Equity World | Harga Emas Hari Ini Turun Lagi, Selisih dengan Buyback Melebar Lagi!

Equity World | Harga Emas Hari Ini Turun Lagi, Selisih dengan Buyback Melebar Lagi!

Equity World | Kamis (3/11) harga emas hari ini, produksi Antam, di Butik Emas Logam Mulia turun Rp 5.000 per gram.

Equity World | The Fed Kerek Suku Bunga Lagi, Bisa Bikin IHSG Pucat Pasi?

Dari sebelumnya Rp 944.000 per gram, harga emas hari ini menjadi Rp 939.000 per gram.

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia turun Rp 6.000 per gram, dari sebelumnya Rp 830.000 per gram menjadi Rp 824.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 115.000 per gram..

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas Antam hari ini yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia.

Adapun harga buyback emas Antam hari ini di atas adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Sebagai ilustrasi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 939.000 per gram.

Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 832.000 per gram oleh Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan.

Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.

  • Membeli emas pada 27 Oktober 2022 (Rp 948.000 per gram) = -13.08% (rugi)
  • Membeli emas pada 03 Oktober 2022 (Rp 945.000 per gram) = -12.80% (rugi)
  • Membeli emas pada 03 Agustus 2022 (Rp 978.000 per gram) = -15.75% (rugi)
  • Membeli emas pada 03 Mei 2022 (Rp 975.000 per gram) = -15.49% (rugi)
  • Membeli emas pada 03 Februari 2022 (Rp 933.000 per gram) = -11.68% (rugi)
  • Membeli emas pada 03 November 2021 (Rp 929.000 per gram) = -11.30% (rugi)
  • Membeli emas pada 03 Agustus 2021 (Rp 948.000 per gram) = -13.08% (rugi)
  • Membeli emas pada 03 Mei 2021 (Rp 921.000 per gram) = -10.53% (rugi)
  • Membeli emas pada 03 Februari 2021 (Rp 947.000 per gram) = -12.99% (rugi)

Equity World | Harga Emas Hari Ini Naik Lagi, Harga Buyback Naik Lebih Tinggi!

Equity World | Harga Emas Hari Ini Naik Lagi, Harga Buyback Naik Lebih Tinggi!

Equity World | Rabu (2/11) harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 8.000 per gram.

Equity World | Wall Street Kembali Koreksi, Investor Menanti Keputusan The Fed

Dari sebelumnya Rp 936.000 per gram, harga emas hari ini menjadi Rp 944.000 per gram.

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia naik Rp 10.000 per gram, dari sebelumnya Rp 820.000 per gram harga hari ini menjadi Rp 830.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga emas hari ini dengan harga buyback hari ini adalah Rp 114.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas Antam hari ini yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia.

Adapun harga buyback emas Antam hari ini di atas adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Sebagai ilustrasi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 939.000 per gram.

Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 832.000 per gram oleh Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan.

Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.

  • Membeli emas pada 26 Oktober 2022 (Rp 943.000 per gram), kalau dijual hari ini rugi 11,98%
  • Membeli emas pada 02 Oktober 2022 (Rp 943.000 per gram), kalau dijual hari ini rugi 11,98%
  • Membeli emas pada 02 Agustus 2022 (Rp 984.000 per gram), kalau dijual hari ini rugi 15,65%
  • Membeli emas pada 02 Mei 2022 (Rp 975.000 per gram), kalau dijual hari ini rugi
  • Membeli emas pada 02 Februari 2022 (Rp 932.000 per gram), kalau dijual hari ini rugi 10,94%
  • Membeli emas pada 02 November 2021 (Rp 930.000 per gram), kalau dijual hari ini rugi 10,75%
  • Membeli emas pada 02 Agustus 2021 (Rp 948.000 per gram), kalau dijual hari ini rugi 12,45%
  • Membeli emas pada 02 Mei 2021 (Rp 921.000 per gram), kalau dijual hari ini rugi 9,88%
  • Membeli emas pada 02 Februari 2021 (Rp 954.000 per gram), kalau dijual hari ini rugi 13,00%

Equity World | Wall Street Jatuh, Dow Setop Rekor Kenaikan 6 Hari

Equity World | Wall Street Jatuh, Dow Setop Rekor Kenaikan 6 Hari

Equity World | Saham Wall Street jatuh pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), saat Dow Jones menghentikan kenaikan beruntun untuk enam hari. Penurunan terjadi menyusul data Tiongkok dan Eropa yang mengecewakan, karena pasar menantikan keputusan penting Federal Reserve atau Fed Amerika Serikat (AS).

