Equity World | Wall Street Ditutup Menguat, Indeks Nasdaq Naik 2,14%

Equity World | Wall Street Ditutup Menguat, Indeks Nasdaq Naik 2,14%

Equity World | Wall Street ditutup menguat pada perdagangan 7 September 2022. Bursa saham AS menguat karena investor mengabaikan pernyataan hawkish yang dibuat oleh pejabat Federal Reserve.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Dibuka Lebih Tinggi Setelah Rebound Wall Street

Mengutip Reuters, Kamis (8/9/2022), indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 435,98 poin atau 1,4% menjadi 31.581,28, indeks S&P 500 (SPX) naik 71,68 poin atau 1,83% menjadi 3.979,87 dan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 246,99 poin atau 2,14% menjadi 11.791,90.

Bursa saham AS diserang aksi jual tajam sejak pertengahan Agustus setelah komentar hawkish dari Ketua Fed Jerome Powell diperparah oleh tanda-tanda perlambatan ekonomi di Eropa dan China dan langkah agresif oleh bank sentral utama untuk menjinakkan inflasi.

Kekuatan sinyal data dalam ekonomi AS telah mendorong para pedagang untuk bertaruh pada kenaikan suku bunga 75 basis poin oleh The Fed akhir bulan ini. Fed fund futures menyiratkan investor menilai peluang lebih dari 76% dari langkah semacam itu.

Imbal hasil Treasury 10-tahun tergelincir dari tertinggi tiga bulan yang dicapai di awal sesi, mendorong saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga seperti Tesla Inc (TSLA.O), Microsoft Corp (MSFT.O) dan Amazon.com Inc (AMZN. HAI).

Perusahaan dengan pertumbuhan tinggi seperti di sektor teknologi cenderung diuntungkan ketika hasil turun karena itu berarti tingkat diskonto yang lebih rendah atas keuntungan masa depan mereka ketika investor menghitung valuasi.

Kinerja saham juga mengabaikan komentar hawkish Federal Reserve sebelumnya pada hari Rabu. Presiden Federal Reserve Bank Cleveland Loretta Mester mengatakan tingginya biaya akomodasi sewa AS belum sepenuhnya disaring melalui langkah-langkah inflasi, menunjukkan inflasi masih dapat meningkat lebih lanjut.

Sementara itu, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan bank sentral AS harus menaikkan suku bunga ke tingkat yang menahan kegiatan ekonomi dan mempertahankannya di sana sampai pembuat kebijakan “yakin” bahwa inflasi mereda, sementara Wakil Ketua Federal Reserve Lael Brainard menambahkan kebijakan moneter akan perlu membatasi “untuk beberapa waktu.”

Fokus utama adalah pada pidato Powell pada hari Kamis dan data harga konsumen AS minggu depan untuk petunjuk tentang jalur kebijakan moneter.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P diperdagangkan lebih tinggi, dipimpin oleh lonjakan utilitas (.SPLRCU), mencerminkan posisi defensif oleh investor karena ketidakpastian ekonomi.

Equity World | Bursa Asia Pasifik Beragam Pagi Ini Jelang Keputusan Suku Bunga Bank Sentra Australia

Equity World | Bursa Asia Pasifik Beragam Pagi Ini Jelang Keputusan Suku Bunga Bank Sentra Australia

Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada pembukaan pada hari Selasa (6/9), menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia.

Equity World | Lanjutkan Penguatan Kemarin, IHSG Uji Level Resisten 7.300

Indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,17% dan indeks Topix kehilangan 0,3%. Kospi di Korea Selatan naik 0,14% dan Kosdaq naik 0,43%.

Di Australia, S&P/ASX 200 sedikit berubah. Dalam jejak pendapat Reuters, Reserve Bank of Australia diperkirakan akan menaikkan suku bunga setengah poin menjadi 2,35%. Dolar Australia sedikit lebih kuat ke level $0,6809 pada perdagangan pagi.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,11%.

Pada hari Senin, People’s Bank of China mengumumkan akan memotong rasio persyaratan cadangan devisa atau jumlah cadangan devisa yang harus dimiliki lembaga keuangan. Langkah ini untuk meningkatkan kemampuan lembaga keuangan menggunakan dana valuta asing.

Mulai 15 September, Reserve Requirement Ration (RRR) atau suku bunga akan menjadi 6%, turun dari 8%.

“Pemotongan ini akan membantu meningkatkan likuiditas FX dan dengan demikian menurunkan tekanan depresiasi untuk CNY. Sementara dampak sebenarnya pada likuiditas FX kecil … pemotongan ini berfungsi sebagai sinyal kebijakan yang kuat bahwa PBOC tidak nyaman dengan depresiasi mata uang yang cepat,” tulis analis di Goldman Sachs Economics Research dalam sebuah catatan Senin malam.

