Equity World | Pasar Asia Melonjak Ikut Reli Kuat di Wall Street

Equity World | Pasar Asia Melonjak Ikut Reli Kuat di Wall Street

Equity World | Saham-saham di Asia Pasifik melonjak pada perdagangan Rabu (20/7) setelah pemantulan tajam pada saham-saham Wall Street semalam.

Equity World | Harga Emas Pegadaian Hari Ini Lebih Murah, Simak Daftarnya per 20 Juli 2022

Nikkei 225 di Jepang naik 2,09% dan indeks Topix naik 1,81%.

Produsen mobil Jepang Toyota mengatakan bahwa produksinya pada Agustus 2022 akan menjadi sekitar 700.000 unit, lebih rendah dari angka yang diumumkan sebelumnya 850.000 unit, karena kekurangan suku cadang terkait dengan gangguan Covid-19.

Kospi Korea Selatan naik 1,51% dan Kosdaq 1,44% lebih tinggi.

Di Australia, S&P/ ASX 200 naik 0,47%.

Gubernur bank sentral Australia (RBA) Philip Lowe pada Rabu mengatakan bahwa inflasi untuk kuartal Juni 2022 yang akan dirilis minggu depan akan menunjukkan peningkatan lebih lanjut, dan perlu ada jalan kembali ke inflasi 2% hingga 3%.

Harga naik 5,1% pada kuartal Maret 2022. Dalam sambutannya, Lowe juga mengatakan bahwa tarif nominal netral minimal 2,5%, sedangkan tarif saat ini 1,35%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,39%.

Saham Amerika Serikat (AS) reli pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) di New York, menyusul rilis laporan pendapatan yang kuat dari sejumlah perusahaan.

Dow Jones Industrial Average melonjak 754,44 poin, atau 2,43%, menjadi 31.827,05. S&P 500 melonjak 2,76% menjadi 3.936,69 dan Nasdaq Composite naik 3,11% menjadi 11.713,15.

Pemerintah Tiongkok diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya pada Rabu.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 106,680 setelah jatuh tajam.

Yen Jepang diperdagangkan pada 138,16 per dolar, lebih kuat dari level yang terlihat minggu lalu. Dolar Australia berada di level US$ 0,6893, menguat dari awal pekan ini.

Bitcoin terus menguat, berada di atas US$ 23.000 ke level US$ 23.411,53 pada pukul 19.53. ET Selasa.

Minyak mentah berjangka AS bergerak datar di US$ 104,22 per barel, sementara minyak mentah Brent turun 0,43% menjadi US$ 106,89 per barel. Kedua tolok ukur tersebut menetap 1% lebih tinggi di sesi sebelumnya.

Equity World | Bursa Asia Diperdagangkan Bervariasi, Setelah Awal Positif Pekan Ini

Equity World | Bursa Asia Diperdagangkan Bervariasi, Setelah Awal Positif Pekan Ini

Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik beragam pada hari Selasa (19/7). Setelah awal yang positif untuk minggu ini karena investor menantikan risalah rapat bank sentral Australia.

Equity World | Harga Emas Bersinar Lagi Usai Sentuh Level Terendahnya Dalam Satu Tahun Terakhir

Pasar Jepang kembali diperdagangkan pada hari Selasa setelah libur pada hari Senin dan Nikkei 225 naik 0,6%. Sementara indeks Topix naik 0,5%.

Indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,49% dan Kosdaq kehilangan 0,38%.

Di Australia, S&P/ASX 200 sedikit di bawah garis datar. Reserve Bank of Australia akan merilis risalah pertemuannya hari ini.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,19%.

Dalam berita perusahaan, Financial Times melaporkan bahwa SoftBank telah menghentikan rencana untuk mendaftarkan perancang chip Arm di London karena ketidakpastian politik di Inggris. Saham SoftBank Group naik 0,43% pada awal perdagangan.

Sementara itu, Swire Pacific, konglomerat yang berbasis di Hong Kong mengatakan, mengakuisisi anak perusahaan Coca-Cola dengan bisnis pembotolan di Vietnam dan Kamboja.

