Equity World | Perdagangan Pasar Asia Pasifik Mixed Menunggu Data Inflasi AS

Equity World | Perdagangan Pasar Asia Pasifik Mixed Menunggu Data Inflasi AS

Equity World | Saham di Asia Pasifik bergerak mixed pada pembukaan perdagangan Kamis (13/10). Investor kini menunggu data inflasi dari Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis nanti.

Equity World |’Awan Cerah’ Mulai Muncul, Wall Street Kompak Menguat

Di Australia, S&P/ ASX 200 adalah 0,3% lebih tinggi.

Nikkei 225 di Jepang sedikit lebih rendah dan Topix turun 0,28%. Yen Jepang menguat di pagi hari Asia setelah menyentuh 146,98 per dolar. Kospi Korea Selatan turun 0,36% dan Kosdaq kehilangan 0,92%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang berada tepat di atas garis datar. Pasar Thailand tutup untuk hari libur Kamis.

Ekonom memperkirakan harga konsumen AS telah meningkat 0,3% pada September 2022 dibandiingkan bulan sebelumnya dan naik 8,1% dari periode yang sama tahun lalu. Pada Agustus 2022, angka indeks harga konsumen (CPI) naik 0,1% dari angka Juli dan naik 8,3% dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Saham AS jatuh dalam semalam, dengan S&P 500 mencapai penutupan terendah sejak November 2020.

Saham Toshiba naik lebih dari 9% setelah laporan sebuah konsorsium berpotensi mengakuisisi perusahaan sekitar US$ 19 miliar.

Kyodo News melaporkan bahwa dana yang berbasis di Tokyo yang memimpin grup tersebut, Japan Industrial Partners, meminta beberapa perusahaan termasuk Chubu Electric Power dan Orix untuk mengambil bagian dalam langkah tersebut. Laporan ini disampaikan disebutkan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Toshiba dapat dihapus dari daftar bursa (delisting) jika pembelian selesai.

Saham AS Ditutup Melemah

Ketiga indeks utama ditutup lebih rendah pada Rabu (Kamis pagi WIB) setelah sesi volatil antara keuntungan dan kerugian sepanjang hari.

S&P 500 turun 0,33%, jatuh ke 3.577,03, penutupan terendah sejak November 2020 dan kerugian harian keenam berturut-turut.

Dow Jones Industrial Average turun 28,34 poin, atau 0,10%, menjadi ditutup pada 29.210,85. Nasdaq Composite turun 0,09% menjadi ditutup pada 10.417,10.

Risalah Federal Reserve (Fed) menunjukkan bank sentral AS itu melihat lebih banyak kenaikan suku bunga dan menahannya lebih tinggi sampai inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda.

Risalah tersebut mencerminkan diskusi regulator menjelang kenaikan 0,75 poin persentase terakhir, kenaikan ketiga berturut-turut sebesar itu yang disampaikan tahun ini.

Bank sentral terkejut dengan laju inflasi yang terus-menerus, tetapi tetap optimis bahwa kenaikan suku bunga akan membantu mengendalikan kenaikan harga.

Equity World | Indeks Hang Seng Pimpin Koreksi di Bursa Saham Asia

Equity World | Indeks Hang Seng Pimpin Koreksi di Bursa Saham Asia

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham, Senin, (10/10/2022) dengan indeks Hong Kong Hang Seng pimpin koreksi.

Equity World | Peringatan Bagi IHSG! Bursa Asia Ambrol

Saham Australia turun lebih dari 1 persen pada Senin pagi, 10 Oktober 2022 pada hari yang tenang di wilayah tersebut, seiring beberapa bursa utama ditutup karena libur.

Indeks S&P/ASX 200 turun 1,47 persen di awal perdagangan. Kemudian indeks ASX 200 tergelincir 1,63 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng merosot lebih dari dua persen pada awal sesi perdagangan, dan indeks Hang Seng teknologi terpangkas 3,17 persen.

Di bursa saham China, indeks Shanghai melemah 0,39 persen setelah libur sepekan. Indeks Shenzhen merosot 1 persen. Bursa di Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Malaysia tutup untuk karena libur pada Senin.

Akhir pekan ini, Bank of Korea akan mengadakan pertemuan penetapan kebijakan, Singapura akan mengumumkan perkiraan PDB untuk kuartal III dan China merilis data inflasi.

Perusahaan Manufaktur Semikonduktor Taiwan dan Fast Retailing Jepang akan melaporkan pendapatan. Kemudian, AS akan merilis data inflasi untuk September.

Sementara itu, pada Jumat di AS, indeks saham utama turun lebih dari 2 persen setelah data menunjukkan tingkat pengangguran menurun pada September, yang memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS atau the Fed akan terus menaikkan suku bunga secara agresif.

