Equity World | Mei Kelabu Tinggal 2 Hari, IHSG Bisa Nanjak Lagi Gak Nih?

Equity World | Mei Kelabu Tinggal 2 Hari, IHSG Bisa Nanjak Lagi Gak Nih?

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menorehkan kinerja yang positif di sepanjang pekan lalu.

Equity World | Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Suku Bunga The Fed Membayangi

IHSG berhasil menguat 2,97% secara mingguan. Pada akhir perdagangan pekan lalu, Jumat (27/5/2022), IHSG ditutup melesat 2,07% dan berhasil tembus kembali ke level psikologis 7.000-an atau tepatnya 7.026,26.

Aliran dana asing kembali membanjiri pasar saham RI. Asing net buy Rp 1,91 triliun di pasar reguler minggu lalu.

Bursa saham Asia juga kompak berakhir di zona hijau di akhir pekan. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan dengan apresiasi 2,89%.

Sementara itu IHSG berada di posisi kedua (runner up) dengan penguatan lebih dari 2%.

Katalis positif juga datang dari bursa saham New York. Setelah terjadi aksi jual yang massif dan anjlok parah sampai masuk zona bearish, tiga indeks saham acuan Wall Street sukses finish di zona hijau akhir pekan.

Indeks Dow Jones terpantau menguat 1,76% dan disusul oleh S&P 500 dengan kenaikan 2,47%. Indeks Nasdaq Composite melesat 3,33%.

Bursa saham Asia juga kompak berakhir di zona hijau di akhir pekan. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan dengan apresiasi 2,89%.

Sementara itu IHSG berada di posisi kedua (runner up) dengan penguatan lebih dari 2%.

Katalis positif juga datang dari bursa saham New York. Setelah terjadi aksi jual yang massif dan anjlok parah sampai masuk zona bearish, tiga indeks saham acuan Wall Street sukses finish di zona hijau akhir pekan.

Indeks Dow Jones terpantau menguat 1,76% dan disusul oleh S&P 500 dengan kenaikan 2,47%. Indeks Nasdaq Composite melesat 3,33%.

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB pekan lalu, indeks tampak sudah menembus batas BB terdekat di 6.979 menggunakan level penutupan.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI IHSG terpantau bergerak naik yang mengindikasikan adanya penguatan momentum beli. Terakhir, RSI IHSG berada di 53,37.

Dilihat menggunakan analisa teknikal lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 sudah mulai memotong garis EMA 26 dari bawah dan bar histogram bergerak di zona positif.

Jika melihat indikator BB, RSI dan MACD memang ada peluang IHSG bergerak uptrend.

Untuk perdagangan hari ini, setidaknya IHSG akan menguji level 7.000-7.100 terlebih dahulu.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Equity World | Mei Kelabu Tinggal 2 Hari, IHSG Bisa Nanjak Lagi Gak Nih?

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menorehkan kinerja yang positif di sepanjang pekan lalu.

Equity World | Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Suku Bunga The Fed Membayangi

IHSG berhasil menguat 2,97% secara mingguan. Pada akhir perdagangan pekan lalu, Jumat (27/5/2022), IHSG ditutup melesat 2,07% dan berhasil tembus kembali ke level psikologis 7.000-an atau tepatnya 7.026,26.

Aliran dana asing kembali membanjiri pasar saham RI. Asing net buy Rp 1,91 triliun di pasar reguler minggu lalu.

Bursa saham Asia juga kompak berakhir di zona hijau di akhir pekan. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan dengan apresiasi 2,89%.

Sementara itu IHSG berada di posisi kedua (runner up) dengan penguatan lebih dari 2%.

Katalis positif juga datang dari bursa saham New York. Setelah terjadi aksi jual yang massif dan anjlok parah sampai masuk zona bearish, tiga indeks saham acuan Wall Street sukses finish di zona hijau akhir pekan.

Indeks Dow Jones terpantau menguat 1,76% dan disusul oleh S&P 500 dengan kenaikan 2,47%. Indeks Nasdaq Composite melesat 3,33%.

Bursa saham Asia juga kompak berakhir di zona hijau di akhir pekan. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan dengan apresiasi 2,89%.

Sementara itu IHSG berada di posisi kedua (runner up) dengan penguatan lebih dari 2%.

Katalis positif juga datang dari bursa saham New York. Setelah terjadi aksi jual yang massif dan anjlok parah sampai masuk zona bearish, tiga indeks saham acuan Wall Street sukses finish di zona hijau akhir pekan.

Indeks Dow Jones terpantau menguat 1,76% dan disusul oleh S&P 500 dengan kenaikan 2,47%. Indeks Nasdaq Composite melesat 3,33%.

