Equity World | Harga Emas Berjangka Berbalik Menguat

Equity World | Harga Emas Berjangka Berbalik Menguat

Equity World | Harga emas berjangka berbalik menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas kembali bertengger di atas level psikologis USD1.750 setelah mencatat kerugian selama enam hari berturut-turut ditopang oleh greenback atau dolar AS yang melemah.

Equity World | Wall Street Terkoreksi Tipis, Dow Jones Jatuh Paling Dalam

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD12,8 atau 0,73%, menjadi ditutup pada USD1.761,20 per ounce, demikian dilansir dari Antara, Rabu (24/8/2022).

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya mundur pada Selasa (23/8/2022), tetapi masih diperdagangkan di sekitar tertinggi enam minggu.

Dolar sebagian besar didukung oleh serangkaian komentar hawkish dari pejabat Fed pekan lalu, yang menunjukkan bahwa bank sentral tidak memiliki rencana untuk mengurangi laju kenaikan suku bunga.

Emas dapat diperdagangkan dalam volatilitas tinggi minggu ini karena investor menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada simposium ekonomi tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat (26/8/2022).

Data ekonomi yang dirilis Selasa (23/8/2022) juga mendukung emas. Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur AS dari S&P Global Flash berada di 51,3 pada Agustus, turun dari 52,2 pada Juli dan menandakan kondisi operasi yang lemah di seluruh sektor manufaktur.

Indeks Aktivitas Bisnis Jasa-jasa AS dari S&P Global Flash tercatat 44,1 pada Agustus, turun dari 47,3 pada Juli dan menunjukkan pengurangan lebih lanjut dalam aktivitas jasa-jasa secara keseluruhan.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan rumah baru AS turun 12,6% pada Juli dibandingkan dengan bulan sebelumnya ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 511.000.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 14,8 sen atau 0,78%, menjadi ditutup pada USD19,026 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD8,4 atau 0,97%, menjadi ditutup pada USD876,4 per ounce.

Equity World | IHSG Melemah Ikuti Bursa Asia, Mayoritas Sektor Saham Tertekan

Equity World | IHSG Melemah Ikuti Bursa Asia, Mayoritas Sektor Saham Tertekan

Equity World | Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham Senin, 22 Agustus 2022. Tekanan IHSG didorong mayoritas sektor saham yang tertekan dan bursa saham Asia Pasifik juga lesu.

Equity World | Bank Raksasa Wall Street Kena Denda Rp 14,9 T Gegara WhatsApp

Mengutip data RTI, pada pembukaan perdagangan, IHSG merosot 22 poin ke posisi 7.150,41. Indeks LQ45 tergelincir 0,48 persen ke posisi 1.018. Seluruh indeks acuan kompak tertekan. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.161,30 dan terendah 7.121,40. Sebanyak 256 saham melemah sehingga menekan IHSG. 169 saham menguat dan 205 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 209.361 kali. Total volume perdagangan saham 3,9 miliar saham. Nilai transaksi Rp 1,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.858.

Mayoritas sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXbasic susut 1,12 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXtransportasi merosot 1,04 persen, indeks sektor saham IDXtechno turun 0,79 persen, indeks sektor IDXfinance susut 0,45 persen.

Lalu indeks sektor saham IDXproperty merosot 0,51 persen, indeks sektor saham IDXinfrastruktur terpangkas 0,54 persen. Sedangkan indeks sektor saham IDXsiklikal menguat 0,87 persen, indeks sektor saham IDXhealth menanjak 0,54 persen dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal bertambah 0,04 persen.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoninsih prediksi IHSG bergerak variasi dengan kecenderungan menguat terbatas. IHSG akan bergerak di kisaran 7.105-7.227 pada Senin pekan ini.

