Equityworld Futures | Wall Street Merosot Jelang Akhir Tahun

Equityworld Futures | Wall Street Merosot Jelang Akhir Tahun

Equityworld Futures | Indeks S&P 500 turun pada Senin, 29 Desember 2025. Penurunan ini karena saham sektor teknologi beristirahat setelah kenaikan yang kuat menjelang akhir tahun.

Equityworld Futures | Bank Sentral Ramai-Ramai Borong Emas Sepanjang 2025

“Ada tanda-tanda aksi ambil untung di beberapa sektor pasar yang sedang mengalami momentum positif,” kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge dalam catatan dikutip dari Investing.com, Selasa, 30 Desember 2025.

Indeks S&P 500 turun 0,3 persen, Nasdaq 100 turun 0,5 persen, Dow Jones turun 0,5 persen atau 249 poin.

NVIDIA Corporation turun lebih dari satu persen, memimpin penurunan saham terkait AI karena investor mengurangi taruhan pada teknologi menjelang akhir tahun, dengan Palantir Technologies Inc dan Broadcom Inc juga turun.

Saham teknologi bawa berkah

Teknologi telah memimpin pasar secara keseluruhan naik tahun ini, membantu S&P 500 mencapai rekor tertinggi baru-baru ini pada hari Jumat.

Namun, volume perdagangan diperkirakan akan tetap tipis, dengan banyak pelaku pasar yang tidak berada di meja kerja mereka menjelang liburan Tahun Baru, membatasi pergerakan arah. Wall Street mengakhiri minggu lalu dengan catatan yang kuat.

Sentimen juga didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve mendekati akhir siklus pengetatannya, dengan pasar terus memperhitungkan pemotongan suku bunga tahun depan. Data inflasi yang lebih rendah dalam beberapa minggu terakhir telah memperkuat spekulasi bahwa bank sentral dapat mulai melonggarkan kebijakan pada tahun 2026, memberikan dorongan bagi aset berisiko.

Reli akhir Desember telah mengalihkan perhatian pada apa yang disebut “reli Santa Claus,” sebuah pola musiman yang merujuk pada kenaikan yang biasanya terlihat dalam lima sesi perdagangan terakhir tahun ini dan dua sesi pertama bulan Januari.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Bidik Akhir Tahun Positif, S&P 500 Tinggal Selangkah Menuju Level 7.000

Equityworld Futures | Wall Street Bidik Akhir Tahun Positif, S&P 500 Tinggal Selangkah Menuju Level 7.000

Equityworld Futures | Investor berharap pasar saham Amerika Serikat (AS) menutup tahun 2025 dengan catatan positif. Indeks-indeks utama Wall Street saat ini berada di level tertinggi sepanjang masa dan kian mendekati tonggak psikologis baru.

Equityworld Futures | Pecah Rekor Terus! Harga Emas Diprediksi Masih Naik & Tembus Segini

Indeks S&P 500 mencatat penutupan rekor pada Rabu, jelang libur Natal, dan kini hanya sekitar 1% dari level 7.000 untuk pertama kalinya.

Sepanjang Desember, pasar saham AS cenderung menguat setelah mampu melewati gejolak awal bulan yang dipicu kekhawatiran terhadap belanja kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor teknologi.

Jika bertahan hingga akhir bulan, S&P 500 berpeluang mencatatkan delapan bulan beruntun kenaikan, rekor terpanjang sejak periode 2017–2018.

“Momentum jelas masih berpihak pada kubu bullish,” kata Paul Nolte, Senior Wealth Adviser dan Market Strategist di Murphy & Sylvest Wealth Management dilansir dari Reuters, Minggu (28/12/2025).

“Tanpa adanya kejadian eksternal besar, arah pergerakan saham tampaknya masih ke atas.”

Fokus ke Risalah The Fed

Pekan perdagangan yang dipersingkat libur ini akan diwarnai rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) terbaru.

Selain itu, penyesuaian portofolio akhir tahun berpotensi memicu volatilitas, terutama di tengah volume transaksi yang relatif tipis.

Memasuki 2026, perhatian investor tertuju pada arah kebijakan suku bunga The Fed.

