Equity World | Saham Asia Pasifik Naik, India Tunggu Kebijakan Suku Bunga

Equity World | Saham Asia Pasifik Naik, India Tunggu Kebijakan Suku Bunga

Equity World | Saham di Asia Pasifik naik pada perdagangan Rabu (8/6) pagi, karena investor menantikan keputusan suku bunga terbaru bank sentral India (RBI) yang diharapkan rilis hari ini.

Equity World | Wall Street Tertekan Kekhawatiran Inflasi AS

Nikkei 225 di Jepang naik 0,75%, sementara indeks Topix naik 0,62%.

Ekonomi Jepang menyusut 0,5% tahunan pada kuartal I-2022, ditunjukkan oleh data pemerintah yang direvisi Rabu. Hasil ini adalah peningkatan dari perkiraan awal kontraksi 1%.

Kospi Korea Selatan naik 0,34%. S&P/ ASX 200 di Australia naik 0,51%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,19% lebih tinggi.

Bank sentral India akan mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya pada Rabu. Data itu datang di belakang kejutan kenaikan suku bunga 50 basis poin bank sentral Australia (RBA) pada Selasa (7/6).

Semalam di bursa Amerika Serikat (AS), S&P 500 naik 0,95% menjadi 4.160,68. Dow Jones Industrial Average naik 264,36 poin, atau 0,8%, menjadi 33.180,14. Nasdaq Composite naik 0,94% menjadi 12.175,23.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 102,402 setelah penurunan baru-baru ini dari level di atas 102,5.

Yen Jepang diperdagangkan pada 132,75 per dolar, lebih lemah dari level di bawah 132 yang terlihat terhadap dolar kemarin. Dolar Australia berada di US$ 0,7222 setelah pemantulan kemarin dari level di bawah US$ 0,72.

Harga minyak lebih tinggi di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 0,12% menjadi US$ 120,72 per barel. Minyak mentah berjangka AS naik 0,18% menjadi US$ 119,62 per barel.

Equity World | Wall Street Menguat Tersengat China Longgarkan Lockdown

Equity World | Wall Street Menguat Tersengat China Longgarkan Lockdown

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Senin, 6 Juni 2022 seiring mencoba menguat dari pekan lalu yang tertekan. Selain itu, pelaku pasar mencermati lonjakan imbal hasil treasury atau surat utang pemerintah AS.

Equity World | Harga Emas Hari Ini 6 Juni, Anjlok Jadi Rp979 Ribu per Gram

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Nasdaq naik 0,40 persen. Indeks S&P 500 menguat 0,31 persen. Indeks Dow Jones bertambah 16,08 poin atau kurang dari 0,1 persen. Indeks Dow Jones naik lebih dari 300 poin pada awal sesi perdagangan di wall street. Imbal hasil treasury AS tenor 10 tahun mencapai di atas 3 persen.

Sentimen investor didorong dari Beijing yang membatalkan sejumlah pembatasan terkait COVID-19. Sementara itu, the Wall Street Journal melaporkan regulator China sedang menyelesaikan penyelidikan terhadap raksasa ride hailing Didi yang berpotensi menandakan tindakan keras negara itu terhadap sektor teknologi mungkin akan segera berakhir.

Sementara itu, saham naik lebih dari 1 persen di China dan lebih dari 2 persen di Hong Kong. Saham Didi yang diperdagangkan di Amerika Serikat melonjak lebih dari 24 persen. Sementara itu, JD.com dan Pinduoduo masing-masing bertambah 6,5 persen dan 5,6 persen.

Perkembangan di China dapat mendorong investor tentang prospek ekonomi AS dan Eropa.

“Sejak posisi terendah 3.800 di indeks S&P 500 telah ada kemajuan nyata. China kembali dibuka dan mudah-mudahan ekonomi akan hampir beroperasi pada kapasitas hampir penuh dalam sebulan,” ujar Tom Essaye dari Sevens Report dalam sebuah catatan, demikian mengutip dari laman CNBC, Selasa (7/6/2022).

