Equity World | Meneropong Arah IHSG di Tengah Potensi Resesi AS

Equity World | Meneropong Arah IHSG di Tengah Potensi Resesi AS

Equity World | Resesi global memicu kaburnya modal asing atau terjadi capital outflow dari pasar Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bertahan di atas level 7.000.

Equity World | Wall Street Ditutup Anjlok, Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga Terus Membayangi

“IHSG, kalau nanti capital out lagi balik ke 7.100 atau 7.300 maksimum,” kata Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia Budi Frensidy dalam diskusi Journalist Class di Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Hingga 4 Juli 2022, Budi mencatat terjadi net capital outflow di pasar obligasi Indonesia sebesar Rp 86 triliun. Sementara itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan pada Juli di mana pasar saham juga mencatatkan net capital outflow sebesar Rp 2,25 triliun.

“Jadi Juli kita masih terjadi capital outflow minus Rp 2,25 triliun. Tapi Agustus ini most slightly akan positif, terjadi capital inflow sehingga di Agustus indeks kita akan naik sepanjang bulan ini,” imbuh dia.

Budy menjabarkan, ada pemikiran yang beredar Amerika Serikat (AS) perlu resesi untuk menekan inflasi. Asumsinya, jika resesi terjadi lebih cepat, inflasi juga diharapkan dapat segera susut seperti pada 2020 lalu.

Pada perdagangan Selasa, 30 Agustus 2022,IHSG ditutup naik 0,38 persen ke posisi 7.159,47. Indeks LQ45 bertambah 0,54 persen ke posisi 1.021,74. Sebagian besar indeks acuan menghijau. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.223,12 dan terendah 7.140,15.

Sebelumnya, Direktur Utama Mandiri Investasi, Aliyahdin Saugi atau Adi menjelaskan dalam menyikapi dan melakukan strategi di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif dalam mengelola aset kelolaan Mandiri Investasi tidak bersikap reaktif.

Akan tetapi, sudah mengantisipasi kondisi pasar seperti yang terjadi sekarang dengan cara menyiapkan produk yang sesuai dengan kebutuhan investasi nasabah.

“Tentu dengan kondisi volatile tidak akan memengaruhi investor yang memiliki time horizon yang panjang, namun untuk investor dana jangka pendek dan menengah dapat melakukan aset alokasi ke pendapatan tetap atau pasar uang (money market),” kata Aliyahdin dalam keterangan resminya, Kamis (25/8/2022).

Adi menambahkan, sebagai negara emerging market serta kestabilan ekonomi dan fiskal yang kuat tentu Indonesia merupakan negara yang sangat menarik untuk menjadi tempat investasi para manajer investasi global.

“Hal ini juga terlihat dari rasio PE rata-rata saham di Indonesia yang masih jauh di bawah negara maju, yang artinya masih memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, tim riset Mandiri Investasi memperkirakan IHSG pada akhir 2022 berada di kisaran 7.800-8.100. Lalu, masih ada peluang kenaikan di kisaran ada 600-1.000 poin. Namun, tentu banyak faktor global yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG tersebut, baik domestik maupun secara global.

“Sebagai salah satu perusahaan pengelola aset investasi terbesar di Indonesia dengan total AUM sebesar Rp 43 triliun per Juni 2022, untuk mencapai target akhir tahun, strategi produk Mandiri Investasi adalah dengan menciptakan varian produk flagship yang meliputi seluruh asset class, yaitu pasar uang, pendapatan tetap, dan saham, yang termasuk di dalamnya indeks, serta juga tersedia dalam mata uang rupiah dan USD di seluruh asset class tersebut,” kata Adi.

Kemudian, jika varian-varian tersebut tersedia dan bisa diakses oleh investor, akan tercipta MMI Product Ecosystem, yang bisa mengakomodasi semua kebutuhan, dan profil risiko nasabah.

“Melalui strategi tersebut hingga semester I 2022 terdapat perbaikan kinerja Mandiri Investasi terutama di kelas aset saham offshore dan USD, yang dalam hal ini adalah produk Mandiri Global Syariah Equity Dollar (MGSED) dalam tiga bulan terakhir MGSED mampu mencetak kinerja 10-11 persen,” ujar dia.

Untuk mengantisipasi perkembangan gaya hidup digital di masyarakat Mandiri Investasi bekerjasama dengan hampir semua platform fintech yang ada di masyarakat. Mandiri Investasi juga telah memiliki platform penjualan produk reksa dana milik Mandiri Investasi sendiri yaitu Moinves.

“Melalui platform Moinves ini, nasabah dapat langsung berinvestasi. Bahkan produk terbaru Mandiri Investasi, yaitu reksa dana index FTSE ESG, dapat dibeli di Moinves. Promo-promo di Moinves juga banyak, misalnya promo gajian, dan promo autodebet dari rekening Bank Mandiri,” ujar Adi.