Semalam, Wall Street mundur dan ditutup lebih rendah setelah reli di awal sesi.

Dow Jones Industrial Average turun 215,65 poin atau 0,69% menjadi 31.072,61. S&P 500 turun 0,84% menjadi 3.830,85. Nasdaq Composite kehilangan 0,81% menjadi 11.360,05.

Mata uang dan minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 107,450 mundur dari level minggu lalu.

“Dalam pandangan kami, jalur resistensi paling rendah untuk US$ adalah untuk melanjutkan tren lebih tinggi karena prospek pertumbuhan global yang buruk,” Carol Kong, a senior associate, international economics and currency strategy di Commonwealth Bank, dalam catatannya.

Yen Jepang diperdagangkan pada 138,35 per dolar, masih lebih kuat dari level yang terlihat minggu lalu. Dolar Australia berada di US$0,6804.

Minyak berjangka turun di perdagangan Asia setelah melonjak sekitar 5% pada hari Senin. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kehilangan 0,79% menjadi $101,79 per barel sementara patokan internasional minyak mentah Brent turun 0,72% menjadi $105,50 per barel.

Equity World | Harga Emas Mulai Menanjak, Semoga Bukan Harapan Palsu

Equity World | Harga Emas Mulai Menanjak, Semoga Bukan Harapan Palsu

Equity World | Harga emas naik tipis pada awal pekan. Pada perdagangan Senin (18/7/2022) pukul 06: 30 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.709,17 per troy ons. Harga emas menguat 0,14%.

Equity World | Harga Emas Bergerak Tipis di Atas US$ 1.700 Setelah Turun 5 Pekan Beruntun

Penguatan ini menjadi kabar positif di tengah tren negatif emas pada pekan lalu. Pada perdagangan terakhir pekan lalu, harga emas emas anjlok 0,15% ke posisi US$ 1.706,78 per troy ons atau terendah sejak 30 Maret 2021.

Penguatan emas pada pagi hari ini juga memperpanjang tren emas yang kerap menguat pada pagi hari tetapi kemudian amblas pada penutupan perdagangan.
Dalam sepekan, harga emas menyusut 1,4% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga amblas 7,1% sementara dalam setahun merosot 5,7%.

Jim Wyckoff, analis dari Kitco Metals, mengatakan emas menguat pada pagi hari ini karena melandainya dollar Amerika Serikat (AS). Dollar AS melandai ke posisi 107,8 pada pagi hari ini, terendah sejak 8 Juli 2022.

Kendati menguat, Wyckoff mengingatkan harga emas rawan pelemahan karena potensi penguatan dollar AS. Mata uang greenback diperkirakan akan menguat karena pasar berekspektasi bank sentral AS The Federal Reserve (the Fed) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps bulan ini.

Dia juga menambahkan ancaman resesi bisa membuat harga emas semakin melemah. Emas memang kerap dianggap sebagai aset aman saat perekonomian memburuk. Di sisi lain, resesi juga akan menurunkan permintaan akan emas.

“Selama ini harga emas sangat tertekan karena penguatan dollar AS. Pelaku pasar sangat khawatir jika lonjakan inflasi akan meningkatkan ancaman resesi yang semakin membuat permintaan emas semakin turun,” tutur Wyckoff, kepada Reuters.

Wyckoff menjelaskan ancaman sanksi Eropa untuk menghentikan impor emas Rusia memang berdampak terhadap emas. Namun, dampak positifnya terbatas.

Sebagai catatan, Uni Eropa menargetkan emas Rusia dalam paket sanksi berikutnya atau paket sanksi ketujuh.
“Sanksi Uni Eropa kepada emas Rusia tidak akan berdampak besar kepada pasokan dan permintaan emas karena Rusia juga bisa menjual emas kepada negara lainnya. Emas juga dipertukarkan,” tutur Wycoff.

