Equity World | Bursa Saham Asia Berjatuhan oleh Risiko Kenaikan Suku Bunga Fed

Equity World | Bursa Saham Asia Berjatuhan oleh Risiko Kenaikan Suku Bunga Fed

Equity World | Bursa saham Asia jatuh pada hari Rabu (21/09), menyusul penurunan semalam di Wall Street dengan investor menunggu kenaikan suku bunga dan sinyal hawkish dari Federal Reserve.

Equity World | Bursa Saham Asia Merosot Tertular Wall Street Jelang Rilis Pertemuan The Fed

Indeks Hang Seng yang sarat saham teknologi di Hong Kong terus tertinggal dari rekan-rekannya, anjlok 1,5%, sementara indeks Nikkei 225 Jepang jatuh 1,3%. Kerugian hari ini juga menghapus rebound ringan yang terlihat awal pekan.

Fokus pasar tepat pada Federal Reserve, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga setidaknya 75 basis poin (bps) pada akhir pertemuan dua hari dini hari nanti. Pasar juga memperkirakan kemungkinan kenaikan 100 bps pasca hasil rilis tingkat inflasi AS yang tinggi dari perkiraan minggu lalu.

Saham-saham Asia menyusul tren pelemahan dari indeks Wall Street, yang jatuh sebanyak 1% di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Fed dapat memberikan langkah kebijakan yang lebih hawkish dari yang diperkirakan hari ini.

Indeks dolar AS naik mendekati level tertinggi 20 tahun, sedangkan imbal hasil treasury juga melonjak untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga.

Fokus akan berada pada inflasi bank sentral dan ekspektasi suku bunga selama sisa tahun ini. Pasar menilai suku bunga acuan AS mengakhiri 2022 jauh di atas 4%, dibandingkan dengan batas atas saat ini sebesar 2,5%.

Pasar regional telah turun drastis tahun ini tatkala The Fed mulai menaikkan suku bunga, membatasi jumlah likuiditas yang tersedia untuk pasar. Inflasi AS yang terlalu tinggi, yang jauh di atas tingkat target bank sentral, diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tinggi hingga tahun 2023.

Indeks bluechip Shanghai Shenzhen CSI 300 China jatuh hampir 1%, sedangkan indeks Shanghai Composite melemah 0,5% setelah European Chamber of Commerce, kelompok industri terkemuka, menyuarakan keprihatinan atas kelayakan negara itu sebagai tujuan investasi dalam menghadapi gangguan terkait COVID yang terus berlanjut.

Peringatan kelompok industri itu datang ketika serangkaian pembatasan COVID mengikis pertumbuhan ekonomi China tahun ini, dan juga mengganggu aktivitas beberapa perusahaan asing yang beroperasi di negara itu.

Yuan China turun ke level terendah lebih dari dua tahun pada hari Rabu. Mata uang lainnya, USD/JPY naik 0,08%, GBP/JPY naik 0,01%, GBPUSD turun 0,06%, dan EURUSD turun 0,10% pukul 10.29 WIB.

Indeks S&P/ASX 200 Australia jatuh 1,4% di mana perusahaan tambang besar memimpin kerugian. BHP Group Ltd (ASX:BHP) dan Rio Tinto Ltd (ASX:RIO), saham pertambangan terbesar di negara ini, masing-masing anjlok 2,6% dan 3,1%, setelah CEO Rio Jakob Stausholm mengingatkan bahwa prospek jangka pendek tembaga berada di bawah tekanan dampak dari kenaikan inflasi.

Di Indonesia, IHSG turun 0,49% pukul 10.16 WIB dan rupiah turun 0,22% di 15.012,5 per dolar AS.

Untuk komoditas nikel naik 1,51% ke 24.333,00 hingga Rabu dini hari, timah turun 0,9% di ICE London pada penutupan Senin, dan tembaga turun 0,01% pukul 10.29 WIB. Sementara, karet mencapai 133,80 pada Selasa di Singapura, batubara Newcastle di ICE London naik 0,51%, kakao AS turun 0,97% hingga dini hari tadi. Serta, kopi robusta di London mencapai 2.239,00 pada Selasa dan gas alam naik 0,49% pukul 10.29 WIB.