Adapun sentimen yang pengaruhi IHSG antara lain, Ratih mengatakan, dalam sepekan, arus permodalan investor asing (foreign flow) pada pasar saham dalam negeri tercatat melakukan aksi beli bersih (Net Buy) senilai Rp2,8 triliun, secara kumulatif MtD sejak awal Agustus 2022, Foreign Inflow di pasar saham dalam negeri terus bertambah mencapai Rp12,56 triliun.

Dari mancanegara, Biro Statistik Inggris melaporkan penjualan ritel masih turun 3,4 persen YoY pada Juli 2022, menandai penurunan keempat berturut-turut karena harga yang lebih tinggi mengganggu keterjangkauan konsumen.

Di Asia, inflasi inti Jepang naik sebesar 2,4 persen YoY pada Juli 2022, sesuai estimasi dan lebih cepat dari kenaikan 2,2 persen YoY pada Juni 2022. Meskipun inflasi inti sudah berada di atas target 2 persen selama 4 bulan terakhir,

Bank Sentral Jepang (BOJ) kemungkinan besar masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang super longgar mengingat tingkat inflasi Jepang yang masih rendah dibandingkan dengan tingkat inflasi di negara-negara maju lainnya.

Untuk saham pilihan yang dapat dicermati dari PT Ajaib Sekuritas antara lain saham AVIA, PTBA, MSIN dan INDY.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Manajemen Indonesia, IHSG turun 0,2 persen ke posisi 7.171 pada Jumat, 19 Agustus 2022. Aksi beli investor asing belum menunjukkan tanda-tanda melambat meski rupiah kembali tertekan.

Di sisi lain, berita terbaru mengenai pajak ekspor nikel tidak pengaruhi emiten logam antara lain ANTM dan INCO seiring pasar telah memperkirakan kemungkinan pajak baru. Selain itu, saham bank melemah dengan saham BBCA turun 1,3 persen, BBNI susut 1,7 persen, BMRI melemah 1,2 persen.

Sementara itu, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, Presiden Jokowi akan umumkan harga BBM baru pekan ini. Dikabarkan, harga BBM akan dibanderol Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 7.650. Ia menuturkan, pemerintah mendorong skenario pembatasan volume BBM bersubsidi dan keputusan akhir tetap di tangan presiden.

Equity World | Bursa Saham Asia Lesu, Kekhawatiran Suku Bunga The Fed Kembali Muncul

Equity World | Bursa Saham Asia Lesu, Kekhawatiran Suku Bunga The Fed Kembali Muncul

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik jatuh pada Senin (22/8/2022), karena kekhawatiran atas kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve (the Fed) yang agresif kembali muncul.

Bursa saham China turun setelah China pangkas suku bunga pinjaman. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1 persen. Indeks Shanghai merosot 0,25 persen, dan indeks Shenzhen susut 0,324 persen.Kemudian, di Jepang, Nikkei 225 turun 0,59persen dan indeks Topix susut 0,26 persen.

Wall Street Tergelincir di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed | Equity World

Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,73 persen dan indeks Kosdaq kehilangan 0,94 persen. Indeks S&P/ASX 200 di Australia turun 0,79 persen. Sedangkan, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,74 persen.

“Pembicara Fed baru-baru ini telah menekankan pesan bahwa lebih banyak kenaikan suku bunga akan datang mengingat perang melawan inflasi belum dimenangkan,” tulis Ahli strategi mata uang di National Australia Bank, Rodrigo Catril, dalam catatan pada Senin, dikutip dari CNBC, Senin (22/8/2022).

Investor menantikan simposium ekonomi Jackson Hole tahunan Fed yang dimulai Kamis di Amerika Serikat.Akhir pekan ini, raksasa teknologi China JD.com dan Meituan akan melaporkan kinerja keuangan, sementara Singapura akan merilis data inflasi.

Sementara itu, investor telah berbondong-bondong ke growth stock (growth stock merupakan saham perusahaan yang diantisipasi untuk tumbuh signifikan di atas rata-rata pertumbuhan pasar) akhir-akhir ini, tetapi karena kekhawatiran resesi meningkat, pengamat pasar memutuskan apakah akan beralih ke taruhan yang lebih aman.

