Equity World | Amerika-China Tegang! Wall Street Dibuka di Zona Merah!

Equity World | Amerika-China Tegang! Wall Street Dibuka di Zona Merah!

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) kompak terkoreksi pada pembukaan perdagangan Selasa (02/8/2022), diwarnai ketegangan antara AS dan China yang meningkat menjelang kunjungan Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan.

Equity World | Ketua DPR AS ke Taiwan, Indeks Nikkei 225 Tertekan

Dow Jones terkoreksi 0,78% di pembukaan menjadi 32.543,38 dan indeks S&P 500 melemah 0,38 % ke 4.103,44. Sedangkan, Nasdaq jatuh 0,3% ke 12.326,07.

Pelosi diprediksi tiba di Taiwan pada malam hari ini waktu setempat jika mengacu pada Reuters. Menjelang perjalanan tersebut, pejabat China mengancam akan mengambil tindakan jika Pelosi bergerak maju dengan kunjungan tersebut.

“Kami ingin memberi tahu AS sekali lagi bahwa China siap siaga, Tentara Pembebasan Rakyat China tidak akan pernah tinggal diam dan China akan mengambil tindakan tegas untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian dikutip CNBC International.

Hari ini, investor akan disuguhkan dengan musim rilis kinerja keuangan dari Starbucks, Paypal, dan Advanced Micro Devices.

Pekan ini, investor masih menunggu laporan data tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payrolls/NFP) di Juli yang akan dirilis pada Jumat (5/8) yang biasanya dijadikan petunjuk sebagai gambaran situasi ekonomi dan pasar tenaga kerja.

Equity World | Saham Pilihan untuk Trading 2 Agustus dan Target Harganya

Equity World | Saham Pilihan untuk Trading 2 Agustus dan Target Harganya

Equity World | Sebagian analis memprediksi IHSG hari ini menguat. Namun, kenaikan tersebut masih akan terbatas. Untuk itu, simak saham pilihan trading 2 Agustus dan target harganya.

Equity World | Harga Minyak Ambrol, Wall Street Jebol, Jadi Resesi Nih?

Pada perdagangan Senin (1/8/2022), IHSG ditutup menguat sebesar 17 poin (0,25%) ke level 6.968. Sektor transportasi dan logistic, barang baku, barang konsumen primer, infrastruktur, energi, keuangan, properti dan real estate bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG kemarin.

Wall Street merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kenaikan tiga hari berturut-turut dan menyerahkan beberapa keuntungan yang telah mereka cetak di minggu sebelumnya, karena kemungkinan resesi dan data ekonomi mengecewakan membatasi selera risiko.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 46,73 poin atau 0,14%, menjadi menetap di 32.798,4 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 11,66 poin atau 0,28%, menjadi berakhir di 4.118,6 poin. Indeks Komposit Nasdaq melemah 21,71 poin atau 0,18%, menjadi ditutup di 12.368,9 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing merosot 2,18 % dan 0,89 %, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor bahan pokok konsumen terangkat 1,21 %, merupakan kelompok berkinerja terbaik.

Sementara itu, saham Asia-Pasifik jatuh pada hari Selasa karena inflasi Korea Selatan naik dan investor menantikan keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia. Nikkei 225 di Jepang tergelincir 0,87%, dan indeks Topix kehilangan hampir 1%. Di Korea Selatan, Kospi merosot 0,39% dan Kosdaq turun 0,21%.

Harga konsumen di Korea Selatan naik 6,3% pada Juli dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021, data resmi menunjukkan pada hari Selasa. Itu sesuai dengan ekspektasi dan akselerasi harga tercepat sejak November 1998, lapor Reuters. Bank of Korea menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan Juli.

Melihat kondisi tersebut, para analis merekomendasikan beberapa pilihan saham untuk trading dan target harganya. Dimulai dari analis dari Mandiri Sekuritas yang memberikan saham pilihan, yaitu

Equity World | Ambil Posisi! IHSG Cenderung Melemah Setiap Agustus

Equity World | Ambil Posisi! IHSG Cenderung Melemah Setiap Agustus

Equity World | Memasuki bulan Agustus 2022, para pelaku pasar tentunya perlu mencermati faktor musiman yang terjadi di pasar saham domestik. Secara historis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung mencatatkan kinerja kurang apik di bulan ke-8.

