Equity World | Waduh, Usai Libur Dow Jones Dibuka Ambles 2%!

Equity World | Waduh, Usai Libur Dow Jones Dibuka Ambles 2%!

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) terbanting pada pembukaan perdagangan Selasa (5/7/2022), setelah mayoritas indeks saham terkoreksi pekan lalu akibat kekhawatiran resesi AS.

Equity World | Wall Street Beragam, Hanya Indeks S&P 500 dan Nasdaq Menguat

Dow Jones ambrol hingga 600 poin (-1,9%) di pembukaan dan selang 30 menit menjadi 620,59 poin (-2%) ke 30.476,67. Sementara itu, S&P 500 melambung 78,87 poin (-2,06%) ke 3.746,46 dan Nasdaq drop 178,39 poin (-1,6%) ke 10.949,45.

Para ekonom yakin Produk Domestik Bruto (PDB) AS akan terkontraksi dua kuartal. Menteri Keuangan AS Janet Yellen menggelar pertemuan virtual bersama Wakil Perdana Menteri China Liu He untuk mendiskusikan masalah makroekonomi hari ini.

Saham JPMorgan dan Wells Fargo ambrol 2,5% lebih sementara American Airlines terbanting hingga 4%. Saham Ford pun ambles hingga 5% setelah melaporkan penjualan kuartal II-2022 yang lebih rendah dari ekspektasi.

“Pasar saham AS sudah memasukkan faktor perlambatan ekonomi, dan memperhitungkan fakta bahwa The Fed dipaksa menaikkan suku bunga yang memicu perlambatan,” tutur penasihat ekonomi kepala Allianz Mohamed El-Erian kepada CNBC International.

Harga minyak mentah dunia juga melemah, di mana kontrak berjangka (futures) minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) anjlok di bawah US$ 105 per barel. Saham raksasa minyak Chevron pun terbanting nyaris 3%.

Saham teknologi juga terkapar, di mana Amazon kehilangan lebih dari 2% sementara Tesla terpelanting 3,7%.

Koreksi terjadi setelah perencana investasi Credit Suisse Jonathan Golub dalam laporan risetnya memperkirakan bahwa AS bisa lolos dari resesi, tetapi indeks S&P 500 bakal hanya tumbuh menjadi 4.300 atau jauh dari proyeksi awalnya di level 4.900.

Bursa saham mengakhiri paruh pertama terburuknya sejak beberapa dekade pada Kamis (30/6) dan mayoritas indeks saham mengalami penurunan selama empat pekan dari lima pekan perdagangan.

Pekan lalu, meskipun ada kenaikan moderat selama sesi perdagangan hari Jumat (1/7), indeks Dow Jones tenggelam 1,3% dan indeks S&P 500 merosot 2,2%. Sedangkan Nasdaq ambruk 4,1%.

Pekan ini, investor masih menunggu rilis data pekerjaan di Juni yang akan dirilis pada Jumat (8/7). Melansir prediksi analis Dow Jones, pertumbuhan pekerjaan baru di Juni hanya sekitar 250.000 pekerjaan yang melambat dari bulan sebelumnya sebanyak 390.000 pekerjaan di Mei. Meski begitu, analis masih memprediksikan angka pengangguran tetap di 3,6%.

Pada Rabu (6/7) waktu setempat juga akan dirilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Selain itu, data pesanan pabrik per Mei dijadwalkan akan dirilis hari ini.

Equity World | Harga Emas Dunia Naik 0,16%

Equity World | Harga Emas Dunia Naik 0,16%

Equity World | Harga emas dunia naik pada perdagangan hari ini. Harga emas dunia mencoba naik menembus level USD1.820 per ounce. Harga emas bergerak pada kisaran USD1.810 sampai dengan USD1.811 per ounce.

Equity World | Wall Street Libur, Bursa Eropa Menguat Ditopang Saham Migas

Harga emas dunia XAU/USD naik 20 persen atau 3,64 poin ke level USD1.811 pada perdagangan pagi, Selasa, 5 Juli 2022 dikutip dari Investing.com. Dalam setahun harga emas dunia sudah naik 1,22 persen.