Di tempat lain, pasar Amerika Serikat (AS) ditutup semalam untuk liburan.

Di pasar minyak, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya, sementara minyak mentah Brent sedikit menurun.

Harga minyak WTI naik 2,16% menjadi US$88,75 per barel, setelah naik lebih dari 2% di sesi sebelumnya menyusul berita bahwa OPEC dan sekutunya menyetujui pengurangan produksi kecil.

Harga minyak mentah Brent tergelincir 0,66% menjadi US$95,11 per barel setelah naik hampir 3% pada hari Senin.

Equity World | Perdagangan Pasar Asia Pasifik Mixed Sebelum Data Tiongkok

Equity World | Perdagangan Pasar Asia Pasifik Mixed Sebelum Data Tiongkok

Equity World | Saham di Asia Pasifik diperdagangkan mixed di awal Senin (5/9) karena investor menunggu hasil survei swasta tentang aktivitas sektor jasa di Tiongkok.

Nikkei 225 Jepang turun 0,2%, dan indeks Topix kehilangan 0,3%.

Equity World | Duh, IHSG Dibuka Melemah 7,42 Poin di Awal Pekan

S&P/ ASX 200 di Australia naik 0,25%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,35% dan Kosdaq turun 0,3%

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang sedikit lebih rendah.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa Caixin Tiongkok akan dirilis pada Senin. Data Juli 2022 berada di level 55,5, mewakili pertumbuhan aktivitas. PMI non manufaktur resmi untuk Agustus 2022 adalah 52,6.

Pada Jumat (2/9) di Amerika Serikat (AS), nonfarm payrolls untuk Agustus 2022 naik ke level 315.000, sedikit di bawah perkiraan Dow Jones. Pengangguran beringsut lebih tinggi.

“Pasar aset awalnya pulih karena kenaikan tingkat pengangguran AS didorong tingkat partisipasi yang lebih tinggi, dipandang sebagai tanda potensial dari berkurangnya tekanan inflasi di pasar tenaga kerja AS,” kata ANZ Research dalam catatan Senin.

Namun suasana hati yang membaik tidak berlangsung lama, karena muncul berita bahwa Gazprom Rusia tidak berencana memulai kembali aliran gas melalui Nord Stream 1, kata catatan itu.

Negara-negara Kelompok G7 pada Jumat mengumumkan bahwa mereka mencapai kesepakatan untuk membatasi harga minyak Rusia.

“Kurangnya reaksi harga minyak global menunjukkan tingkat skeptisisme tentang dampaknya,” tulis ANZ Research.

Bisnis Australia Terus Melambat

Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa Global Australia yang disesuaikan secara musiman berada di 50,2 pada Agustus 2022, lebih rendah dari 50,9 di bulan sebelumnya. Angka-angka ini menandai tingkat pertumbuhan paling lambat dalam tujuh bulan.

Laporan S&P Global mencatat permintaan keseluruhan hanya tumbuh sedikit pada Agustus 2022.

“Ekspansi yang lamban pada Agustus dalam aktivitas bisnis adalah tanda bahwa tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga baru-baru ini membebani penjualan,” jelas Laura Denman, ekonom S&P Global Market Intelligence, dalam siaran pers.

Meskipun tekanan inflasi mereda dari rekor tertinggi yang terlihat awal tahun ini, kepercayaan bisnis secara keseluruhan telah mencapai level terendah sejak April 2020, kata laporan itu.

Dengan valuasi saham dan obligasi jatuh secara bersamaan, investor harus mencari untuk keluar dari pasar yang terdistorsi, menurut kepala penasihat ekonomi Allianz Mohamed El-Erian.

“Ada saat ketika semua harga aset naik, saham dan obligasi, dan kita lupa tentang korelasinya. Mengapa peduli dengan korelasi ketika Anda dibayar untuk memegang aset berisiko dan aset mitigasi risiko? Ini dunia yang indah,” katanya kepada Steve Sedgwick dari CNBC, Jumat.

“Tapi babak pertama mengajari kami, dan apa yang kami pelajari lagi sejak pertengahan Agustus, (adalah) bahwa mereka berdua bisa turun pada saat yang sama,” lanjut Sedgwick.

Equity World | Wall Street Menguat Dipicu Peningkatan Saham Kesehatan dan Utilitas

Equity World | Wall Street Menguat Dipicu Peningkatan Saham Kesehatan dan Utilitas

Equity World | Wall Street menguat pada Kamis (1/9/2022) dipicu peningkatan saham sektor kesehatan dan utilitas.