JPMorgan, bagaimanapun, berpikir reli masih harus berlanjut, dan menyebutkan beberapa indikator yang harus diperhatikan.

Equity World | Wall Street Hijau Lagi, Tapi Bursa Asia Dibuka Mixed

Equity World | Wall Street Hijau Lagi, Tapi Bursa Asia Dibuka Mixed

Equity World | Bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung beragam pada perdagangan Jumat (19/8/2022). Penurunan mulai mereda di tengah menghijaunya bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan kemarin.

Equity World | Wall Street Naik Ditopang Menguatnya Saham Teknologi

Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,54%, KOSPI Korea Selatan dan ASX 200 Australia naik tipis masing-masing 0,09% dan 0,04%. Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong dibuka melemah 0,54%, Shanghai Composite China turun tipis 0,06%, dan Straits Times Singapura terkoreksi 0,16%.

Dari Jepang, inflasi pada periode Juli 2022 tercatat kembali meningkat dan berada di atas target bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ). Data inflasi dari sisi konsumen (Indeks Harga Konsumen/IHK) Jepang periode Juli 2022 dilaporkan naik menjadi 2,6% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari sebelumnya pada periode yang sama tahun 2021 sebesar 2,4%.

Sedangkan secara bulanan (month-on-month/mom), IHK Negeri Sakura pada bulan lalu naik menjadi 0,5%, dari sebelumnya pada periode Juni lalu di 0%.

Adapun IHK inti, yang tidak termasuk harga makanan segar naik menjadi 2,4% pada bulan lalu, dari sebelumnya pada Juni lalu di 2,2%.

Hal ini menandakan bahwa inflasi di Jepang sudah berada di atas target BoJ. Sejatinya, sejak Juni lalu, inflasi sudah mulai berada di atas target BoJ. Tetapi, bank sentral Negeri Sakura tersebut lebih memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level rendah.

Sejatinya, IHK inti masih menjadi pengukur harga utama BoJ, di mana bank sentral baru-baru ini lebih menekankan pada indeks inti-inti untuk mengukur seberapa besar tekanan inflasi yang berasal dari permintaan domestik, daripada faktor satu kali seperti biaya energi.

Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda telah menekankan bahwa bank sentral tidak akan melihat jalan keluar dari program stimulus besar-besaran sampai permintaan konsumen meningkat.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung beragam terjadi di tengah menguatnya bursa saham AS, Wall Street pada perdagangan Kamis kemarin, meski investor masih menimbang rencana bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang berpotensi masih akan menaikan suku bunga secara agresif.

Sedangkan secara bulanan (month-on-month/mom), IHK Negeri Sakura pada bulan lalu naik menjadi 0,5%, dari sebelumnya pada periode Juni lalu di 0%.

Adapun IHK inti, yang tidak termasuk harga makanan segar naik menjadi 2,4% pada bulan lalu, dari sebelumnya pada Juni lalu di 2,2%.

Hal ini menandakan bahwa inflasi di Jepang sudah berada di atas target BoJ. Sejatinya, sejak Juni lalu, inflasi sudah mulai berada di atas target BoJ. Tetapi, bank sentral Negeri Sakura tersebut lebih memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level rendah.

Sejatinya, IHK inti masih menjadi pengukur harga utama BoJ, di mana bank sentral baru-baru ini lebih menekankan pada indeks inti-inti untuk mengukur seberapa besar tekanan inflasi yang berasal dari permintaan domestik, daripada faktor satu kali seperti biaya energi.

Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda telah menekankan bahwa bank sentral tidak akan melihat jalan keluar dari program stimulus besar-besaran sampai permintaan konsumen meningkat.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung beragam terjadi di tengah menguatnya bursa saham AS, Wall Street pada perdagangan Kamis kemarin, meski investor masih menimbang rencana bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang berpotensi masih akan menaikan suku bunga secara agresif.

