Equity World | Emas Dunia Rebound

Equity World | Emas Dunia Rebound

Equity World | Harga emas dunia rebound pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB) lantaran dolar AS tergelincir di tengah melambatnya pertumbuhan harga konsumen AS.

Equity World | Mantap, Harga Emas Naik Lagi Dampak Pelemahan Dolar AS

Mengutip Antara, Kamis, 12 Mei 2022, kontrak emas teraktif untuk pengiriman Juni terangkat USD12,7 atau 0,69 persen menjadi USD1,853,70 per ons.Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen AS naik 8,3 persen secara tahun ke tahun pada April, atau sedikit lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 8,1 persen.

Meskipun angka inflasi April turun dari bulan sebelumnya, angka tersebut tetap tinggi. Indeks dolar, yang awalnya menguat di tengah data indeks harga konsumen (IHK), turun tipis 0,1 persen. Emas juga mendapat dukungan tambahan karena imbal hasil obligasi pemerintah AS dan indeks saham AS melemah.

“Tetapi emas telah bangkit kembali dengan pemikiran bahwa data (inflasi) lebih tinggi dari yang diperkirakan, tetapi tidak mengerikan,” kata seorang pedagang logam independen Tai Wong, di New York.

Kepala strategi pasar Phillip Streibel menilai meski emas dianggap sebagai tempat berlindung yang aman dari inflasi, kenaikan suku bunga AS meningkatkan peluang kerugian memegang emas. Sementara meningkatkan dolar, mata uang di mana emas dihargai.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 15,1 sen atau 0,7 persen, menjadi USD21,575 per ons. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD42,6 atau 4,5 persen, menjadi USD989,8 per ons.

Equity World | Wall Street Bervariasi Jelang Rilis Data Inflasi AS

Equity World | Wall Street Bervariasi Jelang Rilis Data Inflasi AS

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bergejolak pada perdagangan Selasa, 10 Mei 2022. Indeks Dow Jones tergelincir pada hari keempat seiring rata-rata indeks acuan utama berjuang kembali bangkit dari aksi jual masif.

Equity World | Sentimen Perlambatan Ekonomi AS Bikin Harga Emas Dunia Loyo

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 84,96 poin menjadi 32.160,74 atau 0,26 persen. Indeks S&P 500 naik tipis 0,25 persen menjadi 4.001,05. Indeks Nasdaq bertambah 0,98 persen menjadi 11.737,67.

Wall street bergejolak untuk memilih arah pada perdagangan Selasa pekan ini seiring sesi perdagangan yang tidak menentu yang membuat rata-rata indeks acuan utama goyah antara keuntungan dan koreksi.

Pada satu titik, indeks Dow Jones naik lebih dari 500 poin tetapi kemudian melemah ke sesi terendah sekitar 350 poin.

“Kami berada di pasar di mana Anda tidak dapat mempertahankan reli apapun. Ini tidak mengejutkan mengingat tren keseluruhan yang telah kami lihat selama beberapa hari terakhir. Saya pikir kami hanya akan melihat lebih banyak dari ini ke depan,” ujar Paul Hickey dari Bespoke Investment Group dilansir dari CNBC, Rabu (11/5/2022).

Saham teknologi yang terpukul memimpin kenaikan pada Selasa, 10 Mei 2022. Saham Microsoft dan Apple naik lebih dari 1 persen. Saham Intel dan Salesforce bertambah lebih dari 2 persen.

Sektor ini telah mengalami beberapa koreksi terbesar dalam beberapa pekan terakhir karena investor pindah dari sektor pertumbuhan ke tempat aman seperti sektor saham kebutuhan pokok konsumen dan utilitas di tengah kekhawatiran resesi.

Sementara itu, saham IBM tergelincir hampir 4 persen. Saham Home Depot, 3M dan JPMorgan Chase masing-masing turun sekitar 2 persen menyeret indeks Dow Jones ke zona merah.

“Hingga kini koreksi didorong oleh pertumbuhan, teknologi dan siklikal meskipun kami memperkirakan koreksi lebih lanjut dan memang kinerja yang kurang di sini. Kami sekarang melihat tanda-tanda mengkhawatirkan dari valuasi mungkin hampir mencapai puncak penting secara absolut. Sementara beberapa sektor defensif juga mengancam,” tulis David Sneddon dari Credit Suisse.

Di tengah aksi jual, investor terus mencari tanda-tanda koreksi. Sejumlah Hedge Fund juga menilai aksi jual hampir berakhir. Hedge fund manager David Tepper berharap indeks Nasdaq bertahan di level 12.000.

Imbal hasil obligasi turun dari posisi tertinggi multiyear dan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun diperdagangkan di bawah 3 persen setelah mencapai level tertinggi sejak akhir 2018.

Sebagian besar pergerakan apsar baru-baru ini didorong oleh the Federal Reserve atau bank sentral AS dan seberapa agresifnya akan bertindak untuk mengekang kenaikan inflasi.

Di samping itu, investor terus memantau konflik yang sedang berlangsung di Ukraina dan lockdown di China.

