Equity World | Wall Street Jatuh Lagi Setelah Reli Awal Gagal

Equity World | Wall Street Jatuh Lagi Setelah Reli Awal Gagal

Equity World | Saham Wall Street jatuh untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) karena imbal hasil (yield) obligasi Treasury terdorong lebih tinggi. Sementara itu, analis menunjuk pada konsolidasi kenaikan sebelumnya.

Equity World | Wall Street Melemah, Imbal Hasil Treasury AS Naik Setelah Lelang

“Pasar mengalami reli yang sangat baik selama lima atau enam minggu terakhir dan sekarang normal dan sehat untuk melihat (itu) mundur dan mencerna pergerakan besar yang baru saja terjadi,” kata Adam Sarhan dari 50 Park Investments, Jumat (10/2).

Saham telah dibuka lebih tinggi sehubungan dengan penurunan imbal hasil catatan obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) Treasury tenor 10 tahun, yang dipandang sebagai proksi kebijakan suku bunga AS.

Tapi yield kemudian naik, pembalikan yang bertepatan dengan indeks saham utama jatuh ke merah.

Art Hogan, analis di B. Riley Financial, mengatakan investor beralih ke mode wait and see menjelang laporan inflasi AS minggu depan. Hasil itu dapat mempengaruhi keputusan kebijakan Federal Reserve (Fed) di masa depan.

Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,7% pada 33.699,88.

S&P 500 berbasis luas turun 0,9% menjadi 4.081,50, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq yang kaya teknologi turun 1,0% menjadi 11.789,58.

Di antara masing-masing perusahaan, saham Disney berakhir 1,3% lebih rendah setelah reli sebelumnya karena perusahaan mengumumkan rencana untuk menghilangkan 7.000 pekerjaan dalam upaya pemotongan biaya.

Saham PepsiCo naik 1,0% menyusul laba yang lebih baik dari perkiraan karena raksasa soda dan makanan ringan itu menaikkan dividennya.

Induk Google Alphabet turun 4,5%, memperpanjang kemunduran di tengah kekhawatiran tentang inisiatif kecerdasan buatan raksasa teknologi itu. Ini terjadi setelah sebuah iklan secara keliru mengidentifikasi Teleskop Luar Angkasa James Webb sebagai yang pertama mengambil gambar planet di luar tata surya Bumi.

Kehormatan itu sebenarnya milik European Very Large Telescope.

Equity World | Emas Kian Bersinar Ditopang Dolar AS yang Lebih Lemah

Equity World | Emas Kian Bersinar Ditopang Dolar AS yang Lebih Lemah

Equity World | CHICAGO, Harga emas kian bersinar, kembali menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk sesi ketiga berturut-turut didorong oleh dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah. Sebelumnya, Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell menyatakan proses disinflasi telah dimulai.

Equity World | IHSG Sesi I Melemah Terbatas, Bagaimana Sesi II?

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada April di Divisi Comex New York Exchange terdongkrak 5,9 dolar AS atau 0,31% menjadi ditutup pada 1.890,70 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi 1.898,90 dolar AS dan terendah 1.881,40 dolar AS.

Emas berjangka bertambah 5,30 dolar AS atau 0,28% menjadi 1.884,80 dolar AS pada Selasa (7/2) setelah terkerek 2,90 dolar AS atau 0,15% menjadi 1.879,50 dolar AS pada Senin (6/2), dan anjlok 54,20 dolar AS atau 2,81% menjadi 1.876,60 dolar AS pada Jumat (3/2).

Gubernur Fed menunjukkan sedikit tanda tekanan hawkish terhadap pasar tenaga kerja yang tangguh di Amerika, meningkatkan harapan suku bunga mungkin tidak akan naik lebih jauh.

Dalam sesi tanya jawab di hadapan Economic Club of Washington, Powell mengakui suku bunga mungkin perlu bergerak lebih tinggi dari yang diharapkan jika kondisi ekonomi tetap kuat. Tetapi ia juga menegaskan kembali dirinya merasa proses disinflasi sedang berlangsung.

Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal pada Rabu (8/2) Presiden Federal Reserve New York John Williams yakin bank sentral perlu mempertahankan suku bunga restriktif selama beberapa tahun untuk mengendalikan inflasi. Sedangkan, harapan untuk suku bunga Fed akan berada pada tingkat 5%-5,25%.

Gubernur Fed Lisa Cook mengatakan pada Rabu laporan pekerjaan pada Januari 2023 yang kuat telah meningkatkan harapannya untuk soft landing. Ia yakin kembali ke target inflasi 2,0% dapat dicapai tanpa peningkatan besar dalam pengangguran.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada hari yang sama bahwa persediaan grosir AS naik tipis 0,1% pada Desember 2022, kenaikan terkecil sejak Juli 2020.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada Maret naik 24,3 sen atau 1,1% menjadi ditutup pada 22,42 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman pada bulan April bertambah satu dolar AS atau 0,1%, menjadi menetap pada 987,20 dolar AS per ounce.

Equity World | Sektor Energi Melejit, IHSG Ditutup Melesat 0,87%

Equity World | Sektor Energi Melejit, IHSG Ditutup Melesat 0,87%

Equity World | JAKARTA, Dibuka menguat 13,68 poin (0,20%) ke level 6.887, IHSG ngebut di zona hijau pada perdagangan sesi I, Selasa (7/2/2023). Alhasil, IHSG ditutup melesat 59,52 poin (0,87%) ke level 6.933,32. IHSG hari ini bergerak menghijau 6.886 – 6.946. Saham sektor energi melejit 3,07%.

Equity World | Bursa Asia Beragam, IHSG Berbalik Menguat ke Level 6.935

Selama sesi I, nilai perdagangan mencapai sekitar Rp 5,91 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 834.668 kali transaksi. Sebanyak 275 saham mencatatkan kenaikan, 230 saham terkoreksi, dan 204 saham stagnan.

Hampir seluruh saham-saham unggulan menguat pada penutupan sesi I. Berdasarkan website IDX pada pukul 11.30 WIB, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 meningkat 0,86%, Investor33 naik 0,7%, dan saham-saham syariah tergabung dalam JII terkerek 0,69%.

Tidak hanya itu,hampir seluruh sektor saham juga naik. Bahkan, saham sektor energi mencatatkan kenaikan paling besar dibandingkan sektor-sektor saham lainnya pada perdagangan sesi I. Karena saham sektor energi melejit 3,07%.

Disusul kenaikan saham sektor teknologi 1,29%, sektor industri 1,29%, sektor konsumen non primer 1,08%, dan sektor transportasi 0,23%.

Pada penutupan sesi I, bursa saham Asia bervariasi. Nikkei (Jepang) turun tipis 0,01% dan Straits Time (Singapura) melemah 0,24%. Sedangkan Hang Seng (Hong Kong) naik 0,84% dan Shanghai (Tiongkok) terkerek 0,33%.

Equity World | Setelah Ambruk 4%, Harga Emas Perlahan-Lahan Bangkit

Equity World | Setelah Ambruk 4%, Harga Emas Perlahan-Lahan Bangkit

Equity World | Harga emas pelan-pelan mulai naik setelah hancur pada akhir pekan lalu. Pada penutupan perdagangan Senin (6/2/2023), emas ditutup di posisi US$ 1.867,36 per troy ons. Harga sang logam mulia naik 0,1%.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik Jelang Keputusan Suku Bunga Australia

Kenaikan tersebut membalikkan tren negatif emas yang melemah pada Kamis dan Jumat pekan lalu. Dalam dua hari tersebut, harga emas bahkan ambruk 4,35%.