Ia menambakan, hal itu akan menambah pengaruh besar pada ekonomi global dan mungkin paling penting mengurangi tekanan rantai pasokan.

Berita dari China tampaknya meningkatkan saham kasino dengan saham Wynn Resorts naik hampir 2,5 persen. Selain itu saham energi menguat seiring pemerintahan Joe Biden menangguhkan tarif produk panel surya dari empat negara dengan Enphase Energy naik lebih dari 5 persen.

Di sisi lain, saham Amazon naik hampir 2 persen setelah stock split 20:1. Amgen dan Salesforce masing-masing turun lebih dari 1 persen membebani Dow.

Investor telah bergulat dengan kekhawatiran bank sentral dapat menaikkan suku bunga terlalu cepat dan banyak menyebabkan resesi. Pernyataan terbaru dari pembuat kebijakan the Federal Reserve menunjukkan kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan Juni dan Juli 2022.

Imbal hasil treasury AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam hampir sebulan karena investor menjual obligasi. Meskipun langkah tersebut tampaknya menekan saham dari level tertingginya, hal itu tidak menyebabkan koreksi besar dalam saham seperti yang terjadi pada awal 2022.

“Saya pikir keterkejutan telah memudar karena menembus level 3 persen itu selama 10 tahun. Kami pernah ke sana sebelumnya, dan kami kembali,” ujar Chief Investment Officer MissionSquare Retirement, Wayne Wicker.

Ia menambahkan, meskipun tentu saja suku bunga naik adalah sesuatu yang tidak disukai pelaku pasar, itu adalah kesimpulan kalau akan melihat suku bunga lebih tinggi dalam waktu dekat. “Pertanyaannya adalah apakah pasar obligasi telah menetapkan harga yang tinggi untuk itu,” tutur dia.

Selain itu, investor akan fokus pada pembacaan indeks harga konsumen pada Mei 2022 yang dijadwalkan rilis pada Jumat pagi, 10 Juni 2022. Pengukur inflasi utama diperkirakan hanya sedikit mereda dari April. Hal ini dapat ditafsirkan oleh sejumlah orang sebagai konfirmasi kalau inflasi telah mencapai puncaknya.

Ekonomi Amerika Serikat menambahkan 390.000 pekerjaan pada Mei 2022, yang lebih baik dari yang diharapkan meskipun ada kekhawatiran perlambatan ekonomi dan di tengah laju inflasi yang menderu.

Beberapa investor percaya data perekrutan kuat dapat membuka jalan bagi the Federal Reserve untuk tetap agresif.

“Untuk saat ini, pasar melihat the Federal Reserve mencoba menavigasi jalan yang menyakitkan dan bergelombang, namun berusaha menemukan jalan keluar yang lembut,” ujar Chief Equity Strategist LPL Financial Quincy Krosby.

Ia mengatakan antara ingin percaya pada reli tetapi tidak percaya the Fed dapat menegosiasikan soft landing.

Adapun pasar saham awal pekan ini telah mengecewakan investor. Hal ini karena rata-rata indeks acuan alami kerugian moderat. Pasar saham telah mengalami tahun yang bergejolak dengan rata-rata indeks acuan kembali turun dari rekor tertingginya. Indeks S&P 500 susut sekitar 14 persen dari level tertinggi sepanjang masa pada Januari. Indeks acuan turun ke wilayah bearish pada bulan lalu.

Equity World | Initp Gerak Saham WIR ASIA (WIRG), Masih Multi Bagger?

Equity World | Initp Gerak Saham WIR ASIA (WIRG), Masih Multi Bagger?

Equity World | Setelah harga saham PT WIR ASIA Tbk (WIRG) memulai tren pelemahan sejak 20 April 2022, tetapi sejak pekan terakhir bulan Mei 2022, harga saham WIRG mulai bergerak sideways.

Equity World | Harga Emas Hari Ini 6 Juni, Anjlok Jadi Rp979 Ribu per Gram

Harga saham WIRG ditutup melemah 4,7% di level Rp 815/unit hingga perdagangan sesi I, Senin (6/6/2022).