Equity World | Harga Emas Turun ke USD 1.700 per Once, Ini Biang Keroknya

Sejak tahun 2012-2021 alias satu dekade terakhir, rata-rata imbal hasil bulanan IHSG mencatatkan minus 0,9%. IHSG tercatat menguat enam kali dan melemah empat kali dalam kurun waktu 10 tahun terakhir di bulan Agustus.

Return tertinggi IHSG di bulan Agustus 2022 terjadi pada tahun 2016. Secara bulanan IHSG berhasil mencatatkan kenaikan 3,3%. Sementara, return terendah IHSG pada bulan Agustus dalam satu dekade terakhir tercatat di tahun 2013. Kala itu IHSG melemah 9% secara bulanan di tengah adanya sentimen tapering.

Di sepanjang tahun 2022, IHSG sukses memberikan imbal hasil sebesar 5,62% dan menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Memang, bulan Agustus the Fed tidak akan menggelar rapat FOMC. Keputusan kebijakan moneter terkait suku bunga acuan baru akan dibahas bulan September.

Namun, seiring dengan tekanan inflasi yang semakin meningkat di dalam negeri, ada potensi Bank Indonesia (BI) bisa saja menaikkan suku bunga acuan bulan ini. The Fed sendiri sudah menaikkan suku bunga acuannya lebih dari 200 basis poin (bps) sepanjang tahun ini. Sementara itu BI tetap mempertahankan suku bunga acuan di level terendah sepanjang sejarah 3,5%.

Perbedaan suku bunga acuan AS dan Indonesia semakin menyempit dan membuat valuasi aset-aset keuangan dinilai kurang menarik. Ekonom MNC Sekuritas Tirta Citradi menyampaikan, penguatan IHSG saat ini memang mendapat katalis positif dari kenaikan harga komoditas dan perbaikan earnings emitennya.

Lebih lanjut Tirta Citradi memberikan pandangannya soal valuasi IHSG saat ini. “Rata-rata imbal hasil (yield) obligasi pemerintah 10 tahun yang dianggap sebagai risk free tiga bulan terakhir 7,3%. Dengan asumsi earning per share (EPS) IHSG tumbuh 18% tahun ini, maka earning yield IHSG masih 7%, di bawah instrument yang lebih rendah risiko seperti government bond, jadi ini patut dicermati” papar Tirta.

Secara historis, IHSG memang cenderung melemah di bulan Agustus dan September. IHSG baru mengalami kenaikan di bulan Oktober. Namun setelah itu IHSG memiliki kecenderungan melemah lagi di November.

Baru di bulan Desember, IHSG mengalami kenaikan seiring dengan adanya sentimen window dressing.

Equity World | Harga Emas Dunia Hari Ini Menguat di Tengah Laporan PDB AS

Equity World | Harga Emas Dunia Hari Ini Menguat di Tengah Laporan PDB AS

Equity World | Pasar emas, memegang keuntungan yang solid menyusul laporan ekonomi terbaru. Harga emas hari ini di pasar berjangka diperdagangkan pada USD 1.741,50 per ounce, naik 1,32 persen untuk Agustus.

Equity World | Wall Street Ditutup Naik Tajam di Tengah Resesi Ekonomi AS

Meski mungkin belum resesi resmi terjadi, tetapi nyatanya ekonomi AS mengalami kontraksi untuk kuartal kedua berturut-turut.

Melansir laman Kitco, Jumat (29/7/2022), Departemen Perdagangan mengatakan jika Produk Domestik Bruto AS turun 0,9 persen pada kuartal kedua, meleset dari perkiraan pasar untuk kenaikan 0,4 persen.

“Penurunan PDB riil mencerminkan penurunan investasi inventaris swasta, investasi tetap perumahan, pengeluaran pemerintah federal, pengeluaran pemerintah negara bagian dan lokal, dan investasi tetap non-perumahan yang sebagian diimbangi oleh peningkatan ekspor dan pengeluaran konsumsi pribadi,” kata laporan itu.

Penurunan aktivitas ekonomi terjadi karena PDB AS berkontraksi 1,6 persen pada kuartal pertama.

Secara resmi, Biro Riset Ekonomi Nasional (NBER) adalah lembaga yang secara resmi menyatakan resesi, yang biasanya terjadi setelah berbulan-bulan penelitian dan perdebatan; namun definisi tradisional adalah ketika ekonomi berkontraksi selama dua kuartal berturut-turut.