Bank sentral AS telah memangkas suku bunga acuan total 75 basis poin dalam tiga rapat terakhir 2025, sehingga berada di kisaran 3,50%–3,75%.

Namun, keputusan pemangkasan 25 basis poin pada rapat 9–10 Desember lalu berlangsung dengan suara yang terbelah.

Proyeksi suku bunga ke depan di kalangan pembuat kebijakan pun masih beragam.

“Menarik untuk melihat perdebatan yang terjadi di meja rapat The Fed,” ujar Michael Reynolds, Vice President of Investment Strategy di Glenmede.

“Pasar saat ini sangat fokus menghitung berapa kali pemangkasan suku bunga yang akan terjadi tahun depan.”

Investor juga mencermati rencana Presiden Donald Trump untuk menunjuk Ketua The Fed pengganti Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir Mei mendatang.

Setiap sinyal terkait keputusan tersebut berpotensi menggerakkan pasar.

Rotasi Sektor Makin Terlihat

Dengan hanya beberapa sesi perdagangan tersisa di 2025, S&P 500 telah naik hampir 18% sepanjang tahun, sementara Nasdaq Composite melonjak sekitar 22%.

Meski demikian, sektor teknologi motor utama reli pasar selama lebih dari tiga tahun terakhir mulai kehilangan momentum.

Sejak awal November, indeks teknologi S&P 500 turun lebih dari 3%, meski sempat rebound pekan ini.

Sebaliknya, sektor lain seperti keuangan, transportasi, kesehatan, dan saham berkapitalisasi kecil justru mencatatkan kinerja solid. Pergeseran ini mengindikasikan adanya rotasi ke sektor dengan valuasi yang dinilai lebih moderat.

“Ada semakin banyak investor yang percaya bahwa fundamental ekonomi AS masih cukup solid,” kata Anthony Saglimbene, Chief Market Strategist di Ameriprise Financial.

“Ekonomi telah melewati banyak potensi hambatan tahun ini, yang mungkin tidak lagi menjadi ganjalan besar tahun depan.”

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Sumringah, S&P 500 Ukir Rekor

Equityworld Futures | Wall Street Sumringah, S&P 500 Ukir Rekor

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa waktu (23/12/2025) setempat, reli empat hari berturut-turut. S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), didorong kinerja solid saham-saham teknologi, khususnya yang terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Equityworld Futures | Alasan Harga Emas Bertahan Dekat US$4.500

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,46% dan ditutup di level 6.909,79, dan sempat menyentuh rekor tertinggi intraday di 6.920,34. Kenaikan ini menegaskan dominasi sektor teknologi sebagai motor utama pasar di tengah pekan perdagangan yang lebih singkat menjelang libur Natal.

Nasdaq Composite turut menguat 0,57% ke level 23.561,84. Lonjakan saham raksasa teknologi seperti Nvidia yang naik sekitar 3% dan Broadcom yang menguat lebih dari 2% menjadi penopang utama indeks berbasis teknologi tersebut.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bergerak lebih terbatas. Indeks saham unggulan ini ditutup naik 79,73 poin (0,16%) di level 48.442,41.

Pasar saham tetap bertahan di zona hijau meski data ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) menunjukkan kinerja yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi Negeri Paman Sam tumbuh 4,3% pada kuartal III, melampaui estimasi 3,2% yang diperkirakan ekonom dalam survei Dow Jones.

Data tersebut sempat memicu kekhawatiran bahwa peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada awal 2026 akan berkurang. Pasar saham bahkan sempat dibuka melemah sebelum akhirnya berbalik menguat dan ditutup positif.

Laporan pertumbuhan ekonomi itu baru dirilis setelah tertunda dari jadwal awal 30 Oktober akibat penutupan pemerintahan AS yang memecahkan rekor terlama dalam sejarah.

Meski demikian, pelaku pasar masih menaruh keyakinan bahwa The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya tahun depan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar masih memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir 2026.