Equity World | Harga Emas Ambles 7 Bulan Beruntun, Saatnya Good Bye?

Indeks manajer pembelian (PMI) Tiongkok, ukuran utama manufaktur, turun menjadi 49,2 pada Oktober 2022, di bawah angka 50 poin yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi karena aturan pembatasan Covid-19.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi zona Euro turun menjadi 0,2% pada kuartal III-2022, karena inflasi mencapai rekor tertinggi lainnya didukung oleh melonjaknya harga energi.

Mengakhiri kenaikan enam hari berturut-turut, Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,4% ke level 32.732,95.

S&P 500 berbasis luas turun 0,8% menjadi 3.871,98, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi turun 1,0% menjadi 10.988,15.

Analis mengatakan kerugian mencerminkan aksi ambil untung setelah kenaikan kuat secara historis sepanjang Oktober 2022.

Pasar menantikan pertemuan Fed minggu ini. Investor mengharapkan bank sentral AS untuk kembali melakukan kenaikan suku bunga 0,75 poin persentase atau 75 basis poin (bps) dalam langkah terbaru untuk memerangi inflasi.

Tetapi akan ada banyak fokus pada nada dari Gubernur Fed Jerome Powell pada konferensi pers Rabu (2/11) setelah pengumuman kebijakan. Harapan bahwa Fed dapat segera memoderasi sikapnya sehubungan dengan melemahnya data ekonomi telah mengangkat saham dalam beberapa pekan terakhir.

Agenda tersebut juga mencakup data dan laporan pekerjaan Oktober 2022 di sektor manufaktur dan jasa, serta pendapatan dari Pfizer dan Starbucks.

Equity World | Bursa Asia Dibuka Melesat, Tapi Hang Seng-Shanghai Sudah Loyo

Equity World | Bursa Asia Dibuka Melesat, Tapi Hang Seng-Shanghai Sudah Loyo

Equity World | Mayoritas bursa Asia-Pasifik dibuka menghijau pada perdagangan Senin (31/10/2022), di mana pelaku pasar di kawasan tersebut menanti rilis beberapa data ekonomi penting pada pekan ini.

Equity World | Harga Emas Anjlok, Tertekan Dolar dan Ekonomi AS

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melonjak 1,24%, Straits Times Singapura melompat 1,29%, ASX 200 Australia melaju 1,04%, dan KOSPI Korea Selatan melesat 1,12%.

Namun untuk indeks Hang Seng Hong Kong dibuka melemah 0,89% dan Shanghai Composite China juga terkoreksi 0,75%.

Dari China, data aktivitas manufaktur periode Oktober versi pemerintah (NBS) akan dirilis pada hari ini. Data aktivitas manufaktur dan jasa tercermin pada Purchasing Manager’s Index (PMI).

Untuk PMI manufaktur China versi NBS, pasar dalam survei Trading Economics memperkirakan sedikit menurun menjadi 50, dari sebelumnya pada September lalu sebesar 50,1.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas. Di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya ekspansi.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung menguat terjadi menyusul cerahnya kembali bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melejit 2,59%, S&P 500 melonjak hingga 2,46%, dan Nasdaq Composite terbang 2,87%.

Penguatan Wall Street didorong oleh penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury). Untuk diketahui, yield US Treasury 10 tahun turun dari 4,23% menjadi 4,01%.

Sebenarnya pasar keuangan global belum benar-benar kondusif. Isu resesi di tahun 2023 masih terus dihembuskan oleh berbagai pihak.

Kekhawatiran soal resesi bukan tanpa alasan. Di saat inflasi masih naik, bank sentral terutama negara-negara Barat masih agresif dalam menaikkan suku bunga acuan.

Pada pekan ini, investor global bakal menanti pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed). Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bp) di bulan November 2022.

Asal tahu saja, The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan sejak Maret 2022 hingga September 2022 sebesar 300 bp. Suku bunga dikerek naik dari 0,25% menjadi 3,25%.

Apabila The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bp lagi maka suku bunga acuan akan berada di 4% untuk bulan November 2022.

Tak hanya The Fed saja, beberapa bank sentral juga akan mengumumkan kebijakan suku bunga terbarunya pada pekan ini. Adapun bank sentral tersebut yakni bank sentral Inggris (Bank of England/BoE), bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA), dan lain-lainnya.

