Equity World | Harga Emas Makin Mahal Usai Dolar AS Melemah

Equity World | Harga emas menguat pada perdagangan Rabu. Kenaikan harga emas didorong oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih berada dalam ekspektasi sehingga melemahkan dolar AS dan mendorong pembelian dari investor yang tampaknya telah memperhitungkan kemungkinan soal kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari CNBS, Kamis (13/1/2022), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen ke level USD 1.825,83 per ounce, memperpanjang kenaikan setelah mengalami lonjakan terbesar sejak pertengahan Desember pada perdagangan Selasa lalu.

Wall Street Menguat, Data Inflasi Mendukung Taruhan The Fed | Equity World

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,5 persen pada USD 1.827,3.

Nilai tukar dolar AS jatuh ke level terendah dua bulan setelah data inflasi AS mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam hampir empat dekade, membuat emas lebih menarik bagi investor luar negeri. Imbal hasil benchmark 10-tahun AS juga tergelincir.

Analis Standard Chartered Suki Cooper mengatakan harga emas telah bertahan sangat baik bahkan ketika pasar terus mencari kenaikan suku bunga The Fed pertama di bulan Maret.

“Secara historis, emas cenderung menaikkan harga lebih awal. Tindakan harga menunjukkan bahwa pasar telah memperhitungkan hambatan kenaikan suku bunga dan ruang lingkup untuk penguatan dolar AS jangka pendek,” kata dia.

Inflasi

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang melonjak, kenaikan suku bunga yang dihasilkan diterjemahkan ke dalam peningkatan biaya peluang memegang emas batangan tanpa bunga.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger mengatakan, tekanan inflasi bangunan kemungkinan akan membuat harga emas tetap dalam tren naik dalam beberapa minggu mendatang, mendorongnya di atas resistensi teknis di kiasaran USD 1.830.

Pembatasan kenaikan harga emas menjadi keuntungan bagi Wall Street karena angka inflasi meredakan beberapa kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan.

“Emas sepertinya berada di tempat yang baik karena imbal hasil Treasury tidak akan reli lebih tinggi sampai pasar keuangan memiliki kepastian limpasan neraca dan itu tidak akan terjadi sampai setidaknya beberapa pertemuan Fed lagi,” ungkap Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Sementara itu, harga silver naik 1,7 persen menjadi USD 23,16 per ounce, platinum naik 0,9 persen ke level USD 979,39. Sementara paladium turun 0,5 persen menjadi USD 1.911,09.

Equity World | Wall Street Melesat Tersengat Saham Teknologi

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Selasa, 11 Januari 2022. Indeks Nasdaq memimpin penguatan di wall street.

Pada penutupan perdagangan, indeks Nasdaq menguat 1,41 persen menjadi 15.153,45. Indeks Nasdaq reli pada perdagangan Selasa sore dari sesi sebelumnya melemah dalam empat hari. Indeks S&P 500 bertambah 0,92 persen menjadi 4.713,07. Sedangkan indeks Dow Jones naik 0,51 persen ke posisi 36.252,02.

Investor Respons Positif Komentar The Fed Angkat Bursa Asia | Equity World

Wall street bergejolak pada awal 2022 seiring kenaikan suku bunga telah menekan bursa saham. Namun, sentimen suku bunga mereda seiring imbal hasil treasury AS bertenor 10 tahun turun di bawah 1,75 persen.

“Lebih dari segalanya, ini hanya penangguhan dari sejumlah aksi jual yang ekstrem selama beberapa minggu terakhir, benar-benar sejak awal tahun,” ujar Chief Investment Officer Bryn Mawr Trust Wealth Management, Jeff Mills, dilansir dari CNBC, Rabu (12/1/2022).

Ia menambahkan, pihaknya menilai terlalu dini untuk saham teknologi sudah mencapai posisi bawah.

Saham teknologi kapitalisasi besar membantu mendukung penguatan bursa saham. Saham Amazon naik 2,4 persen. Saham Apple dan Nvidia masing-masing naik 1,7 persen dan 1,5 persen.