Chief Investment Officer Apollon Wealth Management Eric Sterner menilai, pasar belum sepenuhnya menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

“Kita mungkin belum melihat pasar benar-benar menarik kembali proyeksi dua kali penurunan suku bunga. Peluang pemangkasan di awal tahun memang mengecil, tetapi pasar juga menunggu siapa yang akan dinominasikan Presiden Trump sebagai Ketua The Fed berikutnya, dan kemungkinan besar sosok tersebut akan lebih dovish dibanding Jerome Powell,” ujarnya.

Adapun Bursa Saham New York (NYSE) akan menutup perdagangan lebih awal pada Rabu (24/12/2025) pukul 13.00 waktu setempat dan akan tutup penuh pada Kamis (25/12/2025) untuk memperingati Hari Natal.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Dominasi Wall Street Angkat Kripto di 2025, Bagaimana Prospek Permintaan 2026?

Equityworld Futures | Dominasi Wall Street Angkat Kripto di 2025, Bagaimana Prospek Permintaan 2026?

Equityworld Futures | Tahun 2025 menjadi periode spektakuler bagi Bitcoin dan pasar kripto secara luas, seiring menguatnya regulasi ramah kripto di Amerika Serikat (AS) serta semakin besarnya penerimaan Wall Street terhadap aset digital sebagai bagian sah dari portofolio investasi.

Equityworld Futures | Equityworld Futures Harga Emas 2026: Kilau Tenang yang Simpan Kejutan

Melansir Cointelegraph Selasa (23/12/2025), Bitcoin, Ether, hingga Solana menjadi magnet arus dana global.

Sepanjang 2025, total arus masuk bersih ke ETF Bitcoin spot mencapai US$57 miliar, dengan total aset kelolaan ETF menembus US$114,8 miliar.

Lonjakan adopsi institusional, korporasi, dan bahkan pemerintah menjadi pendorong utama reli harga aset kripto tahun ini.

Namun memasuki 2026, pertanyaan utama yang muncul adalah apakah laju adopsi tersebut dapat berlanjut.

Sejak Oktober 2025, arus dana ke ETF Bitcoin spot mulai melambat dan dalam beberapa pekan berubah menjadi tekanan jual. Kondisi ini diikuti koreksi harga sekitar 30% pada Bitcoin dan 50% pada Ether.

Dalam wawancara dengan Schwab Network, Head of Markets Cointelegraph Ray Salmond mengatakan kinerja pasar kripto di awal 2026 akan sangat bergantung pada sejumlah faktor kunci.

“Melihat bagaimana narasi AI, pemangkasan suku bunga The Fed, cadangan strategis Bitcoin, dan arus ETF mendorong pasar, pertanyaannya adalah apakah narasi yang sama masih mampu mengangkat harga di 2026, atau justru dibutuhkan cerita baru untuk menarik pembeli kembali,” ujarnya.

Dampak AI dan Wall Street ke Pasar Kripto

Selain arus ETF dan aktivitas perdagangan di bursa kripto utama seperti Binance dan Coinbase, sentimen investor terhadap skala pembangunan industri kecerdasan buatan (AI) dan kinerja indeks saham berbasis teknologi seperti S&P 500 diperkirakan akan berpengaruh langsung terhadap pasar kripto.

Sepanjang 2025, saham teknologi melonjak seiring ekspansi agresif hyperscaler yang menggelontorkan dana puluhan miliar dolar untuk pusat data, komputasi, GPU Nvidia, dan energi.

Namun memasuki 2026, pasar akan menuntut pembuktian bahwa investasi tersebut dapat dimonetisasi atau setidaknya dibiayai dari arus kas internal.

Pada paruh kedua 2025, saham Oracle, Meta, dan Nvidia sempat terkoreksi ketika investor mulai mempertanyakan risiko arus kas bebas yang berpotensi negatif. Jika kekhawatiran terhadap perusahaan AI dan komputasi kuantum yang sarat utang kembali muncul di 2026, gejolak di Wall Street berpotensi menjalar ke pasar kripto.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Naik Tipis

Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Naik Tipis

Equityworld Futures | Indeks saham berjangka AS sedikit naik pada Minggu malam, 21 Desember 2025, menunjukkan pembukaan yang sedikit lebih kuat untuk minggu baru. Kenaikan ini karena rebound pada saham teknologi dan optimisme baru seputar kecerdasan buatan mendukung sentimen.

