Equity World | Bursa Asia Naik Jelang Laporan Inflasi AS, Saham Korsel Berseri Setelah Liburan

Equity World | Bursa Asia Naik Jelang Laporan Inflasi AS, Saham Korsel Berseri Setelah Liburan

Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik bergerak lebih tinggi pada hari Selasa (13/9). Investor menantikan laporan inflasi Amerika Serikat (AS) untuk bulan Agustus.

Equity World | Wall Street Bangkit, IHSG Bisa All Time High?

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,26% dan indeks Topix naik 0,18%. Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,6%.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,78% setelah kembali diperdagangkan setelah liburan pada hari Senin. Indeks Kosdaq melonjak 1,9%. Sementara itu, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,35%.

Pasar China Daratan dan Hong Kong akan melanjutkan perdagangan setelah liburan.

Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average bertambah 229,63 poin atau 0,71% menjadi berakhir pada 32.381,34. S&P 500 naik 1,06% menjadi 4.110,41 dan Nasdaq Composite naik 1,27% menjadi 12.266,41.

Menurut survei Dow Jones, inflasi utama AS diperkirakan akan menurun pada bulan Agustus. Tetapi inflasi inti, tidak termasuk energi dan makanan, diproyeksikan akan meningkat. Headline CPI diperkirakan akan mencapai 8% dibandingkan dengan 8,5% pada bulan Juli.

Equity World | Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar Setelah Rilis Angka Inflasi AS

Equity World | Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar Setelah Rilis Angka Inflasi AS

Equity World | Harga emas spot menguat pada pagi ini meski harga emas kontrak Desember 2022 melemah. Kenaikan harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang tak terduga kemarin menyeret harga emas melemah.

Equity World | Wall Street Tumbang, Nasdaq Anjlok 5,16% Setelah Rilis Angka Inflasi AS

Rabu (14/9) pukul 6.51 WIB, harga emas spot menguat tipis ke US$ 1.702,35 per ons troi dari penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.702,17 per ons troi. Sedangkan harga emas kontrak Desember 2022 di Commodity Exchange turun 0,26% ke US$ 1.712,90 per ons troi dari posisi kemarin US$ 1.717,40 per ons troi.

Harga emas turun lebih dari 1% pada perdagangan kemarin karena nilai tukar dolar AS melonjak. Indeks dolar naik 1,3%, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Kenaikan tak terduga pada harga konsumen Agustus memperkuat taruhan kenaikan suku bunga agresif dari Federal Reserve AS.

“Emas kemungkinan akan bertahan di kisaran US$ 1.690-US$ 1.700 dalam jangka pendek dengan dolar AS tidak mungkin mencapai level tertinggi baru kecuali ada hasil Fed yang sangat hawkish minggu depan. Kemungkinan mereka akan menunggu dan melihat pertemuan setelah itu di bulan November,” kata Tai Wong, pedagang senior di Heraeus Precious Metals di New York kepada Reuters.

Harga konsumen bulanan AS secara tak terduga naik pada Agustus karena penurunan harga bensin diimbangi oleh kenaikan biaya sewa dan makanan. Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS, inflasi AS bulan Agustus mencapai 8,3% secara tahunan dan naik 0,1% secara bulanan.

“Hambatan yang datang sekarang dari kekuatan dolar dan imbal hasil akan menciptakan beberapa tantangan pendek sekali lagi,” kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

Pasar sekarang melihat peluang 81% dari kenaikan suku bunga 75 basis points oleh Fed pada pertemuan 20-21 September. Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga AS meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan.

Equity World | Wall Street Full Senyum, IHSG Bakal Ketularan?

Equity World | Wall Street Full Senyum, IHSG Bakal Ketularan?

Equity World | Pasar finansial Indonesia ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (12/9/2022) kemarin. Pasar saham yang sempat anjlok mampu ditutup menguat.