Saham Illumina melonjak 17 persen setelah perseroan keluarkan prospek pendapatan 2022 yang melampaui konsensus.

Di sisi lain saham Exxon Mobil naik lebih dari 4 persen karena harga minyak AS mencapai USD 80 per barel. Saham Peloton melompat 6,4 persen.

Sentimen The Fed
Ketua the Fed Jerome Powell bersaksi di depan komite Senat pada Selasa waktu setempat. Ia berharap rantai pasokan yang yang dinormalisasi untuk membantu mengurangi tekanan inflasi pada 2022. Akan tetapi, the Fed tidak akan takut untuk menaikkan suku bunga lebih jauh dari yang diproyeksikan jika inflasi tetap tinggi.

“Jika kami harus menaikkan suku bunga lebih dari waktu ke waktu, kami akan melakukannya. Kami akan menggunakan alat kami untuk mengembalikan inflasi,” ujar Powell.

Namun, saham dan obligasi bergerak menguat selama pidato Powell. Hal ini lantaran Powell tidak mengumumkan perubahan kebijakan yang dipercepat dari apa yang telah diisyaratkan oleh bank sentral.

“Powell mencatat pengurangan neraca akan terjadi pada 2022, dan ini jalan panjang untuk kembali normal,” ujar Ian Lyngen dari BMO kepada klien.

Ia menuturkan, komentar Powell konsisten dengan langkah menaikkan suku bunga dengan asumsi tidak ada pembalikan dramatis dalam laju kenaikan harga konsumen.

Katalis Pekan Ini
Pergerakan wall street pada perdagangan Selasa mengikuti reli tajam pada awal pekan. Hal itu membuat indeks Nasdaq hapus penurunan 2,7 persen. Indeks Nasdaq susut 3,1 persen sejak awal 2022 dan lebih dari lima persen dari rekor penutupan tertinggi pada November 2021.

Investor akan mendapatkan pandangan terbaru tentang keadaan ekonomi pada akhir pekan ini dengan data inflasi yang akan dirilis pada Rabu. Selain itu, rilis kinerja keuangan bank besar pada Jumat pekan ini.

Equity World | Mulai Dilirik, Simak Potensi dan Keuntungan Emas Digital

Equity World | Produk emas digital makin dilirik seiring dengan kian banyaknya pedagang emas digital itu sendiri. Emas digital hadir menawarkan berbagai fitur unggulan yang sebelumnya tak dimiliki oleh emas fisik. Namun, selain kelebihan, risiko tetap membayangi produk emas digital itu sendiri.

Presiden Komisioner HFX Internasional Sutopo Widodo menjelaskan, pada prinsipnya emas digital sama saja dengan emas fisik. Yang membedakannya adalah cara transaksi dan sistem penyimpanannya. Jika membeli emas fisik, maka kita akan mendapat emas tersebut sesuai dengan gramasi yang dibeli.

Harga Emas: Naik adalah Jalan Ninjaku! | Equity World

“Sementara untuk emas digital, ketika seseorang membeli emas, perusahaan pengelola platform akan menyimpan emasnya di fasilitas brankas perusahaan. Sementara pembeli hanya mendapat faktur pembelian dan bukti kepemilikan,” kata Sutopo kepada Kontan.co.id, Senin (10/1).

Dengan demikian, pemilik emas digital tak perlu was-was takut kehilangan karena ada jaminan dan lisensi dari pemerintah. Namun, di satu sisi, Sutopo menyebut hal ini juga menjadi risiko karena sebagai pembeli, kita belum tentu bisa memastikan keberadaan fisik asli emas tersebut.

Namun, pemerintah kini sudah mengharuskan para pedagang emas digital untuk bergabung ke pasar fisik emas digital yang disediakan oleh bursa berjangka. Melalui pasar ini, nantinya para pedagang emas digital akan diverifikasi kepemilikan emas fisiknya sesuai dengan emas digital yang dipasarkan. Alhasil, tidak akan ada lagi kejadian membeli emas digital, namun tidak ada emas fisiknya.

