Equity World | Jelang Rilis Data The Fed, Wall Street Ditutup Menguat

Equity World | Jelang Rilis Data The Fed, Wall Street Ditutup Menguat

Equity World | Bursa saham AS atau Wall Street berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa (6/6/2023) waktu setempat. Pergerakan Wall Street merupakan reli baru ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir.

Equity World | Wall Street Ditutup Menguat Menanti Data Inflasi AS dan Kebijakan Suku Bunga The Fed

S&P 500 bertambah 0,24 persen, dan berakhir di level 4.283,85, yang merupakan penutupan tertinggi untuk indeks pasar luas sejak Agustus 2022.
Nasdaq menguat 0,36 persen menjadi 13.276,42 yang merupakan penutupan tertingi di 2023.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga naik tipis 0,03 persen (10,42 poin) menjadi 33.573,28. Penguatan DJIA ditopang oleh saham Merck dan UnitedHealth yang masing-masing naik lebih dari 2 persen.

Saham Coinbase turun lebih dari 12 persen setelah Securities and Exchange Commission menggugat perusahaan kripto tersebut. SEC menuduh Coinbase bertindak sebagai broker dan pertukaran yang tidak terdaftar. Di sisi lain, CoinMetrics mencatat Bitcoin naik lebih dari 6 persen, sebagai dampak kejadian tersebut.

Saham Apple mengalami penurunan 0,21 persen sehari setelah raksasa teknologi itu meluncurkan headset realitas virtual yang sangat dinantikan serta perangkat lunak baru di Worldwide Developer Conference tahunannya. Di sesi sebelumnya, Apple sempat mencapai titik tertinggi sepanjang masa menjelang pengumuman.

Jeff Kilburg, CEO KKM Financial mengatakan, saat ini pasar sedang menghindari perubahan besar karena investor bersiap untuk pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan. Dia mengatakan pasar tetap berada pada kisaran yang lebih tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

“Sepertinya kita benar-benar dalam pola bertahan, di mana The Fed minggu depan akan mengumumkan hal yang ditunggu-tunggu pasar,” kata Kilburg mengutip CNBC.

Equity World | Ekonomi China Memburuk, Awas RI Ikut Terseret!

Equity World | Pasar keuangan Tanah Air mencatatkan kinerja yang mengecewakan perdagangan pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau longsor meskipun hanya 3 hari perdagangan, sementara rupiah juga ikut babak belur sepekan lalu.

Equity World | Wall Street Dorong Pasar Asia-Pasifik, Bergerak Naik Pagi Ini, Senin (05/06)

Dari sisi HSG pekan lalu tak sekalipun ditutup di zona hijau. IHSG terpantau merah sejak awal pekan. Pekan pertama Mei IHSG ditutup melemah tipis 0,05% di posisi 6633,26. Pelemahan tersebut memperpanjang derita IHSG yang mengalami koreksi beruntun sejak 25 Mei atau dalam lima hari perdagangan.

Posisi penutupan Rabu lalu juga menjadi yang terendah sejak 20 Maret tahun ini. Dengan ini dalam sebulan indeks sudah jatuh 3,35%, sementara secara tahunan indeks melemah 3,17%.

Pada perdagangan Rabu (31/5/2023) lalu, data pasar menunjukkan investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 1,34 triliun di pasar reguler.

Ambruknya IHSG pada pekan lalu dan Mei disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian global akibat krisis plafon utang pemerintah Amerika Serikat (AS). Anjloknya harga batu bara juga ikut menekan IHSG bulan lalu.

Seperti diketahui, pembahasan utang AS menjadi fokus utama pelaku pasar sebulan terakhir.

Pembahasan utang terus berlarut-larut hingga mendekati batas waktu pada 5 Juni. Tanggal tersebut menjadi deadline bagi pemerintah AS sebelum terancam default.