Equity World | Investor Menanti Rilis Inflasi, Wall Street Dibuka NaikTipis

Sebaliknya, rupiah yang sembat mengangkasa pada penutupan sesi perdagangan menukik. Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) ditutup menguat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (12/9/2022), setelah sempat terkoreksi pada perdagangan sesi I hari ini.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks bursa saham acuan Tanah Airtersebut ditutup menguat 0,16%ke posisi 7.254,46. IHSG mampu bertahan di zona psikologisnya di 7.200.

Pada awal perdagangan sesi I, IHSG dibuka menguat 0,21% di posisi 7.257,86. Namun sekitar pukul 10:00 WIB, IHSG langsung berbalik ke zona merah hingga awal perdagangan sesi II hari ini.

Pada perdagangan sesi II, IHSG mulai bangkit kembali dari zona merah dan berhasil menyentuh kembali zona hijau pada pukul 14:00 WIB hingga akhir perdagangan hari ini.

Nilai transaksi indeks pada hari ini mencapai sekitaran Rp 13 triliun dengan melibatkan 32 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1,5 juta kali. Sebanyak 304 saham menguat, 241 saham melemah, dan 159 saham lainnya stagnan.

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,08% ke Rp14.840/US$ pada perdagangan kemarin. “Kekeringan” valuta asing yang melanda di dalam negeri menjadi salah satu penyebab rupiah sulit menguat.

Likuiditas valas di dalam negeri tengah tertekan. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan kredit valasnya lebih tinggi dibandingkan dana pihak ketiga valas. Mengutip data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit valas tumbuh 16,82% dan DPK valasnya 5,8%.

Sementara harga mayoritas obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) ditutup menguat pada perdagangan Senin (12/9/2022).

Mayoritas investor kembali memburu SBN pada hari ini, ditandai dengan penurunan yield. Namun untuk SBN tenor 3 tahun cenderung dilepas oleh investor, ditandai dengan naiknya yield.

Melansir data dari Refinitiv,yield SBN tenor 3 tahun menanjak 5,5 basis poin (bp) ke posisi 6,192%. Sedangkan yield SBN tenor 20 tahun cenderung stagnan di posisi 7,176%.

Yield SBN berjatuh tempo 10 tahun yang merupakan SBN acuan (benchmark) negara kembali turun 0,7 bp ke posisi 7,17%.

Yield berlawanan arah dari harga, sehingga turunnya yield menunjukkan harga obligasi yang sedang menguat, demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.

Equity World | Wall Street Berakhir Lebih Tinggi, Kenaikan Didorong oleh Bank dan Kayanan Kesehatan

Equity World | Wall Street Berakhir Lebih Tinggi, Kenaikan Didorong oleh Bank dan Kayanan Kesehatan

Equity World | Wall Street membukukan keuntungan pada hari Kamis (8/9), terutama terangkat oleh lembaga keuangan dan perusahaan kesehatan. Investor mencerna pernyataan hawkish dari pembuat kebijakan yang memperkuat taruhan kenaikan suku bunga besar akhir bulan ini.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 193,24 poin atau 0,61% menjadi 31.774,52, S&P 500 naik 26,31 poin atau 0,66% menjadi 4.006,18, dan Nasdaq Composite bertambah 70,23 poin atau 0,6% menjadi 11.862,13.

Indeks memantul bolak-balik dalam perdagangan berombak karena kekhawatiran atas langkah Federal Reserve selanjutnya untuk menjinakkan inflasi yang melonjak tetap ada.

“Ada banyak ketidakpastian dan saya pikir orang tidak akan benar-benar mengambil keputusan selama lebih dari lima menit atau lima detik, Anda tahu, sampai ada sedikit lebih banyak kejelasan atau cahaya di ujung terowongan,” kata Grace Lee, equity income senior portfolio manager di Columbia Threadneedle Investments .

Kompak Rebound! Cek Harga Emas Pegadaian, Jumat 9 September 2022 | Equity World

Pedagang pasar uang melihat peluang 87% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan bulan ini.

