Equity World | Rupiah Selasa Pagi Terkoreksi ke Rp15.587/USD; Dollar di Asia pada 7 Bulan Terendahnya

Equity World | Rupiah Selasa Pagi Terkoreksi ke Rp15.587/USD; Dollar di Asia pada 7 Bulan Terendahnya

Equity World | Dalam pergerakan pasar uang Selasa pagi ini (10/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau dibuka terkoreksi, sementara dollar AS di pasar Asia menurun setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya.

Equity World | Wall Street Menghijau, Nasdaq Memimpin Setelah Kekhawatiran Suku Bunga Mereda

Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,13% atau 20 poin ke level Rp 15.587 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.567.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 15.574 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp15.590, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 15.587.

Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; tertekan ke 7 bulan terendahnya oleh perkiraan investor the Fed akan mengurangi tempo kenaikan suku bunganya.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini turun ke level 103,13, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 103,17.

Sementara itu, IHSG Selasa di awal sesi pertama melemah 43,297 poin (0,65%) ke level 6.644,973, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah mengikuti Wall Street yang ditutup variatif.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia menurun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp15.490 – Rp15.765.

Equity World | Harga Emas Kinclong Rp1,032 Juta Pagi Ini

Equity World | Harga Emas Kinclong Rp1,032 Juta Pagi Ini

Equity World | Jakarta, Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,033 juta per gram pada Senin (9/1). Harga emas tercatat naik Rp1.000 dari Rp1,032 juta per gram pada perdagangan sebelumnya.

Equity World | Dibuka Optimistis, IHSG Kembali Tembus Level Psikologis 6.700

Senada, harga pembelian kembali (buyback) juga naik Rp1.000 dari Rp940 ribu menjadi Rp941 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp569 ribu, 2 gram Rp2,01 juta, 3 gram Rp2,99 juta, 5 gram Rp4,96 juta, 10 gram Rp9,86 juta, 25 gram Rp24,54 juta, dan 50 gram Rp49,01 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp97,95 juta, 250 gram Rp244,6 juta, 500 gram Rp489 juta, dan 1 kilogram Rp977,9 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Sementara itu, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX menguat 0,18 persen menjadi US$1.873,1 per troy ons. Sementara itu, harga emas di perdagangan spot menguat 0,24 persen ke US$1.870,2 per troy ons pada pagi ini.

Senior Analis DCFX Lukman Leong memproyeksi harga emas masih menguat hari ini. Penguatan harga emas ditopang oleh data tingkat ketenagakerjaan (NFP) AS yang walau secara umum kuat, namun pertumbuhan upah yang lebih rendah dari perkiraan.

Menurutnya, upah yang lebih rendah disinyalir bisa menekan tingkat inflasi.

“Upah yang selama ini sangat kuat merupakan hal yang dikhawatirkan The Fed (bank sentral AS) dapat menahan inflasi tetap tinggi,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, data ISM Non-Manufacturing Index yang lebih rendah juga meredakan kekhawatiran terhadap The Fed yang akan agresif mengerek suku bunga.

Hari ini, Lukman memperkirakan harga emas internasional berada dalam rentang support US$1.850 per troy ons dan resistance US$1.885 per troy ons.

Equity World | Reliance Sekuritas: IHSG Melemah, Jajaran Saham Ini Berpotensi Melesat

Equity World | Reliance Sekuritas: IHSG Melemah, Jajaran Saham Ini Berpotensi Melesat

Equity World | JAKARTA, Reliance Sekuritas memprediksi IHSG melemah pada perdagangan Jumat (6/1/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.590-6.665. Jajaran saham ini berpotensi melesat, salah satunya CPIN.

Equity World | Wall Street Melemah Tajam Jelang Data Pekerjaan AS

Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG diperkirakan akan berpotensi diperdagangkan melemah meskipun, di tengah sentiment negatif untuk prospek ekonomi di tahun 2023. Serta, sentiment negatif datang dari sektor batu bara di mana Tiongkok mempertimbangkan akan kembali melonggarkan larangan impor batu bara dari Australia.

“Hal ini yang dapat mengurangi porsi ekspor batu bara dari Indonesia,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Jumat (6/1/2023).

Secara teknikal, Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG setelah breakdown support dan kembali melemah berpotensi menguji support di 6.576. “Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu CPIN, MIKA, UNTR, UNVR,” tambah Reliance Sekuritas.

