Equity World | Saham Blue Chip Melorot, IHSG Bikin Deg-degan di Sejam Perdagangan

Equity World | Saham Blue Chip Melorot, IHSG Bikin Deg-degan di Sejam Perdagangan

Equity World | Dibuka melemah 6,98 poin (0,10%) ke level 6.849, IHSG hari ini bikin deg-degan. Sebab, setelah dibuka sempat menyentuh zona hijau tapi setelah itu langsung terjun bebas ke zona merah pada sejam perdagangan, Senin (27/2/2023). Alhasil, pada pukul 10.00 WIB, IHSG melemah 17,3 poin (0,25%) ke level 6.839,27.

Equity World | Bursa Saham Asia Lesu Usai Wall Street Cetak Kinerja Mingguan Terburuk 2023

IHSG hari ini bergerak bervariasi dengan rentang 6.834-6.871. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 melorot 0,47%.

Berdasarkan data RTI, sebanyak 10,63 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp 5,39 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 373.768 kali transaksi.

Tercatat sebanyak 215 saham mengalami kenaikan, 243 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 224 saham stagnan. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 melorot 0,47%.

Pada sejam perdagangan, saham-saham ini mencatatkan penurunan terbesar (top losers). Penurunan terbesar dipimpin PT Cisarua Mountain Daily Tbk (CMRY) yang anjlok 6,95%.

Disusul, PT Personil Alih Daya Tbk (PADA) turun 6,82%, PT Wulandari bangun Laksana Tbk (BSBK) meleset 6,56%, PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) jatuh 6,38%, PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) kehilangan 5,47%.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, bursa saham Asia bervariasi. Shanghai (Tiongkok) naik 0,25% dan Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,25%. Sedangkan, Straits Time (Singapura) terkoreksi 0,52% dan Nikkei (Tokyo) melemah 0,18%.

Equity World | Wall Street Kembali Bangkit di Tengah Investor Masih Khawatir Suku Bunga The Fed

Equity World | Wall Street Kembali Bangkit di Tengah Investor Masih Khawatir Suku Bunga The Fed

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan saham Kamis, 23 Februari 2023 di tengah perdagangan yang bergejolak. Hal ini seiring investor tetap khawatir dengan jalur kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed).

Equity World | Wall Street Hentikan Koreksi Beruntun Setelah Sesi Volatil

Dikutip dari CNBC, Jumat (24/2/2023), pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 menguat 0,53 persen ke posisi 4.012,32 dan hentikan penurunan beruntun dalam empat hari. Indeks Dow Jones bertambah 108,82 poin atau 0,33 persen ke posisi 33.153,91. Indeks Nasdaq naik 0,72 persen ke posisi 11.590,40.

Rata-rata indeks acuan di wall street masih dalam tren koreksi pada pekan ini. Indeks S&P 500 berada di jalur untuk kinerja mingguan terburuk sejak 16 Desember 2022.

The Fed menjadi titik fokus bagi investor pekan ini sejak peluncuran risalah pertemuan terbarunya. Pembuat kebijakan mengindikasikan inflasi “tetap jauh di atas” target dua persen bank sentral. Hal ini bahkan ketika data telah menunjukkan pengurangan yang disambut baik dalam laju kenaikan harga bulanan.

Head of Core Fixed Income North America Insight Investment, Brendan Murphy menuturkan, resesi tidak diperlukan untuk mencapai target inflasi dua persen the Fed.

“Sementara resesi hampir pasti akan mempercepat kembalinya inflasi ke target, itu tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang diperlukan. Meski kami telah melihat peningkatan yang signifikan dalam realisasi inflasi selama 6 bulan terakhir,” ujar Murphy dikutip dari CNBC.

Ia menambahkan, hal ini sebagian besar didorong oleh efek dasar dan normalisasi rantai pasokan yang sedang berlangsung. “Kita sedang berada dalam periode pertumbuhan rendah dan inflasi moderat,” ujar dia.

Equity World | Wall Street: S&P 500 Turun 4 Hari Beruntun, The Fed Tegaskan Sikap Terhadap Inflasi

Equity World | Wall Street: S&P 500 Turun 4 Hari Beruntun, The Fed Tegaskan Sikap Terhadap Inflasi

Equity World | S&P 500 memperpanjang penurunan beruntunnya menjadi empat sesi pada perdagangan Rabu (22/2). Investor berhati-hati meskipun panduan terbaru tentang kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (AS) menunjukkan sedikit kejutan.

