Equityworld Futures | Harga Emas Diprediksi Sentuh Level Segini pada Akhir 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Diprediksi Sentuh Level Segini pada Akhir 2025

Equityworld Futures | Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi, optimistis harga emas dunia berpeluang mencetak rekor tertinggi baru pada Desember. Ia memperkirakan emas dunia bisa mencapai USD 4.440 per troy ons, melampaui level tertinggi sebelumnya. Ketidakpastian global masih tinggi, emas dinilai akan menjadi buruan investor.

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Bergejolak Pekan Ini, Pakar Bagikan Strategi Profit

Jika proyeksi tersebut terealisasi, harga logam mulia domestik berpotensi menembus Rp 2.700.000 per gram. Level ini dinilai sebagai target realistis hingga akhir tahun, seiring meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset aman.

“Saya masih optimis bahwa USD 4.440 itu akan tercapai, untuk mendekati USD 4.500 kemungkinan sangat sulit dan logam mulia ya kemungkinan di Rp 2.700.000 per gram,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Ibrahim menegaskan, selama ketidakpastian global masih tinggi dan sentimen pasar tetap defensif, emas akan terus menjadi instrumen favorit investor. Oleh karena itu, peluang harga emas bertahan di tren positif hingga tutup tahun masih terbuka lebar.

Lebih lanjut, kata Ibrahim, meski pergerakan harga sempat berfluktuasi tajam, arah jangka menengah hingga akhir tahun masih cenderung menguat. Menurutnya, emas dunia saat ini bergerak di area USD 4.300 per troy ons, sementara harga logam mulia di dalam negeri berada di kisaran Rp 2.462.000 per gram.

“Walaupun kemarin sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, tetapi turunnya pun juga di pasar Amerika cukup signifikan juga. Akhirnya ditutup di USD 4.300. Kemudian logam mulianya ditutup di hari Sabtu di Rp 2.462.000,” ujarnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Menguat Usai Wall Street Cetak Rekor

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Menguat Usai Wall Street Cetak Rekor

Equityworld Futures | Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan lebih tinggi pada hari Jumat (12/12/2025), mengekor kenaikan Wall Street setelah indeks acuan utama mencapai rekor baru menyusul keputusan Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan AS.

Equityworld Futures | Ngamuk! Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sebulan, Perak Tembus Langit

Bank sentral AS pada hari Rabu waktu setempat (Kamis dini hari waktu Indonesia) menurunkan suku bunga pinjaman utamanya sebesar seperempat poin persentase, menempatkannya dalam kisaran 3,5%-3,75%.

Indeks acuan Jepang Nikkei 225 naik 0,96%, sementara Topix bertambah 1,18%. Kospi Korea Selatan naik 0,29%, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil diperdagangkan di sekitar garis datar.

Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,83%. Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di 25.788, sedikit lebih tinggi dari penutupan terakhirnya di 25.530,51.

Sementara itu dari kawasan regional, para pemimpin tertinggi Tiongkok menutup pertemuan perencanaan ekonomi tahunan pada hari Kamis dengan menegaskan dukungan ekonomi yang luas untuk tahun mendatang, termasuk meningkatkan konsumsi dan menstabilkan sektor properti. Para pembuat kebijakan tetap fokus pada penguatan kemampuan teknologi dalam negeri, prioritas utama untuk rencana lima tahun mendatang yang dimulai pada tahun 2026.

Semalam di AS, Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencapai level tertinggi baru, dengan investor beralih dari saham teknologi yang sedang naik daun ke saham-saham yang dapat diuntungkan dari pertumbuhan ekonomi AS setelah Federal Reserve memangkas suku bunga.