Berlawanan dengan harga emas, laju Indeks dolar AS malah melemah dengan hanya berada pada level 0,05 persen dengan berada pada 104 perdagangan pagi Selasa, 5 Juli 2022.

Menaiknya harga emas dunia dan melemahnya indeks dolar mencerminkan pelaku pasar mencermati resiko resesi ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat (AS).

Equity World | Bursa Asia Dibuka Bergairah, Hanya Hang Seng yang Melemah

Equity World | Bursa Asia Dibuka Bergairah, Hanya Hang Seng yang Melemah

Equity World | Mayoritas bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung menguat pada perdagangan Senin (4/7/2022), di mana investor menanti rilis data ekonomi cukup penting pada pekan ini.

Equity World | Harga Emas Masih Bisa Lebih Murah Minggu Ini

Hanya indeks Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite China yang dibuka di zona merah pada hari ini, di mana Hang Seng dibuka ambles 1,34% dan Shanghai melemah 0,28%.

Sedangkan sisanya dibuka di zona hijau. Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,61%, ASX 200 Australia melonjak 1,78%, Straits Times Singapura melaju 0,61%, dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,35%.

Pelaku pasar di kawasan Asia-Pasifik bakal memantau rilis data ekonomi pada pekan ini seperti data aktivitas jasa China pada periode Juni 2022 yang akan dirilis pada Selasa besok, data inflasi Korea Selatan periode Juni 2022 yang juga akan dirilis besok, dan pengumuman kebijakan moneter bank sentral Australia pada Selasa besok.

Dari kabar korporasi, perusahaan pengembang properti China, Shimao melewatkan pembayaran bunga dan pokok obligasi luar negeri senilai US$ 1 miliar. Beberapa perusahaan properti China lainnya juga melewatkan pembayaran bunga atau mengalami gagal bayar (default) utang.

Bursa Asia-Pasifik yang secara mayoritas cenderung menguat terjadi di tengah cerahnya bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melesat 1,05% ke 31.097,26, S&P 500 melonjak 1,06% ke 3.825,33, dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,9% ke 11.127,84. Meski pada akhir pekan lalu Wall Street menghijau, tetapi sepanjang pekan lalu, Wall Street mencatatkan koreksi yang masih cukup besar. Sepanjang pekan lalu, indeks S&P 500 dalam sepekan merosot 2,21%, Dow Jones minus 1,3%, dan Nasdaq jeblok 4,13%.

CNBC International melaporkan beberapa perusahaan menurunkan proyeksi penurunan proyeksi laba. General Motors misalnya mempoyeksikan pendapatan di kuartal II-2022 di sekitar US$ 1,6 miliar sampai US$ 1,9 miliar, Proyeksi tersebut cukup jauh dari perkiraan analis yang dihimpun FactSet sebesar US$ 2,5 miliar.

“Pelemahan bursa saham yang terjadi belakangan ini akibat ekspektasi kontraksi ekonomi, laporan laba rugi akan menjadi pemicu penurunan selanjutnya. Panduan earning untuk kuartal II dan III akan menentukan seberapa besar aksi jual yang melanda,” kata Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird, sebagaimana dilansir CNBC International, Jumat (1/7/2022) lalu.

Sebelumnya pada pekan lalu, aktivitas manufaktur AS juga sudah menunjukkan pelambatan. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan purchasing managers’ index (PMI) turun menjadi 53 pada Juni, terendah dalam 2 tahun terakhir. Pesanan baru (new order) bahkan jeblok menjadi 49,2 dari sebelumnya 55,1.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas. Di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya ekspansi. Artinya, pesanan baru mengalami kontraksi, dan itu menjadi yang pertama sejak Mei 2020.

Di lain sisi, Tanda-tanda resesi yang akan terjadi di Negeri Paman Sam terus bermunculan. Selain data sektor manufaktur yang dibahas pada halaman sebelumnya, tingkat keyakinan konsumen juga merosot.