IHSG diperdagangkan di zona merah cukup dalam pada perdagangan kemarin dan ditutup ke level 6.654 (2,34%). Terjadi aksi taking profit di IHSG pada saham big caps. Setelah sebelumnya statement dari petinggi IMF yang memperingatkan untuk prospek ekonomi global di tahun 2023.

Selain itu, saham-saham batu bara melemah cukup dalam menyusul rencana Tiongkok yang membuka kembali import batu bara dari Australia. Beberapa sektor yang mengalami pelemahan diantaranya sektor energi (5,48%), sektor teknologi (2,83%) dan sektor barang baku (2,62%).

Investor asing tercatat membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp643 milliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing diantaranya adalah BBCA, TLKM, BMRI.

Sementara itu dari bursa AS, ketiga indeks utama kompak ditutup melemah cukup dalam, para investor masih khawatir akan prospek ekonomi global di tahun 2023 menyusul peringatan dari IMF terkait prospek ekonomi selain itu isyarat dari The Fed yang masih hawkish pada FOMC pada hari sebelumnya untuk menekan inflasi kembali ke target normal.

Dari bursa Asia, pada pagi ini sudah diperdagangkan di zona, saat laporan ini ditulis index Nikkei 225 hanya menguat tipis (0,03%), serta index Kospi hanya menguat (0,12%) serta Index Nikkei 225 dan Kospi sempat di buka melemah pada pagi ini.

Equity World | Wall Street Tunduk Setelah Sajian Data Ekonomi Terbaru pada Rabu (4/1)

Equity World | Wall Street Tunduk Setelah Sajian Data Ekonomi Terbaru pada Rabu (4/1)

Equity World | JAKARTA. Wall Street melemah pada hari Rabu (4/1), terseret data lowongan kerja Amerika Serikat (AS) yang turun kurang dari yang diharapkan. Sajian data ekonomi ini memicu kecemasan investor tentang kenaikan suku bunga menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve pada Desember.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik, Turut Abaikan Risalah Fed

Melansir Reuters, pada pukul 10:28 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 37,17 poin atau 0,11% ke 33.099,20, S&P 500 naik 0,44 poin atau 0,01% ke 3.824,58, dan Nasdaq Composite turun 26,38 poin, atau 0,25 %, pada 10.360,61.

Sebuah survei dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan lowongan pekerjaan turun 54.000 menjadi 10,458 juta pada hari terakhir bulan November, dibandingkan dengan ekspektasi 10 juta lowongan pekerjaan.

Data menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih ketat yang dapat memberi perlindungan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Sementara itu, saham Apple Inc naik 0,6%. Sementara pembuat kendaraan listrik Tesla Inc melonjak 2,3%, dengan kedua saham tersebut pulih dari penurunan tajam di sesi sebelumnya.

Kenaikan mengurangi beberapa tekanan pada indeks benchmark S&P 500.

Saham Microsoft Corp turun 5,2% menyusul downgrade oleh broker UBS di tengah kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan untuk layanan cloud dan Office suite.

Saham discretionary konsumen naik 0,3% dan sektor teknologi turun 0,4%.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan manufaktur AS mengalami kontraksi lebih lanjut pada bulan Desember.

Institute for Supply Management (ISM) mengatakan, PMI manufaktur turun menjadi 48,4 bulan lalu dari 49,0 di bulan November, mengalami kontraksi untuk bulan kedua berturut-turut.

Risalah dari pertemuan The Fed sebelumnya, ketika menaikkan suku bunga setengah poin persentase dan memperingatkan suku bunga mungkin perlu tetap tinggi lebih lama. Risalah The Fed akan dirilis pada pukul 2 siang waktu setempat

Risalah The Fed dapat menunjukkan pertimbangan internal bank sentral memasuki fase baru di mana risiko terhadap pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja diberikan lebih banyak. Sementara membatasi inflasi yang tinggi tetap menjadi prioritas utama.

Asal tahu, bursa saham AS terpukul pada tahun 2022 di tengah kekhawatiran resesi karena pengetatan kebijakan moneter yang agresif, dengan tiga indeks saham utama mencatat kerugian tahunan tertajam sejak 2008.

“Ini tahun baru, tetapi kami terjebak dengan kondisi makro yang sama, yang masih cukup mengecewakan,” kata Dave Grecsek, managing director in investment strategy and research Aspiriant.

