Equity World | Harga Emas Berkilau Rp1,054 Juta Pagi Ini

Equity World | Harga Emas Berkilau Rp1,054 Juta Pagi Ini

Equity World | Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,054 juta per gram pada Senin (13/3). Harga naik Rp5.000 dibandingkan harga pada perdagangan sebelumnya.

Equity World | Bursa Saham Asia Tersungkur di Tengah AS Berupaya Bendung Risiko Silicon Valley Bank

Senada, harga pembelian kembali (buyback) naik Rp5.000 dari Rp931 ribu per gram ke Rp936 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp577 ribu, 2 gram Rp2 juta, 3 gram Rp3 juta, 5 gram Rp5 juta, 10 gram Rp10 juta, 25 gram Rp24,96 juta, dan 50 gram Rp49,84 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp99,61 juta, 250 gram Rp248,76 juta, 500 gram Rp497,32 juta, dan 1 kilogram Rp994,60 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pembeli yang tidak menyertakan NPWP dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara itu, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX menguat 0,80 persen menjadi US$1.882,2 per troy ons. Sedangkan harga emas di perdagangan spot naik 0,48 persen ke US$1.877,1 per troy ons pada pagi ini.

Senior Analis DCFX Lukman Leong memprediksi harga emas akan terus melanjutkan penguatan imbas pelemahan dolar AS.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp99,61 juta, 250 gram Rp248,76 juta, 500 gram Rp497,32 juta, dan 1 kilogram Rp994,60 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pembeli yang tidak menyertakan NPWP dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara itu, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX menguat 0,80 persen menjadi US$1.882,2 per troy ons. Sedangkan harga emas di perdagangan spot naik 0,48 persen ke US$1.877,1 per troy ons pada pagi ini.

Senior Analis DCFX Lukman Leong memprediksi harga emas akan terus melanjutkan penguatan imbas pelemahan dolar AS.

Equity World | Ternyata, Ini Penyebab IHSG dan Bursa Saham Asia Koreksi ‘Berjamaah’

Equity World | Ternyata, Ini Penyebab IHSG dan Bursa Saham Asia Koreksi ‘Berjamaah’

Equity World | IHSG loyo pada perdagangan sesi I, Jumat (10/3/2023). IHSG ditutup terkoreksi 47,57 poin (0,70%) ke level 6.752,21. Tak hanya IHSG, bursa saham Asia juga terkoreksi. Ternyata, ini penyebab IHSG dan bursa saham Asia koreksi ‘berjamaah’.

Equity World | Harga Emas Naik Tipis, Investor Memanfaatkan Penurunan Harga Untuk Beli

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, selang akhir pekan ini indeks IHSG dan Bursa regional Asia terkoreksi ‘berjamaah’ disebabkan terpengaruh sikap pelaku pasar jelang menanti rilis data ekonomi nonfarm payroll Amerika Serikat (AS) di akhir pekan ini.

“Data ini tentunya akan menjadi rujukan bank sentral AS-The Fed dalam kebijakan moneternya,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (10/3/2023).

Dengan kebijakan moneter yang ketat, lanjut Pilarmas, tentunya membuat pasar cemas bahwa tingkat suku bunga yang lebih tinggi menekan pertumbuhan ekonomi AS yang tentunya akan memberikan dampak pada ekonomi global mengingat AS salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Pilarmas menambahkan, sentimen lainnnnya datang dari Tiongkok, yaitu CPI yoy turun dari sebelumnya 2,1% menjadi 1% dan indeks produsen secara yoy turun menjadi 1,4%. Pasar memandang lemah konsumsi domestik dan deflasi indeks produsen yang terjadi memberikan indikasi daya beli masyarakat melemah dalam mendukung pemulihan ekonomi domestiknya.

“SIDO. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 845-930. Sedangkan PER 23,90 kali dan PBV 7,53 kali,” tutup Pilarmas.

Equity World | Harga Emas Hari Ini Berdetak Lebih Tinggi Terdorong Reli Dolar

Equity World | Harga Emas Hari Ini Berdetak Lebih Tinggi Terdorong Reli Dolar

Equity World | Harga logam mulia mendapatkan kembali kekuatannya setelah turun hampir 2 persen di sesi sebelumnya karena reli dolar mereda. Meski setiap kenaikan harga emas hari ini ke depannya diprediksi akan terbatasi langkah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menandakan lebih banyak kenaikan suku bunga.