CNBC International melaporkan beberapa perusahaan menurunkan proyeksi penurunan proyeksi laba. General Motors misalnya mempoyeksikan pendapatan di kuartal II-2022 di sekitar US$ 1,6 miliar sampai US$ 1,9 miliar, Proyeksi tersebut cukup jauh dari perkiraan analis yang dihimpun FactSet sebesar US$ 2,5 miliar.

“Pelemahan bursa saham yang terjadi belakangan ini akibat ekspektasi kontraksi ekonomi, laporan laba rugi akan menjadi pemicu penurunan selanjutnya. Panduan earning untuk kuartal II dan III akan menentukan seberapa besar aksi jual yang melanda,” kata Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird, sebagaimana dilansir CNBC International, Jumat (1/7/2022) lalu.

Sebelumnya pada pekan lalu, aktivitas manufaktur AS juga sudah menunjukkan pelambatan. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan purchasing managers’ index (PMI) turun menjadi 53 pada Juni, terendah dalam 2 tahun terakhir. Pesanan baru (new order) bahkan jeblok menjadi 49,2 dari sebelumnya 55,1.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas. Di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya ekspansi. Artinya, pesanan baru mengalami kontraksi, dan itu menjadi yang pertama sejak Mei 2020.

Di lain sisi, Tanda-tanda resesi yang akan terjadi di Negeri Paman Sam terus bermunculan. Selain data sektor manufaktur yang dibahas pada halaman sebelumnya, tingkat keyakinan konsumen juga merosot.

Equity World | Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Data Inflasi

Equity World | Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Data Inflasi

Equity World | Harga emas berjangka turun lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas turun empat hari berturut-turut karena investor mempertimbangkan data inflasi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan.

Equity World | Wall Street Melemah, S&P 500 Catat Penurunan Paruh Pertama Terdalam Sejak 1970

Melansir Antara, Jumat (1/7/2022), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD10,2 atau 0,56%, menjadi ditutup pada USD1.807,30 per ounce.

Ketika perdagangan ditutup untuk Juni, emas telah turun lebih dari 8,0% untuk kuartal kedua, membukukan kinerja tiga bulan terburuk sejak kuartal pertama 2021. Untuk Juni sendiri, emas berkurang lebih dari 2,0%, melengkapi kerugian bulan ketiga berturut-turut.

Departemen Perdagangan AS melaporkan Kamis (30/6/2022) bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, ukuran tekanan inflasi, naik 0,6% pada Mei bulan ke bulan, dan 6,3% tahun ke tahun, keduanya lebih baik dari ekspektasi pasar.

Data ekonomi lainnya yang dirilis Kamis (30/6/2022) mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS yang disesuaikan secara musiman dalam pekan yang berakhir 25 Juni mencapai 231.000, turun 2.000 dari level revisi minggu sebelumnya.

Indeks manajer pembelian (PMI) Chicago dari Institute for Supply Management (ISM) turun menjadi 56 pada Juni dari 60,3 pada Mei. Angka tersebut juga di bawah perkiraan pasar 58, angka terendah sejak Agustus 2020.

Pedagang mengaitkan pelemahan emas dengan pembicaraan tanpa henti Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga, dicocokkan dengan kenaikan tertinggi bulan ini dalam 28 tahun oleh bank sentral dalam upayanya untuk mengekang inflasi yang tumbuh pada laju tercepat dalam empat dekade.

“Emas tanpa ragu memiliki kuartal kedua yang mengecewakan. Tapi sisi baiknya, mungkin tepat di mana itu akan mulai rebound,” kata Phillip Streible, ahli strategi logam mulia untuk Blue Line Futures di Chicago.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 38,6 sen atau 1,86%, menjadi ditutup pada USD20,352 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD14,6 atau 1,6%, menjadi ditutup pada USD895,30 per ounce.

Equity World | Harga Emas Dunia Hari Ini Turun Tipis Imbas Kecemasan Resesi

Equity World | Harga Emas Dunia Hari Ini Turun Tipis Imbas Kecemasan Resesi

Equity World | Jakarta Harga emas naik turun pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta), terjebak di antara hambatan dari kenaikan suku bunga yang agresif dan dukungan dari tawaran safe-haven yang didorong oleh meningkatnya risiko resesi.