Sebelumnya, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di nomor satu di Asia. Analis menilai hal tersebut ditopang oleh sektor saham perbankan dan komoditas.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/8/2022), IHSG naik 9,32 persen year to date (ytd) ke posisi 7.194,71. Pada Rabu pekan ini, IHSG menguat 0,44 persen. IHSG pun berada di peringkat pertama di ASEAN dan Asia Pasifik.

Mayoritas sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham energi melonjak 63,21 persen secara year to date. Diikuti sektor saham industri dan sektor saham transportasi hingga logistik.

Investor asing membukukan aksi beli saham Rp 820,99 miliar. Sepanjang 2022, investor asing melakukan aksi beli saham bersih Rp 65,79 triliun.

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis mengatakan, kinerja IHSG saat menjadi nomor satu memang sangat baik. Hal ini karena faktor fundamental Indonesia yang masih kuat serta didorong dengan kenaikan suku bunga, yang mana hal tersebut diharapkan oleh pelaku pasar.

“Saham sektor perbankan dan sektor komoditas masih menjadi penopang kinerja IHSG,” kata Abdul kepada Liputan6.com, Rabu, 24 Agustus 2022.

Sedangkan, aliran modal asing masih dapat mencatatkan aksi beli hingga akhir tahun. Hal ini dikarenakan faktor fundamental Indonesia yang masih kuat.

“Walaupun begitu ketidakpastian global masih menjadi bayang-bayang pergerakan IHSG, seperti kenaikan suku bunga The Fed, serta melambatnya pertumbuhan beberapa ekonomi negara besar,” ujar dia.

Abdul menegaskan, investor perlu mewaspadai sektor-sektor yang sudah mengalami kenaikan cukup tinggi.

“Investor bisa mencermati sektor-sektor yang masih undervalue, seperti sektor konstruksi dan properti,” kata dia.

Equity World | Harga Emas Turun Tipis Imbas Hasil Obligasi yang Menguat

Equity World | Harga Emas Turun Tipis Imbas Hasil Obligasi yang Menguat

Equity World | Harga emas sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih kuat menyusul sinyal hawkish dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akhir pekan lalu, namun dolar AS yang lebih lemah membatasi penurunan logam kuning.

Equity World | Imbal Hasil Obligasi Naik, Wall Street Dilanda Aksi Jual

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun tipis 0,1 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi ditutup pada 1.749,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai terendah sesi di 1.731,40 dolar AS dan tertinggi sesi di 1.757,90 dolar AS.

Emas berjangka anjlok 21,60 dolar AS atau 1,22 persen menjadi 1.749,80 dolar AS pada Jumat (26/8/2022), setelah terangkat 9,90 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.771,40 dolar AS pada Kamis (25/8/2022), dan terkerek 30 sen atau 0,02 persen menjadi 1.761,50 dolar AS pada Rabu (24/8/2022).

Harga emas anjlok minggu lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell menolak gagasan kemiringan dovish oleh The Fed, dan memperingatkan bahwa konsumen dan bisnis AS harus bersaing dengan suku bunga lebih tinggi karena inflasi melonjak dan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara itu kemungkinan akan melambat sebagai akibatnya.

Komentar Powell mendorong reli dalam dolar, dengan greenback diperdagangkan di sekitar tertinggi 20 tahun pada Senin (29/8/2022) disertai dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Penguatan dolar, ditambah dengan prospek kenaikan suku bunga sangat merusak prospek emas untuk tahun ini.

Lebih dari 60 persen pedagang sekarang memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan September. Komentar dari beberapa pejabat Fed menunjukkan bahwa suku bunga AS dapat mengakhiri tahun secara signifikan di atas 3,0 persen dari tingkat saat ini 2,25 persen hingga 2,5 persen.

Fokus investor minggu ini beralih ke data pekerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat (2/9/2022), untuk petunjuk arah emas selanjutnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 15,5 sen atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 18,67 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun satu dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 854,30 dolar AS per ounce.

Equity World | IHSG Dibuka Anjlok 1,09% di Awal Pekan

Equity World | IHSG Dibuka Anjlok 1,09% di Awal Pekan

Equity World | Ditutup melemah sebesar 38 poin (0,54%) ke level 7.135, IHSG dibuka anjlok 77,85 poin (1,09%) ke level 7.057,39 pada perdagangan sesi I, Senin (29/8/2022). IHSG awal pekan bergerak memerah pada rentang 7.038-7.057.

Equity World | Wall Street Tumbang, Waspada Potensi Gejolak IHSG Awal Pekan

Tercatat sebanyak 443,23 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 202,86 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 17,47 kali transaksi. Sebanyak 29 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 199 saham terkoreksi, dan 129 saham stagnan.

Indeks-indeks Wall Street melemah lebih dari 3% pada perdagangan Jumat (26/8). Pelemahan ini dipicu oleh pidato Kepala the Fed, Jerome Powell bahwa untuk menstabilkan harga (menekan inflasi ke level target) diperlukan kebijakan moneter ketat untuk beberapa waktu kedepan. Pelonggaran yang prematur dikhawatirkan menghambat upaya meredam inflasi tersebut.