Indeks Dow yang terdiri dari 30 saham blue chip naik 646,26 poin, atau 1,34% ditutup ke level 48.704,01, rekor penutupan tertinggi baru. Indeks ini juga mencetak rekor intraday tertinggi baru, didukung oleh kenaikan saham Visa setelah mendapat peningkatan peringkat dari Bank of America. Pasar luas S&P 500 naik 0,21% untuk ditutup pada 6.901,00, juga rekor penutupan. Namun, Nasdaq Composite turun 0,26% untuk ditutup pada 23.593,86.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat pada Kamis (11/12) Pagi, Mengekor Kenaikan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat pada Kamis (11/12) Pagi, Mengekor Kenaikan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia menguat pada Kamis (11/12/2025), mengekor kenakan Wall Street setelah bank sentral AS memangkas suku bunga dan Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan optimisme bahwa ekonomi AS akan menguat seiring meredanya dampak inflasi akibat tarif.

Equityworld Futures | The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Emas Naik dan Perak Cetak Rekor!

Mengutip Bloomberg, pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 naik 54,70 poin atau 0,13% ke 50.669,11, Hang Seng naik 169,83 poin atau 0,66% ke 25.710,61, Taiex naik 117,80 poin atau 0,41% ke 28.517,16, Kospi naik 28 poin atau 0,68% ke 4.162,44, ASX 200 naik 53,24 poi atau 0,61% ke 8.632, Straits Times naik 15,91 poin atau 0,32% ke 4.529,49 dan FTSE Malaysia naik 1,19 poin atau 0,07% ke 1.612,19.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,5% pada perdagangan awal, dipimpin sektor teknologi dan keuangan.

Dalam pemangkasan suku bunga ketiga berturut-turut, Powell mengisyaratkan bahwa The Fed kini teah melakukan cukup banyak untuk menstabilkan ancaman terhadap lapangan kerja sambil mempertahankan suku bunga yang tinggi untuk menekan inflasi.

Para pejabat mempertahankan prospek satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026.

“The Fed menekankan bahwa langkah-langkah selanjutnya akan bergantung pada data dan beralih ke pendekatan pertemuan demi pertemuan, “kata Daniel Siluk, manajer portofolio di Janus Henderson Investors seperti dikutip Bloomberg.

“Ketua Powell memperkuat sikap ini di dalam konferensi persnya, dan mencatat bahwa komite melihat pemotongan ini sebagai penyesuaian yang bijak, dan bukan awal dari siklus baru.”

Di Asia para pedagang mengamati lelang obligasi pemerintah Jepang dan keputusan suku bunga fi Filipina.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi: Nasdaq Raup Cuan, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi: Nasdaq Raup Cuan, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street bergerak beragam pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Equityworld Futures | Harga Emas Terbang, Perak Menggila & Pecah Rekor Baru

Ini terjadi karena adanya keuntungan di sektor minyak dan gas, bahan dasar, serta barang konsumen yang mendorong saham naik lebih tinggi. Sementara di sisi lain, kerugian justru terjadi di emiten yang bergerak di sektor telekomunikasi, kesehatan, dan industri mendorong pergerakan saham melempem.

Mengutip Investing.com, Rabu, 10 Desember 2025, pada penutupan di NYSE, Dow Jones Industrial Average turun 0,37 persen, sementara indeks S&P 500 turun 0,09 persen, dan indeks Nasdaq Composite naik 0,13 persen.

Pergerakan saham

Saham-saham dengan kinerja terbaik pada sesi Dow Jones Industrial Average adalah Walmart Inc yang naik 1,32 persen atau 1,50 poin dan diperdagangkan pada level 115,06 pada penutupan perdagangan. Sedangkan saham dengan kinerja terburuk pada sesi ini adalah JPMorgan Chase & Co yang turun 4,66 persen atau 14,70 poin dan diperdagangkan pada level 300,51 pada penutupan perdagangan.

Saham-saham dengan kinerja terbaik pada S&P 500 adalah Teleflex Incorporated yang naik 9,54 persen menjadi 131,25. Sementara saham dengan kinerja terburuk adalah AutoZone Inc yang turun 7,17 persen menjadi 3.496,77 pada perdagangan terakhir.

Emiten dengan kinerja terbaik pada Nasdaq Composite adalah Aimei Health Technology Co Ltd yang naik 962,43 persen menjadi 88,50. Untuk saham dengan kinerja terburuk adalah Top Wealth Group Holding Ltd yang turun 72,74 persen menjadi 6,00 pada perdagangan terakhir.