Analis mengatakan bahwa resesi di AS akan positif untuk emas karena dapat memaksa Federal Reserve untuk memperlambat laju kenaikan suku bunganya pada saat inflasi tetap terus meningkat.

Namun, tidak semua ekonom mengharapkan Federal Reserve untuk mengurangi sikap kenaikan suku bunga yang agresif.

Andrew Hunter, Ekonom senior AS di Capital Economics, mengatakan bahwa inflasi tetap menjadi masalah utama yang perlu ditangani oleh bank sentral AS.

“Secara keseluruhan, data mengkonfirmasi bahwa pertumbuhan yang mendasarinya telah melambat tajam, tetapi dengan kondisi pasar tenaga kerja yang masih bertahan dan inflasi yang terlalu tinggi, itu tidak akan meyakinkan The Fed untuk membatalkan rencana pengetatannya,” katanya.

Menurut analis pasar, laporan tersebut menunjukkan bahwa inflasi memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Laporan tersebut mengatakan bahwa Indeks Harga PDB kuartal naik 8,7 persen, naik dari pembacaan kuartal pertama 8,2. Para ekonom mengharapkan peningkatan sebesar 7,9 persen.

“Kehilangan itu tampaknya sebagian besar didorong oleh inflasi yang lebih tinggi yang menyeret turun pertumbuhan riil. Deflator di 8,9 persen mengambil seluruh poin persentase dari berita utama dibandingkan dengan yang diharapkan,” kata Adam Button, kepala strategi mata uang di Forexlive.com.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa konsumsi pribadi terus turun, meningkat 1,1 persen pada kuartal kedua, turun dari 1,8 persen dari kuartal pertama.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa perdagangan AS mulai rebound. Ekspor meningkat 18 persen pada kuartal kedua sementara impor meningkat 3,1 persen.

Namun, kenaikan suku bunga berdampak pada pengeluaran investasi, terutama dari konsumen. Laporan itu mengatakan bahwa investasi rumah turun 14 persen pada kuartal kedua, turun dari kenaikan 0,4 persen di kuartal 1. Di sisi bisnis, investasi peralatan turun 2,7 persen.

Equity World | Harga Emas Dunia Naik Tipis

Equity World | Harga Emas Dunia Naik Tipis

Equity World | Harga emas dunia sedikit menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menghentikan penurunan selama dua hari berturut-turut menjelang kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Equity World | Buntuti Wall Street, IHSG Diprediksi Menguat

Dikutip dari Antara, Kamis, 28 Juli 2022, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD1,40 atau 0,08 persen, menjadi USD1.719,10 per ounce.

Tak lama setelah lantai perdagangan pasar emas ditutup, hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) keluar. The Fed menaikkan suku bunga sebesar 0,75 poin persentase, dan mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga akan datang lebih lanjut. Harga emas terus naik setelah pengumuman kenaikan suku bunga.

Sementara itu, National Association of Realtors (NAR) melaporkan bahwa indeks penjualan rumah tertunda AS turun 8,6 persen pada Juni, jauh lebih tinggi dari perkiraan analis yang turun sebesar 1,0 persen.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pesanan barang tahan lama AS melonjak 1,9 persen pada Juni setelah naik 0,8 persen pada Mei. Para ekonom memperkirakan pesanan barang tahan lama turun 0,4 persen.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 6,5 sen atau 0,35 persen, menjadi USD18,60 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD 12,80 atau 1,48 persen, menjadi USD877,20 per ounce.

Equity World | Harga Emas Nyaris Stagnan Pada Rabu (27/7) Pagi, Investor Menanti Keputusan The Fed

Equity World | Harga Emas Nyaris Stagnan Pada Rabu (27/7) Pagi, Investor Menanti Keputusan The Fed

Equity World | Harga emas nyaris stagnan pada perdagangan Rabu (27/7) pagi. Pukul 07.30 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2022 di Commodity Exchange ada di US$ 1.735,50 per ons troi, turun tipis 0,01% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.735,70 per ons troi.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Melemah oleh Sentimen Inflasi

Harga emas stabil karena investor menanti kesimpulan dari pertemuan Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga. Para trader memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan kali ini, meskipun prospek itu lebih sulit untuk diperkirakan.

Mengutip Bloomberg, pada ekonomi Bloomberg memperkirakan prioritas Fed saat ini adalah menjinakkan inflasi.

“Kami mengalami hari yang aneh di pasar karena dolar lebih tinggi, tetapi komoditas semuanya naik untuk hari itu,” kata Edward Meiro, analis ED&F Man Capital Markets dalam sebuah catatan.

