PT Equityworld | Harga emas koreksi tipis dari level tertinggi sejak Juni 2021

PT Equityworld | Harga emas turun setelah kemarin melambung tinggi. Rabu (10/11) pukul 7.05 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.830,45 per ons troi.

Harga emas melemah tipis 0,08% dari penutupan perdagangan dini hari tadi US$ 1.831,92 per ons troi. Pada perdagangan semalam, harga emas menguat 0,42% dan mencapai level tertinggi sejak 16 Juni 2021.

Wall Street turun akhiri rekor tertinggi | PT Equityworld

Sementara harga emas kontrak Desember 2021 di Commodity Exchange masih menguat ke US$ 1.831,70 per ons troi pada pagi ini. Harga emas berjangka ini pun mencapai level tertinggi sejak pertengahan Juni.

Investor menunggu rilis inflasi pada hari ini. Inflasi diperkirakan masih tinggi sehingga nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah. Pelemahan kurs dolar AS menyebabkan harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

“Investor berhati-hati di dekat US$ 1.830-US$ 1.835 karena kita belum dapat menembusnya ke sisi atas pada bulan Juli dan Agustus,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago kepada Reuters.

Bank-bank sentral utama pekan lalu mengindikasikan suku bunga akan tetap rendah dalam waktu dekat. Alhasil, daya tarik emas masih tinggi di tengah imbal hasil rendah.

Namun, pasar tenaga kerja AS yang ketat dan gangguan rantai pasokan global dapat mengakibatkan harga konsumen AS yang tinggi pada hari Rabu (10/11).

“Jika pasar melihat angka indeks harga konsumen di atas ekspektasi maka argumen pasti akan pergi bahwa Federal Reserve sekarang harus menaikkan lebih cepat,” kata analis Quantitative Commodity Research Peter Fertig. Tapi dia menambahkan bahwa The Fed tidak akan serta merta mengerek suku bunga karena berpegang bahwa lonjakan harga hanya sesaat.

Juga mendukung emas, imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun merosot ke 1,4271%.

PT Equityworld | RUU Infrastruktur AS Disahkan, Wall Street Menghijau

PT Equityworld | Saham-saham Wall Street menetap sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), memangkas kenaikan awal. Hal itu terjadi setelah pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) soal belanja infrastruktur AS, karena penurunan saham Tesla membebani indeks acuan.

Mengutip Antara, Selasa, 9 November 2021, indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 104,27 poin atau 0,29 persen, menjadi 36.432,22. Indeks S&P 500 bertambah 4,17 poin atau 0,09 persen, menjadi 4.701,70. Indeks Komposit Nasdaq menguat 10,77 poin atau 0,07 persen, menjadi 15.982,36.

Harga Emas Naik ke Level Tertinggi 2 Bulan karena Dolar Melemah | PT Equityworld

Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor material terdongkrak 1,23 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan, sektor utilitas merosot 1,45 persen, menjadikannya kelompok dengan kinerja terburuk.

Namun, S&P 500 dan Nasdaq memperpanjang rekor penutupan tertinggi sepanjang masa menjadi delapan sesi berturut-turut. Indeks saham unggulan Dow mencatat rekor penutupan tertinggi kedua berturut-turut.

“Ini telah menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya. Kenapa indeks naik? Karena orang-orang membeli. Kenapa mereka membeli? Karena indeks naik,” kata Manajer Portofolio Kingsview Asset Management Paul Nolte, di Chicago.

Tesla Inc adalah bobot terberat di S&P 500. Sahamnya anjlok 4,9 persen setelah jajak pendapat Twitter CEO Elon Musk tentang apakah ia harus menjual sekitar 10 persen kepemilikan sahamnya di perusahaan pembuat mobil listrik yang ia dirikan. Jajak pendapat mengumpulkan lebih dari 3,5 juta suara, dengan 57,9 persen memilih “Ya”.