Bank of America, Barclays dan Jefferies mengatakan mereka sekarang melihat kenaikan suku bunga 75 basis poin. Sebelum Barclays mengatakan itu bisa menjadi peningkatan 50 atau 75 basis poin dan Bank of America dan Jefferies bertaruh pada kenaikan 50 basis poin.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral “berkomitmen kuat” untuk menurunkan inflasi dan perlu terus berjalan sampai pekerjaan selesai.

Presiden The Fed Chicago Charles Evans bergabung dengan sesama pembuat kebijakan mengatakan bahwa mengekang inflasi adalah “pekerjaan pertama.”

Investor juga menunggu laporan inflasi AS Agustus minggu depan untuk petunjuk baru apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga setengah atau tiga perempat poin persentase pada pertemuan kebijakan berikutnya yang dijadwalkan 20-21 September.

Kekhawatiran atas pengetatan moneter yang agresif di seluruh dunia menghentikan pasar ekuitas pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut.

Sementara itu, data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah tiga bulan, menggarisbawahi kekuatan pasar tenaga kerja bahkan ketika The Fed menaikkan suku bunga.

Dengan meningkatnya peluang kenaikan suku bunga besar lainnya, indeks bank S&P 500 yang sensitif terhadap suku bunga dan sektor perawatan kesehatan S&P 500 masing-masing naik 2,8% dan 1,8%.

Sektor kesehatan didorong oleh berita bahwa pengobatan anti-kebutaan Eylea dari Regeneron Pharmaceuticals Inc terbukti bekerja dengan baik bila diberikan pada dosis yang lebih tinggi pada interval yang lebih lama di antara suntikan. Saham pembuat obat itu melonjak 18,8%.

“Orang-orang merangkul keselamatan. Kesehatan adalah sektor yang sangat aman dan masih cukup murah, begitu juga dengan sektor keuangan yang lebih luas,” kata Lee.

Saham GameStop Corp melonjak 7,4% setelah pengecer video game melaporkan kerugian kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan.

American Eagle Outfitters Inc jatuh 8,7% setelah pembuat pakaian itu meleset dari perkiraan laba kuartal kedua dan mengatakan akan menghentikan dividen kuartalan karena membentengi keuangannya terhadap pukulan dari inflasi.

Equity World | Bursa Saham Asia Menguat Usai Pidato Terbaru Ketua The Fed Jerome Powell

Equity World | Bursa Saham Asia Menguat Usai Pidato Terbaru Ketua The Fed Jerome Powell

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik sebagian besar menguat seiring investor mencerna komentar terbaru Ketua Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell saat berjanji untuk menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi sampai pekerjaan selesai.

Equity World | Jelang Pidato Gubernur The Fed, Wall Street Babak Belur

Sementara itu, di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,61 persen dan Topix naik 0,35 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,33 persen dan Kosdaq naik 1,25 persen . Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga naik 0,25 persen .

Sedangkan, China dijadwalkan untuk merilis data inflasi Agustus, yang diperkirakan meningkat dari Juli.

“Prospek pertumbuhan China yang lemah dan sikap kebijakan moneter yang akomodatif terhadap pengetatan agresif yang sedang berlangsung oleh FOMC akan membuat USD atau CNH didukung dengan baik,” Ahli strategi FX Commonwealth Bank of Australia Kristina Clifton dalam sebuah catatan, dikutip dari CNBC, Jumat (9/9/2022).

Yuan berada di 6,96, sedangkan yen Jepang berada di 143,85 dan won Korea berada di 1,383,11 melawan greenback.

Saham berjangka AS dibuka sedikit berubah setelah sesi berombak pada rata-rata utama karena Wall Street mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga ke depan.

Indeks Dow Jones Industrial Average berjangka naik 23 poin, atau 0,07 persen. S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka masing-masing naik 0,08 persen dan 0,13 persen.

Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Kamis, 8 September 2022 mengikuti wall street yang reli. Investor juga mencermati pidato Ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell pada Kamis pekan ini. Pasar perkirakan kenaikan suku bunga acuan 75 basis poin pada September 2022.

Indeks Jepang Nikkei menguat 2,31 persen ke posisi 28.065,28 dan indeks Topix bertambah 2,19 persen ke posisi 1.957,62. Di Australia, indeks ASX 200 menguat 1,7 persen ke posisi 6.848,7 dan indeks Kospi Korea Selatan menanjak 0,33 persen ke posis 2.384,28.

Di bursa saham China, indeks Shanghai melemah 0,33 persen dan indeks Shenzhen terpangkas 0,86 persen. Indeks Hang Seng tergelincir 1 persen, dan indeks Hang Seng teknologi susut 1 persen. Yen Jepang berada di posisi 143,85 dan Won Korea berada di posisi 1.381,61.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Kamis, 8 September 2022 dalam sesi perdagangan yang bergejolak. Hal ini seiring wall street merespons komentar ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell mengenai bank sentral yang terus meredam inflasi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melonjak 193,24 poin atau 0,61 persen ke posisi 31.774,52. Indeks S&P 500 menanjak 0,66 persen ke posisi 4.006,18 dan indeks Nasdaq bertambah 0,60 persen menjadi 11.862,13.

Sebelumnya, wall street melemah selama sesi tanya jawab dari Powell di Cato Institute dan kembali menegaskan kalau bank sentral akan melakukan apa yang diperlukan untuk meredam inflasi. Ia juga isyaratkan jeda kenaikan suku bunga atau memangkas suku bunga tidak akan segera terjadi.

“Sejarah sangat memperingatkan terhadap kebijakan pelonggaran premature,” ujar dia dikutip dari CNBC, Jumat (9/9/2022).

“Saya dapat meyakinkan Anda, kalau kami sangat berkomitmen untuk hal ini akan terus melakukannya sampai pekerjaan selesai,” ia menambahkan.

Sementara itu, bank sentral Eropa pada Kamis pagi, 8 September 2022 menaikkan suku bunga sebesar 0,75 persen. Hal ini sebagai langkah yang sebagian besar diharapkan menekan inflasi.

Pada perdagangan di wall street Kamis pagi, saham melanjutkan penguatan yang solid. Pada Rabu, 7 September 2022, rata-rata indeks acuan utama membukukan hari terbaik sejak 10 Agustus 2022 dengan indeks Nasdaq menghentikan penurunan beruntun dalam tujuh hari.

Namun, saham tetap dalam tren turun secara keseluruhan karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari the Federal Reserve mendorong beberapa investor menjauh dari pasar yang berisiko.

“Saya pikir kita memiliki pasar yang gelisah dalam minggu sebelum rilis inflasi,” ujar Chief Market Strategist B Riley Financial Art Hogan.

Adapun sejumlah saham yang menjadi penggerak wall street antara lain saham GameStop naik 4 persen setelah perusahaan mengungkapkan kemitraan baru dengan pertukaran kripto FTX. Selain itu, saham Rivian melonjak lebih dari 6 persen setelah mengumumkan merencanakan usaha patungan untuk membangun van komersial listrik di Eropa.

Saham Snap melonjak lebih dari 8 persen setelah Verge melaporkan CEO Evan Sipegel menyampaikan rencana perubahan Haluan dalam sebuah memo internal.

Ekonom di Nomura juga mengubah perkiraan untuk kenaikan suku bunga the Federal Reserve, sekarang antisipasi kenaikan 0,75 persen ali-alih 0,50 persen.

Goldman Sachs dan Bank of America memiliki perkiraan yang sama untuk September 2022. Ini juga merupakan harga pasar saat ini, pelaku pasar melihat peluang 86 persen dari kenaikan suku bunga 0,75 persen pada September, dan peluang itu naik dari sebelumnya 77 persen.