Equity World | Wall Street Berakhir Mixed Setelah Rilis Risalah Pertemuan Fed

Melansir Reuters, Dow turun 84,5 poin atau 0,26% menjadi 33.045,09, S&P kehilangan 6,29 poin atau 0,16% menjadi 3.991,05, dan Nasdaq bertambah 14,77 poin atau 0,13% menjadi 11.507,07.

Risalah dari Federal Open Market Committee (FOMC) pada 31 Januari-Februari mengatakan bahwa “hampir semua” pejabat The Fed setuju untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga menjadi seperempat poin persentase.

Ada juga dukungan yang kuat untuk keyakinan bahwa risiko inflasi yang tinggi tetap menjadi “faktor kunci” yang akan membentuk kebijakan moneter dan kenaikan suku bunga lebih lanjut akan diperlukan sampai terkendali.

Pesan seperti itu membawa sedikit kejutan versus apa yang telah dikomunikasikan oleh The Fed dan gubernurnya dalam beberapa pekan terakhir. Pasar saham secara umum stabil setelah rilis risalah tersebut.

Namun, pelemahan pada jam terakhir perdagangan menyeret S&P 500 dan Dow Jones Industrial kembali ke zona merah. Nasdaq Composite berhasil mengikis kembali ke wilayah positif meskipun di saat-saat terakhir, memastikan kekalahan tiga sesi beruntunnya terhenti.

“Jelas bahwa The Fed bertekad untuk melanjutkan kampanye kenaikan suku bunga dan mereka akan melakukannya bahkan saat risiko resesi meningkat,” kata Ed Moya, analis pasar senior di OANDA.

“Dan itulah mengapa, setelah mencerna risalahnya, Anda melihat pasar sedikit melunak.”

Untuk S&P, sekarang berada pada laju negatif terpanjang sejak pertengahan Desember dan berakhir di bawah 4.000 poin untuk hari kedua berturut-turut: level yang tidak tercatat sejak 20 Januari.

Terlepas dari penurunan yang dialami oleh S&P dan Dow, penurunan tersebut tidak setajam hari Selasa (21/2), yang merupakan kinerja harian terburuk yang dicatat oleh pasar pada tahun 2023.

Asal tahu, menyusul kekalahan pasar pada tahun 2022, tiga indeks utama mencatat kenaikan bulanan pada bulan Januari karena investor berharap The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga dan mungkin berputar sekitar akhir tahun.

Namun, saham mengalami volatilitas pada bulan Februari, karena para pedagang menghargai suku bunga yang lebih tinggi lebih lama, dengan asumsi bahwa inflasi tetap lebih tinggi dalam ekonomi yang kokoh.

Pelaku pasar uang memperkirakan suku bunga akan mencapai puncaknya pada 5,35% pada bulan Juli dan bertahan di sekitar level tersebut hingga akhir tahun 2023.

“Kita akan melihat apa yang terjadi dengan ekuitas, tapi saya pikir momentum penurunan akan memimpin selama beberapa minggu ke depan,” kata Moya dari OANDA.

Sebagian besar dari 11 sektor utama S&P 500 jatuh, dengan sektor energi dan real estat berkinerja paling buruk. Duo ini masing-masing turun 0,8% dan 1%.

Equity World | Wall Street Catatkan Hari Terburuknya di 2023, Dow Jones Jatuh 700 Poin

Equity World | Wall Street Catatkan Hari Terburuknya di 2023, Dow Jones Jatuh 700 Poin

Equity World | JAKARTA. Wall Street membukukan kinerja terburuknya tahun ini pada hari Selasa (21/2). Pasar menafsirkan rebound aktivitas bisnis Amerika Serikat (AS) pada bulan Februari yang berarti suku bunga harus tetap lebih tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi.

Equity World | Harga Emas Merosot Imbas Penguatan Dolar AS

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 697,1 poin atau 2,06% menjadi 33.129,59, S&P 500 kehilangan 81,75 poin atau 2,00% menjadi 3.997,34, dan Nasdaq Composite turun 294,97 poin, atau 2,5% menjadi 11.492,30.

Untuk S&P 500 dan Nasdaq Composite, ini adalah sesi ketiga berturut-turut yang ditutup lebih rendah. Sementara penurunan Dow Jones Industrial menghapus kenaikannya untuk tahun 2023.