WIRG merupakan salah satu emiten teknologi yang fenomenal di pasar modal Tanah Air.

Untuk diketahui, WIRG melepas 2,57 miliar saham di harga Rp 168/unit saat IPO. Harga saham WIRG menyentuh level penutupan tertingginya pada 19 April 2022 di Rp 1.365/unit yang berarti return 8,1x.

Namun setelah itu harga saham WIRG cenderung terkoreksi. Penurunan tajam sempat terjadi di awal pekan bulan Mei saat perdagangan kembali dibuka pasca libur panjang Lebaran 2022.

Meskipun harga saham WIRG sudah turun 40,3% dari level tertingginya, tetapi return yang diberikan sejak IPO masih tercatat bagger hampir 5x.

Katalis positif yang membuat harga saham WIRG melesat adalah komitmen perusahaan untuk mengembangkan ekosistem Metaverse di Indonesia.

Belum lama ini perseroan merilis informasi terkait pembentukan perusahaan patungan (joint venture) bernama PT Metaverse Indonesia Makmur.

Mengacu pada keterbukaan informasi perseroan, Joint Venture tersebut dilakukan melalui cucu usaha WIRG yaitu PT Mata Nilai Republik dengan PT Surya Semesta Karya Persada.

Asal tahu saja PT Surya Semesta Karya Persada merupakan salah satu anak usaha Grup Salim. Dalam keterangan persnya, WIRG menggaet Grup Salim untuk mengembangkan platform metaverse guna memastikan jaringan bisnisnya tetap terdepan dan kompetitif.

Nota kesepahaman kerja sama strategis ini ditandatangani oleh Michel Budi Wirjatmo, Direktur Utama WIR Group dan Axton Salim, Executive Director Salim Group.

“Kami menilai kerja sama melalui joint venture dengan WIR Group akan memberikan kesempatan luar biasa bagi pengembangan bisnis korporasi di masa depan. Dengan mengadopsi platform metaverse, kami bisa menggali potensi dan peluang-peluang bisnis yang sebelumnya tidak terbayangkan,” kata Axton.

“Kami memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Artificial Intelligence (AI), yang dapat mendukung bisnis Salim Group memasuki era baru digital tanpa batas melalui teknologi metaverse yang kami kembangkan,” ujar Michel Budi.

“Dengan keahlian dan pengalaman WIR Group yang telah merintis pengembangan teknologi metaverse sejak 2009 dan menyelesaikan ribuan proyek di sejumlah negara, kami optimis bisa membantu industri termasuk Salim Group untuk masuk dan menjelajahi dunia metaverse guna menghadirkan inovasi dan terobosan baru serta memanfaatkan setiap peluang yang ada demi pengembangan usaha,” tandas Michel.

Equity World | Kemarin Galau, Hari Ini IHSG Mau Coba Menghijau!

Equity World | Kemarin Galau, Hari Ini IHSG Mau Coba Menghijau!

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (2/6/2022) dengan stagnan di level 7.148,72.

Di sepanjang perdagangan IHSG cenderung bergerak volatil. IHSG menyentuh level terendah di 7.117,98 dan level tertinggi di 7.209,08.

Equity World | Investor Takut Resesi Emas pun Dicari, Harganya Makin Tinggi!

Meskipun IHSG stagnan, asing mencatatkan net buy di pasar reguler dengan nilai jumbo sebesar Rp 661 miliar.

Mayoritas bursa saham Asia memang bergerak di zona merah hari ini kecuali indeks Shanghai Composite yang menguat 0,42%.

Dari dalam negeri sentimen datang dari data PMI manufaktur dan inflasi. Markit melaporkan PMI manufaktur Indonesia bulan Mei 2022 mencatatkan ekspansi di angka 50,8.

Namun jika dibandingkan dengan bulan April 2022 di 51,9 maka PMI manufaktur Indonesia tercatat mengalami perlambatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di bulan Mei naik 0,40% secara month on month (mom) dan 3,55% year on year (yoy) sejalan dengan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia.