Saham-saham siklikal dan cip yang sensitif secara ekonomi memimpin kenaikan, dengan indeks Philadelphia SE Semiconductor juga mencapai rekor penutupan tertinggi. Sektor industri dan material mendapat dorongan setelah Kongres AS meloloskan RUU belanja infrastruktur senilai USD1 triliun dari Presiden Joe Biden.

“Selama akhir pekan kami mendapat triliunan dolar lagi yang dilemparkan ke ekonomi yang sudah berjalan panas. Jadi investor melihat itu sebagai hal yang sangat baik untuk pasar ekuitas,” kata Nolte.

Caterpillar Inc, Cleveland-Cliffs Inc, Freeport McMoRan, dan US Steel Corp termasuk di antara saham perusahaan-perusahaan yang bergerak naik menuju kenaikan yang kuat, antara 2,7 persen dan 6,5 persen.

Anggota parlemen sekarang beralih ke RUU pengeluaran sosial Biden, dengan Dewan Perwakilan Rakyat AS diperkirakan akan memberikan suara minggu depan, menurut penasihat ekonomi Gedung Putih, Brian Deese.

Equity World | Gawat! Gara-gara Ekspor China Anjlok, Bursa Asia Ga Kompak

Equity World | Gawat! Gara-gara Ekspor China Anjlok, Bursa Asia Ga Kompak

Equity World | Bursa Asia dibuka cenderung beragam pada perdagangan Senin (8/11/2021), karena investor merespons beragam dari data ekspor China periode Oktober yang dirilis pada akhir pekan lalu.

Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,23%, Shanghai Composite China naik tipis 0,01%, dan Straits Times Singapura bertambah 0,4%.

Sementara untuk indeks Hang Seng Hong Kong dibuka melemah 0,56% dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,43%.

Pada Minggu (7/11/2021), pemerintah China melaporkan data ekspor pada periode Oktober 2021 sebesar 27,1% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih lambat dari September lalu sebesar 28,1%.

Investor Incar Cuan dari Saham Google hingga Apple | Equity World

Meskipun melambat, namun angka ekspor China pada Oktober masih lebih baik dari prediksi analis dalam survei Reuters yang memperkirakan ekspor Negeri Panda melambat menjadi 24.5%.

Di lain sisi, pelaku pasar Asia juga akan kembali memantau perkembangan krisis likuiditas perusahaan properti China yang masih berlanjut hingga kini, di mana setelah Evergrande, Fantasia Holdings, Sinic Holdings, dan Modernland, kini giliran Kaisa Holdings yang juga terkena kasus yang sama, yakni gagal bayar (default) obligasi korporasinya.

Otoritas Bursa setempat memutuskan untuk menghentikan perdagangan saham Kaisa Holdings pada Jumat (5/11/2021) pekan lalu akibat gagal bayarnya kupon obligasi ke investor lokal.

Berdasarkan catatan Reuters, Kaisa memiliki utang sebesar US$ 3,2 miliar yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan mendatang.

Sementara itu dalam waktu dekat Kaisa memiliki utang senilai US$ 400 juta yang jatuh tempo pada 7 Desember nanti. Ditambah lagi Kaisa juga memiliki kewajiban untuk membayar kupon senilai US$ 59 juta pada pekan depan tepatnya pada 11 November 2021.

Sementara itu dari Amerika Serikat (AS), bursa saham Wall Street kembali ditutup menghijau pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu, menyusul data pekerjaan yang kuat dan pengumuman Pfizer soal terapi Covid-19 terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 0,56% ke level 36.327,95, S&P 500 bertambah 0,37% ke 4.697,53, dan Nasdaq Composite naik 0,2% ke 15.971,59.

Jumat pekan lalu, Data slip gaji karyawan swasta (di luar sektor pertanian) tercatat 531.000 atau naik 450.000 sepanjang Oktober. Ekonomi AS pada September mempekerjakan 194.000 tenaga kerja baru, atau jauh di bawah proyeksi analis yang sebelumnya memprediksi angka 500.000.

