Equity World | Harga Emas Dunia Tergelincir, Ini Biang Keroknya

Equity World | Harga Emas Dunia Tergelincir, Ini Biang Keroknya

Equity World | Harga emas tergelincir pada perdagangan Rabu karena ekuitas yang optimis dan kurs dolar yang lebih kuat. Tetapi penurunan safe-haven bullion sejauh ini cukup terkendali, menandakan kekhawatiran yang masih ada tentang sektor perbankan.

Equity World | Wall Street Melesat pada Rabu (29/3) Disokong Pandangan Optimistis Micron

Dikutip dari CNBC, Kamis (30/3/2023) harga emas di pasar spot turun 0,5 persen ke level USD 1.964,41 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS tergelincir 0,4 persen menjadi USD 1.965,50.

“Ini berisiko di pasar ekuitas di mana saham naik,” kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures Bob Haberkorn.

Indeks utama bursa Wall Street naik karena kekhawatiran tentang tekanan di sektor perbankan mereda. Sementara imbal hasil Treasury berbalik arah dan turun, bahkan ketika ketidakpastian masih melekat di kalangan investor obligasi mengenai prospek ekonomi.

Kurs dolar naik sekitar 0,3 persen terhadap sebagian besar mata uang utama dunia. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas batangan lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

“Pasar perlahan-lahan bergerak melampaui masalah perbankan AS dan Eropa karena selera risiko merayap kembali ke pasar. Namun, pengamat pasar veteran percaya itu terlalu dini untuk sirene ‘semua jelas’ mengenai masalah ini,” kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Inflasi

Investor akan melihat ke pengukur inflasi utama, indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti, diharapkan pada akhir minggu untuk petunjuk lebih lanjut tentang rencana pengetatan moneter Fed.

“Kami akan berada di sekitar level USD 2.000 (per ons) sampai kami tiba di pertemuan Fed berikutnya… The Fed adalah penggerak di pasar untuk logam mulia,” kata Haberkorn.

Investor menilai sekitar 40 persen peluang kenaikan 25 basis poin pada bulan Mei, menurut alat CME FedWatch. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menumpulkan daya tarik emas tanpa hasil.

Di tempat lain, harga perak naik 0,4 persen menjadi USD 23,34 per ons, platinum naik 0,6 persen menjadi USD 969,35. Sementara harga paladium bertambah 1,1 persen menjadi USD 1.435,54.

Equity World | Kenaikan Suku Bunga Bebani Saham Teknologi, Wall Street Berakhir “Merah”

Equity World | Kenaikan Suku Bunga Bebani Saham Teknologi, Wall Street Berakhir “Merah”

Equity World | Bursa saham AS atau Wall Street berakhir “merah” atau melemah pada penutupan perdagangan Selasa (28/3/2023) waktu setempat. Pergerakan bursa Wall Street dibayangi oleh kenaikan suku bunga The Fed yang menekan saham teknologi.

Equity World | Bursa Asia Dibuka Cerah Nih, Hang Seng Sudah Melesat 2%

Indeks acuan saham teknologi Nasdaq terkoreksi paling dalam dengan penurunan 0,45 persen, disusul oleh S&P 500 yang melemah 0,16 persen, dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 0,12 persen.


Beberapa saham yang membebani Nasdaq antara lain, Marvell, Qualcomm, hingga Illumina yang turun masing-masing sebesar 1,8 persen.

Di S&P saham-saham yang membebani anatara lain Humana yang ambles 4,6 persen, Centene 2,5 persen, dan American Express 2,3 persen. Sementara Indeks Dow, dibebani oleh penurunan saham Johnson & Johnson 0,9 persen, Walt Disney 0,8 persen, dan Visa 0,6 persen.

Sementara itu, imbal hasil obligasi naik, dengan tingkat pada catatan Treasury AS 2 tahun naik kembali di atas 4 persen. Hal ini memberikan tekanan pada saham teknologi pada khususnya. Naiknya suku bunga membuat keuntungan di masa depan, seperti yang dijanjikan oleh perusahaan berkembang, menjadi kurang menarik.

“Untuk hari kedua berturut-turut, suku bunga naik, dan pasar dipimpin oleh sektor yang lebih sensitif secara ekonomi, seperti energi dan industri,” kata Brian Levitt, ahli strategi pasar global untuk Invesco.

“Saham teknologi termasuk yang tertinggal, yang sering terjadi saat suku bunga naik. Untuk saat ini, investor tampaknya melihat bahwa tantangan dapat dilalui di sektor keuangan dan menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi AS terus bertahan,” tambahnya.

