PT Equityworld | Bursa Saham Asia Bervariasi Jelang Libur Imlek

PT Equityworld | Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Senin pagi (31/1/2022). Jelang libur Imlek, bursa saham China dan Korea Selatan sudah libur.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,39 persen, sementara itu, indeks Topix menguat 0,39 persen. Di Australia, indeks ASX 200 melemah. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,09 persen. Demikian dikutip dari CNBC, Senin pekan ini.

Minggu Terburuk Emas Karena Spekulasi Kenaikan Suku Bunga | PT Equityworld

Di bursa Hong Kong dan Singapura juga akan tutup lebih awal pada perdagangan Senin pekan ini jelang libur Imlek. Data resmi yang dirilis Minggu ini menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik China melambat pada Januari.

Indeks manajer pembelian manufaktur berada di psosii 50,1 pada Januari, tepat di atas level 50 yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi. Namun, rilis indeks tersebut lebih rendah dibandingkan Desember 50,3.

Sementara itu, survei swasta yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan aktivitas manufaktur China mengalami kontraksi pada Januari. PMI Manufaktur Caixin/markit berada di 49,1 pada Januari.

Pasar global telah melihat perdagangan yang bergejolak dalam beberapa hari terakhir setelah the Federal Reserve pada Rabu mengindikasikan akan segera menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.

Indeks dolar AS berada di posisi 97,20 setelah lonjakan di bawah level 97. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 115,39 per dolar AS.

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Pasca-the Fed Umumkan Berakhirnya Era Kebijakan Longgar

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,5% dan kembali ke level psikologisnya di 6.600 pada perdagangan Rabu kemarin (26/1/2022).

Untuk hari ini, pelaku pasar perlu mencermati beberapa sentimen. Pertama tentu dari Wall Street, harga saham di Bursa New York kembali ambles setelah sempat dibuka semringah Dow dan S&P 500 berakhir terkoreksi dan hanya Nasdaq yang hijau tipis.

Bursa Asia Bervariasi Pada Perdagangan Kamis (27/1) Pagi | Equityworld Futures

Koreksi yang terjadi menyusul berbagai pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang mengatakan bahwa risiko kenaikan inflasi masih tinggi, sehingga bank sentral AS harus lebih gesit.

Meskipun Powell tidak menyampaikan berapa kali suku bunga acuan akan dinaikkan tetapi sinyal kenaikan pertama akan dilakukan di bulan Maret nanti semakin jelas.

Di saat bersamaan tapering off juga dijadwalkan berakhir pada kuartal I ini. Selain membahas tentang kenaikan suku bunga acuan, dalam konferensi persnya Jerome Powell juga mensinyalkan bahwa The Fed akan mulai mengurangi ukuran balance sheet-nya.

Sekali lagi Powell tidak mengatakan kapan waktu dan seberapa besar serta seberapa cepat waktunya. Namun yang pasti hal tersebut akan dilakukan setelah The Fed melakukan pengetatan moneter yaitu dengan menaikkan suku bunga acuan.

Amblesnya Wall Street serta kenaikan yield obligasi pemerintah AS kembali menjadi sentimen negatif untuk pasar keuangan Asia terutama bursa saham yang ditutup semringah kemarin.

Sekali lagi Powell tidak mengatakan kapan waktu dan seberapa besar serta seberapa cepat waktunya. Namun yang pasti hal tersebut akan dilakukan setelah The Fed melakukan pengetatan moneter yaitu dengan menaikkan suku bunga acuan.

Amblesnya Wall Street serta kenaikan yield obligasi pemerintah AS kembali menjadi sentimen negatif untuk pasar keuangan Asia terutama bursa saham yang ditutup semringah kemarin.

Equityworld Futures | Rusia-Ukraina Memanas, Harga Emas Sentuh Level Tertingginya

Equityworld Futures | Harga emas meroket dengan mencapai level tertinggi lebih dari dua bulan pada perdagangan hari Selasa. Kenaikan ini dipicu ketegangan yang kian memanas antara Rusia dan Ukraina.

Mengutip CNBC, Rabu (26/1/2022) harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD1.852,03 per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,6 persen menjadi USD1.852,50 per ounce.

Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | Equityworld Futures

Rusia mengatakan prihatin setelah Amerika Serikat menempatkan 8.500 tentara dalam keadaan siaga untuk siap dikerahkan jika terjadi eskalasi, sementara Inggris mendesak sekutu Eropanya guna menyiapkan sanksi jika Rusia menginvasi Ukraina.

“Kondisi ini membuat para investor memburu emas sebagai pelarian ke perdagangan yang aman,” kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Selain itu kata dia investor juga menunggu isyarat tentang seberapa agresif The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya.

The Fed diperkirakan menunjukkan rencananya untuk menaikkan suku bunga pada Maret dan menawarkan wawasan tentang seberapa hawkish yang akan terjadi.

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, kenaikan suku bunga akan mendongkrak opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu harga logam mulia lainnya perak di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD23,92 per ounce, platinum naik 0,1 persen menjadi USD1.028,00 per ounce sementara paladium meroket 2,3 persen menjadi USD2.198,37 per ounce.

Equityworld Futures | Investor Berburu Saham Terdiskon di Akhir Sesi, Wall Street Merekah

Equityworld Futures | Wall Street bangkit kembali dari aksi jual tajam di akhir sesi menjadi ditutup lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Investor masuk kembali ke pasar memburu saham-saham yang sudah murah dan mendorong indeks bergeser ke wilayah positif di saat bel penutupan.

Mengutip Antara, Selasa, 25 Januari 2022, indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 99,13 poin atau 0,29 persen menjadi 34.364,50. Indeks S&P 500 bertambah 12,19 poin atau 0,28 persen menjadi 4.410,13. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 86,21 poin atau 0,63 persen menjadi 13.855,13.

Mendaki Gunung Lewati Lembah, Emas Bakal Bergairah! | Equityworld Futures

Semua 11 sektor utama S&P 500 menghabiskan sebagian besar hari perdagangan jauh di wilayah merah, tetapi pada penutupan pasar semua kecuali tiga sektor berada di zona hijau. Sektor consumer discretionary menikmati persentase keuntungan terbesar.

Indeks S&P 500 sebelumnya hampir mengkonfirmasi koreksi dengan muncul di jalur untuk ditutup turun lebih dari 10 persen dari tertinggi sepanjang masa terakhir yang dicapai pada 3 Januari, karena investor fokus pada kekhawatiran tentang Federal Reserve yang semakin hawkish dan ketegangan geopolitik.

Indeks S&P 500 pulih 4,3 poin persentase dari sesi terendah ke level penutupannya, ayunan terbesar sejak 26 Maret 2020, ketika Wall Street bangkit kembali dari kemerosotan global yang disebabkan oleh pandemi virus korona.

Pada awal perdagangan, indeks utama semuanya diperdagangkan lebih dari 2,0 persen lebih rendah. Indeks S&P 500 tampaknya berada di jalur untuk mengkonfirmasi koreksi, dan indeks Russell 2000 tampak seolah-olah akan mengkonfirmasi indeks berada di pasar bearish.

Putaran balik sesi akhir

Putaran balik sesi akhir yang tiba-tiba ini terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020, ketika penutupan untuk menahan pandemi mengirim ekonomi berputar ke dalam resesi paling curam dan paling mendadak dalam catatan.

“Wilayah koreksi sering menjadi sweet spot psikologis bagi investor. Mereka melihat koreksi, dan mereka melihat bahwa itu adalah bagian yang sehat dari pasar,” kata Kepala Eksekutif Longbow Asset Management Jake Dollarhide, di Tulsa, Oklahoma.

“Ketika semuanya mulai dijual, itu mendapat perhatian banyak orang, jadi saya pikir kami memiliki apa yang saya sebut kapitulasi intraday, mengeluarkan sebagian dari uang murah ini dari pasar,” tambah Dollarhide.

Federal Reserve AS akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Selasa waktu setempat, dan pelaku pasar akan menguraikan pernyataan penutupnya dan sesi tanya jawab berikutnya Ketua Jerome Powell untuk petunjuk tentang garis waktu bank sentral untuk menaikkan suku bunga utama guna memerangi inflasi.

“Saya pikir investor terlalu mengasumsikan sikap The Fed yang sangat hawkish,” pungkas Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall, di New York.

PT Equity World | Bursa Asia Kompak Melemah di Pagi Ini (21/1), Koreksi Wall Street Jadi Faktor Utama

PT Equity World | Bursa Asia bergerak melemah pada awal perdagangan hari ini. Jumat (21/1) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 terlihat anjlok 1,69% ke 27.303,21. Indeks Hang Seng pun koreksi 0,22% ke 24.897,59.