Dari kripto bitcoin turun 2,33% pukul 10.27 WIB BTC/USD dan ethereum turun 1,9% (ETH/USD). Sementara, ETC/USD naik 0,1%.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Terkerek oleh Inflasi Inti Jepang

Equity World | Pasar Asia Pasifik Terkerek oleh Inflasi Inti Jepang

Equity World | Saham di pasar Asia Pasifik naik pada perdagangan Selasa (20/9) karena inflasi Jepang meningkat dan pemerintah Tiongkok mempertahankan suku bunga pinjamannya.

Equity World | Wall Street Rebound, Bursa Asia Dibuka Cerah! Kode Buat IHSG

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,91%, dengan indeks teknologi Hang Seng naik hampir 2%. Shanghai Composite di daratan Tiongkok naik 0,51% dan Komponen Shenzhen naik 0,58%.

Di Australia, S&P/ ASX 200 naik sekitar 1%. Nikkei 225 Jepang naik 0,34% setelah kembali diperdagangkan setelah liburan dan Topix naik 0,37%.

Kospi di Korea Selatan bertambah 0,37%, sedangkan Kosdaq naik 1,04%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik naik 0,71%.

Inflasi inti di Jepang meningkat 2,8% dari tahun lalu, tingkat kenaikan tercepat sejak akhir 2014. Suku bunga utama pinjaman Tiongkok dibiarkan tidak berubah pada Selasa, sejalan dengan prediksi dalam jajak pendapat Reuters.

Tiongkok Pertahankan Pertahankan Suku Bunga

Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman tenor satu tahun dan lima tahun (LPR), sejalan dengan prediksi dalam jajak pendapat Reuters.

Suku bunga pinjaman satu tahun tetap di 3,65% dan suku bunga lima tahun yang terkait erat dengan hipotek rumah berada di 4,3%. pemerintah Tiongkok sempat memangkas kedua suku bunga tersebut bulan lalu.

Inflasi Inti Jepang Meningkat

Indeks harga konsumen (CPI) inti di Jepang naik 2,8% pada Agustus 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data pemerintah.

Itu adalah pertumbuhan tercepat dalam hampir delapan tahun dan bulan kelima berturut-turut di mana inflasi telah melampaui target bank sentral sebesar 2%.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan 2,7% dan indeks harga konsumen naik 2,4% pada Juli 2022.

Yen Jepang sedikit menguat menjadi 142,96 per dolar.

Saham Amerika Serikat (AS) sempat bergerak naik turun pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tetapi mengakhiri sesi di wilayah positif karena minggu besar pertemuan Federal Reserve (Fed) dimulai.

Dow Jones Industrial Average ditutup 197,26 poin lebih tinggi, atau 0,64%, menjadi menetap di 31.019,68. S&P 500 melonjak 0,69% menjadi 3.899,89 dan Nasdaq Composite naik 0,76% menjadi 11.535,02.

Imbal hasil (yield) Treasury tenor 10 tahun melonjak di atas 3,5%, mencapai level tertinggi sejak 2011. Investor bersiap untuk periode suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama di tengah perjuangan Fed melawan inflasi.

Yield Treasury naik di atas papan minggu lalu setelah laporan CPI Agustus 2022 menunjukkan kenaikan harga yang mengejutkan. Namun, tenor 10 tahun sebagian besar bertahan di dekat level tertinggi Juni 2022 di angka 3,495% sebelum naik lagi Senin (19/9).

Tenor 10 tahun terakhir diperdagangkan pada yield 3,506%, naik hampir enam basis poin. Adapun yield bergerak berlawanan dengan harga, sementara satu basis poin sama dengan 0,01%.

Equity World | Harap Sabar, Harga Emas Naga-naganya Masih Sulit Bangkit

Equity World | Harap Sabar, Harga Emas Naga-naganya Masih Sulit Bangkit

Equity World | Kilau emas semakin meredup. Pada perdagangan Selasa (20/9/2022) pukul 06:38 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.675,39 per troy ons. Harga emas melemah 0,02%.

Harga tersebut adalah yang terendah sejak 3 April 2020 atau dalam 29 bulan terakhir. Pada perdagangan Senin (19/9/2022), harga emas menguat tipis 0,05% ke US$ 1.675,78 per troy ons.