Sementara perencana keuangan Financia Consulting Eko Endarto mengatakan membeli emas digital memberikan beberapa keuntungan selama emas dalam bentuk fisiknya memang tersedia dan disimpan. Masyarakat bisa melakukan pembelian dengan gramasi yang kecil dan dikumpulkan hingga akhirnya nanti bisa dicetak dengan gramasi tertentu.

Oleh karena itu, Eko mengingatkan kepada masyarakat untuk memilih pedagang emas digital yang memang sudah terpercaya guna memastikan keamanan transaksi. Salah satunya adalah dengan memastikan pedagang emas digital tersebut mengantongi izin resmi dari regulator, dalam hal ini adalah Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti).

“Jangan lupa riset pedagangnya, sudah berapa lama melakukan penjualan, lalu testimoni dari para pembeli sebelumnya, emasnya produk dari perusahaan tambang mana, dan yang paling penting memang memiliki emas fisiknya untuk dicetak,” imbuh Eko.

Sebagai instrumen investasi, emas digital menghadirkan peluang yang menarik. Pasalnya, berdasarkan penelusuran Kontan.co.id, selisih harga beli dan buybacknya cukup kompetitif, dalam artian tidak terlalu jauh.

Sebagai contoh, emas fisik keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) saat ini dihargai dengan harga Rp 933.000 per gram dengan harga buyback Rp 828.000 per gram. Coba bandingkan dengan emas digital milik salah satu pedagang, yang harganya saat ini Rp 858.264 per gram. Sementara untuk harga buyback-nya sebesar Rp 843.244 per gram.

Para pedagang emas digital juga menawarkan fitur cetak emas digital menjadi emas fisik dengan gramasi tertentu. Nantinya, para pembeli tinggal mengikuti petunjuk di masing-masing platform untuk melakukan pencetakan dan akan dikenakan biaya cetak. Adapun, besaran harganya tergantung masing-masing pedagang.

Sementara untuk melakukan transaksi emas digital, umumnya calon pembeli hanya perlu memilih pedagang terlebih dahulu. Lalu membuat akun, kemudian transaksi jual-beli bisa dilakukan melalui website ataupun aplikasi masing-masing pedagang emas digital.

Equity World | Bursa Saham Asia Merosot, Investor Cermati Perkembangan Kasus COVID-19

Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik merosot pada perdagangan Senin pagi (10/1/2022) imbas investor cermati keberlanjutan kasus COVID-19 serta kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Di Korea Selatan, indeks Kospi menyusut 1,18 persen dan Kosdaq turun setidaknya 1,7 persen. Indeks acuan di Australia, indeks ASX 200 koreksi 0,1 persen setelah melemah.

Wall Street Merosot, Waspadai Investasi 2022, Termasuk Kripto | Equity World

Indeks sektor saham keuangan tergelincir turun 0,08 persen. Indeks material dan energi di negeri kangguru ini menguat dengan kenaikan masing-masing 1,25 persen dan 1,29 persen.

Hal serupa dialami sektor saham penambang utama. Saham Rio Tinto melonjak 1,86 persen, Fortescue meroket 2,75 perse dan BHP bergerak positif sebesar 1,89 persen. Bursa saham Jepang masih tutup untuk hari libur umum.

Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 10 tahunan naik setidaknya 1,8 persen pada Jumat, 7 Januari 2022.

Pergerakan positif ini terjadi usai rilis dari nonfarm payrolls pada Desember yang berisi laporan yang terdapat penambahan sekitar 199.000 pekerjaan di akhir tahun itu. Jumlah tersebut jauh di bawah ekspetasi pasar yang mana memproyeksikan penambahan lowongan kerja sebanyak 422.000.

Pekan lalu, laporan dari pertemuan the Federal Reserve AS (The Fed) pada Desember menunjukkan para eksekutf siap secara proaktif memaggil kebalo dukungan kebijakan.