Saham di Asia-Pasifik diperdagangkan lebih rendah pada Senin (29/8/2022) menyusul pidato Ketua Fed Jerome Powell di Jackson Hole pada hari Jumat. Dia memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga akan menyebabkan ‘kesakitan’ pada ekonomi AS, dengan mengatakan suku bunga yang lebih tinggi kemungkinan akan bertahan ‘untuk beberapa waktu’.

Nikkei 225 di Jepang tergelincir 2,57% dan indeks Topix turun 2,09%. Kospi Korea Selatan turun 2,4% dan indeks Kosdaq turun 3,14%. Di Australia, S&P/ASX 200 turun 2%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9%, sementara yen Jepang diperdagangkan pada 138,27 per dolar.

Prediksi Analis

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG diperkirakan kembali fluktuatif di 7.080-7.200 pada perdagangan Senin (29/8/2022). IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang resistance 7.200, pivot 7.150, dan support 7.080. Perhatikan saham peluang buy on support, diantaranya BBNI dan BBRI.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, stochastic RSI bergerak landai di oversold area, mengindikasikan adanya potensi rebound. Di sisi lain, marubozu pattern di Jumat (26/8/2022) menunjukan tekanan jual masih cukup besar. “Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan kembali fluktuatif dalam rentang support 7.080 dan resistance 7.200,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, di Senin (29/8/2022).

Phintraco Sekuritas menambahkan, respon pelaku pasar terhadap pidato Kepala the Fed, Jerome Powell dalam Jackson Hole Economic Symposium di Jumat (26/8/2022) akan menjadi salah satu penentu arah IHSG di Senin (29/8/2022). Pidato tersebut akan menjadi petunjuk terhadap arah kebijakan the Fed, terutama di sisa 2022.

Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menambahkan, kepastian penyesuaian harga BBM subsidi diperkirakan belum akan disampaikan pada pekan ini. Pemerintah berupaya agar subsidi energi yang sebesar Rp 502.4 triliun tidak bertambah, meskipun akan ada tambahan kuota BBM subsidi.

Masih dari dalam negeri, lanjut Phintraco Sekuritas, BPS dijadwalkan merilis inflasi bulan Agustus 2022 yang diperkirakan melandai ke 4,86% year on year (yoy), dari 4,94% yoy di Juli 2022. Akan tetapi, inflasi inti diperkirakan naik ke 2,98% yoy di Agustus 2022, dari 2,86% yoy di Juli 2022. Data ini termasuk dalam pertimbangan utama Pemerintah dalam menetapkan kebijakan harga BBM subsidi tersebut.

“Saham-saham yang dapat diperhatikan di Senin (29/8/2022), meliputi peluang buy on support pada BBNI, BBRI, ASII, TLKM, AALI, MDKA, ADMR dan INCO,” tutup Phintraco Sekuritas.

Equity World | Bursa Saham Asia Mayoritas Menguat pada Kamis (25/8)

Equity World | Bursa Saham Asia Mayoritas Menguat pada Kamis (25/8)

Equity World | Indeks saham di Asia Kamis (25/8) mayoritas ditutup pada teritori positif seiring dengan melemahnya nilai tukar mata uang dolar AS.

Equity World | Wall Street Menguat Lagi, Pasar Tunggu Pidato Powell

Tim riset Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan, investor dengan cemas menunggu konferensi tahunan bank sentral AS, Federal Reserve, di Jackson Hole, Wyoming, untuk mencari petunjuk mengenai besaran kenaikan suku bunga acuan di bulan-bulan mendatang.

Sementara itu di Asia, bank sentral Korea atau Bank of Korea (BOK) menaikkan suku bunga acuan 7-Day Repurchase rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 2,5%. Gubernur BOK Rhee Chang-yong mempertegas pandangannya bahwa kenaikan suku bunga yang tajam tidak diperlukan lagi dalam memerangi inflasi.

Rhee mengatakan bahwa ke depan, BOK akan terus menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps untuk mengendalikan kenaikan harga-harga dan memberi dukungan pada nilai tukar mata uang Won serta menopang pertumbuhan ekonomi.

China memperkuat paket stimulus ekonominya dengan menambah 1 triliun Yuan (setara US$ 146 miliar) dalam bentuk belanja infrastruktur. Ini sebuah langkah yang menurut banyak pihak tidak akan cukup untuk mengimbangi kerusakan ekonomi akibat kebijakan lockdown Covid-19 dan kelesuan pasar properti.

Kemarin, Dewan Negara atau kabinet China merancang 19 poin paket kebijakan, termasuk dana sebesar 300 miliar Yuan yang oleh bank BUMN dapat investasikan di proyek-proyek infrastruktur di luar dari 300 miliar Yuan yang sudah diumumkan pada akhir bulan Juni.