“Tanpa sesuatu yang membuat orang merasa salah satu tekanan itu akan mereda, saya pikir kita memiliki pasar yang sebagian besar terasa tanpa arah,” ujar Tim Lesko dari Mariner Wealth Advisors.

Sementara itu, pergerakan wall street terjadi setelah indeks S&P 500 turun di bawah level 4.000 tepatnya ke posisi 3.975,49 pada Senin, 9 Mei 2022. Ini menandai titik terlemah indeks saham sejak Maret 2021. Indeks S&P 500 turun sekitar 17 persen dari level tertinggi dalam 52 minggu. Hal ini seiring wall street berjuang untuk pulih dari posisi pekan lalu.

Selain itu, saham Peloton Interactice merosot 8,7 persen setelah melaporkan kerugian yang lebih luas dari perkiraan pada kuartal terakhir. Saham AMC turun 5,4 persen karena hasil kinerja keuangan perseroan.

Investor pun menantikan rilis data inflasi pada Rabu waktu setempat yang diprediksi sedikit di bawha 8,5 persen apda Maret dan menandakan inflasi telah mencapai puncaknya.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street alami koreksi tajam pada perdagangan Senin, 9 Mei 2022. Indeks S&P 500 sentuh posisi di bawah 4.000 untuk pertama kali lebih dari setahun seiring aksi jual saham.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones merosot 653,67 poin ke posisi 32.245,70 atau 1,99 persen. Indeks S&P 500 turun 3,2 persen ke posisi 3.991,24. Sementara itu, indeks Nasdaq terpangkas 4,29 persen menjadi 11.623,25.

Indeks S&P 500 berada di level rendah 3.975,48, dan mencapai posisi di bawah 4.000 yang menunjukkan level terendah sejak Maret 2021. Posisi tersebut juga menunjukkan indeks acuan tersebut turun 17 persen dari posisi tertinggi dalam 52 minggu

. Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham konsumsi.Pergerakan di wall street ini juga setelah wall street selesaikan minggu yang tidak menentu karena investor mempertimbangkan prospek kenaikan suku bunga dan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.

Di tengah koreksi saham yang terjadi, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun sentuh posisi tertinggi sejak 2018 dengan sentuh di atas 3 persen.

“Ini adalah repricing yang signifikan, ini adalah dislokasi yang signifikan dan ini semua didorong oleh kebijakan Federal Reserve,” ujar Jeff dari Sanctuary Wealth, dilansir dari CNBC, Selasa, 10 Mei 2022.

Ia melihat pasar pulih jika the Federal Reserve (the Fed) memiliki kemampuan untuk menenangkan suku bunga. “Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun harus kembali di bawah 3 persen,” kata dia.

Equity World | Harga Emas Dunia Merosot Lagi, Jatuh Lebih dari 1 Persen

Equity World | Harga Emas Dunia Merosot Lagi, Jatuh Lebih dari 1 Persen

Equity World | Harga emas dunia memperpanjang penurunan hingga merosot lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin, karena dolar menguat di dekat level tertinggi dua dekade, meredupkan daya tarik logam kuning tersebut.

Mengutip CNBC, Selasa (10/5/2022) harga emas di pasar spot anjlok 1,4 persen menjadi USD1.856,26 per ounce. Sementara, emas berjangka ditutup merosot 1,3 persen menjadi USD1.858,60 per ounce.

Equity World | Bersama Digital Infrastructure Genggam 62,38 Persen Saham TBIG

“Dolar melesat karena ekspektasi Federal Reserve yang lebih agresif, yang pada gilirannya membebani emas, yang tidak memberikan bunga,” kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri, dolar juga dianggap sebagai safe haven saingan melayang di dekat level tertinggi dua dekade.

Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10-tahun melemah setelah mencapai tingkat tertinggi tiga setengah tahun yang baru di awal sesi.

Wall Street tergelincir karena imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi, dengan sentimen terpukul dari kekhawatiran perlambatan ekonomi di China.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga AS yang cepat meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu harga paladium di pasar spot melonjak 1,6 persen menjadi USD2.079,08 per ounce, setelah turun sebanyaknya 8 persen pada sesi Jumat di tengah kekhawatiran atas permintaan mobil karena pembatasan Covid di China.

Investor juga mempertimbangkan rencana Inggris untuk menaikkan tarif impor platinum dan paladium dari Rusia dan Belarusia dalam sanksi baru.

Equity World | Suku Bunga The Fed Ancam Harga Emas Pekan Ini, Simak Prediksinya

Equity World | Suku Bunga The Fed Ancam Harga Emas Pekan Ini, Simak Prediksinya

Equity World | gagal bertahan di atas level USD 1.900 per ons pada pekan lalu. Hal ini karena pasar memiliki reaksi yang sangat tidak menentu terhadap kenaikan suku bunga Fed, setengah poin pada Rabu sementara mengesampingkan kenaikan 75-bps pada pertemuan Juni.

Equity World | Sabar ya… Pegang Emas Antam Lagi Nggak Cuan Nih

Harga emas turun 1,6 persen, dengan emas berjangka Comex Juni diperdagangkan terakhir di USD 1.883,30 per ounce. Dimana The Fed memiliki salah satu pengumuman yang paling dinanti minggu ini, dan pasar menunjukkannya, dengan Nasdaq membalikkan semua kenaikan langsung dan anjlok 5 persen pada hari Kamis dalam aksi jual satu hari terburuk sejak Juni 2020.