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB pekan lalu, indeks tampak sudah menembus batas BB terdekat di 6.979 menggunakan level penutupan.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI IHSG terpantau bergerak naik yang mengindikasikan adanya penguatan momentum beli. Terakhir, RSI IHSG berada di 53,37.

Dilihat menggunakan analisa teknikal lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 sudah mulai memotong garis EMA 26 dari bawah dan bar histogram bergerak di zona positif.

Jika melihat indikator BB, RSI dan MACD memang ada peluang IHSG bergerak uptrend.

Untuk perdagangan hari ini, setidaknya IHSG akan menguji level 7.000-7.100 terlebih dahulu.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Equity World | Harga Emas Naik Menjelang Akhir Pekan

Equity World | Harga Emas Naik Menjelang Akhir Pekan

Equity World | Harga emas menguat jelang akhir pekan. Meski menguat, pergerakan harga emas pekan ini cenderung mendatar.

Jumat (27/5) pukul 6.45 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.852,33 per ons troi. Harga emas menguat 0,09% ketimbang posisi kemarin dan naik 0,31% ketimbang pekan sebelumnya.

Equity World | Wall Street Menguat Dipicu Meningkatnya Saham Ritel

Harga emas kontrak Agustus 2022 di Commodity Exchange pun hari ini naik 0,09% ke US$ 1.855,50 per ons troi. Dalam sepekan, harga emas berjangka menguat 0,38%.

Salah satu penopang kenaikan harga emas adalah pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah ke 101,83 pada perdagangan kemarin dari posisi 103,15 pada pekan lalu.

Pasar emas pun mencermati risalah rapat Federal Reserve yang menunjukkan potensi kenaikan suku bunga lagi pada Juni-Juli. Kepastian kenaikan suku bunga meredakan kekhawatiran investor.

Risalah pertemuan kebijakan Fed 3-4 Mei yang dirilis pada hari Rabu menyoroti sebagian besar peserta mendukung kenaikan suku bunga tambahan 50 basis poin pada pertemuan Juni dan Juli, meskipun itu tidak mengejutkan pasar.

“Risalah tidak mengubah apa pun. Pasar mulai menyadari bahwa Fed akan terus mengambil langkah-langkah kuat untuk mengendalikan inflasi,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities kepada Reuters.

“Pengetatan belum berakhir dan mungkin merupakan taruhan yang sangat aman untuk mengatakan bahwa kondisi suku bunga akan terus menjadi lebih ketat,” imbuh Melek.

Harga logam mulia sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Analis senior Kitco Jim Wycoff dalam sebuah catatan mengatakan, harga emas sebagian tertekan oleh stabilisasi indeks saham AS minggu ini.

Klaim pengangguran AS turun minggu lalu, konsisten dengan pasar tenaga kerja yang tetap ketat di tengah permintaan yang kuat untuk pekerja meskipun suku bunga meningkat dan kondisi keuangan yang ketat. Membatasi penurunan emas batangan, dolar AS melayang di dekat posisi terendah satu bulan. Sementara imbal hasil Treasury AS 10-tahun juga turun ke level terendah sejak April.

“Emas tampaknya goyah ketika menyentuh sesuatu seperti resistensi teknis dan kemudian Anda mendapatkan likuidasi panjang dan ambil untung. Jadi ini adalah masalah utama untuk emas saat ini,” kata analis independen Ross Norman.

Equity World | IHSG Dibuka Naik Tipis Sebelum Akhirnya Terjun Bebas pada Sesi I

Equity World | IHSG Dibuka Naik Tipis Sebelum Akhirnya Terjun Bebas pada Sesi I

Equity World | Ditutup menguat sebesar +73 poin atau sebesar +1,07 % ke level 6.914, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka naik tipis sebelum akhirnya terjun bebas pada perdagangan sesi I, Rabu (25/5/2022). IHSG dibuka terdongkrak 0,5 poin (+0,01%) di level 6.914,6. Alhasil, IHSG bergerak mixed pada rentang 6.894– 6.914.

Equity World | Bursa Asia Dibuka Beragam, Shanghai-STI Galau Nih

Tercatat sebanyak 906 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 849,29 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 63.398 kali transaksi. Sebanyak 189 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikkan, 132 saham terkoreksi, dan 211 saham stagnan.