Equity World | Harga Emas Hari Ini, Kamis 9 Maret 2023, Waswas Dolar AS Naik

Melansir laman CNBC, Kamis (9/3/2023), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.819,57 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 28 Februari di USD 1.809,27. Adapun harga emas berjangka AS menguat 0,2 persen menjadi USD 1.823,50.

Dolar kembali melemah dari posisi tertinggi multi-bulan, membuat emas lebih murah untuk pembeli luar negeri.

“Emas dapat reli lebih banyak pada data dovish apa pun daripada yang bisa jatuh pada data hawkish yang menegaskan kembali komentar Powell,” kata Nicky Shiels, Kepala Strategi Logam di MKS PAMP SA.

The Fed kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan sebagai tanggapan atas data kuat baru-baru ini.

Lembaga ini juga bersiap untuk bergerak dalam langkah yang lebih besar jika “totalitas” informasi yang masuk menunjukkan tindakan yang lebih keras diperlukan untuk mengendalikan inflasi, kata Powell pada hari pertama. kesaksiannya selama dua hari di depan Kongres.

Harga emas turun hampir 2 persen setelah komentar Powell pada hari Selasa. Dia mengatakan para pejabat belum mengumumkan besarnya kenaikan tarif yang hampir pasti akan mereka sampaikan pada pertemuan mendatang.

“Emas akan diperdagangkan secara defensif, kemungkinan berada di $1.800 hingga FOMC Maret karena Powell menciptakan ketidakpastian atas ukuran dan akhir kenaikan suku bunga,” kata Shiels, menambahkan bahwa Fed mempercepat kenaikan menempatkan batasan jangka pendek pada harga dan sentimen.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas dengan hasil nol.

“Masih ada beberapa risiko yang didorong oleh peristiwa yang perlu diserap pasar emas – Powell hari ini, data pekerjaan pada hari Jumat, CPI pada hari Selasa,” kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Perak naik 0,1 persen menjadi USD 20,08 per ons, platinum menguat 1,6 persen menjadi $944,21, dan paladium naik 0,7 persen menjadi USD 1.396,53.

Equity World | Wall Street Terkoreksi Usai Gubernur The Fed Beri Sinyal Kerek Suku Bunga Lebih Tinggi

Equity World | Wall Street Terkoreksi Usai Gubernur The Fed Beri Sinyal Kerek Suku Bunga Lebih Tinggi

Equity World | Indeks saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (7/3/2023), setelah ketua Federal Reserve AS (The Fed) Jerome Powell mengatakan bank sentral AS kemungkinan perlu menaikkan suku bunga lebih tinggi.

Equity World | Harga Emas Anjlok ke Posisi Rp1,020 Juta per Gram Pagi Ini

Dikutip dari Reuters, dari tiga indeks utama Wall Street, Dow Jones Industrial Average kehilangan sebagian besar kekuatannya dengan penurunan 1,7 persen, sedangkan S&P 500 turun 1,5 persen dan Nasdaq Composite jatuh hampir 1,3 persen.

Penurunan tersebut terjadi menyusul pernyataan Powell di hadapan anggota parlemen AS bahwa The Fed siap menaikkan suku bunga dalam langkah yang lebih besar untuk menunjukkan tindakan yang lebih keras yang diperlukan guna mengendalikan inflasi.

Pernyataan tersebut mengikuti data terbaru yang menunjukkan kenaikan inflasi yang tidak terduga pada Januari dan data tenaga kerja yang luar biasa besar untuk bulan tersebut.

Investor meningkatkan taruhan mereka untuk kenaikan suku bunga 50 basis poin pada bulan ini setelah komentar Powell tersebut.

Sementara banyak investor khawatir The Fed akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dan lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

“Mendengarkannya langsung dari Powell sedikit berbeda dengan menyimpulkannya dari data,” kata kepala investasi di Independent Advisor Alliance, Chris Zaccarelli.

Dow Jones Industrial Average turun 574,98 poin atau 1,72 persen menjadi 32.856,46.

Sementara S&P 500 kehilangan 62,05 poin, atau 1,53 persen, menjadi 3.986,37, dan Nasdaq Composite turun 145,40 poin, atau 1,25 persen, menjadi 11.530,33.

