Equityworld Futures | Harga Emas Bertahan di Atas US$1.800, Dolar Yang Lemah Menahan Tekanan US Treasury

Equityworld Futures | Harga emas stabil di atas level psikologis US$1.800 per ons troi pada hari Kamis (30/12). Dolar Amerika Serikat (AS) yang lemah, membuat emas batangan menarik bagi pemegang mata uang lainnya, mengimbangi tekanan dari imbal hasil US Treasury yang mengikis daya tarik logam.

Melansir Reuters pukul 08.19 WIB, harga emas spot stabil di US$1.803,03 per on stroi pada 0059 GMT. Emas berjangka AS turun 0,1% pada US$1.804.30.

Harga Emas Turun dari Level Tertinggi Satu Bulan Karena Dolar | Equityworld Futures

Imbal hasil US Treasury AS menguat di dekat level tertinggi satu bulan, meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak membayar bunga.

Namun, indeks dolar stabil mendekati level terendah satu bulan karena investor melihat melampaui lonjakan kasus varian Omicron dan menyukai mata uang berisiko.

Pasar saham Asia memulai dengan lesu pada hari Kamis karena penyebaran Omicron menutupi hari perdagangan terakhir tahun ini untuk banyak bursa di seluruh dunia. Sementara minyak hampir menyelesaikan tahun 2021 dengan keuntungan lebih dari 50%.

Output pabrik Korea Selatan pada bulan November jauh melebihi ekspektasi pada pesanan ekspor yang kuat untuk mobil dan chip, data pemerintah menunjukkan.

Emas berada pada jalur untuk penurunan tahunan terbesar sejak 2015, setelah turun hampir 5% sepanjang tahun ini.

Analis mengatakan perdagangan emas kemungkinan akan tetap tipis dan terikat pada kisaran minggu ini.

Di tempat lain, harga spot perak turun 0,1% pada US$22,79 per ons troi, platinum turun tipis 0,1% menjadi US$966,71, dan paladium turun 0,1% menjadi US$1.982,17.

Equityworld Futures | ‘Ramalan’ Harga Emas Terbaru: Nggak Ada Harapan, Lemes…

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan pagi ini. Keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) membatasi pergerakan harga sang logam mulia.

Pada Rabu (29/12/2021) pukul 07:56 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.805,02/troy ons. Turun tipis hampir flat di 0,02% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Bursa Saham Asia Beragam, Investor Cermati Dampak Varian Omicron | Equityworld Futures

Secara umum, harga emas masih dalam tren positif. Dalam sepekan terakhir, harga naik hampir 1% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 1,14%.

Sepertinya tren kenaikan harga emas yang agak tersendat disebabkan oleh penguatan nilai tukar mata uang dolar AS. Emas dan dolar AS memang punya hubungan berbanding terbalik. Saat dolar AS terapresiasi, maka harga emas terkoreksi.

Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Ketika dolar AS menguat, emas menjadi lebih mahal buat investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas turun, harga pun mengikuti.

Pada pukul 08:00 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia), menguat tipis 0,04% ke 96,166. Sejak akhir 2020 (year-to-date), indeks ini melesat nyaris 7%.
Keyakinan pasar terhadap arah kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve.The Fed) yang menuju ke ketat sepertinya kian terkonformasi. Data ekonomi Negeri Paman Sam terus positif.

Terbaru adalah indeks harga rumah. Pada Oktober 2021, indeks harga rumah di AS berada di 18,4, melesat 18,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Data ini kian memberi keyakinan bahwa laju inflasi AS semakin cepat seiring kencangnya permintaan. Jadi kemungkinan besar The Fed akan mulai menaikkan suku bunga acuan paling cepat Maret 2022, berarti sekitar tiga bulan lagi.

Kenaikan suku bunga acuan bakal menjadi sentimen positif bagi dolar AS. Aset-aset berbasis dolar AS, terutama instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi, akan menjadi buruan pelaku pasar karena menawarkan iming-iming cuan yang lebih besar.

“Tren harga emas ke depan masih akan bergerak sideways. Tren ini masih akan berlanjut sepanjang tekanan inflasi terus terjadi,” kata Davis Meger, Direktur di High Ridge Futures, seperti dikutip dari Reuters.