Nasdaq mengalami putaran penjualan yang buruk pada Selasa (Rabu pagi WIB) karena pasar yang sempat optimistis bertemu dengan data ekonomi dan pendapatan yang lemah. Momentum dari sesi cerah Senin (23/5) berakhir dengan pukulan karena dua dari tiga indeks utama berakhir kembali merah, setelah bank investasi UBS Group dan JPMorgan Chase memangkas perkiraan mereka untuk pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Sentimen semakin tertekan oleh data yang menunjukkan penjualan rumah baru di Amerika Serikat (AS) jatuh pada April 2022 ke level terendah dalam dua tahun. Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi jatuh 2,4% menjadi 11.264,45. S&P 500 berbasis luas juga turun atau turun 0,8% menjadi 3.941,48, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,2% menjadi 31.928,62,

Saham di Asia-Pasifik beragam pada perdagangan Rabu pagi menyusul aksi jual teknologi semalam di Wall Street karena investor meninggalkan saham media sosial. Nikkei 225 di Jepang turun 0,17% pada awal perdagangan karena saham Fast Retailing turun lebih dari 1%. Indeks Topix diperdagangkan 0,11% lebih rendah. Di tempat lain, Kospi Korea Selatan naik 0,51%. S&P/ASX 200 di Australia naik 0,2%.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,3% lebih tinggi. Ke depan, Reserve Bank of New Zealand akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada pukul 10:00 pagi HK/SIN pada hari Rabu. Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bank sentral Selandia Baru akan menaikkan suku bunga resminya sebesar 50 basis poin lagi. Dolar Selandia Baru berpindah tangan pada $0,6458 menjelang pengumuman itu, masih di atas $0,637 di bawah sesi sebelumnya minggu lalu.

Phintraco Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Rabu (25/5/2022). IHSG berpotensi akan bergerak pada resistance 7.000, pivot 6.900, dan support 6.820.

Phintraco Sekuritas mengatakan gap 6.820-6.900 tertutup kembali tertutup dan MACD yang berada dalam bullish tren mengindikasikan potensi penguatan lanjutan di Rabu (25/5/2022). Jika bertahan di atas 6.900, IHSG berpotensi uji 6.950-7.000. “Meski demikian, terbentuknya pola bearish stick sandwich juga perlu diwaspadai sebagai sinyal konsolidasi lanjutan di atas critical support 6.820,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (25/5/2022).

Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menyebut, RDG Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan sukubunga acuan di 3,5% (24/5/2022) dan pertumbuhan penyaluran kredit Sektor Perbankan Indonesia (SPI) sebesar 9,1% year on year (yoy) di April 2022 (vs 6,65% yoy di Maret 2022).

Kenaikan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) ke 79% di April 2022 dari 52,9% di Kuartal I-2022 memperkuat optimisme pertumbuhan penyaluran kredit SPI di Kuartal I-2022. Merespon data-data tersebut, nilai tukar Rupiah menguat 0.10% ke Rp14.655 per USD di Selasa sore (24/5/2022).

Dalam kesempatan yang sama, BI juga memperkuat proyeksi Menteri Keuangan RI bahwa Inflasi 2022 akan berada di kisaran 4% yoy. Meski demikian, BI memperkirakan inflasi akan kembali ke rentang 2%-4% di 2023. “Faktor domestik lain yang dapat menjadi katalis positif adalah dimulainya periode pembagian dividen oleh emiten-emiten di BEI,” papar dia.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, pelaku pasar dapat memperhatikan potensi minor bullish reversal pada saham-saham konstruksi dan properti, seperti ADHI, WIKA, WSKT, PTPP, PWON, BSDE dan CTRA. “Saham lain yang dapat diperhatikan adalah BBRI, BTPS, UNVR, UNTR dan IMPC,” tutup Phintraco Sekuritas.

Equity World | Maju Terus Pantang Mundur, Harga Emas Belum Juga Kendur

Equity World | Maju Terus Pantang Mundur, Harga Emas Belum Juga Kendur

Equity World | Harga emas masih betah dalam zona pendakian. Pada perdagangan Selasa (24/5/2022) pukul 06:30 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.854,19 per troy ons. Harga emas menguat 0,05%.

Level harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 6 Mei 2022 atau lebih dari dua pekan terakhir terakhir. Dalam sepekan, harga emas sudah menguat 2,2% secara point to point.

Equity World | Wall Street Terangkat Oleh Saham Perbankan dan Teknologi

Analis FXTM Lukman Otunuga mengatakan kenaikan harga emas tidak bisa dipisahkan dari pelemahan dollar Amerika Serikat (AS), lonjakan inflasi, serta kekhawatiran memburuknya ekonomi global.

“Dalam jangka pendek, pelemahan dolar AS bisa menggerakkan harga emas. Emas memang tengah menanjak tetapi kebijakan The Fed yang agresif bisa menjadi halangan besar bagi emas untuk terus merangkak naik,” tutur Otunuga, seperti dikutip dari Reuters.