Powell juga menambahkan, The Fed tidak akan mempertimbangkan untuk mengubah target inflasi 2 persen dan pasar tenaga kerja tidak menunjukkan bahwa penurunan ekonomi sudah dekat.

Data yang dapat mempengaruhi jalur kenaikan suku bunga The Fed mencakup penambahan upah non pertanian, yang diawasi ketat untuk Februari, yang akan dirilis pada Jumat (10/3/2023).

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan peningkatan 200.000 pekerjaan dibandingkan dengan 517.000 pekerjaan yang jauh lebih kuat dari perkiraan yang dilaporkan pada Januari.

Sementara para investor membalikkan taruhan untuk mendukung kenaikan suku bunga 50 basis poin pada bulan ini.

Kepala investasi di Horizon Investments, Scott Ladner, mengatakan besarnya kenaikan suku bunga akan bergantung pada data upah yang akan datang dan angka inflasi.

Tetapi kepala investasi untuk Comerica Wealth Management, John Lynch, berpendapat data tenaga kerja dan indeks harga konsumen yang menunjukkan kekuatan sejauh ini, seharusnya membuat investor mengharapkan nada Powell yang lebih hawkish.

Equity World | Wall Street Dibuka Naik Saat Fokus Tertuju ke Pidato Powell, Senin (6/3)

Equity World | Wall Street Dibuka Naik Saat Fokus Tertuju ke Pidato Powell, Senin (6/3)

Equity World | JAKARTA. Wall Street dibuka naik pada perdagangan Senin (6/3), karena imbal hasil US Treasury turun menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Selain itu, sentimen datang juga dari data ketenagakerjaan pekan ini yang bisa memberikan isyarat baru lintasan suku bunga bank sentral.

Equity World | Bursa Saham Asia Lesu Jelang Keputusan Bank Sentral Australia

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 34,35 poin atau 0,10% pada pembukaan perdagangan ke 33.425,32.

Indeks S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 9,51 poin atau 0,24% ke 4.055,15. Sedangkan Nasdaq Composite naik 47,86 poin atau 0,41% menjadi 11.736,87 pada bel pembukaan perdagangan.

Sebagai informasi, Wall Street berseri pada Jumat (4/3) lalu dan membukukan kenaikan mingguan. Imbal hasil US Treasury menurun dari level puncaknya setelah komentar dari pejabat The Fed yang menenangkan kegelisahan seputar kenaikan suku bunga agresif.

Yield US Treasury 10 tahun turun menjadi 3,91%, terendah sejak 1 Maret. Sementara imbal hasil US Treasury 2 tahun turun tipis menjadi 4,84% setelah menyentuh level tertinggi sejak 2007 pekan lalu.

Powell akan menyampaikan pidatonya di depan Kongres pada hari Selasa dan Rabu dan investor akan mengamati petunjuk tentang prospek kebijakan bank sentral.

Setelah data ekonomi yang kuat baru-baru ini dan angka inflasi yang tinggi memicu taruhan bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga ke tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan.

“Investor bersiap untuk komentar Powell besok dan saya pikir dia tidak akan banyak bicara dari apa yang dia katakan selama ini. The Fed pada dasarnya telah menyiapkan panggung untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, mungkin setelah Mei dan pasar baik-baik saja. sadar akan hal itu,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom di Spartan Capital Securities New York.

Pasar memprekirakan setidaknya tiga kenaikan 25 basis poin lagi tahun ini dan melihat suku bunga memuncak pada 5,44% pada September dari 4,67% sekarang.

Equity World | Harga Emas Terkoreksi di Awal Pekan Ini

Equity World | Harga Emas Terkoreksi di Awal Pekan Ini

Equity World | JAKARTA. Harga emas terkoreksi pada perdagangan awal pekan ini. Senin (6/3) pukul 07.25 WIB, harga emas spot ada di level US$ 1.853,77 per ons troi, turun 0,14% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.856,48 per ons troi.

Equity World | Menunggu Kabar Penting dari AS, Harga Emas Akan Labil

Harga emas turun setelah membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Januari, setelah China mengumumkan target pertumbuhan ekonomi yang moderat untuk tahun 2023.

Mengutip Bloomberg, sikap hati-hati Kongres Rakyat nasional mengecewakan beberapa pengamat pasar, dan memberikan sedikit insentif untuk membeli emas batangan.

Harga emas telah berfluktuasi dalam dua bulan terakhir, namun sedikit berubah sejak awal tahun.