Adapun jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun di Bursa Efek New York dengan perbandingan 1.519 saham naik dan 1.207 saham turun dengan 113 saham lainnya berakhir tidak berubah. Di Bursa Efek Nasdaq, sebanyak 1.940 saham naik dan 1.467 saham turun, sedangkan 165 saham lainnya berakhir tidak berubah.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Selain The Fed, Berikut Sentimen Lain yang Bakal Warnai Wall Street

Equityworld Futures | Selain The Fed, Berikut Sentimen Lain yang Bakal Warnai Wall Street

Equityworld Futures | Investor akan hadapi sentimen dari makro ekonomi dan laporan keuangan perusahaan pada pekan ini. Salah satu sentimen di wall street dari pertemuan terakhir bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).

Equityworld Futures | Harga Emas “Membeku”: Semua Tegang Karena Menunggu Satu Berita Penting

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (9/12/2025), pada Rabu pekan ini, sejumlah perusahaan akan merilis laporan keuangan yakni Oracle dan Adobe serta Broadcom. Selain itu, Costco juga akan merilis laporan keuangan pada Kamis pekan ini.

Kalender ekonomi akan melanjutkan data pasar tenaga kerja pekan lalu. Data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang merupakan survei bulanan dari biro statistik tenaga kerja AS yang melacak lowongan pekerjaan, perekrutan dan pemutusan hubungan kerja di AS akan rilis pada Selasa waktu setempat. Data JOLTS Oktober tersebut akan menjelaskan perekrutan, PHK dan pengunduran diri.

Pekan ini, perhatian pelaku pasar juga tertuju kepada the Fed. Investor menantikan pengumuman dan konferensi pers dari Jerome Powell pada Rabu waktu setempat yang akan dicermati untuk mencari petunjuk tentang arah kebijakan bank sentral ke depannya.

Data ekonomi minggu lalu menunjukkan koreksi di pasar tenaga kerja, dengan data dari ADP dan perusahaan Challenger, Gray & Christmas menunjukkan hilangnya pekerjaan yang tak terduga dan peningkatan PHK. Berkat pelemahan tersebut, investor semakin yakin penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin akan segera terjadi, dari 3,75% menjadi 4,00%, menuju target baru 3,50% menjadi 3,75%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menghijau Ditopang Meningkatnya Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS

Equityworld Futures | Wall Street Menghijau Ditopang Meningkatnya Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street ditutup naik pada perdagangan Rabu (3/12). Rilis data ketenagakerjaan atau Automatic Data Processing (ADP) memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Equityworld Futures | G7 dan Uni Eropa tengah membahas rencana mengganti batas harga ekspor minyak dari Rusia.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 408,44 poin atau 0,86% ke level 47.882,90. Sementara S&P 500 naik 0,30% ke 6.849,72 dan Nasdaq Composite menutup perdagangan dengan kenaikan 0,17% ke posisi 23.454,09.

“Pasar tenaga kerja menjadi perhatian utama,” ujar Chief Investment Officer Certuity, Scott Welch, dikutip CNBC, Kamis (4/12).

Dia mengatakan, angka-angkanya akan terlihat seiring waktu dan akan menentukan apakah The Fed memangkas suku bunga atau tidak. “Namun saya menduga pemangkasan hampir pasti terjadi pekan depan,” ujarnya

ADP melaporkan penggajian sektor swasta turun 32.000 pada November, berlawanan dengan ekspektasi ekonom yang memproyeksikan kenaikan 40.000. Meski data tersebut buruk, pasar menilai penurunan tenaga kerja justru meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter pada pertemuan terakhir The Fed tahun ini pada 10 Desember.

Menurut perangkat pemantau suku bunga CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga pada Rabu depan mencapai 89%, jauh di atas level pertengahan November. Ekspektasi suku bunga lebih rendah mendorong reli saham-saham keuangan besar, termasuk Wells Fargo dan American Express.
“Pasar sangat bergantung pada The Fed. Jika mereka tidak memangkas suku bunga, dampaknya bisa negatif,” ujar Welch.

