Equity World | Harga Emas Naik Tipis Setelah Dilanda Aksi Ambil Untung

Equity World | Harga Emas Naik Tipis Setelah Dilanda Aksi Ambil Untung

Equity World | JAKARTA. Harga emas menguat tipis setelah kemarin melorot tajam. Jumat (3/2) pukul 7.00 WIB, harga emas spot menguat 0,15% ke US$ 1.915,65 per ons troi dari posisi kemarin US$ 1.912,72 per ons troi.

Equity World | Wall Street Dibuka Lebih Tinggi karena Lonjakan Saham Meta, Kamis (2/2)

Kemarin, harga emas 1,94% dari US$ 1.950,52 per ons troi yang merupakan level tertinggi sejak April 2022. Penurunan harga emas yang terjadi kemarin disebabkan oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan aksi ambil untung di tengah pernyataan dovish dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell.

Sementara harga emas kontrak April 2023 di Commodity Exchange turun 0,10% ke US$ 1.928,80 per ons troi dari posisi kemarin US$ 1.930,80 per ons troi. Harga emas berjangka ini turun dalam tiga hari perdagangan berturut-turut.

Indeks dolar kemarin menguat 0,52% ke 101,75 setelah turun pascapengumuman suku bunga Federal Reserve. Penguatan nilai tukar dolar AS membuat emas batangan yang dihargakan dalam dolar kurang menarik bagi pembeli dalam mata uang lain.

“Penurunan di pasar bisa disebabkan oleh aksi ambil untung menjelang data pekerjaan bulanan AS hari Jumat,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures kepada Reuters.

Bank sentral AS pada hari Rabu menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) ke kisaran 4,5%-4,75%, kenaikan terkecil sejauh ini dalam siklus pengetatan 11 bulan.

Sementara itu, Powell memperingatkan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut karena inflasi masih terlalu tinggi. Tapi, orang nomor satu The Fed ini mencatat bahwa kemajuan disinflasi masih dalam tahap awal.

“Powell tidak terlalu hawkish seperti yang dia lakukan dalam konferensi pers FOMC baru-baru ini dan membiarkan pintu terbuka untuk pembalikan Fed lebih cepat daripada nanti,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals dalam sebuah catatan.

Emas cenderung mengapresiasi ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, yang mengurangi biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pekan lalu turun ke level terendah dalam sembilan bulan. Pasar tenaga kerja tetap tangguh meskipun biaya pinjaman lebih tinggi.

Fokus sekarang bergeser ke laporan nonfarm payrolls AS bulan Januari yang akan dirilis nanti malam. Kemarin, Bank of England dan European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 50 bps.

Equity World | Berkat Hal Ini IHSG dan Bursa Saham Asia Menguat

Equity World | Berkat Hal Ini IHSG dan Bursa Saham Asia Menguat

Equity World | IHSG bergeliat di zona hijau pada perdagangan sesi I, Kamis (2/2/2023). IHSG ditutup menguat 22,81 poin (0,33%) ke level 6.885,07. Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, berkat hal ini IHSG dan bursa saham Asia menguat. Apakah itu?

Equity World | Pasar Asia Pasifik Dibuka Mixed, Investor Cerna Kenaikan Bunga Fed

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG dan bursa regional Asia menguat setelah pasar merespon kebijakan moneter The Fed yang menaikkan suku bunga dana sebesar 25bps dari sebelumnya 4,25%– 4,50% menjadi 4,5%-4,75%.

“Pasar memandang kenaikan tersebut sudah sesuai ekpektasi pasar sebelumnya dan ini memberikan indikasi bahwa The Fed menahan agresifnya dalam menaikan suku bunga acuannya,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (2/2/2023).

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, meskipun masih ada potensi The Fed masih menaikan suku bunganya. Hal ini seperti yang disampaikan Ketua The Fed Jerome Powell berbicara tentang kemajuan dalam menurunkan tekanan inflasi meski tetap memperingatkan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

TIdak hanya itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, The Fed mengakui inflasi mulai mereda dan menegaskan The Fed juga mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Hal itu memberikan afirmatif akan mengurangi kebijakan moneter yang agresif sehubungan kenaikan suku bunga.