Di Inggris, BoE kan mengumumkan tingkat suku bunga baru, dengan pasar bertaruh pada kenaikan 75 bp setelah inflasi kembali ke level tertinggi 40 tahun pada September lalu dan upaya menstabilkan pasar setelah Rishi Sunak menggantikan Liz Truss sebagai perdana menteri.

Sedangkan di Australia, RBA diprediksi akan kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bp menjadi 2,85%, dari sebelumnya sebesar 2,6%.

Equity World | Bursa Asia Memerah Efek Jinping dan Perang Dagang AS-China

Equity World | Bursa Asia Memerah Efek Jinping dan Perang Dagang AS-China

Equity World | Bursa asia berjatuhan oleh sentimen buruk atas kekhawatiran perang dagang antara AS dan China setelah Xi Jinping resmi mendapuk kursi presiden Negeri Komunis itu untuk ketiga kalinya.

Equity World | Waspada IHSG, Mayoritas Bursa Asia Loyo

Episentrum kejatuhan harga saham dipimpin indek Hang Seng di bursa Hong Kong yang ambles 3.5%, dimana indeks saham sektor teknologi Hang Seng Tech rontok 5.3%. Di China daratan, indek Shanghai melorot 1.32%, dimana indeks 500 saham utama Shenzhen turun 2.5%.

Kejatuhan terparah di bursa Hong Kong dikomandoi saham-saham raksasa teknologi, seperti Tencent turun hampir 6%, Meituan lebih dari 7%, serta Xiaomi dan Alibaba yang kehilangan harga lebih dari 5%.

Bursa asia berjatuhan oleh sentimen buruk atas kekhawatiran perang dagang antara AS dan China setelah Xi Jinping resmi mendapuk kursi presiden Negeri Komunis itu untuk ketiga kalinya.

Episentrum kejatuhan harga saham dipimpin indek Hang Seng di bursa Hong Kong yang ambles 3.5%, dimana indeks saham sektor teknologi Hang Seng Tech rontok 5.3%. Di China daratan, indek Shanghai melorot 1.32%, dimana indeks 500 saham utama Shenzhen turun 2.5%.

Kejatuhan terparah di bursa Hong Kong dikomandoi saham-saham raksasa teknologi, seperti Tencent turun hampir 6%, Meituan lebih dari 7%, serta Xiaomi dan Alibaba yang kehilangan harga lebih dari 5%.

Equity World | Harga Emas Global Masih dalam Tren Bearish, Tunggu Hasil The Fed

Equity World | Harga Emas Global Masih dalam Tren Bearish, Tunggu Hasil The Fed

Equity World | Harga emas global diperkirakan masih tertekan kebijakan agresif The Fed dan inflasi AS.

Equity World | Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (27/10), Simak Sentimen yang Mempengaruhinya

Analis Sinarmas Futures Ariston Tjendra yang menyebutkan kebijakan agresif The Fed membuat pelaku pasar mereposisi aset investasinya keluar dari aset beresiko dan juga aset emas masuk ke aset dolar AS.
“Jika The Fed memberi sinyal bahwa akan menahan kenaikan suku bunga, maka harga emas bisa rebound,” kata Ariston kepada Bisnis, Kamis (27/10/2022).

Lebih rinci, Ariston memproyeksi harga emas untuk spot resiko penurunan masih akan terjadi. Saat ini resiko penurunan masih terbuka ke arah support US$1580, dengan potensi resisten di kisaran US$1700 per troy ons.

“Untuk fisik, mungkin masih ada potensi turun ke Rp930 ribu dengan resisten di Rp970 ribu per gram,” imbuhnya.
Hal yang sama juga disampaikan Founder Traderindo.com Wahyu Laksono yang menyebutkan emas global masih dihantui sentimen bearish meskipun saat ini sentimen global terlihat sedang konsolidasi, seperti bursa saham wall street dan dolar AS.

“Namun jangka pendek ini cenderung konsolidasi di sekitar low range dengan potensi rebound menjauhi US$1.600,” katanya menjawab pertanyaan Bisnis, Rabu (26/10/2022).

Meskipun global market rebound dan USD terkoreksi, lanjut Wahyu, votalitas pasar uang dan kekacauan pasar kredit masih terjadi. Konsolidasi ini cenderung masih terjadi di awal November. Meski demikian secara tradisional emas tidak akan kehilangan pamor meski mengalami bearish.

Central bank, investor institusional, retail, dan masyarakat umum masih mengaggap emas aset penting untuk jangka panjang.

“Jadi buy on weakness berlaku bagi emas saat ini,” lanjut Wahyu.