Dikutip dari Kitco.com, Senin (9/5/2022), analis pasar senior OANDA Edward Moya mengatakan, pasar bertanya-tanya apakah The Fed telah membuat kesalahan yaitu membuat resesi di AS tak terhindarkan.

“Wall Street sekarang percaya bahwa The Fed berada di jalur yang ditetapkan untuk memberikan kenaikan suku bunga setengah poin selama beberapa pertemuan berikutnya, dan kemudian Jackson Hole, mereka harus memutuskan apakah akan melanjutkan atau mengubah arah,” ujar Moya.

Moya menjelaskan, banyak pedagang berpikir bahwa Fed perlu mempertahankan semua opsi di atas meja untuk memerangi inflasi secara agresif. Tetapi Fed memberi sinyal bahwa mereka percaya inflasi memuncak. Ada ketakutan mungkin Fed membuat kesalahan dan mungkin harus mengirim ekonomi ke resesi jauh lebih cepat.

“Tidak secara aktif mempertimbangkan kenaikan 75 basis poin, bank sentral AS telah mengunci diri dalam pengetatan yang sedikit lebih bertahap,” kata Moya.

Reaksi pasar ini juga bisa menandakan bahwa The Fed kehilangan kredibilitasnya, terutama setelah meremehkan inflasi sebagai peralihan tahun lalu.

Hal serupa juga disampaikan pakar logam mulia Gainesville Coins Everett Millman. Millman mengatakan Fed menghadapi masalah kredibilitas dengan pelaku pasar. Ada kekhawatiran bahwa Fed dapat menyebabkan resesi dengan menaikkan suku bunga.

Maka, Penting untuk mempertimbangkan hubungan terbalik antara suku bunga dan pengangguran. Pengangguran sangat rendah saat ini. Jika pasar menganggap The Fed bersedia membiarkan pengangguran meningkat untuk menjinakkan inflasi, itu masih bukan hasil yang bagus. Ada ketakutan akan menyebabkan periode yang berkepanjangan.

“Kondisi yang tidak menguntungkan untuk aset berisiko. Ada likuidasi besar-besaran aset berisiko dalam perdagangan pasca-Fed, dengan banyak investor beralih ke uang tunai. Itulah mengapa semua pasar jatuh bersama-sama,” kata Millman.

Penting untuk diingat bahwa emas bertahan dengan cukup baik mengingat seberapa tinggi dolar AS. Dan meskipun emas tetap rentan terhadap pullback, tetap bullish.

“Kemunduran memberi emas banyak ruang untuk berlari. Ditambah lagi, tertinggi indeks dolar AS bisa mendekati puncak. Itu akan bagus untuk emas karena membentuk lingkungan makroekonomi yang menguntungkan bagi logam mulia. Tapi harga masih cenderung mengalami peningkatan volatilitas intraday,” jelas Millman.

Lanjut Moya, jika dolar AS turun, maka logam mulia akan terus berjuang. Jika kita terus melihat penghindaran risiko di seluruh ekuitas dan jika apresiasi dolar tidak sekuat yang biasa kita lihat, emas akan mulai stabil. Masih ada risiko besar bahwa kita bisa melakukan pergerakan besar lainnya dalam obligasi. pasar, dan emas masih bisa rentan terhadap aksi jual besar terakhir sebelum semuanya berakhir.

Moya memprediksi posisi emas minggu depan ada di kisaran USD 1.900-USD 1.920 per ounce, dan level USD1.850 akan menjadi target support pertama, yang jika ditembus, dapat mengirim harga ke USD 1.800.

Sehingga, pasar akan lebih bergantung pada data minggu depan, dan kumpulan data penting yang harus diperhatikan adalah angka inflasi AS mulai April. Salah satu risiko signifikan adalah semakin lama masalah rantai pasokan berlangsung dan perang di Ukraina berlanjut, semakin menghambat pertumbuhan.

“Itu sulit untuk prospek inflasi. Saya tidak yakin kita akan melihatnya mereda secara signifikan,” ujar Moya.

Equity World | Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Equity World | Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Equity World | Emas adalah salah satu instrumen investasi yang banyak diminati. Bagi Anda yang berminat membeli emas di Pegadaian, cek harga emas Antam dan UBS di PT Pegadaian (Persero) hari ini, Kamis (5/5/2022) siang.

Equity World | Wall Street Memerah, Nasdaq Jatuh 4% karena Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Berdasarkan data informasi di website resmi Pegadaian, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram dibanderol seharga Rp 1.014.000. Harga emas Antam logam mulia di Pegadaian untuk ukuran ini tidak bergerak dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (4/5/2022).
Begitu pun dengan harga emas Antam ukuran 0,5 gram yang dijual seharga Rp 559.000 yang tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya.

Kemudian, harga emas Antam ukuran 2 gram siang ini terpantau di level Rp 1.964.000. Adapun harga emas Antam ukuran 3 gram dibanderol seharga Rp 2.921.000.