Untuk sementara, daya tarik emas diredupkan oleh kekuatan dolar.

“Dolar AS turun dari level tertinggi dan itu mungkin membantu dengan tawaran di bawah emas,” kata Nicholas Frappel, kepala pasar global pasar institusional ABC Revifery di Sydney.

“Sejauh ini, reli emas tidak sepenuhnya meyakinkan dan para pedagang menanti pertemuan Fed untuk panduan lebih lanjut.”

Equity World | Pasar Asia Pasifik Mixed Setelah Rilis PDB Korsel

Equity World | Pasar Asia Pasifik Mixed Setelah Rilis PDB Korsel

Equity World | Saham di Asia Pasifik bergerak mixed pada perdagangan Selasa (26/7) karena angka produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan (Korsel) mengalahkan perkiraan.

Equity World | Wall Street Datar, Investor Tunggu Rapat the Fed dan PDB

Nikkei 225 Jepang turun 0,35% dan indeks Topix turun tipis 0,16%.

Di Australia, S&P/ ASX 200 naik 0,17%.

Kospi di Korsel turun 0,22%, sedangkan Kosdaq turun 0,31%.

Ekonomi Korsel tumbuh 0,7% pada kuartal kedua dibandingkan dengan kuartal pertama 2022, menurut perkiraan yang dirilis oleh bank sentral Korea (BoK). Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 0,4% yang diproyeksikan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters. PDB negara itu tumbuh 0,6% pada kuartal Januari hingga Maret 2022.

Alibaba pada Selasa mengatakan akan mengajukan primary listing di Bursa Efek Hong Kong, di mana sahamnya sudah terdaftar. Menurut sebuah pernyataan pers, jika pendaftaran selesai, perseroan akan menjadi dual primary listing company di Hong Kong dan New York. Itu diharapkan terjadi sebelum akhir 2022.

Bank sentral Jepang (BoJ) merilis risalah untuk pertemuan Juni 2022 pada Selasa, setelah mempertahankan suku bunga pada level yang sangat rendah pekan lalu.

Anggota dewan kebijakan BoJ mengatakan bahwa ekonomi Jepang sedang menuju pemulihan dari dampak Covid-19, tetapi masih membutuhkan dukungan kuat di sisi keuangan karena tekanan dari kenaikan harga komoditas.

“Mereka juga sepakat bahwa perlu memperhatikan perkembangan di pasar keuangan dan valuta asing dan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan harga-harga Jepang,” kata risalah tersebut.

Yen Jepang telah melemah karena kebijakan moneter negara itu bertolakbelakang dari kebijakan Federal Reserve (Fed) dan sebagian besar negara maju lainnya.

Yen Jepang diperdagangkan pada 136,49 per dolar, lebih kuat dari level minggu lalu.

Semalam di Amerika Serikat (AS), S&P 500 naik 0,1% menjadi ditutup pada 3.966,84. Dow Jones Industrial Average naik 90,75 poin, atau 0,3%, menjadi 31.990,04. Nasdaq Composite yang berteknologi tinggi turun 0,4% menjadi 11.782,67.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di level 106,439, turun dari tertinggi bulan ini.

Dolar Australia berada di level US$ 0,6951.

Australia mengikuti kenaikan lebih tinggi, sejalan dengan harga komoditas yang naik. Tetapi saham diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran yang ketat menjelang laporan data inflasi pada Rabu (27/7), tulis kepala ekonomi internasional Commonwealth Bank of Australia Joseph Capurso dalam catatan harian Selasa.

Equity World | Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat 3,87 poin

Equity World | Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat 3,87 poin

Equity World | Ditutup menguat sebesar 22 poin (0,33%) ke level 6.886, IHSG dibuka menguat pada perdagangan sesi I, Senin (25/7/2022). IHSG awal pekan ini dibuka naik 3,87 poin (0,06%) di level 6.890,8. IHSG hari ini bergerak menghijau pada rentang 6.890-6.908.

Equity World | Wall Street Bersiap Rilis Laporan Keuangan dan Pertemuan Fed

Tercatat sebanyak 340,15 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 122,76 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 22.535 kali transaksi. Sebanyak 199 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikkan, 65 saham terkoreksi, dan 232 saham stagnan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 31,899,29 (-0.43%), NASDAQ ditutup 11,834.11 (-1.87%), S&P 500 ditutup 3,961.63 (-0.93%). Bursa Wall Street ditutup melemah pada hari jumat dikarenakan beberapa rilis kinerja emiten yang kurang baik antara lain Snap serta beberapa saham media social dan perusahaan teknologi iklan yang turun.