Langkah ini mengindikasikan bank sentral berencana untuk mengecilkan neraca lain di samping menaikkan suku bunga.

Sentimen di Pasar
Kasus COVID-19 kian meningkat signifikan di seluruh dunia khususnya varian omicorn yang memiliki kemampuan penularan tinggi. AS, Inggris dan Australia melaporkan rekor jumlah kasus dalam beberapa minggu terakhir ini.

“Studi awal menunjukkan meskipun Omicron jauh lebih menular daripada Delta, untungnya potensi menyebabkan rawat inap kecil. Apalagi jika orang tersebut sudah divaksinasi dan mempunyai imun yang baik maka semakin mengurangi risiko rawat inap,” kata Analis ANZ Research dalam catatan pagi, dikutip dari laman CNBC, Senin (10/1/2021).

Sayangnya sisi positif itu masih menyisakan dampak negatif berupa kekurangan pasokan yang terus berkembang biak. Jelas perjalanan rollercoaster inflasi belum berakhir.

Indeks dolar AS naik 0,09 persen ke posisi 95,80. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 115,62. Harga minyak pada jam perdagangan di Asia cenderung turun. Harga minyak Amerika Serikat melemah 0,44 persen menjadi USD 78,55 per barel.

“Ketegangan geopolitik kemungkinan berdampak pada pasar komoditas pekan ini. Pasar gas berada di ujung tanduk karena ketegangan tetap tinggi di Ukraina. Sementara kerusuhan di Kazakhstan mengancam pasokan logam utama,” tulis Analis ANZ Research.

PT Equityworld | Ngeri! Crash Terbesar, Wall Street Diramal Ambrol Hingga 90%

PT Equityworld | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau yang biasa disebut Wall Street merosot dalam dua hari terakhir pasca rilis notula rapat kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed). Tetapi bukan itu kabar buruknya, di tahun ini Wall Street diprediksi akan mengalami crash, bahkan hingga 90%.

Jika prediksi tersebut jitu, maka bursa saham global juga bisa terseret termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Maklum saja, Wall Street merupakan kiblat bursa saham dunia, saat jeblok pada perdagangan Rabu (5/1), bursa Asia dan Eropa ikut rontok sehari setelahnya.

Jumat Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Rebound | PT Equityworld

Prediksi tersebut diberikan oleh Harry Dent, seorang ekonom dan juga penulis buku best seller “Zero Hour: Turn the Greatest Political and Financial Upheaval in Modern History to Your Advantage”

Berbicara dengan Kitco, Dent mengatakan pasar finansial akan menghadapi kemerosotan terbesar dalam sejarah di tahun ini. Aset berisiko seperti saham diramal akan mengalami beberapa gelombang aksi jual. Gelombang pertama akan menyebabkan indeks S&P 500 merosot hingga 40%, dan keseluruhan fase bearish akan membuat S&P jeblok hingga 90%.

“Ini akan menjadi crash terbesar dalam hidup anda, dan ini kemungkinan terjadi di 2022. Secara keseluruhan kemerosotan bisa mencapai 80% hingga 90%,” kata Dent, sebagaimana dilansir Kitco, Kamis (6/1).

Pendiri HS Dent Publishing ini mengatakan saat ini sudah terjadi “bubble terbesar dalam sejarah” akibat stimulus moneter yang diberikan bank sentral AS (The Fed).

Seperti disebutkan sebelumnya jebloknya Wall Street dalam dua hari terakhir dipicu rilis notula The Fed yang menunjukkan normalisasi kebijakan moneter kemungkinan dilakukan lebih cepat. Tidak hanya agresif menaikkan suku bunga, beberapa anggota The Fed juga melihat nilai neraca (balance sheet) juga bisa dikurangi.

“Peserta rapat kebijakan moneter secara umum mencatat bahwa, melihat outlook individual terhadap perekonomian, pasar tenaga kerja dan inflasi, mungkin diperlukan kenaikan suku bunga lebih awal atau dengan laju yang lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Beberapa peserta juga mencatat akan tepat jika segera mulai mengurangi nilai neraca setelah suku bunga dinaikkan,” tulis notula The Fed yang dikutip Reuters, Kamis (6/1).

