Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik, Tiongkok Akan Umumkan Suku Bunga Acuan

Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik, Tiongkok Akan Umumkan Suku Bunga Acuan

Equity World | Saham di pasar Asia Pasifik naik pada perdagangan Jumat (20/5) pagi. Minggu perdagangan yang bergejolak akan berakhir dan investor mengamati rilis kebijakan terbaru Tiongkok untuk suku bunga pinjaman acuan.

Equity World | Wall Street Betah di Zona Merah

Nikkei 225 Jepang naik 0,41% di awal perdagangan, sedangkan Topix naik 0,23%.

Indeks harga konsumen (CPI) inti Jepang, yang mencakup biaya energi tetapi bukan makanan segar, naik 2,1% pada April 2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan perkiraan ekonom, menurut laporan Reuters.

S&P/ ASX 200 di Australia naik 0,74%.

Di Korea Selatan, Kospi naik sekitar 1% sementara Kosdaq naik 0,91%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,46%.

Produsen kendaraan listrik Tiongkok Nio akan memulai perdagangan di Singapura, tempat saham tersebut melakukan pencatatan saham ketiga.

Dalam perkembangan lain dalam jangka pendek, Tiongkok diperkirakan akan memangkas suku bunga pinjaman acuannya menurut jajak pendapat para analis Reuters.

Semalam di perdagangan Wall Street, indeks saham utama Amerika Serikat (AS) jatuh dengan S&P 500 bergerak lebih dekat ke pasar bearish. Investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dapat mengarahkan AS ke dalam resesi.

S&P 500 turun 0,58% menjadi 3.900,79, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 236,94 poin atau 0,75% menjadi 31.253,13. Nasdaq Composite turun 0,26% ke level 11.388,50. Pergerakan itu mengikuti penurunan tajam pada perdagangan Rabu (18/5).

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di level 102,888, jatuh dari atas 103 awal pekan ini.

Yen Jepang terus menguat dan terakhir berada di 127,72 per dolar, sedangkan dolar Australia berada di level US$ 0,7041.

Minyak mentah berjangka jatuh di perdagangan Asia. Minyak mentah AS turun 0,32% menjadi US$ 111,85 per barel, sementara minyak mentah acuan internasional Brent turun 0,34% menjadi US$ 111,66 per barel.

Equity World | Harga Emas Dunia Kembali Berkilau Imbas Melemahnya Imbal Hasil Treasury

Equity World | Harga Emas Dunia Kembali Berkilau Imbas Melemahnya Imbal Hasil Treasury

Equity World | Harga emas dunia berbalik arah untuk menguat pada perdagangan akhir Rabu, karena penurunan imbal hasil US Treasury membantu mengimbangi tekanan dari apresiasi dolar dan rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve yang agresif.

Equity World | Wall Street Tumbang, Hati-Hati IHSG Ikutan Ambruk!

Mengutip CNBC, Kamis (19/5/2022) harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.816,49 per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,2 persen menjadi USD1.815,9 per ounce.

Imbal hasil US Treasury menyusut dalam sesi perdagangan yang berombak, mengikuti kejatuhan Wall Street, setelah data perumahan Amerika yang buruk menambah kekhawatiran seputar perlambatan ekonomi.

“Putaran pelemahan lainnya di pasar ekuitas dalam kombinasi dengan kejatuhan imbal hasil dan penawaran safe-haven mendorong harga emas lebih tinggi,” kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Chairman Fed, Jerome Powell, Selasa, berjanji bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan untuk menggerus lonjakan inflasi.

“Pertanyaan sebenarnya dan inti dari situasi ini adalah apakah yang dilakukan Fed sudah cukup mengingat jumlah inflasi. Jika tidak cukup untuk meredam tekanan inflasi, emas akan didukung di lingkungan itu,” kata Meger.

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga menumpulkan minat pada logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Membatasi kenaikan emas, safe-haven saingannya, dolar AS, bangkit lagi setelah membukukan penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari dua bulan.

Rupert Rowling, analis Kinesis Money, mengatakan kendati emas sedikit meningkat minggu ini dan kembali memantul kembali di atas USD1.800,

“Selama inflasi tetap menjadi perhatian utama bagi ekonomi utama, emas kemungkinan akan sulit untuk membuat lompatan signifikan, dengan hambatan kenaikan suku bunga sangat merusak daya tarik logam tersebut,” katanya.

Sementara itu harga perak di pasar spot melemah 0,9 persen menjadi USD21,42 per ounce, platinum melorot 1,6 persen menjadi USD935,49 dan paladium anjlok 3,1 persen menjadi USD1.990,06

Equity World | Bursa Saham Asia Beragam, Investor Cermati Komentar Ketua The Fed Jerome Powell

Equity World | Bursa Saham Asia Beragam, Investor Cermati Komentar Ketua The Fed Jerome Powell

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Rabu pagi (18/5/2022), seiring investor mengamati reaksi pasar terhadap komentar dari Ketua Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) Jerome Powell tentang tekadnya untuk menaikkan suku bunga sampai inflasi turun.