Equity World | Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (2/9), Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 145,99 poin, atau sekitar 0,46 persen, menjadi 31.656,42. Indeks S&P 500 meningkat 11,85 poin, atau sekitar 0,30 persen, menjadi 3.966,85. Indeks komposit NASDAQ melemah 31,08 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 11.785,13.

Indeks sektor kesehatan dan utilitas S&P 500 masing-masing melonjak 1,65 persen dan 1,42 persen.

Di sisi lain, indeks sektor teknologi turun 0,48 persen setelah saham Nvidia dan Advanced Micro Devices masing-masing terjun 7,67 persen dan 2,99 persen dipicu pelarangan ekspor mikrochip tertentu ke Tiongkok. Indeks Philadelphia Semiconductor melemah 0,48 persen.

Ketiga indeks utama Wall Street sempat melemah di awal perdagangan setelah data pekerjaan terbaru menunjukkan klaim tunjangan pengangguran mengalami penurunan ke level terendah dalam dua bulan terakhir pekan lalu. Penurunan jumlah klaim tunjangan pengangguran mendukung peningkatan suku bunga Federal Reserve secara agresif pada pertemuan September.

Perhatian para investor selanjutnya tertuju kepada data non-farm payroll. Para analis memperkirakan angka non-farm payroll akan mengalami peningkatan di kisaran 300.000 sampai 375.000.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Oktober 2022 turun 0,5 persen menjadi US$1.717,50 per ons. Indeks dolar AS naik 0,86 persen menjadi 109,63.

Bursa saham Eropa melemah pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,8 persen, setelah aktivitas manufaktur zona euro berkontraksi untuk bulan kedua beruntun pada Agustus.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 135,65 poin, atau sekitar 1,86 persen, menjadi 7.148,50. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melorot 204,73 poin, atau sekitar 1,60 persen, menjadi 12.630,23.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 80,10 poin, atau sekitar 1,02 persen, menjadi 7.806. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 90,79 poin, atau sekitar 1,48 persen, menjadi 6.034,31.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,7 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,1534 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,4 persen menjadi 1,1602 euro per pound.

Equity World | Saham Global Turun Setelah Rilis Data Pekerjaan AS yang Kuat

Equity World | Saham Global Turun Setelah Rilis Data Pekerjaan AS yang Kuat

Equity World | Pasar saham global ditutup turun pada perdagangan Rabu (31/8), setelah rilis data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat memicu ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, aktivitas manufaktur Tiongkok melemah.

Equity World | Wall Street Masih pada Tren Turun Sejak Awal Pekan

Bursa London dan Frankfurt dibuka lebih rendah. Shanghai, Tokyo, dan Hong Kong menurun. Harga minyak turun lebih dari US$ 1 per barel.

Data pemerintah AS menunjukkan ada dua pekerjaan untuk setiap orang yang menganggur pada Juli 2022. Angka ini memberikan amunisi kepada pejabat Federal Reserve (Fed) yang berpendapat bahwa ekonomi dapat mentolerir lebih banyak kenaikan suku bunga, untuk menjinakkan inflasi yang berada pada level tertinggi selama beberapa dekade.

Beberapa investor berharap The Fed akan mundur karena tanda-tanda aktivitas ekonomi sedang mendingin.

“(Data pekerjaan) mendukung argumen agar The Fed tetap pada sikap agresif,” jelas ekonom Edward Moya dari Oanda dalam sebuah laporan, Rabu.

Pada awal perdagangan, FTSE 100 di London turun 0,6% menjadi 7.319,62 dan DAX di Frankfurt turun 0,4% menjadi 12.913,41. CAC 40 di Paris turun 0,5% menjadi 6.178,78.

Di Wall Street, bursa berjangka untuk indeks acuan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average naik 0,2%.

Pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), indeks S&P 500 turun 1,1%, membawa penurunannya selama lima hari terakhir menjadi 5,5%. Dow turun 1% dan komposit Nasdaq kehilangan 1,1%.

Di Asia, Shanghai Composite Index turun 0,8% menjadi 3.202,14 setelah indeks manufaktur menunjukkan aktivitas kembali kontraksi pada Agustus 2022. Hang Seng berakhir naik kurang dari 0,1% pada 19.954,39 setelah menghabiskan sebagian besar hari di wilayah negatif.

Nikkei 225 di Tokyo turun 0,4% menjadi 28.091,53 setelah produksi industri Juli 2022 naik secara tak terduga, menguat 1% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kospi di Korea Selatan naik 0,9% menjadi 2.472,05 setelah output pabrik Juli 2022 turun 1,3% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

S&P/ ASX 200 Sydney turun 0,2% menjadi 6.986,80. Selandia Baru maju, sementara Singapura dan Indonesia menurun. Pasar India ditutup untuk hari libur.