Equityworld Futures | Harga Emas Berpeluang ke US$ 4.500, Ini Strategi yang Disarankan Analis

Dilansir dari Investing.com, Senin, 22 Desember 2025, kontrak berjangka S&P 500 naik tipis 0,2 persen menjadi 6.902,0 poin, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,3 persen menjadi 25.647,75 poin. Kontrak berjangka Dow Jones diperdagangkan 0,2 persen lebih tinggi pada 8.535,0 poin.

Saham teknologi menjadi fokus di tengah optimisme AI

Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan kondisi yang tidak stabil. Indeks acuan S&P 500 naik sekitar 0,1 persen, sementara NASDAQ Composite naik sekitar 0,5 persen, dibantu oleh pemulihan saham teknologi dan semikonduktor kelas berat. Namun, Dow Jones Industrial Average turun sekitar 0,7 persen selama pekan tersebut.

Kondisi perdagangan diperkirakan akan lesu dalam beberapa hari mendatang karena pasar AS memasuki jadwal yang dipersingkat karena liburan. Wall Street akan tutup lebih awal pada hari Rabu dan tetap tutup pada hari Kamis untuk Hari Natal, faktor yang biasanya meredam volume dan dapat memperbesar fluktuasi harga.

Penurunan suku bunga Fed mendukung sentimen

Pergerakan pasar yang lebih luas didukung lebih lanjut oleh data inflasi AS minggu lalu. Angka indeks harga konsumen yang relatif rendah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat bergerak lebih cepat untuk memangkas suku bunga pada tahun 2026.

Data tersebut membantu mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih rendah, memberikan dorongan tambahan bagi pasar saham.

Investor juga mengamati perkembangan seputar transisi kepemimpinan Fed untuk mendapatkan petunjuk baru tentang prospek kebijakan.

Dengan masa jabatan Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, yang akan berakhir pada bulan Mei dan Presiden Donald Trump melakukan wawancara dengan beberapa finalis, pasar sedang menganalisis komentar tentang suku bunga dan strategi moneter.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Indeks Wall Street Menguat, Didorong Lonjakan Saham Oracle

Equityworld Futures | Indeks Wall Street Menguat, Didorong Lonjakan Saham Oracle

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan Jumat (19/12). Pergerakan positif indeks didorong lonjakan saham Oracle di tengah pulihnya minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Equityworld Futures | Harga Emas Berpeluang ke US$ 4.500, Ini Strategi yang Disarankan Analis

Indeks Nasdaq Composite naik 1,31% ke level 23.307,62, diikuti S&P 500 yang menguat 0,88% menjadi 6.834,50. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average tumbuh 183,04 poin atau 0,38% dan ditutup di 48.134,89. Hijaunya saham AS menandai hari kedua berturut-turut ketiga indeks utama Wall Street berada di zona hijau.
Saham Oracle melonjak 6,6% usai TikTok menjual bisnis operasinya di AS ke perusahaan patungan baru yang melibatkan Oracle dan firma ekuitas swasta Silver Lake.

Kenaikan tersebut membuat saham Oracle balik arah dari sebelumnya tertekan selama sepekan karena sebuah laporan menyebut salah satu pendukung utama proyek pusat data perusahaan mundur.
Investor khawatir beban utang dan belanja besar untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) akan menekan kinerja perusahaan. Sentimen negatif ini bahkan sempat menyeret saham-saham lain di sektor AI, seperti Broadcom dan Advanced Micro Devices.

Di sisi lain, saham Nvidia melonjak sekitar 4%. Kenaikan ini setelah Reuters melaporkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah meninjau kemungkinan mengizinkan Nvidia menjual chip AI canggih ke Cina. Sebelumnya, Trump menyatakan akan membuka peluang pengiriman chip AI H200 ke pelanggan tertentu di negara tersebut.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Usai Data Inflasi AS Melandai

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Usai Data Inflasi AS Melandai

Equityworld Futures | Indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat pada perdagangan Kamis (18/12). Laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Selain itu, proyeksi kinerja yang sangat kuat dari produsen chip Micron menjadi sinyal solidnya permintaan kecerdasan buatan (AI).