Equity World | Berbalik Turun, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 971.000/Gram

Indeks Nikkei 225 di Jepang sempat naik sekitar 1 persen karena saham konglomerat SoftBank Group melonjak 2,77 persen. Saat ini, indeks Nikkei mendaki 0,58 persen.

Indeks Topix diperdagangkan 0,64 persen lebih tinggi. Ekonomi Jepang menyusut 1 persen secara tahunan pada Januari-Maret dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, data pemerintah menunjukkan pada Rabu. Itu kurang dari kontraksi 1,8 persen yang diprediksi dalam jajak pendapat, menurut Reuters.

Bursa saham China melemah pada awal sesi perdagangan. Indeks Shanghai merosot 0,27 persen dan indeks Shenzhen susut 0,124 persen.

Indeks Hang Seng tergelincir 0,35 persen. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,13 persen. Saham Australia juga mengalami kenaikan karena S&P/ASX 200 menanjak 0,64 persen. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,44 persen lebih tinggi.

Ketua the Fed Jerome Powell mengatakan akan mendukung kenaikan suku bunga sampai harga mulai turun kembali ke level yang sehat. Sebelumnya pada Mei, bank sentral AS menaikkan suku bunga setengah poin persentase kenaikan terbesar dalam dua dekade karena terlihat untuk melawan inflasi.

Semalam di Wall Street, S&P 500 melonjak 2,02 persen menjadi 4.088,85 sementara Nasdaq Composite melonjak 2,76 persen menjadi 11.984,52. Dow Jones Industrial Average naik 431,17 poin, atau 1,34 persen, menjadi 32.654,59.

“Pasar telah berjalan dengan baik malam dan itu sebagian besar karena fakta. Kami memiliki enam minggu berturut-turut alami kerugian mingguan, kami memiliki bobot teknologi terbesar sejak 2006 dan underweight saham terbesar sejak Mei 2020,” ujar Chief Investment Officer UBS Global Wealth Management, Kelvin Tay dikutip dari CNBC, Rabu (18/5/2022).

Ia menambahkan, hal yang jadi pertanyaan apakah pasar sebenarnya siap untuk reli berkelanjutan ke depan.

“Saya pikir akan sulit bagi reli untuk benar-benar mempertahankan kakinya mengingat fakta, Anda juga akan alami pengetatan kuantatif dalam beberapa minggu ke depan,” ujar dia.

Indeks USD berada di 103,323 setelah penurunan baru-baru ini dari level di atas 104. Sedangkan, Yen Jepang diperdagangkan pada 129,39 per dolar, setelah bertahan di atas level 129 terhadap dolar untuk sebagian besar minggu sejauh ini. Dolar Australia berpindah tangan pada 0,7031, di atas level di bawah 0,70 yang terlihat di awal minggu.

Harga minyak lebih tinggi di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 1,14 persen menjadi USD 113,21 per barel. Minyak mentah berjangka AS naik 1,46 persen menjadi USD 114,04 per barel.

Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik kompak menguat pada perdagangan Selasa pekan ini yang dipimpin saham Hong Kong.

Indeks Hang Seng melonjak 3,02 persen pada perdagangan Selasa sore setelah saham teknologi China melonjak. Saham Tencent naik 3,26 persne, saham Alibaba melonjak 5,38 persen dan saham Meituan naik 3,79 persen. Indeks Hang Seng teknologi bertambah 4,24 persen.

Bursa saham China juga kompak menguat. Indeks Shanghai naik 0,65 persen ke posisi 3.093,70 dan indeks Shenzhen mendaki 1,23 persen keposisi 11.230,16.

Indeks Jepang Nikkei bertambah 0,42 persen ke posisi 26.659,75. Indeks Topix menguat 0,19 persen ke posisi 1.866,71. Selain itu, indeks Korea Selatan Kospi bertambah 0,92 persen ke posisi 2.620,44. Sementara itu, indeks ASX 200 menguat 0,27 persen ke posisi 7.112,50. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 1,96 persen.

“Seperti yang sering terjadi dengan apsar saham, ketika berita sepertinya tidak akan menjadi lebih buruk, saat itu pelaku pasar mulai melihat kurang buruk sebagai barang baru,” ujar Senior Investment Strategist AllianceBernstein David Wong dilansir dari CNBC, Selasa, 17 Mei 2022.

Ia menambahkan, data fundamental China sangat buruk dan ada begitu banyak berita negatif sehingga sentimen yang berkembang akan ada lebih banyak dukungan kebijakan ekonomi, perusahaan dan pasar.

Pernyataan Wong ini seiring investor global selama berminggu-minggu bergulat dengan berbagai kekhawatiran mulai dari dampak ekonomi dan kebijakan ketat nol COVID-19 China hingga kekhawatiran potensi resesi di Amerika Serikat.