Indeks Taiex turun 0,92% ke 18.050,6. Sedangkan indeks Kospi melemah 1,36% ke 2.823,74. Dan indeks ASX 200 koreksi 1,62% ke 7.223,20.

Wall Street Kehilangan Tenaga, Nasdaq, S&P 500 dan Dow Jones Terus Melemah | PT Equity World

Sementara itu, FTSE Straits Times naik 0,18% ke 3.289 dan FTSE Malay KLCI naik tipis 0,10% menjadi 1.529,33.

Pelemahan pada mayoritas bursa di Asia terjadi menyusul koreksi yang kembali terjadi di Wall Street pada sesi sebelumnya.

Di awal perdagangan, indeks Nikkei 225 sempat ambles 2% setelah saham sektor otomotif dan teknologi jatuh bersamaan. Saham Toyota meluncur hampir 4%, saham Mazda anjlok 4,8% dan saham Mitsubishi ambles lebih dari 5%.

Sementara itu, di sektor teknologi, saham Sony turun lebih dari 4%, dan Softbank koreksi lebih dari 2% pada pagi ini.

Bursa Asia mendapat tekanan penuh dengan bursa Amerika Serikat (AS) yang belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pada sesi sebelumnya, Nasdaq Composite ditutup anjlok 1,3% ke 14.154,02. Itu menempatkan Nasdaq berada di wilayah koreksi, atau melemah lebih dari 10% di bawah rekor tertinggi yang dicetak bulan November silam.

Di saat yang sama, indeks Dow Jones Industrial Average turun 313,26 poin menjadi 34.715,39, ditutup di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak Desember 2021.

Setali tiga uang, indeks S&P 500 juga melemah 1,1% menjadi 4.482,73 dan ditutup di bawah 4.500 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2021.

PT Equity World | Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Kamis 20 Januari 2022, Kembali Kinclong

PT Equity World | Harga emas berpeluang menguat pada perdagangan Kamis (20/1/2022), didukung oleh aksi jual dolar AS di tengah tingkat imbal hasil obligasi AS seri 10 tahun yang turun setelah sempat melejit ke level tertinggi.

Mengutip data Bloomberg, Kamis (20/1/2022), harga emas kembali turun setelah sempat melambung dengan Comex tercatat turun 1 poin atau 0,05 persen ke US$1.844 per troy ons. Sementara harga emas spot turun 0,68 poin atau 0,04 persen ke US$1.839 per troy ons.
Kamis Pagi, Mayoritas Saham Asia Rebound | PT Equity World

Sementara itu imbal hasil Treasury 10-tahun AS menyentuh tertinggi baru dua tahun di 1,90 persen pada Rabu (19/1/2022) waktu setempat, tetapi kemudian berakhir turun ke 1,82 persen.

Tim riset Monex Investindo Futures (MIFX) menyebutkan, harga emas berpotensi ke zona hijau, didukung oleh Presiden AS Biden menyoroti upaya Kepala negosiator Perdagangan Katherine Tai untuk menenangkan pergolakan perdagangan China-Amerika.

“Selain itu ketegangan antara Rusia dan Ukraina juga semakin berpeluang memicu minat investor terhadap aset aman emas. Presiden AS Biden secara langsung memperingatkan Rusia untuk tidak menyerang Ukraina dan jika mereka melakukannya, mereka akan kehilangan akses ke dolar AS,” jelasnya dalam riset harian, Kamis (20/1/2022).

MIFX memperkirakan hari ini emas berpeluang dibeli untuk menguji level resistance ke US$1.846 selama harga bertahan di atas level support US$1.835 per troy ons.

“Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas menguji level support selanjutnya di US$1.832 per troy ons,” sambungnya.

PT Equity World | Wall Street Terperosok, Nasdaq Anjlok 2,6 Persen

PT Equity World | Bursa saham Amerika Serikat berguguran pada akhir perdagangan Selasa (18/1/2022) waktu setempat karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penurunan pendapatan Goldman Sachs.

Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (19/1/2022), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,51 persen atau 543,34 poin ke 35.368,47, S&P 500 anjlok 1,84 persen atau 85,74 poin ke 4.577,11, dan Nasdaq tergelincir 2,60 persen atau 386,86 poin ke 14.506,90.