Merujuk pada Revinitif, Dollar Index ada di angka 102,09 pada pagi hari ini. Level tersebut adalah yang terendah sejak 24 April 2022 atau dalam sebulan terakhir. Pelemahan dolar AS akan membantu emas karena harga sang logam mulia menjadi murah bagi investor.

“Harga emas tengah menanjak karena dolar AS terus melemah. Investor mulai menyadari bahwa inflasi mungkin akan menjadi persoalan panjang,” tutur Jim Wycoff dari Kitco.

Namun, Rupert Rowling, dari Kinesis Money mengingatkan kebijakan agresif The Fed bisa membuat harga emas kembali berbalik arah. Pasar berekspektasi The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan mereka pada bulan mendatang. Kenaikan suku bunga The Fed akan berdampak negatif ke emas karena bisa membuat dollar AS melonjak serta meningkatkan yield surat utang pemerintah AS.

“Kenaikan harga emas tentu disambut hangat pemegang emas tetapi pertanyaannya sejauh mana emas akan terus naik. Kenaikan emas masih harus dihadapkan pada kenyataan bahwa suku bunga acuan AS dan Eropa kemungkinan akan naik dalam beberapa bulan mendatang,” tuturnya.

Equity World | Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Kekhawatiran Atas Lonjakan Inflasi

Equity World | Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Kekhawatiran Atas Lonjakan Inflasi

Equity World | Wall Street ditutup mixed pada hari Jumat setelah sejumlah saham memerah. S&P 500 dan Nasdaq mencatat kerugian tujuh minggu berturut-turut dan menjadi penurunan beruntun terpanjang sejak berakhirnya gelembung dotcom pada tahun 2001.

Equity World | Bursa Saham Asia Menguat di Tengah Kekhawatiran Global

Sementara Dow mengalami penurunan mingguan kedelapan berturut-turut alias yang terpanjang sejak 1932 selama Depresi Hebat.

S&P 500 naik tipis 0,01% ke level 3.901,36. Sementara Nasdaq turun 0,30% ke 11.354,62, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,03% menjadi 31.261,90.

Dalam seminggu ini, S&P 500 turun 3,0%, Dow melemah 2,9% dan Nasdaq turun 3,8%.

Kekhawatiran tentang lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga telah memukul pasar saham AS tahun ini, dengan sinyal bahaya dari Walmart Inc dan peritel lain pada minggu ini menambah kekhawatiran tentang ekonomi.

S&P 500 menghabiskan sebagian besar sesi di wilayah negatif dan pada satu titik sempat turun lebih dari 20% dari rekor penutupan tertinggi pada 3 Januari lalu, sebelum berakhir melemah 18% dari level tersebut.

Hal ini mengindikasikan S&P 500 telah berada di mode bearish sejak mencapai level tertinggi pada Januari tersebut.

Di sisi lain, Nasdaq yang sarat saham teknologi turun sekitar 27% dari rekor penutupannya pada November 2021.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik, Tiongkok Akan Umumkan Suku Bunga Acuan

Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik, Tiongkok Akan Umumkan Suku Bunga Acuan

Equity World | Saham di pasar Asia Pasifik naik pada perdagangan Jumat (20/5) pagi. Minggu perdagangan yang bergejolak akan berakhir dan investor mengamati rilis kebijakan terbaru Tiongkok untuk suku bunga pinjaman acuan.

Equity World | Wall Street Betah di Zona Merah

Nikkei 225 Jepang naik 0,41% di awal perdagangan, sedangkan Topix naik 0,23%.

Indeks harga konsumen (CPI) inti Jepang, yang mencakup biaya energi tetapi bukan makanan segar, naik 2,1% pada April 2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan perkiraan ekonom, menurut laporan Reuters.

S&P/ ASX 200 di Australia naik 0,74%.

Di Korea Selatan, Kospi naik sekitar 1% sementara Kosdaq naik 0,91%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,46%.

Produsen kendaraan listrik Tiongkok Nio akan memulai perdagangan di Singapura, tempat saham tersebut melakukan pencatatan saham ketiga.

Dalam perkembangan lain dalam jangka pendek, Tiongkok diperkirakan akan memangkas suku bunga pinjaman acuannya menurut jajak pendapat para analis Reuters.

Semalam di perdagangan Wall Street, indeks saham utama Amerika Serikat (AS) jatuh dengan S&P 500 bergerak lebih dekat ke pasar bearish. Investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dapat mengarahkan AS ke dalam resesi.

S&P 500 turun 0,58% menjadi 3.900,79, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 236,94 poin atau 0,75% menjadi 31.253,13. Nasdaq Composite turun 0,26% ke level 11.388,50. Pergerakan itu mengikuti penurunan tajam pada perdagangan Rabu (18/5).