Indeks dolar AS berada di posisi 104,18 dari sebelumnya 104,5. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 129,34 per dolar AS. Harga minyak melemah pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak Brent berjangka melemah 0,36 persen menjadi USD 113,83 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat merosot 0,46 persen menjadi USD 113,68 per barel.

Equity World | Tenang Bestie! Bursa Asia Cerah Lagi, Semoga IHSG Bisa Nyusul

Equity World | Tenang Bestie! Bursa Asia Cerah Lagi, Semoga IHSG Bisa Nyusul

Equity World | Mayoritas bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa (17/5/2022), di mana investor akan memantau hasil rapat bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA).

Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini 17 Mei, Lompat ke Rp974 Ribu per Gram

Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah 0,13%. Tetapi selang beberapa jam setelah dibuka, Nikkei berhasil rebound, di mana per pukul 08:30 WIB, Nikkei menguat 0,19%.

Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong dibuka melesat 1,22%, Shanghai Composite China naik tipis 0,04%, Straits Times Singapura menguat 0,73%, ASX 200 Australia bertambah 0,25% dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,46%.

Dari Australia, RBA akan merilis hasil dari pertemuan kebijakan moneter terbarunya pada hari ini pukul 09:30 waktu setempat. Sebelumnya pada April lalu, RBA telah menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kali dalam lebih dari satu dekade.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung cerah pada hari ini terjadi di tengah masih adanya ketidakpastian kondisi global yang membuat bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street masih belum bergairah hingga pekan ini.

Investor masih mewaspadai potensi resesi di AS. Buntutnya, bursa saham AS tertekan pada perdagangan Senin awal pekan ini.

Hanya indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin kemarin, yakni menguat tipis 0,08% ke level 32.223,42.

Sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup terkoreksi kembali. S&P 500 melemah 0,39% ke level 4.008,01 dan Nasdaq ambruk 1,2% ke posisi 11.662,79.

Saham teknologi jadi beban laju Wall Street pada perdagangan awal pekan ini. Beberapa perusahaan cloud jatuh, di antaranya Datadog (-10,7%), Cloudflare (-13,6%), dan Atlassian (-6,3%). Sementara saham perusahaan kendaraan listrik Tesla anjlok 5,9%.

Indeks acuan bursa utama AS tersebut diterpa aksi jual setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mengumumkan rencana agresif menaikkan suku bunga acuan. Selain itu, kekhawatiran resesi akibat inflasi yang tinggi juga menjadi faktor penghambat gerak bursa saham AS.

“Kami terus bertransisi melalui penetapan harga yang didorong oleh suku bunga ini,” kata Bill Northey, direktur investasi senior di U.S. Bank Wealth Management.

“Jadi, karena kurva imbal hasil Treasury AS terus bergerak lebih tinggi untuk mengantisipasi inflasi realisasi yang lebih tinggi dan penyesuaian kebijakan Federal Reserve, kami telah melihat penyesuaian yang konsisten dan luas terhadap valuasi aset yang telah terjadi konsisten dengan meningkatnya kekhawatiran inflasi,” tambah Bill.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) telah melonjak, merespon berakhirnya era suku bunga rendah. Yield tenor 10 tahun bahkan sempat mencapai 3% pada awal bulan ini. Naik dari 1,5% di awal tahun.

Yield obligasi dan saham memiliki hubungan yang negatif. Sehingga ketika yield obligasi meningkat, maka pasar saham cenderung melemah. Sebab saat pasar berada di dalam ketidakpastian, investor akan memilih obligasi yang lebih minim risiko.

Kini, beberapa analis percaya tren koreksi berkepanjangan (bearish) mulai membuka ruang pembalikan untuk investor jangka panjang.

“Indeks S&P 500 sedang mendekati level tersebut dengan cepat yang secara historis mengindikasikan bahwa risiko pertumbuhan di masa depan sudah terfaktorkan di posisi sekarang,” tutur analis Citi Scott Chronert dalam laporan riset, yang dikutip CNBC International.

Ahli strategi di RBC Capital Markets mengatakan bahwa S&P 500 berada di persimpangan jalan karena berjuang untuk menemukan titik terendah. Jika indeks mampu bertahan di 3.850, indeks bisa rebound.

Equity World | Wall Street Beragam, Investor Cermati Data Inflasi AS

Equity World | Wall Street Beragam, Investor Cermati Data Inflasi AS

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Kamis, 12 Mei 2022. Indeks Dow Jones turun dalam enam hari berturut-turut seiring trader gagal menemukan pijakan di tengah pasar yang semakin bergejolak.

Equity World | Breaking News: Harga Emas Sentuh Rekor Terendah 3 Bulan

Pada penutupan perdagangan wall street, ineks Dow Jones melemah 103,81 poin ke posisi 31.370,30. Indeks S&P 500 susut 0,13 persen menjadi 3.930,08. Indeks Nasdaq naik tipis 0,06 persen ke posisi 11.370,96.Tiga indeks acuan tersebut berada di jalur yang mencatatkan koreksi.