Sementara itu, harga emas batangan produksi UBS ukuran 1 gram mencapai Rp 970.000 atau turun Rp 3.000 dari perdagangan hari sebelumnya. Untuk harga emas batangan UBS ukuran 0,5 gram dibanderol seharga Rp 518.000 atau turun Rp 2.000.

Sedangkan harga emas hari ini untuk ukuran 2 gram dari UBS dipatok seharga Rp 1.924.000 atau turun Rp 8.000 dari hari sebelumnya.

Harga emas hari ini

Pegadaian sendiri menjual berbagai macam produk emas batangan seperti Emas Antam, Emas Antam Batik, Emas Antam Retro dan emas UBS.

Emas Antam Retro merupakan sebutan untuk emas kemasan lama. Emas ini masih menggunakan plastik mika tebal sebagai pembungkusnya. Emas retro masih terpisah antara sertifikat dengan keping emasnya.

Sedangkan Emas Antam Batik merupakan salah satu produk gift series yang diluncurkan PT Aneka Tambang (Antam).

Untuk emas motif batik sendiri dibuat secara eksklusif dan menjadi satu-satunya di dunia, sehingga emas-emas batik yang diproduksi Antam diburu banyak kolektor logam mulia.

Logam mulia Antam dijual dalam bentuk batangan dengan beberapa ukuran berat seperti 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram, hingga 1.000 gram.

Berikut rincian harga emas hari ini, Kamis 5 Mei 2022 produksi Antam dan UBS di Pegadaian, sebagaimana dikutip dari laman resminya:

Harga emas Antam

Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 559.000
Harga emas Antam 1 gram: Rp 1.014.000
Harga emas Antam 2 gram : Rp 1.964.000
Harga emas Antam 3 gram : Rp 2.921.000
Harga emas Antam 5 gram: Rp 4.831.000
Harga emas Antam 10 gram: Rp 9.606.000
Harga emas Antam 25 gram : Rp 23.882.000
Harga emas Antam 50 gram: Rp 47.680.000
Harga emas Antam 100 gram : Rp 95.278.000
Harga emas Antam 250 gram: Rp 237.919.000
Harga emas Antam 500 gram : Rp 475.621.000
Harga emas Antam 1000 gram: Rp 951.198.000

Harga emas Antam Retro H

arga emas Antam Retro 0,5 gram: Rp 516.000
Harga emas Antam Retro 1 gram: Rp 966.000
Harga emas Antam Retro 2 gram: Rp 1.912.000
Harga emas Antam Retro 3 gram: Rp 2.840.000
Harga emas Antam Retro 5 gram: Rp 4.719.000
Harga emas Antam Retro 10 gram: Rp 9.377.000
Harga emas Antam Retro 25 gram: Rp 23.309.000
Harga emas Antam Retro 50 gram: Rp 46.532.000
Harga emas Antam Retro 100 gram: Rp 92.982.000
Harga emas Antam Retro 250 gram: Rp 232.173.000
Harga emas Antam Retro 500 gram: Rp 464.125.000
Harga emas Antam Retro 1.000 gram: Rp 928.206.000

Harga emas Antam Batik

Harga emas Antam Batik 0,5 gram: Rp 632.000
Harga emas Antam Batik 1 gram: Rp 1.170.000
Harga emas Antam Batik 8 gram: Rp 8.852.000
Harga emas UBS Harga emas 0,5 gram: Rp 518.000
Harga emas 1 gram: Rp 970.000
Harga emas 2 gram: Rp 1.924.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.754.000
Harga emas 10 gram: Rp 9.459.000
Harga emas 25 gram : Rp 23.600.000
Harga emas 50 gram: Rp 47.101.000
Harga emas 100 gram : Rp 94.101.000
Harga emas 250 gram: Rp 235.343.000
Harga emas 500 gram : Rp 470.130.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 939.244.000

Equity World | Harga Emas Melambung Usai The Fed Naikkan Bunga Acuan

Equity World | Harga Emas Melambung Usai The Fed Naikkan Bunga Acuan

Equity World | Harga emas naik pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga emas karena pelemahan nilai tukar dolar AS dan penurunan imbal hasil surat utang AS.

Equity World | Kantongi Rp3,89 M dari Divestasi, Ini Saham yang Dilepas Kresna Graha Investama (KREN)

Gubernur Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan karena lonjakan inflasi yang sangat tinggi. kenaikan ini sesuai yang diharapkan oleh pelaku pasar.

Mengutip CNBC, Kamis (5/5/2022), harga emas di pasar Spot naik 0,87 persen menjadi USD 1.885,06 per ounce, memperpanjang sedikit kenaikan yang dibuat segera setelah pengumuman kenaikan suku bunga. Sedangkan harga emas berjangka AS sebelumnya telah turun 0,8 persen ke level USD 1.885,4 per ounce.

Indeks dolar AS jatuh ke sesi terendah karena Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell mengatakan inflasi terlalu tinggi. Hal ini membuat emas batangan lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Benchmark hasil Treasury AS 10-tahun juga beringsut lebih rendah.