Indeks manajer pembelian layanan Caixin berada di 49,3 pada September, menurut sebuah laporan yang diterbitkan Sabtu. Hal itu merupakan penurunan tajam dari 55 pada Agustus.

Tanda 50 poin memisahkan pertumbuhan dari kontraksi. Pembacaan PMI membandingkan aktivitas dari bulan ke bulan.

Pembatasan COVID-19 di negara tersebut menyebabkan aktivitas layanan di China berkontraksi pada September untuk pertama kalinya sejak Mei, menurut laporan itu.

“Perusahaan yang melaporkan pengurangan aktivitas sering berkomentar bahwa pandemi dan tindakan selanjutnya untuk menahan virus telah membatasi operasi dan membebani permintaan pada September,” tulis manajemen Caixin dalam keterangan resminya, dikutip dari CNBC, Senin, 10 Oktober 2022.

Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Jumat, 7 Oktober 2022. Koreksi bursa saham Asia ini terjadi jelang rilis laporan pekerjaan AS. Tambahan pekerjaan diharapkan 275 ribu pada September 2022, dan tingkat pengangguran di kisaran 3,7 persen.

Indeks Hang Seng melemah 1,27 persen. Indeks Hang Seng teknologi merosot 2,96 persen. Indeks Jepang Nikkei turun 0,71 persen ke posisi 27.116,11. Indeks Topix melemah 0,82 persen. Di Australia, indeks ASX 200 merosot 0,8 persen ke posisi 6.762,80.

Indeks Korea Selatan Kospi melemah 0,22 persen ke posisi 2.232,84. Indeks Kosdaq susut 1,07 persen ke posisi 698,49. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang tergelincir 1,29 persen.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street anjlok pada perdagangan Jumat, 7 Oktober 2022. Hal ini seiring pelaku pasar evaluasi laporan pekerjaan September 2022 yang menunjukkan tingkat pengangguran terus menurun dan memicu kenaikan suku bunga.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 630,15 poin atau 2,1 persen ke posisi 29.296,79. Indeks S&P 500 anjlok 2,8 persen menjadi 3.639,66. Indeks Nasdaq tersungkur 3,8 persen menjadi 10.652,41.

Koreksi pada Jumat pekan ini juga memangkas kenaikan wall street pada awal pekan. Selama sepekan, indeks Dow Jones naik 2 persen, indeks S&P 500 bertambah 1,5 persen. Indeks Nasdaq menguat 0,7 persen.

Sementara itu, ekonomi AS menambahkan 263.000 pekerjaan pada September 2022, sedikit di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 275.000. Namun, tingkat pengangguran berada di 3,5 persen, turun dari 3,7 persen pada bulan sebelumnya sebagai tanda gambaran pekerjaan yang terus menguat bahkan ketika the Federal Reserve mencoba memperlambat ekonomi dengan kenaikan suku bunga untuk membendung inflasi.

“Sementara data seperti yang diharapkan, penurunan tingkat pengangguran tampaknya menjadi obsesi pasar karena apa artinya bagi the Fed,” ujar Chief Investment Officer Bleakley Financial, Peter Boockvar, dikutip dari CNBC, Sabtu (8/10/2022).

Ia menambahkan, ketika dikombinasikan dengan tingkat klaim pengangguran awal yang rendah, laju pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap tidak terdengar dan ini tentu saja membuat bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) bersemangat untuk melanjutkan kenaikan suku bunga agresif.

Tingkat pengangguran turun memicu lonjakan suku bunga yang pada gilirannya membebani saham. Imbal hasil obligasi AS bertenor dua tahun naik 6 basis poin menjadi 4,31 persen.

Di sisi lain, saham Advanced Micro Devices melemah setelah produsen chip memperingatkan pendapatan kuartal III 2022 akan lebih rendah dari yang diantisipasi. Saham Levi Strauss tergelincir seiring pemangkasan panduan kinerja. Selain itu, saham Intel dan Nvidia masing-masing turun 5 persen dan 7 persen.

“Kesimpulan yang telah dicapai oleh banyak orang yang telah kami ajak bicara adalah the Fed tidak hanya tidak akan membantu pasar, tetapi dalam mengejar stabilitas harga terus berlanjut sampai ada sesuatu yang pecah di pasar modak,” ujar Analis Saham Wells Fargo, Christopher Harvey.

Ia menilai, apa yang menjadi fokus the Fed semakin terpusat yaitu stabilitas harga. “Kemungkinan akan bantu katalisasi dislokasi,” ujar dia.

Sementara itu, saham FedEx melemah hampir tiga persen setelah Reuters melaporkan divisi pengiriman diprediksi catat volume rendah.