Dengan adanya kemungkinan The Fed mengurangi neracanya, dengan menjual obligasinya, maka likuiditas di perekonomian akan kembali terserap, dan diharapkan mampu meredam tingginya inflasi.

Tetapi efek sampingnya, likuiditas diserap lebih cepat dan berisiko menjadi ketat, yang tidak menguntungkan bagi pasar saham.

Meski memprediksi crash terbesar sepanjang sejarah yang bisa terjadi, Dent menyebut hal tersebut akan diikuti oleh peluang beli terbaik sepanjang hidup.

“Kita akan memiliki peluang beli terbaik sepanjang hidup pada akhir 2023 atau setelahnya,” kata Dent.

PT Equityworld | Emas Dunia Curi Panggung Kemenangan dari Dolar AS

PT Equityworld | Harga emas berjangka memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan dapat terjadi ketika indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) sebagian besar diperdagangkan lebih rendah dan dolar AS melemah.

Mengutip Antara, Kamis, 6 Januari 2022, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD10,5 atau 0,58 persen menjadi USD1.825,10 per ons. Sehari sebelumnya, emas berjangka menguat USD14,5 atau 0,81 persen menjadi USD1.814,60 per ons, setelah anjlok USD28,5 menjadi USD1.800,10 per ons.

Obligasi AS Naik Lagi, Kilau Emas Langsung Redup | PT Equityworld

“Investor tampaknya tertarik pada emas karena kasus varian Omicron yang meningkat mempercepat pelarian ke tempat yang aman,” kata Manajer dan Analisis Pasar FXTM Lukman Otunuga.

Bagaimana emas mengakhiri minggu perdagangan pertama di 2022 akan dipengaruhi tidak hanya oleh risalah pertemuan FOMC hari ini, tetapi juga data pekerjaan utama AS pada Jumat waktu setempat. “Jika laporan ini memperkuat ekspektasi atas Federal Reserve menaikkan suku bunga tiga kali tahun, ini bisa mengirim emas dengan imbal hasil nol lebih rendah,” ucapnya.

Tak lama setelah pasar ditutup, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) merilis risalah pertemuannya pada Desember. Risalah menunjukkan bahwa pejabat Federal Reserve umumnya berpikir kenaikan suku bunga bisa datang lebih cepat dan pada laju yang lebih cepat dari yang mereka duga sebelumnya.

Menurut risalah dari pertemuan kebijakan Fed 14-15 Desember, pejabat Fed mengatakan bulan lalu bahwa pasar tenaga kerja AS sangat ketat dan mungkin tidak hanya perlu menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan, tetapi juga mengurangi kepemilikan aset dengan cepat.

Emas berjangka jatuh dalam perdagangan elektronik setelah risalah Fed, ketika indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS memangkas kembali kerugian mereka.

“Pasar emas telah melihat kemunduran dari tertinggi baru-baru ini dalam menanggapi risalah Fed. Pasar sudah terbebani oleh ekspektasi Fed yang lebih hawkish,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.

“Kenaikan imbal hasil obligasi jelas membebani pasar emas. Namun, dukungan yang mendasari premis di pasar ini adalah tekanan inflasi yang sedang berlangsung dan kekhawatiran virus membawa sedikit elemen permintaan safe haven,” tambahnya.

Investor juga menunggu laporan pekerjaan bulanan AS yang akan keluar pada Jumat waktu setempat, yang dapat membantu memandu arah harga emas. Data ekonomi yang dirilis beragam. Laporan ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) yang dirilis menunjukkan bahwa pengusaha menambahkan 807 ribu pekerjaan pada Desember, menggandakan ekspektasi pasar.