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tipis Setelah Dekati Rekor, Mau Jual atau Beli?

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 65,88 poin atau 0,14 persen ke level 47.951,85. Indeks S&P 500 (.SPX) menguat 53,33 poin atau 0,79 persen ke 6.774,76, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) melonjak 313,04 poin atau 1,38 persen ke 23.006,36.

Laporan Indeks Harga Konsumen AS (CPI) pun menunjukkan harga konsumen naik lebih rendah dari perkiraan secara tahunan hingga November. Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) di bawah Departemen Tenaga Kerja AS tidak merilis data perubahan CPI bulanan karena penutupan sebagian pemerintahan selama 43 hari menghambat pengumpulan data Oktober.

“Laporan CPI yang konstruktif ini mulai meredakan tekanan terhadap para pembuat kebijakan, sehingga mereka berpotensi lebih nyaman memangkas suku bunga tahun depan. Namun, kami masih ingin melihat konfirmasi pada bulan depan untuk memastikan tidak ada distorsi berlebihan akibat penutupan pemerintahan,” kata kepala riset pasar modal di U.S. Bank Asset Management Group, Bill Merz.

Ketiga indeks utama tersebut bangkit dari posisi terendah dalam tiga pekan terakhir. Indeks Russell 2000, yang melacak saham-saham berkapitalisasi kecil yang sensitif terhadap suku bunga, juga menguat 0,8 persen.
Laporan klaim tunjangan pengangguran menunjukkan jumlah pengajuan baru turun pada pekan lalu, berbalik arah dari lonjakan pada pekan sebelumnya, yang mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja tetap stabil pada Desember.

Sebelumnya pada pekan ini, laporan ketenagakerjaan resmi menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS kembali meningkat pada November, sementara tingkat pengangguran naik ke 4,6 persen.

Pelaku pasar kini melihat peluang sebesar 58 persen untuk langkah kebijakan yang lebih longgar atau dovish dari The Fed pada Maret, menurut CME FedWatch Tool.

Enam dari 11 sektor di indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan, dipimpin oleh sektor consumer discretionary yang naik 1,78 persen. Saham Lululemon melonjak 3,5 persen setelah laporan menyebutkan investor aktivis Elliott telah mengakuisisi saham senilai lebih dari USD 1 miliar di perusahaan pakaian olahraga tersebut.

Saham Starbucks juga menguat 4,9 persen.
Di sektor teknologi, Micron Technology melesat 10,2 persen setelah perusahaan tersebut memproyeksikan laba kuartalan hampir dua kali lipat dari ekspektasi analis, didorong oleh kuatnya permintaan terkait AI. Saham perusahaan memori lainnya, termasuk SanDisk dan Western Digital, juga melonjak, sementara indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 2,6 persen.

Adapun belanja besar-besaran perusahaan yang dibiayai utang untuk pengembangan teknologi AI, serta ketidakpastian terkait strategi monetisasinya tersebut sempat membebani minat risiko pasar pada kuartal ini.

Saham Oracle naik 0,9 persen, pulih dari penurunan pada Rabu setelah rencana pendanaan pusat data Stargate memicu aksi jual luas di pasar saham. Kemudian, saham Trump Media & Technology melonjak 41 persen setelah perusahaan tersebut dan perusahaan energi fusi TAE Technologies menyatakan telah sepakat untuk bergabung dalam transaksi seluruh saham dengan valuasi lebih dari USD 6 miliar.

Jumlah saham yang menguat melampaui saham yang melemah dengan rasio 1,9 banding 1 di Bursa Efek New York (NYSE). Tercatat 216 saham mencetak level tertinggi baru dan 105 saham mencatat level terendah baru di NYSE. Di Nasdaq, sebanyak 2.892 saham menguat dan 1.773 saham melemah, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 1,63 banding 1.

Indeks S&P 500 membukukan 15 level tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak mencatatkan level terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 112 level tertinggi baru dan 178 level terendah baru.