Sementara itu, TD Securities memperkirakan harga emas akan melemah menuju ke level pra pandemi Covid-19. Menurutnya, dollar AS memang melemah pagi ini tetapi masih dalam level tertingginya dalam 20 tahun terakhir. Penguatan dollar AS akan membuat emas semakin mahal sehingga kurang menarik buat investor.

“Emas terus jatuh seperti kartu dalam permainan domino. Harga emas bahkan kini tengah bergerak menuju level pra-pandemi. Kenaikan suku bunga acuan The Fed akan membuat harga emas semakin tergerus,” tutur TD Securities.

Equity World | Harga Emas Pagi Ini Naik, Semoga Bertahan Hingga Ujung Har

Equity World | Harga Emas Pagi Ini Naik, Semoga Bertahan Hingga Ujung Hari

Equity World | Harga emas menguat pada pagi hari ini. Pada perdagangan Jumat (15/7/2022) pukul 06:12 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.710,36 per troy ons. Harga emas menguat tipis 0,05%.

Equity World | Saham Pilihan untuk Trading 15 Juli dan Target Harganya

Penguatan emas pada pagi hari ini memperpanjang tren pergerakan sang logam mulia yang kerap menguat di pagi hari tetapi melemah pada akhir perdagangan.

Kemarin, harga emas juga ditutup melemah 1,49% ke US$ 1.709,45 per troy ons. Pelemahan tersebut membawa emas ke level terendah sejak Maret 2021 atau dalam 15 bulan terakhir.

Dalam sepekan, harga emas sudah merosot 1,8% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga ambles 6,7% sementara dalam setahun menyusut 6,5%.

Philip Streible, dari Blue Line Futures Chicago, mengatakan meskipun emas menguat hari ini tetapi sang logam mulia akan kesulitan menghadapi perkasanya dolar Amerika Serikat (AS). Dolar AS masih bergerak di level tertingginya dalam 20 tahun terakhir setelah inflasi AS melonjak 9,1% pada Juni.

Lonjakan inflasi tersebut diyakini akan membuat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) mengeluarkan kebijakan agresif pada pertemuan mereka pekan depan.

“Penguatan dolar AS akan membuat harga emas semakin jatuh. Setelah inflasi AS naik, pasar semakin yakin jika The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps,” tutur Streible, kepada Reuters.

Kenaikan suku bunga acuan The Fed akan membuat dolar AS semakin perkasa dan membuat emas semakin mahal sehingga kurang menarik.

Kenaikan suku bunga acuan The Fed juga akan mengerek yield surat utang pemerintah AS sehingga membuat emas kurang menarik karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil.

“Sangat berat bagi emas untuk bisa menguat ke depan kecuali jika dampak lonjakan inflasi bisa menghentikan kenaikan suku bunga atau jika bank sentral negara lain lebih agresif dari The Fed sehingga dolar melemah,” ujar Streible.

Equity World | Harga Emas Jatuh ke Titik Terendah dalam 9 Bulan

Equity World | Harga Emas Jatuh ke Titik Terendah dalam 9 Bulan

Equity World | Harga emas kembali melemah setelah sempat menguat kemarin. Pada perdagangan Kamis (14/7/2022) pukul 06:27 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.732,58 per troy ons. Melemah 0,15%.

Equity World | Kenaikan Inflasi Bikin Laju Wall Street Melemah

Harga tersebut adalah yang terendah sejak 29 September 2021 atau sembilan bulan terakhir di mana pada saat itu emas menyentuh US$ 1.726,11 per troy ons. Melemahnya emas juga menghapus kinerja positif pada hari sebelumnya. Kemarin, harga emas ditutup menguat 0,55% ke US$ 1.735,23 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas sudah menyusut 0,4% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga amblas 4,2% sementara dalam setahun merosot 5,2%.

Fawad Razaqzada, dari City Index, mengatakan pelemahan emas disebabkan oleh lonjakan inflasi Amerika Serikat (AS). Inflasi AS pada Juni 2022 menembus 9,1% (year on year), tertinggi sejak November 1981. Laju inflasi juga di atas perkiraan pasar yakni 8,8%.