Dewan Perwakilan AS akhirnya memutuskan untuk meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU)Rancangan Undang-Undang (RUU)Tanggung Jawab Fiskal atau Fiscal Responsibility Act.

RUU tersebut memungkinkan pemerintahan Joe Biden menangguhkan plafon utang hingga Januari 2025.Namun, kesepakatan tercapai pada Rabu waktu AS atau jauh setelah bursa saham Indonesia mengakhiri perdagangan.Selain itu runtuhnya IHSG dipicu oleh amblesnya harga batu bara yang terpantau ambles 26,95% pada Mei. Koreksi ini menjadi yang terdalam sejak perdagangan Januari 2023.

Dari pasar keuangan lain, Rupiah juga turut mencatatkan kinerja yang mengecewakan. Mata uang Garuda terpantau tak berdaya melawan dolar Amerika Serikat (AS) Hingga perdagangan Rabu (31/5/2023), rupiah masih belum mampu menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Sempat menembus ke atas Rp 15.000/US$, rupiah menutup perdagangan di Rp 14.985/US$, melemah 0,03% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Dengan demikian sudah melemah enam hari beruntun. Sepanjang Mei, Mata Uang Garuda sudah merosot 2,2%.

Pembahasan utang terus berlarut-larut hingga mendekati batas waktu pada 5 Juni. Tanggal tersebut menjadi deadline bagi pemerintah AS sebelum terancam default.

Dewan Perwakilan AS akhirnya memutuskan untuk meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU)Rancangan Undang-Undang (RUU)Tanggung Jawab Fiskal atau Fiscal Responsibility Act.

RUU tersebut memungkinkan pemerintahan Joe Biden menangguhkan plafon utang hingga Januari 2025.Namun, kesepakatan tercapai pada Rabu waktu AS atau jauh setelah bursa saham Indonesia mengakhiri perdagangan.Selain itu runtuhnya IHSG dipicu oleh amblesnya harga batu bara yang terpantau ambles 26,95% pada Mei. Koreksi ini menjadi yang terdalam sejak perdagangan Januari 2023.

Dari pasar keuangan lain, Rupiah juga turut mencatatkan kinerja yang mengecewakan. Mata uang Garuda terpantau tak berdaya melawan dolar Amerika Serikat (AS) Hingga perdagangan Rabu (31/5/2023), rupiah masih belum mampu menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Sempat menembus ke atas Rp 15.000/US$, rupiah menutup perdagangan di Rp 14.985/US$, melemah 0,03% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Dengan demikian sudah melemah enam hari beruntun. Sepanjang Mei, Mata Uang Garuda sudah merosot 2,2%.

Equity World | Wall Street Bervariasi, Dow Jones Melempem

Equity World | Wall Street Bervariasi, Dow Jones Melempem

Equity World | Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (30/5/2023). Namun, Dow Jones melempem. Wall Street tengah mempertimbangkan kemungkinan Kongres meloloskan kesepakatan tentatif untuk menaikkan plafon utang AS.

Equity World | Wall Street: Nasdaq Terangkat Saham Nvidia di Tengah Kesepakatan Utang Tentatif

Dikutip CNBC internasional, Dow Jones kehilangan 50,56 poin (0,15%) menjadi berakhir pada 33.042,78. Sedangkan S&P 500 bergerak flat meski mencatatkan kenaikan 0,002% menjadi ditutup pada 4.205,52. Nasdaq menambahkan 0,32% menjadi berakhir pada 13.017,43, memangkas kenaikan setelah sempat melonjak 1,4% pada hari perdagangan sebelumnya.

Presiden Joe Biden dan Pemimpin Mayoritas DPR Kevin McCarthy mencapai kesepakatan untuk menaikkan pagu utang dan menghindari gagal bayar selama akhir pekan, dengan Kongres akan memberikan suara pada undang-undang paling cepat Rabu (31/5/2023). Dukungan Partai Republik maupun Demokrat diperlukan agar RUU yang diusulkan itu disahkan.