“Pasar memperkirakan pertemuan FOMC Mei memiliki kemiringan hawkish tetapi pasar emas memandang kenaikan 50 basis poin yang diantisipasi secara luas sebagai relatif dovish terhadap ketakutan hawkish,” kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

“Kami mempertahankan pandangan bahwa emas akan kembali mengambil cara untuk naik di Semester II. Tetapi kekhawatiran seputar inflasi, risiko geopolitik, dan pertumbuhan yang lebih lambat membuat harga emas rentan terhadap risiko kenaikan dalam waktu dekat.” tambah dia.

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin atau o,5 persen pada Rabu waktu setempat. Kenaikan suku bunga ini merupakan tertinggi dalam dua dekade.

Langkah kenaikan suku bunga ini yang paling agresif untuk melawan angka inflasi tertinggi dalam 40 tahun.

“Inflasi terlalu tinggi dan kami memahami kesulitan yang ditimbulkan. Kami mencoba bergerak cepat untuk menurunkan kembali angka inflasi,” jelas Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell, dikutip dari CNBC, Kamis (5/5/2022).

Powell mencatat, beban inflasi bakal membebani mereka yang berpenghasilan rendah. “Kami sangat berkomitmen untuk memulihkan stabilitas harga.” jelas dia.

Ia melanjutkan, kemungkinan besar the Fed masih memungkinkan untuk melanjutkan kenaikan suku bunga acuan 50 basis poin. Namun ia memastikan tidak akan lebih agresif dari angka yang sudah dilakukan saat ini.

Seiring dengan kenaikan suku bunga, the Fed mengindikasikan akan mulai mengurangi kepemilikan aset pada neraca USD 9 triliun. Sebelumnya, The Fed telah membeli obligasi untuk menjaga suku bunga rendah dan uang mengalir melalui ekonomi selama pandemi, tetapi lonjakan harga telah memaksa pemikiran ulang kebijakan moneter yang telah dijalankan tersebut.

Kenaikan suku bunga acuan hari Rabu akan mendorong suku bunga dana The Fed ke kisaran 0,75 persen hingga 1 persen, dan harga pasar saat ini menaikkan suku bunga menjadi 2,75 persen hingga 3 persen pada akhir tahun, menurut data CME Group.

Ekonomi AS

Saham melonjak lebih tinggi setelah pengumuman dari The Fed. Sementara imbal hasil Treasury AS turun dari level tertinggi sebelumnya.

Pelaku pasar saat ini mengharapkan bank sentral untuk terus menaikkan suku secara agresif dalam beberapa bulan mendatang. menanggapinya, Powell mengatakan bahwa pergerakan 50 basis poin harus dibahas pada beberapa pertemuan berikutnya. Namun dia tampaknya mengabaikan kemungkinan The Fed menjadi lebih hawkish.

“75 basis poin bukanlah sesuatu yang secara aktif dipertimbangkan oleh komite,” kata Powell. Meskipun harga pasar telah sangat condong ke arah kenaikan Fed sebesar tiga perempat poin persentase pada bulan Juni.

“Ekonomi Amerika sangat kuat dan dalam posisi yang baik untuk menangani kebijakan moneter yang lebih ketat,” katanya. Dia memperkirakan dampak ke ekonomi tak terlalu kasar meskipun kebijakan moneter lebih ketat.

Equity World | Harga Emas Stabil, tapi Makin Jauh dari Level USD 2.000

Equity World | Harga Emas Stabil, tapi Makin Jauh dari Level USD 2.000

Equity World | bergerak mendatar pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta), setelah mencapai level terendah lebih dari dua bulan.

Equity World | Saham Asia Pasifik Naik Jelang Keputusan Suku Bunga Fed

Hal ini karena investor bersiap untuk kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif, yang telah mendorong dolar dan imbal hasil Treasury dan mengangkat biaya peluang memegang emas.

Dikutio dari CNBC, Rabu (4/5/2022), harga emas di pasar spot stabil di USD 1.863,16 per ounce pada 7:44 am ET, setelah menyentuh level terendah sejak 16 Februari di USD 1.849,90 sebelumnya.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,2 persen pada USD 1.860,50 per ounce.

“Fokus pasar sangat melekat pada pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral utama, terutama Federal Reserve,” kata Ricardo Evangelista, Analis Senior di ActivTrades.

“Kami telah melihat hasil pada Treasury 10-tahun naik di atas 3 persen dan ini sangat menghukum untuk aset yang tidak menghasilkan seperti emas,” lanjut dia.

Investor memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada akhir pertemuan dua hari pada hari Rabu, untuk mengendalikan inflasi yang melonjak. Sementara komentar Ketua Jerome Powell akan dipindai untuk sinyal lebih lanjut tentang kenaikan suku bunga.

Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun melayang mendekati 3 persen, level psikologis utama, sementara dolar bertahan di dekat tertinggi 20-tahun, membuat emas yang dihargai dengan greenback kurang menarik bagi pembeli luar negeri.

“Melihat emas menembus di bawah target support yang terakhir terlihat pada pertengahan Februari 2022 dan terlihat untuk menguji level berikutnya karena fundamental terlihat sejajar dengan bullion bears,” kata analis DailyFX Warren Venketas dalam sebuah catatan.