Equity World | Wall Street Mixed, Sebagian Indeks Melemah Menjelang Akhir Semester I-2022

Dikutip dari CNBC, Kamis (30/6/2022), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.818,66 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.819,7.

Emas, dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, biasanya menguntungkan selama terjadi ketidakpastian ekonomi, tetapi kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang bagi pemegang aset karena tidak menghasilkan bunga.

“Angka PDB yang sedikit lebih lemah dari yang diharapkan terus menyebarkan kekhawatiran potensi bergerak menuju situasi resesi. Akibatnya, kita bisa melihat pergerakan menuju aset safe-haven,” kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger.

“Namun, pasar emas terus berada dalam situasi tarik menarik karena Fed berkomitmen kuat untuk memerangi inflasi,” lanjut dia.

Investor juga memperhatikan komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang mengatakan bahwa sementara ada risiko bahwa kenaikan suku bunga dapat memperlambat ekonomi terlalu banyak, risiko yang lebih besar adalah inflasi yang terus-menerus.

Di tempat lain, harga perak turun 0,4 persen pada level USD 20,76 per ounce, dan platinum naik 4 persen menjadi USD 913,50. Sedangkan palladium naik 5,2 persen pada USD 1.971,16.

Baru-baru ini negara-negara G7 mengumumkan rencana untuk melarang impor emas Rusia.

“Penting untuk melihat apakah diskusi (pelarangan) meluas ke logam mulia lainnya, terutama paladium,” tulis analis UBS Joni Teves dalam sebuah catatan.

“Rusia menyumbang lebih dari 40 persen dari pasokan tambang paladium global, sementara negara-negara seperti AS dan Jepang memiliki industri otomotif yang membutuhkan paladium sebagai masukan dalam autocatalysts untuk kendaraan bensin,” tutupnya.

Sebelumnya, harga emas dunia kehilangan kemilaunya. Harga emas hari ini turun dibatasi prospek suku bunga yang lebih tinggi menantang daya tarik safe-haven sementara risiko resesi mendorongnya.

Melansir laman CNBC, Rabu (29/6/2022), harga emas di pasar Spot turun sedikit menjadi USD 1.819,94 per ounce. Emas berjangka AS turun 0,2 persen menjadi USD 1.821,3.

“Emas terjebak dalam kisaran dan akan terus berada dalam kisaran dalam waktu dekat. Pasar hanya akan menembus satu arah setelah mendapat lebih banyak data dan informasi ekonomi dari Federal Reserve,” kata Ahli Strategi pasar senior RJO Futures Bob Haberkorn.

Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga meredupkan daya tarik emas dengan meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak membayar bunga.

“Ini adalah pesta yang tertunda di pasar emas. Logam kuning ditarik ke dua arah karena rezim Fed yang hawkish berbenturan dengan kekhawatiran resesi, ”kata TD Securities dalam sebuah catatan.

Berbicara pada konferensi tahunan Bank Sentral Eropa di Portugal, Presiden Christine Lagarde mengatakan bank akan bergerak secara bertahap.

Namun ini dengan opsi untuk bertindak tegas pada setiap penurunan inflasi jangka menengah yang terjadi.

Rencananya Ketua Fed Jerome Powell juga akan memberikan pandangannya pada hari Rabu ini waktu setempat.

Emas sebagian besar bertahan meskipun ada kenaikan dalam dolar, yang biasanya meredupkan daya tarik emas batangan untuk pembeli luar negeri. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun juga naik.

“Emas tetap menjadi pasar pedagang – rentan terhadap jeda palsu dan perputaran cepat pada sedikit berita,” kata analis pasar senior City Index Matt Simpson.

Sementara itu, kepemilikan di ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, mencatat arus keluar selama lima sesi terakhir berturut-turut.

AS telah mengeluarkan babak baru sanksi terkait Rusia yang melarang impor emas Rusia, kata Departemen Keuangan di situsnya.