Emas memang kerap dianggap sebagai aset lindung nilai dari tingginya inflasi. Namun, kenaikan inflasi diyakini akan membuat kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) semakin agresif.

“Saat ini pusat cerita lebih pada penguatan dollar AS dan kenaikan suku bunga acuan. Dua faktor ini membuat harga emas sulit merangkak naik, tutur Razaqzada, seperti dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan emas bisa semakin tertekan ke depan dan bisa jatuh ke bawah US$ 1.700 per troy ons. Namun, Razaqzada mengingatkan melemahnya dolar AS dan yield surat utang AS setelah pengumuman inflasi juga memberi peluang dan harapan baru ke emas.

Dengan inflasi yang terus menjulang, ada kemungkinan The Fed lebih memilih untuk menurunkan inflasi dalam jangka panjang bukan secara agresif dalam jangka pendek.

Dollar Index pada pagi hari ini tercatat melemah 0,05% ke 108,02 sementara yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun melandai 0,57% ke 2,94%.

Equity World | Bursa Asia Mayoritas Menguat di Pagi Ini (13/7) Sambil Menanti Data Perdagangan China

Equity World | Bursa Asia Mayoritas Menguat di Pagi Ini (13/7) Sambil Menanti Data Perdagangan China

Equity World | Bursa Asia bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini. Rabu (13/7), pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,67% ke 26.512,73. Sejalan, indeks Hang Seng naik 0,32% ke 20.911,53.

Equity World | Harga Emas Berjangka Turun Jelang Rilis Data Inflasi AS

Indeks Taiex melesat 3,06% ke 14.377,74. Indeks Kospi pun menguat 0,82% ke 2.336,85 dan indeks ASX 200 naik 0,11% ke 6.613,7

Sementara itu, FTSE Straits Times naik 0,07% ke 3.147,84 dan FTSE Malay turun 0,56% ke 1.418,07.

Bursa Asia bergerak naik pada awal perdagangan hari ini. Walau begitu, pergerakan hati-hati masih terlihat karena investor masih menanti data perdagangan China dan keputusan suku bunga dari sejumlah bank sentral di kawasan yang akan dilakukan pekan ini.

Data perdagangan China yang akan dirilis hari ini adalah ekspor impor. Di mana, dalam jajak pendapat Reuters, ekspor China diperkirakan tumbuh 12% dan impor naik 3,9%.

Sementara itu, Bank of Korea (BOK) diproyeksi menaikkan suku bunga sebesar 50 bps untuk pertama kalinya. Reserve Bank of New Zealand pun diperkirakan mengerek suku bunga 50 bps pada pertemuan pekan ini.

Dari bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup koreksi pada sesi sebelumnya. Tiga indeks utama berbalik melemah setelah tekanan jual jelang perdagangan berakhir.

Di mana, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,62% menjadi 30.981,33, indeks S&P 500 melemah 0,92% ke 3.818,80 dan Nasdaq Composite koreksi 0,95% menjadi 11.264,73.

Pelaku pasar juga menanti data inflasi AS yang dirilis hari ini. Pasar mengharapkan inflasi di Negeri Paman Sam tetap pas dan menjaga asa The Fed untuk tetap di jalur pengetatan moneter.

Equity World | Jelang Laporan Keuangan Emiten, Wall Street Tergelincir

Equity World | Jelang Laporan Keuangan Emiten, Wall Street Tergelincir

Equity World | Saham-saham di Wall Street melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi) karena kurangnya katalis membuat para pelaku pasar dengan hati-hati memulai pekan yang sarat dengan data inflasi penting dan awal tidak resmi untuk musim laporan keuangan emiten kuartal kedua.