“Dua hal yang benar-benar akan mendorong pengembalian pasar jangka pendek – apakah The Fed akan menepati janjinya dan bersikap tegas dengan inflasi dan tingkat kebijakan dan apakah ekonomi AS dan Eropa memasuki resesi.”

Pelaku pasar melihat peluang 68% dari kenaikan suku bunga 25 basis poin dari The Fed pada bulan Februari, dan melihat suku bunga memuncak pada 4,99% pada bulan Juni.

Equity World | Harga Emas Spot Mendekati Level Tertinggi 7 Bulan

Equity World | Harga Emas Spot Mendekati Level Tertinggi 7 Bulan

Equity World | JAKARTA. Harga emas spot memperpanjang reli tahun baru untuk melonjak lebih dari 1% dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Juni pada hari Rabu (4/1).

Equity World | Harga Emas Melonjak Karena Kekhawatiran Resesi Ekonomi Global

Kilau emas dibantu oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga yang kurang agresif.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 1,2% menjadi US$1.860,64 per ons troi pada pukul 09.41 GMT, mencapai level tertinggi sejak 13 Juni. Sedangkan, harga emas berjangka AS naik 1,1% menjadi US$1.867,00.

“Ada beberapa optimisme di pasar menjelang rilis risalah dari pertemuan The Fed bulan Desember nanti,” kata analis eksternal Kinesis Money, Carlo Alberto De Casa.

“Mayoritas investor bertaruh pada kenaikan suku bunga 0,25% pada pertemuan Fed berikutnya, berbeda dari beberapa minggu lalu, ketika suku bunga 0,50% lainnya.”

Risalah dari pertemuan The Fed bulan Desember, ketika menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps), setelah empat kenaikan 75 bps berturut-turut, akan dirilis pada 1900 GMT.

Pelaku pasar juga akan memindai data lowongan kerja AS pada pukul 15.00 GMT.

Sementara itu, indeks dolar tergelincir 0,6%, membuat emas lebih murah bagi investor luar negeri.

“Risalah kemungkinan akan memberikan gambaran tentang keputusan kebijakan The Fed dan ini akan berdampak pada dolar dan emas,” kata Hareesh V., kepala penelitian komoditas di Geojit Financial Services.

“Kekhawatiran resesi yang sedang berlangsung dan ketegangan geopolitik kemungkinan akan mengangkat daya tarik safe-haven emas pada tahun 2023. Ada kemungkinan lebih banyak aliran masuk ke emas ketika Fed mulai melonggarkan kebijakan.”

Emas batangan, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, cenderung menderita dalam lingkungan suku bunga yang meningkat.

“Kenaikan harga emas dan perak saat ini tampaknya tidak bersifat sementara, tetapi lebih terlihat sebagai gerakan struktural,” tambah De Casa.

Di tempat lain, harga perak spot naik 1,4% menjadi US$24,3255 per ons troi, platinum bertambah 0,6% menjadi US$1.090,58, dan paladium naik 0,8% menjadi US$1.723,38.

Equity World | Alert IHSG! Mayoritas Bursa Asia Melemah

Equity World | Alert IHSG! Mayoritas Bursa Asia Melemah

Equity World | Jakarta, Bursa Asia-Pasifik mengawali perdagangan perdananya di tahun 2023 dengan dibuka di zona merah, di tengah sikap investor yang menanti rilis data aktivitas manufaktur periode Desember 2022 di kawasan tersebut.

Equity World | Siap-Siap, Harga Emas Bakal Melambung Nih

Pada Selasa (3/1/2023), indeks Hang Seng Hong Kong ambles 1,51%, Shanghai Composite China turun 0,19%, Straits Times Singapura ambrol 1,11%, dan ASX 200 Australia terkoreksi 0,59%.

Namun, untuk indeks KOSPI Korea Selatan dibuka naik 0,16% pada perdagangan hari ini.

Beberapa bursa Asia pada perdagangan perdana 2023 terjadi pada Senin kemarin yakni KOSPI dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Dari China, data aktivitas manufaktur periode Desember 2022 akan dirilis pada hari ini. Data aktivitas manufaktur berdasarkan purchasing manager’s index (PMI) versi Caixin diprediksi kembali turun menjadi 48,8, dari sebelumnya di angka 49,4. Jika hal tersebut benar terjadi, maka PMI manufaktur China masih berada di zona kontraksi.