Harga Emas Dunia Tergerus Jelang Pertemuan The Fed | PT Equity World

Penurunan Nasdaq yang mencapai 2,6 persen merupakan penutupan terendah sejak Oktober 2021 karena Wall Street terus mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan oleh Federal Reserve. Adapun imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam dua tahun, menjadi 1,865 persen.

“Aksi jual adalah kelanjutan dari apa yang telah kita lihat sejauh ini tahun ini, semua tentang suku bunga. Kenaikan imbal hasil seri 10 tahun memiliki implikasi besar bagi internal pasar,” kata David Lefkowitz, kepala ekuitas untuk Amerika di UBS Global Wealth Management kepada Yahoo Finance Live.

Wall Street sempat libur pada Senin untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr. kemudian melanjutkan perdagangan pada Selasa di tengah kesibukan laporan keuangan perusahaan yang diumumkan menjelang sesi perdagangan. Goldman Sachs (GS), PNC Bank (PNC) dan Bank of New York Mellon (BK ) merilis laporan pendapatan selama tiga bulan terakhir tahun 2021 sebelum pasar dibuka.

“Sektor perbankan investasi dengan lonjakan advisory benar-benar terlihat di Goldman Sachs, tetapi saya pikir pendapatan perdagangan akan menjadi sedikit lebih ringan karena volatilitas yang disebabkan oleh pandemi mulai mereda,” kata analis bank senior dan manajer portofolio abrdn Jon Curra.

Menjelang musim laporan pendapatan emiten, investor akan menetapkan fokus mereka pada laba perusahaan dan metrik perusahaan lainnya, bergeser setidaknya untuk sementara dari kekhawatiran seputar pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve dan ketidakpastian ekonomi yang telah mengguncang saham dalam beberapa pekan terakhir.

Kekhawatiran atas kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan telah membebani pasar saham 2022 sejauh ini. S&P 500 turun 2,79 persen year-to-date, sementara Dow telah kehilangan 1,84 persen. Nasdaq telah merosot 5,93 persen sejak awal tahun ini, dengan lebih dari saham sepertiga perusahaan dalam indeks setidaknya terpangkas 50 persen dari posisi tertinggi 52-minggu, menurut data Bloomberg.

“Sangat menarik untuk melihat pasar mencerna transisi ini dari lampu hijau ke lampu kuning. Ini hanya lingkungan yang jauh berbeda dari yang kita alami sejak dasar pandemi,” kata kepala Strategi Pasar FS Investments Troy Gayeski.

Namun, prospek untuk tahun 2022 tetap positif dengan sejumlah analis pasar yang mengantisipasi kenaikan sekalipun imbal hasilnya tidak mungkin menyamai return jumbo saham pada 2021. Namun pasar saham berada dalam kondisi yang baik untuk pengembalian yang solid di masa depan.

PT Equity World | Bursa Asia Menguat, Investor Pertimbangkan Pemulihan Ekonomi

PT Equity World | Mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Selasa (18/1) pagi. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 naik 229,25 poin atau 0,81% ke 28,564,86, Taiex turun 36,93 poin atau 0,24% je 17,479,21, Kospi naik 1,71 poin atau 0,02% ke 2.890,73, ASX 200 naik 18,20 poin atau 0,25% ke 7.435,50, Straits Times naik 8,53 poin atau 0,26% ke 3.296,72 dan FTSE Malaysia turun 12,41 poin atau 0,80% ke 1.542,92.

Bursa Asia menguat karena investor mempertimbangkan pemulihan ekonomi dari pandemi.

Gerak Emas Dunia Stabil | PT Equity World

Saham di Jepang dan Australia naik, tetapi indeks di Korea Selatan turun.

Saham global telah tergelincir tahun ini, terseret penurunan saham AS. Pertanyaan kunci saat ini adalah apakah keuntungan perusahaan akan menghidupkan kembali sentimen, meskipun biaya dan tantangan lebih tinggi dari varian virus Omicron.

“Akan menarik untuk melihat apakah investor tergoda kembali sekarang karena musim pendapatan sedang berlangsung,” kata Craig Erlam, analis pasar senoor di Oanda dalam sebuah catatan seperti dikutip Bloomberg.