Equity World | Nikkei – Hang Seng Ambles 1%, Awas IHSG Nyusul!

Equity World | Nikkei – Hang Seng Ambles 1%, Awas IHSG Nyusul!

Equity World | Bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung melemah pada perdagangan Jumat (7/10/2022), di mana investor juga menanti serangkaian data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) karena data ini akan memandu keputusan moneter bank sentral AS pada November 2022. Pergerakan tersebut tentunya menjadi kabar buruk bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini.

Equity World | Wall Street Jatuh Menanti Data Tenaga Kerja September, Dow Turun Hampir 350 Poin

Hanya indeks Straits Times Singapura yang dibuka di zona hijau pada hari ini, yakni dibuka naik 0,11%.

Sedangkan sisanya dibuka di zona merah. Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka ambles 1,24%, Hang Seng Hong Kong merosot 1,05%, ASX 200 Australia melemah 0,64%, dan KOSPI Korea Selatan tergelincir 1,02%.

Sementara untuk pasar saham China hingga hari ini masih belum dibuka. Pekan ini merupakan Golden Week atau libur panjang di China, memperingati serangkaian Hari Nasional China.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung terkoreksi pada hari ini terjadi di tengah merosotnya kembali bursa saham AS, Wall Street pada perdagangan Kamis kemarin.

Indeks Dow Jones ditutup ambles 1,15% ke posisi 29.926,94, S&P 500 merosot 1,02% ke 3.744,52, dan Nasdaq Composite melemah 0,68% menjadi 11.073,31.

“Pasar saham kembali berjuang karena pasar menanti data penggajian AS yang sangat dinanti-nanti … dan karena komentar dari pejabat The Fed yang mempertahankan getaran lebih dibutuhkan,” kata seorang analis ANZ Research dalam laporan riset hariannya, dikutip dari CNBC International.

Dari pasar obligasi, yield US Treasury tenor 10 tahun kembali naik dan menyentuh 3,8%, sedangkan yield Treasury tenor 2 tahun yang lebih sensitif terhadap kenaikan suku bunga naik hingga 4,2%.

Investor global masih menantikan rilis data di AS pada hari ini, terutama data yang akan menunjukkan bagaimana situasi pasar tenaga kerja di Negeri Paman Sam pada September 2022, memberi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) informasi lain tentang kampanye kenaikan suku bunganya.

Konsensus analis Dow Jones memprediksikan bahwa data tenaga kerja di sektor non-pertanian (NFP) akan bertambah 275.000 pekerjaan dan angka pengangguran akan tetap di 3,7%.

Namun, jika NFP bertambah, maka akan menambah kekhawatiran akan The Fed yang kian agresif di pertemuan selanjutnya untuk meredam inflasi.

“Sekali lagi, investor mencari kabar buruk untuk menjadi kabar baik, bahkan jika laporan September lebih rendah dari yang diharapkan, pertumbuhan upah kemungkinan akan bertahan dan tidak membuat Fed agresif,” tutur Chris Senyek, analis di Wolfe Research, dilansir dari CNBC International.

“Sementara saham saat ini rentan terhadap kenaikan besar, kami sangat percaya bahwa basis bearish jangka menengah tetap ada,” tambahnya.

Selain data NFP, investor juga akan menanti rilis angka pengangguran AS per September 2022. Rilis data ekonomi tersebut akan menjadi salah satu data masukkan untuk The Fed sebelum memutuskan kebijakan moneter selanjutnya.

Konsensus analis Trading Economics memprediksikan angka pengangguran masih akan bertahan pada 3,7%, posisi yang sama pada bulan sebelumnya.

Sebagai informasi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan angka pengangguran pada Agustus 2022 berada di 3,7%, naik dari bulan Juli 2022 di 3,5% dan menjadi posisi tertinggi sejak Februari 2022. Jumlah pengangguran meningkat 344.000 orang menjadi 6 juta orang, sedangkan tingkat penyerapan tenaga kerja juga naik 442.000 pekerjaan.

Jika angka pengangguran stagnan, kemungkinan dampak terhadap pergerakan bursa saham tidak terlalu signifikan. Namun, jika angka pengangguran turun, maka akan menjadi sentimen negatif. Meskipun, hal tersebut merupakan berita baik.

Pada situasi saat ini, berita baik pada data ekonomi AS akan menjadi berita buruk karena mencerminkan bahwa pasar tenaga masih ketat, sehingga meningkatkan potensi The Fed untuk kembali agresif untuk meredam inflasi hingga mencapai targetnya di 2%.