Equityworld Futures | 2021 Segera Berakhir, Wall Street Ditutup Mixed

Equityworld Futures | Indeks-indeks acuan Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (29/12/2021). Investor terus memantau perkembangan Omicron.

Dow Jones Industrial Average naik 0,3% ke 36.398,21. S&P 500 sempat menyentuh rekor intraday tetapi kemudian ditutup turun 0,1% ke 4.786,35. Nasdaq turun 0,56% ke 15.781,72.

Harga Emas Melesat Hiraukan Kenaikan Dolar AS | Equityworld Futures

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada hari Senin mempersingkat rekomendasi isolasi mereka untuk orang-orang yang dites positif Covid-19 menjadi lima hari dari 10, jika orang-orang itu tidak memiliki gejala. Penelitian di Afrika Selatan juga menunjukkan bahwa infeksi Omicron dapat membantu meningkatkan kekebalan terhadap varian delta.

Produsen vaksin Covid ditutup melemah di tengah perkembangan Omicron. Pfizer turun 2% dan Moderna mundur 2,2%.

Saham cip yang reli di sesi sebelumnya jatuh pada Selasa. Nvidia turun 2% dan Applied Materials mundur sekitar 1,9%.

Pada sisi positifnya, saham terkait perjalanan rebound pada Selasa. Boeing adalah salah satu pemimpin Dow dengan kenaikan 1,5%. American Airlines termasuk di antara para top gainers S&P 500, naik 2%.

Equityworld Futures | Jelang Libur Akhir Tahun, Harga Emas Dunia Naik Tipis

Equityworld Futures | Harga emas dunia kuat di level kunci USD1.800 per ons pada perdagangan akhir pekan kemarin menjelang liburan akhir tahun, bahkan ketika dolar stabil dan selera untuk aset berisiko meningkat di tengah meredanya kekhawatiran atas dampak dari varian virus corona Omicron.

Mengutip CNBC, Senin (27/12/2021) harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1,805,29 per ounce, sementara emas berjangka AS naik 0,2 persen menjadi USD1,805,20 per ounce.

Menanti Efek Santa Rally Saat Omicron Membayangi | Equityworld Futures

Saham global, imbal hasil obligasi dan mata uang berisiko semuanya mencapai tertinggi baru-baru ini pada hari Kamis karena kepercayaan investor tumbuh pada tanda-tanda bahwa Omicron mungkin kurang parah dari yang ditakuti, serta data ekonomi AS yang kuat.

Emas menghadapi resistensi teknis di level USD1.815 dan USD1.826, dengan risiko geopolitik di depan berpotensi menjaga emas tetap didukung. “Meskipun narasinya meruncing,” kata Nicholas Frappell, manajer umum global di ABC Bullion.

Awal bulan ini, Federal Reserve AS mengisyaratkan target inflasinya telah terpenuhi dan membuka jalan bagi kenaikan suku bunga tiga perempat poin persentase pada akhir tahun 2022.

Meskipun emas batangan dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga akan menghasilkan biaya peluang yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor juga mengawasi perkembangan seputar kebuntuan Rusia dengan kekuatan Barat atas Ukraina.

Sementara itu harga perak stabil di USD22,77 per ounce, dan platinum turun 0,5 persen menjadi USD959,93 per ounce, masing-masing naik 2,1 persen dan 3,1 persen sejauh minggu ini.

Sedangkan paladium naik 0,7 persen menjadi USD1,894,54 per ounce, dan naik sekitar 6,5 persen untuk minggu ini.

PT Equity World | Jelang Libur Natal, Bursa Saham Asia Semringah

PT Equity World | Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Jumat pagi (24/12/2021) mengikuti wall street. Indeks S&P 500 cetak rekor baru di wall street.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,21 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix naik 0,31 persen dan indeks Korea Selatan Kospi bertambah 0,53 persen. Indeks ASX 200 naik 0,53 persen. Sementara itu, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mendaki 0,27 persen.