Khawatirkan Suku Bunga

Investor khawatir kenaikan suku bunga oleh Fed dan bank sentral di Eropa serta di Asia untuk mendinginkan inflasi dapat menggagalkan pertumbuhan ekonomi global.

Gubernur Fed Jerome Powell pada 26 Agustus 2022 mengindikasikan akan tetap akan menaikkan suku bunga.

The Fed telah menaikkan suku bunga empat kali tahun ini. Dua di antaranya dengan 0,75 poin persentase atau 75 basis poin (bps), tiga kali lipat dari margin biasanya.

Trader tampaknya sudah memperkirakan kenaikan 0,75 poin persentase tambahan pada September 2022, setengah poin pada November 2022, dan 0,25 poin pada Desember 2022, menurut Moya.

“Jika pasar tenaga kerja tidak pecah dan konsumen tetap tangguh, Wall Street mungkin mulai memperkirakan kenaikan suku bunga untuk Februari dan Maret (2023),” tulisnya.

Pemerintah AS melaporkan ada 11,2 juta pekerjaan terbuka pada hari terakhir Juli 2022. Angka itu naik dari 11 juta pada bulan sebelumnya.

Di pasar energi, benchmark minyak mentah AS turun US$ 1,10 menjadi US$ 90,51 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak jatuh US$ 5,37 menjadi US$ 91,64 pada Selasa (30/8). Minyak mentah Brent, yang digunakan untuk menentukan harga perdagangan internasional, turun US$ 1,47 menjadi US$ 96,37 per barel di London.

Dolar naik tipis menjadi 138,74 yen dari 138,67 yen pada Selasa. Euro turun menjadi 99,96 sen dari US$ 1,0021.

Equity World | Meneropong Arah IHSG di Tengah Potensi Resesi AS

Equity World | Meneropong Arah IHSG di Tengah Potensi Resesi AS

Equity World | Resesi global memicu kaburnya modal asing atau terjadi capital outflow dari pasar Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bertahan di atas level 7.000.

Equity World | Wall Street Ditutup Anjlok, Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga Terus Membayangi

“IHSG, kalau nanti capital out lagi balik ke 7.100 atau 7.300 maksimum,” kata Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia Budi Frensidy dalam diskusi Journalist Class di Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Hingga 4 Juli 2022, Budi mencatat terjadi net capital outflow di pasar obligasi Indonesia sebesar Rp 86 triliun. Sementara itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan pada Juli di mana pasar saham juga mencatatkan net capital outflow sebesar Rp 2,25 triliun.

“Jadi Juli kita masih terjadi capital outflow minus Rp 2,25 triliun. Tapi Agustus ini most slightly akan positif, terjadi capital inflow sehingga di Agustus indeks kita akan naik sepanjang bulan ini,” imbuh dia.

Budy menjabarkan, ada pemikiran yang beredar Amerika Serikat (AS) perlu resesi untuk menekan inflasi. Asumsinya, jika resesi terjadi lebih cepat, inflasi juga diharapkan dapat segera susut seperti pada 2020 lalu.

Pada perdagangan Selasa, 30 Agustus 2022,IHSG ditutup naik 0,38 persen ke posisi 7.159,47. Indeks LQ45 bertambah 0,54 persen ke posisi 1.021,74. Sebagian besar indeks acuan menghijau. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.223,12 dan terendah 7.140,15.

Sebelumnya, Direktur Utama Mandiri Investasi, Aliyahdin Saugi atau Adi menjelaskan dalam menyikapi dan melakukan strategi di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif dalam mengelola aset kelolaan Mandiri Investasi tidak bersikap reaktif.

Akan tetapi, sudah mengantisipasi kondisi pasar seperti yang terjadi sekarang dengan cara menyiapkan produk yang sesuai dengan kebutuhan investasi nasabah.

“Tentu dengan kondisi volatile tidak akan memengaruhi investor yang memiliki time horizon yang panjang, namun untuk investor dana jangka pendek dan menengah dapat melakukan aset alokasi ke pendapatan tetap atau pasar uang (money market),” kata Aliyahdin dalam keterangan resminya, Kamis (25/8/2022).

Adi menambahkan, sebagai negara emerging market serta kestabilan ekonomi dan fiskal yang kuat tentu Indonesia merupakan negara yang sangat menarik untuk menjadi tempat investasi para manajer investasi global.

“Hal ini juga terlihat dari rasio PE rata-rata saham di Indonesia yang masih jauh di bawah negara maju, yang artinya masih memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, tim riset Mandiri Investasi memperkirakan IHSG pada akhir 2022 berada di kisaran 7.800-8.100. Lalu, masih ada peluang kenaikan di kisaran ada 600-1.000 poin. Namun, tentu banyak faktor global yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG tersebut, baik domestik maupun secara global.