Sementara volume transaksi di bursa AS mencapai 16,89 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 16,96 miliar saham per sesi penuh dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ambruk Berjamaah, Saham AI Terpukul

Equityworld Futures | Wall Street Ambruk Berjamaah, Saham AI Terpukul

Equityworld Futures | Wall Street ambruk berjamaah pada perdagangan Rabu atau Kamis (18/12/2025) dini hari waktu Indonesia.

Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Perak Cetak Rekor: Ramalan Terbaru Bikin Ngeri

Wall Street melemah seiring investor terus melakukan rotasi keluar dari saham-saham utama kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Tekanan pasar dipicu laporan bahwa investor utama Oracle yang menarik diri dari salah satu proyek pusat data (data center) perusahaan tersebut.

Indeks S&P 500 turun 1,16% ke level 6.721,43, sementara Nasdaq Composite merosot 1,81% dan ditutup di 22.693,32. Adapun Dow Jones Industrial Average jatuh 228,29 poin atau 0,47% ke posisi 47.885,97.

Saham AI yang sebelumnya sangat diminati, Oracle, anjlok 5,4% setelah Financial Times melaporkan bahwa rencana Blue Owl Capital untuk membiayai proyek pusat data Oracle senilai US$10 miliar di Michigan gagal terlaksana.

Sumber yang mengetahui masalah tersebut menyebutkan kekhawatiran atas tingkat utang dan belanja Oracle sebagai penyebabnya. Namun, Oracle membantah laporan tersebut dan menegaskan bahwa proyek tersebut tetap berjalan.

Skema pembiayaan berisiko yang terkait dengan rencana pembangunan pusat data perusahaan-perusahaan teknologi telah membuat investor gelisah dalam beberapa pekan terakhir. Sorotan terhadap Oracle kali ini muncul setelah pekan lalu perusahaan juga membantah laporan Bloomberg yang menyebutkan Oracle menunda sejumlah proyek untuk OpenAI hingga 2028.

Saham-saham lain yang terkait dengan tema AI ikut terkoreksi pada Rabu. Produsen chip Broadcom yang juga menjadi salah satu saham yang memimpin rotasi keluar dari sektor teknologi turun lebih dari 4%. Nvidia melemah hampir 4%, Advanced Micro Devices (AMD) anjlok lebih dari 5%, sementara induk Google, Alphabet, turun lebih dari 3%.

“Kami jelas melihat rotasi yang cukup tegas dari saham pertumbuhan berkapitalisasi besar ke saham nilai berkapitalisasi besar. Yang terjadi saat ini, menurut saya, investor mulai memposisikan diri lebih defensif untuk menghadapi apa yang akan terjadi tahun depan,” ujar Brian Mulberry, client portfolio manager di Zacks Investment Management.

Oracle dan Broadcom, bersama saham-saham lain di sektor AI, telah mencatatkan penurunan signifikan sepanjang Desember. Bulan ini ditandai dengan perpindahan dana investor ke sektor berorientasi nilai seperti keuangan.

Secara month to date, saham Oracle turun lebih dari 11%, sementara Broadcom terkoreksi sekitar 19%. ETF State Street Technology Select Sector SPDR (XLK) juga turun 2,6% sepanjang bulan ini.

Mulberry memperkirakan rotasi keluar dari saham-saham dengan valuasi tinggi menuju sektor yang “dinilai lebih wajar” akan berlanjut hingga 2026. Menurutnya, tren ini ditambah ketidakpastian kebijakan moneter berpotensi memicu volatilitas pasar.

“Ke depan, mengamati faktor-faktor tertentu untuk menentukan kapan dan di mana momen profitabilitas AI itu benar-benar terjadi akan menjadi sangat penting, dan itu mencakup hal-hal seperti arus kas bebas (free cash flow). Neraca bisa dimanipulasi, tetapi arus kas bebas tidak bisa,” ujarnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Terkoreksi, Investor Cerna Data Ekonomi dan Arah Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Terkoreksi, Investor Cerna Data Ekonomi dan Arah Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa (16/12/2025) waktu setempat.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.318,4 Rabu (17/12) Pagi, Ini Pemicunya

Investor masih bersikap hati-hati sambil mencermati serangkaian data ekonomi Paman Sam yang dirilis terlambat untuk membaca arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) di 2026.