Equity World | Wall Street Ditutup Cerah, IHSG Tancap Gas Hari Ini?

Dalam sepekan, harga emas sudah anjlok 1,5% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas masih ambles 4,1% sementara dalam setahun anjlok 5,1%.

Analis RJO Futures Daniel Pavilonis mengatakan emas akan terus tertekan menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Seperti diketahui, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat FOMC pada Selasa dan Rabu pekan ini waktu AS. Pasar kini berspekulasi jika The Fed akan menaikkan suku bunga acuan 75 bps bahkan hingga 100 bps.

“Emas masih bergerak di level rendahnya. Penurunan tajam emas ini adalah antisipasi pengumuman The Fed,” tutur Pavilonis, seperti dikutip dari Reuters.

Sepanjang tahun ini, pergerakan emas memang sangat didominasi oleh kebijakan The Fed. Isu perang, ketegangan politik China-AS, dan ancaman resesi sempat membuat emas naik. Namun, emas selalu terkapar menjelang pengumuman suku bunga acuan The Fed.

The Fed sendiri sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 225 bps sepanjang tahun ini. Sejak pengumuman kenaikan sebesar 25 bps pada Maret hingga hari ini, harga emas sudah anjlok US$ 267,75.

Kenaikan suku bunga acuan The Fed akan melambungkan dolar AS sehingga emas menjadi kurang menarik.

“Investor mulai ragu dengan pergerakan emas dalam jangka panjang. Apa yang membuat pelaku pasar ragu adalah The Fed kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga ke depan,” ujar Edward Moya, analis dari OANDA.

Equity World | Harga Emas Menguji Level Kritis di USD 1.675 per Ounce

Equity World | Harga Emas Menguji Level Kritis di USD 1.675 per Ounce

Equity World | Harga emas masih terus terombang-ambing dan kemungkinan bakal kembali jatuh. Pada pekan ini, harga emas akan menguji level support kritis setelah jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua tahun.

Equity World | Cek Saham-saham yang Paling Banyak Dikoleksi Asing Pekan Lalu

seiring dengan penurunan harga emas, sentimen dari para analis di Wall Street dan investor ritel telah berubah dari bullish menjadi bearish. Banyak alasan yang membuat harga emas bakal turun pada pekan ini.

Aksi jual emas yang terjadi pada minggu lalu merupakan kelanjutan dari tren yang sudah dimulai sejak awal Maret karena pasar bereaksi terhadap tindakan kebijakan moneter agresif Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Bank Sentral AS memang terus menerus menaikkan suku bunga untuk mendinginkan inflasi dan hal ini berdampak buruk ke harga emas.

Banyak analis mengatakan bahwa harga emas masih akan tertekan di pekan ini. Sulit bagi logam mulia untuk menemukan momentum bullish dalam waktu dekat dengan melihat berbagai sentimen yang ada.

“Aksi jual emas berlebihan, tetapi aset ini tidak pulih dengan cepat dari penurunan tersebut. Jadi dalam waktu dekat, kita bisa melihat lebih banyak pelemahan,” kata Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day dikutip dikutip dari Kitco, Senin (18/9/2022).

Minggu ini, total 22 analis mengambil bagian dalam survei Kitco News. Empat belas analis atau 63 persen memperkirakan harga emas akan bearish pada minggu ini. Pada saat yang sama empat analis atau 18 persen menyatakan bahwa harga emas akan bullish dan jumlah yang sama menyatakan harga emas akan stabil.

Di sisi investor ritel, sebanyak 1.045 responden mengambil bagian dalam jajak pendapat online. Sebanyak 395 pemilih, atau 38 persen melihat harga emas bakal naik.

Namun 489 lainnya atau 47 persen memperkirakan harga emas akan jatuh. Sisanya 161 pemilih atau 15 persen menyerukan pasar emas bakal sideways.

Sentimen bearish datang karena harga emas jatuh ke level terendah lebih dari dua tahun di USD 1.661,90 per ounce pada pekan lalu. Logam mulia terakhir diperdagangkan pada USD 1.684,30 per ounce, turun sekitar 2,5 persen pada Jumat lalu.

