memandang logam sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus.

Ekonomi AS “sedikit turun” pada Agustus karena gelombang baru virus corona menghantam restoran, perjalanan, dan pariwisata, The Fed melaporkan Rabu.

Dewan Investasi Platinum Dunia (WPIC) mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka sekarang memperkirakan pasar platinum global akan mengalami surplus tahun ini karena pasokan tambang meningkat dan permintaan investasi turun.

Harga platinum turun 0,4% menjadi US$975,78 per ons troi dan perak turun 0,1% menjadi US$23,94.

Harga palladium turun 0,2% menjadi US$2.245,89. Harga jatuh ke level terendah sejak 2 Februari di US$2,213,95 pada hari Rabu.

Equityworld Futures | Wall Street: S&P berakhir turun dan Big Tech mengangkat Nasdaq menembus rekor

Equityworld Futures | Indeks acuan S&P 500 ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (7/9). Sementara Nasdaq naik tipis ke rekor tertingginya, dipicu investor menyeimbangkan kekhawatiran tentang perlambatan pemulihan ekonomi dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 0,76% menjadi berakhir pada 35.100 dan S&P 500 kehilangan 0,34% menjadi 4.520,03. Sedangkan, Nasdaq Composite naik 0,07% menjadi 15.374.33.

Wall Street beragam, S&P 500 jatuh dan Nasdaq sentuh rekor tertinggi | Equityworld Futures

Meski begitu, S&P 500 tetap naik sekitar 20% pada tahun ini dan Nasdaq naik sekitar 19%.

Saham Amgen Inc turun 2,1% dan Merck & Co kehilangan 1,6% setelah Morgan Stanley memangkas peringkat sahamnya menjadi “equal-weight” dari “overweight.”

Nasdaq didukung oleh saham Big Tech yang telah memicu kenaikan Wall Street dalam beberapa tahun terakhir yakni saham Apple naik 1,6% dan Netflix naik 2,7%. Keduanya mencapai rekor tertinggi.

“Anda bisa menyebutnya sebagai gravitasi terhadap Big Tech. Karena orang merasa sedikit tidak yakin tentang bagaimana Covid-19 akan terjadi, Anda tidak perlu khawatir dengan pembukaan kembali perusahaan-perusahaan itu,” kata Tom Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta.

Sebagian besar saham Wall Street lainnya jatuh. Delapan dari sebelas sub-indeks diperdagangkan lebih rendah, dengan sektor sensitif ekonomi seperti industri turun 1,8% dan utilitas turun 1,4%. Indeks real estat kehilangan 1,1%.

Data penggajian Agustus yang hangat pada hari Jumat pekan lalu menimbulkan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi melambat.

Pada hari Selasa, Morgan Stanley memangkas peringkatnya pada saham AS menjadi underweight, menunjuk pada risiko yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi, kebijakan dan undang-undang, dan memperingatkan pihaknya memperkirakan dua bulan ke depan akan “bergelombang.”

Kebijakan bank sentral yang akomodatif dan optimisme pembukaan kembali telah mendorong S&P 500 dan Nasdaq ke rekor tertinggi selama beberapa minggu terakhir, tetapi kekhawatiran berkembang tentang meningkatnya infeksi virus corona karena varian Delta dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi.

Analis rata-rata mengharapkan perusahaan S&P 500 untuk meningkatkan pendapatan per saham mereka sebesar 30% pada kuartal September, menyusul lonjakan 96% pada kuartal kedua, menurut data I/B/E/S dari Refinitiv.

Design a site like this with WordPress.com
Get started