“Munculnya Omicron mungkin berarti bawah banyak perusahaan tidak menikmati kinerja seperti yang diharapkan sebelumnya, tetapi itu tidak berarti akan ada banyak hal yang positif yang bisa diambil.”

Sementara itu, pembukaan pasar China akan dibingkai melawan harapan pelonggaran moneter lebih lanjut setelah penurunan suku bunga kebijakan pada Senin (17/1).

PT Equity World | Harga Emas Spot Koreksi ke US$ 1.814,08 Per Ons Troi Pada Pagi Ini (17/1)

PT Equity World | Harga emas melemah pada awal perdagangan hari ini, setelah imbal hasil US Treasury naik karena sinyal hawkish dari Federal Reserve dan pasar mulai memperhitungkan pengurangan neraca yang lebih cepat dari yang diantisipasi.

Senin (17/1) pukul 08.10 WIB, harga emas spot turun 0,2% ke US$ 1.814,08 per ons troi. Serupa, harga emas berjangka turun tipis 0,1% menjadi US$ 1.815,00 per ons troi.

Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | PT Equity World

Sentimen negatif bagi emas datang usai imbal hasil US Treasury tenor acuan 10-tahun melayang di dekat posisi tertinggi dalam dua tahun yang dicapai pada pekan sebelumnya.

Hal tersebut terjadi usai Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) siap untuk memulai kebijakan moneter yang lebih ketat. Sementara pejabat The Fed lainnya juga mengisyaratkan bahwa bank sentral bersiap untuk mulai menaikkan suku bunga pada bulan Maret.

Emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, tetapi komoditas logam mulia ini sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, pembuat kebijakan Bank of Japan sedang memperdebatkan seberapa cepat mereka dapat mulai mengirim sinyal kenaikan suku bunga dalam pertemuan minggu ini.

Pasar kini menanti data dari China yang akan dirilis pada hari ini yang diperkirakan menunjukkan penjualan ritel dan output industri melambat lebih lanjut pada bulan Desember.

Pembelian emas fisik tersendat di India pada minggu lalu, karena harga naik dan meningkatnya kasus virus corona mendorong konsumen untuk menunda pembelian. Sementara permintaan di konsumen utama China stabil saat perayaan Tahun Baru Imlek mendekat.

Equity World | Bursa Asia Melemah pada Perdagangan Jumat (14/1) Pagi, Terseret Penurunan Wall Street

Equity World | Bursa Asia melemah pada perdagangan Jumat (14/1) pagi. Pukul 08.26 WIB, indeks Nikkei 225 turun 364,39 poin atau 1,28% ke 28.127,92, Hang Seng turun243,91 poin atau 1% ke 24.185,86, Taiex turun 22,50 poin atau 0,11% ke 18.417,78.

Kospi turun 29,22 poin atau 0,99% ke 2.932,67, ASX 200 turun 61,66 poin atau 0,82% ke 7.412,60, Straits Times naik 9,50 poin atau 0,30% ke 3.266,83 dan FTSE Malaysia turun 9,58 poin atau 0,62% ke 1.559,75.

Kemilau Emas Dunia Meredup | Equity World

Bursa Asia terkoreksi setelah sejumlah pejabat The Fed mengisyaratkan mereka akan memerangi inflasi secara agresif dan Nasdaq jatuh ke level terendah sejak Oktober.

Saham di Australia, Jepang dan Korea melemah.

Mengutip Bloomberg, pejabat The Fed Lael Brainadr mengatakan kenaikan suku bunga The Fed paling cepat akan dilakukan pada Maret, untuk memastikan bahwa tekanan harga bisa dikendalikan.

Kenaikan suku bunga, hasil dari pertumbuhan ekonomi yang kuat dapat mendorong investor untuk menuju saham bernilai, yang cenderung lebih siklis dan menawarkan arus kas jangka pendek.

“Kami berada dalam posisi dimana banyak yang positif untuk ekuitas mungkin bergerak ke netral atau negatif, sementara masih ada beberapa alternatif, itu membuat pasar ekuitas matang untuk lebih banyak fluktuasi selama beberapa bulan ke depan seperti yang kita lihat bagaimana data terguncang dan bagaimana Fed bereaksi,” kata Sarah Hunt, manajer portofolio Alpine Woods Capital Investors seperti dikutip Bloomberg.

Design a site like this with WordPress.com
Get started