Perjanjian tersebut datang hanya beberapa hari sebelum apa yang disebut ‘X-date’ pada hari Senin (5/6/2023), yang merupakan tanggal paling awal Departemen Keuangan mengisyaratkan AS dapat gagal bayar atas kewajiban utang.

Negosiasi panjang antara Gedung Putih dan para pemimpin kongres menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa default dapat terjadi. Terlepas dari kesepakatan tentatif, hambatan tetap ada di jalan untuk mengesahkan RUU kompromi di DPR di tengah meningkatnya oposisi di dalam GOP.

“Pasar memanjat tembok kekhawatiran di penghujung hari, dan plafon utang jelas merupakan semacam kekhawatiran. Tapi saya pikir pasar adalah semacam penetapan harga dalam semacam kesepakatan yang bisa dilakukan,” kata Chris Barto, analis investasi di Fort Pitt Capital.

Kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga lagi juga membebani sentimen investor. Pedagang menghargai peluang 68,8% dari kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan, menurut alat FedWatch CME Group.

Presiden Richmond Fed Tom Barkin juga mengatakan pada acara National Association of Business Economics Selasa bahwa dia belum ‘mundur’ dari perkiraan suku bunganya, yang dia katakan termasuk yang tertinggi di dalam bank sentral.

“The Fed masih menjadi fokus utama bagi semua investor. “Ini benar-benar tarik menarik antara apa yang kemungkinan akan dilakukan Fed: apakah mereka akan menaikkan satu atau dua kali lagi atau tidak, atau hanya duduk diam dan menunggu dan melihat bagaimana data inflasi masuk selama beberapa bulan ke depan,” kata Brian Price, kepala manajemen investasi di Commonwealth Financial Network.

Nasdaq dibantu oleh reli Nvidia yang hampir menyentuh 3%. Saham terkait kecerdasan buatan mencapai kapitalisasi pasar US$1 triliun, masuk deretan saham elite yang hanya mampu dicapai oleh segelintir saham, sahamnya terus menguat menyusul laporan pendapatannya yang kuat minggu lalu.

Equity World | Wall Street Bervariasi, Dow Jones Melempem

Equity World | Wall Street Bervariasi, Dow Jones Melempem

Equity World | Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (30/5/2023). Namun, Dow Jones melempem. Wall Street tengah mempertimbangkan kemungkinan Kongres meloloskan kesepakatan tentatif untuk menaikkan plafon utang AS.

Equity World | Wall Street: Nasdaq Terangkat Saham Nvidia di Tengah Kesepakatan Utang Tentatif

Dikutip CNBC internasional, Dow Jones kehilangan 50,56 poin (0,15%) menjadi berakhir pada 33.042,78. Sedangkan S&P 500 bergerak flat meski mencatatkan kenaikan 0,002% menjadi ditutup pada 4.205,52. Nasdaq menambahkan 0,32% menjadi berakhir pada 13.017,43, memangkas kenaikan setelah sempat melonjak 1,4% pada hari perdagangan sebelumnya.

Presiden Joe Biden dan Pemimpin Mayoritas DPR Kevin McCarthy mencapai kesepakatan untuk menaikkan pagu utang dan menghindari gagal bayar selama akhir pekan, dengan Kongres akan memberikan suara pada undang-undang paling cepat Rabu (31/5/2023). Dukungan Partai Republik maupun Demokrat diperlukan agar RUU yang diusulkan itu disahkan.

Perjanjian tersebut datang hanya beberapa hari sebelum apa yang disebut ‘X-date’ pada hari Senin (5/6/2023), yang merupakan tanggal paling awal Departemen Keuangan mengisyaratkan AS dapat gagal bayar atas kewajiban utang.