Harga Emas Menguat di Sekitar Level Psikologis Seiring Pelemahan Dolar AS | PT Equity World

Sejumlah bursa saham Asia Pasifik termasuk Australia, Singapura, Hong Kong tutup lebih awal untuk merayakan malam Natal.

Di wall street, indeks acuan menguat pada Kamis, 23 Desember 2021 seiring investor mengabaikan kekhawatiran sebelumnya seiring penyebaran varian omicron. Indeks S&P 500 naik 0,62 persen ke rekor baru 4.725,79. Demikian dilansir dari CNBC, Jumat pekan ini.

Indeks Dow Jones melonjak 196,67 poin menjadi 35.950,56. Indeks Nasdaq bertambah 0,85 persen menjadi 15.653,37. Bursa saham Amerika Serikat libur pada Jumat, 24 Desember 2021 untuk merayakan libur Natal.

Indeks dolar Amerika Serikat berada di posisi 96,01, dan melemah dari posisi sebelumnya 96,6. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 114,45 per dolar AS.

Wall Street Menguat pada 23 Desember 2021

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Kamis, 23 Desember 2021. Wall street naik dalam tiga hari seiring investor mengabaikan kekhawatiran sebelumnya terkait penyebaran varian COVID-19, omicron.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones bertambah 196,67 poin atau 0,55 persen menjadi 35.950,56. Indeks S&P 500 menguat 0,62 persen menjadi 4.725,79. Indeks Nasdaq bertambah 0,85 persen menjadi 15.653,37.

Rata-rata indeks acuan menguat pada perdagangan Kamis pekan ini meski volume ringan. Saham bank menguat diikuti saham teknologi Microsoft dan Nvidia.

“Sebagian besar reli pasar saham minggu ini disebabkan oleh ketakutan yang berlebihan pekan lalu dan bernafas lega, aksi jual berhenti,” ujar Chief Investment Strategist Leuthold Group, Jim Paulsen dilansir dari CNBC, Jumat, 24 Desember 2021.

Ia menambahkan, begitu pasar saham berubah menguat, investor tak ingin ketinggalan reli santa telah mengambil alih.

Sentimen lain yang membantu dongkrak wall street yaitu studi baru yang menunjukkan omicron memiliki risiko rawat inap yang lebih rendah dari varian COVID-19 lainnya.

Food and Drug Administration memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk pil COVID-19 Pfizer, obat antivirus oral pertama yang melawan virus. FDA juga mengesahkan pil antivirus Merck untuk COVID-19 pada Kamis pekan ini.

Rata-rata indeks acuan menguat pada pekan ini. Sejak Senin, indeks Dow Jones naik 1,6 persen. Indeks S&P 500 melonjak 2,3 persen dan indeks Nasdaq menguat hampir 3,2 persen. Adapun bursa saham Amerika Serikat atau wall street tutup untuk liburan Natal.

Di sisi lain, saham berkaitan dengan pembukaan kembali ekonomi antara lain maskapai dan jalur pelayaran mencatat kenaikan terbesar pada pekan ini. Saham Carnival Corp naik hampir 16 persen. Saham Hildon Worldwide menguat sekitar 9,8 persen pada pekan ini.

PT Equity World | Ekonomi AS Tumbuh, Wall Street Ditutup Naik

PT Equity World | Bursa utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (22/12) waktu setempat. Nasdaq memimpin kenaikan sebesar 1,2 persen diikuti S&P 500 yang meningkat 1,02 persen dan DJIA naik 0,9 persen.

Pergerakan Wall Street pun diperkirakan masih akan dijalur positif. “Wall Street memiliki kekuatan sejak kemarin hingga hari ini, sehingga pasar umumnya positif minggu ini setelah cukup banyak tekanan minggu lalu,” kata kepala strategi ekuitas di Bank Wealth Management AS, Terry Sandven, dikutip AP, Kamis (23/12).

Bursa Asia Menghijau Kamis (23/12) Pagi, Kekhawatiran Omicron Mereda | PT Equity World

Lonjakan terbaru kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian omicron telah menimbulkan kekhawatiran di pasar. Kekhawatiran terhadap varian omicron ini meningkat bersamaan dengan kekhawatiran tentang kenaikan inflasi dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, sejumlah data ekonomi AS yang membaik mampu meningkatkan kepercayaan investor. Pada Rabu, Departemen Perdagangan mengumumkan ekonomi AS tumbuh pada tingkat 2,3 persen pada kuartal ketiga, sedikit lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya.