Di lain sisi, pengesahan rancangan undang-undang (RUU) infrastruktur bipartisan senilai US$ 1 triliun oleh Kongres AS yang telah lama tertunda juga turut mendorong semangat investor global pada hari ini.

DPR AS mendukung RUU tersebut dengan setidaknya 218 setuju pada Jumat malam, memuluskan salah satu prioritas utama bagi pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Senat awalnya meloloskan RUU tersebut pada bulan Agustus setelah anggota parlemen menolak segala upaya untuk mengubah ketentuan terkait kripto.

RUU tersebut akan memberikan dana sebesar US$ 550 miliar atau setara dengan Rp 7.865 triliun (kurs Rp 14.300/US$) untuk investasi federal baru dalam infrastruktur Amerika selama 5 tahun, menyentuh segala aspek mulai dari jembatan dan jalan hingga sistem broadband, air, dan energi.

Sementara itu kabar positif juga datang dari perusahaan produsen obat-obat dan vaksin Covid-19, Pfizer yang mengumumkan bahwa uji klinis pilnya untuk mengobati Covid-19 menunjukkan pengurangan 89% risiko rawat inap atau kematian pasien dewasa yang berisiko tinggi.

Mengutip Briefing.com. pengobatan Pfizer diklaim berbeda dari perawatan saat ini yang membutuhkan infus dan harus dilengkapi fasilitas kesehatan.

“Berita seperti ini… membantu investor dari sudut pandang psikologis, menanamkan kepercayaan pada prospek berpotensi segera meninggalkan pandemi,” kata Briefing.com, dikutip AFP, Sabtu (6/11/2021) lalu.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Beragam Jelang Akhir Pekan

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Jumat pagi (5/11/2021) setelah indeks S&P 500 mencetak rekor di wall street.

Di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,56 persen. Indeks Korea Selatan Kospi naik 0,1 persen. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,29 persen dan indeks Topix susut 0,48 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menanjak 0,08 persen. Demikian mengutip laman CNBC, Jumat pekan ini.

Harga Emas Berjangka Rebound USD29,6 | Equityworld Futures

Di wall street, indeks utama bervariasi. Indeks S&P 500 menguat 0,42 persen ke posisi 4.680,06 dan merupakan posisi rekor. Indeks Nasdaq bertambah 0,81 persen ke posisi 15.940,31. Indeks Dow Jones susut 33,35 poin ke posisi 36.124,23.

Wall street menguat seiring bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve mengumumkan akan mulai tapering akhir bulan ini.

Harga minyak menguat pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak Brent berjangka naik 1,22 persen ke posisi USD 81,52 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat menguat 1,42 persen ke posisi USD 79,93 per barel.

Indeks dolar AS berada di posisi 94,331 dan menguat dari posisi sebelumnya 94. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 113,75 per dolar AS.

Equityworld Futures | Rekomendasi Emas 4 November 2021: Turun dengan Keluarnya Laporan ADP yang Bagus

Equityworld Futures | Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu, jelang keluarnya hasil pertemuan FOMC the Fed AS, termasuk konferensi persnya.

Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $18.80 ke $1,768.90 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Desember $0.128 ke $23.64 per ons.

Jelang Tapering The Fed, Harga Emas Dunia Kian Merosot | Equityworld Futures

Laporan employment nasional dari ADP untuk bulan Oktober menunjukkan kenaikan sebanyak 571.000, yang adalah di atas dari yang diperkirakan, kenaikan sebesar 395.000 dan dibandingkan dengan kenaikan di bulan September sebesar 568.000. Harga emas merosot lebih dalam setelah keluarnya laporan ADP ini.

Pada hari Jumat laporan mengenai situasi pekerjaan AS yang lebih penting, Non-Farm Payrolls bulan Oktober akan keluar. Komponen kunci dari Non-Farm Payrolls ini diperkirakan naik 450.000 dibandingkan dengan kenaikan yang hanya 194.000 dalam laporan bulan September.

Pasar saham global bervariasi menuju turun dalam pedagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai, setelah mencetak rekor kenaikan pada hari Selasa.