Adapun harga logam lainnya, perak urun 1,6 persen menjadi USD 20,81 per ounce. Sementara harga Platinum naik 0,2 persen menjadi USD 909,16 dan paladium turun 0,3 persen menjadi USD 1.875,64.

Equity World | Saham Asia Pasifik Jatuh Mengikuti Wall Street

Equity World | Saham Asia Pasifik Jatuh Mengikuti Wall Street

Equity World | Saham di Asia Pasifik jatuh pada Rabu (29/6) setelah kinerja negatif Wall Street pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Investor juga akan menantikan laporan penjualan ritel Australia dan rilis data kepercayaan konsumen Jepang.

Equity World | Wall Street Tak Bernyali Menghijau Akibat Ancaman Resesi

Nikkei 225 di Jepang turun 0,95%, dan Topix tergelincir 0,87%. Penjualan ritel di Jepang naik 3,6% pada Mei 2022 dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan bulan ketiga berturut-turut, menurut data pemerintah.

S&P/ ASX 200 Australia turun 0,23%.

Di Korea Selatan, Kospi turun 1,53%, sedangkan Kosdaq turun 1,52%.

Indeks sentimen konsumen Korea Selatan turun di level 96,4 untuk Juni 2022, turun 6,2 poin dari angka Mei 2022, menurut survei bank sentral Korea (BoK).

Saham Amerika Serikat (AS) menyerahkan kenaikan awal untuk turun semalam, menyusul data ekonomi yang mengecewakan. Indeks kepercayaan konsumen turun ke 98,7 pada Juni 2022 dari level 103,2 pada Mei 2022, menurut data The Conference Board.

Dow Jones Industrial Average turun 491,27 poin atau 1,56%, menjadi 30.946,99. S&P 500 tergelincir 2,01% menjadi 3.821,55, sementara Nasdaq Composite melemah dan turun 3% menjadi 11.181,54.

Hari ini, otoritas Jepang akan merilis data kepercayaan konsumen dan Australia akan melaporkan data penjualan ritel untuk Mei 2022. Penjualan ritel naik 0,9% pada April 2022.

Di tempat lain di kawasan itu, pemerintah Tiongkok memangkas periode karantina untuk wiisatawan internasional pada Selasa (28/6), sebagai langkah menjauh dari kontrol ketat Covid-19 yang telah dilakukan selama lebih dari dua tahun.

Orang-orang yang datang dari luar negeri sekarang perlu dikarantina selama tujuh hari setelah kedatangan dan tiga hari di rumah, dibandingkan dengan 21 hari di fasilitas terpusat sebelumnya.

Bloomberg juga melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, bahwa pemerintahan baru Hong Kong sedang mempertimbangkan untuk mengurangi karantina hotel wajib menjadi lima hari atau turun dari sebelumnya tujuh hari wajib karantina.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 104,466, memantul kembali dari bawah 104 awal pekan ini.

Yen Jepang melemah melewati level 136 terhadap dolar lagi, setelah menguat dan bertahan stabil dalam beberapa sesi terakhir. Terakhir berpindah tangan pada 136,03. Dolar Australia berada di level US$ 0,6903.

Minyak berjangka naik sedikit di perdagangan pagi Asia. Minyak mentah berjangka AS naik 0,3% menjadi US$ 112,09 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,25% menjadi US$ 118,28 per barel.

Equity World | Harga Emas ‘Membeku’

Equity World | Harga Emas ‘Membeku’

Equity World | Harga emas nyaris tidak bergerak pada pagi hari ini. Pada perdagangan Selasa (28/6/2022) pukul 06: 50 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.822,69 per troy ons. Melemah sangat tipis 0,002%.

Equity World | Wall Street Turun Akibat Melemahnya Saham Pertumbuhan

Pelemahan pada pagi hari ini melanjutkan tren negatif pada hari sebelumnya. Kemarin, harga emas juga melemah 0,19% ke posisi US$ 1822,73 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas masih melemah 0,5% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga menyusut 1,6% sementara dalam setahun masih menguat 2,5%.