Di sisi lain, indikator aktivitas jasa AS dirilis sedikit lebih baik dari perkiraan, memberikan sinyal stabilitas ekonomi.

Saham Microsoft sempat anjlok 2,5% setelah The Information melaporkan pemangkasan kuota penjualan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan. Emiten tersebut memangkas sebagian penurunan setelah membantah laporan tersebut.
Tekanan pada Microsoft menyeret turun saham-saham berbasis AI lainnya. Nvidia dan Broadcom ikut terkoreksi, sementara Micron Technology melemah lebih dari 2%.
“Pelaku pasar mulai memisahkan pemenang dan pecundang,” kata Welch.

Ia menjelaskan, perusahan-perusahaan teknologi saling berinvestasi, tetapi para pelaku pasar belum dapt melihat hasilnya. Namun, salah satu risiko yang diperhatikan adalah beban utang untuk membiayai pembangunan pusat data.

Di sisi lain, harha Bitcoin kembali menguat dan diperdagangkan di atas US$ 93.000 setelah mengalami hari terburuk sejak Maret pada awal pekan.
Saham Marvell Technology melonjak hampir 8% setelah perusahaan memberikan proyeksi pertumbuhan pusat data yang kuat. American Eagle Outfitters juga menjadi sorotan, naik sekitar 15% usai meningkatkan proyeksi kinerja tahunannya. Emiten ritel itu menyebut musim belanja akhir tahun dimulai dengan sangat positif

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Tenaga Kerja AS Jelang Keputusan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Tenaga Kerja AS Jelang Keputusan The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street bergerak variatif pada perdagangan Kamis (4/12/2025) waktu setempat. Investor mencermati sejumlah rilis ekonomi, termasuk data tunjangan pengangguran yang turun ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun.

Equityworld Futures | Harga Emas Tersandera Jelang Keputusan The Fed, Perak Anjlok Brutal

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 31,11 poin atau 0,06 persen ke 47.851,79. Sementara itu, S&P 500 naik tipis 0,67 poin atau 0,01 persen ke 6.850,39, dan Nasdaq Composite menguat 12,15 poin atau 0,05 persen ke 23.466,24.

Saham Salesforce melonjak 3,7 persen setelah perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan serta laba yang disesuaikan untuk tahun fiskal 2026. Kenaikan ini ditopang optimisme terhadap pertumbuhan platform kecerdasan artifisial (AI) seiring kuatnya permintaan korporasi.

Meta Platforms juga menguat hampir 4 persen dan menjadi salah satu pendorong utama S&P 500. Laporan menyebut perusahaan induk Facebook itu berencana memangkas hingga 30 persen anggaran divisi Metaverse.

Di sisi lain, saham Amazon melemah 1,6 persen dan menjadi salah satu penekan terbesar bagi S&P 500. Amazon menyebut sedang melakukan pembicaraan dengan U.S. Postal Service terkait kelanjutan kerja sama mereka, serta menimbang sejumlah opsi menjelang berakhirnya kontrak tahun depan.

Rilis data tenaga kerja menjadi sorotan pasar menjelang keputusan kebijakan The Fed bulan ini. Dengan laporan penggajian (payrolls) November tertunda akibat perpanjangan penutupan pemerintahan (government shutdown), investor mengandalkan indikator sekunder yang memberikan sinyal beragam mengenai kondisi pasar tenaga kerja.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran turun ke level terendah sejak lebih dari tiga tahun terakhir. Namun, analis menilai penurunan tersebut kemungkinan dipengaruhi faktor musiman terkait libur Thanksgiving. Secara terpisah, Chicago Fed memperkirakan tingkat pengangguran pada November berada di sekitar 4,4 persen.

Berdasarkan FedWatch Tool dari CME, pasar kini memperhitungkan peluang 87 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, meningkat tajam dari sekitar 68,6 persen sebulan sebelumnya.