“Sebagai salah satu perusahaan pengelola aset investasi terbesar di Indonesia dengan total AUM sebesar Rp 43 triliun per Juni 2022, untuk mencapai target akhir tahun, strategi produk Mandiri Investasi adalah dengan menciptakan varian produk flagship yang meliputi seluruh asset class, yaitu pasar uang, pendapatan tetap, dan saham, yang termasuk di dalamnya indeks, serta juga tersedia dalam mata uang rupiah dan USD di seluruh asset class tersebut,” kata Adi.

Kemudian, jika varian-varian tersebut tersedia dan bisa diakses oleh investor, akan tercipta MMI Product Ecosystem, yang bisa mengakomodasi semua kebutuhan, dan profil risiko nasabah.

“Melalui strategi tersebut hingga semester I 2022 terdapat perbaikan kinerja Mandiri Investasi terutama di kelas aset saham offshore dan USD, yang dalam hal ini adalah produk Mandiri Global Syariah Equity Dollar (MGSED) dalam tiga bulan terakhir MGSED mampu mencetak kinerja 10-11 persen,” ujar dia.

Untuk mengantisipasi perkembangan gaya hidup digital di masyarakat Mandiri Investasi bekerjasama dengan hampir semua platform fintech yang ada di masyarakat. Mandiri Investasi juga telah memiliki platform penjualan produk reksa dana milik Mandiri Investasi sendiri yaitu Moinves.

“Melalui platform Moinves ini, nasabah dapat langsung berinvestasi. Bahkan produk terbaru Mandiri Investasi, yaitu reksa dana index FTSE ESG, dapat dibeli di Moinves. Promo-promo di Moinves juga banyak, misalnya promo gajian, dan promo autodebet dari rekening Bank Mandiri,” ujar Adi.

Sebelumnya, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di nomor satu di Asia. Analis menilai hal tersebut ditopang oleh sektor saham perbankan dan komoditas.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/8/2022), IHSG naik 9,32 persen year to date (ytd) ke posisi 7.194,71. Pada Rabu pekan ini, IHSG menguat 0,44 persen. IHSG pun berada di peringkat pertama di ASEAN dan Asia Pasifik.

Mayoritas sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham energi melonjak 63,21 persen secara year to date. Diikuti sektor saham industri dan sektor saham transportasi hingga logistik.

Investor asing membukukan aksi beli saham Rp 820,99 miliar. Sepanjang 2022, investor asing melakukan aksi beli saham bersih Rp 65,79 triliun.

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis mengatakan, kinerja IHSG saat menjadi nomor satu memang sangat baik. Hal ini karena faktor fundamental Indonesia yang masih kuat serta didorong dengan kenaikan suku bunga, yang mana hal tersebut diharapkan oleh pelaku pasar.

“Saham sektor perbankan dan sektor komoditas masih menjadi penopang kinerja IHSG,” kata Abdul kepada Liputan6.com, Rabu, 24 Agustus 2022.

Sedangkan, aliran modal asing masih dapat mencatatkan aksi beli hingga akhir tahun. Hal ini dikarenakan faktor fundamental Indonesia yang masih kuat.

“Walaupun begitu ketidakpastian global masih menjadi bayang-bayang pergerakan IHSG, seperti kenaikan suku bunga The Fed, serta melambatnya pertumbuhan beberapa ekonomi negara besar,” ujar dia.

Abdul menegaskan, investor perlu mewaspadai sektor-sektor yang sudah mengalami kenaikan cukup tinggi.

“Investor bisa mencermati sektor-sektor yang masih undervalue, seperti sektor konstruksi dan properti,” kata dia.

Equity World | Harga Emas Turun Tipis Imbas Hasil Obligasi yang Menguat

Equity World | Harga Emas Turun Tipis Imbas Hasil Obligasi yang Menguat

Equity World | Harga emas sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih kuat menyusul sinyal hawkish dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akhir pekan lalu, namun dolar AS yang lebih lemah membatasi penurunan logam kuning.

Equity World | Imbal Hasil Obligasi Naik, Wall Street Dilanda Aksi Jual

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun tipis 0,1 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi ditutup pada 1.749,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai terendah sesi di 1.731,40 dolar AS dan tertinggi sesi di 1.757,90 dolar AS.

Emas berjangka anjlok 21,60 dolar AS atau 1,22 persen menjadi 1.749,80 dolar AS pada Jumat (26/8/2022), setelah terangkat 9,90 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.771,40 dolar AS pada Kamis (25/8/2022), dan terkerek 30 sen atau 0,02 persen menjadi 1.761,50 dolar AS pada Rabu (24/8/2022).