Kekhawatiran tentang krisis di antara bank-bank regional AS juga mereda berkat upaya pembuat kebijakan untuk mengatasi tantangan tersebut. Tapi, kekhawatiran investor bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi kembali menjadi fokus.

Di sisi lain, saham-saham perbankan tergelincir pada hari Selasa menyusul sidang kontroversial di Komite Perbankan Senat. Tiga regulator teratas masing-masing mengatakan mereka mendukung aturan yang lebih ketat untuk bank dengan aset lebih dari 100 miliar dollar AS.

Equity World | Buntuti Pasar Saham Asia-Pasifik, IHSG Dibuka Menguat

Equity World | Buntuti Pasar Saham Asia-Pasifik, IHSG Dibuka Menguat

Equity World | Ditutup melemah sebesar 53 poin (0,79%) ke level 6.708, IHSG dibuka menguat 19,75 poin (0,29%) ke level 6.728,68 pada sesi I, Selasa (28/3/2023). IHSG hari ini bergerak menghijau pada rentang 6.715- 6.739. IHSG membuntuti pasar saham Asia- Pasifik yang diperdagangkan naik pada pagi ini.

Equity World | Mengapa Harga Emas Ambruk dengan Cepat? Ini Biang Keroknya

Tercatat sebanyak 1,,05 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 468,54 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 68.569 kali transaksi. Sebanyak 207 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 109 saham terkoreksi, dan 211 saham stagnan.

Rally DJIA memasuki hari ketiga di Senin (27/3/2023) seiring berlanjutnya rebound harga saham-saham bank, terutama regional bank di Senin (27/3/2023). Hal ini berkaitan dengan kecenderungan meredanya penarikan deposit pada bank-bank besar pada pekan lalu dan rencana otoritas di AS memperbesar emergency lending program untuk menjaga likuiditas.

Terutama pada pihak-pihak yang terdampak penutupan sejumlah bank regional di awal bulan ini. Terkait isu terakhir, First Citizens BancShares setuju untuk membeli sebagian besar saham Silicon Valley Bank.

Sejalan dengan Wall Street, mayoritas indeks di Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin (27/3/2023). Serupa dengan Wall Street, indeks-indeks di Eropa juga ditopang oleh respon positif pelaku pasar terhadap perkembangan situasi perbankan di AS dan rebound pasca aksi sell-off pada sejumlah saham bank di Eropa pada Jumat (24/3/2023).

Meski demikian, nampaknya pelaku pasar masih mencermati perkembangan sektor perbankan di Eropa pasca lonjakan credit default swap yang dialami Deutsche Bank di akhir pekan lalu (24/3/2023).

Meski sentimen cenderung mixed, harga komoditas cenderung menguat di Senin (27/3/2023). Harga brent oil menguat 4,17% ke US$ 78,12 per barel, sementara harga crude oil menguat 5.24% ke US$ 72,89 per barel di Senin (27/3/2023).

Pasar saham Asia-Pasifik bergerak naik pada Selasa (28/3/2023). Karena kekhawatiran investor atas gejolak perbankan baru-baru ini terus menunjukkan tanda-tanda pelonggaran.

Di Australia, S&P/ASX 200 naik 1,11%. Nikkei 225 Jepang naik 0,3%, sedangkan Topix melihat kenaikan yang lebih besar sebesar 0,57% di awal perdagangan. Kospi Korea Selatan naik 0,28%, dan Kosdaq juga sedikit naik.

Indeks Hang Seng Hong Kong juga ingin diperdagangkan lebih tinggi, dengan kontrak berjangka berdiri di 19.638 dibandingkan penutupan terakhir indeks di 19.567,69.

Di tempat lain, Korea Selatan akan merilis indeks sentimen konsumennya untuk bulan Maret, sementara Australia akan melihat data penjualan ritelnya untuk bulan Februari.

Prediksi Analis

Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi, IHSG hari ini menguat terbatas pada rentang 6.636 – 6.798. Pola pergerakan IHSG pada masa Ramadan terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar pasca mengalami teknikal rebound yang terjadi pada pekan lalu. “Peluang kenaikan masih belum terlihat terlalu besar,” tulis Yugen dalam risetnya, Selasa (28/3/2023).

Sedangkan dalam jangka pendek, Yugen menilai, IHSG cenderung berpotensi bergerak sideways di tengah minimnya sentimen yang dapat mendongkrak kenaikan IHSG secara signifikan. Peluang koreksi minor masih dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian. “IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas,” tambah Yugen.