“Kebanyakan pelaku pasar menunggu bagaimana sikap The Fed terhadap seluruh data yang masuk, mengingat komentar terakhir Jerome Powell cenderung bernuansa hawkish, meskipun pemangkasan suku bunga telah diantisipasi,” ujar Head of Research and Quantitative Strategies Horizon Investments, Mike Dickson.

Ia menyebut laporan payrolls tetap menjadi indikator kunci arah kebijakan moneter, namun absennya data terbaru membuat prospek kebijakan masih kabur. Sementara itu, laporan tertunda dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan pesanan pabrik hanya naik 0,2 persen, di bawah perkiraan 0,5 persen. Kenaikan Agustus juga direvisi turun menjadi 1,3 persen, mencerminkan tekanan tarif yang masih membebani sektor manufaktur.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Naik Selasa (2/12): Saham Teknologi & Boeing Dorong Pasar AS

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Naik Selasa (2/12): Saham Teknologi & Boeing Dorong Pasar AS

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (2/12/2025), mencatat kenaikan keenam dalam tujuh sesi terakhir.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Gara-Gara Bandar Mulai Obral Besar-Besaran

Pergerakan terjadi dalam perdagangan yang cenderung sepi, didorong oleh saham teknologi, sementara ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga minggu depan semakin menguat.

Melansir Reuters, Dow Jones naik 185,13 poin (0,39%) menjadi 47.474,46, S&P 500 naik 16,74 poin (0,25%) menjadi 6.829,37, dan Nasdaq Composite naik 137,75 poin (0,59%) menjadi 23.413,67.

Saham Boeing melesat 10,1%, menjadi penopang terbesar bagi Dow Jones memberi kontribusi sekitar 117 poin setelah perusahaan memproyeksikan peningkatan pengiriman pesawat 737 dan 787 tahun depan.

Lonjakan Boeing juga mengangkat indeks sektor industri S&P 500 sebesar 0,9%, menjadi sektor dengan kinerja terbaik hari itu.

Sektor teknologi juga menguat 0,8%, ditopang kenaikan saham-saham megacap seperti Apple, Nvidia, dan Microsoft, yang masing-masing naik sekitar 1%. Saham Intel juga menguat.

Pada sesi sebelumnya, Wall Street melemah akibat data manufaktur yang lesu, lonjakan imbal hasil obligasi AS setelah yield obligasi Jepang naik, serta penurunan bitcoin dan saham-saham kripto.

Namun minimnya rilis data ekonomi pada Selasa membuat tekanan mereda: imbal hasil obligasi turun dan harga bitcoin rebound, membantu pemulihan pasar menjelang keputusan The Fed.

“Dua faktor itu mungkin menambah sedikit volatilitas pada pasar di saat tidak ada katalis besar sampai The Fed mengumumkan keputusan,” kata Ross Mayfield, Investment Strategist di Baird, Louisville, Kentucky.

“Di sisi lain, data konsumsi pada Black Friday dan Cyber Monday memberi sinyal positif. Saya lebih senang melihat kekuatan konsumen dibandingkan dinamika yield dan bitcoin. Hal-hal itu sifatnya sementara.”

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Fokus Terhadap Keputusan The Fed Pekan Depan

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Fokus Terhadap Keputusan The Fed Pekan Depan

Equityworld Futures | Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah tipis pada Senin (1/12). Ia tertekan oleh data ekonomi yang menunjukkan tarif masih membebani sektor manufaktur, sementara investor menantikan pengumuman kebijakan dari Federal Reserve (The Fed).

Equityworld Futures | Kripto Runtuh, Emas dan Perak Justru ‘Pesta Pora’ Cetak Rekor Baru

Dilansir dari Reuters, Selasa (2/12), Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,90% ke 47.289,33. S&P 500 (SPX) melemah 0,53% menjadi 6.812,63, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) turun 0,38% ke 23.275,92.

Survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan sektor manufaktur berkontraksi untuk bulan kesembilan berturut-turut pada November. Pabrik-pabrik mencatat pesanan yang melemah dan kenaikan harga, seiring dampak tarif yang masih membebani aktivitas produksi.