Harga emas anjlok minggu lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell menolak gagasan kemiringan dovish oleh The Fed, dan memperingatkan bahwa konsumen dan bisnis AS harus bersaing dengan suku bunga lebih tinggi karena inflasi melonjak dan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara itu kemungkinan akan melambat sebagai akibatnya.

Komentar Powell mendorong reli dalam dolar, dengan greenback diperdagangkan di sekitar tertinggi 20 tahun pada Senin (29/8/2022) disertai dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Penguatan dolar, ditambah dengan prospek kenaikan suku bunga sangat merusak prospek emas untuk tahun ini.

Lebih dari 60 persen pedagang sekarang memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan September. Komentar dari beberapa pejabat Fed menunjukkan bahwa suku bunga AS dapat mengakhiri tahun secara signifikan di atas 3,0 persen dari tingkat saat ini 2,25 persen hingga 2,5 persen.

Fokus investor minggu ini beralih ke data pekerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat (2/9/2022), untuk petunjuk arah emas selanjutnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 15,5 sen atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 18,67 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun satu dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 854,30 dolar AS per ounce.

Equity World | IHSG Dibuka Anjlok 1,09% di Awal Pekan

Equity World | IHSG Dibuka Anjlok 1,09% di Awal Pekan

Equity World | Ditutup melemah sebesar 38 poin (0,54%) ke level 7.135, IHSG dibuka anjlok 77,85 poin (1,09%) ke level 7.057,39 pada perdagangan sesi I, Senin (29/8/2022). IHSG awal pekan bergerak memerah pada rentang 7.038-7.057.

Equity World | Wall Street Tumbang, Waspada Potensi Gejolak IHSG Awal Pekan

Tercatat sebanyak 443,23 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 202,86 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 17,47 kali transaksi. Sebanyak 29 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 199 saham terkoreksi, dan 129 saham stagnan.

Indeks-indeks Wall Street melemah lebih dari 3% pada perdagangan Jumat (26/8). Pelemahan ini dipicu oleh pidato Kepala the Fed, Jerome Powell bahwa untuk menstabilkan harga (menekan inflasi ke level target) diperlukan kebijakan moneter ketat untuk beberapa waktu kedepan. Pelonggaran yang prematur dikhawatirkan menghambat upaya meredam inflasi tersebut.

Saham di Asia-Pasifik diperdagangkan lebih rendah pada Senin (29/8/2022) menyusul pidato Ketua Fed Jerome Powell di Jackson Hole pada hari Jumat. Dia memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga akan menyebabkan ‘kesakitan’ pada ekonomi AS, dengan mengatakan suku bunga yang lebih tinggi kemungkinan akan bertahan ‘untuk beberapa waktu’.

Nikkei 225 di Jepang tergelincir 2,57% dan indeks Topix turun 2,09%. Kospi Korea Selatan turun 2,4% dan indeks Kosdaq turun 3,14%. Di Australia, S&P/ASX 200 turun 2%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9%, sementara yen Jepang diperdagangkan pada 138,27 per dolar.

Prediksi Analis

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG diperkirakan kembali fluktuatif di 7.080-7.200 pada perdagangan Senin (29/8/2022). IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang resistance 7.200, pivot 7.150, dan support 7.080. Perhatikan saham peluang buy on support, diantaranya BBNI dan BBRI.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, stochastic RSI bergerak landai di oversold area, mengindikasikan adanya potensi rebound. Di sisi lain, marubozu pattern di Jumat (26/8/2022) menunjukan tekanan jual masih cukup besar. “Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan kembali fluktuatif dalam rentang support 7.080 dan resistance 7.200,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, di Senin (29/8/2022).

Phintraco Sekuritas menambahkan, respon pelaku pasar terhadap pidato Kepala the Fed, Jerome Powell dalam Jackson Hole Economic Symposium di Jumat (26/8/2022) akan menjadi salah satu penentu arah IHSG di Senin (29/8/2022). Pidato tersebut akan menjadi petunjuk terhadap arah kebijakan the Fed, terutama di sisa 2022.

Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menambahkan, kepastian penyesuaian harga BBM subsidi diperkirakan belum akan disampaikan pada pekan ini. Pemerintah berupaya agar subsidi energi yang sebesar Rp 502.4 triliun tidak bertambah, meskipun akan ada tambahan kuota BBM subsidi.