Mengutip Reuters, Rabu (17/12/2025), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 303,67 poin atau 0,63 persen ke level 48.112,89.

Indeks S&P 500 melemah 28,91 poin atau 0,42 persen ke posisi 6.787,60, sementara Nasdaq Composite terkoreksi tipis 14,24 poin atau 0,06 persen ke level 23.043,18.

Tekanan terjadi hampir merata di seluruh sektor.

Dari 11 sektor dalam indeks S&P 500, hanya sektor teknologi informasi yang mampu bertahan di zona hijau.

Sektor energi menjadi penekan terdalam setelah harga minyak mentah jatuh ke level terendah sejak 2021.

Adapun sektor kesehatan ikut terseret turun 1,7 persen.

Saham Pfizer menjadi sorotan setelah anjlok 5,1 persen.

Perusahaan farmasi raksasa itu memperkirakan kinerja yang lebih menantang pada 2026, seiring melemahnya penjualan produk terkait Covid-19, serta tergerusnya margin keuntungan.

Secara teknikal, pergerakan indeks S&P 500 dan Nasdaq kini berada di sekitar level terendah dalam tiga pekan terakhir. Situasi ini mencerminkan berlanjutnya ketidakpastian pasar terkait waktu dan besaran pemangkasan suku bunga, di tengah kekhawatiran investor atas valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu mahal.

Dari sisi makroekonomi, laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan penambahan lapangan kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) sebanyak 64.000 pada November 2025.

Angka tersebut membaik dibandingkan Oktober 2025, yang tertekan akibat pemangkasan belanja pemerintah.

Namun, perbaikan itu dibayangi kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,6 persen pada November 2025.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Alarm untuk Investor: Harga Emas Hampir Sentuh Rekor Tertinggi 2 Bulan

Equityworld Futures | Alarm untuk Investor: Harga Emas Hampir Sentuh Rekor Tertinggi 2 Bulan

Equityworld Futures | Harga emas kembali mencatatkan kenaikan, meskipun kenaikannya terbatas, seiring kemajuan pembicaraan damai Ukraina, dan menantikan data pekerjaan dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$4.304,9 pada Selasa (16/12) Pagi

Pada perdagangan hari ini Selasa (16/12/2025) hingga pukul 06.58 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,04% di posisi US$4.303,85 per troy ons.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Senin (15/12/2025), harga emas dunia naik sangat tipis 0,001% di level US$4.302,19 per troy ons. Harga emas sempat mengalami kenaikan hingga US$4.350,10 per troy ons sebelum akhirnya ditutup menguat lebih rendah. Kenaikan ini memperpanjang tren positif emas dengan menguat selama empat lima hari beruntun.

Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 20 Oktober atau hampir dua bulan.
Harga emas spot memangkas kenaikan sebelumnya pada perdagangan Senin menyusul kemajuan dalam pembicaraan penting antara pejabat AS dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy yang bertujuan untuk mengakhiri perang, sementara para pedagang menunggu data pekerjaan AS yang penting.

Kemajuan dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina tampaknya meredam permintaan emas sebagai aset safe-haven, menurut analis senior di Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Ia menambahkan bahwa emas juga berada di bawah tekanan dari aksi ambil untung dan likuidasi selama seminggu, karena beberapa pedagang yang membeli kontrak berjangka sebelumnya sekarang menjual.

Utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan “banyak kemajuan telah dicapai dalam pembicaraan Ukraina,” sementara seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa kedua pihak telah bergerak lebih dekat untuk mempersempit perbedaan antara Rusia dan Ukraina.
Para pelaku pasar saat ini tengah menanti laporan penggajian non-pertanian AS dan data ritel, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Selasa, untuk petunjuk lebih lanjut tentang jalur kebijakan The Federal Reserve.

Pasar saat ini memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 78% pada Januari 2026.

Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai aset safe-haven, cenderung berkinerja baik selama periode ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started