Wahyu mengungkapkan juga mengenai pola kenaikan harga emas setelah alami penurunan. Sejatinya fiat money akan tergerus inflasi dan emas menjadi pelindungnya.
“Sudah menjadi pola juga setelah Tappering dan/atau lanjut pengetatan moneter, biasanya terjadi krisis atau ancaman krisis yang memicu bank central terutama the fed untuk kembali menyelamatkan dengan stimulus (safe haven),” terangnya.

Wahyu menambahkan apapun yg terjadi emas tetap sebagai aset investasi bagian diversifikasi portofolio umum

Equity World | Saham Blue Chip Terkerek, IHSG Malah Berfluktuasi pada Sejam Perdagangan

Equity World | Saham Blue Chip Terkerek, IHSG Malah Berfluktuasi pada Sejam Perdagangan

Equity World | Dibuka menguat 10,27 poin (0,15%) di posisi 7.058, IHSG berfluktuasi pada sejam perdagangan Rabu (26/10/2022). Pada pukul 10.00 WIB, IHSG tercatat naik 11,58 poin (0,16%) ke level 7.059. IHSG hari ini bergerak bervariasi di rentang 7.039-7.081. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 terkerek 0,14%.

Equity World | Bursa Asia Mayoritas Menguat di Pagi Ini (26/10), Didorong Reli Wall Street

Berdasarkan data RTI, sebanyak 7,69 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp 3,88 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 448.523 kali transaksi.

Tercatat sebanyak 279 saham mengalami kenaikan, 197 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 177 saham stagnan. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 terkerek 0,14%.

Pada sejam perdagangan, saham-saham ini mencatatkan kenaikan tertinggi (top gainers). Saham-saham tersebut dipimpin oleh PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) yang meroket 18,48%.

Disusul, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) terkerek 10,81%, PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) naik 9,47%, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) meningkat 9,09%, dan PT Dharma Setya Nusantara Tbk (DSNG) terdorong 7,84%.

Pada saat IHSG sejam diperdagangkan, bursa saham Asia kompak bergerak menguat. Straits Time (Singapura) naik 0,97%, Nikkei (Jepang) terkerek 1,2%, Shanghai (Tiongkok) melonjak 1,51%, dan Hang Seng (Hong Kong) meroket 2,38%.

Equity World | Ikuti Bursa Saham Asia dan AS, IHSG Dibuka Lanjutkan Penguatan

Equity World | Ikuti Bursa Saham Asia dan AS, IHSG Dibuka Lanjutkan Penguatan

Equity World | Ditutup menguat sebesar 35 poin (0,50%) ke level 7.053, IHSG dibuka lanjutkan penguatan mengikuti bursa reional Asia dan bursa Amerika Serikat (AS). Setelah IHSG dibuka naik 21,13 poin (0,30%) ke posisi 7.074,17 pada Selasa (25/10/2022). IHSG hari ini bergerak menghijau pada rentang 7.074-7.108.

Equity World | Mayoritas Bursa Asia Menguat Pada Perdagangan Selasa (25/10) Pagi

Tercatat sebanyak 625,23 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 567,17 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 50.451 kali transaksi. Sebanyak 241 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 96 saham terkoreksi, dan 185 saham stagnan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 31.499,62 (1,34%), NASDAQ ditutup 10.952,61 (0,86%), S&P 500 ditutup 3.797,34 (1,19%). Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin melanjutkan kenaikan pekan lalu karena tanda-tanda pelemahan ekonomi muncul sebagai efek kebijakan agresif The Fed. Musim rilis kinerja emiten per 3Q22 mendorong pergerakan indeks pada awal pekan ini.

Sejauh ini, hampir seperlima dari perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 74.7% telah memberikan hasil yang mengalahkan konsensus. Hasil dari banyak perusahaan teknologi dan perusahaan yang berdekatan dengan teknologi kemungkinan akan mendominasi obrolan pendapatan minggu ini.

Saham di Asia-Pasifik naik pada awal perdagangan Selasa setelah sesi positif kedua berturut-turut di Wall Street. Indeks Hang Seng Hong Kong dan saham teknologi Tiongkok di AS turun tajam untuk memulai minggu ini dengan sentimen investor berubah setelah kesimpulan dari kongres partai Tiongkok dan rilis data ekonomi yang tertunda.

Nikkei 225 menambahkan 0,65% dan Topix naik 0,79%. Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,52%. Kospi (Korea Selatan) berada tepat di atas garis datar, sedangkan Kosdaq naik 0,44%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,14%. Singapura akan merilis data inflasi pada hari Selasa, sementara HSBC bakal melaporkan pendapatan.

