Equity World | Harga Emas Terkoreksi di Awal Pekan Ini

Equity World | Harga Emas Terkoreksi di Awal Pekan Ini

Equity World | JAKARTA. Harga emas terkoreksi pada perdagangan awal pekan ini. Senin (6/3) pukul 07.25 WIB, harga emas spot ada di level US$ 1.853,77 per ons troi, turun 0,14% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.856,48 per ons troi.

Equity World | Menunggu Kabar Penting dari AS, Harga Emas Akan Labil

Harga emas turun setelah membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Januari, setelah China mengumumkan target pertumbuhan ekonomi yang moderat untuk tahun 2023.

Mengutip Bloomberg, sikap hati-hati Kongres Rakyat nasional mengecewakan beberapa pengamat pasar, dan memberikan sedikit insentif untuk membeli emas batangan.

Harga emas telah berfluktuasi dalam dua bulan terakhir, namun sedikit berubah sejak awal tahun.

Selanjutnya, investor akan fokus pada pidato Gubernur The Fed Jerome Powell di depan panel senat pada Selasa dan Komite DPR pada Rabu pekan ini. Powell diperkirakan akan menekankan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dari yang diantisipasi pasar.

Asal tahu saja, tingkat suku bunga yang lebih tinggi umumnya akan menekan harga emas.

Equity World | Bursa Asia Cerah, IHSG Dibuka Menguat

Equity World | Bursa Asia Cerah, IHSG Dibuka Menguat

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (2/3/2023). Terpantau pada awal perdagangan, mayoritas saham bergerak di zona positif.

Equity World | Wall Street Melesat, The Fed Diprediksi Mengerek Suku Bunga 25 bps Bulan Ini

Melansir data RTI, IHSG dibuka menguat 21,50 poin atau 0,31 persen ke 6,878,90. Setelah itu, indeks saham bergerak cenderung stagnan, di mana pada pukul 09.30, indeks saham naik 17,46 poin atau 0,25 persen ke 6.874,88.

Statistik mencatat 261 saham menguat, 167 saham melemah, dan 258 lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 1,51 triliun dengan volume 4,38 miliar saham.

Data BEI menunjukan, 6 dari 11 indeks sektoral menguat, dengan sektor teknologi naik paling tinggi, yakni sebesar 1,02 persen. Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik mencatat koreksi paling dalam, yakni sebesar 0,44 persen.

Penguatan IHSG mengekor bursa regional Asia. Terpantau indeks Nikkei menguat 1,45 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,45 persen, Shanghai Komposit menguat 0,08 persen, dan Straits Times menguat 0,36 persen.

Sebelumnya, indeks saham utama Amerika Serikat atau Wall Street kompak ditutup menguat pada perdagangan Kamis (2/3/2023). Indeks Dow Jones naik 1,05 persen, S&P500 menguat 0,76 persen, dan Nasdaq naik 0,73 persen.

Equity World | Harga Emas Terkoreksi Pada Kamis (2/3) Pagi

Equity World | Harga Emas Terkoreksi Pada Kamis (2/3) Pagi

Equity World | JAKARTA. Harga emas terkoreksi pada perdagangan Kamis (2/3) pagi. Pukul 07.12 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2023 di Commodity Exchange ada di US$ 1.842,70 per ons troi, turun 0,15% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.845,40 per ons troi.

Equity World | Bursa Asia Sumringah, IHSG Juga Ikutan

Harga emas terkoreksi setelah naik kemarin. Mengutip Bloomberg, para trader menilai kembali jalur keaikan suku bunga AS setelah rilis data ekonomi baru dan komentar dari pejabat Federal Reserve.

Aktivitas manufaktur AS masih tetap terkontraksi pada Februari di tengah pelemahan permintaan dan meningkatnya tekanan inflasi. Sementara imbal hasil US treasury naik, membuat harga emas terkoreksi.

Sementara itu, pejabat Fed Atlanta Raphael Bostik menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut di atas 5%, untuk memastikan inflasi kembali ke target bank sentral.

Harga emas telah turun 5,3% sepanjang Februari setelah kenaikan inflasi dan data pekerjaan pada Januari yang meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed harus mempertahankan jalur kenaikan suku bunga dalam waktu yang lebih lama.

Equity World | IHSG Sesi I Tergelincir ke Zona Merah, Sesi II Lanjut Memerah?

Equity World | IHSG Sesi I Tergelincir ke Zona Merah, Sesi II Lanjut Memerah?

Equity World | IHSG hari ini tergelincir ke zona merah. IHSG ditutup turun tipis 6,45 poin (0,09%) ke level 6.848,32 pada perdagangan sesi I, Selasa (28/2/2023). Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG sesi II berpeluang rebound.