Namun, analis memperingatkan pelaku pasar masih harus tetap mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19. Pasalnya laju pertumbuhan ekonomi berpotensi tertahan jika penyebaran meluas. Volatilitas pasar diperkirakan juga akan meningkat.

“Pasar sedikit tidak pasti dengan adanya varian omicron, tetapi pasar terlihat lebih yakin bahwa tidak akan berubah menjadi penguncian lain,” kata ahli strategi pasar global senior di Wells Fargo Investment Institute, Scott Wren.

Pemerintah di Asia dan Eropa telah memperketat kontrol perjalanan atau menunda rencana untuk melonggarkan pembatasan yang sudah ada. Di AS, Presiden Joe Biden pada Selasa mengumumkan bahwa pemerintah akan menyediakan alat tes cepat dan meningkatkan upaya vaksinasi.

Bank sentral AS, Federal Reserve, mengatakan akan mempercepat proses pemotongan pembelian obligasi yang telah membantu mempertahankan suku bunga rendah. Pengurangan stimulus ini berpotensi membuka pintu untuk kenaikan suku bunga dari bank sentral pada tahun 2022.

PT Equity World | Pergerakan Harga Emas 22 Desember 2021, Masih Tertekan Dolar AS?

PT Equity World |Harga emas menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (22/12/2021), setelah tergelincir sebelumnya di tengah penguatan dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari 2022 di Comex New York Exchange terpantau menguat 0,05 persen atau 0,9 poin ke US$1.789,60 per troy ounce pada pukul 08.24 WIB.

Wall Street Perkasa, Indeks Dow Jones Melonjak 1,6 Persen | PT Equity World

Sementara itu, harga emas di pasar spot menguat tipis 0,02 persen atau 0,28 poin ke US$1.789,55 per troy ounce.

Harga emas mampu memulihkan pelemahan yang terjadi kemarin, Selasa (21/12/2021) karena dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat.

Emas Comex pada Selasa tergelincir 5,9 poin atau 0,33 persen ke US$1.788,70 per troy ounce. Emas di pasar spot juga melemah 0,2 persen menjadi US$1.786,50 per troy ounce.
“Terdapat risiko pada perdagangan karena ekuitas AS bangkit kembali setelah kerugian kemarin dan dolar juga pulih bersama dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS, semuanya sedikit menekan emas,” kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, seperti dilansir Antara, Rabu (22/12/2021).

Dia menambahkan bahwa investor sedang membeli segala jenis penurunan yang dapat diterima karena khawatir tentang ketidakpastian termasuk pukulan ekonomi dari Covid-19 dan level 1.800 dolar AS tetap menjadi titik pivot utama untuk emas.

Dolar AS menutup beberapa kerugiannya, sementara sentimen risiko pulih sebagian setelah aksi jual di pasar global.

“Namun, logam mulia dapat memperoleh tawaran beli baru pada tahun 2022 jika ekspektasi inflasi tetap tinggi sementara imbal hasil nominal tetap tertekan,” kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap lonjakan besar harga konsumen (inflasi), tetapi kenaikan suku bunga dapat mengekang tekanan inflasi sementara juga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Kendati demikian, investor emas masih belum memiliki nyali untuk segala jenis kerugian, sebagaimana dibuktikan oleh kemunduran cepat baru-baru ini pada reli di atas 1.800 dolar AS, kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA.

Perdagangan juga tampak kurang bergairah karena investor bersiap untuk liburan Natal akhir pekan. Banyak pasar global, termasuk untuk logam mulia, akan ditutup pada Jumat (24/12/2021) untuk memperingati perayaan Natal.

PT Equity World | Wall Street Ditutup Melemah karena Kekhawatiran Omicron

PT Equity World | Indeks utama Wall Street ditutup melemah signifikan pada perdagangan Senin (20/12/2021) setempat. Pelemahan ini terjadi karena investor khawatir tentang varian baru Covid-19, Omicron yang berpotensi melemahkan rebound ekonomi.