Dengan melihat sentimen bearish yang sangat jelas tersebut, pertanyaannya adalah seberapa jauh harga emas bisa turun. Banyak analis mencatat bahwa USD 1.675 mewakili level support yang signifikan. Penurunan di bawah level ini akan menandakan berakhirnya tren naik tiga tahun emas.

Analis lain melihat beberapa dukungan awal harga emas di sekitar USD 1.650. Namun, Colin Cieszynski, kepala strategi pasar di SIA Wealth Management Inc, mengatakan ada sedikit dukungan untuk emas jika menyentuh level USD 1.550 per ounce.

Direktur pelaksana di Bannockburn Global Forex Marc Chandler mengatakan, target harga emas berikutnya adalah USD 1.615 sampai USD 1.650 dan tidak menutup kemungkinan harga akan turun ke USD 1.500 pada tahun depan.

Equity World | Harga Emas Terjun Bebas, Saatnya Beli?

Equity World | Harga Emas Terjun Bebas, Saatnya Beli?

Equity World | Harga emas turun ke level terendah sejak April 2020 pada hari Kamis. Ini terjadi karena peningkatan imbal hasil Treasury AS dan dolar AS yang kuat, karena taruhan kenaikan suku bunga besar-besaran oleh Federal Reserve AS mengikis daya tarik emas.

Equity World | Inflasi Masih Membayangi, Wall Street Dibuka ‘Melempem’

Dikutip dari CNBC, Jumat (16/9/2022), harga emas di pasar spot turun 1,9 persen pada USD 1,663,50 per ounce setelah jatuh lebih dari 2 persen menjadi USD 1,659,47 di awal sesi. Emas berjangka AS terakhir turun 2,1 persen lebih rendah pada USD 1,672.6.

“Hari ini, faktor terbesar adalah imbal hasil, (yang) tampak cukup kuat setelah mengambil sedikit penangguhan,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

“Penjualan hingga September, Oktober ini benar-benar hanya pada penyesuaian tarif, suku bunga turun cukup keras dan sekarang mereka kembali naik lagi dan mendorong emas lebih rendah,” lanjutnya.

Harga sempat memangkas kerugian karena investor mengambil stok data yang menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga naik pada Agustus. Sementara data terpisah menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS turun 5.000 menjadi 213.000 yang disesuaikan secara musiman pekan lalu.

Pasar telah sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan Fed minggu depan, bahkan mungkin setinggi 100 basis poin.

Meskipun emas dianggap sebagai taruhan yang aman selama ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, Kepala Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva mengatakan pada hari Rabu para bankir sentral harus gigih dalam memerangi inflasi berbasis luas. Spot perak turun 2,55 persen menjadi USD 19,19 per ounce.

“Penguatan indeks dolar AS minggu ini, bersama dengan kenaikan imbal hasil Treasury AS dan beberapa data inflasi AS yang lebih panas, semuanya digabungkan untuk menjaga pembeli emas dan perak sebagian besar berdiri di sela-sela,” Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, mengatakan dalam sebuah catatan.

Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil yang meningkat memaksa harga emas berada di bawah USD 1.700 per ounce pada pekan lalu.

“Emas menjadi ‘karung tinju’ karena lonjakan imbal hasil Treasury telah meremajakan perdagangan dolar raja. Ini baru saja menjadi berita buruk di mana-mana untuk emas. Tidak ada penangguhan hukuman yang terlihat untuk emas sampai pergerakan lebih tinggi dengan imbal hasil obligasi global berakhir,” kata pasar senior OANDA analis Edward Moya, dikutip dari Kitco News, Senin (12/9/2022).

Emas Comex Desember akan ditutup pada hari Jumat di sekitar USD 1.727,20 per ounce, turun 2,5 persen pada minggu ini, menyusul reli di belakang laporan pekerjaan Agustus.

Tetapi para analis melihat pada Jumat pekan lalu hanya sebagai reli short-covering untuk harga emas.

“Pasar telah mengalami tren lebih rendah. Kami gagal mempertahankan level di atas USD 1.800. Level USD 1.700 adalah yang terendah. Saya memperkirakan pasar akan terikat pada kisaran berombak,” kata ahli strategi pasar senior RJO Futures Frank Cholly kepada Kitco News.

“Dan sampai kita bisa mencapai di atas USD 1.745 pada basis penutupan, saya akan tetap bertahan, netral. Di atas itu, saya mulai positif,” lanjut dia.