Harga emas juga masih menguat pada perdagangan pagi hari ini. Pada Selasa pagi (7/2/2023) pukul 06:30 WIB, harga emas dunia di pasar spot di posisi US$ 1.867,53 per troy ons. Emas menguat tipis 0,009%.

Phillip Streible, analis dari Blue Line Futures mengatakan pada akhirnya emas akan menjadi pilihan investor sebagai aset aman. Karena itulah harga emas kembali naik.

“Trader akan melihat emas sebagai aset safe-haven dan akan kembali membelinya,” tutur Streible, dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan salah satu faktor penopang emas adalah masih tingginya kepercayaan pasar jika bank sentral Amerika serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan agresivitasnya.

Sebagai catatan, emas anjlok pada Jumat setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) keluar. Tingkat pengangguran AS pada Januari 2023 tercatat 3,4%, terendah sejak 1969. Tingkat pengangguran juga lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar yakni 3,6%.

Rendahnya tingkat pengangguran di AS menunjukkan ekonomi mereka masih kencang dan pasar tenaga kerja masih panas. Kondisi ini bisa membuat The Fed kembali memberlakukan kebijakan hawkishnya.

Equity World | Wall Street Melemah Usai Rilis Lonjakan Data Tenaga Kerja AS

Equity World | Wall Street Melemah Usai Rilis Lonjakan Data Tenaga Kerja AS

Equity World | Indeks saham utama di bursa Wall Street, Amerika Serikat berakhir lebih rendah pada perdagangan akhir pekan kemarin setelah rilis data pekerjaan yang mengejutkan.

Equity World | Harga Emas Diprediksi Bisa Cetak Rekor Baru, Ini Pemicunya

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan data tenaga kerja di AS meningkat tajam pada Januari, dengan non-farm payrolls atau data penggajian di sektor non pertanian, melonjak sebesar 517.000 pekerjaan, lebih dari yang diperkiraan 185.000. Tingkat pengangguran mencapai level terendah lebih di 3,4%.

Pertumbuhan data tenaga kerja yang meningkat tajam memicu kekhawatiran tentang tindakan agresif Federal Reserve, sementara investor mencerna berbagai laporan pendapatan perusahaan berkapitalisasi pasar besar. Di sisi lain, aktivitas industri jasa AS terpantau pulih dengan kuat di Januari.

Jumat pekan kemarin (3/2), indeks Dow Jones Industrial Average turun 127,93 poin atau 0,38% menjadi 33.926,01. S&P 500 kehilangan 43,28 poin atau 1,04% menjadi 4.136,48 dan Nasdaq Composite turun 193,86 poin atau 1,59% menjadi 12.006,96.
Dikutip dari Associated Press, investor telah menyeimbangkan tanda-tanda harapan ekonomi dapat menghindari resesi yang ditakuti terhadap kekhawatiran tentang berapa lama Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi.

Kepala strategi pasar global di Invesco Kristina Hooper menilai, laporan data pekerjaan merupakan kejutan yang luar biasa dan menimbulkan banyak pertanyaan tentang apa yang akan dilakukan The Fed selanjutnya.

“Apa yang menurut saya menyebabkan beberapa volatilitas adalah pasar mencoba memahami bagaimana Fed akan memandang hal ini,” ujar dia, Senin (3/2).
Indeks utama Wall Street memiliki awal yang solid untuk tahun ini karena teknologi dan saham lain yang berjuang tahun lalu rebound, didorong oleh harapan kenaikan suku bunga Fed akan segera berakhir dan ekonomi mungkin dapat menavigasi pendaratan yang lunak.

“Begitu banyak hal diperdagangkan dengan harga murah tiga, empat bulan lalu,” kata Eric Kuby, kepala investasi di North Star Investment Management Corp.
“Itu sudah berlalu, saya pikir kita berada dalam permainan yang adil sekarang.”