Pemerintah Daerah akan diberi alokasi obligasi khusus senilai 500 miliar Yuan dari kuota sebelumnya yang tidak terpakai. Jumlah ini tergolong kecil mengingat estimasi kuota sebelumnya yang tidak terpakai mencapai 1,5 triliun Yuan.

Equity World | Bursa Saham Asia Jelang Pertemuan Jackson Hole

Equity World | Bursa Saham Asia Jelang Pertemuan Jackson Hole

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik diperdagangkan lebih tinggi pada Kamis, (25/8/2022) menjelang simposium Jackson Hole yang dimulai di Amerika Serikat (AS).

Equity World | Wall Street Dibuka Beragam, Pasar Masih Tunggu Sabda Powell

Di bursa saham China, indeks Shanghai menguat 0,3 persen. Sementara itu, indeks Shenzhen mendaki 0,42 persen. Bursa saham Hong Kong dibatalkan seiring pengumuman ada topan.

Di sisi lain, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,59 persen sementara Topix naik 0,39 persen. Indeks ASX menanjak 0,78 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,56 persen dan Kosdaq menguat 1,42 persen. Penguatan indeks saham ini terjadi usai Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 2,5 persen.

Saham di Amerika Serikat naik semalam, menghentikan penurunan tiga hari di indeks Dow dan S&P 500, karena investor menunggu kejelasan lebih lanjut tentang perjuangan Federal Reserve melawan inflasi.

Imbal hasil obligasi AS naik ke tertinggi beberapa minggu di tengah data ekonomi yang beragam. Dalam mata uang, USD naik setinggi 109,11 semalam sebelum jatuh kembali ke sekitar 108,6.

“Ekspektasi pesan hawkish dari Ketua FOMC Powell di Jackson Hole kemungkinan akan terus menekan USD menjelang pidatonya pada Jumat,” kata Ekonom Senior Commonwealth Bank of Australia dan Ahli Strategi Mata Uang Kristina Clifton dalam sebuah laporan, dikutip dari CNBC, Kamis (25/8/2022).

Hong Kong dijadwalkan untuk melaporkan data perdagangan Juli nanti sore, sementara Jepang diperkirakan akan merilis Indeks Harga Produsen (PPI) terbaru untuk Juli.

Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan negara sebesar 25 basis poin menjadi 2,50 persen. Langkah itu sejalan dengan survei oleh Reuters, di mana semua kecuali satu dari 36 ekonom memperkirakan kenaikan tersebut. Satu mengharapkan kenaikan 50 basis poin.

Hal tersebut mengikuti kenaikan 50 basis poin Juli, peningkatan terbesar sejak bank mengadopsi sistem kebijakan mata uang pada tahun 1999, bahkan ketika mengharapkan pertumbuhan produk domestik bruto di bawah perkiraan Mei sebesar 2,7 persen.

Gubernur bank sentral Rhee Chang-yong diperkirakan akan mengadakan konferensi pers yang menguraikan keputusan hari ini pada pagi hari. Risiko resesi meningkat, menurut analis Canaccord Genuity yang dipimpin oleh Tony Dwyer.

“Indikator kami menunjukkan bahwa resesi semakin mungkin terjadi saat kami memasuki tahun depan, terutama jika The Fed terus menaikkan suku bunga,” menurut catatan penelitian pada 22 Agustus 2022.

Namun, menurut Morgan Stanley dan UBS, beberapa saham masih terlihat murah, bahkan dengan risiko penurunan harga.

Imbal hasil obligasi naik menjelang simposium tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyo, dengan gagasan bahwa pandangan pasar lebih dovish daripada bank sentral.

Acara tiga hari dimulai Kamis, dan pasar paling fokus pada pidato Jumat pagi dari Ketua Fed Jerome Powell.

Pasar telah mengantisipasi Fed yang hawkish berdasarkan komentar menjelang pertemuan. Misalnya, beberapa pejabat Fed telah mendorong kembali pandangan pasar bahwa Fed dapat memangkas suku bunga tidak lama setelah selesai menaikkannya tahun depan.

Imbal hasil, yang bergerak berlawanan dengan harga, telah bergerak lebih tinggi di tengah ekspektasi bahwa Powell akan menekankan kebijakan agresif untuk memerangi inflasi dan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Hasil 10-tahun mencapai 3,11 persen Rabu pagi, tertinggi sejak akhir Juni.

“Saya pikir apa yang ingin coba dipahami oleh pasar obligasi adalah pandangan Powell tentang pembalikan kebijakan ini pada 2023,” kata Morgan Stanley Investment Management, Jim Caron.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menghentikan koreksi tiga hari pada perdagangan Rabu, 24 Agustus 2022. Hal ini seiring investor menunggu kejelasan lebih lanjut tentang langkah the Federal Reserve atau bank sentral AS meredam inflasi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones menguat 59,64 poin atau 0,18 persen ke posisi 32.969,23. Indeks S&P 500 mendaki 0,29 persen ke posisi 4.140,77. Indeks Nasdaq bertambah 0,41 persen ke posisi 12.431,53.