Dari kabar korporasi di Asia-Pasifik, saham pembuat chip Korea Selatan, Samsung Electronics mengumumkan penurunan laba operasinya hingga 31,7% pada kuartal III-2022, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini karena melambatnya permintaan semikonduktor.

Laba operasional turun menjadi 10,8 triliun won Korea (US$ 7,65 miliar), dari sebelumnya sebesar 15,8 triliun won pada kuartal III-2021. Hal ini menjadi penurunan pertama dalam laba kuartalan sejak kuartal keempat 2019.

Namun, penjualan masih naik menjadi 77 triliun won Korea pada kuartal III-2022, dari sebelumnya sebesar 73,98 triliun won pada periode yang sama tahun lalu. Saham Samsung Electronics pun ambles 1,95% setelah dirilisnya kinerja keuangan pada kuartal III-2022.

Equity World | Reli 2 Hari Terhenti, Wall Street Terseret Data Tenaga Kerja AS

Equity World | Reli 2 Hari Terhenti, Wall Street Terseret Data Tenaga Kerja AS

Equity World | Wall Street ditutup lebih rendah pada hari Rabu (5/10), tidak dapat mempertahankan lonjakannya. Setelah data ekonomi terbaru menunjukkan permintaan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang kuat lagi menyarankan Federal Reserve mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

Equity World | Reli 2 Hari Terhenti, Wall Street Terseret Data Tenaga Kerja AS

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 42,45 poin atau 0,14% menjadi 30.273,87, S&P 500 kehilangan 7,65 poin atau 0,20% menjadi 3.783,28, dan Nasdaq Composite turun 27,77 poin atau 0,25% menjadi 11.148,64.

Pejabat The Fed bersikeras pada pengetatan suku bunga agresif untuk memerangi inflasi. Sebuah pesan yang dikhawatirkan pasar akan mengarah pada hard landing dan kemungkinan resesi.

Namun, investor juga mencari penawaran di pasar yang tampak oversold. Rasio harga terhadap pendapatan ke depan berada di 15,9, mendekati rata-rata historisnya, turun dari sekitar 22 sebelum penurunan besar pasar tahun ini.

“Dengan melawan, bagi saya itu adalah indikator yang menguntungkan bahwa reli ini bisa berjalan,” kata Sam Stovall, kepala analis investasi CFRA Research di New York.

“Itu juga menegaskan bahwa investor percaya, pedagang percaya, bahwa masih ada lagi yang akan terjadi dalam reli ini,” katanya.

ADP National Employment melaporkan, pengusaha swasta AS meningkatkan perekrutan pada bulan September. Data ini menunjukkan kenaikan suku bunga dan kondisi keuangan yang lebih ketat belum mengekang permintaan tenaga kerja karena The Fed memerangi inflasi yang tinggi.

Indeks ketenagakerjaan industri jasa Institute for Supply Management melonjak dalam tanda lain tenaga kerja tetap kuat karena industri secara keseluruhan melambat moderat pada bulan September.

The Fed diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin keempat berturut-turut pada bertemu 1-2 November, menurut alat FedWatch CME.

Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan kepada Bloomberg TV dalam sebuah wawancara bahwa inflasi bermasalah dan bank sentral AS akan tetap berada di jalurnya.

“Jalannya jelas: kami akan menaikkan tarif ke wilayah yang membatasi, lalu menahannya di sana untuk sementara waktu,” katanya. “Kami berkomitmen untuk menurunkan inflasi, tetap berada di jalur sampai kami benar-benar selesai.”

Sebelumnya, Indeks S&P 500 naik 5,7% pada hari Senin dan Selasa karena imbal hasil US Treasury turun tajam karena data ekonomi AS yang lebih lemah, perubahan haluan Inggris pada usulan pemotongan pajak yang telah mengguncang pasar, dan kenaikan suku bunga Australia yang lebih kecil dari perkiraan.

Lalu, imbal hasil US treasury melonjak lagi pada hari Rabu setelah data ekonomi yang lebih lemah gagal untuk meningkatkan harapan yang mulai tumbuh The Fed mungkin berputar ke sikap kebijakan yang kurang hawkish.

Equity World | Reli Harga Emas Lanjut, Kini Catat Kenaikan Tertinggi 3 Minggu

Equity World | Reli Harga Emas Lanjut, Kini Catat Kenaikan Tertinggi 3 Minggu

Equity World | Harga emas naik lebih dari 1 persen ke puncak tiga minggu pada hari Selasa. Ini karena dolar dan imbal hasil Treasury AS turun, dengan investor berharap Federal Reserve AS dapat mengadopsi pendekatan yang kurang agresif untuk kenaikan suku bunga.