Pada hari Jumat, investor juga mencerna sejumlah besar hasil perusahaan. Saham Apple, perusahaan AS terbesar berdasarkan nilai pasar, naik 2,4% Perusahaan memperkirakan pendapatan akan turun untuk kuartal kedua berturut-turut, tetapi penjualan iPhone kemungkinan akan meningkat karena produksi telah kembali normal di China.

Saham Amazon merosot 8,4% karena perusahaan mengatakan laba operasi bisa turun menjadi nol pada kuartal saat ini karena penghematan dari PHK tidak menutupi dampak keuangan dari konsumen dan pelanggan cloud yang menekan pengeluaran.

Saham Alphabet turun 2,7% setelah induk Google membukukan laba kuartal keempat dan penjualan di bawah ekspektasi Wall Street. Dalam berita perusahaan lainnya, saham Ford Motor turun 7,6% setelah pembuat mobil memprediksi tahun depan yang penuh tantangan.

Equity World | Harga Emas Naik Tipis Setelah Dilanda Aksi Ambil Untung

Equity World | Harga Emas Naik Tipis Setelah Dilanda Aksi Ambil Untung

Equity World | JAKARTA. Harga emas menguat tipis setelah kemarin melorot tajam. Jumat (3/2) pukul 7.00 WIB, harga emas spot menguat 0,15% ke US$ 1.915,65 per ons troi dari posisi kemarin US$ 1.912,72 per ons troi.

Equity World | Wall Street Dibuka Lebih Tinggi karena Lonjakan Saham Meta, Kamis (2/2)

Kemarin, harga emas 1,94% dari US$ 1.950,52 per ons troi yang merupakan level tertinggi sejak April 2022. Penurunan harga emas yang terjadi kemarin disebabkan oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan aksi ambil untung di tengah pernyataan dovish dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell.

Sementara harga emas kontrak April 2023 di Commodity Exchange turun 0,10% ke US$ 1.928,80 per ons troi dari posisi kemarin US$ 1.930,80 per ons troi. Harga emas berjangka ini turun dalam tiga hari perdagangan berturut-turut.

Indeks dolar kemarin menguat 0,52% ke 101,75 setelah turun pascapengumuman suku bunga Federal Reserve. Penguatan nilai tukar dolar AS membuat emas batangan yang dihargakan dalam dolar kurang menarik bagi pembeli dalam mata uang lain.

“Penurunan di pasar bisa disebabkan oleh aksi ambil untung menjelang data pekerjaan bulanan AS hari Jumat,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures kepada Reuters.

Bank sentral AS pada hari Rabu menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) ke kisaran 4,5%-4,75%, kenaikan terkecil sejauh ini dalam siklus pengetatan 11 bulan.

Sementara itu, Powell memperingatkan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut karena inflasi masih terlalu tinggi. Tapi, orang nomor satu The Fed ini mencatat bahwa kemajuan disinflasi masih dalam tahap awal.

“Powell tidak terlalu hawkish seperti yang dia lakukan dalam konferensi pers FOMC baru-baru ini dan membiarkan pintu terbuka untuk pembalikan Fed lebih cepat daripada nanti,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals dalam sebuah catatan.

Emas cenderung mengapresiasi ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, yang mengurangi biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pekan lalu turun ke level terendah dalam sembilan bulan. Pasar tenaga kerja tetap tangguh meskipun biaya pinjaman lebih tinggi.

Fokus sekarang bergeser ke laporan nonfarm payrolls AS bulan Januari yang akan dirilis nanti malam. Kemarin, Bank of England dan European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 50 bps.

Equity World | Berkat Hal Ini IHSG dan Bursa Saham Asia Menguat

Equity World | Berkat Hal Ini IHSG dan Bursa Saham Asia Menguat

Equity World | IHSG bergeliat di zona hijau pada perdagangan sesi I, Kamis (2/2/2023). IHSG ditutup menguat 22,81 poin (0,33%) ke level 6.885,07. Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, berkat hal ini IHSG dan bursa saham Asia menguat. Apakah itu?