Indeks Manajer Pembelian Jasa-jasa AS terakhir yang disusun oleh IHS Markit turun menjadi 57,6 pada Desember dari 58,0 pada November.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 11,4 sen atau 0,49 persen menjadi USD23,17 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April naik USD30,7 atau 3,16 persen menjadi USD1.001,9 per ons.

PT Equityworld | Saham Asia Pasifik Turun Jelang Terbitnya Risalah Rapat Terbaru Fed

PT Equityworld | Saham-saham di Asia Pasifik turun pada Rabu (05/01) pagi, dengan investor menunggu risalah pertemuan terbaru Federal Reserve AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah kenaikan suku bunga bank sentral.

Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,05% di 29.315,50 pukul 09.26 WIB sementara KOSPI Korea Selatan jatuh 1,32% di 2.949,64.

Wall Street Bervariasi, Nasdaq dan S&P 500 Anjlok | PT Equityworld

Di Australia, ASX 200 turun 0,28% di 7.568,80 dan Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,07% ke 23.041,00.

Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,31% di 6.716,02 pukul 09.45 WIB.

Shanghai Composite China melemah 0,68% ke 3.607,59 pukul 09.34 WIB dan Shenzhen Component turun 1,14% di 14.623,06, setelah debut Tahun Baru terburuk sejak 2019 pada hari Selasa. Indeks perusahaan China yang diperdagangkan di New York juga mencatatkan penurunan terbesar lebih dari dua minggu.

Treasuries AS stabil setelah imbal hasil naik untuk hari kedua hingga sesi penutupan sebelumnya di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya tiga kali mulai Mei 2022. Imbal hasil tenor jangka panjang naik karena penurunan obligasi korporasi baru setelah jeda akhir tahun.

Investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan Fed pada bulan Desember, yang akan dirilis di kemudian hari, dan laporan pekerjaan AS, yang akan dirilis pada hari Jumat, untuk mencari petunjuk tentang potensi laju kenaikan suku bunga Fed. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan ia mendukung dua kenaikan suku bunga pada tahun 2022 untuk mengendalikan inflasi yang tinggi.

“Sebelumnya kami mengira bahwa kenaikan suku bunga tidak akan dibahas sampai pertengahan 2022 tetapi The Fed tampaknya telah mencapai konsensus untuk mengurangi aset lebih cepat dan menaikkannya lebih cepat daripada nanti,” Kepala Riset Global Standard Chartered (OTC:SCBFF)) G-10 FX Steve Englander mengatakan dalam catatan.

“Tetapi kami tidak berpikir dinamika inflasi akan mendukung kenaikan yang berkelanjutan. Kami menduga pendorong terbesar pasar aset adalah kala inflasi dan ketakutan COVID-19 mulai surut,” tambah catatan itu.

Komentar dari lebih banyak pejabat Fed akan disampaikan sepanjang minggu ini, dengan Presiden Fed St. Louis James Bullard berbicara dalam sebuah acara pada hari Kamis dan Presiden Fed San Francisco Mary Daly berbicara di panel terpisah sehari kemudian.

Investor juga mencerna data AS pada hari Selasa, yang menunjukkan bahwa indeks manajer pembelian manufaktur Institute of Supply Management lebih rendah dari perkiraan 58,7 pada bulan Desember. Survei lowongan pekekerjaan JOLTs juga menunjukkan 10,562 juta lowongan di bulan November.

Sementara itu, Korea Utara dilaporkan meluncurkan rudal balistik pertamanya dalam waktu sekitar dua bulan, beberapa hari setelah pemimpin negara itu Kim Jong Eun mengatakan bahwa kembali ke perundingan nuklir dengan AS adalah prioritas yang tidak penting pada tahun 2022.

PT Equityworld | Wall Street Cerah, Bursa Asia Bergairah

PT Equityworld | Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Selasa (4/1/2022), menyusul penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin kemarin waktu setempat, didorong oleh kenaikan saham teknologi.

Indeks Nikkei Jepang dibuka melesat 1,03%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,4%, Shanghai Composite China naik tipis 0,08%, Straits Times Singapura terapresiasi 0,67%, dan KOSPI Korea Selatan bertambah 0,2%.