Equity World | Wall Street Ditutup Menguat, Indeks Nasdaq Naik 2,14%

Equity World | Wall Street Ditutup Menguat, Indeks Nasdaq Naik 2,14%

Equity World | Wall Street ditutup menguat pada perdagangan 7 September 2022. Bursa saham AS menguat karena investor mengabaikan pernyataan hawkish yang dibuat oleh pejabat Federal Reserve.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Dibuka Lebih Tinggi Setelah Rebound Wall Street

Mengutip Reuters, Kamis (8/9/2022), indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 435,98 poin atau 1,4% menjadi 31.581,28, indeks S&P 500 (SPX) naik 71,68 poin atau 1,83% menjadi 3.979,87 dan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 246,99 poin atau 2,14% menjadi 11.791,90.

Bursa saham AS diserang aksi jual tajam sejak pertengahan Agustus setelah komentar hawkish dari Ketua Fed Jerome Powell diperparah oleh tanda-tanda perlambatan ekonomi di Eropa dan China dan langkah agresif oleh bank sentral utama untuk menjinakkan inflasi.

Kekuatan sinyal data dalam ekonomi AS telah mendorong para pedagang untuk bertaruh pada kenaikan suku bunga 75 basis poin oleh The Fed akhir bulan ini. Fed fund futures menyiratkan investor menilai peluang lebih dari 76% dari langkah semacam itu.

Imbal hasil Treasury 10-tahun tergelincir dari tertinggi tiga bulan yang dicapai di awal sesi, mendorong saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga seperti Tesla Inc (TSLA.O), Microsoft Corp (MSFT.O) dan Amazon.com Inc (AMZN. HAI).

Perusahaan dengan pertumbuhan tinggi seperti di sektor teknologi cenderung diuntungkan ketika hasil turun karena itu berarti tingkat diskonto yang lebih rendah atas keuntungan masa depan mereka ketika investor menghitung valuasi.

Kinerja saham juga mengabaikan komentar hawkish Federal Reserve sebelumnya pada hari Rabu. Presiden Federal Reserve Bank Cleveland Loretta Mester mengatakan tingginya biaya akomodasi sewa AS belum sepenuhnya disaring melalui langkah-langkah inflasi, menunjukkan inflasi masih dapat meningkat lebih lanjut.

Sementara itu, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan bank sentral AS harus menaikkan suku bunga ke tingkat yang menahan kegiatan ekonomi dan mempertahankannya di sana sampai pembuat kebijakan “yakin” bahwa inflasi mereda, sementara Wakil Ketua Federal Reserve Lael Brainard menambahkan kebijakan moneter akan perlu membatasi “untuk beberapa waktu.”

Fokus utama adalah pada pidato Powell pada hari Kamis dan data harga konsumen AS minggu depan untuk petunjuk tentang jalur kebijakan moneter.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P diperdagangkan lebih tinggi, dipimpin oleh lonjakan utilitas (.SPLRCU), mencerminkan posisi defensif oleh investor karena ketidakpastian ekonomi.

Equity World | Bursa Asia Pasifik Beragam Pagi Ini Jelang Keputusan Suku Bunga Bank Sentra Australia

Equity World | Bursa Asia Pasifik Beragam Pagi Ini Jelang Keputusan Suku Bunga Bank Sentra Australia

Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada pembukaan pada hari Selasa (6/9), menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia.

Equity World | Lanjutkan Penguatan Kemarin, IHSG Uji Level Resisten 7.300

Indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,17% dan indeks Topix kehilangan 0,3%. Kospi di Korea Selatan naik 0,14% dan Kosdaq naik 0,43%.

Di Australia, S&P/ASX 200 sedikit berubah. Dalam jejak pendapat Reuters, Reserve Bank of Australia diperkirakan akan menaikkan suku bunga setengah poin menjadi 2,35%. Dolar Australia sedikit lebih kuat ke level $0,6809 pada perdagangan pagi.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,11%.