Indeks S&P 500 mencapai level terendah baru pada 2022, ditutup lebih dari 18 persen dari level tertinggi dalam 52 minggu. Indeks S&P 500 mendekati wilayah pasar yang melemah.

“Bahkan jika Anda mengatakan kita berada di pasar bearish, ada reli dalam pasar bearish yang bisa sangat tajam,” ujar Keith Lerner dari Truist, dilansir dari CNBC, Jumat (13/5/2022).

Dari rata-rata indeks acuan, indeks Nasdaq berada di wilayah yang tertekan setelah jatuh sekitar 30 persen dari rekor tertingginya. Hal ini karena saham teknologi yang terus terpukul.

“Menurut pendapat saya, ini adalah pasar yang memperdagangkan emosi dan bukan logika rasional,” tutur Jim Lebenthal dari Cerity Partners.

Sejumlah saham memimpin upaya reli singkat dari hari sebelumnya dan ditutup lebih tinggi. Saham Lucid melonjak 13,2 persen.

Sementara itu, saham GameStop dan AMC menguat lebih dari 10 persen dan 8 persen. Saham Rivian Automotive juga menguat hampir 18 persen setelah melaporkan hasil kuartalan terbarunya. Carvana, yang mencapai level terendah dalam dua tahun pada awal sesi perdagangan, naik hampir 25 persen.

Meskipun tidak jelas apa yang mendorong kenaikan dari Lucid, GameStop dan AMC, itu bisa berarti tekanan pendek sedang terjadi. Hedge funds yang telah mendapatkan untung dari kerugian tajam selama pandemi COVID-19 yang dinilai terlalu tinggi pada 2022, akhirnya menutup posisi pendeknya dengan kembali membeli sahamnya.

Short selling sebuah taktik ketika hedge fund mejual saham yang dipinjam dari bank investasi dan untuk menutup perdagangan mereka perlu membeli saham dan mengembalikannya.

“Aksi perdagangan ini menunjukkan beberapa investor yang telah membuat taruhan besar pada saham meme yang terpukul menaikkan taruhan dengan harapan menang besar,” ujar Direktur Pelaksana Schwab Center for Financial Research.

“Saya pikir ini adalah langkah putus asa, ini adalah langkah perjudian. Ini tiket lotere yang berharap pembayaran besar dan mereka mungkin beruntung, tetapi kemungkinan besar, mungkin tidak,” ujar dia.

Saham Apple merosot 2,7 persen mendorong saham ke wilayah pasar yang tertekan. Saham Apple turun 22 persen dari level tertinggi dalam 52 minggu.

Penurunan saham Apple telah membuat Saudi Aramco menjadi paling berharga di dunia. Sementara itu, saham Amazon dan Meta Platforms ditutup naik lebih dari 1 persen.

Saham Disney merosot ke level terendah dalam dua tahun tetapi ditutup turun sekitar 0,9 persen. Raksasa media itu melaporkan pertumbuhan pelanggan streaming yang lebih tinggi dari perkiraan, tetapi memperingatkan tentang dampak COVID-19 di Asia.

Pergerakan wall street ini terjadi saat traders mempelajari data inflasi AS terbaru. Data indeks harga produsen baru yang mengukur harga di tingkat grosir naik 11 persen year over year (yoy).

Pada Rabu, pemerintah AS merilis indeks harga konsumen terbaru yang menunjukkan lonjakan 8,3 persen year over year pada April. Realisasi itu lebih tinggi dari yang diharapkan ekonom dan dekati level tertinggi 40 tahun pada kisaran 8,5 persen.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street merosot pada perdagangan Rabu, 11 Mei 2022 menyusul investor terus mencerna data inflasi AS yang terbaru.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 326,63 poin menjadi 31.834,11 atau 1,02 persen. Indeks S&P 500 tergelincir 1,65 persen menjadi 3.935,18. Indeks Nasdaq susut 3,18 persen menjadi 11.364,24.

Selama sesi perdagangan, indeks S&P 500 menyentuh level terendah baru dalam 52 minggu pada posisi 3.928,82. Indeks acuan utama juga ditutup pada level terendah 2022. Indeks S&P 500 merosot lebih dari 18 persen dari level tertinggi dalam 52 minggu dan turun lebih dari 17 persen sejak awal 2022.

Pergerakan wall street pada Rabu pekan ini terjadi setelah Dow Jones melemah dalam empat hari berturut-turut.

“Semua orang ingin energi, makanan dan biaya tenaga kerja turun, tetapi pada saat yang sama, mekanisme kami untuk melakukannya adalah menaikkan suku bunga,” ujar Susan Schmidt dari Aviva Investors, mengutip dari CNBC, Kamis, 12 Mei 2022.

Saham teknologi berjuang pada Rabu pekan ini dan menahan kenaikan untuk indeks Nasdaq. Saham Meta Platforms, Apple, Salesforce dan Microsoft masing-masing turun sekitar 4,5 persen, 5,2 persen, 3,5 persen dan 3,3 persen.