Menurutnya, turunnya nilai tukar dolar AS akan memberikan ruang bagi emas untuk reli. Namun, analis tetap sangat berhati-hati, terutama memasuki akhir pekan yang panjang.

“Harga emas bisa jatuh jika USD 1.680 gagal bertahan,” ujar Pearce.

Jika dolar AS tetap tinggi dan harga emas menembus level di bawah USD 1.680 per ons, maka diprediksi akan membuat harga emas jatuh ke USD 1.550 per ons.

“Saya akan sangat berhati-hati di sini mengingat prospek jangka panjang untuk pasar saham. Saya tidak melihat bagaimana emas dapat mempertahankan reli dengan ekuitas semakin ditumbuk dan dolar dibeli saat turun,” katanya.

“Jika posisi terendah jangka pendek dalam emas tidak dapat bertahan dan kita turun ke USD 1.678, emas bisa mundur ke posisi terendah pandemi di USD 1.625 dan bahkan USD 1.484. Emas perlu bertahan di USD 1.670 – USD 1.680. Jika tidak, emas akan turun. ke tingkat yang lebih rendah,” ujarnya.

Equity World | Bursa Asia Naik Jelang Laporan Inflasi AS, Saham Korsel Berseri Setelah Liburan

Equity World | Bursa Asia Naik Jelang Laporan Inflasi AS, Saham Korsel Berseri Setelah Liburan

Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik bergerak lebih tinggi pada hari Selasa (13/9). Investor menantikan laporan inflasi Amerika Serikat (AS) untuk bulan Agustus.

Equity World | Wall Street Bangkit, IHSG Bisa All Time High?

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,26% dan indeks Topix naik 0,18%. Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,6%.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,78% setelah kembali diperdagangkan setelah liburan pada hari Senin. Indeks Kosdaq melonjak 1,9%. Sementara itu, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,35%.

Pasar China Daratan dan Hong Kong akan melanjutkan perdagangan setelah liburan.

Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average bertambah 229,63 poin atau 0,71% menjadi berakhir pada 32.381,34. S&P 500 naik 1,06% menjadi 4.110,41 dan Nasdaq Composite naik 1,27% menjadi 12.266,41.

Menurut survei Dow Jones, inflasi utama AS diperkirakan akan menurun pada bulan Agustus. Tetapi inflasi inti, tidak termasuk energi dan makanan, diproyeksikan akan meningkat. Headline CPI diperkirakan akan mencapai 8% dibandingkan dengan 8,5% pada bulan Juli.

Equity World | Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar Setelah Rilis Angka Inflasi AS

Equity World | Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar Setelah Rilis Angka Inflasi AS

Equity World | Harga emas spot menguat pada pagi ini meski harga emas kontrak Desember 2022 melemah. Kenaikan harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang tak terduga kemarin menyeret harga emas melemah.

Equity World | Wall Street Tumbang, Nasdaq Anjlok 5,16% Setelah Rilis Angka Inflasi AS

Rabu (14/9) pukul 6.51 WIB, harga emas spot menguat tipis ke US$ 1.702,35 per ons troi dari penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.702,17 per ons troi. Sedangkan harga emas kontrak Desember 2022 di Commodity Exchange turun 0,26% ke US$ 1.712,90 per ons troi dari posisi kemarin US$ 1.717,40 per ons troi.

Harga emas turun lebih dari 1% pada perdagangan kemarin karena nilai tukar dolar AS melonjak. Indeks dolar naik 1,3%, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Kenaikan tak terduga pada harga konsumen Agustus memperkuat taruhan kenaikan suku bunga agresif dari Federal Reserve AS.

“Emas kemungkinan akan bertahan di kisaran US$ 1.690-US$ 1.700 dalam jangka pendek dengan dolar AS tidak mungkin mencapai level tertinggi baru kecuali ada hasil Fed yang sangat hawkish minggu depan. Kemungkinan mereka akan menunggu dan melihat pertemuan setelah itu di bulan November,” kata Tai Wong, pedagang senior di Heraeus Precious Metals di New York kepada Reuters.