Pada hari Senin, People’s Bank of China mengumumkan akan memotong rasio persyaratan cadangan devisa atau jumlah cadangan devisa yang harus dimiliki lembaga keuangan. Langkah ini untuk meningkatkan kemampuan lembaga keuangan menggunakan dana valuta asing.

Mulai 15 September, Reserve Requirement Ration (RRR) atau suku bunga akan menjadi 6%, turun dari 8%.

“Pemotongan ini akan membantu meningkatkan likuiditas FX dan dengan demikian menurunkan tekanan depresiasi untuk CNY. Sementara dampak sebenarnya pada likuiditas FX kecil … pemotongan ini berfungsi sebagai sinyal kebijakan yang kuat bahwa PBOC tidak nyaman dengan depresiasi mata uang yang cepat,” tulis analis di Goldman Sachs Economics Research dalam sebuah catatan Senin malam.

Di tempat lain, pasar Amerika Serikat (AS) ditutup semalam untuk liburan.

Di pasar minyak, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya, sementara minyak mentah Brent sedikit menurun.

Harga minyak WTI naik 2,16% menjadi US$88,75 per barel, setelah naik lebih dari 2% di sesi sebelumnya menyusul berita bahwa OPEC dan sekutunya menyetujui pengurangan produksi kecil.

Harga minyak mentah Brent tergelincir 0,66% menjadi US$95,11 per barel setelah naik hampir 3% pada hari Senin.

Equity World | Perdagangan Pasar Asia Pasifik Mixed Sebelum Data Tiongkok

Equity World | Perdagangan Pasar Asia Pasifik Mixed Sebelum Data Tiongkok

Equity World | Saham di Asia Pasifik diperdagangkan mixed di awal Senin (5/9) karena investor menunggu hasil survei swasta tentang aktivitas sektor jasa di Tiongkok.

Nikkei 225 Jepang turun 0,2%, dan indeks Topix kehilangan 0,3%.

Equity World | Duh, IHSG Dibuka Melemah 7,42 Poin di Awal Pekan

S&P/ ASX 200 di Australia naik 0,25%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,35% dan Kosdaq turun 0,3%

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang sedikit lebih rendah.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa Caixin Tiongkok akan dirilis pada Senin. Data Juli 2022 berada di level 55,5, mewakili pertumbuhan aktivitas. PMI non manufaktur resmi untuk Agustus 2022 adalah 52,6.

Pada Jumat (2/9) di Amerika Serikat (AS), nonfarm payrolls untuk Agustus 2022 naik ke level 315.000, sedikit di bawah perkiraan Dow Jones. Pengangguran beringsut lebih tinggi.

“Pasar aset awalnya pulih karena kenaikan tingkat pengangguran AS didorong tingkat partisipasi yang lebih tinggi, dipandang sebagai tanda potensial dari berkurangnya tekanan inflasi di pasar tenaga kerja AS,” kata ANZ Research dalam catatan Senin.

Namun suasana hati yang membaik tidak berlangsung lama, karena muncul berita bahwa Gazprom Rusia tidak berencana memulai kembali aliran gas melalui Nord Stream 1, kata catatan itu.

Negara-negara Kelompok G7 pada Jumat mengumumkan bahwa mereka mencapai kesepakatan untuk membatasi harga minyak Rusia.

“Kurangnya reaksi harga minyak global menunjukkan tingkat skeptisisme tentang dampaknya,” tulis ANZ Research.

Bisnis Australia Terus Melambat

Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa Global Australia yang disesuaikan secara musiman berada di 50,2 pada Agustus 2022, lebih rendah dari 50,9 di bulan sebelumnya. Angka-angka ini menandai tingkat pertumbuhan paling lambat dalam tujuh bulan.

Laporan S&P Global mencatat permintaan keseluruhan hanya tumbuh sedikit pada Agustus 2022.

“Ekspansi yang lamban pada Agustus dalam aktivitas bisnis adalah tanda bahwa tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga baru-baru ini membebani penjualan,” jelas Laura Denman, ekonom S&P Global Market Intelligence, dalam siaran pers.