Hal ini seiring investor kembali keluar dari sektor saham growth atau pertumbuhan. Sektor teknologi dan konsumsi turun lebih dari tiga persen sehingga menyeret turun indeks S&P 500.

Sementara itu, Visa dan Merck menjadi saham dengan kinerja terbaik di Dow Jones. Sementara itu, sebagian besar sektor saham di wall street merosot ke wilayah negatif. Sektor saham energi naik 1,4 persen. Utilitas juga berjuang untuk tetap positif ditutup naik sekitar 0,8 persen. Sedangkan sektor saham material mendatar.

Equity World | Emas Dunia Rebound

Equity World | Emas Dunia Rebound

Equity World | Harga emas dunia rebound pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB) lantaran dolar AS tergelincir di tengah melambatnya pertumbuhan harga konsumen AS.

Equity World | Mantap, Harga Emas Naik Lagi Dampak Pelemahan Dolar AS

Mengutip Antara, Kamis, 12 Mei 2022, kontrak emas teraktif untuk pengiriman Juni terangkat USD12,7 atau 0,69 persen menjadi USD1,853,70 per ons.Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen AS naik 8,3 persen secara tahun ke tahun pada April, atau sedikit lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 8,1 persen.

Meskipun angka inflasi April turun dari bulan sebelumnya, angka tersebut tetap tinggi. Indeks dolar, yang awalnya menguat di tengah data indeks harga konsumen (IHK), turun tipis 0,1 persen. Emas juga mendapat dukungan tambahan karena imbal hasil obligasi pemerintah AS dan indeks saham AS melemah.

“Tetapi emas telah bangkit kembali dengan pemikiran bahwa data (inflasi) lebih tinggi dari yang diperkirakan, tetapi tidak mengerikan,” kata seorang pedagang logam independen Tai Wong, di New York.

Kepala strategi pasar Phillip Streibel menilai meski emas dianggap sebagai tempat berlindung yang aman dari inflasi, kenaikan suku bunga AS meningkatkan peluang kerugian memegang emas. Sementara meningkatkan dolar, mata uang di mana emas dihargai.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 15,1 sen atau 0,7 persen, menjadi USD21,575 per ons. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD42,6 atau 4,5 persen, menjadi USD989,8 per ons.

Equity World | Wall Street Bervariasi Jelang Rilis Data Inflasi AS

Equity World | Wall Street Bervariasi Jelang Rilis Data Inflasi AS

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bergejolak pada perdagangan Selasa, 10 Mei 2022. Indeks Dow Jones tergelincir pada hari keempat seiring rata-rata indeks acuan utama berjuang kembali bangkit dari aksi jual masif.

Equity World | Sentimen Perlambatan Ekonomi AS Bikin Harga Emas Dunia Loyo

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 84,96 poin menjadi 32.160,74 atau 0,26 persen. Indeks S&P 500 naik tipis 0,25 persen menjadi 4.001,05. Indeks Nasdaq bertambah 0,98 persen menjadi 11.737,67.

Wall street bergejolak untuk memilih arah pada perdagangan Selasa pekan ini seiring sesi perdagangan yang tidak menentu yang membuat rata-rata indeks acuan utama goyah antara keuntungan dan koreksi.

Pada satu titik, indeks Dow Jones naik lebih dari 500 poin tetapi kemudian melemah ke sesi terendah sekitar 350 poin.

“Kami berada di pasar di mana Anda tidak dapat mempertahankan reli apapun. Ini tidak mengejutkan mengingat tren keseluruhan yang telah kami lihat selama beberapa hari terakhir. Saya pikir kami hanya akan melihat lebih banyak dari ini ke depan,” ujar Paul Hickey dari Bespoke Investment Group dilansir dari CNBC, Rabu (11/5/2022).

Saham teknologi yang terpukul memimpin kenaikan pada Selasa, 10 Mei 2022. Saham Microsoft dan Apple naik lebih dari 1 persen. Saham Intel dan Salesforce bertambah lebih dari 2 persen.

Sektor ini telah mengalami beberapa koreksi terbesar dalam beberapa pekan terakhir karena investor pindah dari sektor pertumbuhan ke tempat aman seperti sektor saham kebutuhan pokok konsumen dan utilitas di tengah kekhawatiran resesi.

Sementara itu, saham IBM tergelincir hampir 4 persen. Saham Home Depot, 3M dan JPMorgan Chase masing-masing turun sekitar 2 persen menyeret indeks Dow Jones ke zona merah.

“Hingga kini koreksi didorong oleh pertumbuhan, teknologi dan siklikal meskipun kami memperkirakan koreksi lebih lanjut dan memang kinerja yang kurang di sini. Kami sekarang melihat tanda-tanda mengkhawatirkan dari valuasi mungkin hampir mencapai puncak penting secara absolut. Sementara beberapa sektor defensif juga mengancam,” tulis David Sneddon dari Credit Suisse.