Equity World | Bursa Asia Menghijau, Mengikuti Jejak Wall Street Reli untuk Hari ke-2

Dikutip dari CNBC, Rabu (5/10/2022), harga emas di pasar spot naik 1,57 persen menjadi USD 1.725,87 per ounce, tertinggi sejak 13 September.

Sementara untuk harga emas berjangka AS naik 1, persen menjadi USD 1.734,80.

Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun mereda. Sementara dolar AS memperpanjang penurunannya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

“Pasar adalah semacam penetapan harga di mana Fed akan mundur sedikit di sini dan itulah mengapa Anda melihat pergerakan ini kembali naik dalam emas dan perak,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Ke depan, data non-farm payrolls AS yang akan dirilis pada hari Jumat dapat menawarkan lebih banyak kejelasan tentang pengetatan kebijakan Fed.

“Jika data pekerjaan keluar lebih lemah dari perkiraan, emas akan reli. Jika keluar lebih kuat, pasar mungkin menafsirkan itu juga, The Fed dapat terus melanjutkan di sini dengan suku bunga, ”tambah Haberkorn.

Harga emas mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak Maret pada hari Senin. Namun, kenaikan suku bunga AS meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan dengan hasil nol.

“Emas belum keluar dari masalah, tapi setidaknya kita telah melihat rebound yang sangat kuat. Langkah pertama didorong oleh short covering,” kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

Bank pemasok emas telah mengurangi pengiriman ke India menjelang festival besar demi fokus pada China, Turki, dan pasar lain di mana premi yang lebih baik ditawarkan, tiga pejabat bank dan dua operator brankas mengatakan kepada Reuters.

Harga emas dalam dua minggu ke depan akan sangat penting. Semua mata tertuju pada putaran terbaru data ketenagakerjaan dan inflasi, karena emas menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan mengintensifkan volatilitas pasar.

Ahli strategi pasar senior RJO Futures Frank Cholly, mengatakan harga emas dunia mengalami perkembangan penting pertengahan minggu ini karena harga naik dari posisi terendah 2,5 tahun dan menuju level USD 1.700 per ons.

Pekan lalu, berjangka Comex Desember diperdagangkan pada USD 1,673.70, naik lebih dari 1 persen tetapi turun untuk bulan keenam berturut-turut.

“Pada hari Rabu pekan lalu, emas mengalami pembalikan utama. Kami membuat ayunan baru dari posisi terendah dan berakhir dengan penutupan yang lebih tinggi. Kami memiliki beberapa tindak lanjut Kamis dan Jumat. Melihat grafik emas, ini sangat positif. Kami beralih dari tren jangka pendek turun ke samping dan naik sekarang,” kata Cholly.

Menurutnya, jika pasar emas dapat kembali di atas USD 1.700, tren naik akan tercapai, dan kemungkinan mencapai USD 1.740 per once. Sebelum minggu ini, emas sangat negatif, terutama setelah penurunan di bawah USD 1.680.

Sementara, menurut ahli strategi DailyFX Michael Boutros, menyebut penurunan yang lebih tajam di bawah USD 1.600 bisa membuka pintu untuk aksi jual yang lebih signifikan ke USD 1.290 per once.

“Secara teknis sangat suram di sini. Jika harga emas bisa naik di atas USD 1.706, kita bisa menghilangkan penembusan turun ini. Tapi langkah yang lebih tinggi perlu terjadi dalam dua minggu ke depan. Jika tidak, tren turun akan mengambil alih. Apa yang terjadi dalam dua minggu ke depan dalam harga adalah yang terpenting. Kecepatan dan besarnya kenaikan suku bunga Fed yang luar biasa memberi tekanan berat pada emas,” kata Boutros.

Ketegangan geopolitik bisa menjadi salah satu pendorong jangka pendek yang membuat emas di atas USD 1.700.

Perkembangan terakhir melihat Rusia mencaplok empat wilayah di tenggara Ukraina, berjanji untuk menggunakan segala cara yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah tersebut.

“Jika eskalasi di Rusia mulai meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan ancaman nuklir nyata, itu akan positif untuk emas. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap kenaikan geopolitik dalam emas kemungkinan hanya sementara,” kata kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek.

Melek mengatakan, setiap kali ada peningkatan risiko geopolitik, setidaknya ada kenaikan sementara. Tetapi mengingat situasi kebijakan moneter, akan sulit untuk mengubah tren bearish emas secara keseluruhan.

Pada akhirnya, dolar AS terus menguat. Prospeknya tidak berubah. The Fed akan terus menaikkan suku bunga.

Equity World | Harga Emas Naik karena Penurunan Dolar, Perak Melompat 7%

Equity World | Harga Emas Naik karena Penurunan Dolar, Perak Melompat 7%

Equity World | Harga emas melonjak 2% pada perdagangan Senin (3/10/2022) didorong pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi. Hal ini menarik minat investor pada emas dan perak yang berpotensi menjadi hari terbaik sejak akhir 2008.