“ERAA. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 474-515. PER: 8,52x dan PBV; 1,12x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Equity World | Wall Street Reli Jelang Keputusan Fed

Equity World | Wall Street Reli Jelang Keputusan Fed

Equity World | NEW YORK, Saham-saham Wall Street menguat pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menerima banyak berita pendapatan yang baik dan mengabaikan laporan kepercayaan konsumen yang turun menjelang keputusan Federal Reserve (Fed) tentang suku bunga.

Equity World | Harga Emas Dunia Kinclong Lagi Nih

ExxonMobil, General Motors, dan UPS termasuk di antara perusahaan yang melonjak menyusul rilis laporan keuangan yang solid di salah satu putaran tersibuk dari periode pelaporan triwulanan.

Itu membantu mengimbangi survei dari Conference Board yang menunjukkan kegelisahan yang lebih besar, tentang prospek jangka pendek untuk pekerjaan dan kondisi bisnis jangka pendek.

Steve Sosnick dari Interactive Brokers menggambarkan pasar pada dasarnya dalam mode bullish, sebagian karena ekspektasi Fed akan segera menjauh dari postur inflasi yang sangat agresif.

“Pasar berasumsi bahwa akhir dari kenaikan suku bunga sudah di depan mata,” kata Sosnick, Rabu (1/2).

Dow Jones Industrial Average berakhir naik 1,1% pada 34.086,04.

S&P 500 berbasis luas naik 1,5% menjadi 4.076,60, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq yang kaya teknologi melonjak 1,7% menjadi 11.584,55.

Kenaikan Selasa terjadi karena Fed memulai pertemuan kebijakan dua hari yang diperkirakan akan berujung pada kenaikan suku bunga seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps) pada Rabu.

Di antara masing-masing perusahaan, GM melonjak 8,3% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan dan memproyeksikan hasil yang kuat pada 2023 karena masalah rantai pasokan mereda.

Tapi saham Caterpillar turun 3,5% karena perusahaan melaporkan keuntungan lebih rendah dari yang diharapkan yang diseret lebih rendah oleh biaya operasi.

Equity World | Harga Emas Turun di Hari Keempat pada Selasa (31/1) Jelang Rapat The Fed

Equity World | Harga Emas Turun di Hari Keempat pada Selasa (31/1) Jelang Rapat The Fed

Equity World | JAKARTA. Harga emas turun lagi di hari keempat berturut-turut jelang rapat Federal Reserve perdana tahun 2023. Selasa (31/1) pukul 6.55 WIB, harga emas spot turun 0,03% ke US$ 1.922,55 per ons troi dari posisi kemarin US$ 1.923,17 per ons troi.

Equity World | Memasuki Pekan Tersibuk, Wall Street Dibuka Terkoreksi

Sedangkan harga emas kontrak April 2023 di Commmodity Exchange turun 0,10% ke US$ 1.937,30 per ons troi.

Investor menunggu pertemuan kebijakan Federal Reserve AS minggu ini di tengah ekspektasi perlambatan kenaikan suku bunga. “Cara The Fed menyampaikan cerita itu akan tercermin di pasar emas,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures kepada Reuters.

“Gambaran yang lebih besar di sini adalah bahwa jika Fed memperlambat suku bunganya, inflasi akan datang kembali. Jika Fed berhenti sebentar dan inflasi masih ada, saya pikir dalam skenario itu emas akan lepas landas,” kata dia.

Kenaikan suku bunga 25 basis poin diharapkan pada Komite Pasar Terbuka Federal atawa Federal Open Market Committee (FOMC) pada 31 Januari-1 Februari. Kenaikan suku bunga tersebut akan mengangkat Fed Funds Rate ke kisaran 4,5%-4,75%, di bawah level 5% plus yang diperkirakan oleh sebagian besar pembuat kebijakan Fed.