Sebelumnya pada Jumat pekan lalu, PMI manufaktur China versi NBS turun menjadi 47, dari sebelumnya di angka 48 pada November. Ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan PMI akan berada di 48.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas. Di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya ekspansi.

Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak awal pandemi pada Februari 2020.

Sedangkan dari Jepang, bank sentral (Bank of Japan/BoJ) dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan perkiraan inflasi pada Januari 2023 untuk mencerminkan pertumbuhan harga yang mendekati target 2% pada tahun fiskal 2024.

Langkah itu bisa meletakkan dasar untuk pergeseran menuju kebijakan fiskal yang lebih ketat.

Laporan tersebut rilis lebih dari seminggu setelah BoJ mengubah kontrol imbal hasil (yield curve control/YCC) obligasinya, yang memungkinkan suku bunga jangka panjang naik lebih banyak.

Suku bunga obligasi 10 tahun akan dibiarkan berfluktuasi setengah poin persentase di atas dan di bawah target negara sebesar 0%, naik dari kisaran sebelumnya sebesar seperempat poin persentase.

Sementara itu dari Singapura, ekonominya mengalami pemulihan bertahan pada tahun 2022, dengan kinerja akhir tahun yang relatif kuat menopang ekonomi menjelang perlambatan global yang diperkirakan pada tahun ini.

Produk domestik bruto (PDB) Singapura sepanjang tahun 2022 tumbuh 3,8%, menurut perkiraan awal dari Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI). Angka itu sedikit mengalahkan dari proyeksi pemerintah untuk ekspansi tahunan sebesar 3,5%.

Sedangkan dari posisi kuartal IV-2022, PDB Singapura mencapai 2,2%, lebih rendah dari periode yang sama tahun 2021 mencapai 4,2%. Sedangkan dari basis kuartalan, PDB Singapura tumbuh 0,2%, turun dari periode kuartal III-2022 sebesar 1,1%.

Laporan tersebut menunjukkan satu risiko yang jelas di depan untuk ekonomi yang bergantung pada perdagangan, dengan manufaktur menyusut 3% (year-on-year/yoy) pada kuartal IV-2022, menjadi kontraksi pertama sejak kuartal II-2020.

Equity World | Emas Dunia Diramal Melesat 120%, Emas Antam Apa Kabar?

Equity World | Emas Dunia Diramal Melesat 120%, Emas Antam Apa Kabar?

Equity World | Mengawali perdagangan di awal tahun baru 2023 Senin (02/01/22) harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam tidak berubah.
Harga emas di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung ukuran 1 gram masih sama dengan harga kemarin yakni Rp1.026.000 per batang.

Equity World | Saham Blue Chip Terkikis 0,58%, IHSG Fluktuatif di Sejam Perdagangan

Dikutip dari data laman resmi Logam Mulia, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) ditetapkan Rp926 ribu per gram. Harga itu stagnan per gram tak berubah dari perdagangan kemarin.

Adapun harga emas berdasarkan ukuran, yakni, 0,5 gram dijual Rp.563 ribu, 5 gram dijual Rp4,9 juta, 10 gram Rp9,75 juta, 25 gram Rp24,26 juta, dan 50 gram Rp48,45 juta. Namun saat ini produk emas yang tersedia hanya ukuran 0,5 dan 1 gram.

Pagi ini, pukul 06:40 WIB, harga emas ada di S$ 1.823,69 per troy ons. Harganya melandai 0,04% dibandingkan pada penutupan di hari terakhir perdagangan tahun lalu. Namun, banyak analis memprediksi harga emas bisa terbang tinggi pada tahun ini, hingga ke US$ 3.000 – 4.000/troy ons.

Jika harga emas naik menjadi US$ 3.000 per troy ons, artinya emas akan melonjak 65% dari harga yang sekarang. Harganya akan terbang 119% jika nantinya emas menembus US$ 4.000 per troy ons. Jika itu terjadi, harga emas batangan di dalam negeri tentunya akan ikut melesat tahun ini.

Kekhawatiran akan resesi yang parah meningkatkan perkiraan bahwa bank sentral AS akan mulai menurunkan suku bunga pada akhir tahun 2023 atau awal tahun 2024.