Di tengah aksi jual, investor terus mencari tanda-tanda koreksi. Sejumlah Hedge Fund juga menilai aksi jual hampir berakhir. Hedge fund manager David Tepper berharap indeks Nasdaq bertahan di level 12.000.

Imbal hasil obligasi turun dari posisi tertinggi multiyear dan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun diperdagangkan di bawah 3 persen setelah mencapai level tertinggi sejak akhir 2018.

Sebagian besar pergerakan apsar baru-baru ini didorong oleh the Federal Reserve atau bank sentral AS dan seberapa agresifnya akan bertindak untuk mengekang kenaikan inflasi.

Di samping itu, investor terus memantau konflik yang sedang berlangsung di Ukraina dan lockdown di China.

“Tanpa sesuatu yang membuat orang merasa salah satu tekanan itu akan mereda, saya pikir kita memiliki pasar yang sebagian besar terasa tanpa arah,” ujar Tim Lesko dari Mariner Wealth Advisors.

Sementara itu, pergerakan wall street terjadi setelah indeks S&P 500 turun di bawah level 4.000 tepatnya ke posisi 3.975,49 pada Senin, 9 Mei 2022. Ini menandai titik terlemah indeks saham sejak Maret 2021. Indeks S&P 500 turun sekitar 17 persen dari level tertinggi dalam 52 minggu. Hal ini seiring wall street berjuang untuk pulih dari posisi pekan lalu.

Selain itu, saham Peloton Interactice merosot 8,7 persen setelah melaporkan kerugian yang lebih luas dari perkiraan pada kuartal terakhir. Saham AMC turun 5,4 persen karena hasil kinerja keuangan perseroan.

Investor pun menantikan rilis data inflasi pada Rabu waktu setempat yang diprediksi sedikit di bawha 8,5 persen apda Maret dan menandakan inflasi telah mencapai puncaknya.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street alami koreksi tajam pada perdagangan Senin, 9 Mei 2022. Indeks S&P 500 sentuh posisi di bawah 4.000 untuk pertama kali lebih dari setahun seiring aksi jual saham.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones merosot 653,67 poin ke posisi 32.245,70 atau 1,99 persen. Indeks S&P 500 turun 3,2 persen ke posisi 3.991,24. Sementara itu, indeks Nasdaq terpangkas 4,29 persen menjadi 11.623,25.

Indeks S&P 500 berada di level rendah 3.975,48, dan mencapai posisi di bawah 4.000 yang menunjukkan level terendah sejak Maret 2021. Posisi tersebut juga menunjukkan indeks acuan tersebut turun 17 persen dari posisi tertinggi dalam 52 minggu

. Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham konsumsi.Pergerakan di wall street ini juga setelah wall street selesaikan minggu yang tidak menentu karena investor mempertimbangkan prospek kenaikan suku bunga dan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.

Di tengah koreksi saham yang terjadi, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun sentuh posisi tertinggi sejak 2018 dengan sentuh di atas 3 persen.

“Ini adalah repricing yang signifikan, ini adalah dislokasi yang signifikan dan ini semua didorong oleh kebijakan Federal Reserve,” ujar Jeff dari Sanctuary Wealth, dilansir dari CNBC, Selasa, 10 Mei 2022.

Ia melihat pasar pulih jika the Federal Reserve (the Fed) memiliki kemampuan untuk menenangkan suku bunga. “Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun harus kembali di bawah 3 persen,” kata dia.

Equity World | Harga Emas Dunia Merosot Lagi, Jatuh Lebih dari 1 Persen

Equity World | Harga Emas Dunia Merosot Lagi, Jatuh Lebih dari 1 Persen

Equity World | Harga emas dunia memperpanjang penurunan hingga merosot lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin, karena dolar menguat di dekat level tertinggi dua dekade, meredupkan daya tarik logam kuning tersebut.

Mengutip CNBC, Selasa (10/5/2022) harga emas di pasar spot anjlok 1,4 persen menjadi USD1.856,26 per ounce. Sementara, emas berjangka ditutup merosot 1,3 persen menjadi USD1.858,60 per ounce.

Equity World | Bersama Digital Infrastructure Genggam 62,38 Persen Saham TBIG

“Dolar melesat karena ekspektasi Federal Reserve yang lebih agresif, yang pada gilirannya membebani emas, yang tidak memberikan bunga,” kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri, dolar juga dianggap sebagai safe haven saingan melayang di dekat level tertinggi dua dekade.

Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10-tahun melemah setelah mencapai tingkat tertinggi tiga setengah tahun yang baru di awal sesi.

Wall Street tergelincir karena imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi, dengan sentimen terpukul dari kekhawatiran perlambatan ekonomi di China.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga AS yang cepat meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu harga paladium di pasar spot melonjak 1,6 persen menjadi USD2.079,08 per ounce, setelah turun sebanyaknya 8 persen pada sesi Jumat di tengah kekhawatiran atas permintaan mobil karena pembatasan Covid di China.

Investor juga mempertimbangkan rencana Inggris untuk menaikkan tarif impor platinum dan paladium dari Rusia dan Belarusia dalam sanksi baru.