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di level 102,888, jatuh dari atas 103 awal pekan ini.

Yen Jepang terus menguat dan terakhir berada di 127,72 per dolar, sedangkan dolar Australia berada di level US$ 0,7041.

Minyak mentah berjangka jatuh di perdagangan Asia. Minyak mentah AS turun 0,32% menjadi US$ 111,85 per barel, sementara minyak mentah acuan internasional Brent turun 0,34% menjadi US$ 111,66 per barel.

Equity World | Harga Emas Dunia Kembali Berkilau Imbas Melemahnya Imbal Hasil Treasury

Equity World | Harga Emas Dunia Kembali Berkilau Imbas Melemahnya Imbal Hasil Treasury

Equity World | Harga emas dunia berbalik arah untuk menguat pada perdagangan akhir Rabu, karena penurunan imbal hasil US Treasury membantu mengimbangi tekanan dari apresiasi dolar dan rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve yang agresif.

Equity World | Wall Street Tumbang, Hati-Hati IHSG Ikutan Ambruk!

Mengutip CNBC, Kamis (19/5/2022) harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.816,49 per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,2 persen menjadi USD1.815,9 per ounce.

Imbal hasil US Treasury menyusut dalam sesi perdagangan yang berombak, mengikuti kejatuhan Wall Street, setelah data perumahan Amerika yang buruk menambah kekhawatiran seputar perlambatan ekonomi.

“Putaran pelemahan lainnya di pasar ekuitas dalam kombinasi dengan kejatuhan imbal hasil dan penawaran safe-haven mendorong harga emas lebih tinggi,” kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Chairman Fed, Jerome Powell, Selasa, berjanji bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan untuk menggerus lonjakan inflasi.

“Pertanyaan sebenarnya dan inti dari situasi ini adalah apakah yang dilakukan Fed sudah cukup mengingat jumlah inflasi. Jika tidak cukup untuk meredam tekanan inflasi, emas akan didukung di lingkungan itu,” kata Meger.

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga menumpulkan minat pada logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Membatasi kenaikan emas, safe-haven saingannya, dolar AS, bangkit lagi setelah membukukan penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari dua bulan.

Rupert Rowling, analis Kinesis Money, mengatakan kendati emas sedikit meningkat minggu ini dan kembali memantul kembali di atas USD1.800,

“Selama inflasi tetap menjadi perhatian utama bagi ekonomi utama, emas kemungkinan akan sulit untuk membuat lompatan signifikan, dengan hambatan kenaikan suku bunga sangat merusak daya tarik logam tersebut,” katanya.

Sementara itu harga perak di pasar spot melemah 0,9 persen menjadi USD21,42 per ounce, platinum melorot 1,6 persen menjadi USD935,49 dan paladium anjlok 3,1 persen menjadi USD1.990,06

Equity World | Bursa Saham Asia Beragam, Investor Cermati Komentar Ketua The Fed Jerome Powell

Equity World | Bursa Saham Asia Beragam, Investor Cermati Komentar Ketua The Fed Jerome Powell

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Rabu pagi (18/5/2022), seiring investor mengamati reaksi pasar terhadap komentar dari Ketua Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) Jerome Powell tentang tekadnya untuk menaikkan suku bunga sampai inflasi turun.

Equity World | Berbalik Turun, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 971.000/Gram

Indeks Nikkei 225 di Jepang sempat naik sekitar 1 persen karena saham konglomerat SoftBank Group melonjak 2,77 persen. Saat ini, indeks Nikkei mendaki 0,58 persen.

Indeks Topix diperdagangkan 0,64 persen lebih tinggi. Ekonomi Jepang menyusut 1 persen secara tahunan pada Januari-Maret dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, data pemerintah menunjukkan pada Rabu. Itu kurang dari kontraksi 1,8 persen yang diprediksi dalam jajak pendapat, menurut Reuters.

Bursa saham China melemah pada awal sesi perdagangan. Indeks Shanghai merosot 0,27 persen dan indeks Shenzhen susut 0,124 persen.

Indeks Hang Seng tergelincir 0,35 persen. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,13 persen. Saham Australia juga mengalami kenaikan karena S&P/ASX 200 menanjak 0,64 persen. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,44 persen lebih tinggi.

Ketua the Fed Jerome Powell mengatakan akan mendukung kenaikan suku bunga sampai harga mulai turun kembali ke level yang sehat. Sebelumnya pada Mei, bank sentral AS menaikkan suku bunga setengah poin persentase kenaikan terbesar dalam dua dekade karena terlihat untuk melawan inflasi.