Equity World | IHSG Dibuka Naik Awal Maret, Bursa Asia Juga Hijau

Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, stochastic RSI cenderung bergerak naik dari oversold area, sejalan dengan penyempitan negative slope MACD. “Hal ini membuka peluang rebound IHSG ke kisaran 6.870 selama tertahan diatas 6.840 di Sesi II,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (28/2/2023).

Saat penutupan sesi I IHSG hari ini, bursa saham Asia kompak menghijau. Bursa saham Asia kompak menghijau. Shanghai (Tiongkok) naik 0,07%, Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,41%, Straits Time (Singapura) terkerek 0,52%, dan Nikkei (Tokyo) menguat 0,13%.

Equity World | Wall Street Ditutup Sedikit Menguat Usai Aksi Jual Terburuk di Pekan Lalu

Equity World | Wall Street Ditutup Sedikit Menguat Usai Aksi Jual Terburuk di Pekan Lalu

Equity World | Wall Street ditutup naik tipis karena investor terlibat dalam beberapa perburuan saham murah setelah koreksi di pekan lalu.

Equity World | Bursa Saham Asia Melesat Tersengat Wall Street, Penjualan Ritel Jepang Menguat

Ketiga indeks utama di bursa saham Amerika Serikat (AS) naik lebih dari 1% tak lama setelah bel pembukaan, sebagian karena pelonggaran imbal hasil US Treasury. Namun, ketiga indeks utama ditutup jauh dari level tertinggi sesi kali ini.

Senin (27/2), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 72,17 poin atau 0,22% menjadi 32.889,09, indeks S&P 500 menguat 12,2 poin atau 0,31% ke 3.982,24 dan indeks Nasdaq Composite menguat 72,04 poin atau 0,63% ke 11.466,98.

Pergerakan bursa saham AS terus tertekan sepanjang sesi karena imbal hasil US Treasury bergerak dari posisi terendah hari itu.

“Di tengah minggu terburuk tahun ini, penurunan beruntun tiga minggu pertama untuk S&P sejak Desember, sedikit hijau adalah perubahan yang disambut baik tetapi sekali lagi kenyataannya adalah para pelaku pasar mencoba untuk menghitung dengan tepat berapa lama The Fed akan meninggalkan suku bunga tinggi, dan kenaikan 50 basis poin benar-benar di atas meja pada pertemuan berikutnya,” kata Ryan Detrick, Chief Market Strategist Carson Group di Omaha, Nebraska.

“Ini menyebabkan banyak ketidakpastian, dan kami telah melihat bahwa ketika ada ketidakpastian, akan ada penjualan dan volatilitas,” lanjut dia.

Pekan lalu, Dow Industrials turun dengan persentase mingguan terbesar sejak September, dan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing mengalami penurunan persentase mingguan terbesar sejak Desember karena data ekonomi dan komentar dari pejabat Federal Reserve meningkatkan ekspektasi bank sentral AS akan menjadi lebih agresif dalam menaikkan suku bunga.

Ekonom di bank Barclays dan NatWest yang berbasis di Inggris percaya bahwa The Fed dapat meningkatkan laju kenaikan suku bunga pada bulan Maret dengan kenaikan setengah poin.

Morgan Stanley mengatakan, tidak lagi melihat pemotongan oleh The Fed tahun ini dan mengharapkan kecepatan yang lebih lambat dari 25 basis poin ketika bank sentral AS itu mulai menurunkan keagresifannya dalam suku bunga.

Fed Fund futures menunjukkan, para pedagang memperkirakan kenaikan 25 bps ketiga tahun ini dan melihat tingkat suku bunga memuncak pada level 5,4% di bulan September.

Gubernur The Fed Philip Jefferson mengatakan, dia “tidak punya ilusi” bahwa inflasi akan dengan cepat jatuh kembali ke target dan berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat selama diperlukan.

Data menunjukkan, pesanan baru untuk barang modal utama buatan AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Januari. Sementara pengiriman barang inti meningkat, menunjukkan bahwa pengeluaran bisnis untuk peralatan meningkat.

Pelonggaran hasil membantu pertumbuhan saham rebound 0,63%. Sementara saham Tesla melonjak 5,46% setelah pembuat mobil listrik itu mengatakan pabriknya di Brandenburg dekat Berlin memproduksi 4.000 mobil seminggu, tiga minggu lebih cepat dari jadwal menurut rencana produksi baru-baru ini yang ditinjau oleh Reuters.