Emas, yang tidak membayar bunga, cenderung menguntungkan ketika suku bunga rendah karena mengurangi biaya peluang memegang emas batangan.

Ekspektasi perlambatan kenaikan suku bunga Fed mencuat setelah ukuran inflasi yang disukai Fed, belanja konsumen AS (PCE), turun untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Desember. Penurunan inflasi menempatkan ekonomi AS pada jalur pertumbuhan yang lebih rendah menuju tahun 2023.

Namun, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran terus menurun. Perbaikan pasar tenaga kerja dapat memaksa Fed untuk mempertahankan kenaikan suku bunga.

Sementara itu, patokan imbal hasil obligasi 10 tahun AS melayang di dekat level tertinggi dua minggu. Di sisi lain, nilai tukar dolar naik 0,2%, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang asing.

“Kejutan hawkish dari Fed dapat menyebabkan harga emas tergelincir kembali ke US$ 1.900 dalam jangka pendek,” kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets, dalam sebuah catatan.

Equity World | IHSG Lesu ke 6.872 Usai 315 Emiten Ambruk

Equity World | IHSG Lesu ke 6.872 Usai 315 Emiten Ambruk

Equity World | Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.872 pada Senin (30/1). Indeks saham melemah 26,50 poin atau minus 0,38 persen dari perdagangan sebelumnya.

Equity World | Rupiah Senin Siang Menguat ke Rp14.977/USD; Dollar di Asia Merangkak Naik

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp9.555 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17.894 miliar saham.

Pada penutupan kali ini, 202 saham menguat, 315 terkoreksi, dan 206 lainnya stagnan.

Indeks sektoral pun mayoritas merah, delapan dari 11 sektor melemah dipimpin teknologi sebesar 1,38 persen. Sementara tiga sektor lainnya menguat dipimpin kesehatan sebesar 2,18 persen.

Nilai tukar rupiah pada pukul 15.10 WIB kembali melemah 0,27 persen di level Rp14.945 per dolar AS.

Beralih ke bursa asing, bursa saham Amerika mayoritas menguat. Indeks S&P 500 bangkit di 0,25 persen disusul indeks NASDAQ Composite pun ikut melemah 0,95 persen. Hanya indeks NYSE Composite yang melemah 0,15 persen.

Serupa, bursa saham Eropa terpantau kompak menghijau. Indeks DAX di Jerman plus 0,11 persen disusul indeks FTSE 100 di Inggris menguat 0,05 persen. Sementara, indeks CAC 40 di Prancis juga perlahan bangkit dengan persentase 0,02 persen.

Kemudian, bursa saham Asia mayoritas loyo. Hanya indeks Nikkei 225 di Jepang yang tercatat hijau di 0,19 persen. Sementara indeks Hang Seng Composite di Hong Kong ambruk di 3,37 persen disusul indeks Kospi di Korea Selatan ikut minus 1,62 persen.

Equity World | Dibuka Optimistis, IHSG Tembus Level Psikologis 6.900

Equity World | Dibuka Optimistis, IHSG Tembus Level Psikologis 6.900

Equity World | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak optimistis pada perdagangan Jumat (27/1/2023). Dibuka di zona hijau, IHSG menguat signifikan dan kembali menembus level psikologis 6.900 atau tepatnya 6.923,61.

Equity World | Wall Street Menguat Didukung Data Pertumbuhan Ekonomi AS

Pergerakan IHSG sejalan dengan indeks saham di Asia pagi ini yang dibuka naik. “Pasar saham Asia mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street semalam di mana S&P 500 reli ke level tertinggi dalam hampir dua bulan,” kata Phillip Sekuritas Indonesia, Jumat (27/1/2023).

Rilis sejumlah data ekonomi memperlihatkan ekonomi AS yang solid sedang melambat dengan inflasi yang mulai mereda. Kondisi ini mendongkrak tingkat kepercayaan investor bahwa ekonomi AS di 2023 akan mengalami soft-landing (perlambatan pertumbuhan ekonomi tanpa di barengi dengan gelombang PHK).

Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 2,9 persen yoy di kuartal IV 2022, sedikit melambat dari pertumbuhan 3,2 persen di kuartal III 2022 tapi masih jauh di atas ekspektasi sebesar 2,3 persen. Pada 2022, ekonomi AS tumbuh 2,1 persen setelah ekspansi 5,9 persen pada 2021.

Di pasar tenaga kerja, data Initial Jobless Claims memperlihatkan bahwa untuk pekan yang berakhir 21 Januari 2023, jumlah orang yang untuk pertama kali mencairkan tunjangan pengangguran turun menjadi 187 ribu, terendah sejak April 2022 dari 192 ribu pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, di pasar perumahan jumlah Penjualan Rumah Baru (New Home Sales) naik 2,3 persen secara bulanan di Desember 2022, jauh di atas kenaikan 0,7 persen yang tercatat pada bulan November. Di pasar komoditas, harga minyak mentah naik lebih dari 1,0 persen ditopang oleh ekspektasi bahwa permintaan minyak global akan membaik seiring dengan dibukanya kembali ekonomi China dan juga dari rilis data ekonomi AS yang keluar lebih baik dari ekspektasi.

Phillip Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi bullish pada hari ini.

AKRA

Short Term Trend : Bullish

Medium Term Trend : Bullish

Trade Buy : 1390-1395

Target Price 1 : 1570

Target Price 2 : 1660

Stop Loss : 1210

ESSA

Short Term Trend : Bullish

Medium Term Trend : Bullish

Trade Buy : 995

Target Price 1 : 1120

Target Price 2 : 1190

Stop Loss : 880

SMDR

Short Term Trend : Bullish

Medium Term Trend : Bullish

Trade Buy : 2340

Target Price 1 : 2710

Target Price 2 : 2970

Stop Loss : 1960

Equity World | Saham Sektor Energi Anjlok, IHSG Ditutup Melemah 0,34%

Equity World | Saham Sektor Energi Anjlok, IHSG Ditutup Melemah 0,34%

Equity World | JAKARTA, Dibuka naik tipis 4,67 poin (0,07%) ke level 6.865, IHSG tertahan di zona merah pada penutupan sesi I, Rabu (25/1/2023). IHSG ditutup melemah 23,31 poin (0,34%) ke level 6.850,25. IHSG hari ini bergerak bervariasi 6.822 – 6.871. Saham sektor energi 1,07%

Equity World | Lima Saham Jatuh Dalam, IHSG Ditutup Melemah 0,20%

Selama sesi I, nilai perdagangan mencapai sekitar Rp 4,76 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 812.598 kali transaksi. Sebanyak 238 saham mencatatkan kenaikan, 282 saham terkoreksi, dan 177 saham stagnan.

Mayoritas saham-saham unggulan melemah pada penutupan sesi I. Berdasarkan website IDX pada pukul 11.30 WIB, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 turun 0,39%, Investor33 menurun 0,47%, dan saham-saham syariah tergabung dalam JII terkoreksi 0,55%.

Sementara itu, sebagian sektor saham bergerak melemah. Saham sektor energi mencatatkan penurunan paling besar dibandingkan sektor-sektor saham lainnya pada perdagangan sesi I. Karena saham sektor energi anjlok 1,07%.

Disusul penurunan saham sektor barang baku 0,78%, sektor infrastruktur 0,36%, sektor kesehatan 0,32%, dan sektor konsumen non primer 0,31%.

Pada penutupan sesi I, bursa saham Asia mayoritas menguat. Straits Time (Singapura) melonjak 1,78% dan Nikkei (Jepang) menguat 0,43%. Sedangkan Hang Seng (Hong Kong) dan Shanghai (Tiongkok) masih libur Tahun Baru Imlek.

Equity World | Wall Street Memperpanjang Reli, Didukung Rebound Sektor Teknologi

Equity World | Wall Street Memperpanjang Reli, Didukung Rebound Sektor Teknologi

Equity World | NEW YORK. Wall Street ditutup naik tajam di perdagangan awal pekan ini. Penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) ini didorong oleh lonjakan harga saham dari sektor teknologi.