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB kemarin, indeks bergerak di rentang batas BB 6.960-7.378.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. RSI IHSG terpantau flat di level 59,06.

Dilihat menggunakan analisa teknikal lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 semakin menjauhi garis EMA 26 dan membentuk pola melebar (divergen).

Di sisi lain bar histogram MACD juga bergerak di zona positif dan meningkat. Memang dilihat dari indikator ini, peluang uptrend IHSG terlihat.

Namun tetap patut dicermati terkait berbagai sentimen yang dapat membuat volatilitas yang tinggi terjadi.
Untuk perdagangan hari ini, indeks akan menguji level 7.100-7.200 terlebih dahulu. Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Equity World | Paman Sam Sedang Liburan, IHSG Masih Ada Tenaga Buat Nanjak?

Equity World | Paman Sam Sedang Liburan, IHSG Masih Ada Tenaga Buat Nanjak?

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,16% di level 7.037,57 pada perdagangan perdana pekan ini, Senin (30/5/2022).

IHSG sempat menguat di saat perdagangan dibuka. Namun indeks balik arah dan tertekan di zona merah hampir selama perdagangan berlangsung.

Equity World | Harga Emas Mulai Turun, Habis Bensin Ya?

IHSG bahkan sempat terlempar dari level psikologis 7.000 dan menyentuh level terendah intraday di 6.974,62.

Namun di menit-menit terakhir sebelum penutupan, IHSG pun diangkat naik dan berakhir finish di zona hijau, bahkan dapat mempertahankan posisinya di atas level psikologis 7.000.

Asing sempat net sell besar di awal-awal. Namun net sell asing menipis. Asing membukukan jual bersih senilai Rp 9,4 miliar saja di pasar reguler.

Hijaunya IHSG juga tak terlepas dari kinerja bursa saham Asia yang kompak menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat memimpin penguatan dengan apresiasi 2,19%.

Sementara itu IHSG menduduki peringkat bontot di kawasan Asia Pasifik yaitu ranking 12 hanya unggul dari Bursa Malaysia yang indeks saham acuannya melemah sendirian sebesar 0,18% di Benua Kuning.

Bursa AS sendiri sedang libur untuk merayakan memorial day untuk mengingat para prajurit Paman Sam yang gugur di medan perang.

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB pekan lalu, indeks tampak sudah menembus batas BB terdekat di 6.971 jika menggunakan level penutupan.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI IHSG terpantau tak terlalu menunjukkan pergerakan berarti kemarin. RSI IHSG ditutup di level 53,92 dari sebelumnya di 53,34.

Dilihat menggunakan analisa teknikal lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 sudah mulai memotong garis EMA 26 dari bawah dan membentuk pola melebar (divergen).

Di sisi lain bar histogram MACD juga bergerak di zona positif dan meningkat. Hal ini bisa menjadi indikator bahwa IHSG sedang membentuk pola uptrend.

Namun untuk perdagangan hari ini, setidaknya IHSG akan menguji level 7.000-7.100 terlebih dahulu.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Equity World | Mei Kelabu Tinggal 2 Hari, IHSG Bisa Nanjak Lagi Gak Nih?

Equity World | Mei Kelabu Tinggal 2 Hari, IHSG Bisa Nanjak Lagi Gak Nih?

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menorehkan kinerja yang positif di sepanjang pekan lalu.

Equity World | Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Suku Bunga The Fed Membayangi

IHSG berhasil menguat 2,97% secara mingguan. Pada akhir perdagangan pekan lalu, Jumat (27/5/2022), IHSG ditutup melesat 2,07% dan berhasil tembus kembali ke level psikologis 7.000-an atau tepatnya 7.026,26.

Aliran dana asing kembali membanjiri pasar saham RI. Asing net buy Rp 1,91 triliun di pasar reguler minggu lalu.

Bursa saham Asia juga kompak berakhir di zona hijau di akhir pekan. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan dengan apresiasi 2,89%.