“Dolar tetap disukai dengan ekonomi AS yang mampu menahan pengetatan agresif seperti itu terlepas dari faktor eksternal yang membuat emas terekspos pada penurunan yang panjang.”

Sementara emas masih dianggap sebagai lindung nilai inflasi, suku bunga AS yang lebih tinggi dan imbal hasil obligasi mengangkat biaya peluang memegang emas batangan dengan imbal hasil nol.

Di tempat lain, harga perak naik tipis 0,3 persen pada USD 22,69 per ounce, harga platinum menguat 1,4 persen menjadi USD 948,30, dan paladium naik 2 persen menjadi USD 2.262,57.

Harga emas dunia disebut-sebut lebih murah imbas dari kebijakan Federal Reserve (The Fed) tentang suku bunga. Para analis melihat bank sentral Amerika Serikat mengabaikan penurunan tajam dalam data PDB Q1 AS dan tetap terpaku pada memerangi inflasi.

Analis menyebut harga emas dunia turu 1,7 persen di akhir April, meski sebelumnya sempat mengalami kenaikan tipis. Emas berjangka June Comex bahkan terakhir diperdagangkan pada posisi USD 1.912,20, atau naik USD21.

“April adalah bulan yang mengerikan untuk emas. Banyak pedagang terkejut dengan pergerakan kuat lainnya yang lebih tinggi dalam dolar AS. Penguatan Greenback didorong oleh arus safe-haven di tengah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi di seluruh Eropa, strategi nol-COVID China, dan ekspektasi kenaikan harga emas. perbedaan suku bunga yang agak lebar antara dolar dan mitra dagang utamanya karena sikap agresif The Fed,” analis pasar senior OANDA Edward Moya mengatakan mengutip Kitco News, Senin (2/5/2022).

Federal Reserve, yang dijadwalkan untuk membuat keputusan suku bunga pada hari Rabu, telah mengunci diri ke dalam siklus kenaikan suku bunga yang agresif untuk tiga pertemuan berikutnya.

“Pasar memiliki harga kenaikan suku bunga sekitar 250 basis poin selama 12 bulan ke depan,” kata Moya.

Ketua Fed Jerome Powell akan tetap fokus pada inflasi, yang sulit dikendalikan, terutama mengingat jenis tekanan harga yang dilihat AS, kata kepala ekonom CIBC World Markets Avery Shenfeld.

“Beberapa menunjuk pada fakta bahwa The Fed tidak pernah mencapai perlambatan inflasi yang tajam seperti yang bertujuan untuk menimbulkan tanpa menyebabkan resesi,” kata Shenfeld.

Ia menyampaikan itu sebenarnya bukan kekhawatiran utama pihaknya, karena Ia belum pernah benar-benar menghadapi inflasi jenis ini di masa lalu.

Masalahnya adalah ketika lonjakan harga tahun ini telah membuat masalah inflasi terlihat lebih buruk, penurunan tahun depan akan membuat CPI mengecilkan tren sebenarnya.

“Menurunkan inflasi akan lebih mudah daripada mempertahankannya kecuali kita memperlambat laju perekrutan dan mencegah pengetatan lebih lanjut di pasar tenaga kerja,” tuturnya.

Dua hal utama yang diantisipasi pasar untuk dilihat minggu ini adalah kenaikan suku bunga 50 basis poin dan dimulainya pengetatan kuantitatif.

“Kami ragu bahwa penurunan tahunan 1,4 persen yang tak terduga dalam PDB kuartal pertama akan menghentikan The Fed dari menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 50bp minggu depan atau meluncurkan pengetatan kuantitatif. The Fed akan menekankan kekuatan berkelanjutan dari pertumbuhan lapangan kerja, dampak sementara,” kata kepala ekonom Capital Economics Amerika Utara Paul Ashworth.

“Gelombang Omicron, dan peningkatan tingkat pertumbuhan penjualan akhir kepada pembeli domestik swasta, yang bisa dibilang merupakan ukuran yang lebih baik dari permintaan pokok. Tetapi intinya adalah bahwa dengan inflasi yang merajalela, mereka tidak punya pilihan ; kebijakan perlu diperketat dengan cepat terlepas dari biayanya terhadap ekonomi riil,” terangnya.

Ia mengungkap risalah dari pertemuan FOMC terakhir menunjukkan bahwa para peserta umumnya sepakat bahwa batas bulanan sekitar USD60 miliar untuk sekuritas Treasury dan sekitar USD35 miliar untuk agensi MBS kemungkinan akan sesuai.

Ahli strategi di ING mengatakan mereka memperkirakan Fed akan memulai dengan USD 50 miliar. “Diizinkan untuk kabur setiap bulan sebelum mendapatkan hingga USD 95 miliar pada bulan September,” ujarnya.

Ke depan, bagaimanapun, The Fed sinilai tidak mungkin menjadi lebih agresif dan berbicara tentang kenaikan suku bunga 75 basis poin, kata kepala ekonom internasional ING James Knightley, mengutip angka PDB yang lemah.

“Untuk saat ini, kasus dasar kami tetap bahwa Fed akan menindaklanjuti kenaikan 50bp minggu depan dengan kenaikan 50bp pada bulan Juni dan Juli sebelum beralih ke 25bp karena pengetatan kuantitatif semakin cepat. Kami melihat tingkat dana Fed memuncak pada 3% pada awal 2023. ,” Knightley menjelaskan.