Equity World | Dolar Meroket ke Level Tertinggi Baru Kurun Dua Dekade, Harga Emas Jatuh

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 164,31 poin atau 0,52 persen, menetap di 31.173,84 poin. Indeks S&P 500 merosot 44,95 poin atau 1,15 persen, berakhir di 3.854,43 poin. Indeks Komposit Nasdaq terpangkas 262,71 poin atau 2,26 persen, ditutup di 11.372,60 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan konsumen non-primer masing-masing jatuh 2,80 persen dan 2,76 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor utilitas dan real estat menambah keuntungan moderat.

Saham-saham pertumbuhan di pasar menarik ketiga indeks saham utama AS ke wilayah negatif, dengan sentimen penghindaran risiko diperburuk oleh penutupan kasino pertama Makau dalam lebih dari dua tahun untuk mengekang penyebaran covid-19.

“Ini adalah pasar yang gugup,” kata Ahli Strategi Investasi Senior di US Bank Wealth Management di Seattle, Rob Haworth dikutip dari Antara, Selasa, 12 Juli 2022.

“Kami tahu inflasi didorong oleh kendala pasokan, dan Tiongok merupakan faktor penting,” tambah Haworth.

Hasil dari bank-bank besar, termasuk JPMorgan Chase & Co, Citigroup Inc, dan Wells Fargo & Co, diperkirakan akan meluncurkan musim pelaporan kuartal kedua akhir pekan ini. Indeks Perbankan S&P 500 turun 1,0 persen.

Analis memperkirakan penurunan tajam laba dalam setahun karena perusahaan-perusahaan meningkatkan cadangan kerugian pinjaman mereka, memicu kekhawatiran resesi yang akan datang.

“Kami memperkirakan perlambatan, yang akan menempatkan Federal Reserve dalam sikap yang lebih lunak, tetapi di sisi lain, ada banyak alasan untuk percaya bahwa inflasi dapat tetap tinggi dan The Fed akan tetap agresif,” jelas dia.

Pasar saat ini memperkirakan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga Fed sebesar 75 basis poin dalam salvo terbarunya terhadap inflasi yang panas, sebuah taktik yang dikhawatirkan beberapa pihak dapat mengarahkan ekonomi yang sudah mendingin ke dalam resesi.

Pada Jumat, 8 Juli 2022, para analis memperkirakan pertumbuhan agregat laba S&P tahunan 5,7 persen untuk periode April hingga Juni, turun dari perkiraan 6,8 persen pada awal kuartal, menurut Refinitiv.

Twitter Inc anjlok 11,3 persen setelah Elon Musk mengatakan dia mengakhiri kesepakatannya untuk membeli perusahaan media sosial tersebut.

Saham operator kasino AS Las Vegas Sands, Wynn Resorts dan Melco Resorts turun antara 6,3 persen dan 9,6 persen setelah Makau menutup semua kasino untuk menahan wabah covid-19 terburuk sejak krisis kesehatan dimulai.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 9,33 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,92 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Equity World | Harga Emas Dibayangi Kenaikan Suku Bunga The Fed, Inflasi dan Resesi

Equity World | Harga Emas Dibayangi Kenaikan Suku Bunga The Fed, Inflasi dan Resesi

Equity World | Setelah turun USD 60 pekan lalu, harga emas tetap rentan terhadap aksi jual yang lebih besar. Pasalnya, pasar tengah bersiap untuk kenaikan agresif suku bunga The Fed pada pertemuan Juli 2022 ini.

Equity World | Harga Emas Antam Stagnan di Level Rp 969.000 Per Gram

Namun, para analis berfokus pada dasar harga potensial yang akan memicu momentum perputaran untuk harga logam mulia.

Pasar emas saat ini terpukul oleh penguatan indeks dolar AS, yang mengambil banyak minat safe-haven di tengah meningkatnya kekhawatiran resesi.

“Harga emas telah jatuh ke level yang terakhir terlihat pada September 2021 dan secara teknis diperdagangkan di wilayah oversold,” kata analis logam mulia Standard Chartered, Suki Cooper dikutip dari laman Kitco, Senin (11/7/2022).