Semalam di Wall Street, S&P 500 melonjak 2,02 persen menjadi 4.088,85 sementara Nasdaq Composite melonjak 2,76 persen menjadi 11.984,52. Dow Jones Industrial Average naik 431,17 poin, atau 1,34 persen, menjadi 32.654,59.

“Pasar telah berjalan dengan baik malam dan itu sebagian besar karena fakta. Kami memiliki enam minggu berturut-turut alami kerugian mingguan, kami memiliki bobot teknologi terbesar sejak 2006 dan underweight saham terbesar sejak Mei 2020,” ujar Chief Investment Officer UBS Global Wealth Management, Kelvin Tay dikutip dari CNBC, Rabu (18/5/2022).

Ia menambahkan, hal yang jadi pertanyaan apakah pasar sebenarnya siap untuk reli berkelanjutan ke depan.

“Saya pikir akan sulit bagi reli untuk benar-benar mempertahankan kakinya mengingat fakta, Anda juga akan alami pengetatan kuantatif dalam beberapa minggu ke depan,” ujar dia.

Indeks USD berada di 103,323 setelah penurunan baru-baru ini dari level di atas 104. Sedangkan, Yen Jepang diperdagangkan pada 129,39 per dolar, setelah bertahan di atas level 129 terhadap dolar untuk sebagian besar minggu sejauh ini. Dolar Australia berpindah tangan pada 0,7031, di atas level di bawah 0,70 yang terlihat di awal minggu.

Harga minyak lebih tinggi di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 1,14 persen menjadi USD 113,21 per barel. Minyak mentah berjangka AS naik 1,46 persen menjadi USD 114,04 per barel.

Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik kompak menguat pada perdagangan Selasa pekan ini yang dipimpin saham Hong Kong.

Indeks Hang Seng melonjak 3,02 persen pada perdagangan Selasa sore setelah saham teknologi China melonjak. Saham Tencent naik 3,26 persne, saham Alibaba melonjak 5,38 persen dan saham Meituan naik 3,79 persen. Indeks Hang Seng teknologi bertambah 4,24 persen.

Bursa saham China juga kompak menguat. Indeks Shanghai naik 0,65 persen ke posisi 3.093,70 dan indeks Shenzhen mendaki 1,23 persen keposisi 11.230,16.

Indeks Jepang Nikkei bertambah 0,42 persen ke posisi 26.659,75. Indeks Topix menguat 0,19 persen ke posisi 1.866,71. Selain itu, indeks Korea Selatan Kospi bertambah 0,92 persen ke posisi 2.620,44. Sementara itu, indeks ASX 200 menguat 0,27 persen ke posisi 7.112,50. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 1,96 persen.

“Seperti yang sering terjadi dengan apsar saham, ketika berita sepertinya tidak akan menjadi lebih buruk, saat itu pelaku pasar mulai melihat kurang buruk sebagai barang baru,” ujar Senior Investment Strategist AllianceBernstein David Wong dilansir dari CNBC, Selasa, 17 Mei 2022.

Ia menambahkan, data fundamental China sangat buruk dan ada begitu banyak berita negatif sehingga sentimen yang berkembang akan ada lebih banyak dukungan kebijakan ekonomi, perusahaan dan pasar.

Pernyataan Wong ini seiring investor global selama berminggu-minggu bergulat dengan berbagai kekhawatiran mulai dari dampak ekonomi dan kebijakan ketat nol COVID-19 China hingga kekhawatiran potensi resesi di Amerika Serikat.

Indeks dolar AS berada di posisi 104,18 dari sebelumnya 104,5. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 129,34 per dolar AS. Harga minyak melemah pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak Brent berjangka melemah 0,36 persen menjadi USD 113,83 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat merosot 0,46 persen menjadi USD 113,68 per barel.

Equity World | Tenang Bestie! Bursa Asia Cerah Lagi, Semoga IHSG Bisa Nyusul

Equity World | Tenang Bestie! Bursa Asia Cerah Lagi, Semoga IHSG Bisa Nyusul

Equity World | Mayoritas bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa (17/5/2022), di mana investor akan memantau hasil rapat bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA).

Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini 17 Mei, Lompat ke Rp974 Ribu per Gram

Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah 0,13%. Tetapi selang beberapa jam setelah dibuka, Nikkei berhasil rebound, di mana per pukul 08:30 WIB, Nikkei menguat 0,19%.

Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong dibuka melesat 1,22%, Shanghai Composite China naik tipis 0,04%, Straits Times Singapura menguat 0,73%, ASX 200 Australia bertambah 0,25% dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,46%.

Dari Australia, RBA akan merilis hasil dari pertemuan kebijakan moneter terbarunya pada hari ini pukul 09:30 waktu setempat. Sebelumnya pada April lalu, RBA telah menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kali dalam lebih dari satu dekade.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung cerah pada hari ini terjadi di tengah masih adanya ketidakpastian kondisi global yang membuat bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street masih belum bergairah hingga pekan ini.