Meskipun tekanan inflasi mereda dari rekor tertinggi yang terlihat awal tahun ini, kepercayaan bisnis secara keseluruhan telah mencapai level terendah sejak April 2020, kata laporan itu.

Dengan valuasi saham dan obligasi jatuh secara bersamaan, investor harus mencari untuk keluar dari pasar yang terdistorsi, menurut kepala penasihat ekonomi Allianz Mohamed El-Erian.

“Ada saat ketika semua harga aset naik, saham dan obligasi, dan kita lupa tentang korelasinya. Mengapa peduli dengan korelasi ketika Anda dibayar untuk memegang aset berisiko dan aset mitigasi risiko? Ini dunia yang indah,” katanya kepada Steve Sedgwick dari CNBC, Jumat.

“Tapi babak pertama mengajari kami, dan apa yang kami pelajari lagi sejak pertengahan Agustus, (adalah) bahwa mereka berdua bisa turun pada saat yang sama,” lanjut Sedgwick.

Equity World | Wall Street Menguat Dipicu Peningkatan Saham Kesehatan dan Utilitas

Equity World | Wall Street Menguat Dipicu Peningkatan Saham Kesehatan dan Utilitas

Equity World | Wall Street menguat pada Kamis (1/9/2022) dipicu peningkatan saham sektor kesehatan dan utilitas.

Equity World | Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (2/9), Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 145,99 poin, atau sekitar 0,46 persen, menjadi 31.656,42. Indeks S&P 500 meningkat 11,85 poin, atau sekitar 0,30 persen, menjadi 3.966,85. Indeks komposit NASDAQ melemah 31,08 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 11.785,13.

Indeks sektor kesehatan dan utilitas S&P 500 masing-masing melonjak 1,65 persen dan 1,42 persen.

Di sisi lain, indeks sektor teknologi turun 0,48 persen setelah saham Nvidia dan Advanced Micro Devices masing-masing terjun 7,67 persen dan 2,99 persen dipicu pelarangan ekspor mikrochip tertentu ke Tiongkok. Indeks Philadelphia Semiconductor melemah 0,48 persen.

Ketiga indeks utama Wall Street sempat melemah di awal perdagangan setelah data pekerjaan terbaru menunjukkan klaim tunjangan pengangguran mengalami penurunan ke level terendah dalam dua bulan terakhir pekan lalu. Penurunan jumlah klaim tunjangan pengangguran mendukung peningkatan suku bunga Federal Reserve secara agresif pada pertemuan September.

Perhatian para investor selanjutnya tertuju kepada data non-farm payroll. Para analis memperkirakan angka non-farm payroll akan mengalami peningkatan di kisaran 300.000 sampai 375.000.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Oktober 2022 turun 0,5 persen menjadi US$1.717,50 per ons. Indeks dolar AS naik 0,86 persen menjadi 109,63.

Bursa saham Eropa melemah pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,8 persen, setelah aktivitas manufaktur zona euro berkontraksi untuk bulan kedua beruntun pada Agustus.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 135,65 poin, atau sekitar 1,86 persen, menjadi 7.148,50. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melorot 204,73 poin, atau sekitar 1,60 persen, menjadi 12.630,23.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 80,10 poin, atau sekitar 1,02 persen, menjadi 7.806. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 90,79 poin, atau sekitar 1,48 persen, menjadi 6.034,31.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,7 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,1534 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,4 persen menjadi 1,1602 euro per pound.

Equity World | Saham Global Turun Setelah Rilis Data Pekerjaan AS yang Kuat

Equity World | Saham Global Turun Setelah Rilis Data Pekerjaan AS yang Kuat

Equity World | Pasar saham global ditutup turun pada perdagangan Rabu (31/8), setelah rilis data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat memicu ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, aktivitas manufaktur Tiongkok melemah.