Saham Seagen Inc melonjak 10,40% setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Pfizer sedang dalam pembicaraan awal untuk mengakuisisi perusahaan biotek tersebut. Di sisi lain, saham Pfizer merosot 2,32%.

Operator kereta api AS Union Pacific naik 10,09% karena Chief Executive Lance Fritz mengatakan dia akan mundur. Hedge fund Soroban Capital Partners menyerukan pemecatannya.

Equity World | Saham Blue Chip Melorot, IHSG Bikin Deg-degan di Sejam Perdagangan

Equity World | Saham Blue Chip Melorot, IHSG Bikin Deg-degan di Sejam Perdagangan

Equity World | Dibuka melemah 6,98 poin (0,10%) ke level 6.849, IHSG hari ini bikin deg-degan. Sebab, setelah dibuka sempat menyentuh zona hijau tapi setelah itu langsung terjun bebas ke zona merah pada sejam perdagangan, Senin (27/2/2023). Alhasil, pada pukul 10.00 WIB, IHSG melemah 17,3 poin (0,25%) ke level 6.839,27.

Equity World | Bursa Saham Asia Lesu Usai Wall Street Cetak Kinerja Mingguan Terburuk 2023

IHSG hari ini bergerak bervariasi dengan rentang 6.834-6.871. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 melorot 0,47%.

Berdasarkan data RTI, sebanyak 10,63 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp 5,39 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 373.768 kali transaksi.

Tercatat sebanyak 215 saham mengalami kenaikan, 243 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 224 saham stagnan. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 melorot 0,47%.

Pada sejam perdagangan, saham-saham ini mencatatkan penurunan terbesar (top losers). Penurunan terbesar dipimpin PT Cisarua Mountain Daily Tbk (CMRY) yang anjlok 6,95%.

Disusul, PT Personil Alih Daya Tbk (PADA) turun 6,82%, PT Wulandari bangun Laksana Tbk (BSBK) meleset 6,56%, PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) jatuh 6,38%, PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) kehilangan 5,47%.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, bursa saham Asia bervariasi. Shanghai (Tiongkok) naik 0,25% dan Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,25%. Sedangkan, Straits Time (Singapura) terkoreksi 0,52% dan Nikkei (Tokyo) melemah 0,18%.

Equity World | Wall Street Kembali Bangkit di Tengah Investor Masih Khawatir Suku Bunga The Fed

Equity World | Wall Street Kembali Bangkit di Tengah Investor Masih Khawatir Suku Bunga The Fed

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan saham Kamis, 23 Februari 2023 di tengah perdagangan yang bergejolak. Hal ini seiring investor tetap khawatir dengan jalur kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed).

Equity World | Wall Street Hentikan Koreksi Beruntun Setelah Sesi Volatil

Dikutip dari CNBC, Jumat (24/2/2023), pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 menguat 0,53 persen ke posisi 4.012,32 dan hentikan penurunan beruntun dalam empat hari. Indeks Dow Jones bertambah 108,82 poin atau 0,33 persen ke posisi 33.153,91. Indeks Nasdaq naik 0,72 persen ke posisi 11.590,40.

Rata-rata indeks acuan di wall street masih dalam tren koreksi pada pekan ini. Indeks S&P 500 berada di jalur untuk kinerja mingguan terburuk sejak 16 Desember 2022.

The Fed menjadi titik fokus bagi investor pekan ini sejak peluncuran risalah pertemuan terbarunya. Pembuat kebijakan mengindikasikan inflasi “tetap jauh di atas” target dua persen bank sentral. Hal ini bahkan ketika data telah menunjukkan pengurangan yang disambut baik dalam laju kenaikan harga bulanan.

Head of Core Fixed Income North America Insight Investment, Brendan Murphy menuturkan, resesi tidak diperlukan untuk mencapai target inflasi dua persen the Fed.

“Sementara resesi hampir pasti akan mempercepat kembalinya inflasi ke target, itu tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang diperlukan. Meski kami telah melihat peningkatan yang signifikan dalam realisasi inflasi selama 6 bulan terakhir,” ujar Murphy dikutip dari CNBC.

Ia menambahkan, hal ini sebagian besar didorong oleh efek dasar dan normalisasi rantai pasokan yang sedang berlangsung. “Kita sedang berada dalam periode pertumbuhan rendah dan inflasi moderat,” ujar dia.

Equity World | Wall Street: S&P 500 Turun 4 Hari Beruntun, The Fed Tegaskan Sikap Terhadap Inflasi

Equity World | Wall Street: S&P 500 Turun 4 Hari Beruntun, The Fed Tegaskan Sikap Terhadap Inflasi

Equity World | S&P 500 memperpanjang penurunan beruntunnya menjadi empat sesi pada perdagangan Rabu (22/2). Investor berhati-hati meskipun panduan terbaru tentang kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (AS) menunjukkan sedikit kejutan.