“Sementara harga emas terperangkap di antara risiko inflasi yang meningkat dan kekhawatiran yang berkembang atas resesi, emas telah kembali mengambil isyarat dari USD, yang telah diuntungkan dari arus safe-haven atas emas,” imbuhnya.

Di sisi lain, data per Jumat (8/7/2022) lalu telah meyakinkan pasar, The Fed akan melanjutkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps) pada pertemuan Juli.

“Yang penting dari sini bagi investor bukanlah seberapa cepat The Fed menaikkan suku bunga, tetapi seberapa tinggi mereka harus melakukannya untuk memperlambat ekonomi,” kata ahli strategi investasi senior Allianz Investment Management, Charlie Ripley.

Analis melihat lebih banyak risiko penurunan untuk emas, sampai kisaran USD 1.700 per ounce atau bahkan berpotensi USD 1.650 per ounce. Namun, analis pasar senior OANDA Edward Moya menilai, itu bakal jadi kisaran harga terendah dimana investor kembali ke logam pada level harga tersebut.

“Begitu harga emas USD 1.800 per ounce pecah pekan ini, tekanan jual luar biasa. Jika keadaan menjadi jelek, harga emas bisa mencapai USD 1.650-1.675. ini jadi momen pembeli untuk kembali. Emas rentan terhadap penurunan ini. Itu level kuncinya,” tegas Moya.

Sementara Cooper mengamati USD 1.690 per ounce, menyoroti level ini sebagai dasar harga emas yang lebih lemah. Dia juga menggambarkan periode Juli sebagai periode musiman yang lambat untuk permintaan.

“Emas memiliki premi safe-haven untuk saat ini, tetapi telah terkikis secara signifikan. Kami berharap emas terus mengikuti petunjuk dari pergerakan makro. Dengan demikian, harga dapat menguji lebih rendah di akhir tahun, tetapi kekhawatiran tentang inflasi akan membatasi penurunan,” tuturnya.

Pada akhir pekan lalu, harga emas turun untuk pekan keempat berturut-turut akibat tertekan oleh kenaikan dolar Amerika Serikat (AS) dan prediksi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) yang curam.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (9/7/2022), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.742,3 per ounce. Harga emas batangan (Bullion) turun 3,29 persen sepanjang minggu ini, yang akan menjadi yang terburuk sejak pertengahan Mei.

Sedangkan harga emas berjangka AS sedikit berubah menjadi USD 1.740.

Akhir-akhir ini, harga emas gagal menarik aliran safe-haven meskipun risiko resesi meningkat karena investor malah memilih dolar, yang telah naik ke level tertinggi baru dua dekade.

“Data pekerjaan menekan emas, sudah berjuang setelah reli dolar yang begitu kuat. Namun, ada beberapa bargain hunting yang terjadi di sini,” kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures Bob Haberkorn.

Pertumbuhan pekerjaan AS lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni dan tingkat pengangguran tetap mendekati posisi terendah sebelum pandemi, menandakan kekuatan pasar tenaga kerja yang terus-menerus yang memberi amunisi Federal Reserve untuk memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi akhir bulan ini.

Suku bunga yang lebih tinggi merusak daya tarik emas dengan diterjemahkan ke dalam peningkatan biaya peluang memegang aset karena tidak menghasilkan bunga.

“Dalam jangka pendek, kami masih melihat emas didukung oleh risiko resesi. Setelah koreksi baru-baru ini, kami memperkirakan harga akan berkonsolidasi,” kata Carsten Menke, Kepala Riset Generasi Berikutnya di Julius Baer.

“Rebound yang bertahan lama terlihat agak tidak mungkin dengan asumsi bahwa Fed mampu melawan inflasi tanpa mendorong ekonomi ke dalam resesi,” lanjut dia.

Di pasaran, permintaan sedikit meningkat di India setelah harga domestik turun, sementara kekhawatiran atas wabah virus corona baru terus membatasi aktivitas di konsumen utama China.

Di tempat lain, harga perak naik 0,4 persen menjadi USD 19,27 per ounce, sementara platinum naik 2 persen menjadi USD 890,435.