Equity World | Pasar Asia Pasifik Dibuka Mixed, Investor Cerna Kenaikan Bunga Fed

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG dan bursa regional Asia menguat setelah pasar merespon kebijakan moneter The Fed yang menaikkan suku bunga dana sebesar 25bps dari sebelumnya 4,25%– 4,50% menjadi 4,5%-4,75%.

“Pasar memandang kenaikan tersebut sudah sesuai ekpektasi pasar sebelumnya dan ini memberikan indikasi bahwa The Fed menahan agresifnya dalam menaikan suku bunga acuannya,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (2/2/2023).

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, meskipun masih ada potensi The Fed masih menaikan suku bunganya. Hal ini seperti yang disampaikan Ketua The Fed Jerome Powell berbicara tentang kemajuan dalam menurunkan tekanan inflasi meski tetap memperingatkan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

TIdak hanya itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, The Fed mengakui inflasi mulai mereda dan menegaskan The Fed juga mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Hal itu memberikan afirmatif akan mengurangi kebijakan moneter yang agresif sehubungan kenaikan suku bunga.

“ERAA. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 474-515. PER: 8,52x dan PBV; 1,12x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Equity World | Wall Street Reli Jelang Keputusan Fed

Equity World | Wall Street Reli Jelang Keputusan Fed

Equity World | NEW YORK, Saham-saham Wall Street menguat pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menerima banyak berita pendapatan yang baik dan mengabaikan laporan kepercayaan konsumen yang turun menjelang keputusan Federal Reserve (Fed) tentang suku bunga.

Equity World | Harga Emas Dunia Kinclong Lagi Nih

ExxonMobil, General Motors, dan UPS termasuk di antara perusahaan yang melonjak menyusul rilis laporan keuangan yang solid di salah satu putaran tersibuk dari periode pelaporan triwulanan.

Itu membantu mengimbangi survei dari Conference Board yang menunjukkan kegelisahan yang lebih besar, tentang prospek jangka pendek untuk pekerjaan dan kondisi bisnis jangka pendek.

Steve Sosnick dari Interactive Brokers menggambarkan pasar pada dasarnya dalam mode bullish, sebagian karena ekspektasi Fed akan segera menjauh dari postur inflasi yang sangat agresif.

“Pasar berasumsi bahwa akhir dari kenaikan suku bunga sudah di depan mata,” kata Sosnick, Rabu (1/2).

Dow Jones Industrial Average berakhir naik 1,1% pada 34.086,04.

S&P 500 berbasis luas naik 1,5% menjadi 4.076,60, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq yang kaya teknologi melonjak 1,7% menjadi 11.584,55.

Kenaikan Selasa terjadi karena Fed memulai pertemuan kebijakan dua hari yang diperkirakan akan berujung pada kenaikan suku bunga seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps) pada Rabu.

Di antara masing-masing perusahaan, GM melonjak 8,3% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan dan memproyeksikan hasil yang kuat pada 2023 karena masalah rantai pasokan mereda.

Tapi saham Caterpillar turun 3,5% karena perusahaan melaporkan keuntungan lebih rendah dari yang diharapkan yang diseret lebih rendah oleh biaya operasi.

Equity World | Harga Emas Turun di Hari Keempat pada Selasa (31/1) Jelang Rapat The Fed

Equity World | Harga Emas Turun di Hari Keempat pada Selasa (31/1) Jelang Rapat The Fed

Equity World | JAKARTA. Harga emas turun lagi di hari keempat berturut-turut jelang rapat Federal Reserve perdana tahun 2023. Selasa (31/1) pukul 6.55 WIB, harga emas spot turun 0,03% ke US$ 1.922,55 per ons troi dari posisi kemarin US$ 1.923,17 per ons troi.

Equity World | Memasuki Pekan Tersibuk, Wall Street Dibuka Terkoreksi

Sedangkan harga emas kontrak April 2023 di Commmodity Exchange turun 0,10% ke US$ 1.937,30 per ons troi.