Masih dari dalam negeri, lanjut Phintraco Sekuritas, BPS dijadwalkan merilis inflasi bulan Agustus 2022 yang diperkirakan melandai ke 4,86% year on year (yoy), dari 4,94% yoy di Juli 2022. Akan tetapi, inflasi inti diperkirakan naik ke 2,98% yoy di Agustus 2022, dari 2,86% yoy di Juli 2022. Data ini termasuk dalam pertimbangan utama Pemerintah dalam menetapkan kebijakan harga BBM subsidi tersebut.

“Saham-saham yang dapat diperhatikan di Senin (29/8/2022), meliputi peluang buy on support pada BBNI, BBRI, ASII, TLKM, AALI, MDKA, ADMR dan INCO,” tutup Phintraco Sekuritas.

Equity World | Bursa Saham Asia Mayoritas Menguat pada Kamis (25/8)

Equity World | Bursa Saham Asia Mayoritas Menguat pada Kamis (25/8)

Equity World | Indeks saham di Asia Kamis (25/8) mayoritas ditutup pada teritori positif seiring dengan melemahnya nilai tukar mata uang dolar AS.

Equity World | Wall Street Menguat Lagi, Pasar Tunggu Pidato Powell

Tim riset Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan, investor dengan cemas menunggu konferensi tahunan bank sentral AS, Federal Reserve, di Jackson Hole, Wyoming, untuk mencari petunjuk mengenai besaran kenaikan suku bunga acuan di bulan-bulan mendatang.

Sementara itu di Asia, bank sentral Korea atau Bank of Korea (BOK) menaikkan suku bunga acuan 7-Day Repurchase rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 2,5%. Gubernur BOK Rhee Chang-yong mempertegas pandangannya bahwa kenaikan suku bunga yang tajam tidak diperlukan lagi dalam memerangi inflasi.

Rhee mengatakan bahwa ke depan, BOK akan terus menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps untuk mengendalikan kenaikan harga-harga dan memberi dukungan pada nilai tukar mata uang Won serta menopang pertumbuhan ekonomi.

China memperkuat paket stimulus ekonominya dengan menambah 1 triliun Yuan (setara US$ 146 miliar) dalam bentuk belanja infrastruktur. Ini sebuah langkah yang menurut banyak pihak tidak akan cukup untuk mengimbangi kerusakan ekonomi akibat kebijakan lockdown Covid-19 dan kelesuan pasar properti.

Kemarin, Dewan Negara atau kabinet China merancang 19 poin paket kebijakan, termasuk dana sebesar 300 miliar Yuan yang oleh bank BUMN dapat investasikan di proyek-proyek infrastruktur di luar dari 300 miliar Yuan yang sudah diumumkan pada akhir bulan Juni.

Pemerintah Daerah akan diberi alokasi obligasi khusus senilai 500 miliar Yuan dari kuota sebelumnya yang tidak terpakai. Jumlah ini tergolong kecil mengingat estimasi kuota sebelumnya yang tidak terpakai mencapai 1,5 triliun Yuan.

Equity World | Bursa Saham Asia Jelang Pertemuan Jackson Hole

Equity World | Bursa Saham Asia Jelang Pertemuan Jackson Hole

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik diperdagangkan lebih tinggi pada Kamis, (25/8/2022) menjelang simposium Jackson Hole yang dimulai di Amerika Serikat (AS).

Equity World | Wall Street Dibuka Beragam, Pasar Masih Tunggu Sabda Powell

Di bursa saham China, indeks Shanghai menguat 0,3 persen. Sementara itu, indeks Shenzhen mendaki 0,42 persen. Bursa saham Hong Kong dibatalkan seiring pengumuman ada topan.

Di sisi lain, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,59 persen sementara Topix naik 0,39 persen. Indeks ASX menanjak 0,78 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,56 persen dan Kosdaq menguat 1,42 persen. Penguatan indeks saham ini terjadi usai Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 2,5 persen.

Saham di Amerika Serikat naik semalam, menghentikan penurunan tiga hari di indeks Dow dan S&P 500, karena investor menunggu kejelasan lebih lanjut tentang perjuangan Federal Reserve melawan inflasi.

Imbal hasil obligasi AS naik ke tertinggi beberapa minggu di tengah data ekonomi yang beragam. Dalam mata uang, USD naik setinggi 109,11 semalam sebelum jatuh kembali ke sekitar 108,6.

“Ekspektasi pesan hawkish dari Ketua FOMC Powell di Jackson Hole kemungkinan akan terus menekan USD menjelang pidatonya pada Jumat,” kata Ekonom Senior Commonwealth Bank of Australia dan Ahli Strategi Mata Uang Kristina Clifton dalam sebuah laporan, dikutip dari CNBC, Kamis (25/8/2022).

Hong Kong dijadwalkan untuk melaporkan data perdagangan Juli nanti sore, sementara Jepang diperkirakan akan merilis Indeks Harga Produsen (PPI) terbaru untuk Juli.

Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan negara sebesar 25 basis poin menjadi 2,50 persen. Langkah itu sejalan dengan survei oleh Reuters, di mana semua kecuali satu dari 36 ekonom memperkirakan kenaikan tersebut. Satu mengharapkan kenaikan 50 basis poin.

Hal tersebut mengikuti kenaikan 50 basis poin Juli, peningkatan terbesar sejak bank mengadopsi sistem kebijakan mata uang pada tahun 1999, bahkan ketika mengharapkan pertumbuhan produk domestik bruto di bawah perkiraan Mei sebesar 2,7 persen.

Gubernur bank sentral Rhee Chang-yong diperkirakan akan mengadakan konferensi pers yang menguraikan keputusan hari ini pada pagi hari. Risiko resesi meningkat, menurut analis Canaccord Genuity yang dipimpin oleh Tony Dwyer.

“Indikator kami menunjukkan bahwa resesi semakin mungkin terjadi saat kami memasuki tahun depan, terutama jika The Fed terus menaikkan suku bunga,” menurut catatan penelitian pada 22 Agustus 2022.

Namun, menurut Morgan Stanley dan UBS, beberapa saham masih terlihat murah, bahkan dengan risiko penurunan harga.

Imbal hasil obligasi naik menjelang simposium tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyo, dengan gagasan bahwa pandangan pasar lebih dovish daripada bank sentral.

Acara tiga hari dimulai Kamis, dan pasar paling fokus pada pidato Jumat pagi dari Ketua Fed Jerome Powell.

Pasar telah mengantisipasi Fed yang hawkish berdasarkan komentar menjelang pertemuan. Misalnya, beberapa pejabat Fed telah mendorong kembali pandangan pasar bahwa Fed dapat memangkas suku bunga tidak lama setelah selesai menaikkannya tahun depan.

Imbal hasil, yang bergerak berlawanan dengan harga, telah bergerak lebih tinggi di tengah ekspektasi bahwa Powell akan menekankan kebijakan agresif untuk memerangi inflasi dan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Hasil 10-tahun mencapai 3,11 persen Rabu pagi, tertinggi sejak akhir Juni.

“Saya pikir apa yang ingin coba dipahami oleh pasar obligasi adalah pandangan Powell tentang pembalikan kebijakan ini pada 2023,” kata Morgan Stanley Investment Management, Jim Caron.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menghentikan koreksi tiga hari pada perdagangan Rabu, 24 Agustus 2022. Hal ini seiring investor menunggu kejelasan lebih lanjut tentang langkah the Federal Reserve atau bank sentral AS meredam inflasi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones menguat 59,64 poin atau 0,18 persen ke posisi 32.969,23. Indeks S&P 500 mendaki 0,29 persen ke posisi 4.140,77. Indeks Nasdaq bertambah 0,41 persen ke posisi 12.431,53.

Sektor energi, real estate dan keuangan membukukan kinerja positif di indeks S&P 500. Sementara itu, sektor teknologi informasi, perawatan kesehatan, dan kebutuhan pokok konsumen melemah.

Saham perusahaan kapal pesiar mencatat kinerja saham terbaik di wall street. Saham Norwegian Cruise Line Holdings melonjak 8,4 persen. Saham Royal Carrieban naik 7,6 persen dan Karnaval mendaki 5,3 persen.

Sementara itu,saham Advance Auto Parts mencatat kinerja buruk di indeks S&P 500. Saham Advance Auto Parts turun 9,6 persen setelah meleset dari harapan pendapatan dan menurunkan panduan setahun.

Di sisi lain, investor sedang menunggu simposium ekonomi Jackson Hole yang dimulai Kamis pekan ini. Ketua the Federal Reserve Jerome Powell dijadwalkan untuk berbicara pada Jumat pagi ini. Pengamat berharap Powell memperkuat tujuan bank sentral untuk menekan inflasi dan menjaga harapan tentang kenaikan harga ke depan.

Laporan ekonomi utama sepanjang sisa minggu ini termasuk klaim pengangguran pada Kamis pekan ini dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi pada akhir pekan. The Fed pun terus mengawasi laporan PCE, salah satu ukuran inflasinya.

“Kami benar-benar berada dalam situasi di mana pasar berada di antara keduanya,” ujar Lisa Erickson dari Bank Wealth Management dikutip dari CNBC, Kamis (25/8/2022).

“Ini benar-benar menunggu beberapa berita yang lebih signifikan pada akhir pekan ini dengan pidato Jackson Hole dan PCE. Jadi apa yang sebenarnya kita lihat hanyalah investor,” Erickson menambahkan.

Design a site like this with WordPress.com
Get started