Harga paladium naik 8,9 persen menjadi USD 2.167,18, membukukan kenaikan minggu ketiga berturut-turut.

Equity World | Sinyal Positif Untuk IHSG, Bursa Asia Cerah!

Equity World | Sinyal Positif Untuk IHSG, Bursa Asia Cerah!

Equity World | Bursa Asia-Pasifik dibuka bergairah pada perdagangan Jumat (8/7/2022). Pergerakan ini menyusul bursa saham Amerika Serikat (AS) yang juga bergairah pada perdagangan Kamis waktu setempat.

Equity World | Kompak Dengan Bursa Asia, IHSG Anteng di Zona Hijau pada Sejam Perdagangan

Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,51%, Hang Seng Hong Kong melonjak 1,33%, Shanghai Composite China bertambah 0,52%, Straits Times Singapura naik 0,25%, ASX 200 Australia terapresiasi 0,38%, dan KOSPI Korea Selatan melesat 1,02%.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung bergairah terjadi di tengah kembali bergairahnya bursa saham AS, Wall Street pada perdagangan Kamis kemarin waktu setempat, jelang rilis data tenaga kerja yang menjadi salah satu indikator penting kesehatan ekonomi AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melesat 1,12% ke posisi 31.384,55, S&P 500 melejit 3.902,62, dan Nasdaq Composite terbang 2,28% ke 11.621,35.

Wall Street masih mampu menguat meski data yang dirilis pada Kamis kemarin menunjukkan klaim tunjangan pengangguran mingguan menjadi 235.000 klaim, tertinggi sejak 15 Januari lalu. Rilis tersebut juga lebih tinggi dari hasil survei yang dilakukan Dow Jones sebesar 230.000 klaim.

Inflasi yang tinggi serta kenaikan suku bunga yang agresif oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mulai menunjukkan menunjukkan dampaknya ke pasar tenaga kerja. Di bulan ini, The Fed bahkan akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 50 – 75 basis poin (bp).

Banyak investor merasa sulit mempercayai kenaikan tersebut karena kekhawatiran terhadap resesi terus membayangi Wall Street dan pasar keuangan global. Pelaku pasar memprediksikan bahwa musim rilis kinerja keuangan akan bergejolak bulan ini.

“Jadi, saya pikir kita masih memiliki musim panas ini untuk mengawasi apa yang dilakukan The Fed dan mengawasi apa yang terjadi pada kebijakan internasional untuk melihat arah inflasi,” tutur Direktur Pelaksana UBS Private Wealth Management Alli McCartney dikutip CNBC International.

Pada malam hari ini waktu Indonesia, data tenaga kerja Negeri Paman Sam pada periode Juni 2022 akan dirilis. Data tersebut terdiri dari penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payrolls/NFP), tingkat pengangguran, dan perubahan rata-rata upah per jam.

Data ini merupakan salah satu indikator yang digunakan The Fed dalam menetapkan kebijakan moneter, selain data inflasi tentunya.

Selain itu, Indeks Kesengsaraan (Misery Index) yang mengukur tingkat kesulitan ekonomi yang dirasakan masyarakat juga mulai menanjak. Data ini dipublikasikan oleh Federal Reserve Economic Data (FRED), mencapai 12% pada Mei lalu.

Level yang sama terjadi pada awal pandemi virus corona (Covid-19) dan awal krisis finansial 2008. Artinya, tingkat kesulitan ekonomi yang dirasakan sama seperti sebelum krisis finansial global dan awal pandemi Covid-19, dan keduanya berujung pada resesi di AS.

Selain itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) kembali mengalami inversi, yang menjadi sinyal awal terjadinya resesi. Inversi tersebut terjadi setelah yield Treasury tenor 2 tahun lebih tinggi ketimbang tenor 10 tahun.

Pada perdagangan kemarin, yield Treasury tenor 2 tahun mencapai posisi 3,014%, sedangkan yield Treasury tenor 10 tahun naik ke 2,996%.