Sektor energi, real estate dan keuangan membukukan kinerja positif di indeks S&P 500. Sementara itu, sektor teknologi informasi, perawatan kesehatan, dan kebutuhan pokok konsumen melemah.

Saham perusahaan kapal pesiar mencatat kinerja saham terbaik di wall street. Saham Norwegian Cruise Line Holdings melonjak 8,4 persen. Saham Royal Carrieban naik 7,6 persen dan Karnaval mendaki 5,3 persen.

Sementara itu,saham Advance Auto Parts mencatat kinerja buruk di indeks S&P 500. Saham Advance Auto Parts turun 9,6 persen setelah meleset dari harapan pendapatan dan menurunkan panduan setahun.

Di sisi lain, investor sedang menunggu simposium ekonomi Jackson Hole yang dimulai Kamis pekan ini. Ketua the Federal Reserve Jerome Powell dijadwalkan untuk berbicara pada Jumat pagi ini. Pengamat berharap Powell memperkuat tujuan bank sentral untuk menekan inflasi dan menjaga harapan tentang kenaikan harga ke depan.

Laporan ekonomi utama sepanjang sisa minggu ini termasuk klaim pengangguran pada Kamis pekan ini dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi pada akhir pekan. The Fed pun terus mengawasi laporan PCE, salah satu ukuran inflasinya.

“Kami benar-benar berada dalam situasi di mana pasar berada di antara keduanya,” ujar Lisa Erickson dari Bank Wealth Management dikutip dari CNBC, Kamis (25/8/2022).

“Ini benar-benar menunggu beberapa berita yang lebih signifikan pada akhir pekan ini dengan pidato Jackson Hole dan PCE. Jadi apa yang sebenarnya kita lihat hanyalah investor,” Erickson menambahkan.

Equity World | Harga Emas Berjangka Berbalik Menguat

Equity World | Harga Emas Berjangka Berbalik Menguat

Equity World | Harga emas berjangka berbalik menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas kembali bertengger di atas level psikologis USD1.750 setelah mencatat kerugian selama enam hari berturut-turut ditopang oleh greenback atau dolar AS yang melemah.

Equity World | Wall Street Terkoreksi Tipis, Dow Jones Jatuh Paling Dalam

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD12,8 atau 0,73%, menjadi ditutup pada USD1.761,20 per ounce, demikian dilansir dari Antara, Rabu (24/8/2022).

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya mundur pada Selasa (23/8/2022), tetapi masih diperdagangkan di sekitar tertinggi enam minggu.

Dolar sebagian besar didukung oleh serangkaian komentar hawkish dari pejabat Fed pekan lalu, yang menunjukkan bahwa bank sentral tidak memiliki rencana untuk mengurangi laju kenaikan suku bunga.

Emas dapat diperdagangkan dalam volatilitas tinggi minggu ini karena investor menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada simposium ekonomi tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat (26/8/2022).

Data ekonomi yang dirilis Selasa (23/8/2022) juga mendukung emas. Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur AS dari S&P Global Flash berada di 51,3 pada Agustus, turun dari 52,2 pada Juli dan menandakan kondisi operasi yang lemah di seluruh sektor manufaktur.

Indeks Aktivitas Bisnis Jasa-jasa AS dari S&P Global Flash tercatat 44,1 pada Agustus, turun dari 47,3 pada Juli dan menunjukkan pengurangan lebih lanjut dalam aktivitas jasa-jasa secara keseluruhan.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan rumah baru AS turun 12,6% pada Juli dibandingkan dengan bulan sebelumnya ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 511.000.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 14,8 sen atau 0,78%, menjadi ditutup pada USD19,026 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD8,4 atau 0,97%, menjadi ditutup pada USD876,4 per ounce.

Equity World | IHSG Melemah Ikuti Bursa Asia, Mayoritas Sektor Saham Tertekan

Equity World | IHSG Melemah Ikuti Bursa Asia, Mayoritas Sektor Saham Tertekan

Equity World | Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham Senin, 22 Agustus 2022. Tekanan IHSG didorong mayoritas sektor saham yang tertekan dan bursa saham Asia Pasifik juga lesu.

Equity World | Bank Raksasa Wall Street Kena Denda Rp 14,9 T Gegara WhatsApp

Mengutip data RTI, pada pembukaan perdagangan, IHSG merosot 22 poin ke posisi 7.150,41. Indeks LQ45 tergelincir 0,48 persen ke posisi 1.018. Seluruh indeks acuan kompak tertekan. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.161,30 dan terendah 7.121,40. Sebanyak 256 saham melemah sehingga menekan IHSG. 169 saham menguat dan 205 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 209.361 kali. Total volume perdagangan saham 3,9 miliar saham. Nilai transaksi Rp 1,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.858.

Mayoritas sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXbasic susut 1,12 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXtransportasi merosot 1,04 persen, indeks sektor saham IDXtechno turun 0,79 persen, indeks sektor IDXfinance susut 0,45 persen.