“Support” terdekat menunggu di $1,780 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,772 dan kemudian $1,760. “Resistance” terdekat menunggu di $1,800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,815 dan kemudian $1,836.

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Indeks Dow Jones Tembus Level 36.000

Equityworld Futures | Wall Street mencetak rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Selasa (2/11/2021) waktu setempat. Bursa saham AS naik dengan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup di atas 36.000 untuk pertama kalinya.

Selain Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mengambil aksi saat sesi Selasa berlanjut, keluar dari pola perdagangan tak bernyawa yang telah menjadi tolok ukur dekat dengan garis datar pada hari sebelumnya. Kumpulan laporan pendapatan terbaru tampaknya membantu kemajuan pasar, dengan Pfizer, Under Armour, dan lainnya naik setelah mengumumkan data kuartalan yang solid.

Menanti Langkah The Fed, Wall Street Terus Cetak Rekor | Equityworld Futures

Indeks Dow Jones naik 138,79 poin, atau 0,4%, menjadi 36.052,63. Kenaikan tersebut adalah tonggak 1.000 poin keenam indeks tahun ini, tertinggi dalam satu tahun dalam catatan. Pada bulan Januari, Dow ditutup di atas 31.000 untuk pertama kalinya.

S&P 500 naik 16,98 poin, atau 0,4%, menjadi 4.630,65. Sementara Nasdaq naik 53,69 poin, atau 0,3%, menjadi 15649,60. Dengan ketiga indeks mengakhiri hari lebih tinggi, ini adalah sesi perdagangan ketiga berturut-turut di mana mereka semua mencatat rekor penutupan.

Tiga tolak ukur semuanya naik setidaknya 6,5% kuartal ini berkat kinerja Oktober yang kuat, dan obrolan tentang reli saham akhir tahun telah mulai mengakar.

“Pasar saham sangat tangguh saat ini dan telah mencair meskipun ada masalah rantai pasokan, kekhawatiran inflasi, kenaikan suku bunga, dan Federal Reserve yang lebih hawkish,” kata Greg Marcus, direktur pelaksana di UBS Private Wealth Management.

Analis Bank of America mencatat bahwa November dan Desember diperkirakan menjadi dua bulan terkuat untuk S&P 500 sejak 1936. Pada bulan Desember akan sangat kokoh, naik hampir 80% sepanjang waktu. Namun, saham hari ini diuntungkan dari momen TINA (artinya tidak ada alternatif untuk saham) karena hasil tetap rendah.

Namun, para analis memperingatkan risiko di depan yang bisa berakhir dengan menghancurkan “Reli Santa.” Meskipun pendapatan kuat baru-baru ini, perkiraan untuk tahun depan sebagian besar tetap tidak berubah, “menunjukkan siklus revisi ke atas kemungkinan telah mencapai puncaknya.”

“Likuiditas puncak dan puncak dovish oleh bank sentral juga menimbulkan risiko penurunan berlipat ganda,” imbuh analis itu.

Menurutnya investor akan mencari kejelasan lebih lanjut tentang pemikiran Federal Reserve setelah menyelesaikan pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu. Intinya adalah apakah periode kenaikan harga bisa bertahan lebih lama dan lebih membebani ekonomi daripada yang disarankan pejabat bank sentral. Bank-bank sentral utama di tempat lain di dunia, yang prihatin dengan inflasi yang sangat tinggi, telah memajukan rencana untuk menaikkan suku bunga.

Sedangkan Kepala Investasi di Exencial Wealth Advisors Tim Courtney mengatakan, para ekonom memperkirakan The Fed pada hari Rabu akan mulai mengurangi program pembelian asetnya tetapi membiarkan suku bunga tidak berubah. Pejabat tidak mungkin menyarankan perubahan besar pada jalur mereka untuk kenaikan suku bunga.

Sementara kekhawatiran inflasi telah menyeret sentimen investor, pendapatan yang kuat untuk kuartal ketiga memiliki efek sebaliknya dan membantu mengangkat indeks ke level rekornya. Penghasilan yang kuat sangat penting untuk membenarkan lonjakan valuasi perusahaan.

