Equity World | Jelang Tutup Tahun IHSG Ngacir, Ini Penyebabnya

Equity World | Jelang Tutup Tahun IHSG Ngacir, Ini Penyebabnya

Equity World | Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau cerah pada awal perdagangan sesi I Senin (26/12/2022), di perdagangan awal pekan sekaligus menjadi pekan terakhir di tahun 2022.

Equity World | IHSG Diprediksi Tembus 8.040 di Akhir 2023

Per pukul 09:05 WIB, IHSG terpantau menguat 0,58% ke posisi 6.839,988.

Beberapa saham turut menjadi penopang indeks pada pagi hari ini. Seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang turut membantu indeks menguat hingga 2,82 indeks poin dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang juga menjadi penopang indeks sebesar 2,3 indeks poin.

Saham BBRI menguat 0,61% ke posisi Rp 4.910/unit, sedangkan saham BMRI terapresiasi 0,5% menjadi Rp 9.975/unit.

Tak hanya saham BBRI dan BMRI saja, dua saham ‘big bank’ lainnya juga terpantau cerah. Seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melesat 0,88% ke Rp 8.575/unit dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang bertambah 0,54% menjadi Rp 9.375/unit.

IHSG cenderung cerah di tengah minimnya sentimen pasar global pada hari ini, karena beberapa negara masih libur dalam rangka Natal 2022.

Pergerakan IHSG cenderung mengikuti bursa Asia yang juga terpantau menghijau. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,44%, Shanghai Composite China bertambah 0,62%, dan KOSPI Korea Selatan naik tipis 0,04%.

Sebelumnya pada pekan lalu, bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street juga cenderung cerah. Pada Jumat akhir pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 0,53%, S&P 500 terapresiasi 0,59%, dan Nasdaq Composite naik 0,21%.

Sepanjang pekan lalu, Dow Jones melesat 1,36% dan S&P 500 menguat 0,71%. Namun Nasdaq melemah 0,46%.

Kekhawatiran resesi sempat muncul kembali, menghancurkan harapan beberapa investor untuk reli akhir tahun dan menyebabkan kerugian besar pada bulan Desember.

Investor khawatir bahwa pengetatan berlebihan dari bank sentral di seluruh dunia dapat memaksa ekonomi mengalami penurunan.

Namun, perdagangan di tahun 2022 yang tinggal menghitung hari ini membuat investor kembali optimis bahwa fenomena ‘Santa Claus Rally’ atau window dressing di Indonesia bakal kembali terjadi pada tahun ini.

Untuk diketahui, ‘Santa Claus Rally’ merupakan sebuah reli di pasar saham AS yang terjadi pada 5 perdagangan terakhir di bulan Desember hingga 2 hari perdagangan pertama di bulan Januari.

Adapun perdagangan Wall Street pada tahun ini tinggal bersisa empat hari, yakni pada Selasa hingga Jumat. Sedangkan Senin pekan ini, Wall Street masih libur dalam rangka Natal 2022.

‘Santa Claus Rally’ seharusnya dimulai pada pekan ini. Jika pekan ini pergerakan Wall Street cenderung flat atau masih membentuk tren bearish, maka fenomena ini dapat dikatakan tidak terjadi pada tahun ini.

Namun sebaliknya, jika Wall Street kembali rebound dan cenderung membentuk tren bullish, maka ‘Santa Claus Rally’ benar-benar terjadi kembali pada tahun ini.

Di lain sisi, dengan cenderung menghijaunya saham-saham ‘big bank’ dan saham-saham big cap lainnya, maka potensi fenomena window dressing disisa tahun 2022 masih diharapkan oleh investor.

Equity World | Mengekor Bursa Regional Asia yang Memerah, IHSG Dibuka Melemah 0,32%

Equity World | Mengekor Bursa Regional Asia yang Memerah, IHSG Dibuka Melemah 0,32%

Equity World | Ditutup menguat sebesar 3 poin (0,06%) ke level 6.824, IHSG dibuka melemah 21,84 poin (0,32%) ke level 6.802,58 pada perdagangan sesi I Jumat (22/12/2022). IHSG bergerak mengekor Wall Street dan bursa regional Asia yang memerah. IHSG hari ini bergerak memerah pada rentang 6.786 – 6.824.