Pasar telah memperhitungkan kemungkinan besar pemangkasan suku bunga oleh bank sentral pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada 10 Desember. Investor Optimitis, menilai peluang hal itu terjadi sebesar 85,4%.

“Pasar masih digerakkan oleh kinerja laba perusahaan, tetapi kini fokus beralih ke The Fed,” kata Kepala Penelitian Struktur Pasar Ekuitas Themis Trading, Joe Saluzzi.

“Saya tidak melihat alasan tren naik tidak berlanjut, meskipun mungkin lebih lambat hingga akhir tahun,” tambahnya.

Harapan pelonggaran moneter meningkat setelah beberapa pejabat bank sentral mengirimkan sinyal dovish, serta laporan yang menyebutkan bahwa kemungkinan ketua banks entral selanjutnya adalah Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett.

Investor juga menantikan rilis tertunda laporan dari Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) September. Ia merupakan salah satu indikator inflasi yang diawasi ketat oleh The Fed.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Meroket Usai Libur Thanksgiving, Ditopang Saham Ritel dan Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Meroket Usai Libur Thanksgiving, Ditopang Saham Ritel dan Teknologi

Equityworld Futures | Bursa saham Wall Street ditutup naik pada perdagangan Jumat (28/11) pasca-libur Thanksgiving. Kenaikan indeks didorong oleh saham ritel dan pemulihan di sejumlah saham teknologi.

Equityworld Futures | Pemilik Emas Mohon Tenang, Harga Ambles Tapi Diamal Naik Lagi

Sentimen pasar di Wall Street juga diperkuat oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Desember.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,61% menjadi 47.716,42, sedangkan S&P 500 tumbuh 0.54% ke 6.849,09. Nasdaq Composite juga mencatat kenaikan 0,65% ke 23.365,69.
Sebagian besar sektor utama S&P 500 berada di zona hijau, kecuali kesehatan. Saham farmasi Eli Lilly turun 2,6%. Sebaliknya, Intel memimpin penguatan indeks dengan lonjakan 10,2%, menyusul laporan analis TF International Securities, perusahaan berpotensi mulai memproduksi prosesor Apple seri M kelas bawah pada 2027.

Tiga indeks utama membukukan kinerja mingguan positif. S&P 500 naik 3,73%, Nasdaq menguat 4,91%, dan Dow Jones meningkat 3,18%. Stabilnya pergerakan pada perdagangan Jumat membuat S&P dan Dow Jones sedikit positif sepanjang bulan.

Namun, Nasdaq tetap mencatat penurunan 1,51% untuk periode bulanan. Koreksi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap valuasi sektor teknologi dan AI yang dinilai mulai berlebihan, sehingga memicu aksi ambil untung.

“Sesi pasca-liburan ini memang sangat ringan volumenya dan tidak banyak aktivitas. Namun beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa hasil dari perkembangan AI masih sepenuhnya belum diketahui,” ujar CEO Smead Capital Management Cole Smead dikutip dari Reuters, Senin (1/11).

Sementara itu, berjangka sempat terhenti pada pagi hari setelah CME Group mengalami gangguan teknis pada pusat data CyrusOne. Kejadian ini sempat membekukan kontrak berjangka mata uang, komoditas dan ekuitas secara global.

CME menyatakan masalah tersebut terkait gangguan sistem pendingin. Meski perdagangan kembali normal, gangguan itu menunjukkan kerentanan infrastruktur pasar.

Volume perdagangan hari ini memang rendah, tetapi dampaknya bisa jauh lebih besar. Ini menggambarkan risiko keterhubungan pasar yang dapat memicu masalah sistemik,” ujar pendiri Themis Trading Joe Saluzzi.

Akhir pekan lalu menandai dimulainya musim belanja akhir tahun, dimulai dari Thanksgiving, Black Friday hingga Cyber Monday. Rangkaian hari belanja ini menjadi indikator penting bagi kinerja pengecer besar dan turut memberikan dukungan pada pergerakan saham sektor ritel di Wall Street.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started