Lalu indeks sektor saham IDXproperty merosot 0,51 persen, indeks sektor saham IDXinfrastruktur terpangkas 0,54 persen. Sedangkan indeks sektor saham IDXsiklikal menguat 0,87 persen, indeks sektor saham IDXhealth menanjak 0,54 persen dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal bertambah 0,04 persen.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoninsih prediksi IHSG bergerak variasi dengan kecenderungan menguat terbatas. IHSG akan bergerak di kisaran 7.105-7.227 pada Senin pekan ini.

Adapun sentimen yang pengaruhi IHSG antara lain, Ratih mengatakan, dalam sepekan, arus permodalan investor asing (foreign flow) pada pasar saham dalam negeri tercatat melakukan aksi beli bersih (Net Buy) senilai Rp2,8 triliun, secara kumulatif MtD sejak awal Agustus 2022, Foreign Inflow di pasar saham dalam negeri terus bertambah mencapai Rp12,56 triliun.

Dari mancanegara, Biro Statistik Inggris melaporkan penjualan ritel masih turun 3,4 persen YoY pada Juli 2022, menandai penurunan keempat berturut-turut karena harga yang lebih tinggi mengganggu keterjangkauan konsumen.

Di Asia, inflasi inti Jepang naik sebesar 2,4 persen YoY pada Juli 2022, sesuai estimasi dan lebih cepat dari kenaikan 2,2 persen YoY pada Juni 2022. Meskipun inflasi inti sudah berada di atas target 2 persen selama 4 bulan terakhir,

Bank Sentral Jepang (BOJ) kemungkinan besar masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang super longgar mengingat tingkat inflasi Jepang yang masih rendah dibandingkan dengan tingkat inflasi di negara-negara maju lainnya.

Untuk saham pilihan yang dapat dicermati dari PT Ajaib Sekuritas antara lain saham AVIA, PTBA, MSIN dan INDY.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Manajemen Indonesia, IHSG turun 0,2 persen ke posisi 7.171 pada Jumat, 19 Agustus 2022. Aksi beli investor asing belum menunjukkan tanda-tanda melambat meski rupiah kembali tertekan.

Di sisi lain, berita terbaru mengenai pajak ekspor nikel tidak pengaruhi emiten logam antara lain ANTM dan INCO seiring pasar telah memperkirakan kemungkinan pajak baru. Selain itu, saham bank melemah dengan saham BBCA turun 1,3 persen, BBNI susut 1,7 persen, BMRI melemah 1,2 persen.

Sementara itu, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, Presiden Jokowi akan umumkan harga BBM baru pekan ini. Dikabarkan, harga BBM akan dibanderol Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 7.650. Ia menuturkan, pemerintah mendorong skenario pembatasan volume BBM bersubsidi dan keputusan akhir tetap di tangan presiden.

Equity World | Bursa Saham Asia Lesu, Kekhawatiran Suku Bunga The Fed Kembali Muncul

Equity World | Bursa Saham Asia Lesu, Kekhawatiran Suku Bunga The Fed Kembali Muncul

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik jatuh pada Senin (22/8/2022), karena kekhawatiran atas kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve (the Fed) yang agresif kembali muncul.

Bursa saham China turun setelah China pangkas suku bunga pinjaman. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1 persen. Indeks Shanghai merosot 0,25 persen, dan indeks Shenzhen susut 0,324 persen.Kemudian, di Jepang, Nikkei 225 turun 0,59persen dan indeks Topix susut 0,26 persen.

Wall Street Tergelincir di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed | Equity World

Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,73 persen dan indeks Kosdaq kehilangan 0,94 persen. Indeks S&P/ASX 200 di Australia turun 0,79 persen. Sedangkan, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,74 persen.

“Pembicara Fed baru-baru ini telah menekankan pesan bahwa lebih banyak kenaikan suku bunga akan datang mengingat perang melawan inflasi belum dimenangkan,” tulis Ahli strategi mata uang di National Australia Bank, Rodrigo Catril, dalam catatan pada Senin, dikutip dari CNBC, Senin (22/8/2022).

Investor menantikan simposium ekonomi Jackson Hole tahunan Fed yang dimulai Kamis di Amerika Serikat.Akhir pekan ini, raksasa teknologi China JD.com dan Meituan akan melaporkan kinerja keuangan, sementara Singapura akan merilis data inflasi.

Sementara itu, investor telah berbondong-bondong ke growth stock (growth stock merupakan saham perusahaan yang diantisipasi untuk tumbuh signifikan di atas rata-rata pertumbuhan pasar) akhir-akhir ini, tetapi karena kekhawatiran resesi meningkat, pengamat pasar memutuskan apakah akan beralih ke taruhan yang lebih aman.

JPMorgan, bagaimanapun, berpikir reli masih harus berlanjut, dan menyebutkan beberapa indikator yang harus diperhatikan.