Equity World | Wall Street Jatuh Terseret Kekhawatiran Resesi

Tercatat sebanyak 517,98 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 318,25 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 35.524 kali transaksi. Sebanyak 119 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 175 saham terkoreksi, dan 202 saham stagnan.

Indeks-indeks Wall Street berbalik melemah di Kamis (22/12). Padahal sejumlah data ekonomi di AS menunjukan kondisi yang lebih baik. US GDP Growth Rate mencapai 3.2% qoq di kuartal III-2022, lebih tinggi dari perkiraan di 2.9% qoq dan U.S. Initial Jobless Claims sebesar 216 ribu pada pekan yang berakhir di 17 Desember 2022, lebih rendah dari perkiraan di 222 ribu.

Salah satu pemicu aksi jual di Wall Street tersebut adalah kembali menyeruaknya kekhawatiran resesi di 2023, mengingat The Fed kemungkinan masih menaikan sukubunga acuan, terutama di awal 2023.

Dow Jones Industrial Average turun 348,99 poin (1,05%) menjadi 33.027,49. S&P 500 kehilangan 56,05 poin (1,45%) menjadi 3.822,39. Nasdaq Composite melemah 233,25 poin (2,18%) menjadi 10.476,12.

Saham Asia-Pasifik diperdagangkan lebih rendah pada Jumat pagi (23/12/2022). Mengekor penurunan yang terjadi di Wall Street karena investor juga melihat ke depan untuk beberapa data ekonomi di wilayah tersebut. Indeks harga konsumen inti Jepang sebesar 3,7% pada bulan November secara tahunan.

Nikkei 225 turun 1% pada jam pertama perdagangannya. Yen Jepang berdiri di 132,38 terhadap dolar AS. S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,84% dan Kospi Korea Selatan juga merosot 1,24%.

Prediksi Analis

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG rawan koreksi pada perdagangan Jumat (23/12/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada resistance 6.880, pivot 6.800, support 6.720. Saham-saham ini berpeluang rebound, diantaranya BRIS dan PTPP.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, IHSG rawan koreksi di Jumat (23/12/2022). Hal itu seiring indikasi overbought pada Stochastic RSI. “IHSG diperkirakan terkonsolidasi dalam rentang 6.780-6.850 jelang akhir pekan ini. Untuk keluar dari overbought area sebelum melanjutkan minor bullish reversal trend,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat (23/12/2022).

Phintraco Sekuritas menambahkan, disamping pelemahan mayoritas indeks global di Kamis (22/12/2022), IHSG juga pengaruhi perkembangan kasus Covid-19 di Tiongkok menjadi concern baru pelaku pasar. Setelah terjadi peningkatan pasca upaya pelonggaran restriksi kegiatan masyarakat dalam sebulan terakhir.

“Pasar masih menimbang dampak terhadap ekonomi Tiongkok, jika dibandingkan dengan penerapan Zero Covid Policy sebelumnya,” tambah Phintraco Sekuritas.

Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menyebut, BI menaikan sukubunga acuan sebesar 25 bps ke 5,5%. Kebijakan ini berpotensi memicu rebound saham-saham bank, seperti BRIS, BBNI dan BTPS. “Pelaku pasar juga dapat memperhatikan peluang rebound lanjutan pada PTPP, BUKA, BULL, MEDC, UNVR, MTEL dan MIKA,” tutup Phintraco Sekuritas.

Equity World | Dibuka Menguat, IHSG Bergeliat di Zona 6.800

Equity World | Dibuka Menguat, IHSG Bergeliat di Zona 6.800

Equity World | Ditutup menguat 52 poin (0,77%) ke level 6.820, IHSG dibuka menguat 14,67 poin (0,22%) ke level 6.835,34 pada perdagangan Kamis (22/12/2022). IHSG hari ini bergeliat di zona 6.800 dan bergerak bervariasi pada rentang 6.808 – 6.844.  

Equity World | Hawa Liburan Semakin Kencang, Harga Emas Jadi Mager!

Tercatat sebanyak 953,24 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 352,51 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 48.106 kali transaksi. Sebanyak 214 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 106 saham terkoreksi, dan 203 saham stagnan.