Harga konsumen bulanan AS secara tak terduga naik pada Agustus karena penurunan harga bensin diimbangi oleh kenaikan biaya sewa dan makanan. Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS, inflasi AS bulan Agustus mencapai 8,3% secara tahunan dan naik 0,1% secara bulanan.

“Hambatan yang datang sekarang dari kekuatan dolar dan imbal hasil akan menciptakan beberapa tantangan pendek sekali lagi,” kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

Pasar sekarang melihat peluang 81% dari kenaikan suku bunga 75 basis points oleh Fed pada pertemuan 20-21 September. Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga AS meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan.

Equity World | Wall Street Full Senyum, IHSG Bakal Ketularan?

Equity World | Wall Street Full Senyum, IHSG Bakal Ketularan?

Equity World | Pasar finansial Indonesia ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (12/9/2022) kemarin. Pasar saham yang sempat anjlok mampu ditutup menguat.

Equity World | Investor Menanti Rilis Inflasi, Wall Street Dibuka NaikTipis

Sebaliknya, rupiah yang sembat mengangkasa pada penutupan sesi perdagangan menukik. Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) ditutup menguat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (12/9/2022), setelah sempat terkoreksi pada perdagangan sesi I hari ini.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks bursa saham acuan Tanah Airtersebut ditutup menguat 0,16%ke posisi 7.254,46. IHSG mampu bertahan di zona psikologisnya di 7.200.

Pada awal perdagangan sesi I, IHSG dibuka menguat 0,21% di posisi 7.257,86. Namun sekitar pukul 10:00 WIB, IHSG langsung berbalik ke zona merah hingga awal perdagangan sesi II hari ini.

Pada perdagangan sesi II, IHSG mulai bangkit kembali dari zona merah dan berhasil menyentuh kembali zona hijau pada pukul 14:00 WIB hingga akhir perdagangan hari ini.

Nilai transaksi indeks pada hari ini mencapai sekitaran Rp 13 triliun dengan melibatkan 32 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1,5 juta kali. Sebanyak 304 saham menguat, 241 saham melemah, dan 159 saham lainnya stagnan.

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,08% ke Rp14.840/US$ pada perdagangan kemarin. “Kekeringan” valuta asing yang melanda di dalam negeri menjadi salah satu penyebab rupiah sulit menguat.

Likuiditas valas di dalam negeri tengah tertekan. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan kredit valasnya lebih tinggi dibandingkan dana pihak ketiga valas. Mengutip data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit valas tumbuh 16,82% dan DPK valasnya 5,8%.

Sementara harga mayoritas obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) ditutup menguat pada perdagangan Senin (12/9/2022).

Mayoritas investor kembali memburu SBN pada hari ini, ditandai dengan penurunan yield. Namun untuk SBN tenor 3 tahun cenderung dilepas oleh investor, ditandai dengan naiknya yield.

Melansir data dari Refinitiv,yield SBN tenor 3 tahun menanjak 5,5 basis poin (bp) ke posisi 6,192%. Sedangkan yield SBN tenor 20 tahun cenderung stagnan di posisi 7,176%.

Yield SBN berjatuh tempo 10 tahun yang merupakan SBN acuan (benchmark) negara kembali turun 0,7 bp ke posisi 7,17%.

Yield berlawanan arah dari harga, sehingga turunnya yield menunjukkan harga obligasi yang sedang menguat, demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.

Equity World | Wall Street Berakhir Lebih Tinggi, Kenaikan Didorong oleh Bank dan Kayanan Kesehatan

Equity World | Wall Street Berakhir Lebih Tinggi, Kenaikan Didorong oleh Bank dan Kayanan Kesehatan

Equity World | Wall Street membukukan keuntungan pada hari Kamis (8/9), terutama terangkat oleh lembaga keuangan dan perusahaan kesehatan. Investor mencerna pernyataan hawkish dari pembuat kebijakan yang memperkuat taruhan kenaikan suku bunga besar akhir bulan ini.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 193,24 poin atau 0,61% menjadi 31.774,52, S&P 500 naik 26,31 poin atau 0,66% menjadi 4.006,18, dan Nasdaq Composite bertambah 70,23 poin atau 0,6% menjadi 11.862,13.

Indeks memantul bolak-balik dalam perdagangan berombak karena kekhawatiran atas langkah Federal Reserve selanjutnya untuk menjinakkan inflasi yang melonjak tetap ada.