Prediksi Analis

Artha Sekuritas memprediksi IHSG menguat pada perdagangan Selasa (25/10/2022). IHSG diperkirakan akan bergerak pada resistance 7.084-7.116 dan support 7.004-7.028. Pantau sembilan saham pilihan bakal cuan, diantaranya ERAA dan ASSA.

Artha Sekuritas mengatakan, IHSG diprediksi menguat. Candlestick membentuk higher high dan higher low dengan MACD bergerak ke area akumulasi mengindikasikan potensi penguatan. Pergerakan akan didorong musim rilis kinerja emiten per kuartal III-2022.

“Di sisi lain perlu mencermati pelemahan nilai tukar rupiah yang telah mencapai level Rp 15,500 per dolar AS,” tulis Artha Sekuritas dalam risetnya, Selasa (25/10/2022).

IHSG ditutup Menguat. IHSG ditutup di level 7.053,04 (0,50%). IHSG ditutup menguat seiring penguatan mayoritas bursa saham global. Pergerakan juga didorong musim rilis laporan kinerja Kuartal III-2022. Dari global ada ekspektasi bahwa The Fed tidak akan agresif menaikkan suku bunga pada November 2022.

Artha Sekuritas merekomendasikan sembilan saham pilihan bakal cuan untuk dipantau pada perdagangan hari ini. Kesembilan saham tersebut adalah ERAA, HMSP, AKRA, BBCA, MNCN, TOWR, MIKA, SSMS, ASSA.

Equity World | Wall Street Menguat dengan Spekulasi Kebijakan The Fed yang Lebih Moderat

Equity World | Wall Street Menguat dengan Spekulasi Kebijakan The Fed yang Lebih Moderat

Equity World | Indeks saham Amerika Serikat, Wall STreet, ditutup menguat pada perdagangan pekan lalu setelah dilaporkan Federal Reserve (The Fed) mempertimbangkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada bulan Desember 2022.

Equity World | Harga Emas Diprediksi Naik pada 2023, Saatnya Koleksi?

Hal tersebut meningkatkan spekulasi jika bank sentral akan mengambil kebijakan yang tidak seagresif sebelumnya. Beberapa pejabat The Fed mulai menyuarakan keinginan untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Dikutip dari Reuters, Senin (24/10), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 748,97 poin, atau 2,47 persen, menjadi 31.082,56, S&P 500 (.SPX) naik 86,97 poin, atau 2,37 persen, menjadi 3.752,75 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 244,87 poin, atau 2,31 persen, menjadi 10.859,72.

Untuk minggu ini, S&P 500 naik 4,74 persen, Dow naik 4,89 persen dan Nasdaq naik 5,22 persen. Masing-masing dari tiga indeks utama mencatat kenaikan persentase mingguan terbesar mereka dalam empat bulan terakhir.

Snap Inc (SNAP.N) anjlok 28,08 persen setelah membukukan pertumbuhan pendapatan kuartalan paling lambat dalam lima tahun karena pengiklan memangkas pengeluaran karena inflasi dan kesengsaraan geopolitik.

Turunnya performa Snap Inc membebani perusahaan lain yang sangat bergantung pada pendapatan iklan seperti Meta Platforms Inc (META.O), turun 1,16 persen dan Pinterest (PINS.N), turun 6,40 persen.

Indeks saham yang Juga jatuh setelah melaporkan pendapatan kuartalan adalah American Express (AXP.N), yang kehilangan 1,67 persen dan Verizon Communications, turun 4,46 persen.

Sementara, Schlumberger (SLB.N) melonjak 10,33 persen yang membantu mengangkat sektor energi S&P 500 (.SPNY) 2,76 persen setelah melaporkan laba kuartalan di atas ekspektasi.

Analis secara luas memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk pertemuan keempat berturut-turut pada bulan November.

Ekuitas telah berada di bawah tekanan tahun ini karena bank sentral telah memulai jalur kenaikan suku bunga yang agresif karena mencoba untuk mengendalikan inflasi yang sangat tinggi, meningkatkan kekhawatiran akan kesalahan kebijakan yang akan mengirim ekonomi ke dalam resesi.

Equity World | Cuma IHSG yang Melesat, Bursa Asia Ditutup Kebakaran

Equity World | Cuma IHSG yang Melesat, Bursa Asia Ditutup Kebakaran

Equity World | Mayoritas bursa Asia-Pasifik ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (20/10/2022), di mana kekhawatiran resesi kembali muncul dan kembali membebani pasar saham global.

Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 3.000 ke Level Rp 936.000 Per Gram, Jumat (21/10)

Hanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di zona hijau pada hari ini. Bahkan, IHSG ditutup melonjak 1,75% ke posisi 6.980,65.

Sedangkan sisanya ditutup di zona merah. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup merosot 0,92% ke posisi 27.006,96, Hang Seng Hong Kong ambles 1,4% ke 16.280,22, Shanghai Composite China melemah 0,31% ke 3.035,05, Straits Times Singapura turun tipis 0,1 poin ke 3.018,09, ASX 200 Australia ambrol 1,02% ke 6.730,7, dan KOSPI Korea Selatan terkoreksi 0,86% menjadi 2.218,09.

Dari China, bank sentral (People Bank of China/PBoC) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan pinjaman (loan prime rate/LPR).

LPR tenor 1 tahun tetap dipertahankan di level 3,65%, sedangkan LPR tenor 5 tahun bertahan di level 4,3%. Hal ini sesuai dengan prediksi pasar sebelumnya yang memperkirakan PBoC kembali mempertahankan LPR-nya kali ini.

Sebelumnya pada Senin lalu, PBoC juga telah menyuntikkan pinjaman MLF satu tahun senilai 500 miliar yuan (US$ 69,45 miliar) ke sistem perbankan, sesuai dengan jumlah yang jatuh tempo bulan ini dan tidak menghasilkan injeksi atau penarikan likuiditas secara bersih.

Hal ini terjadi ditengah kekhawatiran pasar akan ditundanya rilis beberapa data ekonomi di China, di mana salah satunya yakni data pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2022.

Penundaan ini juga terjadi di saat dunia mengendus gelagat penurunan ekonomi yang tajam di Negeri Tirai Bambu.

“Ini (penundaan rilis PDB) akan menyebabkan ketidakpastian dan kehati-hatian investor, sebab tidak ada penjelasan terkait penundaan tersebut,” kata Ken Cheung, kepala analis valuta asing di Mizuho Bank, sebagaimana dilansir Japan Times, Senin (17/10/2022).

Perekonomian China diperkirakan akan mencatat kinerja terburuk dalam hampir 5 dekade terakhir. Penyebabnya, datang dari dalam dan luar negeri.

Survei terbaru dari Reuters yang melibatkan 40 ekonom menunjukkan perekonomian China diperkirakan tumbuh 3,2% di 2022, jauh di bawah target pemerintah 5,5%.

Sementara itu dari Australia, Tingkat pengangguran di Australia untuk September tidak berubah dari bulan sebelumnya di 3,5%, menurut Biro Statistik Australia, di mana hal ini sejalan dengan ekspektasi analis dalam survei Reuters.

Diana Mousina, ekonom senior di AMP Capital, mengatakan dia memperkirakan tingkat pengangguran akan tetap di level saat ini dalam waktu dekat sebelum naik tahun depan.

“Pertumbuhan lapangan kerja perlu melambat secara signifikan untuk melihat kenaikan tingkat pengangguran dalam jangka pendek,” tulisnya dalam sebuah catatan, dikutip dari CNBC International.

Bursa Asia-Pasifik yang secara mayoritas melemah terjadi saat kekhawatiran investor akan resesi global kembali muncul. Kekhawatiran resesi kembali muncul setelah pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) kembali mengindikasikan bahwa The Fed masih akan agresif untuk meredam inflasi.

Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari pada Selasa lalu menyatakan bahwa The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga acuan di atas 4,75%, jika inflasi yang mendasarinya tidak berhenti melesat.

Survei “Beige Book” The Fed tentang aktivitas ekonomi menunjukkan perusahaan mencatat tekanan harga tetap tinggi, meskipun ada beberapa pelonggaran di beberapa distrik, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan beberapa tanda pendinginan.

Kekhawatiran tentang resesi kembali muncul di kalangan investor karena The Fed terus mengikuti jalur hawkish yang dilapisi dengan kenaikan suku bunga.

Mengacu pada FedWatch, sebanyak 94,5% para pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bp dan membawa tingkat suku bunga Fed ke kisaran 3,75%-4%.

Hal ini membuat beberapa perusahaan di AS kembali merubah proyeksi pendapatannya, dengan beberapa perusahaan dan analis merevisi prospek mereka ke bawah untuk kuartal mendatang.

Design a site like this with WordPress.com
Get started