Equity World | Bursa Saham Asia Melemah Tertular Wall Street

Equity World | Bursa Saham Asia Melemah Tertular Wall Street

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik dibuka lebih rendah pada Kamis (18/8/2022), setelah reli wall streetterbaru mendingin semalam dan risalah Juli dari Komite Pasar Terbuka Federal AS menunjukkan sedikit bukti tekanan inflasi mereda pada saat pertemuan.

Equity World | Indeks Utama Wall Street Melemah, The Fed Berpotensi Mengerek Bunga Lagi

Indeks S&P/ASX 200 di Australia turun 0,58 persen. Indeks Nikkei 225 Jepang, indeks Topix dan Kospi Korea Selatan turun sekitar 1 persen pada awal perdagangan.

Kerugian dirasakan di seluruh industri mulai dari ritel hingga pertambangan. Produsen batubara Australia Whitehaven Coal, bagaimanapun, terus menonjol, membukukan kenaikan 3,5 persen di awal perdagangan.

Perusahaan diuntungkan dari lonjakan harga batu bara yang telah meningkat sejak tahun lalu seiring dengan dibukanya ekonomi global untuk bisnis. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,17 persen.

Setelah menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Rabu, 17 Agustus 2022, Gubernur Reserve Bank of New Zealand Adrian Orr mengatakan pada Kamis, dia yakin inflasi akan turun.

“Kami tidak mengatakan kami keluar dari hutan, kami masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi kami punya waktu di pihak kami,” katanya kepada “Squawk Box Asia” CNBC, ditulis Kamis (18/8/2022).

Setelah pasar ditutup Rabu, Tencent mencatat penurunan penjualan kuartalan pertamanya. Perusahaan mengatakan pendapatannya dirugikan oleh kurangnya persetujuan game dan peraturan yang membatasi waktu bermain, lockdown pandemi dan ekonomi lemah yang merusak penjualan iklan. Australia akan merilis angka penganggurannya.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Rabu, 17 Agustus 2022. Reli yang telah mendorong harga lebih tinggi sejak Juni tampak kehilangan tenaga.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menilai data ritel terbaru dan risalah dari the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 171,69 poin atau 0,5 persen ke posisi 33.980,32. Indeks S&P 500 susut 0,72 persen menjadi 4.274,04. Indeks Nasdaq tergelincir 1,25 persen menjadi 12.938,12.

Indeks Dow Jones menghentikan kenaikan beruntun dalam lima hari tetapi menyelesaikan sesi mingguan yang sedikit positif hingga kini. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing tergelincir 0,14 dan 0,84 persen sejak awal pekan.

Saham bergejolak karena pelaku pasar menilai risalah pertemuan the Fed terbaru menunjukkan bank sentral akan melanjutkan kenaikan agresif hingga dapat meredam inflasi.

Pada saat yang sama, the Fed juga mengindikasikan dapat segera memperlambat kecepatan pengetatannya, sementara juga mengakui keadaan ekonomi dan risiko penurunan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

“Peserta menilai ketika sikap kebijakan moneter semakin diperketat, kemungkinan akan menjadi tepat di beberapa titik untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga sambil menilai efek penyesuaian kebijakan kumulatif pada kegiatan ekonomi dan inflasi,” kata risalah tersebut dilansir dari CNBC, Kamis (18/8/2022).

Sementara itu, pelaku pasar juga terus menyisir laba korporasi dari sektor ritel. Saham Target tergelincir 2,6 persen setelah membukukan laba jauh dari harapan karena bergulat dengan kelebihan persediaan. Lowe mengakhiri sedikit lebih tinggi meskipun kuartal beragam.

Data penjualan ritel yang dirilis Rabu mendatar pada Juli, meskipun konsumen memang meningkatkan belanja online.