“Ada banyak ketidakpastian dan saya pikir orang tidak akan benar-benar mengambil keputusan selama lebih dari lima menit atau lima detik, Anda tahu, sampai ada sedikit lebih banyak kejelasan atau cahaya di ujung terowongan,” kata Grace Lee, equity income senior portfolio manager di Columbia Threadneedle Investments .

Kompak Rebound! Cek Harga Emas Pegadaian, Jumat 9 September 2022 | Equity World

Pedagang pasar uang melihat peluang 87% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan bulan ini.

Bank of America, Barclays dan Jefferies mengatakan mereka sekarang melihat kenaikan suku bunga 75 basis poin. Sebelum Barclays mengatakan itu bisa menjadi peningkatan 50 atau 75 basis poin dan Bank of America dan Jefferies bertaruh pada kenaikan 50 basis poin.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral “berkomitmen kuat” untuk menurunkan inflasi dan perlu terus berjalan sampai pekerjaan selesai.

Presiden The Fed Chicago Charles Evans bergabung dengan sesama pembuat kebijakan mengatakan bahwa mengekang inflasi adalah “pekerjaan pertama.”

Investor juga menunggu laporan inflasi AS Agustus minggu depan untuk petunjuk baru apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga setengah atau tiga perempat poin persentase pada pertemuan kebijakan berikutnya yang dijadwalkan 20-21 September.

Kekhawatiran atas pengetatan moneter yang agresif di seluruh dunia menghentikan pasar ekuitas pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut.

Sementara itu, data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah tiga bulan, menggarisbawahi kekuatan pasar tenaga kerja bahkan ketika The Fed menaikkan suku bunga.

Dengan meningkatnya peluang kenaikan suku bunga besar lainnya, indeks bank S&P 500 yang sensitif terhadap suku bunga dan sektor perawatan kesehatan S&P 500 masing-masing naik 2,8% dan 1,8%.

Sektor kesehatan didorong oleh berita bahwa pengobatan anti-kebutaan Eylea dari Regeneron Pharmaceuticals Inc terbukti bekerja dengan baik bila diberikan pada dosis yang lebih tinggi pada interval yang lebih lama di antara suntikan. Saham pembuat obat itu melonjak 18,8%.

“Orang-orang merangkul keselamatan. Kesehatan adalah sektor yang sangat aman dan masih cukup murah, begitu juga dengan sektor keuangan yang lebih luas,” kata Lee.

Saham GameStop Corp melonjak 7,4% setelah pengecer video game melaporkan kerugian kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan.

American Eagle Outfitters Inc jatuh 8,7% setelah pembuat pakaian itu meleset dari perkiraan laba kuartal kedua dan mengatakan akan menghentikan dividen kuartalan karena membentengi keuangannya terhadap pukulan dari inflasi.

Equity World | Bursa Saham Asia Menguat Usai Pidato Terbaru Ketua The Fed Jerome Powell

Equity World | Bursa Saham Asia Menguat Usai Pidato Terbaru Ketua The Fed Jerome Powell

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik sebagian besar menguat seiring investor mencerna komentar terbaru Ketua Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell saat berjanji untuk menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi sampai pekerjaan selesai.

Equity World | Jelang Pidato Gubernur The Fed, Wall Street Babak Belur

Sementara itu, di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,61 persen dan Topix naik 0,35 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,33 persen dan Kosdaq naik 1,25 persen . Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga naik 0,25 persen .

Sedangkan, China dijadwalkan untuk merilis data inflasi Agustus, yang diperkirakan meningkat dari Juli.

“Prospek pertumbuhan China yang lemah dan sikap kebijakan moneter yang akomodatif terhadap pengetatan agresif yang sedang berlangsung oleh FOMC akan membuat USD atau CNH didukung dengan baik,” Ahli strategi FX Commonwealth Bank of Australia Kristina Clifton dalam sebuah catatan, dikutip dari CNBC, Jumat (9/9/2022).

Yuan berada di 6,96, sedangkan yen Jepang berada di 143,85 dan won Korea berada di 1,383,11 melawan greenback.