Meta dan Alphabet akan memposting pendapatan mereka minggu depan, bersama dengan emiten-emiten megacap, termasuk Apple Inc, Microsoft Corp dan Amazon.com Inc. Fokus investor tertuju pada pertemuan Federal Reserve dan data produk domestik bruto (PDB) AS kuartal kedua minggu depan. Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk mengekang inflasi yang tidak terkendali.

Saham di kawasan Asia-Pasifik beragam pada hari Senin menjelang minggu penting di AS. Nikkei 225 di Jepang tergelincir 0,6% dan indeks Topix kehilangan 0,42%. Di Korea Selatan, Kospi naik sedikit, sedangkan Kosdaq turun 0,16%. S&P/ASX 200 Australia melayang di atas garis datar. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang sedikit negatif.

Data inflasi di Singapura akan dirilis Senin. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks harga konsumen inti untuk Juni meningkat 4,2% dibandingkan tahun lalu. Harga naik 3,6% di bulan Mei.

Prediksi Analis

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG hari ini rawan profit taking. IHSG diperkirakan akan bergerak di resistance 6.930, pivot 6.830, support 6.730 pada perdagangan Senin (25/7/2022). Selective buy pada saham defensif.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, profit taking pada sejumlah saham teknologi memicu pelemahan lebih dari 1% pada Nasdaq di Jumat (22/7). Indeks-indeks Wall Street lainnya juga melemah di Jumat (22/7). “Kekhawatiran terhadap penurunan kinerja emiten kembali menjadi concern,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (25/7/2022).

FactSet melaporkan, 70% dari 21% perusahaan di S&P 500 yang telah merilis laporan Q2-2022 mencatatkan kinerja di atas ekspektasi analis. Dari data ekonomi, US S&P Global Manufacturing PMI Flash turun ke 47,5 di Juli 2022 dari 52,3 di Juni 2022.

Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas, periode rilis laporan keuangan Q2-2022 juga telah dimulai pada pekan lalu. Sejumlah emiten keuangan telah merilis kinerja keuangan Q2-2022. Pekan ini, BMRI, BBNI, BBCA, TLKM, ASII, UNVR dan INDF termasuk yang dijadwalkan merilis laporan keuangan Q2-2022. Hal ini diperkirakan menjadi faktor dominan yang menentukan arah IHSG.

“Kembali ke sentimen eksternal, pelaku pasar juga mengantisipasi pengumuman FOMC the Fed pada 27 Juli 2022. The Fed diperkirakan menaikan suku bunga acuan sebesar 75 bps pada pertemuan tersebut,” tambah Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas menambahkan, IHSG rawan profit taking, terutama di awal pekan (25/7). “Selective buy pada saham-saham defensif, seperti AMRT, KLBF, JSMR dan MTEL dapat dipertimbangkan. GOTO, BEBS dan TOWR juga dapat diperhatikan,” tutup Phintraco Sekuritas.

Equity World | Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Rebound 0,11%

Equity World | Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Rebound 0,11%

Equity World | Ditutup melemah 10 poin (0,15%) ke level 6.864, IHSG dibuka rebound pada perdagangan sesi I, Jumat (22/7/2022). IHSG dibuka naik 7,38 poin (0,11%) di level 6.871,5 jelang akhir pekan ini. IHSG hari ini bergerak menghijau pada rentang 6.870-6.883.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Jatuh oleh Inflasi Jepang

Tercatat sebanyak 1,27 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 372,35 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 35.639 kali transaksi. Sebanyak 235 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikkan, 82 saham terkoreksi, dan 192 saham stagnan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup naik 0,51% ke level 32.036,9, NASDAQ ditutup menguat 1,36% ke level 12.059,6, S&P 500 ditutup melonjak 0,99% ke level 3.998,95. Bursa saham wall street ditutup menguat didorong kenaikan saham big caps termasuk Tesla yang baru saja melaporkan pertumbuhan kinerja secara kuartalan. Kenaikan harga saham Tesla membantu mengimbangi penurunan saham telekomunikasi dan energi.