“Pasar telah naik begitu banyak dari bawah tetapi kami tidak memiliki pendapatan untuk ditunjukkan,” kata Courtney. “Penghasilan harus masuk untuk mengisi kembali pergerakan harga itu.”

Pada hari Selasa, Arista Networks memimpin S&P 500. Perusahaan perangkat keras jaringan tersebut naik USD83,30, atau 20%, menjadi USD491,87 setelah membukukan hasil yang lebih baik dari perkiraan Senin sore, mengumumkan pemecahan saham empat-untuk-satu dan mengungkapkan rencana untuk pembelian kembali saham senilai USD1 miliar.

Saham Under Armour bertambah USD3,62, atau 16%, menjadi USD25,60 setelah pembuat pakaian itu membukukan penjualan dan pendapatan kuartal ketiga yang mengalahkan proyeksi Wall Street. Pfizer naik USD1,81, atau 4,1%, menjadi USD45,45 setelah melaporkan pendapatan yang mengalahkan perkiraan analis berkat penjualan vaksin Covid-19.

DuPont naik USD6,26, atau 8,8%, menjadi USD77,49 setelah hasil kuartalannya mengejutkan naik. Sementara itu, saham Tesla turun USD36,59, atau 3%, menjadi USD1.172 setelah Chief Executive Elon Musk mengatakan di Twitter bahwa pembuat mobil listrik belum menandatangani kesepakatan untuk Hertz untuk membeli kendaraannya. Saham Tesla melonjak pekan lalu setelah Hertz mengatakan telah memesan 100.000 mobil.

Di bursa lainnya, Stoxx Europe 600 bertambah 0,1%. Di Asia, pasar saham sebagian besar melemah. Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,4%, sementara di Hong Kong, Indeks Hang Seng turun 0,2%. Di China daratan, Shanghai Composite Index turun 1,1%.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Bergerak Beragam, Meski Wall Street Capai Rekor Lagi

Equityworld Futures | Saham di Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Selasa pagi, dengan bank sentral Australia akan mengumumkan keputusan suku bunganya dalam waktu dekat ini.

Saham Jepang tergelincir setelah lonjakan hari Senin kemarin, dengan Nikkei 225 tergelincir 0,55% sementara indeks Topix turun 0,28%. Kospi Korea Selatan naik 0,83%.

Emas Terdongkrak 11,9 Dolar, Pertemuan Fed Mendatang Jadi Fokus | Equityworld Futures

Saham Australia jatuh ke wilayah negatif, karena S&P/ASX 200 menghapus kenaikan sebelumnya dan turun 0,24%. Reserve Bank of Australia akan mengumumkan keputusan suku bunganya sekitar pukul 11:30 HK/SIN.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,04% lebih tinggi.
Rekor penutupan tertinggi Wall Street

Semalam di Wall Street, S&P 500 naik 0,18% ke rekor penutupan tertinggi 4.613,67. Dow Jones Industrial Average naik 94,28 poin menjadi 35.913,84, juga menyelesaikan hari perdagangan dengan rekor baru. Nasdaq Composite naik 0,63% menjadi sekitar 15.595,92, juga rekor penutupan.

Mata uang dan minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 93.927 setelah turun baru-baru ini dari di atas 94.
Yen Jepang diperdagangkan pada 114,07 per dolar, lebih kuat dari level di sekitar 114,4 yang terlihat terhadap greenback kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada $0,7521 menyusul kenaikan kemarin dari bawah $0,75.

Harga minyak bergerak lebih rendah di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional berjangka minyak mentah Brent turun 0,19% menjadi $84,55 per barel. Minyak mentah berjangka AS turun 0,11% menjadi $83,96 per barel.

Equityworld Futures | Harga Emas Menunggu ‘Lilin’! Emas Apa Babi Ngepet Sih…

Equityworld Futures | Harga emas dunia dunia bergerak turun pada perdagangan pagi hari ini. Ke depan, bagaimana ‘ramalan’ harga sang logam mulia?