Edward Moya, analis dari OANDA, mengatakan harga emas masih sulit diprediksi karena tingginya ketidakpastian pada musim panas ini. Di satu sisi, pasar khawatir dengan kenaikan suku bunga acuan The Fed yang akan berdampak negatif kepada pergerakan emas.

Di sisi lain, ada faktor kekhawatiran resesi yang bisa menopang kinerja emas. “Dalam jangka pendek, outlook emas akan beragam karena besarnya ketidakpastian pada musim panas ini,” tutur Moya, seperti dilansir Reuters.

Moya juga menyoroti ketidaksinkronan pergerakan emas dan dolar Amerika Serikat (AS). Emas biasanya melemah saat dolar AS menguat dan sebaliknya. Pada pagi hari ini, Dollar Index juga melemah tetapi emas ikut melemah.

Menurutnya, pelemahan emas hari ini lebih disebabkan naiknya yield surat utang pemerintah AS. Yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun pada hari ini meningkat 0,42% ke 3,21%.

Sejumlah analis menilai keputusan sebagian anggota G7 untuk melarang impor emas daru Rusia hanya sedikit membantu pergerakan emas. Rusia memang produsen emas terbesar ketiga di dunia dan berkontribusi 10% terhadap produksi global. Namun, perang membuat lalu lintas pengiriman dari dan ke Rusia terbatas.

“Emas Rusia sedikit yang diekspor ke negara-negara G7, terutama karena sedikitnya penerbangan ke dan dari Rusia setelah perang. Pengaruh larangan impor itu bahkan sejauh ini bisa diabaikan,” tutur Stephen Innes, dari SPI Asset Management.

Equity World | Harga Emas Naik, Didukung Rencana Pelarangan Impor Emas dari Rusia oleh Negara G7

Equity World | Harga Emas Naik, Didukung Rencana Pelarangan Impor Emas dari Rusia oleh Negara G7

Equity World | Harga emas naik pada perdagangan awal pekan ini. Senin (27/6), harga emas untuk pengiriman Agustus 2022 di Commodity Exchange ada di US$ 1.833,30 per ons troi, naik 0,16% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.830,30 per ons troi.

Equity World | Wall Street Sepekan Cetak Keuntungan Besar

Harga emas naik terkerek sentimen dari rencana anggota G7 yakni Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan Kanada yang berencana untuk mengumumkan larangan impor emas baru dari Rusia selama pertemuan puncak para pemimpin G7.

Mengutip Bloomberg, pemerintah Inggris dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, didukung oleh peran bank sentral London dalam perdagangan emas, langkah ini akan memiliki jangkauan global, menutup komoditas dari pasar internasional formal dan memberikan dampak besar pada kemampuan Presiden Vladimir Putin untuk mengumpulkan dana.

Pengiriman antara Rusia dan London turun menjadi hampir nol sejak negara-negara barat memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Asosiasi pasar emas London, yang menetapkan standar untuk pasar itu, menghapus penyulingan emas Rusia dari daftar terakreditasi di bulan Maret.

“Apa yang dilakukan adalah memformalkan apa yang telah dilakukan oleh industri emas,” kata Adrian Ash, kepala penelitian di broker BullionVault seperti dikutip Bloomberg.

Langkah ini akan berlaku untuk pertama kalinya, untuk emas yang dikirim dari Rusia.

Departemen Keuangan AS juga akan mengeluarkan larangan AS pada Selasa besok, menurut seseorang yang mengetahui rencana tersebut.

Orang Amerika telah dilarang terlibat dalam transaksi emas dengan bank sentral Rusia.

Equity World | Wall Street Merekah

Equity World | Wall Street Merekah

Equity World | Bursa saham Wall Street berakhir lebih tinggi setelah bergejolak pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Hal itu terjadi karena investor menilai meningkatnya risiko resesi memengaruhi prospek harga minyak dan kebijakan moneter.