Penurunan terjadi setelah indeks S&P Global Purchasing Manufacturer’s, yang mencerminkan aktivitas bisnis di AS, kembali berekspansi untuk pertama kalinya dalam delapan bulan pada bulan Februari. Dengan catatkan 50,2 atau naik dari 46,8 pada Januari, didukung oleh sektor jasa yang kuat, menurut sebuah survei.

Laporan tersebut menambah banyaknya data ekonomi baru-baru ini yang telah melukiskan gambaran ekonomi yang tangguh, yang terus bekerja dengan latar belakang beberapa kenaikan suku bunga oleh bank sentral pada tahun 2022 yang bertujuan untuk menekan inflasi.

Dengan inflasi yang masih jauh dari target The Fed 2% dan ekonomi mempertahankan sebagian besar kekuatannya, pelaku pasar uang telah merevisi ke atas.

Di mana mereka melihat suku bunga The Fed memuncak – saat ini di 5,35% di bulan Juli dan bertahan di dekat level tersebut sepanjang tahun. .

“Hari ini, realisasinya adalah bahwa The Fed tidak main-main tentang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama dan faktanya mungkin sedikit lebih tinggi untuk sedikit lebih lama,” kata Carol Schleif, kepala investasi di BMO Family Office.

Sebagai informasi, bursa saham AS memiliki awal yang optimistis untuk tahun ini setelah penampilan tahunan terburuk mereka lebih dari satu dekade pada tahun 2022.

Investor berharap siklus kenaikan suku bunga bank sentral mendekati akhir. Kepositifan seperti itu membuat pasar ekuitas rentan terhadap kemunduran, ketika data merusak ekspektasi tersebut.

“Pasar terus mencari poros dovish dan mereka tidak akan mendapatkannya,” kata Schleif.

Investor akan melihat risalah yang merinci diskusi pada pertemuan kebijakan terakhir The Fed, yang dijadwalkan pada hari Rabu. Tujuannya untuk petunjuk lebih lanjut tentang sikap bank sentral terhadap suku bunga.

Ada pun saham-saham yang mencatatkan penurunan terdalam yakni sektor teknologi. Dengan Tesla Inc, Amazon.com Inc, Microsoft Corp dan induk Google Alphabet Inc semuanya jatuh antara 2,1% dan 5,3%.

Di tempat lain, saham Home Depot Inc merosot 7,1% ke level terendah tiga bulan setelah memperingatkan melemahnya permintaan dan mengeluarkan perkiraan laba masam untuk 2023.

Pesaingnya yang lebih kecil, saham Lowe’s Cos Inc turun 5,1% jelang rilis kinerja pada minggu depan.

Walmart memperkirakan pendapatan setahun penuh di bawah perkiraan dan menggambarkan gambaran suram inflasi makanan yang lebih panas dari perkiraan akan menekan margin keuntungan. Namun, saham pengecer terbesar di dunia ini naik 0,6%.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 jatuh, dengan penurunan 3,3% indeks consumer discretionary memimpin.

Equity World | Harga Emas Antam Naik Jadi Rp1,023 Juta per Gram

Equity World | Harga Emas Antam Naik Jadi Rp1,023 Juta per Gram

Equity World | Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,023 juta per gram pada Selasa (21/2). Harga emas ini naik Rp3.000 ribu per gram dibandingkan harga pada perdagangan sebelumnya sebesar Rp1,020 juta per gram.

Equity World | Waspada! IHSG Bisa Kena Guncang “Gempa” Wall Street

Senada, harga pembelian kembali (buyback) juga naik Rp3.000 per gram, dari Rp905 ribu menjadi Rp908 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp561,5 ribu, 2 gram Rp1,98 juta, 3 gram Rp2,95 juta, 5 gram Rp4,89 juta, 10 gram Rp9,72 juta, 25 gram Rp24,18 juta, dan 50 gram Rp48,29 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp96,51 juta, 250 gram Rp241,01 juta, 500 gram Rp481,82 juta, dan 1 kilogram Rp963,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pembeli yang tidak menyertakan NPWP dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Kemudian, untuk harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX naik 0,05 persen menjadi US$1.851 per troy ons. Senada, harga emas di perdagangan spot juga naik 0,01 persen menjadi US$1.841 per troy ons.

Senior Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan harga emas bakal rebound, namun dengan potensi turun pada perdagangan hari ini. Penyebabnya adalah investor yang masih wait and see menantikan kebijakan The Fed pada pertemuan besok, Rabu (22/2).