Sementara itu IHSG berada di posisi kedua (runner up) dengan penguatan lebih dari 2%.

Katalis positif juga datang dari bursa saham New York. Setelah terjadi aksi jual yang massif dan anjlok parah sampai masuk zona bearish, tiga indeks saham acuan Wall Street sukses finish di zona hijau akhir pekan.

Indeks Dow Jones terpantau menguat 1,76% dan disusul oleh S&P 500 dengan kenaikan 2,47%. Indeks Nasdaq Composite melesat 3,33%.

Bursa saham Asia juga kompak berakhir di zona hijau di akhir pekan. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan dengan apresiasi 2,89%.

Sementara itu IHSG berada di posisi kedua (runner up) dengan penguatan lebih dari 2%.

Katalis positif juga datang dari bursa saham New York. Setelah terjadi aksi jual yang massif dan anjlok parah sampai masuk zona bearish, tiga indeks saham acuan Wall Street sukses finish di zona hijau akhir pekan.

Indeks Dow Jones terpantau menguat 1,76% dan disusul oleh S&P 500 dengan kenaikan 2,47%. Indeks Nasdaq Composite melesat 3,33%.

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB pekan lalu, indeks tampak sudah menembus batas BB terdekat di 6.979 menggunakan level penutupan.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI IHSG terpantau bergerak naik yang mengindikasikan adanya penguatan momentum beli. Terakhir, RSI IHSG berada di 53,37.

Dilihat menggunakan analisa teknikal lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 sudah mulai memotong garis EMA 26 dari bawah dan bar histogram bergerak di zona positif.

Jika melihat indikator BB, RSI dan MACD memang ada peluang IHSG bergerak uptrend.

Untuk perdagangan hari ini, setidaknya IHSG akan menguji level 7.000-7.100 terlebih dahulu.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Equity World | Mei Kelabu Tinggal 2 Hari, IHSG Bisa Nanjak Lagi Gak Nih?

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menorehkan kinerja yang positif di sepanjang pekan lalu.

Equity World | Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Suku Bunga The Fed Membayangi

IHSG berhasil menguat 2,97% secara mingguan. Pada akhir perdagangan pekan lalu, Jumat (27/5/2022), IHSG ditutup melesat 2,07% dan berhasil tembus kembali ke level psikologis 7.000-an atau tepatnya 7.026,26.

Aliran dana asing kembali membanjiri pasar saham RI. Asing net buy Rp 1,91 triliun di pasar reguler minggu lalu.

Bursa saham Asia juga kompak berakhir di zona hijau di akhir pekan. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan dengan apresiasi 2,89%.

Sementara itu IHSG berada di posisi kedua (runner up) dengan penguatan lebih dari 2%.

Katalis positif juga datang dari bursa saham New York. Setelah terjadi aksi jual yang massif dan anjlok parah sampai masuk zona bearish, tiga indeks saham acuan Wall Street sukses finish di zona hijau akhir pekan.

Indeks Dow Jones terpantau menguat 1,76% dan disusul oleh S&P 500 dengan kenaikan 2,47%. Indeks Nasdaq Composite melesat 3,33%.

Bursa saham Asia juga kompak berakhir di zona hijau di akhir pekan. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan dengan apresiasi 2,89%.

Sementara itu IHSG berada di posisi kedua (runner up) dengan penguatan lebih dari 2%.

Katalis positif juga datang dari bursa saham New York. Setelah terjadi aksi jual yang massif dan anjlok parah sampai masuk zona bearish, tiga indeks saham acuan Wall Street sukses finish di zona hijau akhir pekan.

Indeks Dow Jones terpantau menguat 1,76% dan disusul oleh S&P 500 dengan kenaikan 2,47%. Indeks Nasdaq Composite melesat 3,33%.

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB pekan lalu, indeks tampak sudah menembus batas BB terdekat di 6.979 menggunakan level penutupan.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI IHSG terpantau bergerak naik yang mengindikasikan adanya penguatan momentum beli. Terakhir, RSI IHSG berada di 53,37.