Si sisi lain, Penurunan harga minyak memukul sektor energi S&P 500 yang jatuh 1,7% dan memimpin penurunan di seluruh sektor. Pelaku pasar terus menunggu dengan cemas untuk pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat (AS) minggu depan. Bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk mengekang inflasi yang tidak terkendali.

Saham di Asia Pasifik jatuh pada perdagangan Jumat (22/7) karena investor mencerna data inflasi Jepang. Nikkei 225 turun 0,36% dan indeks Topix turun 0,36%. Data resmi yang dirilis Jumat menunjukkan bahwa harga di Jepang naik 2,2% pada Juni 2022 dibandingkan dengan tahun lalu, sejalan dengan ekspektasi analis.

Kospi Korea Selatan sedikit lebih rendah, sedangkan Kosdaq naik tipis 0,16%. Di Australia, S&P/ ASX 200 turun 0,12%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang berada tepat di atas garis datar.

Prediksi Analis

Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi IHSG hari ini melemah. IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.721 – 6.956. Simak menu saham pilihan jelang akhir pekan, diantaranya EXCL hingga BINA.

Yugen Bertumbuh Sekuritas menjelaskan, mengakhiri pekan keempat di bulan ketujuh tahun 2022, IHSG masih terlihat akan berada dalam rentang konsolidasi wajar. Dengan potensi kenaikan jangka Panjang. Momentum koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor.

“Dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham saham yang memiliki market kapitalisasi besar dan berfundamental bagus, hari ini IHSG berpotensi melemah,” tulis Yugen Bertumbuh Sekuritas dalam risetnya, Jumat (22/7/2022).

Yugen Bertumbuh Sekuritas merekomendasikan menu saham pilihan jelang akhir pekan ini, yaitu EXCL, ICBP, SMRA, CTRA, PWON, ASRI, ASII, TLKM. BINA.

Equity World | IHSG Pagi Ini: Dibukanya 0,07%, Turunnya 0,7%

Equity World | IHSG Pagi Ini: Dibukanya 0,07%, Turunnya 0,7%

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 0,07% ke 6.879,72 pada perdagangan Kamis (21/7/2022). Sepuluh menit berselang, IHSG langsung terbanting dan bergerak di zona merah dengan koreksi 0,71% ke 6.825,60.

Equity World | Harga Emas Melanjutkan Penurunan di Bawah US$ 1.700

Mayoritas indeks saham Asia mengalami pelemahan pagi ini. Indeks Hang Seng drop paling dalam 0,96%. Di sisi lain IHSG sudah melesat tajam lebih dari 2% kemarin sehingga memang rawan terkoreksi.

IHSG harus terkoreksi ketika tiga indeks saham AS menguat semalam. Indeks Dow Jones menguat 0,15% sedangkan indeks S&P 500 naik 0,59% serta indeks saham Nasdaq Composite melesat 1,58%

Untuk perdagangan hari ini, pelaku pasar fokus pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Pandangan ekonom tentang prospek suku bunga acuan pun terbelah.

Dari 15 ekonom yang disurvei Tim Riset CNBC Indonesia, 7 ekonom memperkirakan BI akan kembali hold sedangkan sisanya memperirakan bank sentral nasional akan mulai menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).

Sejauh ini BI dipandang sebagai bank sentral yang kebijakan moneternya masih paling akomodatif. Hal ini berbeda dengan negara-negara Eropa serta AS yang sudah mulai menaikkan suku bunga acuan. Di kawasan Eropa, Bank Sentral Swiss sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps). Bank of England sudah menaikkan 100 basis poin (bps).

Sementara itu bank sentral AS (The Fed) menjadi yang paling agresif dengan kenaikan 150 bps. Berbeda dengan Eropa dan AS, bank sentral kawasan Asia seperti Bank of Japan (BoJ) dan People’s Bank of China (PBoC) masih enggan untuk hawkish.

Meskipun suku bunga acuan masih ditahan oleh BI, tetapi Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan naik signifikan. Pada September 2022 nanti GWM perbankan ditetapkan sebesar 9%. Kenaikan GWM dipandang sebagai langkah normalisasi likuiditas oleh ekonom.

Namun langkah tersebut tidak mampu membendung pelemahan nilai tukar rupiah. Di sepanjang tahun ini rupiah sudah melemah 5% terhadap dolar AS.

Memang pelemahan rupiah masih lebih terbatas dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun pelemahan ini sebenarnya cukup membayangi pergerakan harga aset berisiko seperti saham.

Design a site like this with WordPress.com
Get started