Dikutip dari Reuters, S&P 500 kehilangan 51,34 poin, atau 1,11 persen, menjadi berakhir pada 4.569,30 poin, sedangkan Nasdaq Composite kehilangan 186,47 poin, atau 1,23 persen, menjadi 14.983,22. Dow Jones Industrial Average turun 436,74 poin, atau 1,23 persen, menjadi 34.928,70.

‘Bulan Madu’ Harga Emas Kayaknya Mau Berakhir… | PT Equity World

Sementara S&P 500 diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, menjadi level teknis utama. Kelompok S&P 500 yang sensitif secara ekonomi seperti keuangan dan material termasuk di antara penurunan sektor terbesar.

Investor telah mengambil sikap yang lebih defensif sejauh bulan ini, dengan sektor-sektor seperti kebutuhan pokok konsumen, properti dan utilitas memimpin kenaikan. S&P 500 tetap naik sekitar 20 persen sejauh ini pada tahun 2021.

“Mengingat kekuatan pasar sepanjang tahun ini, dalam beberapa hal Anda bisa melihat investor mengambil beberapa keuntungan dan mencari kejelasan yang lebih besar di tahun baru,” ujar Kepala Strategi Investasi State Street Global Advisors, Michael Arone.

Sedangkan, saham Oracle Corp jatuh setelah pembuat perangkat lunak bisnis mengatakan akan membeli perusahaan catatan medis elektronik Cerner Corp seharga 28,3 miliar dolar AS.

Saham dijual secara luas karena kasus virus corona melonjak di New York City dan di sekitar Amerika Serikat selama akhir pekan, menghancurkan harapan untuk musim liburan yang lebih normal. Pemimpin Inggris mengatakan dia akan mengambil lebih banyak langkah untuk memperlambat penyebaran Omicron jika diperlukan, setelah Belanda memulai penguncian keempat dan ketika negara-negara Eropa lainnya mempertimbangkan pembatasan.

“Saya pikir (pasar saham) turun karena ketakutan COVID dan bagaimana ketakutan itu dapat memperpanjang masalah rantai pasokan yang berkelanjutan dan bagaimana hal itu akan berdampak pada keuntungan untuk perusahaan,” ucap Chief Executive Officer Horizon Investment Services, Chuck Carlson.

Dalam pukulan lebih lanjut terhadap sentimen pasar, Senator AS Joe Manchin mengatakan pada hari Minggu bahwa dia tidak akan mendukung tagihan investasi domestik Biden senilai 1,75 triliun dolar AS, yang merupakan pukulan yang berpotensi fatal. Goldman Sachs memangkas perkiraan PDB kuartalan AS untuk 2022 setelah komentar Manchin.

Perkembangan itu terjadi ketika Federal Reserve memutuskan pekan lalu untuk mengakhiri stimulus era pandemi lebih cepat, dengan bank sentral memberi sinyal setidaknya tiga perempat poin kenaikan suku bunga pada akhir 2022.

PT Equity World | Bursa Saham Asia Lesu, Investor Cermati Perkembangan Omicron

PT Equity World | Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Senin pagi (20/12/2021). China mengumumkan suku bunga acuan pinjaman dan investor cermati perkembangan varian Omicron membayangi bursa saham Asia.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,66 persen, dan indeks Topix susut 0,78 persen. Indeks Korea Selatan Kospi merosot 0,63 persen. Di Australia, indeks S&P ASX tergelincir 0,35 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang susut 0,33 persen. Demikian dilansir dari CNBC, Senin pekan ini.

Bursa Asia Kompak Melemah pada Perdagangan Pagi Ini (20/12) | PT Equity World

China akan umumkan suku bunga pinjaman satu tahun pada Senin pagi. Sejumlah ekonom dan trader berharap ada pemangkasan suku bunga pinjaman. Investor juga akan mencermati perkembangan varian baru COVID-19, omicron. WHO mengingatkan kalau jumlah kasus dapat meningkat 1,5-3 hari seiring penyebaran di komunitas.