Bursa Saham Asia Kompak Menguat Tersengat Wall Street | PT Equityworld

Di China, data aktivitas manufaktur yang tergambarkan pada Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager’s Index/PMI) versi Caixin/Markit akan dirilis pada hari ini pukul 09:45 waktu setempat atau pukul 08:45 WIB.

Sementara itu, PMI manufaktur China versi NBS telah dirilis pada Jumat pekan lalu, yang menunjukkan ekspansi tipis ke angka 50,3 pada Desember tahun lalu, dari sebelumnya pada November 2021 di angka 50,1.

Selain China, data PMI manufaktur Jepang telah dirilis pada hari ini, di mana Jibun Bank/Markit melaporkan PMI manufaktur Negeri Sakura turun ke angka 54,3 pada Desember 2021, dari sebelumnya pada November 2021 di angka 54,5.

Meskipun turun sedikit, tapi PMI manufaktur Jepang periode Desember 2021 masih berada di zona ekspansi.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi.

Di lain sisi, investor di Asia akan memantau kembali perkembangan seputar krisis likuiditas dari perusahaan pengembang properti terbesar kedua di China, yakni Evergrande.

Kabar terbaru datang di mana Pemerintah Kota Danzhou di Provinsi Hainan memerintahkan Evergrande untuk meruntuhkan 39 bangunan yang sedang dalam pekerjaan. Bangunan-bangunan itu adalah bagian dari proyek Ocean Flower Island.

Menurut media setempat, seperti dikutip dari Reuters, total luas bangunan yang harus rata dengan tanah dalam 10 hari ke depan mencapai 435.000 meter persegi. Penyebabnya disebut-sebut adalah konstruksi ilegal (tanpa izin) dan pelanggaran dari aspek lingkungan hidup.

“Kini pasar menanti proses penjualan aset untuk membayar utang-utang Evergrande, tetapi ini tentu butuh waktu. Kegagalan proyek di Hainan tentu akan semakin melukai kepercayaan konsumen dan investor terhadap perusahaan,” kata Conita Hung, Investment Strategy Director di Tiger Faith Asset Management, seperti dikutip dari Reuters.

Krisis likuiditas berupa gagal bayar utang (default) membayangi perusahaan properti terbesar kedua di Negeri Panda tersebut, di mana sentimen ini sudah terjadi dari Agustus 2021.

Evergrande memiliki kewajiban lebih dari US$ 300 miliar, termasuk hampir US$ 20 miliar obligasi valas. Sepertinya obligasi valas itu bakal default karena pada Desember 2021, investor gagal menerima pembayaran kupon.

Meskipun ada kabar kurang baik di China, tetapi pelaku pasar di Asia cenderung lebih optimis dan pergerakan bursa Asia pada hari ini cenderung mengikuti pergerakan bursa saham AS, Wall Street pada Senin kemarin waktu AS, di mana ketiga indeks utama sukses ditutup positif pada perdagangan perdana di tahun 2022.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 0,68% ke level 36.585,059, S&P 500 terapresiasi 0,64% ke 4.796,56, dan Nasdaq Composite yang kaya akan saham-saham teknologi melesat 1,2% ke posisi 15.832,80.

Saham-saham teknologi jadi bintang di perdagangan perdana Wall Street pada 2022. Harga saham Apple melesat 2,5% dan menjadi emiten pertama dengan kapitalisasi pasar di atas US$ 3 triliun.

Namun yang paling fenomenal adalah Tesla. Harga saham emiten besutan Elon ‘Tony Stark’ Musk itu meroket hingga 12,4%.

Penyebabnya adalah kinerja perusahaan yang melampaui ekspektasi. Pada kuartal IV-2021, produksi mobil Tesla tercatat 308.600 unit, lebih banyak ketimbang perkiraan pasar yakni 263.026 unit. Selain itu, produksi tersebut melonjak sekitar 70% dibandingkan dengan kuartal IV-2020.