Equity World | Suku Bunga The Fed Ancam Harga Emas Pekan Ini, Simak Prediksinya

Equity World | Suku Bunga The Fed Ancam Harga Emas Pekan Ini, Simak Prediksinya

Equity World | gagal bertahan di atas level USD 1.900 per ons pada pekan lalu. Hal ini karena pasar memiliki reaksi yang sangat tidak menentu terhadap kenaikan suku bunga Fed, setengah poin pada Rabu sementara mengesampingkan kenaikan 75-bps pada pertemuan Juni.

Equity World | Sabar ya… Pegang Emas Antam Lagi Nggak Cuan Nih

Harga emas turun 1,6 persen, dengan emas berjangka Comex Juni diperdagangkan terakhir di USD 1.883,30 per ounce. Dimana The Fed memiliki salah satu pengumuman yang paling dinanti minggu ini, dan pasar menunjukkannya, dengan Nasdaq membalikkan semua kenaikan langsung dan anjlok 5 persen pada hari Kamis dalam aksi jual satu hari terburuk sejak Juni 2020.

Dikutip dari Kitco.com, Senin (9/5/2022), analis pasar senior OANDA Edward Moya mengatakan, pasar bertanya-tanya apakah The Fed telah membuat kesalahan yaitu membuat resesi di AS tak terhindarkan.

“Wall Street sekarang percaya bahwa The Fed berada di jalur yang ditetapkan untuk memberikan kenaikan suku bunga setengah poin selama beberapa pertemuan berikutnya, dan kemudian Jackson Hole, mereka harus memutuskan apakah akan melanjutkan atau mengubah arah,” ujar Moya.

Moya menjelaskan, banyak pedagang berpikir bahwa Fed perlu mempertahankan semua opsi di atas meja untuk memerangi inflasi secara agresif. Tetapi Fed memberi sinyal bahwa mereka percaya inflasi memuncak. Ada ketakutan mungkin Fed membuat kesalahan dan mungkin harus mengirim ekonomi ke resesi jauh lebih cepat.

“Tidak secara aktif mempertimbangkan kenaikan 75 basis poin, bank sentral AS telah mengunci diri dalam pengetatan yang sedikit lebih bertahap,” kata Moya.

Reaksi pasar ini juga bisa menandakan bahwa The Fed kehilangan kredibilitasnya, terutama setelah meremehkan inflasi sebagai peralihan tahun lalu.

Hal serupa juga disampaikan pakar logam mulia Gainesville Coins Everett Millman. Millman mengatakan Fed menghadapi masalah kredibilitas dengan pelaku pasar. Ada kekhawatiran bahwa Fed dapat menyebabkan resesi dengan menaikkan suku bunga.

Maka, Penting untuk mempertimbangkan hubungan terbalik antara suku bunga dan pengangguran. Pengangguran sangat rendah saat ini. Jika pasar menganggap The Fed bersedia membiarkan pengangguran meningkat untuk menjinakkan inflasi, itu masih bukan hasil yang bagus. Ada ketakutan akan menyebabkan periode yang berkepanjangan.

“Kondisi yang tidak menguntungkan untuk aset berisiko. Ada likuidasi besar-besaran aset berisiko dalam perdagangan pasca-Fed, dengan banyak investor beralih ke uang tunai. Itulah mengapa semua pasar jatuh bersama-sama,” kata Millman.

Penting untuk diingat bahwa emas bertahan dengan cukup baik mengingat seberapa tinggi dolar AS. Dan meskipun emas tetap rentan terhadap pullback, tetap bullish.

“Kemunduran memberi emas banyak ruang untuk berlari. Ditambah lagi, tertinggi indeks dolar AS bisa mendekati puncak. Itu akan bagus untuk emas karena membentuk lingkungan makroekonomi yang menguntungkan bagi logam mulia. Tapi harga masih cenderung mengalami peningkatan volatilitas intraday,” jelas Millman.

Lanjut Moya, jika dolar AS turun, maka logam mulia akan terus berjuang. Jika kita terus melihat penghindaran risiko di seluruh ekuitas dan jika apresiasi dolar tidak sekuat yang biasa kita lihat, emas akan mulai stabil. Masih ada risiko besar bahwa kita bisa melakukan pergerakan besar lainnya dalam obligasi. pasar, dan emas masih bisa rentan terhadap aksi jual besar terakhir sebelum semuanya berakhir.

Moya memprediksi posisi emas minggu depan ada di kisaran USD 1.900-USD 1.920 per ounce, dan level USD1.850 akan menjadi target support pertama, yang jika ditembus, dapat mengirim harga ke USD 1.800.

Sehingga, pasar akan lebih bergantung pada data minggu depan, dan kumpulan data penting yang harus diperhatikan adalah angka inflasi AS mulai April. Salah satu risiko signifikan adalah semakin lama masalah rantai pasokan berlangsung dan perang di Ukraina berlanjut, semakin menghambat pertumbuhan.