Equity World | Harga Emas Naik, Seiring Meredanya Penguatan Dolar AS

Equity World | Harga emas kembali naik pada perdagangan Jumat (29/4) pagi. Pukul 07.20 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2022 di Commodity Exchange ada di US$ 1.896,90 per ons troi, naik 0,29% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.891,30 per ons troi.

Equity World | Wall Street Naik Tajam, Terangkat Saham Meta dan Apple

Harga emas naik karena penguatan dolar sedikit mereda, dan investor menimbang jalur pengetatan moneter Federal Reserve dan kejutan kontraksi dalam ekonomi AS.

Saham AS naik seiring rilis pendapatan yang kuat di sektor teknologi. Sementara pedagang masih mencari petunjuk dari data ekonomi mengenai langkah pengetatan The Fed.

Salah satu petunjuk kunci adalah ekonomi AS menyusut untuk pertama kalinya sejak 2020, mencerminkan lonjakan impor terkait dengan permintaan konsumen yang kuat.

Laporan tesebut merupakan gambaran bahaimana pertumbuhan ekonomi cenderung fluktuatif dari kuartal ke kuartal, belum tentu merupakan tanda resesi. Ini berarti tidak mungkin untuk menghentikan rencana kenaikan suku bunga The Fed secara agresif untuk merdam inflasi.

“Terpelas dari penurunan tak terduga dari produk domestik bruto AS, data lainnya menunjukkan ekonomi masih dalam pijakan yang kokoh, yang menunjukkan sedikit perubahan pada ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed,” kata Ed Moya, analis pasar senior di Oanda seperti dikutip Bloomberg.

Kilaunya Makin Meredup, Harga Emas Turun Lagi

Equity World | Wall Street Beragam, Saham Microsoft Jadi Penopang

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Rabu, 27 April 2022. Indeks Nasdaq ditutup ke level terendah pada 2022 dan saham berusaha untuk pulih dari aksi jual saham teknologi.

Equity World | Kilaunya Makin Meredup, Harga Emas Turun Lagi

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Nasdaq sedikit berubah dan melemah tipis ke posisi 12.488,93. Indeks Dow Jones naik 61,75 poin atau 0,2 persen menjadi 33.301,93. Indeks S&P 500 bertambah 0,2 persen menjadi 4.183,96.

Rata-rata indeks acuan berjuang pada perdagangan Rabu pekan ini. “Kami mencoba menemukan tempat yang stabil. Kami perlu melihat sejumlah nama (perusahaan-red) datang dengan laba yang kuat, andal dan berkelanjutan sehingga investor kembali bergabung,” ujar Chairman dan CEO Aureus Asset Management, Kari Firestone, dilansir dari CNBC, Kamis (20/4/2022).

Laba perusahaan menjadi fokus seiring investor mencerna hasil kuartalan dari nama-nama perusahaan kapitalisasi besar.

Saham Microsoft naik 4,8 persen dan memberikan dukungan untuk rata-rata indeks utama setelah hasil laba yang kuat. Perusahaan membukukan laporan kuartalan lebih baik dari perkiraan dan mengeluarkan panduan pendapatan ke depan yang lebih optimistis.

Saham Visa juga melonjak hampir 6,5 persen dan mencatat penguatan terbesar di indeks Dow Jones. Hal ini setelah laporan kuartalan perusahaan yang melampaui perkiraan. Saham Enphase Energy melonjak 7,7 persen dan menjadi pemenang terbesar di indeks S&P 500.

Di sisi lain, saham induk usaha Google melemah 3,6 persen setelah hasil laba perusahaan raksasa teknologi itu meleset dari perkiraan konsensus. Manajemen mengingatkan kinerja kuartalan berpotensi melemah ke depan.

Saham Boeing turun 7,5 persen dipicu hasil kinerja laba yang belum sesuai harapan. Saham Boeing menjadi penghambat terbesar di indeks Dow Jones.

Investor juga melihat nama-nama saham kapitalisasi besar lainnya. Induk Facebook Meta melaporkan kinerja usai bel perdagangan pada Rabu pekan ini. Apple dan Amazon dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan pada Kamis pekan ini. Saham Meta melemah 3,3 persen pada Rabu, 27 April 2022. Koreksi harga saham juga diikuti Apple dan Amazon.

Investor mengamati kinerja perusahaan teknologi untuk membuktikan penjualan yang intens pada April 2022. Adapun indeks Nasdaq sekitar 23 persen di bawah level tertingginya. Indeks S&P 500 melemah 13,2 persen dari posisi rekor dan berada di bawah level support utama 4.200.

Pada April 2022, indeks S&P 500 melemah 7,7 persen. Indeks Nasdaq susut 12,2 persen. Indeks Dow Jones melemah hampir 4 persen.