Equity World | Breaking News: Harga Emas Meroket 2% Lebih!

Harga emas di pasar spot naik 2,41% menjadi US$ 1.699,6744 per ons, kenaikan harian terbesar sejak 8 Maret. Sementara harga emas berjangka AS menguat 2,21% menjadi US$ 1.708,90.

Sementara harga perak melonjak 8,89% menjadi US$ 20,69 per onbs, tertinggi sejak pertengahan Agustus 2022.

“Sepanjang September, semuanya dilanda risiko dan over-sold (jenuh jual),” kata Kepala Pedagang di US Global Investors, Michael Matousek.

Sementara pelemahan dolar membantu permintaan emas batangan yang dihargakan dengan greenback bagi pembeli luar negeri.

Adapun imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun ke level terendah lebih 1 minggu, mendukung permintaan emas dengan imbal hasil nol.

Pelemahan dolar AS memberi emas sedikit kelonggaran. Emas batangan melakukan pemulihan sejak meluncur ke level terendah April 2020 pekan lalu.

“Harga emas telah menemukan dukungan karena baru-baru ini menurun secara keseluruhan,” kata Matousek.

Dia menambahkan beberapa pelaku pasar menilai Federal Reserve AS (the Fed) mungkin mengurangi kenaikan suku bunga, sehingga akan mendukung emas.
BACA JUGA

Wah Harga Emas Rebound dari Level Terendah 2,5 Tahun

Mendukung permintaan safe-haven logam, aktivitas manufaktur AS September tumbuh pada laju paling lambat dalam 2,5 tahun.

“Anda harus melihat penutupan di atas US$ 1.700 untuk membuat bulls (emas) bangkit kembali,” kata analis Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Sementara palladium melonjak 2,78% menjadi US$ 2218.0171 dan platinum naik 4,93% menjadi US$ 901,3346 per ons.

Equity World | Harga Emas Bangkit, Naik ke Posisi Tertinggi Satu Minggu

Equity World | Harga Emas Bangkit, Naik ke Posisi Tertinggi Satu Minggu

Equity World | Harga emas naik ke posisi tertinggi satu minggu pada perdagangan akhir pekan lalu karena dolar AS mundur dari level tertinggi.

Equity World | Sambut Oktober, Data Inflasi Jadi ‘Kunci’ Laju IHSG

Tetapi emas menuju kuartal terburuk sejak Maret tahun lalu, karena kekhawatiran kenaikan suku bunga besar yang dilakukan Federal Reserve AS.

Mengutip CNBC, Senin (3/10/2022), harga emas di pasar spot naik 0,06 persen menjadi USD1,661,79 per ounce dan telah naik 1,4 persen sejauh minggu ini.

Sementara emas berjangka AS naik 0,05 persen menjadi USD1,669,10.

“Pasar emas berada di area di mana kita dapat melihat beberapa pergerakan lebih tinggi tetapi itu semua tergantung pada apa yang dilakukan dolar dan nilai tukar hingga akhir pekan,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Emas turun 7,7 persen secara kuartalan sejauh ini. Ini juga akan menjadi penurunan bulanan keenam berturut-turut, penurunan bulanan terpanjang dalam empat tahun.

Emas menunjukkan reaksi diam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian untuk mencaplok empat wilayah Ukraina yang sebagian diduduki oleh pasukannya.

“Kami benar-benar menghadapi lingkungan inflasi tinggi, yang pada akhirnya menjadi alasan mengapa The Fed harus begitu agresif. Kekuatan makro ini benar-benar melemahkan selera investasi dari emas sehingga investor tidak melihat logam sebagai lindung nilai safe haven yang tepat,” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Kenaikan suku bunga meredupkan daya tarik bullion karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara harga perak naik 0,92 persen menjadi USD18,98 per ounce, dan platinum turun 0,71 persen menjadi USD858,75.

Sedangkan palladium anjlok 1,51 persen menjadi USD2.167,59 per ounce.

Equity World | Harga Emas Menguat 4 Hari Beruntun, Tapi……

Equity World | Harga Emas Menguat 4 Hari Beruntun, Tapi……

Equity World | Harga emas terus merangkak naik meski pelan-pelan. Pada perdagangan Jumat (30/9/2022) pukul 06:18 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.662,19 per troy ons. Harga emas menguat 0,11%.