“Seiring data-data ekonomi yang kuat dari AS akhir-akhir ini, investor mengantisipasi sikap The Fed yang lebih hawkish,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Hari ini, Lukman memperkirakan harga emas internasional berada dalam rentang US$1.825-US$1.855 per troy ons.

Equity World | Sesi II, IHSG Lanjut melemah ke Level Support Ini

Equity World | Sesi II, IHSG Lanjut melemah ke Level Support Ini

Equity World | IHSG terjebak di zona merah pada perdagangan sesi I, Senin (20/2/2023). Sesi I, IHSG hari ini ditutup melemah 14,91 poin (0,22%) ke level 6.880,8. Sesi II, IHSG lanjut melemah ke level support.

Equity World | Sektor Energi Jatuh Dalam, IHSG Terjebak di Zona Merah

Phintraco Sekuritas mengatakan, secara teknikal, Stochastic RSI berada di oversold area didukung dengan pelebaran negative slope MACD. “Sehingga, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan ke support level 6.840 di Sesi II,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (20/2/2023).

Saat IHSG memerah pada penutupan sesi I, bursa saham Asia mayoritas menguat. Hang Seng (Hong Kong) melesat 0,81%, Nikkei (Jepang) naik tipis 0,03%, dan Shanghai (Tiongkok) melonjak 0,99%. Sedangkan Straits Time (Singapura) turun 0,33%,

Equity World | Bursa Saham Asia Tergelincir Terseret Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik bergerak di zona merah pada perdagangan saham Jumat, (17/2/2023). Hal ini seiring investor mencerna lebih data ekonomi Amerika Serikat dan komentar pejabat bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve (the Fed) yang hawkish.

Equity World | Indeks Wall Street Anjlok Lebih dari 1%, Inflasi dan Klaim Pengangguran Bikin Cemas

Dikutip dari CNBC, Jumat pekan ini, di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,82 persen setelah Gubernur Bank Sentral Australia Philip Lowe memperingatkan inflasi Australia dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut ke depan.

Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,85 persen dan Kosdaq tergelincir 0,85 persen. Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 0,55 persen dan Topix susut 0,44 persen.

Di sisi lain, ekspor domestik non-migas Singapura melemah 25 persen pada Januari secara tahunan, menandai kontraksi bulan keempat berturut-turut. Indeks Strait Times menguat 0,3 persen. Sedangkan dolar Singapura melemah 0,22 persen menjadi 1,34 terhadap dolar Amerika Serikat.

Bursa saham China juga merosot. Indeks Hang Seng dan indeks Hang Seng teknologi masing-masing tergelincir 0,53 persen dan 1,08 persen setelah rilis data sensus dan pengangguran pada 2022.

Di bursa saham China, indeks Shenzhen terperosok 0,49 persen, dan indeks Shanghai naik 0,17 persen.

Produk Domestik Bruto (PDB) Thailand pada 2022 tumbuh 2,6 persen, lebih tinggi dari 1,6 persen pada 2021. Pertumbuhan PDB kuartal IV mencapai 1,4 persen secara tahunan, turun dari 4,5 persen pada periode sama tahun lalu.

Di wall street, indeks acuan di Amerika Serikat melemah. Hal ini seiring indeks harga produsen yang mengukur dari barang mentah naik 0,7 persen, kenaikan terbesar sejak Juni. Indeks Dow Jones terpangkas 1,26 persen. Indeks S&P 500 susut 1,38 persen dan indeks Nasdaq merosot 1,78 persen.

Equity World | Harga Emas Hari Ini Naik! Ini Rinciannya dari 1 Gram Hingga 1 Kg

Equity World | Harga Emas Hari Ini Naik! Ini Rinciannya dari 1 Gram Hingga 1 Kg

Equity World | Harga emas hari ini keluaran Logam Mulia Antam 24 karat, Rabu (15/1/2023), mengalami kenaikan harga bila dibandingkan dengan kemarin. Harga emas hari ini naik Rp 3.000 dan berada di level Rp 1.029.000 per gram.

Equity World | Pasar Asia Mixed Setelah Inflasi AS di Atas Perkiraan

Untuk satuan harga emas terkecil ukuran 0,5 gram saat ini berada di angka Rp 564.500. Sementara itu harga emas 10 gram dijual sebesar Rp 9.335.000. Sedangkan untuk ukuran emas yang terbesar, yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol dengan harga sebesar Rp 969.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, pergerakan harga emas Antam terpantau bergerak di rentang Rp 1.026.000/gram – Rp 1.033.000/gram. Sementara dalam sebulan terakhir pergerakannya ada di rentang Rp 1.014.000/gram – Rp 1.042.000/gram.