Yugen merekomendasikan menu saham pilihan untuk trading hari ini. Menu saham pilihan tersebut terdiri dari PWON, SMRA, ASRI, UNVR, ICBP, HMSP, BBCA, BBRI, dan KLBF.

Equity World | Bursa Saham Asia Bervariasi, Indeks Australia Pimpin Penguatan

Equity World | Bursa Saham Asia Bervariasi, Indeks Australia Pimpin Penguatan

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Senin (27/3/2023) seiring investor terus menilai dampak dari masalah perbankan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Equity World | Mayoritas Bursa Asia Cerah, Kecuali Hang Seng-Shanghai

Dikutip dari CNBC, pada Jumat pekan lalu, saham Deutsche Bank yang tercatat di Amerika Serikat alami aksi jual setelah credit default swap pemberi pinjaman Jerman melonjak tanpa katalis yang jelas.

Di Australia, indeks ASX 200 naik 0,26 persen, sedangkan indeks Nikkei 225 menanjak 0,15 persen dan indeks Topix bertambah 0,21 persen.

Namun, indeks Kospi dan Kosdaq Korea Selatan melemah. Masing-masing indeks acuan itu turun 0,13 persen dan 0,06 persen.

Bursa saham Hong Kong juga berpotensi melemah. Indeks Hang Seng berjangka susut ke posisi 19.864 dibandingkan sebelumnya 19.915,68.

Di Amerika Serikat, indeks acuan utama menguat hingga sentuh rekor. Indeks Dow Jones bertambah 1,2 persen. Indeks S&P 500 dan indeks Nasdaq masing-masing naik 1,4 persen dan 1,7 persen.

Di sisi lain, tingkat inflasi Hong Kong melambat menajdi 1,7 persen pada Februari secara tahunan, turun 2,4 persen pada Januari 2023, dan laju paling lambat sejak Mei 2022.

Inflasi ini lebih rendah dari harapan 2,3 persen dengan sensus kota dan departemen statistic mengatakan, kenaikan terbesar dalam indeks harga konsumen terlihat pada listrik, gas, dan air sebesar 20,7 persen. Sementara itu minuman alkohol dan tembakau sebesar 14 persen.

Penurunan inflasi terbesar terjadi pada barang tahan lama dan makanan pokok masing-masing susut 2,1 persen dan 0,6 persen.

Indkes harga produsen jasa Jepang naik 1,8 persen pada Februari year on year, naik dari 1,6 persen. Data pemerintah menunjukkan pembacaan tersebut menandai bulan ketiga berturut-turut dari kenaikan yang cepat. Yen Jepang sedikit melemah menajdi 130,9 terhadap dolar AS.

Equity World | Bursa Saham Asia Tergelincir Jelang Akhir Pekan, Investor Cerna Komentar Menkeu AS Janet Yellen

Equity World | Bursa Saham Asia Tergelincir Jelang Akhir Pekan, Investor Cerna Komentar Menkeu AS Janet Yellen

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik merosot pada perdagangan saham Jumat, (24/3/2023) seiring investor mempertimbangkan pernyataan dari Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen.

Equity World | Wall Street Berakhir Hijau, Saham Netflix hingga Marvell Melesat

Dikutip dari CNBC, Janet Yellen menuturkan, tindakan darurat federal untuk mendukung bank-bank regional yang gagal dapat digunakan lagi jika diperlukan. Ini menyampaikan pesan yang berbeda dibandingkan dengan komentar Yellen sehari sebelumnya, ketika ia memberi tahu senator kalau Departemen Keuangan tidak mempertimbangkan rencana apapun untuk asuransikan semua simpanan bank AS tanpa persetujuan kongres.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,38 persen dan indeks Topix merosot 0,46 persen seiring pemerintah melihat inflasi inti mencapai 3,1 persen pada Februari, menandai pertama kalinya dalam 14 bulan laju inflasi melambat.

Indeks Kospi Korea Selatan tergelincir 0,23 persen, sedangkan indeks Kosdaq naik 0,87 persen. Indeks ASX 200 melemah 0,59 persen.

Adapun Jepang dan Australia akan merilis perkiraan PMI pada Maret untuk sektor manufaktur dan jasa.