“Tidak mengherankan melihat pasar mengambil nafas dari reli musim panas yang sedang berlangsung,” ujar Direktur Pelaksana E-Trade Financial, Chris Larkin.

Ia menambahkan, pasar mencari tanda-tanda perlambatan kenaikan suku bunga yang tampaknya telah memicu kenaikan baru-baru ini akan datang. “Investor harus tetap gesit dan terus mengharapkan volatilitas karena kita mungkin belum keluar dari masalah,” kata dia.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi juga naik dengan obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik 7 basis poin (bps) menjadi 2,9 persen karena kekhawatiran resesi dan ketidakpastian mengenai jalur kenaikan suku bunga the Fed terus berlanjut. Langkah ini menyeret saham-saham pertumbuhan seperti teknologi.

Sementara itu, dari risalah pertemuan the Fed pada Juli 2022 menunjukkan bank sentral berencana melanjutkan kenaikan suku bunga untuk menurunkan inflasi. “Dengan inflasi yang tetap jauh di atas tujuan komite, para peserta menilai perpindahan ke sikap kebijakan yang membatasi diperlukan untuk memenuhi mandat legislatif komite untuk mempromosikan lapangan kerja maksimal dan stabilitas harga,” demikian mengutip risalah.

The Fed menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin pada dua pertemuan terakhirnya. Namun, bank sentral mengisyaratkan hal itu dapat memperlambat laju dalam beberapa bulan mendatang karena pergerakan besar secara histoir berlaku penuh.

“Peserta menilai ketika sikap kebijakan moneter semakin diperketat, kemungkinan akan menjadi tepat di beberapa titik untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga sambil menilai efek penyesuaian kebijakan kumulatif pada kegiatan ekonomi dan inflasi,” tulis risalah tersebut.

Beberapa peserta rapat juga mengindikasikan the Fed harus mempertahankan suku bunga pada tingkat yang membatasi bahkan setelah memperlambat kenaikan. Risalah juga menunjukkan the Fed khawatir tentang inflasi dan lingkungan ekonomi yang memburuk.

“Ketidakpastian tentang inflasi jangka menengah tetap tinggi, dan keseimbangan inflasi tetap condong ke atas, dengan beberapa peserta menyoroti kemungkinan guncangan pasokan lebih lanjut yang timbul dari pasar komoditas,” demikian mengutip risalah.

Anggota the Fed melihat risiko terhadap prospek pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil terutama pada sisi negatifnya.

Equity World | Indeks Utama Wall Street Melemah, The Fed Berpotensi Mengerek Bunga Lagi

Equity World | Indeks Utama Wall Street Melemah, The Fed Berpotensi Mengerek Bunga Lagi

Equity World | Wall Street melemah pada hari Rabu. Indeks saham bergejolak setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve pada bulan Juli menyarankan pembuat kebijakan kurang agresif daripada yang diperkirakan sebelumnya ketika mereka menaikkan suku bunga pada bulan September.

Equity World | Analis: Harga Emas ke Depan Tergantung Risalah The Fed

Indeks utama secara tajam memangkas penurunan mereka setelah rilis risalah. Dow Jones sempat menguat sebelum kembali melemah.

Rabu (17/8), Dow Jones Industrial Average turun 171,69 poin atau 0,5% menjadi 33.980,32. Indeks S&P 500 melemah 31,16 poin atau 0,72% menjadi 4.274,04. Nasdaq Composite turun 164,43 poin atau 1,25% menjadi 12.938,12.

Risalah Fed juga menunjukkan pembuat kebijakan berkomitmen untuk menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi. The Fed telah menaikkan suku bunga acuan overnight sebesar total 225 poin tahun ini ke kisaran target 2,25% hingga 2,50%. Setelah rilis risalah, para trader berjangka yang terkait dengan suku bunga kebijakan Fed melihat kenaikan suku bunga setengah poin lebih mungkin terjadi pada bulan September.