Equity World | Wall Street Berguguran Lagi, Semoga IHSG Kuat Hadapi Tekanan

Penguatan hari ini memperpanjang tren positif yang sudah berlangsung dalam empat hari. Pada perdagangan kemarin, harga emas juga menguat tipis 0,05% ke posisi US$ 1.660,29 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas sudah menguat 1,16% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas masih menyusut 3,6% sementara dalam setahun melorot 5,4%.

Emas menguat pelan-pelan sejak Selasa pekan ini setelah ambruk ke level terendahnya dalam 29 bulan. Emas bergerak dari harga US$ 1.621,57 per troy ons pada Senin untuk kemudian naik terus sejak Selasa dan mampu menembus level US$ 1.659 per troy ons pada Rabu.

Menjelang akhir pekan emas terus menguat dan kembali mendekati level US$ 1.700 per troy ons.

Analis OANDA Edward Moya menjelaskan kenaikan harga emas ditopang oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan menurunnya yield surat utang pemerintah AS.

Kondisi ini membuat emas semakin menarik karena emas lebih terjangkau untuk dibeli dan lebih menguntungkan.

Indeks dolar pada pagi hari ini melandai ke 112,25 yang merupakan posisi terendahnya sejak Kamis pekan lalu atau dalam enam hari perdagangan. Sementara itu, yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun ditutup pada posisi 3,71% pada perdagangan kemarin atau terendah dalam tiga hari terakhir.

Dolar AS melemah terutama terhadap poundsterling setelah bank sentral Inggris memutuskan untuk melakukan operasi moneter dengan membeli surat utang pemerintah Inggris.

“Dolar yang sedikit melemah jelas memberi nafas baru bagi pergerakan emas,” tutur Moya, dikutip dari Reuters.

Namun, analis TD Securities mengingatkan emas masih rawan pelemahan karena kebijakan hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

“Pelaku pasar masih berekspektasi jika The Fed akan menaikkan suku bunga dalam waktu lama. Emas masih bisa melandai dalam periode kenaikan tersebut,” tutur TD Securities.

Equity World | Wow! Putin Bikin Harga Emas Meroket Nyaris 2%

Equity World | Wow! Putin Bikin Harga Emas Meroket Nyaris 2%

Equity World | Emas mulai bangkit setelah hancur lebur. Emas akhirnya menemukan katalis baru untuk mengangkat pamornya yakni aneksasi Rusia ke empat wilayah Ukraina.

Equity World | Wall Street Akhirnya Rebound, Mampukah IHSG Ikut Bangkit?

Seperti diketahui, kelompok pro Rusia di Ukraina Timur mengumumkan kemenangan di referendum yang digelar hampir sepekan kemarin. Mereka mengklaim mayoritas mendukung bergabungnya wilayah tersebut dengan Kremlin yang dipimpin Presiden Vladimir Putin.

Perlu diketahui ada empat wilayah yang mengadakan referendum. Yakni Zaporizhzhia selatan, Kherson selatan, Lugansk Timur dan Donetsk.

Badan jajak pendapat lokal di wilayah Zaporizhzhia selatan mengatakan 93,11% pemilih memilih aneksasi Rusia. Di Kherson selatan, 87,05% pemilih juga disebut memilih aneksasi.

Di wilayah Lugansk timur angkanya mencapai 98,42%. Sedangkan di Donetsk badan pemungutan suara mengatakan 99,23%.

Hasil referendum tersebut diperkirakan akan meningkatkan ketegangan Rusia-Ukraina. Emas pun kemudian kembali dipertimbangkan sebagai investasi untuk menghadapi situasi dunia yang bisa kembali tidak menentu.

Kembali manjurnya sentimen perang untuk mendongrak emas menjadi kabar gembira buat pemegang emas. Emas naik tajam pada penutupan perdagangan Rabu meskipun hanya sebentar dan kembali melandai pada hari ini.

Merujuk pada data Refinitiv, pada perdagangan Rabu (28/9/2022) emas ditutup menguat 1,88% ke posisi US$ 1.659,44 per troy ons. Penguatan ini adalah yang tertinggi sejak 8 Maret lalu di mana harga emas naik 2,7% sehari.

Penguatan emas kemarin membawa emas menjauh ke level US$ 1.500 per troy ons. Emas kini berada di kisaran US$ 1.650 per troy ons setelah sempat terpuruk di kisaran US$ 1.620 per troy ons.

Namun, harga emas kembali melandai pada pagi hari ini. Pada pukul 06:33 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.657,37 per troy ons. Harga emas melandai tipis 0,13%.

Dalam sepekan, harga emas melemah 0,79% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas menyusut 4,6% sementara dalam setahun anjlok 3,9%.

Sepanjang tahun ini, isu perang Rusia-Ukraina sulit sekali mengangkat pamor emas. Pengecualian terjadi pada Maret 2022 di mana perang Rusia-Ukraina baru mulai serta pertengahan April saat perundingan Rusia-Ukraina menemui jalan buntu.