Pada Senin (1/11/2021) pukul 07:52 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat U$ 1.781,54/troy ons. Turun tipis 0,07% dari posisi akhir pekan lalu.

Bursa Saham Asia Semringah, Indeks Nikkei Jepang Pimpin Penguatan | Equityworld Futures

Dalam sepekan terakhir, harga emas turun 1,41% secara point-to-point. Namun selama sebulan ke belakang harga masih naik 0,7%.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan target harga emas hari ini ada di US$ 1.764/troy ons. Artinya harga masih bisa turun dari posisi sekarang. Sementara level resistance akan berada di rentang US$ 1.888-1.806/troy ons.

“Setelah menembus titik support US$ 1.783/troy ons, harga emas berisiko turun menuju US$ 1.764/troy ons,” ungkap Wang dalam risetnya.

Harga emas, lanjut Wang, berkali-kali gagal menembus titik resistance US$ 1.814/troy ons. Ini membuat harga cenderung bergerak konsolidatif. Padahal andai bisa menembus US$ 1.814/troy ons, harga emas bisa naik sampai US$ 1.826/troy ons.

“Melihat pergerakan harga harian, harga emas sepertinya akan tersangkut di bawah US$ 1.800/troy ons. Jika titik ini tertembus maka ada harapan tren penurunan bisa berbalik.

“Namun harga emas sedang dalam fase yang kacau. Kebingungan ini bisa teratasi jika terbentuk pola white atau black candle yang signifikan,” terang Wang.

PT Equity World | Wall Street menguat, S&P dan Nasdaq capai rekor penutupan tertinggi

PT Equity World | Bursa saham Wall Street menguat pada penutupan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan sebagian berkat keuntungan Apple dan Amazon.

Sementara hasil kuat dari perusahaan termasuk Caterpillar dan Merck membantu meredakan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi mengurangi keuntungan.

Harga Emas Dunia Menguat di Tengah Perlambatan Ekonomi AS | PT Equity World

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 239,79 poin atau 0,68 persen menjadi menetap di 35.730,48 poin. Indeks S&P 500 menguat 44,74 poin atau 0,98 persen, menjadi berakhir di 4.596,42 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 212,28 poin atau 1,39 persen, menjadi 15.448,12 poin.

Semua 11 sektor utama S&P berakhir di zona hijau, dengan sektor real estat, konsumen, dan industri memimpin kenaikan.

Saham kelas berat Tesla Inc, berakhir melonjak 3,8 persen, dan Apple Inc terangkat 2,5 persen, mendorong Nasdaq dan membantu mendorong indeks ke rekor intraday setelah S&P 500 dan Dow mencapai puncak baru awal pekan ini.

Namun, setelah ditutup naik 1,6 persen, saham Amazon.com Inc anjlok 3,0 persen dalam perdagangan yang diperpanjang ketika memperkirakan penjualan kuartal liburan jauh di bawah ekspektasi Wall Street, karena kekurangan tenaga kerja dan pasokan mempersulit pengecer untuk menjaga persediaan.

Caterpillar Inc menutup sesi dengan melonjak 4,0 persen setelah melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan di tengah kenaikan harga-harga komoditas, sementara perkiraan bullish dari produsen obat Merck & Co Inc mendorong sahamnya melambung 6,0 persen.

Investor juga mengamati Washington di mana Presiden Joe Biden mengatakan dia telah mendapatkan kerangka kerja baru senilai 1,75 triliun dolar AS untuk pengeluaran ekonomi dan perubahan iklim.

“Laporan keuangan terus menjadi sangat baik,” kata Bill Stone, kepala investasi di Glenview Trust Co di Louisville, Kentucky, yang juga mencatat bahwa kerangka kerja Biden, jika berhasil, tidak akan meningkatkan pajak perusahaan seperti yang sebelumnya dikhawatirkan investor.

“Di bawah permukaan, itu positif untuk perolehan laba perusahaan ke depan,” kata Stone.