“Mereka tetap hawkish, tetapi mereka juga membuka kemungkinan untuk kenaikan setengah poin persentase pada September dibandingkan dengan 75,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York kepada Reuters.

Laporan keuangan Target yang lemah turut membebani pasar saham. Harga saham Target berakhir turun 2,7% setelah pengecer ini melaporkan penurunan 90% pendapatan kuartalan dan meleset dari perkiraan penjualan yang sebanding. Indeks ritel S&P 500 turun 1,2%.

Berita itu mengikuti hasil dan pandangan optimistis dari Walmart dan Home Depot sehari sebelumnya. Saham pertumbuhan megacap termasuk Amazon.com. Amazon.com berakhir turun 1,9%.

Setelah paruh pertama tahun yang brutal, pasar saham naik sejak awal Juli. Pendapatan perusahaan yang optimis telah membantu memicu rebound. Sementara investor juga optimistis akhir-akhir ini bahwa The Fed dapat mencapai soft landing bagi perekonomian.

Data menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga tidak berubah pada Juli karena penurunan harga bensin membebani penerimaan di stasiun layanan. Tetapi belanja konsumen tampaknya meningkat pada awal kuartal ketiga.

Equity World | Harga Emas Berjangka Anjlok Nyaris 1%

Equity World | Harga Emas Berjangka Anjlok Nyaris 1%

Equity World | Harga emas berjangka anjlok pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas berbalik melemah dari keuntungan akhir pekan lalu, karena dolar AS yang lebih kuat.

Equity World | Mayoritas Bursa Asia Hijau, Semoga IHSG Bisa Ikut

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD17,4 atau 0,96%, menjadi ditutup pada USD1.798,10 per ounce, demikian dilansir dari Antara, Selasa (16/8/2022).

Meskipun sentimen pasar hawkish, dolar AS melonjak pada Senin (15/8) ke level tertinggi satu minggu, memberikan tekanan baru pada emas.

“Ini hanya bisa menjadi langkah teknis, dengan dolar melihat beberapa dukungan setelah mundur lebih dari 4,0% dari (level) tertinggi,” kata Analis di platform perdagangan daring OANDA Craig Erlam, mengacu pada hubungan dolar-emas.

“Demikian pula, ini merupakan rebound kuat dalam emas dan 1.800 dolar AS tampak seperti penghalang yang semakin signifikan,” tambahnya.

Emas bisa tetap berada di bawah USD1.800 sampai rilis risalah rapat Federal Reserve Juli pada Rabu (17/8).

Risalah Fed semakin penting setelah ledakan laporan pekerjaan AS untuk Juli meredakan kekhawatiran atas prospek resesi.

Sementara itu, data ekonomi yang dirilis Senin (15/8) mendukung emas, membatasi penurunannya lebih lanjut. Indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian, anjlok 42,4 poin menjadi negatif 31,3 pada Agustus. Ini adalah salah satu level terendah dalam sejarah survei.

Indeks kepercayaan bulanan National Association of Home Builders turun enam poin menjadi 49 pada Agustus. Pembacaan Agustus 49 adalah pertama kalinya sejak Mei 2020 indeks jatuh di bawah titik impas 50.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 42,6 sen atau 2,06%, menjadi ditutup pada USD20,272 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD25,8 atau 2,69%, menjadi ditutup pada USD933,60 per ounce.

Equity World | Wall Street Diperkirakan Bull di Pekan Rilis Pendapatan Ritel

Equity World | Wall Street Diperkirakan Bull di Pekan Rilis Pendapatan Ritel

Equity World | Pekan ini Wall Street diperkirakan pada tren bull sebagai kenaikan tambahan untuk reli ekuitas selama hampir dua bulan sejak posisi terendah Juni 2022.

Equity World | Yang Lain Capek, IHSG Gak Pake Istirahat! Hijau Lagi Nih

“Sementara bull mungkin mencatat minggu ini … (pasar) bearish terus menegaskan posisinya pada risiko terhadap pendapatan dan margin akhir tahun, yang dapat merusak pesta bagi mereka yang merayakan terlalu dini,” kata Morgan Stanley dalam catatan Senin (15/8).