Selanjutnya, investor akan fokus pada pidato Gubernur The Fed Jerome Powell di depan panel senat pada Selasa dan Komite DPR pada Rabu pekan ini. Powell diperkirakan akan menekankan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dari yang diantisipasi pasar.

Asal tahu saja, tingkat suku bunga yang lebih tinggi umumnya akan menekan harga emas.

Equity World | Bursa Asia Cerah, IHSG Dibuka Menguat

Equity World | Bursa Asia Cerah, IHSG Dibuka Menguat

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (2/3/2023). Terpantau pada awal perdagangan, mayoritas saham bergerak di zona positif.

Equity World | Wall Street Melesat, The Fed Diprediksi Mengerek Suku Bunga 25 bps Bulan Ini

Melansir data RTI, IHSG dibuka menguat 21,50 poin atau 0,31 persen ke 6,878,90. Setelah itu, indeks saham bergerak cenderung stagnan, di mana pada pukul 09.30, indeks saham naik 17,46 poin atau 0,25 persen ke 6.874,88.

Statistik mencatat 261 saham menguat, 167 saham melemah, dan 258 lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 1,51 triliun dengan volume 4,38 miliar saham.

Data BEI menunjukan, 6 dari 11 indeks sektoral menguat, dengan sektor teknologi naik paling tinggi, yakni sebesar 1,02 persen. Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik mencatat koreksi paling dalam, yakni sebesar 0,44 persen.

Penguatan IHSG mengekor bursa regional Asia. Terpantau indeks Nikkei menguat 1,45 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,45 persen, Shanghai Komposit menguat 0,08 persen, dan Straits Times menguat 0,36 persen.

Sebelumnya, indeks saham utama Amerika Serikat atau Wall Street kompak ditutup menguat pada perdagangan Kamis (2/3/2023). Indeks Dow Jones naik 1,05 persen, S&P500 menguat 0,76 persen, dan Nasdaq naik 0,73 persen.

Equity World | Harga Emas Terkoreksi Pada Kamis (2/3) Pagi

Equity World | Harga Emas Terkoreksi Pada Kamis (2/3) Pagi

Equity World | JAKARTA. Harga emas terkoreksi pada perdagangan Kamis (2/3) pagi. Pukul 07.12 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2023 di Commodity Exchange ada di US$ 1.842,70 per ons troi, turun 0,15% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.845,40 per ons troi.

Equity World | Bursa Asia Sumringah, IHSG Juga Ikutan

Harga emas terkoreksi setelah naik kemarin. Mengutip Bloomberg, para trader menilai kembali jalur keaikan suku bunga AS setelah rilis data ekonomi baru dan komentar dari pejabat Federal Reserve.

Aktivitas manufaktur AS masih tetap terkontraksi pada Februari di tengah pelemahan permintaan dan meningkatnya tekanan inflasi. Sementara imbal hasil US treasury naik, membuat harga emas terkoreksi.

Sementara itu, pejabat Fed Atlanta Raphael Bostik menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut di atas 5%, untuk memastikan inflasi kembali ke target bank sentral.

Harga emas telah turun 5,3% sepanjang Februari setelah kenaikan inflasi dan data pekerjaan pada Januari yang meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed harus mempertahankan jalur kenaikan suku bunga dalam waktu yang lebih lama.

Equity World | IHSG Sesi I Tergelincir ke Zona Merah, Sesi II Lanjut Memerah?

Equity World | IHSG Sesi I Tergelincir ke Zona Merah, Sesi II Lanjut Memerah?

Equity World | IHSG hari ini tergelincir ke zona merah. IHSG ditutup turun tipis 6,45 poin (0,09%) ke level 6.848,32 pada perdagangan sesi I, Selasa (28/2/2023). Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG sesi II berpeluang rebound.

Equity World | IHSG Dibuka Naik Awal Maret, Bursa Asia Juga Hijau

Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, stochastic RSI cenderung bergerak naik dari oversold area, sejalan dengan penyempitan negative slope MACD. “Hal ini membuka peluang rebound IHSG ke kisaran 6.870 selama tertahan diatas 6.840 di Sesi II,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (28/2/2023).

Saat penutupan sesi I IHSG hari ini, bursa saham Asia kompak menghijau. Bursa saham Asia kompak menghijau. Shanghai (Tiongkok) naik 0,07%, Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,41%, Straits Time (Singapura) terkerek 0,52%, dan Nikkei (Tokyo) menguat 0,13%.