Dilihat menggunakan analisa teknikal lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 sudah mulai memotong garis EMA 26 dari bawah dan bar histogram bergerak di zona positif.

Jika melihat indikator BB, RSI dan MACD memang ada peluang IHSG bergerak uptrend.

Untuk perdagangan hari ini, setidaknya IHSG akan menguji level 7.000-7.100 terlebih dahulu.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Equity World | Harga Emas Naik Menjelang Akhir Pekan

Equity World | Harga Emas Naik Menjelang Akhir Pekan

Equity World | Harga emas menguat jelang akhir pekan. Meski menguat, pergerakan harga emas pekan ini cenderung mendatar.

Jumat (27/5) pukul 6.45 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.852,33 per ons troi. Harga emas menguat 0,09% ketimbang posisi kemarin dan naik 0,31% ketimbang pekan sebelumnya.

Equity World | Wall Street Menguat Dipicu Meningkatnya Saham Ritel

Harga emas kontrak Agustus 2022 di Commodity Exchange pun hari ini naik 0,09% ke US$ 1.855,50 per ons troi. Dalam sepekan, harga emas berjangka menguat 0,38%.

Salah satu penopang kenaikan harga emas adalah pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah ke 101,83 pada perdagangan kemarin dari posisi 103,15 pada pekan lalu.

Pasar emas pun mencermati risalah rapat Federal Reserve yang menunjukkan potensi kenaikan suku bunga lagi pada Juni-Juli. Kepastian kenaikan suku bunga meredakan kekhawatiran investor.

Risalah pertemuan kebijakan Fed 3-4 Mei yang dirilis pada hari Rabu menyoroti sebagian besar peserta mendukung kenaikan suku bunga tambahan 50 basis poin pada pertemuan Juni dan Juli, meskipun itu tidak mengejutkan pasar.

“Risalah tidak mengubah apa pun. Pasar mulai menyadari bahwa Fed akan terus mengambil langkah-langkah kuat untuk mengendalikan inflasi,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities kepada Reuters.

“Pengetatan belum berakhir dan mungkin merupakan taruhan yang sangat aman untuk mengatakan bahwa kondisi suku bunga akan terus menjadi lebih ketat,” imbuh Melek.

Harga logam mulia sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Analis senior Kitco Jim Wycoff dalam sebuah catatan mengatakan, harga emas sebagian tertekan oleh stabilisasi indeks saham AS minggu ini.

Klaim pengangguran AS turun minggu lalu, konsisten dengan pasar tenaga kerja yang tetap ketat di tengah permintaan yang kuat untuk pekerja meskipun suku bunga meningkat dan kondisi keuangan yang ketat. Membatasi penurunan emas batangan, dolar AS melayang di dekat posisi terendah satu bulan. Sementara imbal hasil Treasury AS 10-tahun juga turun ke level terendah sejak April.

“Emas tampaknya goyah ketika menyentuh sesuatu seperti resistensi teknis dan kemudian Anda mendapatkan likuidasi panjang dan ambil untung. Jadi ini adalah masalah utama untuk emas saat ini,” kata analis independen Ross Norman.

Equity World | IHSG Dibuka Naik Tipis Sebelum Akhirnya Terjun Bebas pada Sesi I

Equity World | IHSG Dibuka Naik Tipis Sebelum Akhirnya Terjun Bebas pada Sesi I

Equity World | Ditutup menguat sebesar +73 poin atau sebesar +1,07 % ke level 6.914, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka naik tipis sebelum akhirnya terjun bebas pada perdagangan sesi I, Rabu (25/5/2022). IHSG dibuka terdongkrak 0,5 poin (+0,01%) di level 6.914,6. Alhasil, IHSG bergerak mixed pada rentang 6.894– 6.914.

Equity World | Bursa Asia Dibuka Beragam, Shanghai-STI Galau Nih

Tercatat sebanyak 906 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 849,29 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 63.398 kali transaksi. Sebanyak 189 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikkan, 132 saham terkoreksi, dan 211 saham stagnan.