Pekan lalu S&P 500 naik 3,25% untuk mencatat minggu positif keempat berturut-turut dan kenaikan beruntun terpanjang sejak 2021. Nasdaq Composite mengakhiri minggu lalu 3,08% lebih tinggi, juga untuk minggu keempat berturut-turut. Dow menambahkan 2,9%.

Keuntungan datang setelah data ekonomi menunjukkan tekanan inflasi bisa sedikit mereda. Indeks harga konsumen (CPI) mendatar dari Juni hingga Juli 2022 di Amerika Serikat (AS). Indeks harga produsen (PPI) menunjukkan penurunan yang mengejutkan dan harga impor turun lebih dari yang diharapkan.

Itu membantu mengendurkan investor yang ingin sekali menyebut posisi terendah pertengahan Juni 2022 sebagai bagian bawah siklus. Sama seperti banyak investor yang dengan cepat menyebut bahwa data dari satu bulan tidak selalu menjadikannya tren yang andal.

Investor menantikan minggu pendapatan dari perusahaan ritel besar termasuk Home Depot, Walmart, dan Target, sekaligus mendengarkan petunjuk tentang bagaimana bisnis mereka telah dipengaruhi oleh inflasi dan tantangan makro lainnya di kuartal terbaru.

Data penjualan ritel juga dijadwalkan akan dirilis pekan ini.

Musim Laporan Keuangan Segera Berakhir

Lebih dari 90% perusahaan di S&P 500 kini telah melaporkan pendapatan. Sekitar 78% dari nama-nama tersebut telah membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan, menurut Refinitiv. Hasil tersebut membuat pendapatan S&P 500 secara keseluruhan tumbuh sebesar 9,7% dari periode tahun sebelumnya.

Saat investor menunggu hasil keuangan kuartalan dari raksasa ritel, Wall Street memperkirakan sejumlah pendapatan meleset dari perkiraan. Sebagian juga menurunkan prospek tahunan karena perusahaan terus bergulat dengan hambatan makro seperti inflasi tinggi, ketidakpastian ekonomi global, dan masalah rantai pasokan.

S&P 500 Menguji Posisi Bearish

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, S&P 500 ditutup di atas level 4.231, retracement 50% dari puncaknya. Analis teknis BTIG Jonathan Krinsky mengatakan penutupan di atas level itu berarti ini adalah pasar bull baru dan bukan hanya pemantulan pasar bearish.

S&P 500 naik 9% pada Juli 2022 dan pada penutupan Jumat naik 3,6% untuk bulan tersebut.

Ekuitas berjangka AS sedikit lebih rendah pada Minggu (14/8) malam, setelah sejumlah data inflasi positif membantu memajukan semua indeks utama dan menjelang minggu pendapatan besar untuk peritel.

Futures terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 55 poin, atau 0,2%. S&P 500 berjangka dan Nasdaq 100 berjangka juga turun 0,2%.

Equity World | Bursa Eropa Mixed Dipicu Inflasi dan Pendapatan Perusahaan

Equity World | Bursa Eropa Mixed Dipicu Inflasi dan Pendapatan Perusahaan

Equity World | Bursa Eropa pada Kamis (11/8/2022) ditutup bervariasi (mixed) karena investor menilai ekspektasi kebijakan moneter setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) lebih rendah dari perkiraan. Investor juga memantau sejumlah pendapatan perusahaan.

Equity World | Ampun… Harga Emas Turun 3 Hari Beruntun

Pan-European Stoxx 600 di bursa Eropa berada di atas garis datar. Sektor minyak dan gas naik 2%, sementara saham perawatan kesehatan turun 1%.