Equity World | Wall Street Berakhir Mixed Setelah Rilis Risalah Pertemuan Fed

Melansir Reuters, Dow turun 84,5 poin atau 0,26% menjadi 33.045,09, S&P kehilangan 6,29 poin atau 0,16% menjadi 3.991,05, dan Nasdaq bertambah 14,77 poin atau 0,13% menjadi 11.507,07.

Risalah dari Federal Open Market Committee (FOMC) pada 31 Januari-Februari mengatakan bahwa “hampir semua” pejabat The Fed setuju untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga menjadi seperempat poin persentase.

Ada juga dukungan yang kuat untuk keyakinan bahwa risiko inflasi yang tinggi tetap menjadi “faktor kunci” yang akan membentuk kebijakan moneter dan kenaikan suku bunga lebih lanjut akan diperlukan sampai terkendali.

Pesan seperti itu membawa sedikit kejutan versus apa yang telah dikomunikasikan oleh The Fed dan gubernurnya dalam beberapa pekan terakhir. Pasar saham secara umum stabil setelah rilis risalah tersebut.

Namun, pelemahan pada jam terakhir perdagangan menyeret S&P 500 dan Dow Jones Industrial kembali ke zona merah. Nasdaq Composite berhasil mengikis kembali ke wilayah positif meskipun di saat-saat terakhir, memastikan kekalahan tiga sesi beruntunnya terhenti.

“Jelas bahwa The Fed bertekad untuk melanjutkan kampanye kenaikan suku bunga dan mereka akan melakukannya bahkan saat risiko resesi meningkat,” kata Ed Moya, analis pasar senior di OANDA.

“Dan itulah mengapa, setelah mencerna risalahnya, Anda melihat pasar sedikit melunak.”

Untuk S&P, sekarang berada pada laju negatif terpanjang sejak pertengahan Desember dan berakhir di bawah 4.000 poin untuk hari kedua berturut-turut: level yang tidak tercatat sejak 20 Januari.

Terlepas dari penurunan yang dialami oleh S&P dan Dow, penurunan tersebut tidak setajam hari Selasa (21/2), yang merupakan kinerja harian terburuk yang dicatat oleh pasar pada tahun 2023.

Asal tahu, menyusul kekalahan pasar pada tahun 2022, tiga indeks utama mencatat kenaikan bulanan pada bulan Januari karena investor berharap The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga dan mungkin berputar sekitar akhir tahun.

Namun, saham mengalami volatilitas pada bulan Februari, karena para pedagang menghargai suku bunga yang lebih tinggi lebih lama, dengan asumsi bahwa inflasi tetap lebih tinggi dalam ekonomi yang kokoh.

Pelaku pasar uang memperkirakan suku bunga akan mencapai puncaknya pada 5,35% pada bulan Juli dan bertahan di sekitar level tersebut hingga akhir tahun 2023.

“Kita akan melihat apa yang terjadi dengan ekuitas, tapi saya pikir momentum penurunan akan memimpin selama beberapa minggu ke depan,” kata Moya dari OANDA.

Sebagian besar dari 11 sektor utama S&P 500 jatuh, dengan sektor energi dan real estat berkinerja paling buruk. Duo ini masing-masing turun 0,8% dan 1%.

Equity World | Wall Street Catatkan Hari Terburuknya di 2023, Dow Jones Jatuh 700 Poin

Equity World | Wall Street Catatkan Hari Terburuknya di 2023, Dow Jones Jatuh 700 Poin

Equity World | JAKARTA. Wall Street membukukan kinerja terburuknya tahun ini pada hari Selasa (21/2). Pasar menafsirkan rebound aktivitas bisnis Amerika Serikat (AS) pada bulan Februari yang berarti suku bunga harus tetap lebih tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi.

Equity World | Harga Emas Merosot Imbas Penguatan Dolar AS

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 697,1 poin atau 2,06% menjadi 33.129,59, S&P 500 kehilangan 81,75 poin atau 2,00% menjadi 3.997,34, dan Nasdaq Composite turun 294,97 poin, atau 2,5% menjadi 11.492,30.

Untuk S&P 500 dan Nasdaq Composite, ini adalah sesi ketiga berturut-turut yang ditutup lebih rendah. Sementara penurunan Dow Jones Industrial menghapus kenaikannya untuk tahun 2023.