PT Equityworld | Selamat Tahun Baru! Beli Emas Lagi Yuk, Harga Mau Naik Nih…

PT Equityworld | Harga emas dunia cenderung stagnan pada perdagangan pagi hari ini. Ke depan, seperti apakah prospek harga sang logam muila?

Pada Senin (3/1/2022) pukul 06:55 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.828,28/troy ons. Turun tipis hampir flat 0,01% dibandingkan akhir pekan lalu.

Harga Emas Stagnan | PT Equityworld

Koreksi ini tidak membuat tren kenaikan harga emas putus. Dalam sepekan terakhir, harga aset ini masih naik 1,12%. Selama sebulan ke belakang, harga naik 2,57%.

Memasuki 2022, apakah prospek harga emas masih akan cerah?

Sepertinya demikian. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas akan bergerak ke kisaran US$ 1.828-1.839/troy ons karena titik resistance US$ 1.817/troy ons telah tertembus.

“Uptrend dari titik US$ 1.753/troy ons sudah terbentuk. Harga emas sedang dalam tren naik menuju target US$ 1.828-1.830/troy ons,” sebut Wang dalam risetnya.

Sementara titik support, lanjut Wang, ada di US$ 1.809/troy ons. Penembusan ke bawah ini akan membawa harga emas jatuh ke rentang US$ 1.785-1.797/troy ons.

Equityworld Futures | Akhir Perdagangan 2021, 3 Indeks Utama Wall Street Meroket di Atas 20%

Equityworld Futures | Bursa saham AS, Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis. Padahal pada awal sesi perdagangan, pasar saham berada di rekor tertinggi karena data ekonomi Amerika Serikat (AS), termasuk klaim mingguan untuk tunjangan pengangguran yang turun.

Mengutip Reuters, Jumat (31/12/2021), Dow Jones Industrial Average turun 90,55 poin atau 0,25% menjadi 36.398,08. S&P 500 kehilangan 14,33 poin atau 0,30% menjadi 4.778,73 dan Nasdaq Composite turun 24,65 poin atau 0,16%, menjadi 15.741,56.

Wall Street Ditutup Koreksi, Volume Perdagangan Tipis Jelang Tutup Tahun | Equityworld Futures

Dengan satu hari perdagangan tersisa, S&P 500 mengakhiri tahun lebih dari 27% lebih tinggi. Nasdaq naik sekitar 23% dan kenaikan tahunan Dow hanya sedikit 20%. Masing-masing indeks utama Wall Street bersiap untuk lonjakan tiga tahun tertajam sejak 1997- 1999.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim pengangguran turun ke 198.000. Padahal Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan aplikasi mingguan akan naik menjadi 208.000.

Dalam data kuat AS lainnya, indeks manajer pembelian (PMI) Chicago menghasilkan 63,1, peningkatan bulanan 1,3 poin dan 1,1 poin di atas konsensus. Angka PMI di atas 50 menandakan aktivitas yang diperluas selama bulan sebelumnya.

Ekuitas telah reli baru-baru ini di beberapa volume perdagangan tertipis yang pernah dilihat bursa saham AS karena liburan. Investor didorong oleh semakin banyak bukti bahwa varian Omicron menyebabkan infeksi COVID-19 yang tidak terlalu parah daripada strain Delta.

Pasar saham berada dalam “Reli Santa Claus” musiman yang kuat yang biasanya terjadi dalam lima hari perdagangan terakhir tahun ini dan dua hari pertama tahun baru.

Di antara saham individu, Biogen Inc tergelincir 7,09%, mengembalikan keuntungan dari sesi sebelumnya karena Samsung BioLogics membantah laporan media yang mengatakan perusahaan Korea Selatan itu sedang dalam pembicaraan untuk membeli pembuat obat AS.

Saham Walt Disney Co mengalami kerugian lebih dari 20% tahun ini sementara indeks saham Dow Jones secara keseluruhan berada di jalur untuk kenaikan 19% untuk tahun ini.

Design a site like this with WordPress.com
Get started