Chief investment officer Swiss Asia Capital, Juerg Kiener memperkirakan harga emas akan meningkat tajam akibat pelonggaran kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve.

“Harga emas akan terbang hingga US$ 4.000 per troy ons pada 2023. Artinya, harga emas melonjak 119% dari harga sekarang” ungkap Kiener.

Menurut beberapa ekonom, beberapa laporan pasar tenaga kerja minggu ini dapat mengatur suasana pasar, setidaknya untuk kuartal pertama tahun ini. Dalam konferensi persnya pada 14 Desember, Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell, telah memperingatkan investor bahwa pasar tenaga kerja masih terlalu ketat bagi bank sentral untuk mengubah sikap kebijakan moneternya yang agresif.

Ekonom baru-baru ini memperhatikan dengan cermat Laporan Kesempatan Kerja bulanan dan Survei Perputaran Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja, atau laporan JOLTS. Ekonom mencatat bahwa penurunan lebih lanjut dalam jumlah pekerjaan yang tersedia dapat menandakan pengangguran yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Ekonom di TD Securities mengatakan bahwa mereka mengharapkan laporan pasar tenaga kerja AS Desember menunjukkan ketahanan lanjutan di pasar tenaga kerja AS.

“Penciptaan lapangan kerja (non-farm payrolls) kemungkinan mendapatkan momentum pada bulan Desember, dengan penguatan gaji pada penutupan tahun dalam indikasi terbaru dari kondisi pasar tenaga kerja AS yang ketat. Tingkat [pengangguran] kemungkinan juga turun menjadi 3,6%, sementara kami memperkirakan pertumbuhan upah akan tetap ada.” tinggi pada 0,4% m/m setelah meningkat menjadi 0,6% pada November,” kata para ekonom dalam sebuah catatan Jumat

Equity World | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$1.807,57 pada Kamis (29/12) Pagi

Equity World | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$1.807,57 pada Kamis (29/12) Pagi

Equity World | JAKARTA. Harga emas spot naik pada hari Kamis (29/12). Setelah dolar AS dan imbal hasil Treasury melemah, dengan pelaku pasar menunggu indikasi baru pada rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Equity World | Bagi Emas, “Senjata” The Fed Lebih Mematikan Ketimbang Putin

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,2% menjadi US$1.807,57 per ons troi pada pukul 03.03 GMT, setelah turun 1% pada sesi terakhir. Sedangkan, harga emas berjangka AS turun 0,1% menjadi US$1.814,30.

Indeks dolar tergelincir 0,2%. Greenback yang lebih lemah membuat bullion lebih menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lain. Benchmark imbal hasil US Treasury 10 tahun turun setelah mencapai tertinggi enam minggu di sesi sebelumnya.

Pedagang akan memindai angka klaim pengangguran AS mingguan yang jatuh tempo pada 1330 GMT, untuk kemungkinan pengaruhnya terhadap strategi kenaikan suku bunga The Fed.

“Data pengangguran akan menjadi penting. Jika menunjukkan peningkatan klaim, maka itu akan melemahkan dolar dan mendukung emas,” kata Ajay Kedia, direktur Kedia Commodities, Mumbai.

Bullion berada di jalur penurunan tahunan sekitar 1% yang ditekan oleh kenaikan suku bunga AS yang agresif. Namun, harga telah naik hampir US$200 dari level terendah lebih dari dua tahun pada bulan September di tengah harapan bahwa bank sentral AS dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga.

The Fed memperlambat laju kenaikan suku bunga menjadi 50 basis poin (bps) pada bulan Desember setelah empat kenaikan berturut-turut masing-masing 75 bps. Sementara Ketua The Fed Jerome Powell telah menekankan perlunya mempertahankan suku bunga tinggi untuk sementara waktu melawan inflasi.

Suku bunga yang lebih tinggi meredupkan daya tarik anti-inflasi emas dan meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset karena tidak membayar bunga.

“Pada tahun 2022, emas telah dihargai dalam kenaikan suku bunga. Pada tahun 2023, emas akan didukung dengan baik oleh ketegangan geopolitik, kesengsaraan resesi, dan pembelian bank sentral,” tambah Kedia.

“ETF emas (exchange traded fund) juga mulai naik.”