Dibandingkan perang, kebijakan hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve/The Fed lebih banyak menggerakkan emas. Emas anjlok setiap kali The Fed menaikkan suku bunga acuan.

“Faktor Rusia dan diskusi mengenai aneksasi…Mungkin itu yang membuat pelaku pasar emas kembali menaikkan taruhannya ke emas,” tutur analis dari High Ridge Futures, seperti dikutip Reuters.

Namun, analis dari TD Securities mengingatkan penguatan emas lebih didorong oleh rencana bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) untuk membeli surat utang pemerintah.

“Kebijakan tersebut akan membuat yield melandai,” ujar TD Securities.

Melandainya yield surat utang pemerintah Inggris akan membuat emas lebih menarik. Emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan yield surat utang negara maju akan membuat investor meninggalkan emas dan memilih berinvestasi di surat utang.

Namun, Goldman Sachs mengingatkan pelemahan emas masih bisa berlanjut terutama karena masih hawkishnya kebijakan The Fed.

Equity World | Wall Street Merosot, Indeks S&P 500 Ditutup Dekat Level Terendah dalam 2 Tahun

Equity World | Wall Street Merosot, Indeks S&P 500 Ditutup Dekat Level Terendah dalam 2 Tahun

Equity World | Wall Street merosot lebih dalam ke pasar bearish, dengan indeks S&P 500 mencatat penutupan terendah dalam hampir dua tahun. Sentimen utama datang karena Federal Reserve menunjukkan keinginan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, dengan risiko melempar ekonomi ke dalam keterpurukan.

Equity World | Harga Emas Spot Rebound dari Level Terendah 2,5 Tahun

Selasa (27/9), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,43% ke 29.134,99, indeks S&P 500 melemah 0,21% menjadi 3.647,29 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,25% ke 10.829,50.

Tujuh dari 11 sektor pada indeks S&P 500 turun, dengan sektor utilitas dan kebutuhan konsumen, masing-masing turun sekitar 1,7% dan memimpin pelemahan.

Sementara, sektor energi menguat 1,2% setelah Swedia meluncurkan penyelidikan kemungkinan sabotase setelah kebocoran besar di dua pipa Rusia yang memuntahkan gas ke Laut Baltik.

Dengan hasil kali ini, indeks utama S&P 500 sudah turun sekitar 24% dari rekor penutupan tertinggi pada 3 Januari.

Pekan lalu, The Fed mengisyaratkan bahwa suku bunga tinggi dapat bertahan hingga 2023, dan indeks S&P 500 menghapus kenaikan terakhirnya dari reli musim panas dan mencatat penutupan terendah sejak November 2020.

S&P 500 pun sudah turun selama enam sesi berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang sejak Februari 2020.

Katalis utama datang setelah Presiden The Fed St. Louis James Bullard membuat alasan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, sementara Presiden The Fed Chicago Charles Evans mengatakan bank sentral perlu menaikkan suku setidaknya satu poin persentase tahun ini.

“Ini mengecewakan, tapi tidak mengejutkan,” kata Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager Dakota Wealth di Fairfield, Connecticut.

“Orang-orang khawatir tentang Federal Reserve, arah suku bunga, kesehatan ekonomi,” tambah Pavlik.

Analis di Wells Fargo sekarang melihat bank sentral Amerika Serikat (AS) itu mengambil kisaran target untuk suku bunga dana The Fed menjadi antara 4,75% dan 5,00% pada kuartal I-2023.

Pada perdagangan ini, saham Tesla naik 2,5% dan Nvidia menguat 1,5%, dengan kedua perusahaan membantu menjaga indeks Nasdaq berakhir positif.

Trader menukarkan saham Tesla senilai lebih dari US$ 17 miliar, lebih banyak dari saham lainnya.

Pada perdagangan hari Selasa, imbal hasil US Treasury tenor acuan 10-tahun menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 12 tahun, di tengah komentar hawkish dari pejabat The Fed.

Kekhawatiran tentang keuntungan perusahaan yang terkena dampak dari melonjaknya harga dan ekonomi yang lebih lemah juga mengguncang Wall Street dalam dua minggu terakhir.

Analis telah memangkas ekspektasi pendapatan perusahaan pada S&P 500 untuk kuartal ketiga dan keempat, serta untuk setahun penuh.

Untuk kuartal ketiga, analis sekarang melihat laba per saham pada indeks S&P 500 hanya naik 4,6% secara tahunan, dibandingkan dengan pertumbuhan 11,1% yang diharapkan pada awal Juli.

Design a site like this with WordPress.com
Get started