Equity World | Wall Street Ditutup Sedikit Menguat Usai Aksi Jual Terburuk di Pekan Lalu

Equity World | Wall Street Ditutup Sedikit Menguat Usai Aksi Jual Terburuk di Pekan Lalu

Equity World | Wall Street ditutup naik tipis karena investor terlibat dalam beberapa perburuan saham murah setelah koreksi di pekan lalu.

Equity World | Bursa Saham Asia Melesat Tersengat Wall Street, Penjualan Ritel Jepang Menguat

Ketiga indeks utama di bursa saham Amerika Serikat (AS) naik lebih dari 1% tak lama setelah bel pembukaan, sebagian karena pelonggaran imbal hasil US Treasury. Namun, ketiga indeks utama ditutup jauh dari level tertinggi sesi kali ini.

Senin (27/2), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 72,17 poin atau 0,22% menjadi 32.889,09, indeks S&P 500 menguat 12,2 poin atau 0,31% ke 3.982,24 dan indeks Nasdaq Composite menguat 72,04 poin atau 0,63% ke 11.466,98.

Pergerakan bursa saham AS terus tertekan sepanjang sesi karena imbal hasil US Treasury bergerak dari posisi terendah hari itu.

“Di tengah minggu terburuk tahun ini, penurunan beruntun tiga minggu pertama untuk S&P sejak Desember, sedikit hijau adalah perubahan yang disambut baik tetapi sekali lagi kenyataannya adalah para pelaku pasar mencoba untuk menghitung dengan tepat berapa lama The Fed akan meninggalkan suku bunga tinggi, dan kenaikan 50 basis poin benar-benar di atas meja pada pertemuan berikutnya,” kata Ryan Detrick, Chief Market Strategist Carson Group di Omaha, Nebraska.

“Ini menyebabkan banyak ketidakpastian, dan kami telah melihat bahwa ketika ada ketidakpastian, akan ada penjualan dan volatilitas,” lanjut dia.

Pekan lalu, Dow Industrials turun dengan persentase mingguan terbesar sejak September, dan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing mengalami penurunan persentase mingguan terbesar sejak Desember karena data ekonomi dan komentar dari pejabat Federal Reserve meningkatkan ekspektasi bank sentral AS akan menjadi lebih agresif dalam menaikkan suku bunga.

Ekonom di bank Barclays dan NatWest yang berbasis di Inggris percaya bahwa The Fed dapat meningkatkan laju kenaikan suku bunga pada bulan Maret dengan kenaikan setengah poin.

Morgan Stanley mengatakan, tidak lagi melihat pemotongan oleh The Fed tahun ini dan mengharapkan kecepatan yang lebih lambat dari 25 basis poin ketika bank sentral AS itu mulai menurunkan keagresifannya dalam suku bunga.

Fed Fund futures menunjukkan, para pedagang memperkirakan kenaikan 25 bps ketiga tahun ini dan melihat tingkat suku bunga memuncak pada level 5,4% di bulan September.

Gubernur The Fed Philip Jefferson mengatakan, dia “tidak punya ilusi” bahwa inflasi akan dengan cepat jatuh kembali ke target dan berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat selama diperlukan.

Data menunjukkan, pesanan baru untuk barang modal utama buatan AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Januari. Sementara pengiriman barang inti meningkat, menunjukkan bahwa pengeluaran bisnis untuk peralatan meningkat.

Pelonggaran hasil membantu pertumbuhan saham rebound 0,63%. Sementara saham Tesla melonjak 5,46% setelah pembuat mobil listrik itu mengatakan pabriknya di Brandenburg dekat Berlin memproduksi 4.000 mobil seminggu, tiga minggu lebih cepat dari jadwal menurut rencana produksi baru-baru ini yang ditinjau oleh Reuters.

Saham Seagen Inc melonjak 10,40% setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Pfizer sedang dalam pembicaraan awal untuk mengakuisisi perusahaan biotek tersebut. Di sisi lain, saham Pfizer merosot 2,32%.

Operator kereta api AS Union Pacific naik 10,09% karena Chief Executive Lance Fritz mengatakan dia akan mundur. Hedge fund Soroban Capital Partners menyerukan pemecatannya.

Design a site like this with WordPress.com
Get started