Di tempat lain, harga perak spot naik 0,2% menjadi US$23,57, platinum naik 0,3% menjadi US$1.010,67, dan paladium naik 0,2% menjadi US$1.786,97.

Equity World | Ngikut Wall Street, Bursa Asia Dibuka Gak Kompak

Equity World | Ngikut Wall Street, Bursa Asia Dibuka Gak Kompak

Equity World | Bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung beragam dengan mayoritas melemah pada perdagangan Rabu (28/12/2022), karena investor mempertimbangkan hambatan ekonomi pada tahun 2023.

Equity World | IHSG Gak Ada Lawan, Balik ke 7.000?

Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka melonjak 1,22% dan Straits Times Singapura terpantau naik tipis 0,02%.

Sedangkan untuk indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melemah 0,44%, Shanghai Composite China terkoreksi 0,26%, ASX 200 Australia terdepresiasi 0,26%, dan KOSPI Korea Selatan ambruk 1,77%.

Indeks Hang Seng dan ASX 200 pada hari ini kembali dibuka setelah libur panjang Natal 2022.

Kabar dari pelonggaran kebijakan terkait Covid-19 di China seharusnya masih menjadi sentimen positif di Asia-Pasifik hingga hari ini. Tetapi, karena investor menimbang hambatan ekonomi di 2023 yang akan timbul, maka sentimen tersebut cenderung diabaikan.

Sebelumnya, China akan menghapus semua tindakan pembatasan Covid-19 lainnya untuk pelancong asing, termasuk karantina untuk pasien positif dan pelacakan kontak. Pihak berwenang mengatakan kebijakan baru itu adalah bagian dari cara baru China dalam menangani Covid-19.

Adapun, China menurunkan penanganan Covid menjadi “penyakit Kelas B” yang tidak terlalu ketat, dalam kategori yang sama dengan penyakit yang tidak terlalu parah, seperti demam berdarah. China juga akan menyebut Covid-19 sebagai “infeksi”, bukan “pneumonia”.

“Perubahan itu lebih sesuai dengan karakteristik dan tingkat bahaya penyakit ini saat ini,” kata HNC dalam sebuah pernyataan, dilansir CNN International, Selasa (27/12/2022).

“Varian Omicron yang kurang mematikan telah menjadi jenis dominan SARS-Cov-2, dan hanya sejumlah kecil kasus yang berkembang menjadi pneumonia,” tambahnya.

Meski begitu, pelancong masih harus mengikuti tes Covid sebelum tiba di China. Hanya saja, mereka tidak perlu lagi menyerahkan hasilnya ke kedutaan atau konsulat China.

Mulai 8 Januari, para pelancong dapat menguji dan menampilkan hasilnya sebelum naik ke pesawat.

NHC juga berjanji untuk melanjutkan wisata keluar bagi warga negara China secara tertib, tergantung pada situasi Covid-19 internasional dan kapasitas berbagai layanan domestik.

Sementara itu dari Jepang, bank sentral (Bank of Japan/BoJ) merilis ringkasan opini dari pertemuan kebijakan moneter yang diadakan pekan lalu, di mana secara tak terduga mereka akan memperluas kisaran target imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang.

Bursa Asia-Pasifik cenderung mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa kemarin, setelah libur Natal 2022.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 0,11%. Namun untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup melemah. S&P 500 melemah 0,41%, sedangkan Nasdaq ambles 1,38%.

Setelah tahun yang brutal diliputi oleh ketakutan inflasi dan resesi, investor berharap untuk mengakhiri tahun 2022 dengan catatan positif.

Namun, mereka juga masih cenderung khawatir bahwa tahun depan, ekonomi global berpotensi akan menghadapi tantangan yang cukup berat yakni resesi. Sehingga, investor kembali mempertimbangkan hambatan ekonomi pada tahun 2023.

Pada Jumat pekan lalu, Wall Street sejatinya memulai periode reli Sinterklas (Santa Claus Rally), yang biasanya dianggap sebagai rentang perdagangan lima hari terakhir di tahun ini, serta dua hari perdagangan pertama di tahun baru, jika dilihat dari historisnya.

Sejak berdiri hampir 1 abad silam, pergerakan indeks acuan saham AS terutama S&P 500 membentuk satu pola musiman.

Terhitung sejak 1928-2021, atau dalam kurun waktu 94 tahun terakhir, S&P 500 tercatat membukukan kinerja bulanan yang positif sebanyak 69x dan melemah 25x pada Desember.