Nasdaq mengalami putaran penjualan yang buruk pada Selasa (Rabu pagi WIB) karena pasar yang sempat optimistis bertemu dengan data ekonomi dan pendapatan yang lemah. Momentum dari sesi cerah Senin (23/5) berakhir dengan pukulan karena dua dari tiga indeks utama berakhir kembali merah, setelah bank investasi UBS Group dan JPMorgan Chase memangkas perkiraan mereka untuk pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Sentimen semakin tertekan oleh data yang menunjukkan penjualan rumah baru di Amerika Serikat (AS) jatuh pada April 2022 ke level terendah dalam dua tahun. Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi jatuh 2,4% menjadi 11.264,45. S&P 500 berbasis luas juga turun atau turun 0,8% menjadi 3.941,48, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,2% menjadi 31.928,62,

Saham di Asia-Pasifik beragam pada perdagangan Rabu pagi menyusul aksi jual teknologi semalam di Wall Street karena investor meninggalkan saham media sosial. Nikkei 225 di Jepang turun 0,17% pada awal perdagangan karena saham Fast Retailing turun lebih dari 1%. Indeks Topix diperdagangkan 0,11% lebih rendah. Di tempat lain, Kospi Korea Selatan naik 0,51%. S&P/ASX 200 di Australia naik 0,2%.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,3% lebih tinggi. Ke depan, Reserve Bank of New Zealand akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada pukul 10:00 pagi HK/SIN pada hari Rabu. Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bank sentral Selandia Baru akan menaikkan suku bunga resminya sebesar 50 basis poin lagi. Dolar Selandia Baru berpindah tangan pada $0,6458 menjelang pengumuman itu, masih di atas $0,637 di bawah sesi sebelumnya minggu lalu.

Phintraco Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Rabu (25/5/2022). IHSG berpotensi akan bergerak pada resistance 7.000, pivot 6.900, dan support 6.820.

Phintraco Sekuritas mengatakan gap 6.820-6.900 tertutup kembali tertutup dan MACD yang berada dalam bullish tren mengindikasikan potensi penguatan lanjutan di Rabu (25/5/2022). Jika bertahan di atas 6.900, IHSG berpotensi uji 6.950-7.000. “Meski demikian, terbentuknya pola bearish stick sandwich juga perlu diwaspadai sebagai sinyal konsolidasi lanjutan di atas critical support 6.820,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (25/5/2022).

Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menyebut, RDG Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan sukubunga acuan di 3,5% (24/5/2022) dan pertumbuhan penyaluran kredit Sektor Perbankan Indonesia (SPI) sebesar 9,1% year on year (yoy) di April 2022 (vs 6,65% yoy di Maret 2022).

Kenaikan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) ke 79% di April 2022 dari 52,9% di Kuartal I-2022 memperkuat optimisme pertumbuhan penyaluran kredit SPI di Kuartal I-2022. Merespon data-data tersebut, nilai tukar Rupiah menguat 0.10% ke Rp14.655 per USD di Selasa sore (24/5/2022).

Dalam kesempatan yang sama, BI juga memperkuat proyeksi Menteri Keuangan RI bahwa Inflasi 2022 akan berada di kisaran 4% yoy. Meski demikian, BI memperkirakan inflasi akan kembali ke rentang 2%-4% di 2023. “Faktor domestik lain yang dapat menjadi katalis positif adalah dimulainya periode pembagian dividen oleh emiten-emiten di BEI,” papar dia.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, pelaku pasar dapat memperhatikan potensi minor bullish reversal pada saham-saham konstruksi dan properti, seperti ADHI, WIKA, WSKT, PTPP, PWON, BSDE dan CTRA. “Saham lain yang dapat diperhatikan adalah BBRI, BTPS, UNVR, UNTR dan IMPC,” tutup Phintraco Sekuritas.