Di Amerika Serikat, wall street menguat pada perdagangan Kamis pekan ini di tengah sesi perdagangan yang bergejolak. Indeks Nasdaq naik 1 persen, indeks S&P 500 menguat 0,29 persen dan indeks Dow Jones bertambah 73,66 poin.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik Setelah Wall Street Tampak Optimis

Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik Setelah Wall Street Tampak Optimis

Equity World | Pasar Asia Pasifik naik pada Selasa (21/3) pagi setelah Wall Street melakukan reli bantuan semalam di tengah harapan krisis perbankan mungkin mereda, menyusul pengambilalihan US$ 3,2 miliar bank Swiss Credit Suisse oleh saingannya UBS.

Equity World | Ikuti Pasar Saham Asia-Pasifik, IHSG Dibuka Menguat

Pertemuan Komite Pasar Terbuka (FOMC) bank sentral Federal Reserve (Fed) dimulai hari ini di Amerika Serikat (AS). Bank sentral diperkirakan akan menyetujui kenaikan suku bunga seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps), menurut penetapan harga pasar dan banyak pakar Wall Street.

Di Australia S&P/ ASX 200 naik 1,21% lebih tinggi, sementara Kospi Korea Selatan naik 0,45% dan Kosdaq naik 0,24%. Pasar di Jepang tutup untuk liburan.

Saham-saham di Hong Kong siap untuk naik, dengan Hang Seng berjangka di 19.166 dibandingkan penutupan terakhir indeks di 19.000.

Semalam di AS, saham naik pada Senin malam karena bank regional rebound. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup 1,20% lebih tinggi, S&P 500 naik 0,89% dan Nasdaq Composite naik 0,39% pada akhir hari perdagangan.

Perdagangan Korsel Turun dalam 20 Hari Pertama Maret

Korea Selatan (Korsel) mengalami penurunan ekspor tahunan sebesar 17,4% dan penurunan impor sebesar 5,7% selama 20 hari pertama di Maret 2023, ditunjukkan oleh data Kementerian Perdagangan.

Ekspor untuk 20 hari pertama Maret mencapai US$ 30,9 miliar dolar, sementara impor mencapai US$ 37,3 miliar.

Ekspor ke AS meningkat 4,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara ekspor ke Tiongkok mengalami penurunan terbesar sebesar 36,2%, diikuti oleh Vietnam dengan penurunan 28,3%.

Impor dari Tiongkok dan Taiwan masing-masing naik 9,1% dan 14,1%, sedangkan penurunan impor terbesar terlihat dari Australia dengan penurunan 24,7%.

Setelah pengumuman tersebut, Korea menang melemah 0,18% untuk diperdagangkan pada 1.306,72 melawan dolar AS.

Saham Bank AS Rebound dari Penurunan Tajam

Saham bank regional AS kembali menghijau pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) setelah menghadapi penurunan tajam di pasar minggu lalu.

PacWest Bancorp naik 18,6% dan Fifth Third Bancorp naik 7,6%, sedangkan Zions Bancorp dan KeyCorp naik masing-masing 4,7% dan 4,3%. ETF Perbankan Regional SPDR S&P baru-baru ini naik 4,3% dan Indeks Perbankan Regional KBW Nasdaq naik 3,9%.

Sementara para pesaingnya bangkit kembali, saham First Republic Bank merosot pada Senin (20/3) setelah Standard & Poor’s memangkas peringkat kredit perusahaan yang berbasis di San Francisco pada Minggu (19/3). Saham turun hampir 14,5%.

Equity World | Saham Blue Chip Rontok, IHSG Tertahan di Zona Merah

Equity World | Saham Blue Chip Rontok, IHSG Tertahan di Zona Merah

Equity World |Dibuka melemah 10,33 poin (0,15%) ke level 6.667, IHSG tertahan di zona merah pada sejam perdagangan, Senin (20/3/2023). Pada pukul 10.00 WIB, IHSG melemah 51,97 poin (0,78%) ke level 6.626,26. IHSG hari ini memerah dengan rentang 6.601-6.678. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 rontok 0,79%.

Equity World | Duh, Bursa Asia Dibuka Loyo Lagi Nih

Berdasarkan data RTI, sebanyak 6,67 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp 2,35 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 506.875 kali transaksi.

Tercatat sebanyak 172 saham mengalami kenaikan, 299 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 200 saham stagnan. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 rontok 0,79%.

Pada sejam perdagangan, saham-saham ini mencatatkan penurunan terbesar (top losers). Penurunan terbesar dipimpin PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) yang anjlok 6,92%.

Disusul, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) terkoreksi 6,77%, PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) melemah 6,73%, PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) jatuh 6,35%.