Equity World | Wall Street Hijau Lagi, Tapi Bursa Asia Dibuka Mixed

Equity World | Wall Street Hijau Lagi, Tapi Bursa Asia Dibuka Mixed

Equity World | Bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung beragam pada perdagangan Jumat (19/8/2022). Penurunan mulai mereda di tengah menghijaunya bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan kemarin.

Equity World | Wall Street Naik Ditopang Menguatnya Saham Teknologi

Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,54%, KOSPI Korea Selatan dan ASX 200 Australia naik tipis masing-masing 0,09% dan 0,04%. Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong dibuka melemah 0,54%, Shanghai Composite China turun tipis 0,06%, dan Straits Times Singapura terkoreksi 0,16%.

Dari Jepang, inflasi pada periode Juli 2022 tercatat kembali meningkat dan berada di atas target bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ). Data inflasi dari sisi konsumen (Indeks Harga Konsumen/IHK) Jepang periode Juli 2022 dilaporkan naik menjadi 2,6% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari sebelumnya pada periode yang sama tahun 2021 sebesar 2,4%.

Sedangkan secara bulanan (month-on-month/mom), IHK Negeri Sakura pada bulan lalu naik menjadi 0,5%, dari sebelumnya pada periode Juni lalu di 0%.

Adapun IHK inti, yang tidak termasuk harga makanan segar naik menjadi 2,4% pada bulan lalu, dari sebelumnya pada Juni lalu di 2,2%.

Hal ini menandakan bahwa inflasi di Jepang sudah berada di atas target BoJ. Sejatinya, sejak Juni lalu, inflasi sudah mulai berada di atas target BoJ. Tetapi, bank sentral Negeri Sakura tersebut lebih memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level rendah.

Sejatinya, IHK inti masih menjadi pengukur harga utama BoJ, di mana bank sentral baru-baru ini lebih menekankan pada indeks inti-inti untuk mengukur seberapa besar tekanan inflasi yang berasal dari permintaan domestik, daripada faktor satu kali seperti biaya energi.

Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda telah menekankan bahwa bank sentral tidak akan melihat jalan keluar dari program stimulus besar-besaran sampai permintaan konsumen meningkat.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung beragam terjadi di tengah menguatnya bursa saham AS, Wall Street pada perdagangan Kamis kemarin, meski investor masih menimbang rencana bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang berpotensi masih akan menaikan suku bunga secara agresif.

Sedangkan secara bulanan (month-on-month/mom), IHK Negeri Sakura pada bulan lalu naik menjadi 0,5%, dari sebelumnya pada periode Juni lalu di 0%.

Adapun IHK inti, yang tidak termasuk harga makanan segar naik menjadi 2,4% pada bulan lalu, dari sebelumnya pada Juni lalu di 2,2%.

Hal ini menandakan bahwa inflasi di Jepang sudah berada di atas target BoJ. Sejatinya, sejak Juni lalu, inflasi sudah mulai berada di atas target BoJ. Tetapi, bank sentral Negeri Sakura tersebut lebih memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level rendah.

Sejatinya, IHK inti masih menjadi pengukur harga utama BoJ, di mana bank sentral baru-baru ini lebih menekankan pada indeks inti-inti untuk mengukur seberapa besar tekanan inflasi yang berasal dari permintaan domestik, daripada faktor satu kali seperti biaya energi.

Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda telah menekankan bahwa bank sentral tidak akan melihat jalan keluar dari program stimulus besar-besaran sampai permintaan konsumen meningkat.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung beragam terjadi di tengah menguatnya bursa saham AS, Wall Street pada perdagangan Kamis kemarin, meski investor masih menimbang rencana bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang berpotensi masih akan menaikan suku bunga secara agresif.

Equity World | Bursa Saham Asia Melemah Tertular Wall Street

Equity World | Bursa Saham Asia Melemah Tertular Wall Street

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik dibuka lebih rendah pada Kamis (18/8/2022), setelah reli wall streetterbaru mendingin semalam dan risalah Juli dari Komite Pasar Terbuka Federal AS menunjukkan sedikit bukti tekanan inflasi mereda pada saat pertemuan.

Equity World | Indeks Utama Wall Street Melemah, The Fed Berpotensi Mengerek Bunga Lagi

Indeks S&P/ASX 200 di Australia turun 0,58 persen. Indeks Nikkei 225 Jepang, indeks Topix dan Kospi Korea Selatan turun sekitar 1 persen pada awal perdagangan.

Kerugian dirasakan di seluruh industri mulai dari ritel hingga pertambangan. Produsen batubara Australia Whitehaven Coal, bagaimanapun, terus menonjol, membukukan kenaikan 3,5 persen di awal perdagangan.

Perusahaan diuntungkan dari lonjakan harga batu bara yang telah meningkat sejak tahun lalu seiring dengan dibukanya ekonomi global untuk bisnis. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,17 persen.

Setelah menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Rabu, 17 Agustus 2022, Gubernur Reserve Bank of New Zealand Adrian Orr mengatakan pada Kamis, dia yakin inflasi akan turun.