Saham berjangka AS dibuka sedikit berubah setelah sesi berombak pada rata-rata utama karena Wall Street mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga ke depan.

Indeks Dow Jones Industrial Average berjangka naik 23 poin, atau 0,07 persen. S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka masing-masing naik 0,08 persen dan 0,13 persen.

Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Kamis, 8 September 2022 mengikuti wall street yang reli. Investor juga mencermati pidato Ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell pada Kamis pekan ini. Pasar perkirakan kenaikan suku bunga acuan 75 basis poin pada September 2022.

Indeks Jepang Nikkei menguat 2,31 persen ke posisi 28.065,28 dan indeks Topix bertambah 2,19 persen ke posisi 1.957,62. Di Australia, indeks ASX 200 menguat 1,7 persen ke posisi 6.848,7 dan indeks Kospi Korea Selatan menanjak 0,33 persen ke posis 2.384,28.

Di bursa saham China, indeks Shanghai melemah 0,33 persen dan indeks Shenzhen terpangkas 0,86 persen. Indeks Hang Seng tergelincir 1 persen, dan indeks Hang Seng teknologi susut 1 persen. Yen Jepang berada di posisi 143,85 dan Won Korea berada di posisi 1.381,61.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Kamis, 8 September 2022 dalam sesi perdagangan yang bergejolak. Hal ini seiring wall street merespons komentar ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell mengenai bank sentral yang terus meredam inflasi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melonjak 193,24 poin atau 0,61 persen ke posisi 31.774,52. Indeks S&P 500 menanjak 0,66 persen ke posisi 4.006,18 dan indeks Nasdaq bertambah 0,60 persen menjadi 11.862,13.

Sebelumnya, wall street melemah selama sesi tanya jawab dari Powell di Cato Institute dan kembali menegaskan kalau bank sentral akan melakukan apa yang diperlukan untuk meredam inflasi. Ia juga isyaratkan jeda kenaikan suku bunga atau memangkas suku bunga tidak akan segera terjadi.

“Sejarah sangat memperingatkan terhadap kebijakan pelonggaran premature,” ujar dia dikutip dari CNBC, Jumat (9/9/2022).

“Saya dapat meyakinkan Anda, kalau kami sangat berkomitmen untuk hal ini akan terus melakukannya sampai pekerjaan selesai,” ia menambahkan.

Sementara itu, bank sentral Eropa pada Kamis pagi, 8 September 2022 menaikkan suku bunga sebesar 0,75 persen. Hal ini sebagai langkah yang sebagian besar diharapkan menekan inflasi.

Pada perdagangan di wall street Kamis pagi, saham melanjutkan penguatan yang solid. Pada Rabu, 7 September 2022, rata-rata indeks acuan utama membukukan hari terbaik sejak 10 Agustus 2022 dengan indeks Nasdaq menghentikan penurunan beruntun dalam tujuh hari.

Namun, saham tetap dalam tren turun secara keseluruhan karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari the Federal Reserve mendorong beberapa investor menjauh dari pasar yang berisiko.

“Saya pikir kita memiliki pasar yang gelisah dalam minggu sebelum rilis inflasi,” ujar Chief Market Strategist B Riley Financial Art Hogan.

Adapun sejumlah saham yang menjadi penggerak wall street antara lain saham GameStop naik 4 persen setelah perusahaan mengungkapkan kemitraan baru dengan pertukaran kripto FTX. Selain itu, saham Rivian melonjak lebih dari 6 persen setelah mengumumkan merencanakan usaha patungan untuk membangun van komersial listrik di Eropa.

Saham Snap melonjak lebih dari 8 persen setelah Verge melaporkan CEO Evan Sipegel menyampaikan rencana perubahan Haluan dalam sebuah memo internal.

Ekonom di Nomura juga mengubah perkiraan untuk kenaikan suku bunga the Federal Reserve, sekarang antisipasi kenaikan 0,75 persen ali-alih 0,50 persen.

Goldman Sachs dan Bank of America memiliki perkiraan yang sama untuk September 2022. Ini juga merupakan harga pasar saat ini, pelaku pasar melihat peluang 86 persen dari kenaikan suku bunga 0,75 persen pada September, dan peluang itu naik dari sebelumnya 77 persen.

Design a site like this with WordPress.com
Get started