Wall Street mencatatkan rebound lebih dari 1% di Rabu (21/12). Penguatan ini didorong oleh kondisi Wall Street yang berada pada oversold area. Disamping itu, laporan keuangan kuartalan yang berakhir di November dari Nike yang berada di atas ekspektasi pasar.

Hal ini meredam kekhawatiran yang sempat terbangun di pasar terkait potensi penurunan penjualan ritel di holiday season pada tahun ini. Konsumsi di AS terindikasi masih cukup kuat, mengingat inflasi di AS mencatatkan penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini ditunjukan dari kenaikan US CB Consumer Confidence ke 108.3 di November 2022 dari 101.4 di Oktober 2022.

Dow Jones Industrial Average naik 526,74 poin (1,6%) menjadi 33.376,48. S&P 500 meningkat 56,82 poin (1,49%) menjadi 3.878,44. Sedangkan Nasdaq Composite bertambah 162,26 poin (1,54%) menjadi 10.709,37.

Saham Asia-Pasifik bersiap untuk diperdagangkan lebih tinggi, membawa optimisme di Wall Street karena saham melihat dorongan dari pendapatan yang optimis dan pembacaan kepercayaan konsumen yang kuat.

S&P/ASX 200 Australia naik 0,69% pada jam pertama perdagangannya. Kontrak berjangka Nikkei di Chicago berada di 26.585 sedangkan mitranya di Osaka berada di 26.410. Keduanya lebih tinggi dari penutupan terakhir Nikkei 225 di 26.387,72. Yen Jepang sedikit melemah 0,11% menjadi 132,32 melawan dolar AS.

Prediksi Analis

Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi IHSG menguat pada perdagangan Kamis (22/12/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada rentang 6.672 – 6.856. HMSP hingga KLBF masuk daftar belanja saham hari ini.

Yugen Bertumbuh Sekuritas menjelaskan, pola pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Momentum koreksi dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian.

“Mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam jalur uptrend,” tulis Yugen Bertumbuh Sekuritas dalam risetnya, Kamis (22/12/2022). 

Selain itu, Yugen Bertumbuh Sekuritas menambahkan capital inflow juga masih terlihat masuk ke dalam pasar modal Indonesia secara year to date (ytd). “IHSG hari ini berpotensi menguat,” tambah Yugen Bertumbuh Sekuritas.

Yugen Bertumbuh Sekuritas merekomendasikan daftar belanja saham untuk hari ini. Daftar belanja saham tersebut terdiri dari HMSP, WIKA, PWON, ASRI, SMRA, CTRA, BBCA, BINA, KLBF.

Equity World | Bursa Saham Asia Beragam, Indeks Nikkei Kembali Koreksi

Equity World | Bursa Saham Asia Beragam, Indeks Nikkei Kembali Koreksi

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Rabu, (21/12/2022) setelah wall street menguat. Pergerakan bursa saham global itu terjaadi setelah imbal hasil obligasi menguat setelah Bank of Japan atau bank sentral Jepang menyesuaikan yield curve control (YCC).

Equity World | Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (21/12), Simak Sentimen yang Mempengaruhinya

Bursa saham Jepang melanjutkan koreksi pada hari kedua perdagangan. Indeks Nikkei 225 melemah 0,98 persen dan indeks Topix susut 0,65 persen. Yen Jepang berada di posisi 131,62 terhadap dolar AS. Indeks Kospi Korea Selatan cenderung mendatar.

Indeks ASX di Australia naik 1,39 persen pada perdagangan Rabu pagi. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dijadwalkan untuk bertemu dengan mitranya dari China Wang Yi di Beijing. Kepada wartawan, Wong menuturkan, pihaknya akan mendorong China cabut sanksi perdagangan dan mencari akses konsuler untuk dua warga Australia yang ditahan.

Sementara itu, Hong Kong mengumumkan Chief Executive John Lee akan berkunjung ke Beijing sebagai bagian dari kunjungan tahunannya hingga Sabtu, 24 Desember 2022 untuk memberikan pengarahan kepada pemimpin negara tentang situasi ekonomi, sosial dan politik kota.