Equity World | Maju Terus Pantang Mundur, Harga Emas Belum Juga Kendur

Equity World | Maju Terus Pantang Mundur, Harga Emas Belum Juga Kendur

Equity World | Harga emas masih betah dalam zona pendakian. Pada perdagangan Selasa (24/5/2022) pukul 06:30 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.854,19 per troy ons. Harga emas menguat 0,05%.

Level harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 6 Mei 2022 atau lebih dari dua pekan terakhir terakhir. Dalam sepekan, harga emas sudah menguat 2,2% secara point to point.

Equity World | Wall Street Terangkat Oleh Saham Perbankan dan Teknologi

Analis FXTM Lukman Otunuga mengatakan kenaikan harga emas tidak bisa dipisahkan dari pelemahan dollar Amerika Serikat (AS), lonjakan inflasi, serta kekhawatiran memburuknya ekonomi global.

“Dalam jangka pendek, pelemahan dolar AS bisa menggerakkan harga emas. Emas memang tengah menanjak tetapi kebijakan The Fed yang agresif bisa menjadi halangan besar bagi emas untuk terus merangkak naik,” tutur Otunuga, seperti dikutip dari Reuters.

Merujuk pada Revinitif, Dollar Index ada di angka 102,09 pada pagi hari ini. Level tersebut adalah yang terendah sejak 24 April 2022 atau dalam sebulan terakhir. Pelemahan dolar AS akan membantu emas karena harga sang logam mulia menjadi murah bagi investor.

“Harga emas tengah menanjak karena dolar AS terus melemah. Investor mulai menyadari bahwa inflasi mungkin akan menjadi persoalan panjang,” tutur Jim Wycoff dari Kitco.

Namun, Rupert Rowling, dari Kinesis Money mengingatkan kebijakan agresif The Fed bisa membuat harga emas kembali berbalik arah. Pasar berekspektasi The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan mereka pada bulan mendatang. Kenaikan suku bunga The Fed akan berdampak negatif ke emas karena bisa membuat dollar AS melonjak serta meningkatkan yield surat utang pemerintah AS.

“Kenaikan harga emas tentu disambut hangat pemegang emas tetapi pertanyaannya sejauh mana emas akan terus naik. Kenaikan emas masih harus dihadapkan pada kenyataan bahwa suku bunga acuan AS dan Eropa kemungkinan akan naik dalam beberapa bulan mendatang,” tuturnya.

Equity World | Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Kekhawatiran Atas Lonjakan Inflasi

Equity World | Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Kekhawatiran Atas Lonjakan Inflasi

Equity World | Wall Street ditutup mixed pada hari Jumat setelah sejumlah saham memerah. S&P 500 dan Nasdaq mencatat kerugian tujuh minggu berturut-turut dan menjadi penurunan beruntun terpanjang sejak berakhirnya gelembung dotcom pada tahun 2001.

Equity World | Bursa Saham Asia Menguat di Tengah Kekhawatiran Global

Sementara Dow mengalami penurunan mingguan kedelapan berturut-turut alias yang terpanjang sejak 1932 selama Depresi Hebat.

S&P 500 naik tipis 0,01% ke level 3.901,36. Sementara Nasdaq turun 0,30% ke 11.354,62, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,03% menjadi 31.261,90.

Dalam seminggu ini, S&P 500 turun 3,0%, Dow melemah 2,9% dan Nasdaq turun 3,8%.

Kekhawatiran tentang lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga telah memukul pasar saham AS tahun ini, dengan sinyal bahaya dari Walmart Inc dan peritel lain pada minggu ini menambah kekhawatiran tentang ekonomi.

S&P 500 menghabiskan sebagian besar sesi di wilayah negatif dan pada satu titik sempat turun lebih dari 20% dari rekor penutupan tertinggi pada 3 Januari lalu, sebelum berakhir melemah 18% dari level tersebut.

Hal ini mengindikasikan S&P 500 telah berada di mode bearish sejak mencapai level tertinggi pada Januari tersebut.

Di sisi lain, Nasdaq yang sarat saham teknologi turun sekitar 27% dari rekor penutupannya pada November 2021.

Design a site like this with WordPress.com
Get started