Equity World | Wall Street Menguat, Ditopang Lonjakan Saham Teknologi

Senin (23/1), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 254,07 poin atau 0,76% menjadi 33.629,56, indeks S&P 500 ditutup menguat 47,2 poin atau 1,19% ke 4.019,81 dan indeks Nasdaq Composite ditutup melesat 223,98 poin atau 2,01% ke 11.364,41.

Ketiga indeks saham utama AS ini memperpanjang kenaikan yang juga terjadi pada hari Jumat (20/1), dengan indeks Nasdaq yang padat sektor teknologi memimpin, didorong oleh saham semikonduktor.

Di sisi lain, dari 11 sektor pada indeks utama S&P 500, semuanya kecuali sektor energi berakhir menguat, dengan saham setor teknologi menikmati persentase kenaikan terbesar. Pada sesi ini, sektor teknologi melesat 2,3%.

Musim pelaporan kuartal keempat telah bergeser menjadi overdrive, dengan 57 perusahaan di indeks S&P 500 telah membukukan hasil. Berdasarkan Refinitiv, dari jumlah tersebut, 63% telah menghasilkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan.

Analis sekarang melihat pendapatan kuartal keempat pada indeks S&P 500, secara agregat, turun 3% secara tahunan. Itu hampir dua kali lebih curam dari penurunan tahunan 1,6% yang terlihat di awal tahun, berdasarkan data Refinitiv.

Minggu ini, Microsoft Corp dan Tesla Inc, bersama dengan serentetan industri besar termasuk Boeing CO, 3M Co, Union Pacific Corp, Dow Inc, dan Northrop Grumman Corp, diperkirakan akan merilis kinerja kuartalan.

“Kelompok ini yang mengalami depresi, jadi saya tidak terlalu terkejut,” kata Peter Tuz, Presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia. “Kita akan melihat pendapatan dari perusahaan-perusahaan ini selama beberapa minggu ke depan dan di sanalah karet bertemu jalan.”

“Itu adalah grup yang siap untuk rebound.”

Indeks semikonduktor Philadelphia SE melonjak 5,0%, kenaikan satu hari terbesar sejak 30 November setelah Barclays meningkatkan sektor ini menjadi “overweight” dari “equal weight.”

Sesi ini juga menandai ketenangan sebelum badai dalam seminggu penuh dengan laporan pendapatan profil tinggi dan back-end sarat dengan data ekonomi penting.

Investor sangat yakin Federal Reserve akan menerapkan kenaikan suku bunga kecil pada pertemuan minggu depan bahkan ketika bank sentral AS tetap berkomitmen untuk menjinakkan siklus inflasi terpanas dalam beberapa dekade.

“(Investor) cukup nyaman bahwa mereka akan melihat kenaikan suku bunga yang lebih rendah dari The Fed, bahwa kami menghindari inflasi dan kenaikan suku bunga,” tambah Tuz.

“Saham bisa berhasil dengan baik di lingkungan itu, terutama saham dengan pertumbuhan besar yang menggerakkan pasar,” lanjut dia.

Pasar keuangan memperkirakan kemungkinan 99,9% dari kenaikan 25 basis poin ke tingkat target suku bunga The Fed pada akhir pertemuan kebijakan moneter selama dua hari pada Rabu pekan depan, menurut FedWatch.

Pada perdagangan kali ini, saham Tesla melonjak 7,7% setelah Kepala Eksekutif Elon Musk mengambil sikap dalam persidangan penipuannya terkait dengan tweet yang mengatakan dia mendukung untuk menjadikan produsen mobil listrik itu perusahaan pribadi.

Di sisi lain, saham Baker Hughes Co merosot 1,5% setelah perusahaan menghilangkan estimasi laba kuartalan karena tekanan inflasi dan gangguan yang sedang berlangsung akibat perang Rusia di Ukraina.