Equity World | Saham Asia Pasifik Diperdagangkan Variatif, Pasar Memantau Kekhawatiran Resesi

Mengutip The Business Times, Jumat, 24 Juni 2022, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,6 persen pada 30.677,36. S&P 500 berbasis luas naik 1,0 persen menjadi 3.795,73. Sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi naik 1,6 persen menjadi 11.232,19.

Ekuitas mengatasi penurunan karena Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dalam kesaksian hari kedua di Capitol Hill, meremehkan gagasan bantuan pandemi pemerintah adalah faktor kunci yang memicu inflasi AS saat ia terus bersumpah untuk menanggapi inflasi dengan keras.

Tetapi Karl Haeling dari LBBW mengatakan pasar telah secara signifikan mengubah ekspektasi kenaikan suku bunga selama seminggu terakhir karena obrolan tentang resesi telah berkembang. Investor sekarang mengantisipasi Amerika Serikat pada dasarnya akan selesai dengan kenaikan suku bunga pada 2022 daripada pada 2023.

“Itu meninggalkan keputusan besar untuk ekuitas. Apakah Anda menjual karena ekonomi akan mengalami resesi, atau apakah Anda reli karena cakupan kenaikan suku bunga akan lebih kecil dan lebih cepat dari yang Anda kira?” kata Haeling.

Saham berada di wilayah positif untuk minggu ini dalam pergeseran dari tren suram tahun ini, yang telah melihat ekuitas merosot karena inflasi dan pengetatan kebijakan moneter mendominasi diskusi.

Di antara perusahaan individu, saham homebuilder KB Home melonjak 8,6 persen karena melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Bahkan ketika memperingatkan hambatan dari tingkat hipotek yang lebih tinggi.

Equity World | Harga Emas Hari Ini Melonjak Dipicu Kekhawatiran Resesi

Equity World | Harga Emas Hari Ini Melonjak Dipicu Kekhawatiran Resesi

Equity World | Harga emas naik pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Lonjakan harga emas dipicu kekhawatiran baru akan resesi yang mendukung daya tarik emas batangan sebagai investasi yang aman dan melawan tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat.

Equity World | Pelemahan Saham Energi Seret Wall Street ke Area Negatif

Sementara investor menunggu isyarat kebijakan moneter dari Bank Sentra Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari CNBC, Kamis (23/6/2022), harga emas di pasar spot membalikkan penurunan awal untuk naik 0,4 persen menjadi USD 1.839,86 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,2 persen menjadi USD 1.841,70.

Saham dunia jatuh karena kekhawatiran kenaikan suku bunga dan resesi berlanjut. Selain itu, melonjaknya harga pangan mendorong inflasi harga konsumen Inggris ke level tertinggi 40 tahun sebesar 9,1 persen bulan lalu.

“Anda memiliki semua ketakutan akan meningkatnya risiko resesi dan inflasi yang memberikan latar belakang yang cukup baik dalam hal permintaan tempat berlindung yang aman; bukan berarti semua orang terburu-buru mencari emas, tetapi orang-orang jelas-jelas berpegang teguh pada posisi emas saat ini,” kata Kepala Riset Generasi Berikutnya di Julius Baer, Carsten Menke.

“Tetapi di sisi negatifnya, Anda memiliki pengetatan moneter yang sangat agresif, terutama oleh Fed AS,” tambah Menke,

Membatasi kenaikan harga emas, indeks dolar naik 0,1 persen, membuat emas batangan mahal bagi pembeli luar negeri.

Powell dijadwalkan untuk bersaksi di depan Kongres pada hari Rabu dan Kamis setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuannya pekan lalu sebesar 75 basis poin (bps) untuk mencoba menjinakkan inflasi.

Jika Powell membuka jalan untuk kenaikan suku bunga 75 bps lagi pada Juli, kemungkinan akan memicu penguatan dolar lebih lanjut dan kenaikan imbal hasil, yang mengakibatkan penurunan emas, kata Ricardo Evangelista, analis senior ActivTrades.