Yen Jepang kembali melanjut setelah Bank of Japan mengumumkan untuk memperlebar kurva kontrol kurva imbal hasil. Yen menguat lebih dari lima persen terhadap dolar Australia dan Selandia Baru. Sementara terhadap dolar AS menguat 3 persen.

Saham keuangan dan bank yang terdaftar di bursa Jepang naik pada hari kedua. Sedangkan indeks Nikkei 225 melemah. Saham grup Mitsubishi UFJ Financial naik lebih dari 8 persen. Saham grup Sumitomo Mitsui Financial mendaki lebih dari 6 persen dan Mizuho bertambah lebih dari 4 persen.

Equity World | Harga Emas Spot ke US$1.785,98 di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga

Equity World | Harga Emas Spot ke US$1.785,98 di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga

Equity World | JAKARTA. Harga emas spot sedikit turun pada Selasa (20/12). Dipicu dolar AS yang lebih kuat dan kekhawatiran yang tersisa tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve AS mengurangi prospek bullion yang tidak memberikan imbal hasil.

Equity World | Wall Street Suram dengan Banyaknya Prediksi Resesi dari Ahli

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$1.785,98 per ons troi, pada pukul 02.17 GMT. Sedangkan, harga emas berjangka AS turun 0,1% pada US$1.795,10.

Indeks dolar naik tipis 0,1% lebih tinggi, membatasi emas batangan yang dihargakan dalam greenback dengan membuatnya lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

“Emas mundur setelah mencapai zona resistensi sekitar US$1.800 kemarin … Saya pikir prospek tingkat suku bunga Fed yang lebih tinggi dapat mencegah emas menikmati reli tahun depan,” kata Matt Simpson, analis pasar senior di City Index.

Pekan lalu, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan, bank sentral AS akan memberikan lebih banyak kenaikan suku bunga tahun depan untuk mengekang inflasi.

Bank sentral utama lainnya juga menyoroti sikap hawkish serupa. Meskipun emas dipandang sebagai lindung nilai inflasi, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset tersebut.

Bank Sentral Eropa tidak akan merevisi tujuan stabilitas harga jangka menengahnya karena hal itu akan merusak kredibilitas, kata Wakil Presiden Luis de Guindos, seraya menambahkan bahwa pihaknya bertekad untuk terus menaikkan suku bunga.

Saat kita mendekati musim liburan, dengan peristiwa besar di belakang kita, pergerakan harga bisa tetap terbatas dan tidak terarah, tetapi juga meninggalkan potensi untuk beberapa pergerakan kejutan jika katalis yang tepat tiba, tambah Simpson.

Investor juga memperhatikan berita bahwa di China konsumen bullion teratas, Covid-19 menyapu seluruh lantai perdagangan di Beijing dan menyebar dengan cepat di pusat keuangan Shanghai. China itu melaporkan lima kematian Covid-19 baru untuk 19 Desember.

Di tempat lain, harga perak spot naik tipis 0,4% menjadi US$23,04, platinum naik 0,1% menjadi US$981,06, dan paladium naik 0,3% pada US$1.674,84.

Equity World | Detik-detik Resesi, Bursa Asia Dibuka Beragam

Equity World | Detik-detik Resesi, Bursa Asia Dibuka Beragam

Equity World | Bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung bervariasi pada perdagangan Senin (19/12/2022), di tengah terus meningkatnya kekhawatiran pasar akan potensi resesi global yang bakal terjadi di awal tahun depan.

Equity World | Wall Street Sepekan, Saham Perbankan AS Goyang karena Kekhawatiran Resesi

Indeks Nikkei Jepang dibuka merosot 0,9%, ASX 200 Australia melemah 0,21%, Shanghai Composite China turun 0,11%, dan KOSPI Korea Selatan terkoreksi 0,39%.

Sedangkan untuk indeks Hang Seng Hong Kong dibuka menguat 0,47% dan Straits Times Singapura melesat 1%.

Dari China, pemerintah berjanji untuk menstabilkan ekonomi China pada tahun 2023 dan mempertahankan likuiditas yang cukup di pasar keuangan untuk memenuhi target utama, menurut sebuah pernyataan setelah Konferensi Kerja Ekonomi Pusat pengaturan anggaran tahunan pekan lalu.