Sementara harga buyback emas Antam hari ini ikut mengalami kenaikan harga sebanyak Rp 3.000 dan membuat harga buyback saat ini berada di level Rp 882.000 per gram. Harga buyback ini berarti jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai dengan PMK No. 34/PMK 10/2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Artinya, jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, sebesar 0,45%, harus menyertakan nomor NPWP untuk transaksinya

Rincian Harga Emas Antam 1 Gram hingga 1000 Gram Hari Ini

Emas batangan 0,5 gram Rp 564.500
Emas batangan 1 gram Rp 1.029.000
Emas batangan 2 gram Rp 1.998.000
Emas batangan 3 gram Rp 2.972.000
Emas batangan 5 gram Rp 4.920.000
Emas batangan 10 gram Rp 9.335.000
Emas batangan 25 gram Rp 24.337.000
Emas batangan 50 gram Rp 48.595.000
Emas batangan 100 gram Rp 97.112.000
Emas batangan 250 gram Rp 242.515.000
Emas batangan 500 gram Rp 484.820.000
Emas batangan 1000 gram Rp 969.600.000

Equity World | Harga Emas Naik di Tengah Penantian Data Inflasi AS

Equity World | Harga Emas Naik di Tengah Penantian Data Inflasi AS

Equity World | JAKARTA. Harga emas naik pada perdagangan Selasa (14/2) pagi. Pukul 07.15 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2023 di Commodity Exchange ada di US$ 1.864,80 per ons troi, naik 0,07% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.863,50 per ons troi.

Equity World | Bursa Asia Menguat Pada Perdagangan Selasa (14/2) Pagi, Mengekor Kenaikan Wall Street

Harga emas naik menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi panduan arah kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun ini.

Mengutip Bloomberg, kemarin harga emas terkoreksi lantaran investor melihat ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan perlu mempertahankan sikap hawkish-nya lebih lama.

Pandangan ini diperkuat oleh sentimen konsumen AS yang naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun pada awal Februari.

Lebih tingginya suku bunga akan melemahkan daya pikat emas.

Equity World | Berbalik Arah, Harga Emas Diperkirakan Tenggelam Pekan Ini

Equity World | Berbalik Arah, Harga Emas Diperkirakan Tenggelam Pekan Ini

Equity World | Sentimen harga emas diperkirakan akan memburuk pada perdagangan pekan ini. Prediksi ini karena harga emas di akhir pekan lalu berakhir di bawah level USD 1.900 per ons.

Equity World | Wall Street Mencoba Pulih dari Pekan yang Sulit

Namun di luar itu, jika memang harga emas akan turun pada pekan ini. Sejumlah pelaku pasar melihatnya sebagai potensi atau peluang untuk melakukan aksi borong emas.

Dalam survei harga emas mingguan yang dilakukan oleh Kantor Berita Kitco menunjukkan bahwa para analis di Wall Street memperkirakan harga emas akan bearish dalam jangka pendek. Sedangkan sentimen bullish di antara investor ritel atau para pelaku pasar telah turun ke titik terendah sejak akhir Oktober.

“Secara keseluruhan, kemampuan pasar yang terbatas untuk merespons penurunan Jumat lalu di bawah USD 1.900 terus membebani pasar,” kata kepala analis komoditas Saxo Bank, Ole Hansen dikutip dari Kitco, Senin (13/2/2023).

Hansen menambahkan bahwa dia netral pada harga emas pada pekan ini, dengan aksi harga seperti melempar koin.

Darn Newsom, analis teknis senior di Barchart.com, mengatakan bahwa emas dapat melihat bahwa akan ada beberapa aksi yang menarik dari harga emas pada minggu ini. Dia mencatat bahwa logam mulia memiliki momentum penurunan yang solid tetapi oversold dalam jangka pendek.

Dia menambahkan bahwa prospek teknis jangka pendek menunjukkan harga menguji support di USD 1.823 per ons.

“Itu jauh di bawah sana, dan seperti yang saya katakan, kontrak sudah oversold jangka pendek. Emas perlu melihat indeks dolar AS memperpanjang uptrend jangka pendeknya minggu ini,” katanya.

Design a site like this with WordPress.com
Get started