“Itu sulit untuk prospek inflasi. Saya tidak yakin kita akan melihatnya mereda secara signifikan,” ujar Moya.

Equity World | Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Equity World | Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Equity World | Emas adalah salah satu instrumen investasi yang banyak diminati. Bagi Anda yang berminat membeli emas di Pegadaian, cek harga emas Antam dan UBS di PT Pegadaian (Persero) hari ini, Kamis (5/5/2022) siang.

Equity World | Wall Street Memerah, Nasdaq Jatuh 4% karena Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Berdasarkan data informasi di website resmi Pegadaian, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram dibanderol seharga Rp 1.014.000. Harga emas Antam logam mulia di Pegadaian untuk ukuran ini tidak bergerak dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (4/5/2022).
Begitu pun dengan harga emas Antam ukuran 0,5 gram yang dijual seharga Rp 559.000 yang tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya.

Kemudian, harga emas Antam ukuran 2 gram siang ini terpantau di level Rp 1.964.000. Adapun harga emas Antam ukuran 3 gram dibanderol seharga Rp 2.921.000.

Sementara itu, harga emas batangan produksi UBS ukuran 1 gram mencapai Rp 970.000 atau turun Rp 3.000 dari perdagangan hari sebelumnya. Untuk harga emas batangan UBS ukuran 0,5 gram dibanderol seharga Rp 518.000 atau turun Rp 2.000.

Sedangkan harga emas hari ini untuk ukuran 2 gram dari UBS dipatok seharga Rp 1.924.000 atau turun Rp 8.000 dari hari sebelumnya.

Harga emas hari ini

Pegadaian sendiri menjual berbagai macam produk emas batangan seperti Emas Antam, Emas Antam Batik, Emas Antam Retro dan emas UBS.

Emas Antam Retro merupakan sebutan untuk emas kemasan lama. Emas ini masih menggunakan plastik mika tebal sebagai pembungkusnya. Emas retro masih terpisah antara sertifikat dengan keping emasnya.

Sedangkan Emas Antam Batik merupakan salah satu produk gift series yang diluncurkan PT Aneka Tambang (Antam).

Untuk emas motif batik sendiri dibuat secara eksklusif dan menjadi satu-satunya di dunia, sehingga emas-emas batik yang diproduksi Antam diburu banyak kolektor logam mulia.

Logam mulia Antam dijual dalam bentuk batangan dengan beberapa ukuran berat seperti 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram, hingga 1.000 gram.

Berikut rincian harga emas hari ini, Kamis 5 Mei 2022 produksi Antam dan UBS di Pegadaian, sebagaimana dikutip dari laman resminya:

Harga emas Antam

Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 559.000
Harga emas Antam 1 gram: Rp 1.014.000
Harga emas Antam 2 gram : Rp 1.964.000
Harga emas Antam 3 gram : Rp 2.921.000
Harga emas Antam 5 gram: Rp 4.831.000
Harga emas Antam 10 gram: Rp 9.606.000
Harga emas Antam 25 gram : Rp 23.882.000
Harga emas Antam 50 gram: Rp 47.680.000
Harga emas Antam 100 gram : Rp 95.278.000
Harga emas Antam 250 gram: Rp 237.919.000
Harga emas Antam 500 gram : Rp 475.621.000
Harga emas Antam 1000 gram: Rp 951.198.000

Harga emas Antam Retro H

arga emas Antam Retro 0,5 gram: Rp 516.000
Harga emas Antam Retro 1 gram: Rp 966.000
Harga emas Antam Retro 2 gram: Rp 1.912.000
Harga emas Antam Retro 3 gram: Rp 2.840.000
Harga emas Antam Retro 5 gram: Rp 4.719.000
Harga emas Antam Retro 10 gram: Rp 9.377.000
Harga emas Antam Retro 25 gram: Rp 23.309.000
Harga emas Antam Retro 50 gram: Rp 46.532.000
Harga emas Antam Retro 100 gram: Rp 92.982.000
Harga emas Antam Retro 250 gram: Rp 232.173.000
Harga emas Antam Retro 500 gram: Rp 464.125.000
Harga emas Antam Retro 1.000 gram: Rp 928.206.000

Harga emas Antam Batik

Harga emas Antam Batik 0,5 gram: Rp 632.000
Harga emas Antam Batik 1 gram: Rp 1.170.000
Harga emas Antam Batik 8 gram: Rp 8.852.000
Harga emas UBS Harga emas 0,5 gram: Rp 518.000
Harga emas 1 gram: Rp 970.000
Harga emas 2 gram: Rp 1.924.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.754.000
Harga emas 10 gram: Rp 9.459.000
Harga emas 25 gram : Rp 23.600.000
Harga emas 50 gram: Rp 47.101.000
Harga emas 100 gram : Rp 94.101.000
Harga emas 250 gram: Rp 235.343.000
Harga emas 500 gram : Rp 470.130.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 939.244.000

Design a site like this with WordPress.com
Get started