Dalam kondisi normal, yield obligasi tenor lebih panjang akan lebih tinggi dari yield obligasi tenor pendek. Tetapi ketika inversi terjadi, maka posisinya terbalik.

Sebelumnya inversi juga terjadi pada April lalu, dan menjadi sinyal kuat akan terjadinya resesi di Negeri Paman Sam.

Equity World | Wall Street Menguat, Dow Jones Naik 0,23%

Equity World | Wall Street Menguat, Dow Jones Naik 0,23%

Equity World | Laju saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) karena investor mencerna petunjuk baru tentang pendekatan bank sentral AS terhadap kebijakan suku bunga dan pertarungan melawan inflasi yang dirinci dalam risalah pertemuan Federal Reserve terbaru.

Equity World | Wall Street Naik, Investor Cerna Petunjuk Kebijakan The Fed

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 69,86 poin atau 0,23 persen, menjadi 31.037,68 poin. Indeks S&P 500 naik 13,69 poin atau 0,36 persen, menjadi berakhir di 3.845,08 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 39,61 poin atau 0,35 persen, menjadi 11.361,85 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor utilitas dan teknologi masing-masing terdongkrak 1,01 persen dan 0,88 persen, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor energi tergelincir 1,74 persen, menjadikannya kelompok berkinerja terburuk.

Setelah aksi jual brutal di pasar ekuitas global pada paruh pertama tahun ini, investor yang terus mencermati tindakan bank sentral saat mereka mencoba menilai dampak kenaikan suku bunga agresif terhadap pertumbuhan global.

Investor mendapatkan poin data terbaru ketika risalah pertemuan kebijakan 14-15 Juni merinci bagaimana bank sentral AS diminta untuk melakukan kenaikan suku bunga yang terlalu besar.

Risalah tersebut merupakan pernyataan ulang yang tegas dari niat The Fed untuk mengendalikan harga-harga guna mengatasi inflasi yang membandel dan kekhawatiran tentang hilangnya kepercayaan pada kekuatan bank sentral.

Kenaikan 0,75 persentase poin yang keluar dari pertemuan itu adalah yang pertama dari ukuran itu sejak 1994. Menurut risalah, para peserta menilai bahwa peningkatan 50 atau 75 basis poin kemungkinan akan sesuai pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini.

Sebelum publikasi risalah tersebut, investor telah memperkirakan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan 26-27 Juli mendatang, yang berarti fakta bahwa baik 50 basis poin maupun 75 basis poin menunjuk ke arah Fed yang mengakui dampak kenaikan suku bunganya terhadap perekonomian.

Risalah tersebut mencerminkan kekhawatiran peserta tentang kenaikan suku bunga yang memiliki potensi dampak pada pertumbuhan ekonomi.

“Saya pikir orang-orang sangat fokus pada tingkat dari kenaikan Federal Reserve, dan perdebatan 50-75 hanya menunjukkan ke mana Anda akan berakhir,” kata Kepala Investasi Kekayaan Pribadi di Glenmede Jason Pride dikutip dari Antara, Kamis, 7 Juli 2022.

Dia mencatat bahwa kenaikan 50 basis poin akan mengarah ke suku bunga terminal (tingkat suku bunga pada akhir siklus pengetatan kebijakan moneter bank sentral) 3,0 persen, sementara 75 basis poin menunjukkan puncak 3,25 persen atau 3,5 persen. Pada 3,5 persen atau lebih, kemungkinan resesi adalah sekitar 50 persen.

Saham Uber Technologies Inc dan DoorDash Inc masing-masing anjlok 4,5 persen dan 7,4 persen, setelah Amazon.com Inc setuju untuk mengambil 2 persen saham di bisnis pengiriman makanan AS Just Eat Takeaway.com yang sedang kesulitan, Grubhub.

Rivian Automotive Inc melonjak 10,4 persen setelah pengiriman pembuat kendaraan listrik itu hampir empat kali lipat karena meningkatkan produksi.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 11,31 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,08 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Design a site like this with WordPress.com
Get started