“Inflasi, pengetatan kebijakan moneter the Fed, perang di Ukraina dan lockdown di China telah menjadi tantangan yang kuat bagi investor pada April 2022,” ujar Chief Market Strategist National Securities, Art Hogan.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah tajam pada perdagangan Selasa, 26 April 2022. Investor melakukan aksi jual jelang penutupan di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Nasdaq merosot 3,95 persen dan mencapai level terendah baru dalam 52 minggu. Indeks Nasdaq ditutup turun ke posisi 12.490,74. Indeks Dow Jones tergelincir 809,28 poin atau 2,4 persen menjadi 33.240,18. Indeks S&P 500 susut 2,8 persen ke posisi 4.175,20.

Sepanjang April 2022, indeks S&P 500 merosot 7,8 persen, indeks Nasdaq tersungkur 12,2 persen dan indeks Dow Jones lelah melemah 4,2 persen.

Saham teknologi memimpin penurunan pada perdagangan Selasa, 26 April 2022. Investor tidak menunggu hasil kinerja kuartal kuartal I Microsoft dan Alphabet setelah bel perdagangan lantaran khawatir seperti Netflix pada awal musim laporan keuangan.

“Risiko tidak ada dalam laba perusahaan teknologi kapitalisasi besar,” ujar Pendiri Satori Fund Dan Niles, seperti dilansir dari CNBC, Rabu, 27 April 2022.

Microsoft dan Alphabet, induk usaha Google mencatat penurunan lebih dari tiga persen jelang laporan kinerja keuangan. Induk usaha Facebook Meta, Amazon, dan Apple juga melemah.

Saham Netflix turun hampir 5,5 persen dan mencapai level terendah baru. Saham Netflix merosot 35 persen dalam satu hari pada pekan lalu seiring melaporkan kehilangan pelanggan yang mengejutkan pada kuartal I 2022.

Dalam catatatan riset Wolfe Research oleh Chris Senyek menyebutkan kekuatan saham teknologi kapitalisasi besar dalam beberapa tahun terakhir kemungkinan akan meledak ketika fundamental mulai memburuk secara signifikan seiring ekonomi yang melambat.

Kekhawatiran tentang ekonomi global membayangi. Investor khawatir tentang lonjakan COVID-19 di China. Selain itu, pejabat tinggi Rusia juga mengatakan ancaman terhadap perang nuklir. Ditambah inflasi yang tinggi di AS juga mengurangi permintaan barang untuk rumah dan sneakers.

“Ada banyak kekhawatiran pertumbuhan ekonomi. China adalah pelanggan besar untuk teknologi AS, industri semikonduktor melakukan banyak bisnis di sana, tapi ini juga menyangkut pertumbuhan di sini,” ujar Chief Investment Officer Bleakley Advisory Group, Peter Boockvar.

Tesla yang memiliki pabrik di Shanghai dan anggap China sebagai pasar utama untuk kendaraan listrikna menjadi penghambat terbesar di Nasdaq. Saham Tesla turun 12,2 persen. Saham tersebut berada di bawah tekanan karena CEO dan penirinya Elon Musk akan menutup kesepakatan yang diusulkannya untuk beli Twitter senilai USD 44 miliar.

Saham chip juga termasuk di antara penurunan teratas di Nasdaq. Saham Nvidia susut 5,6 persen dan AMD melemah 6,1 persen.

Saham siklus terkait pertumbuhan ekonomi juga tertekan. Saham 3M melemah sekitar 3 persen meski laba lebih baik dari perkiraan.

Equity World | Kembali Memudar, Harga Emas Hari Ini Turun ke Rp981.000 per Gram

Equity World | Kembali Memudar, Harga Emas Hari Ini Turun ke Rp981.000 per Gram

Equity World | Harga emas hari ini kembali turun. Pada perdagangan H-5 Lebaran atau Rabu (27/4/2022), harga emas turun Rp1.000 menjadi Rp981.000 per gram.

Equity World | Wall Street Berkabung, Aksi Jual Besar Buat Nasdaq Ambruk

Harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas ingin menjual emas batangannya juga turun Rp1.000 menjadi Rp885.000 per gram.

Mengutip dari laman logammulia.com, cetakan emas terkecil, yakni 0,5 gram berada di level Rp540.500. Sedangkan, untuk satuan 5 gram dihargai Rp4.680.000, dan 10 gram Rp9.305.000.

Lebih lanjut, untuk harga emas 50 gram dijual sebesar Rp46.195.000. Sementara untuk ukuran emas yang terbesar, yakni 500 gram dan 1.000 gram masing-masing dibanderol Rp460.820.000 dan Rp921.600.000.

Sekedar informasi, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sesuai PMK No. 34/PMK 10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45%, sertakan NPWP setiap kali transaksi.

Berikut rincian harga pecahan emas batangan Antam:
Emas 0,5 gram: Rp540.500
Emas 1 gram: Rp981.000
Emas 2 gram: Rp1.902.000
Emas 3 gram: Rp2.828.000
Emas 5 gram: Rp4.680.000
Emas 10 gram: Rp9.305.000
mas 25 gram: Rp23.137.000
Emas 50 gram: Rp46.195.000
Emas 100 gram: Rp92.312.000
Emas 250 gram: Rp230.515.000
Emas 500 gram: Rp460.820.000
Emas 1.000 gram: Rp921.600.000

Design a site like this with WordPress.com
Get started