“Jika tidak, dan ini adalah skenario yang paling mungkin, jika ketua menghindari serangan hawkish seperti itu, harga emas kemungkinan akan tetap relatif stabil,” tambah Evangelista.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di tempat lain, harga perak turun 0,9 persen menjadi USD 21,47 per ounce, dan harga platinum turun 0,2 persen menjadi USD 935,75. Sedangkan harga palladium naik tipis 0,4 persen menjadi USD 1,884,34.

Harga emas diprediksi akan berada di level USD 1.800-USD 1.900 per ounce. Hal ini salah satunya ditopang oleh lonjakan inflasi yang akan menjad pendorong utama untuk kenaikan harga emas.

Selain inflasi, meningkatnya risiko resesi ekonomi juga dapat mendorong pembelian emas jika investor terus takut kehilangan aset lainnya.

“Emas telah melakukan ‘pekerjaan yang spektakuler’. Tapi itu tidak berarti logam mulia tidak terkoreksi di sini dan kembali ke USD 1.800. “Itu tidak akan menjadi kekalahan tetapi koreksi sederhana,” kata kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek, dikutip dari KItco, Senin (20/6/2022).

Pemikiran di balik proyeksi Melek adalah sikap Bank Senral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang gigih dan tidak akan menyerah pada kenaikan suku bunga agresif sebagai tanda pertama masalah ekonomi.

“Kecurigaan saya adalah bahwa The Fed tidak akan berubah pikiran dalam waktu dekat,” katanya.

“Sangat mungkin akan ada banyak kenaikan yang lebih agresif dalam menghadapi kekuatan inflasi yang kuat, yang kemungkinan akan membawa harga emas kembali ke posisi terendah pada Mei lalu,” tutur dia,

Ini berarti harga emas akan kembali ke kisaran USD 1.824-USD 1.808 dalam waktu dekat.

“Masih berpikir kita bisa turun di bawah USD 1.800 pada akhir tahun. Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa Fed akan terkelupas pada tanda pertama masalah. Bisa jadi dalam situasi di mana pertumbuhan mulai melambat, tetapi kita tidak akan melihatnya. Pergerakan inflasi yang signifikan akan terjadi hingga September atau Oktober,” jelas dia.

Pada akhir pekan lalu, harga emas jatuh pada perdagangan Jumat dan mencatatkan penurunan lebih dari 1 persen. Kejatuhan harga emas ini karena harus melawan penguatan dolar AS dan juga adanya sinyal kebijakan hawkish dari Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Sabtu (18/6/2022), harga emas berjangka AS turun 0,5 persen pada hari Jumat menjadi USD 1.840,6 per ounce. Emas berjangka ditutup turun 1,86 persen pada minggu ini dan membukukan kinerja mingguan negatif kedua dalam tiga pekan.

Sedangkan harga emas di pasar spot turun 1,1 persen menjadi USD 1.836,26 per ounce.

indeks dolar AS naik pada hari Jumat, sementara imbal hasil Treasury 10-tahun AS juga menguat. Hal ini membuat emas batangan yang diperjualbelikan dengan mata uang dolar AS menjadi kurang menarik.

“Ketakutan kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi ke depan, menyusul kenaikan 75 basis poin Fed minggu ini, akan membatasi penguatan emas secara jangka pendek,” kata kepala analis pasar di Exinity, Han Tan.

Daya tarik emas pada minggu ini terpukul oleh langkah-langkah pengetatan agresif dari the Fed dan juga bank sentral lain di seluruh dunia. Kenaikan suku bunga ini untuk mengekang inflasi.

The Federal Reserve AS menaikkan suku bunga terbesar sejak 1994 atau sepanjang 30 tahun yaitu mencapai 0,75 persen.

Inflasi dan ketidakpastian ekonomi biasanya mendukung harga emas, tetapi suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

“Tekanan kenaikan suku bunga dan dolar AS telah melebihi permintaan safe-heaven (dari kekhawatiran resesi),” kata analis Bank of China International Xiao Fu.

Pergerakan emas memang selama ini selalu berhubungan dengan dolar AS dan imbal hasil obligasi. Menurut analis ini telah terjadi meskipun latar belakang kondusif dari ketidakpastian ekonomi global dan penguncian China.

Design a site like this with WordPress.com
Get started