Penurunan terjadi setelah indeks S&P Global Purchasing Manufacturer’s, yang mencerminkan aktivitas bisnis di AS, kembali berekspansi untuk pertama kalinya dalam delapan bulan pada bulan Februari. Dengan catatkan 50,2 atau naik dari 46,8 pada Januari, didukung oleh sektor jasa yang kuat, menurut sebuah survei.

Laporan tersebut menambah banyaknya data ekonomi baru-baru ini yang telah melukiskan gambaran ekonomi yang tangguh, yang terus bekerja dengan latar belakang beberapa kenaikan suku bunga oleh bank sentral pada tahun 2022 yang bertujuan untuk menekan inflasi.

Dengan inflasi yang masih jauh dari target The Fed 2% dan ekonomi mempertahankan sebagian besar kekuatannya, pelaku pasar uang telah merevisi ke atas.

Di mana mereka melihat suku bunga The Fed memuncak – saat ini di 5,35% di bulan Juli dan bertahan di dekat level tersebut sepanjang tahun. .

“Hari ini, realisasinya adalah bahwa The Fed tidak main-main tentang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama dan faktanya mungkin sedikit lebih tinggi untuk sedikit lebih lama,” kata Carol Schleif, kepala investasi di BMO Family Office.

Sebagai informasi, bursa saham AS memiliki awal yang optimistis untuk tahun ini setelah penampilan tahunan terburuk mereka lebih dari satu dekade pada tahun 2022.

Investor berharap siklus kenaikan suku bunga bank sentral mendekati akhir. Kepositifan seperti itu membuat pasar ekuitas rentan terhadap kemunduran, ketika data merusak ekspektasi tersebut.

“Pasar terus mencari poros dovish dan mereka tidak akan mendapatkannya,” kata Schleif.

Investor akan melihat risalah yang merinci diskusi pada pertemuan kebijakan terakhir The Fed, yang dijadwalkan pada hari Rabu. Tujuannya untuk petunjuk lebih lanjut tentang sikap bank sentral terhadap suku bunga.

Ada pun saham-saham yang mencatatkan penurunan terdalam yakni sektor teknologi. Dengan Tesla Inc, Amazon.com Inc, Microsoft Corp dan induk Google Alphabet Inc semuanya jatuh antara 2,1% dan 5,3%.

Di tempat lain, saham Home Depot Inc merosot 7,1% ke level terendah tiga bulan setelah memperingatkan melemahnya permintaan dan mengeluarkan perkiraan laba masam untuk 2023.

Pesaingnya yang lebih kecil, saham Lowe’s Cos Inc turun 5,1% jelang rilis kinerja pada minggu depan.

Walmart memperkirakan pendapatan setahun penuh di bawah perkiraan dan menggambarkan gambaran suram inflasi makanan yang lebih panas dari perkiraan akan menekan margin keuntungan. Namun, saham pengecer terbesar di dunia ini naik 0,6%.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 jatuh, dengan penurunan 3,3% indeks consumer discretionary memimpin.

Equity World | Harga Emas Antam Naik Jadi Rp1,023 Juta per Gram

Equity World | Harga Emas Antam Naik Jadi Rp1,023 Juta per Gram

Equity World | Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,023 juta per gram pada Selasa (21/2). Harga emas ini naik Rp3.000 ribu per gram dibandingkan harga pada perdagangan sebelumnya sebesar Rp1,020 juta per gram.

Equity World | Waspada! IHSG Bisa Kena Guncang “Gempa” Wall Street

Senada, harga pembelian kembali (buyback) juga naik Rp3.000 per gram, dari Rp905 ribu menjadi Rp908 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp561,5 ribu, 2 gram Rp1,98 juta, 3 gram Rp2,95 juta, 5 gram Rp4,89 juta, 10 gram Rp9,72 juta, 25 gram Rp24,18 juta, dan 50 gram Rp48,29 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp96,51 juta, 250 gram Rp241,01 juta, 500 gram Rp481,82 juta, dan 1 kilogram Rp963,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pembeli yang tidak menyertakan NPWP dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Kemudian, untuk harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX naik 0,05 persen menjadi US$1.851 per troy ons. Senada, harga emas di perdagangan spot juga naik 0,01 persen menjadi US$1.841 per troy ons.

Senior Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan harga emas bakal rebound, namun dengan potensi turun pada perdagangan hari ini. Penyebabnya adalah investor yang masih wait and see menantikan kebijakan The Fed pada pertemuan besok, Rabu (22/2).

“Seiring data-data ekonomi yang kuat dari AS akhir-akhir ini, investor mengantisipasi sikap The Fed yang lebih hawkish,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Hari ini, Lukman memperkirakan harga emas internasional berada dalam rentang US$1.825-US$1.855 per troy ons.

Design a site like this with WordPress.com
Get started