Investor masih mewaspadai potensi resesi di AS. Buntutnya, bursa saham AS tertekan pada perdagangan Senin awal pekan ini.

Hanya indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin kemarin, yakni menguat tipis 0,08% ke level 32.223,42.

Sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup terkoreksi kembali. S&P 500 melemah 0,39% ke level 4.008,01 dan Nasdaq ambruk 1,2% ke posisi 11.662,79.

Saham teknologi jadi beban laju Wall Street pada perdagangan awal pekan ini. Beberapa perusahaan cloud jatuh, di antaranya Datadog (-10,7%), Cloudflare (-13,6%), dan Atlassian (-6,3%). Sementara saham perusahaan kendaraan listrik Tesla anjlok 5,9%.

Indeks acuan bursa utama AS tersebut diterpa aksi jual setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mengumumkan rencana agresif menaikkan suku bunga acuan. Selain itu, kekhawatiran resesi akibat inflasi yang tinggi juga menjadi faktor penghambat gerak bursa saham AS.

“Kami terus bertransisi melalui penetapan harga yang didorong oleh suku bunga ini,” kata Bill Northey, direktur investasi senior di U.S. Bank Wealth Management.

“Jadi, karena kurva imbal hasil Treasury AS terus bergerak lebih tinggi untuk mengantisipasi inflasi realisasi yang lebih tinggi dan penyesuaian kebijakan Federal Reserve, kami telah melihat penyesuaian yang konsisten dan luas terhadap valuasi aset yang telah terjadi konsisten dengan meningkatnya kekhawatiran inflasi,” tambah Bill.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) telah melonjak, merespon berakhirnya era suku bunga rendah. Yield tenor 10 tahun bahkan sempat mencapai 3% pada awal bulan ini. Naik dari 1,5% di awal tahun.

Yield obligasi dan saham memiliki hubungan yang negatif. Sehingga ketika yield obligasi meningkat, maka pasar saham cenderung melemah. Sebab saat pasar berada di dalam ketidakpastian, investor akan memilih obligasi yang lebih minim risiko.

Kini, beberapa analis percaya tren koreksi berkepanjangan (bearish) mulai membuka ruang pembalikan untuk investor jangka panjang.

“Indeks S&P 500 sedang mendekati level tersebut dengan cepat yang secara historis mengindikasikan bahwa risiko pertumbuhan di masa depan sudah terfaktorkan di posisi sekarang,” tutur analis Citi Scott Chronert dalam laporan riset, yang dikutip CNBC International.

Ahli strategi di RBC Capital Markets mengatakan bahwa S&P 500 berada di persimpangan jalan karena berjuang untuk menemukan titik terendah. Jika indeks mampu bertahan di 3.850, indeks bisa rebound.

Equity World | Wall Street Beragam, Investor Cermati Data Inflasi AS

Equity World | Wall Street Beragam, Investor Cermati Data Inflasi AS

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Kamis, 12 Mei 2022. Indeks Dow Jones turun dalam enam hari berturut-turut seiring trader gagal menemukan pijakan di tengah pasar yang semakin bergejolak.

Equity World | Breaking News: Harga Emas Sentuh Rekor Terendah 3 Bulan

Pada penutupan perdagangan wall street, ineks Dow Jones melemah 103,81 poin ke posisi 31.370,30. Indeks S&P 500 susut 0,13 persen menjadi 3.930,08. Indeks Nasdaq naik tipis 0,06 persen ke posisi 11.370,96.Tiga indeks acuan tersebut berada di jalur yang mencatatkan koreksi.

Indeks S&P 500 mencapai level terendah baru pada 2022, ditutup lebih dari 18 persen dari level tertinggi dalam 52 minggu. Indeks S&P 500 mendekati wilayah pasar yang melemah.

“Bahkan jika Anda mengatakan kita berada di pasar bearish, ada reli dalam pasar bearish yang bisa sangat tajam,” ujar Keith Lerner dari Truist, dilansir dari CNBC, Jumat (13/5/2022).

Dari rata-rata indeks acuan, indeks Nasdaq berada di wilayah yang tertekan setelah jatuh sekitar 30 persen dari rekor tertingginya. Hal ini karena saham teknologi yang terus terpukul.

“Menurut pendapat saya, ini adalah pasar yang memperdagangkan emosi dan bukan logika rasional,” tutur Jim Lebenthal dari Cerity Partners.

Sejumlah saham memimpin upaya reli singkat dari hari sebelumnya dan ditutup lebih tinggi. Saham Lucid melonjak 13,2 persen.