Pada sejam perdagangan, bursa saham Asia mayoritas melemah. Hang Seng (Hong Kong) anjlok 1,91%, Straits Time (Singapura) turun 0,79% dan Nikkei (Tokyo) amblas 0,83%. Sedangkan Shanghai (Tiongkok) meningkat 0,33%.

Equity World | Wall Street Menghijau, Saham First Republic Melonjak Hampir 10 Persen

Equity World | Wall Street Menghijau, Saham First Republic Melonjak Hampir 10 Persen

Equity World | Bursa saham AS atau Wall Street berakhir hijau pada penutupan perdagangan Kamis (16/3/2023) waktu setempat. Investor semakin optimistus setelah sekelompok bank mengatakan akan membantu First Republic Bank yang tengah mengalami krisis.

Equity World | Wall Street Rebound: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Menguat Tajam

Index Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 1,1 persen, S&P 500 menguat 1,76 persen, dan index acuan saham teknologi Nasdaq melonjak 2,48 persen. Penopang indeks S&P, antara lain kenaikan saham First Republic sebesar 9,9 persen, Advanced Micro Devices 7,7 persen, dan Biomarin Pharmaceutical menguat 6,4 persen.

Sementara itu, di Nasdaq saham-saham yang melonjak antara lain, Marvell Technologies yang melesat 7,2 persen, Intel Corp naik 6,2 persen, dan Adobe menguat 5,8 persen. Pendukun Dow, mencakup Travelers Companies yang melonjak 4,3 persen, Boeing menguat 2,5 persen, dan Salesforce naik 2,4 persen.

Kenaikan nasdaq terjadi karena investor membeli saham teknologi dengan harapan bahwa krisis dapat mendorong Federal Reserve untuk mengubah prospek kebijakan moneternya pada pertemuan minggu depan.
Pasar juga dibayangi oleh sentimen kasus sektor perbankan di Eropa, Credit Suisse. Mengutip CNBC, Swiss National Bank menggelontorkan pinjaman hingga 54 miliar dollar AS sebagai upaya untuk menjamin likuiditas jangka pendek.

Masalah Credit Suisse terjadi karena dalam beberapa tahun terakhir perusahaan mencatat kerugian, yang mana hal ini mendorong salah satu investor terbesar CS untuk tidak memberikan tambahan investasinya.

Sebelumnya, krisis di sektor keuangan menerpa bank AS, Silicon Valley Bank dan Signature Bank. Hal ini sempat memicu kekhawatiran penularan di sektor tersebut dalam beberapa hari terakhir.

“Pasar berkata, ‘Yah, mungkin dunia tidak akan berakhir seperti yang mungkin dipikirkan orang belum lama ini,’. Itu hanya ungkapan rasa lega,” kata Bob Doll, kepala investasi di Crossmark Global Investments.

Investor di seluruh dunia juga memantau pengumuman kenaikan suku bunga lebih lanjut sebesar 50 basis poin dari Bank Sentral Eropa Kamis. Keputusan tersebut diambil saat investor AS bersiap untuk pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan.
“Selama seminggu terakhir, perkembangan di sektor perbankan tentu menambah kegelisahan seputar kepercayaan investor. Tapi pada akhirnya, investor mengaitkannya kembali bagaimana tujuan kebijakan suku bunga The Fed,” kata Greg Bassuk, CEO AXS Investments.

Equity World | Harga Emas Hari Ini Meroket Lagi, Cek Rinciannya

Equity World | Harga Emas Hari Ini Meroket Lagi, Cek Rinciannya

Equity World | Harga emas hari ini, Rabu, 15 Maret 2023 kembali meroket. Untuk emas produksi Antam, misalnya, harga per gram mengalami kenaikan hingga Rp10.000.

Equity World | Wall Street Melesat pada Selasa (15/3) Setelah Inflasi Dirilis Sesuai Prediksi

Berdasarkan laman resmi Pegadaian, logam mulia Antam untuk ukuran terkecil 0,5 gram hari ini dibanderol Rp605.000. Angka ini naik Rp5.000 dibandingkan harga kemarin.

Selanjutnya, untuk logam mulia Antam 24 karat ukuran 1 gram harganya juga terkerek naik. Di Pegadaian, hari ini harganya mencapai Rp1.106.000. Ini naik Rp10.000 dibandingkan harga kemarin.

Sementara, harga emas 24 karat hari ini produksi UBS ukuran terkecil 0,5 gram di Pegadaian sekarang dilego Rp559.000, naik Rp 2.000 dibandingkan harga kemarin.