“Kami tidak mengatakan kami keluar dari hutan, kami masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi kami punya waktu di pihak kami,” katanya kepada “Squawk Box Asia” CNBC, ditulis Kamis (18/8/2022).

Setelah pasar ditutup Rabu, Tencent mencatat penurunan penjualan kuartalan pertamanya. Perusahaan mengatakan pendapatannya dirugikan oleh kurangnya persetujuan game dan peraturan yang membatasi waktu bermain, lockdown pandemi dan ekonomi lemah yang merusak penjualan iklan. Australia akan merilis angka penganggurannya.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Rabu, 17 Agustus 2022. Reli yang telah mendorong harga lebih tinggi sejak Juni tampak kehilangan tenaga.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menilai data ritel terbaru dan risalah dari the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 171,69 poin atau 0,5 persen ke posisi 33.980,32. Indeks S&P 500 susut 0,72 persen menjadi 4.274,04. Indeks Nasdaq tergelincir 1,25 persen menjadi 12.938,12.

Indeks Dow Jones menghentikan kenaikan beruntun dalam lima hari tetapi menyelesaikan sesi mingguan yang sedikit positif hingga kini. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing tergelincir 0,14 dan 0,84 persen sejak awal pekan.

Saham bergejolak karena pelaku pasar menilai risalah pertemuan the Fed terbaru menunjukkan bank sentral akan melanjutkan kenaikan agresif hingga dapat meredam inflasi.

Pada saat yang sama, the Fed juga mengindikasikan dapat segera memperlambat kecepatan pengetatannya, sementara juga mengakui keadaan ekonomi dan risiko penurunan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

“Peserta menilai ketika sikap kebijakan moneter semakin diperketat, kemungkinan akan menjadi tepat di beberapa titik untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga sambil menilai efek penyesuaian kebijakan kumulatif pada kegiatan ekonomi dan inflasi,” kata risalah tersebut dilansir dari CNBC, Kamis (18/8/2022).

Sementara itu, pelaku pasar juga terus menyisir laba korporasi dari sektor ritel. Saham Target tergelincir 2,6 persen setelah membukukan laba jauh dari harapan karena bergulat dengan kelebihan persediaan. Lowe mengakhiri sedikit lebih tinggi meskipun kuartal beragam.

Data penjualan ritel yang dirilis Rabu mendatar pada Juli, meskipun konsumen memang meningkatkan belanja online.

“Tidak mengherankan melihat pasar mengambil nafas dari reli musim panas yang sedang berlangsung,” ujar Direktur Pelaksana E-Trade Financial, Chris Larkin.

Ia menambahkan, pasar mencari tanda-tanda perlambatan kenaikan suku bunga yang tampaknya telah memicu kenaikan baru-baru ini akan datang. “Investor harus tetap gesit dan terus mengharapkan volatilitas karena kita mungkin belum keluar dari masalah,” kata dia.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi juga naik dengan obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik 7 basis poin (bps) menjadi 2,9 persen karena kekhawatiran resesi dan ketidakpastian mengenai jalur kenaikan suku bunga the Fed terus berlanjut. Langkah ini menyeret saham-saham pertumbuhan seperti teknologi.

Sementara itu, dari risalah pertemuan the Fed pada Juli 2022 menunjukkan bank sentral berencana melanjutkan kenaikan suku bunga untuk menurunkan inflasi. “Dengan inflasi yang tetap jauh di atas tujuan komite, para peserta menilai perpindahan ke sikap kebijakan yang membatasi diperlukan untuk memenuhi mandat legislatif komite untuk mempromosikan lapangan kerja maksimal dan stabilitas harga,” demikian mengutip risalah.

The Fed menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin pada dua pertemuan terakhirnya. Namun, bank sentral mengisyaratkan hal itu dapat memperlambat laju dalam beberapa bulan mendatang karena pergerakan besar secara histoir berlaku penuh.

“Peserta menilai ketika sikap kebijakan moneter semakin diperketat, kemungkinan akan menjadi tepat di beberapa titik untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga sambil menilai efek penyesuaian kebijakan kumulatif pada kegiatan ekonomi dan inflasi,” tulis risalah tersebut.

Beberapa peserta rapat juga mengindikasikan the Fed harus mempertahankan suku bunga pada tingkat yang membatasi bahkan setelah memperlambat kenaikan. Risalah juga menunjukkan the Fed khawatir tentang inflasi dan lingkungan ekonomi yang memburuk.

“Ketidakpastian tentang inflasi jangka menengah tetap tinggi, dan keseimbangan inflasi tetap condong ke atas, dengan beberapa peserta menyoroti kemungkinan guncangan pasokan lebih lanjut yang timbul dari pasar komoditas,” demikian mengutip risalah.

Anggota the Fed melihat risiko terhadap prospek pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil terutama pada sisi negatifnya.

Design a site like this with WordPress.com
Get started