Perusahaan perangkat lunak berbasis cloud Salesforce Inc melonjak 3,1% menyusul berita bahwa investor aktivis Elliot Management Corp telah mengambil saham multi-miliar dolar di perusahaan tersebut.

Spotify Technology SA bergabung dengan daftar perusahaan terkait teknologi yang terus bertambah untuk mengumumkan PHK yang akan datang. Di mana, perusahaan memangkas 6% tenaga kerjanya karena kenaikan suku bunga dan kemungkinan resesi yang membayangi terus menekan pertumbuhan saham. Saham perusahaan streaming musik naik 2,1%.

Di bidang ekonomi, Departemen Perdagangan AS diperkirakan akan mengungkapkan “kemajuan” awalnya pada PDB kuartal keempat pada hari Kamis, yang diperkirakan para analis akan mendarat di 2,5%.

Pada hari Jumat, laporan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang luas akan menyoroti pengeluaran konsumen, pertumbuhan pendapatan, dan yang terpenting, inflasi.

Equity World | Wall Street Tertekan Fed yang di Posisi Keras Atas Inflasi

Equity World | Wall Street Tertekan Fed yang di Posisi Keras Atas Inflasi

Equity World | Saham Wall Street jatuh lagi pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) di tengah kekhawatiran resesi, karena pejabat tinggi Federal Reserve (Fed) menjanjikan garis keras pada inflasi.

Equity World | Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi Sembilan Bulan

Indeks utama Amerika Serikat (AS) berada di posisi merah sepanjang sesi setelah kehilangan lebih dari 1% pada Rabu (18/1), menyusul data penjualan ritel yang lesu yang menggarisbawahi risiko penurunan ekonomi terbesar di dunia.

Data menunjukkan klaim pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan terlepas dari semua PHK pasca pandemi di perusahaan teknologi besar, pasar pekerjaan tetap panas,” kata Edward Moya dari OANDA, Jumat (20/1).

“Pasar tenaga kerja perlu istirahat untuk memungkinkan Fed mempertahankan suku bunga dengan nyaman,” tambahnya.

Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,8% pada 33.044,56.

S&P 500 berbasis luas turun 0,8% menjadi 3.898,85, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq yang kaya teknologi turun 1,0% menjadi 10.852,27.

Penurunan terjadi karena imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Treasury AS bertenor 10 tahun terdorong lebih tinggi, menggarisbawahi kekhawatiran Fed mungkin tidak akan mendekati perubahan dari sikap kerasnya terhadap inflasi.

Wakil Ketua Fed Lael Brainard berjanji untuk tetap mengikuti jalur Kamis, menurut sambutan yang disiapkan untuk sebuah acara di Chicago.

“Bahkan dengan moderasi baru-baru ini, inflasi tetap tinggi, dan kebijakan perlu cukup ketat untuk beberapa waktu,” kata Brainard.

Dalam satu tahun terakhir, Fed telah menaikkan suku bunga acuan dengan cepat dari sekitar nol menjadi 4,25%-4,50%. Pernyataan terbaru Brainard menunjukkan tarif harus tetap tinggi untuk sementara waktu.

Sementara pasar secara luas lebih rendah, saham yang terkait dengan minyak naik karena harga minyak ditutup pada level tertinggi sejak awal Desember 2022.

Saham raksasa AS Chevron naik 1,0% dan saham ConocoPhillips menang 0,9%.

Equity World | Alert Buat IHSG, Bursa Asia Melemah Berjamaah!

Equity World | Alert Buat IHSG, Bursa Asia Melemah Berjamaah!

Equity World | Jakarta, Mayoritas bursa Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Kamis (19/1/2023), mengikuti pergerakan bursa saham acuan global, Amerika Serikat (AS) kemarin.

Equity World | Bursa Saham Asia Loyo Terseret Wall Street

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka merosot 0,95%, Hang Seng Hong Kong ambles 1,14%, Shanghai Composite China turun 0,12%, Straits Times Singapura melemah 0,22%, ASX 200 Australia terpangkas 0,13%, dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,36%.