Untuk harga emas 24 karat UBS ukuran 1 gram hari ini di Pegadaian tembus Rp1.048.000. Harga ini naik Rp4.000 dibandingkan harga emas 24 karat UBS kemarin.

Berikut rincian harga emas hari ini produksi Antam di Pegadaian:

Harga emas Antam 0,5 gram: Rp605.000

Harga emas Antam 1 gram: Rp1.106.000

Harga emas Antam 2 gram: Rp2.150.000

Harga emas Antam 3 gram: Rp3.197.000

Harga emas Antam 5 gram: Rp5.294.000

Harga emas Antam 10 gram: Rp10.530.000

Harga emas Antam 25 gram: Rp26.193.000

Harga emas Antam 50 gram: Rp52.303.000

Harga emas Antam 100 gram: Rp104.525.000

Harga emas Antam 250 gram: Rp261.035.000

Harga emas Antam 500 gram : Rp521.851.000

Harga emas Antam 1.000 gram: Rp1.043.659.000

Berikut rincian harga emas hari ini produksi UBS di Pegadaian:

Harga emas UBS 0,5 gram: Rp559.000

Harga emas UBS 1 gram: Rp1.048.000

Harga emas UBS 2 gram: Rp2.078.000

Harga emas UBS 5 gram: Rp5.135.000

Harga emas UBS 10 gram: Rp10.214.000

Harga emas UBS 25 gram: Rp25.483.000

Harga emas UBS 50 gram: Rp50.861.000

Harga emas UBS 100 gram: Rp101.682.000

Harga emas UBS 250 gram: Rp254.127.000

Harga emas UBS 500 gram : Rp507.655.000

Equity World | Senasib dengan Bursa Asia Lain, IHSG Dibuka Melemah 0,44%

Equity World | Senasib dengan Bursa Asia Lain, IHSG Dibuka Melemah 0,44%

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Selasa (14/3/23) dibuka turun 0,44% menjadi 6.757,05.

Equity World | Harga Emas Naik, Investor Lari ke Safe Haven Akibat Runtuhnya Silicon Valley Bank

Pada pukul 09.03, indeks terus diperdagangkan di zona negatif terkoreksi 0,70% ke level 6.739,53. Perdagangan menunjukkan terdapat hanya 126 saham menguat, 177 saham turun sementara 320 lainnya mendatar.

Perdagangan juga mencatatkan sebanyak 819 juta saham terlibat dengan nilai perdagangan baru mencapai Rp 506 miliar.

Para investor dan pelaku pasar keuangan di Indonesia perlu memperhatikan sejumlah sentimen penggerak pasar yang berasal dari Wall Street, terutama dampak krisis SVB dan Signature Bank yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran baru. Saat ini, Wall Street bergerak sangat labil karena kekhawatiran dari nasabah dan investor yang belum sepenuhnya reda.

Namun, Presiden Biden, Yellen, Powell, dan Ketua FDIC Gruenberg sudah mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan pasar dan memastikan dana nasabah akan aman. Otoritas juga memastikan mereka tidak akan tinggal diam dan akan mencegah dampak lebih luas dari krisis SVB dan Signature Bank.

Dampak penutupan kedua bank tersebut telah merembet ke bank-bank lain, sehingga terjadi penurunan saham yang sangat tajam. Kekhawatiran tersebut dikhawatirkan akan menular ke Indonesia mengingat besarnya dampak krisis SVB dan Signature Bank ke pasar AS. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa penutupan SVB tidak akan berdampak langsung terhadap industri perbankan Indonesia yang memiliki kondisi yang kuat dan stabil.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan laju inflasi AS. Malam nanti, AS akan mengumumkan data inflasi Februari 2023. Sebelumnya, inflasi AS telah menembus 6,4% (year on year/yoy) pada Januari 2023 atau di atas ekspektasi pasar. Ekspektasi pasar memperkirakan inflasi AS akan melandai ke 6,0% pada Februari 2023.

Meskipun ada beberapa sentimen yang harus diwaspadai, OJK menegaskan bahwa industri perbankan Indonesia kuat dan stabil, serta tidak memiliki hubungan bisnis, facility line, maupun investasi pada produk sekuritisasi SVB. Bank-bank Tanah Air juga memberikan kredit dan investasi kepada perusahaan technology startups maupun kripto. Oleh karena itu, OJK berharap agar masyarakat dan industri tidak terpengaruh terhadap berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan masyarakat.

Design a site like this with WordPress.com
Get started