Masih dari China, pemerintah kota Shanghai mengumumkan akan menutup kembali sebagian besar sekolah di kota tersebut pada hari ini, karena jumlah kasus Covid-19 yang kembali melonjak.

Sementara itu dari Jepang, pemerintah dan bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) berencana merevisi pernyataan yang berkomitmen pada target inflasi 2% sedini mungkin, menurut Kyodo News. BoJ pun akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter pada Jumat akhir pekan ini.

Bursa Asia-Pasifik cenderung mengikuti pergerakan bursa saham AS, Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu, yang kembali terkoreksi, karena investor makin khawatir bahwa resesi bakal terjadi di AS dan berimbas ke global.

Pada Jumat pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 0,85%, S&P 500 ambles 1,12%, dan Nasdaq Composite terjerembab 0,97%.

Sepanjang pekan lalu, Dow Jones ambles 3,19%, sedangkan S&P 500 ambrol 3,47%, dan Nasdaq ambruk 3,93%.

Investor di AS masih mencerna kampanye bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang menegaskan bahwa mereka masih akan bersikap hawkish selama inflasi belum mendekati target yang ditetapkan yakni sebesar 2%.

“Data inflasi yang kita lihat pada Oktober dan November lalu menunjukkan penurunan kenaikan harga secara bulanan. Tetapi masih diperlukan bukti yang substansial agar yakin inflasi berada pada jalur penurunan,” kata ketua The Fed, Jerome Powell dalam konferensi pers Kamis pekan lalu.

Pernyataan Powell tersebut mengindikasikan kampanye The Fed menurunkan inflasi masih jauh dari kata selesai, suku bunga meski sudah berada di level tertinggi dalam 15 tahun terakhir akan kembali dinaikkan dan ditahan pada level tinggi dalam waktu yang lama.

Alhasil, Wall Street rontok dua pekan beruntun.

Sebagai catatan, inflasi berdasarkan consumer price index (CPI) AS sudah mengalami penurunan 5 bulan beruntun, pada November tumbuh 7,1% (year-on-year/yoy). Angka itu turun jauh dari puncaknya 9,1% pada Juni lalu yang merupakan level tertinggi dalam lebih dari 40 tahun terakhir.

Isu resesi dunia tetap akan menjadi penggerak utama pasar finansial global hingga hari ini, termasuk di kawasan Asia-Pasifik.

AS dan Eropa diperkirakan akan mengalami resesi di kuartal I-2023 yang tentunya tinggal menghitung hari.

Median hasil survei dari Reuters menunjukkan kemungkinan resesi terjadi di Uni Eropa sebesar 78%, naik dari survei Oktober lalu sebesar 70%.

Sementara itu ekonom Bank of America memprediksi Negeri Paman Sam akan mengalami resesi di juga di kuartal I-2023, saat produk domestik bruto (PDB) mengalami kontraksi 0,4%.

“Kabar buruknya di 2023, proses pengetatan moneter akan menunjukkan dampaknya ke ekonomi,” kata ekonom Bank of America, Savita Subramanian, sebagaimana dilansir Business Insider, akhir November lalu.

Equity World | IHSG dan Bursa Regional Asia Tertekan, Apa Penyebabnya?

Equity World | IHSG dan Bursa Regional Asia Tertekan, Apa Penyebabnya?

Equity World | IHSG ditutup turun tipis 6,39 poin (0,09%) ke level 6.745,46 pada perdagangan Jumat (16/12/2022). Tidak hanya IHSG, bursa regional Asia juga tertekan. Apa penyebabnya?

Equity World | Wall Street Terjun Bebas Pada Kamis (15/12) Akibat Potensi Resesi yang Makin Besar

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG dan Bursa regional Asia jelang akhir pekan ini mengalami penurunan karena pasar tertekan akan kekhawatiran resisi global menjadi kenayataan. “Hal ini seiring dengan reaksi pelaku pasar sehubungan dengan kenaikan suku bunga acuan bank sentral Inggris dan Eropa sebelumnya dilakukan The Fed Amerika Serikat,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (16/12/2022).