Laporan keuangan emiten yang kuat juga membantu mengimbangi laporan dari Departemen Perdagangan yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 2,0 persen pada kuartal ketiga karena infeksi COVID-19 berkobar, di bawah perkiraan 2,7 persen, sementara kumpulan data lain menunjukkan lebih sedikit orang Amerika. mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pekan lalu karena pasar tenaga kerja perlahan membaik.

“Jelas kami melihat sejumlah besar data ekonomi makro yang telah datang selama pertengahan musim pelaporan keuangan kuartal ketiga dan Anda melihat sedikit tarik ulur yang ada antara data ekonomi makro yang tampaknya agak lebih lemah pada margin dan kinerja perusahaan yang terbukti lebih baik dari ekspektasi,” kata Bill Northey, direktur investasi senior di US Bank Wealth Management di Minneapolis.

Laporan keuangan perusahaan telah membantu kemajuan dalam indeks acuan S&P dalam 10 dari 12 sesi sebelumnya, dengan analis sekarang memperkirakan keuntungan untuk perusahaan S&P 500 tumbuh 38,6 persen tahun-ke-tahun di kuartal ketiga.

Dari 244 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangannya pada Kamis (28/10/2021) pagi, 82 persen telah melampaui perkiraan.

Namun saham EBay Inc berakhir anjlok 6,8% setelah perusahaan e-commerce itu memperkirakan pendapatan kuartal liburan yang suram.

Di bursa AS, 11,05 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 10,34 miliar selama 20 sesi terakhir.

PT Equity World | Harga Emas Dunia Stabil Usai Bergerak Turun Naik

PT Equity World | Kenaikan pendapatan perusahaan teknologi mendorong beberapa investor memilih aset berisiko dan menurunkan harga emas dunia yang sempat turun naik. Ini meskipun ada penurunan dalam imbal hasil obligasi AS dan dolar yang lebih lemah membatasi kerugian.

Melansir laman Nasdaq, Kamis (28/10/2021) harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.785,55 per ons, setelah penurunan tajam di sesi sebelumnya.

Wall Street Mixed, Dow Jones dan S&P 500 Kompak Melemah | PT Equity World

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,2 persen menjadi USD 1.790,40 per ounce.

Laporan perusahaan cukup mengesankan dan itu mengejutkan banyak orang … Saham teknologi AS adalah tempat favorit bagi banyak investor, yang meredam permintaan tempat berlindung yang aman saat ini,” kata Edward Moya, Analis Pasar Senior di broker OANDA.

Tercatat jika saham pada sektor teknologi AS naik sekitar 0,2 persen menyusul laporan kuartalan yang kuat dari pemilik Google Alphabet Inc dan Microsoft Corp.

Menawarkan sedikit kelonggaran, indeks dolar merosot 0,2 persen terhadap para pesaingnya. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun benchmark jatuh ke level terendah dua minggu, mengurangi biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

“Kami berada dalam periode konsolidasi untuk emas, tetapi saya pikir pada akhirnya kebijakan pengetatan dan kekhawatiran inflasi akan benar-benar positif untuk logam,” kata Moya.

Sementara emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus ekonomi dan suku bunga yang lebih tinggi mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan biaya peluang memegang emas.

Harga Logam Lain

Investor sekarang menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa yang berlangsung pada Kamis dan pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal AS pada 3 November untuk petunjuk lebih lanjut tentang garis waktu pengurangan.

ECB diperkirakan akan mempertahankan kebijakan tidak berubah dan meninggalkan keputusan tentang program pembelian obligasi darurat pandemi hingga Desember.

Di sisi lain, harga perak turun 0,7 persen menjadi USD 23,96 per ounce. Analis StoneX Rhona O’Connell mengatakan minat pada perak sedang bangkit dan itu menjadi pertanda baik untuk emas.

Harga Platinum tergelincir 1 persen menjadi USD 1.017,82 per ounce. Harga Palladium anjlok 2 persen menjadi USD 1.969,75 per ounce.

Design a site like this with WordPress.com
Get started