Artinya secara probabilitas historis, S&P 500 memiliki peluang menguat sebesar 73%. Peluang kinerja bulanan yang positif di Desember merupakan yang paling tinggi jika dibanding bulan lainnya.

Wall Street baru dibuka kembali pada Selasa kemarin karena adanya liburan panjang Natal 2022. Tetapi dalam minggu perdagangan yang dipersingkat ini, investor mengharapkan volatilitas yang relatif tenang atau lebih lanjut karena volume perdagangan yang rendah.

Equity World | Wall Street Menuju Perdagangan Terakhir 2022

Equity World | Wall Street Menuju Perdagangan Terakhir 2022

Equity World | Perdagangan Jumat (23/12) menandai dimulainya periode waktu untuk reli Sinterklas, yang biasanya dianggap sebagai rentang perdagangan lima hari terakhir di tahun ini serta dua hari perdagangan pertama di tahun baru. Pasar ditutup Senin (Selasa pagi WIB) untuk liburan Natal.

Equity World | Awal Pekan, IHSG Berbalik Menguat ke Level 6.835

Karena volume perdagangan yang rendah, investor mengharapkan volatilitas yang relatif tenang atau lebih lanjut selama pekan yang dipersingkat liburan. Pasar menutup bulan dan tahun yang ditentukan oleh lonjakan ketakutan resesi.

Pada Desember, S&P 500 turun sekitar 5,8%, sementara Dow dan Nasdaq masing-masing turun sekitar 4% dan 8,5%. Ini adalah penurunan bulanan terbesar sejak September. Rata-rata utama menuju kinerja tahunan terburuk mereka sejak 2008.

“(Pertanyaan) tentang resesi seperti apa yang masih belum terjawab,” tulis Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial, Jumat.

“Dan untuk ini, jawabannya ditentukan terutama dari berapa banyak lagi yang dibutuhkan Fed untuk menaikkan suku bunga untuk akhirnya mengatasi inflasi yang kaku,” lanjutnya.

Di sisi ekonomi, trader mengharapkan data terbaru persediaan grosir November dan harga rumah S&P/ Case-Shiller Oktober pada Selasa (27/12) sebelum bel.

Indeks Saham Utama Menuju Pekan Perdagangan Terakhir

Saham sedang bersiap untuk menutup tahun terburuk mereka sejak 2008 karena investor memasuki minggu perdagangan terakhir 2022. Di sinilah posisi mereka.

1. Dow Jones Industrial Average (DJIA)

Dow turun -4,01% bulan ini, dengan kecepatan untuk memecahkan rekor kemenangan beruntun dalam dua bulan.

Dow turun -8,63% tahun ini, dengan kecepatan untuk memecahkan rekor kemenangan beruntun selama tiga tahun dengan kinerja tahunan terburuk sejak 2008 ketika turun -33,84%.

2. S&P 500

S&P turun -5,77% bulan ini, dengan kecepatan untuk memecahkan rekor kemenangan beruntun dalam bulan.

S&P turun -19,33% tahun ini, dengan kecepatan untuk memecahkan rekor kemenangan beruntun tiga tahun dengan kinerja tahunan terburuk sejak 2008 ketika turun -38,49%.

3. Komposit Nasdaq

NASDAQ turun -8,46% bulan ini, dengan kecepatan untuk memecahkan rekor kemenangan beruntun 2 bulan.

NASDAQ turun -32,90% tahun ini, dengan kecepatan untuk memecahkan rekor kemenangan beruntun tiga tahun dengan kinerja tahunan terburuk sejak 2008 ketika turun -40,54%.

Saham Berjangka Naik

Saham Berjangka Naik pada Senin (26/12) malam di Amerika Serikat (AS) karena investor memasuki hari perdagangan terakhir 2022, mempertimbangkan apakah reli Sinterklas akan muncul dan mengangkat pasar yang telah terbebani oleh kekhawatiran resesi.

Dow Jones Industrial Average berjangka naik 157 poin, atau 0,47%. S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka masing-masing naik 0,61% dan 0,73%.

Selama sesi reguler Jumat, Dow Jones Industrial Average ditutup 176 poin lebih tinggi, atau 0,5%. S&P 500 naik 0,6%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,2%.

Design a site like this with WordPress.com
Get started