Equity World | Wall Street Masih pada Tren Turun Sejak Awal Pekan

Bursa London dan Frankfurt dibuka lebih rendah. Shanghai, Tokyo, dan Hong Kong menurun. Harga minyak turun lebih dari US$ 1 per barel.

Data pemerintah AS menunjukkan ada dua pekerjaan untuk setiap orang yang menganggur pada Juli 2022. Angka ini memberikan amunisi kepada pejabat Federal Reserve (Fed) yang berpendapat bahwa ekonomi dapat mentolerir lebih banyak kenaikan suku bunga, untuk menjinakkan inflasi yang berada pada level tertinggi selama beberapa dekade.

Beberapa investor berharap The Fed akan mundur karena tanda-tanda aktivitas ekonomi sedang mendingin.

“(Data pekerjaan) mendukung argumen agar The Fed tetap pada sikap agresif,” jelas ekonom Edward Moya dari Oanda dalam sebuah laporan, Rabu.

Pada awal perdagangan, FTSE 100 di London turun 0,6% menjadi 7.319,62 dan DAX di Frankfurt turun 0,4% menjadi 12.913,41. CAC 40 di Paris turun 0,5% menjadi 6.178,78.

Di Wall Street, bursa berjangka untuk indeks acuan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average naik 0,2%.

Pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), indeks S&P 500 turun 1,1%, membawa penurunannya selama lima hari terakhir menjadi 5,5%. Dow turun 1% dan komposit Nasdaq kehilangan 1,1%.

Di Asia, Shanghai Composite Index turun 0,8% menjadi 3.202,14 setelah indeks manufaktur menunjukkan aktivitas kembali kontraksi pada Agustus 2022. Hang Seng berakhir naik kurang dari 0,1% pada 19.954,39 setelah menghabiskan sebagian besar hari di wilayah negatif.

Nikkei 225 di Tokyo turun 0,4% menjadi 28.091,53 setelah produksi industri Juli 2022 naik secara tak terduga, menguat 1% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kospi di Korea Selatan naik 0,9% menjadi 2.472,05 setelah output pabrik Juli 2022 turun 1,3% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

S&P/ ASX 200 Sydney turun 0,2% menjadi 6.986,80. Selandia Baru maju, sementara Singapura dan Indonesia menurun. Pasar India ditutup untuk hari libur.

Khawatirkan Suku Bunga

Investor khawatir kenaikan suku bunga oleh Fed dan bank sentral di Eropa serta di Asia untuk mendinginkan inflasi dapat menggagalkan pertumbuhan ekonomi global.

Gubernur Fed Jerome Powell pada 26 Agustus 2022 mengindikasikan akan tetap akan menaikkan suku bunga.

The Fed telah menaikkan suku bunga empat kali tahun ini. Dua di antaranya dengan 0,75 poin persentase atau 75 basis poin (bps), tiga kali lipat dari margin biasanya.

Trader tampaknya sudah memperkirakan kenaikan 0,75 poin persentase tambahan pada September 2022, setengah poin pada November 2022, dan 0,25 poin pada Desember 2022, menurut Moya.

“Jika pasar tenaga kerja tidak pecah dan konsumen tetap tangguh, Wall Street mungkin mulai memperkirakan kenaikan suku bunga untuk Februari dan Maret (2023),” tulisnya.

Pemerintah AS melaporkan ada 11,2 juta pekerjaan terbuka pada hari terakhir Juli 2022. Angka itu naik dari 11 juta pada bulan sebelumnya.

Di pasar energi, benchmark minyak mentah AS turun US$ 1,10 menjadi US$ 90,51 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak jatuh US$ 5,37 menjadi US$ 91,64 pada Selasa (30/8). Minyak mentah Brent, yang digunakan untuk menentukan harga perdagangan internasional, turun US$ 1,47 menjadi US$ 96,37 per barel di London.

Dolar naik tipis menjadi 138,74 yen dari 138,67 yen pada Selasa. Euro turun menjadi 99,96 sen dari US$ 1,0021.

Design a site like this with WordPress.com
Get started