Dari Jepang, neraca perdagangan periode Desember 2022 tercatat mengalami defisit sebesar JPY 1,45 triliun (US$ 11,27 miliar). Namun, data ini sudah lebih baik dari periode November 2022 yang defisit sebesar JPY 2,03 triliun.

Hal ini karena ekspor Jepang pada Desember 2022 dilaporkan tumbuh sedikit melambat karena permintaan China tetap di bawah tekanan dan impor Jepang juga sedikit melambat.

Ekspor Jepang hanya tumbuh 11,5% (year-on-year/yoy) pada Desember 2022, dari sebelumnya pada November 2022 yang tumbuh 20% (yoy).

Sedangkan impor Jepang juga hanya tumbuh 20,6% (yoy) di Desember 2022, dari sebelumnya pada November 2022 tumbuh 30,3% (yoy).

Hal ini menyoroti tantangan negara yang kekurangan sumber daya yang sangat bergantung pada impor komoditas dan energi. Data yang lemah juga memupus harapan para pembuat kebijakan untuk pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 yang didorong oleh ekspor.

Sepanjang 2022, Jepang mencatat defisit perdagangan sebesar JPY 19,97 triliun, penurunan tahunan kedua berturut-turut dan terbesar sejak 1979.

Sementara itu dari Australia, tingkat pengangguran pada periode Desember 2022 tidak berubah banyak alias masih sama seperti sebulan sebelumnya, yakni sebesar 3,5%.

Namun, jumlah lapangan pekerjaan di Desember 2022 anjlok 14.600, meleset jauh dari ekspektasi pasar yang memperkirakan pertumbuhan 22.500 dan jauh lebih rendah dari posisi November 2022 sebanyak 64.000 lapangan pekerjaan.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung melemah terjadi menyusul bursa saham AS, Wall Street yang gagal mempertahankan penguatan kemarin, setelah rilis data penjualan ritel yang mengecewakan.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup ambruk 1,81%, S&P 500 ambrol 1,56%, dan Nasdaq Composite ambles 1,24%.

Setelah mendapat angin segar pada pembukaan perdagangan setelah setelah pembacaan terbaru pada indeks harga produsen (IHP), yang mengukur biaya input dari perusahaan dan bisa menjadi indikator utama inflasi di masa depan, Wall Street pun akhirnya tersungkur di akhir perdagangan.

Untuk periode Desember 2022, IHP menunjukkan penurunan 0,5%. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi para ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan penurunan 0,1%.

Meski demikian, ini cukup memberi kelegaan bagi investor yang berharap inflasi turun dan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bakal memperlambat atau menghentikan kenaikan suku bunga.

Namun, penguatan Wall Street tak bisa dipertahankan setelah rilis data penjualan ritel AS yang mengecewakan, di mana data menunjukkan penurunan sebesar 1,1% pada Desember 2022. Angka ini sedikit lebih tinggi dari perkiraan ekonomi yakni sebesar 1%.

“Kami memiliki awal yang kuat untuk tahun ini, tetapi sekarang kami berada di tengah musim pendapatan yang tegang, baru-baru ini mendapatkan data yang lebih lemah dari penjualan ritel dan Survei Manufaktur kemarin. Ditambah pertemuan Fed pada 1 Februari akan segera terjadi,” kata Yung-Yu Ma, kepala strategi investasi untuk BMO Wealth Management dikutip CNBC International.

Sementara itu, saham JPMorgan, Bank of America dan Wells Fargo tercatat turun karena imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10 tahun turun ke level terendah sejak September 2022. Saham bank regional seperti Zions dan Fifth Third membukukan kerugian lebih besar.

Di sisi lain, kabar tak menyenangkan juga datang dari Microsoft yang mengumumkan rencana untuk memberhentikan sekitar 10.000 karyawan, dan hal ini menjadi kabar buruk bagi pelaku pasar. Sahamnya pun jatuh, berkontribusi pada penurunan Dow Jones pada perdagangan kemarin.

Design a site like this with WordPress.com
Get started