Indeks blue chip menguat 1% pada Rabu (10/8//2022) didukung data harga konsumen AS naik 8,5% pada Juli (yoy), melambat dari bulan sebelumnya karena penurunan harga minyak. Ekonom memperkirakan kenaikan inflasi tahunan 8,7%. Redanya inflasi menginformasikan pengetatan moneter Federal Reserve AS The Fed menjelang pertemuan September.

Kepala ekonom internasional di Rowe Price, Nikolaj Schmidt, mengatakan data inflasi mengurangi kemungkinan resesi ekonomi karena memberi napas The Fed terkait kenaikan suku bunga agresif.

“Ekonomi global melambat dengan cepat. Perlambatan ini akan menurunkan harga komoditas serta ekspektasi inflasi. The Fed akan terus memperketat kebijakan moneter sampai pasar tenaga kerja membaik,” kata dia.

Sementara bursa saham Asia Pasifik menguat menyusul reli di bursa Eropa dan Wall Street. Indeks Hang Seng yang dihuni saham teknologi di Hong Kong memimpin kenaikan karena sektor teknologi diuntungkan prospek kenaikan suku bunga yang kurang agresif.

Adapun sejumlah perusahaan di bursa Eropa merilis kinerja pendapatan perusahaan seperti Siemens, Thyssenkrupp, Bilfinger, Novozymes, Rabobank, Asuransi Zurich, M&G, Deutsche Telekom dan Aegon.

Saham Aegon naik lebih 9% memimpin Stoxx 600 setelah perusahaan asuransi Belanda itu menaikkan panduan setahun penuhnya.

Perusahaan farmasi Denmark ALK-Abello melonjak 8% setelah pendapatan kuartal kedua mengalahkan ekspektasi.

Di bagian bawah indeks, perusahaan IT Inggris Netcompany turun hampir 16% karena buruknya hasil kuartalan.

Equity World | Wall Street Melompat, S&P 500 ke Level Tertinggi 3 Bulan Setelah Rilis Data Inflasi

Equity World | Wall Street Melompat, S&P 500 ke Level Tertinggi 3 Bulan Setelah Rilis Data Inflasi

Equity World | Wall Street naik tajam pada perdagangan Rabu (10/8). Menyusul rilis data inflasi utama yang menunjukkan perlambatan yang lebih baik dari perkiraan untuk kenaikan harga.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik Menyusul Reli Wall Street

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average melonjak 535,10 poin atau 1,63% menjadi ditutup pada 33.309,51. S&P 500 naik 2,13% menjadi 4.210,24, level tertinggi sejak awal Mei. Sementara, Nasdaq Composite naik 2,89% menjadi 12.854,80 untuk penutupan terbaik sejak akhir April.

Indeks harga konsumen utama untuk Juli naik 8,5% dari tahun ke tahun, dan datar dibandingkan dengan Juni. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones mengharapkan kenaikan masing-masing sebesar 8,7% dan 0,2%.

Inflasi inti, yang menghapus harga makanan dan energi yang bergejolak, juga mengalami peningkatan yang lebih kecil dari perkiraan.

Federal Reserve akan mempertimbangkan laporan tersebut, bersama dengan data ekonomi penting lainnya, menjelang pertemuan September di mana ia dijadwalkan untuk menaikkan suku bunga lagi.

“Perlambatan dalam Indeks Harga Konsumen untuk Juli kemungkinan merupakan bantuan besar bagi Federal Reserve, terutama karena The Fed bersikeras bahwa inflasi bersifat sementara, yang tidak benar. … Jika kita terus melihat angka inflasi yang menurun, Federal Reserve mungkin mulai memperlambat laju pengetatan moneter,” kata Nancy Davis, pendiri Quadratic Capital Management.

Saham utama teknologi melampaui pasar yang lebih luas pada hari Rabu, dengan induk Facebook Meta naik 5,8% dan Netflix naik lebih dari 6%. Salesforce adalah salah satu yang berkinerja terbaik di Dow, naik 3,5%.

Design a site like this with WordPress.com
Get started