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, bank sentral Inggris (Bank of England-BoE) dan Bank Sentral Eropa (ECB) juga menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin. BoE menyampaikan kenaikan tersebut dilakukan untuk menkean laju inflasi hal yang sama juga di sampaikan petinggi ECB.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, hal itu mendorong pasar berpandangan bahwa bank sentral di dunia akan melakukan langkah kebijakan moneter yang sama menaikan suku bunganya untuk mengekang laju inflasi. Tentunya ini sebagai signal bank sentral masih berpotensi menlanjutkan kenaikan suku bunganya untuk menekan inflasi.

“Dengan kenaikan suku bunga tersebut tentunya ini akan mendorong daya beli akan menurun sehingga menekan pertumbuhan ekonomi suatu negara berada di zona resesi,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pada sesi I, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar JKON, SLIS, CABUT, BLTZ, CASH. Sedangkan, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar MGLV, FIMP, IFSH, SNLK, SINI.

“BBNI. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 9.325-9.675. Sedangkan PER; 9,58x dan PBV; 1,27x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Equity World | Wall Street Turun, Fed Sinyalkan Lebih Banyak Kenaikan

Equity World | Wall Street Turun, Fed Sinyalkan Lebih Banyak Kenaikan

Equity World | Saham Wall Street jatuh pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) setelah Federal Reserve (Fed) membuat sketsa rencana untuk kenaikan suku bunga tambahan, meskipun data terbaru menunjukkan moderasi inflasi.

Equity World | Bursa Saham Asia Tergelincir Usai The Fed Kerek Suku Bunga

Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan dirinya didorong oleh data indeks harga konsumen (CPI) terbaru. Tetapi kebijakan bank sentral masih belum cukup ketat, mengingat inflasi yang terlalu tinggi.

Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,4% pada 33.966,35.

S&P 500 berbasis luas merosot 0,6% lebih rendah menjadi 3.995,32, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq yang kaya teknologi turun 0,8% menjadi 11.170,89.

Bank sentral Amerika Serikat (AS) itu, seperti yang diharapkan, mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuan pinjaman sebesar setengah poin persentase atau 50 basis poin (bps), kenaikan yang lebih kecil setelah empat kenaikan berturut-turut 0,75 poin persentase atau 75 bps.

Powell mengatakan inflasi upah masih terlalu jelas untuk memungkinkan poros kebijakan moneter.

Sementara inflasi konsumen mereda pada Oktober dan November, Powell masih membutuhkan bukti yang kuat.

“Dibutuhkan lebih banyak bukti untuk memberikan keyakinan bahwa inflasi berada pada jalur penurunan yang berkelanjutan,” katanya, Rabu (14/12).

Pengumuman Fed tentu saja tidak sesuai dengan ekspektasi pasar yang lebih penuh harapan bahwa Fed mungkin seperti melemparkan wortel ke pasar (untuk menawarkan hadiah),” kata analis Briefing.com Patrick O’Hare. Ia mencirikan desakan pengumuman bank sentral berpikiran hawkish.

Di antara masing-masing perusahaan, saham Delta Air Lines naik 2,8% karena menaikkan perkiraan keuangan kuartal IV-2022 dan memprediksi pertumbuhan pendapatan yang solid pada 2023.

“Permintaan untuk perjalanan udara tetap kuat saat kita menutup tahun ini dan momentum Delta sedang dibangun,” kata CEO Delta Air Lines Ed Bastian.

Saham Charter Communications merosot 16,4% setelah rencana perusahaan untuk meningkatkan belanja modal secara signifikan, menimbulkan keraguan tentang posisi kas bebasnya.

Equity World | Emas Melonjak, Dolar Jatuh di Tengah Inflasi AS yang Mendingin

Equity World | Emas Melonjak, Dolar Jatuh di Tengah Inflasi AS yang Mendingin

Equity World | Harga emas menguat tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), kembali bertengger di atas level psikologis 1.800 dolar Amerika Serikat (AS). Greenback merosot setelah data indeks harga konsumen (CPI) AS menunjukkan penurunan inflasi yang kuat dari level tertinggi 40 tahun.