Investor menunggu pertemuan kebijakan Federal Reserve AS minggu ini di tengah ekspektasi perlambatan kenaikan suku bunga. “Cara The Fed menyampaikan cerita itu akan tercermin di pasar emas,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures kepada Reuters.

“Gambaran yang lebih besar di sini adalah bahwa jika Fed memperlambat suku bunganya, inflasi akan datang kembali. Jika Fed berhenti sebentar dan inflasi masih ada, saya pikir dalam skenario itu emas akan lepas landas,” kata dia.

Kenaikan suku bunga 25 basis poin diharapkan pada Komite Pasar Terbuka Federal atawa Federal Open Market Committee (FOMC) pada 31 Januari-1 Februari. Kenaikan suku bunga tersebut akan mengangkat Fed Funds Rate ke kisaran 4,5%-4,75%, di bawah level 5% plus yang diperkirakan oleh sebagian besar pembuat kebijakan Fed.

Emas, yang tidak membayar bunga, cenderung menguntungkan ketika suku bunga rendah karena mengurangi biaya peluang memegang emas batangan.

Ekspektasi perlambatan kenaikan suku bunga Fed mencuat setelah ukuran inflasi yang disukai Fed, belanja konsumen AS (PCE), turun untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Desember. Penurunan inflasi menempatkan ekonomi AS pada jalur pertumbuhan yang lebih rendah menuju tahun 2023.

Namun, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran terus menurun. Perbaikan pasar tenaga kerja dapat memaksa Fed untuk mempertahankan kenaikan suku bunga.

Sementara itu, patokan imbal hasil obligasi 10 tahun AS melayang di dekat level tertinggi dua minggu. Di sisi lain, nilai tukar dolar naik 0,2%, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang asing.

“Kejutan hawkish dari Fed dapat menyebabkan harga emas tergelincir kembali ke US$ 1.900 dalam jangka pendek,” kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets, dalam sebuah catatan.

Equity World | IHSG Lesu ke 6.872 Usai 315 Emiten Ambruk

Equity World | IHSG Lesu ke 6.872 Usai 315 Emiten Ambruk

Equity World | Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.872 pada Senin (30/1). Indeks saham melemah 26,50 poin atau minus 0,38 persen dari perdagangan sebelumnya.

Equity World | Rupiah Senin Siang Menguat ke Rp14.977/USD; Dollar di Asia Merangkak Naik

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp9.555 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17.894 miliar saham.

Pada penutupan kali ini, 202 saham menguat, 315 terkoreksi, dan 206 lainnya stagnan.

Indeks sektoral pun mayoritas merah, delapan dari 11 sektor melemah dipimpin teknologi sebesar 1,38 persen. Sementara tiga sektor lainnya menguat dipimpin kesehatan sebesar 2,18 persen.

Nilai tukar rupiah pada pukul 15.10 WIB kembali melemah 0,27 persen di level Rp14.945 per dolar AS.

Beralih ke bursa asing, bursa saham Amerika mayoritas menguat. Indeks S&P 500 bangkit di 0,25 persen disusul indeks NASDAQ Composite pun ikut melemah 0,95 persen. Hanya indeks NYSE Composite yang melemah 0,15 persen.

Serupa, bursa saham Eropa terpantau kompak menghijau. Indeks DAX di Jerman plus 0,11 persen disusul indeks FTSE 100 di Inggris menguat 0,05 persen. Sementara, indeks CAC 40 di Prancis juga perlahan bangkit dengan persentase 0,02 persen.

Kemudian, bursa saham Asia mayoritas loyo. Hanya indeks Nikkei 225 di Jepang yang tercatat hijau di 0,19 persen. Sementara indeks Hang Seng Composite di Hong Kong ambruk di 3,37 persen disusul indeks Kospi di Korea Selatan ikut minus 1,62 persen.

Design a site like this with WordPress.com
Get started