Di sisi lain, indeks dolar AS berada di posisi 96,64 dari posisi sebelumnya di bawah 96. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 113,52 per dolar AS.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street alami tekanan pada perdagangan Jumat, 17 Desember 2021. Wall street bergejolak seiring kekhawatiran kebijakan pengetatan moneter oleh the Federal Reserve (the Fed) di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 532,20 poin atau 1,5 persen ke posisi 35.365,44. Indeks S&P 500 tergelincir 1 persen ke posisi 4.620,64. Indeks Nasdaq susut kurang dari 0,1 persen ke posisi 15.169,68.

Indeks acuan utama melemah selama sepekan dengan indeks Nasdaq mencatat koreksi terbesar. Indeks Nasdaq turun hampir tiga persen, sedangkan indeks Dow Jones dan S&P 500 tergelincir 1,7 persen dan 1,9 persen.

Pada Jumat, 17 Desember 2021 bertepatan dengan berakhirnya opsi saham, opsi indeks, saham berjangka dan indeks berjangka. Ini peristiwa triwulanan yang dikenal sebagai “quadruple witching” yang biasa disertai dengan peningkatan volatilitas.

Sektor keuangan S&P 500 menjadi penghambat terbesar pada Jumat pekan ini dengan kerugian 2,3 persen setelah saham bank mengungguli pada sesi sebelumnya. Goldman Sachs melemah hampir 4 persen. Sementara itu, saham Bank of America dan JP Morgan turun lebih dari 2 persen.

Equity World | Emas Dunia Curi Panggung Kemenangan dari Dolar AS

Equity World | Harga emas dunia menguat tajam pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Logam mulia bangkit dari kerugian dua sesi sebelumnya didorong melemahnya dolar, setelah Federal Reserve AS memutuskan untuk mempercepat penarikan stimulus era pandemi dalam langkah yang diperkirakan secara luas.

Mengutip Antara, Jumat, 17 Desember 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange, melonjak USD33,7 atau 1,91 persen menjadi USD1.798,20 per ons. Emas di pasar spot juga menguat sekitar satu persen menjadi USD1.795,41 per ons.

Wall Street Nyungsep, Imbas Investor Lepas Saham Teknologi | Equity World

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya memperpanjang penurunan ke level terendah satu minggu, membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Pengumuman Federal Reserve tentang kebijakan moneter mengindikasikan bahwa Fed akan memangkas program pembelian asetnya sebesar USD30 miliar per bulan untuk mengakhiri pembelian obligasi pada Maret 2022, dan menaikkan suku bunga tiga kali pada 2022.

Pernyataan hawkish Federal Reserve itu sudah dalam ekspektasi pasar, memberikan pengaruh terbatas pada emas. “Pasar emas telah mencerna dampak dari percepatan tapering Fed,” kata Analis Standard Chartered Suki Cooper.

Kasus varian Omicron yang meningkat dengan cepat, juga berperan mendorong investor ke safe haven emas. “Pasar telah fokus pada pengurangan risiko dan data inflasi, tetapi kekhawatiran atas Omicron dan transmisibilitasnya yang berdampak pada mobilitas global dapat mulai mengumpulkan fokus yang lebih besar,” katanya.

Mendukung kasus suku bunga yang lebih tinggi, data menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS tetap pada level yang konsisten dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ketat.
Kemungkinan suku bunga AS lebih tinggi
Analis mengatakan emas naik meskipun ada kemungkinan suku bunga AS lebih tinggi, yang meningkatkan peluang kerugian memegang emas, karena prospek kenaikan suku bunga telah diperkirakan sebelum pengumuman Fed.

Bank-bank sentral utama lainnya juga berubah lebih hawkish minggu ini, dengan bank sentral Inggris (BoE) menjadi ekonomi G7 pertama yang menaikkan suku bunga setelah pandemi.

“Terlepas dari dolar yang lebih lemah, Ada beberapa elemen pendukung untuk emas, termasuk masalah geopolitik dan permintaan fisik yang terpendam,” kata analis StoneX, Rhona O’Connell.

Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 94 sen atau 4,36 persen menjadi USD22,485 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari naik USD34,7 atau 3,88 persen, menjadi USD928,9 per ons.

Design a site like this with WordPress.com
Get started