Equity World | Wall Street Naik Pasca Rilis Data Inflasi AS, Ada Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak 33,20 dolar AS atau 1,85% menjadi ditutup pada 1.825,50 dolar AS per ounce, setelah mencapai puncak sesi di 1.836,80 dolar AS yang tertinggi sejak 27 Juni.

Emas berjangka anjlok 18,40 dolar AS atau 1,02% menjadi 1.792,30 dolar AS pada Senin (12/12), setelah menguat 9,20 dolar AS atau 0,51% menjadi 1.810,70 dolar AS pada Jumat (9/12), dan terangkat 3,50 dolar AS atau 0,19% menjadi 1.801,50 dolar AS pada Kamis (8/12).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Selasa (13/12) bahwa CPI AS naik 7,1% dari tahun ke tahun (YoY) pada November. Angka ini lebih rendah dari kenaikan 7,3% yang diperkirakan para ekonom dan tingkat inflasi paling lambat sejak Desember 2021.

Indeks dolar AS dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS turun tajam karena data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, malah mendorong harga emas.

Federasi Nasional Bisnis Independen melaporkan Indeks Optimisme Bisnis Kecil naik 0,6 poin menjadi 91,9 pada November. Namun demikian, pembacaan November adalah bulan ke-11 berturut-turut di bawah rata-rata 49 tahun sebesar 98.

Emas telah naik sekitar 200 dolar AS dari level rendah 1.600 dolar AS yang dicapai pada awal Oktober. Selama tujuh minggu terakhir, emas hanya membukukan penurunan dalam satu minggu.

Rebound harga emas telah difasilitasi oleh jatuhnya indeks dolar, yang telah kehilangan hampir 8,0% nilainya sejak Oktober. Pada Selasa saja, indeks yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya jatuh 1,4% terbesar dalam sehari sejak 11 November.

Investor sekarang sedang menunggu pengumuman pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) pada Rabu (14/12) waktu setempat.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 58,7 sen atau 2,51%, menjadi ditutup pada 23,99 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari melambung 30,90 dolar AS atau 3,07%, menjadi berakhir pada 1.038,90 dolar AS per ounce.

Equity World | Saham Wall Street Melonjak Jelang Data Inflasi dan Pertemuan Fed

Equity World | Saham Wall Street Melonjak Jelang Data Inflasi dan Pertemuan Fed

Equity World | Saham Wall Street melonjak pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), melampaui sejumlah kerugian pekan lalu. Pasar menunjukkan optimisme yang hati-hati menjelang rilis data inflasi utama Amerika Serikat (AS) dan pertemuan Federal Reserve (Fed) yang diawasi ketat.

Equity World | Wall Street Rebound, Bursa Asia Dibuka Bergairah

Pengamat memperkirakan kenaikan indeks harga konsumen (CPI) melambat pada November, menambah tanda-tanda bahwa inflasi yang memanas akhirnya mereda. Sementara itu, bank sentral AS diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil setelah pertemuan kebijakan dua hari mulai Selasa (13/12).

Dow Jones Industrial Average melonjak 1,6% menjadi berakhir pada 34.005,04, sementara S&P 500 naik 1,4% menjadi 3.990,56.

Indeks Komposit Nasdaq yang kaya teknologi juga naik 1,3% menjadi 11.143,74.

“Ada banyak berita positif untuk memulai pekan ini dan itu membantu mendorong ekuitas lebih tinggi,” kata Edward Moya dari platform perdagangan OANDA, Selasa.

Secara khusus, sebuah survei oleh Federal Reserve Bank of New York menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi turun.

Perusahaan biofarmasi Amgen mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi Horizon Therapeutics, menjadi aksi korporasi terbesar tahun ini di sektor kesehatan.

Saham Horizon Therapeutics melonjak 15,5% menyusul berita tersebut.

Di sektor penerbangan, Boeing didorong oleh harapan bisa mendapatkan pesanan pesawat besar-besaran dari Air India,” tambah Moya.

Sementara itu, pasar mencerna pernyataan Menteri Keuangan AS Janet Yellen yang mengatakan dalam sebuah wawancara di CBS News Sunday bahwa sementara resesi adalah risiko, itu bukanlah sesuatu yang diperlukan untuk menurunkan inflasi.

Design a site like this with WordPress.com
Get started