Sementara itu, saham GameStop dan AMC menguat lebih dari 10 persen dan 8 persen. Saham Rivian Automotive juga menguat hampir 18 persen setelah melaporkan hasil kuartalan terbarunya. Carvana, yang mencapai level terendah dalam dua tahun pada awal sesi perdagangan, naik hampir 25 persen.

Meskipun tidak jelas apa yang mendorong kenaikan dari Lucid, GameStop dan AMC, itu bisa berarti tekanan pendek sedang terjadi. Hedge funds yang telah mendapatkan untung dari kerugian tajam selama pandemi COVID-19 yang dinilai terlalu tinggi pada 2022, akhirnya menutup posisi pendeknya dengan kembali membeli sahamnya.

Short selling sebuah taktik ketika hedge fund mejual saham yang dipinjam dari bank investasi dan untuk menutup perdagangan mereka perlu membeli saham dan mengembalikannya.

“Aksi perdagangan ini menunjukkan beberapa investor yang telah membuat taruhan besar pada saham meme yang terpukul menaikkan taruhan dengan harapan menang besar,” ujar Direktur Pelaksana Schwab Center for Financial Research.

“Saya pikir ini adalah langkah putus asa, ini adalah langkah perjudian. Ini tiket lotere yang berharap pembayaran besar dan mereka mungkin beruntung, tetapi kemungkinan besar, mungkin tidak,” ujar dia.

Saham Apple merosot 2,7 persen mendorong saham ke wilayah pasar yang tertekan. Saham Apple turun 22 persen dari level tertinggi dalam 52 minggu.

Penurunan saham Apple telah membuat Saudi Aramco menjadi paling berharga di dunia. Sementara itu, saham Amazon dan Meta Platforms ditutup naik lebih dari 1 persen.

Saham Disney merosot ke level terendah dalam dua tahun tetapi ditutup turun sekitar 0,9 persen. Raksasa media itu melaporkan pertumbuhan pelanggan streaming yang lebih tinggi dari perkiraan, tetapi memperingatkan tentang dampak COVID-19 di Asia.

Pergerakan wall street ini terjadi saat traders mempelajari data inflasi AS terbaru. Data indeks harga produsen baru yang mengukur harga di tingkat grosir naik 11 persen year over year (yoy).

Pada Rabu, pemerintah AS merilis indeks harga konsumen terbaru yang menunjukkan lonjakan 8,3 persen year over year pada April. Realisasi itu lebih tinggi dari yang diharapkan ekonom dan dekati level tertinggi 40 tahun pada kisaran 8,5 persen.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street merosot pada perdagangan Rabu, 11 Mei 2022 menyusul investor terus mencerna data inflasi AS yang terbaru.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 326,63 poin menjadi 31.834,11 atau 1,02 persen. Indeks S&P 500 tergelincir 1,65 persen menjadi 3.935,18. Indeks Nasdaq susut 3,18 persen menjadi 11.364,24.

Selama sesi perdagangan, indeks S&P 500 menyentuh level terendah baru dalam 52 minggu pada posisi 3.928,82. Indeks acuan utama juga ditutup pada level terendah 2022. Indeks S&P 500 merosot lebih dari 18 persen dari level tertinggi dalam 52 minggu dan turun lebih dari 17 persen sejak awal 2022.

Pergerakan wall street pada Rabu pekan ini terjadi setelah Dow Jones melemah dalam empat hari berturut-turut.

“Semua orang ingin energi, makanan dan biaya tenaga kerja turun, tetapi pada saat yang sama, mekanisme kami untuk melakukannya adalah menaikkan suku bunga,” ujar Susan Schmidt dari Aviva Investors, mengutip dari CNBC, Kamis, 12 Mei 2022.

Saham teknologi berjuang pada Rabu pekan ini dan menahan kenaikan untuk indeks Nasdaq. Saham Meta Platforms, Apple, Salesforce dan Microsoft masing-masing turun sekitar 4,5 persen, 5,2 persen, 3,5 persen dan 3,3 persen.

Hal ini seiring investor kembali keluar dari sektor saham growth atau pertumbuhan. Sektor teknologi dan konsumsi turun lebih dari tiga persen sehingga menyeret turun indeks S&P 500.

Sementara itu, Visa dan Merck menjadi saham dengan kinerja terbaik di Dow Jones. Sementara itu, sebagian besar sektor saham di wall street merosot ke wilayah negatif. Sektor saham energi naik 1,4 persen. Utilitas juga berjuang untuk tetap positif ditutup naik sekitar 0,8 persen. Sedangkan sektor saham material mendatar.

Design a site like this with WordPress.com
Get started