Negosiasi panjang antara Gedung Putih dan para pemimpin kongres menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa default dapat terjadi. Terlepas dari kesepakatan tentatif, hambatan tetap ada di jalan untuk mengesahkan RUU kompromi di DPR di tengah meningkatnya oposisi di dalam GOP.

“Pasar memanjat tembok kekhawatiran di penghujung hari, dan plafon utang jelas merupakan semacam kekhawatiran. Tapi saya pikir pasar adalah semacam penetapan harga dalam semacam kesepakatan yang bisa dilakukan,” kata Chris Barto, analis investasi di Fort Pitt Capital.

Kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga lagi juga membebani sentimen investor. Pedagang menghargai peluang 68,8% dari kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan, menurut alat FedWatch CME Group.

Presiden Richmond Fed Tom Barkin juga mengatakan pada acara National Association of Business Economics Selasa bahwa dia belum ‘mundur’ dari perkiraan suku bunganya, yang dia katakan termasuk yang tertinggi di dalam bank sentral.

“The Fed masih menjadi fokus utama bagi semua investor. “Ini benar-benar tarik menarik antara apa yang kemungkinan akan dilakukan Fed: apakah mereka akan menaikkan satu atau dua kali lagi atau tidak, atau hanya duduk diam dan menunggu dan melihat bagaimana data inflasi masuk selama beberapa bulan ke depan,” kata Brian Price, kepala manajemen investasi di Commonwealth Financial Network.

Nasdaq dibantu oleh reli Nvidia yang hampir menyentuh 3%. Saham terkait kecerdasan buatan mencapai kapitalisasi pasar US$1 triliun, masuk deretan saham elite yang hanya mampu dicapai oleh segelintir saham, sahamnya terus menguat menyusul laporan pendapatannya yang kuat minggu lalu.

Equity World | Amerika Batal Bangkrut, Harga Emas Dunia Langsung Merana

Equity World | Amerika Batal Bangkrut, Harga Emas Dunia Langsung Merana

Equity World | Amerika Serikat (AS) akhirnya bebas dari kebangkrutan usai parlemen mereka menyetujui untuk menaikkan plafon utang pemerintah. Kondisi ini seperti mimpi buruk bagi harga emas dunia yang langsung melorot.

Equity World | Harga Emas Turun Selasa (30/5) Pagi di Tengah Aksi Tunggu Kesepakatan Utang AS

Pada perdagangan Senin (29/5/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 1.942,84 per troy ons. Harganya turun 0,17%.

Dalam sepekan terakhir, harga emas ambruk 1,35%. Emas juga dengan cepat anjlok dari US$ 2.020,6 pada 15 Mei 2023 menjadi US$ 1.942,84 kemarin.
Artinya, harga emas jeblok 3,85% hanya dalam waktu 10 hari perdagangan saja.

Harga emas sedikit membaik pada hari ini. Pada perdagangan Selasa (30/5/2023) pukul 06:00 WIB, emas spot ada di posisi US$ 1.943,05 per troy ons atau menguat tiis 0,01%.

Emas kehilangan sinarnya karena huru-hara plafon utang pemerintah AS diyakini sudah selesai.

Setelah negosiasi yang menegangkan selama beberapa minggu, Presiden AS Joe Biden dan Partai Republik pada prinsipnya telah sepakat untuk menaikkan plafon utang dan batas pengeluaran negara agar mencegah terjadinya default (gagal bayar).

Biden menggambarkan kesepakatan itu sebagai “kompromi”, sementara Ketua DPR AS Kevin McCarthy mengatakan hal ini diambil “demi rakyat Amerika”.

Di antara isi kesepakatan adalah kenaikan batas utang selama dua tahun yang saat ini tercatat sebesar US$ 31,4 triliun.

Equity World | Harga Emas Sempat Amblas ke Level Terendah dalam 2 Bulan, Bagaimana Pekan Ini?

Equity World | Harga Emas Sempat Amblas ke Level Terendah dalam 2 Bulan, Bagaimana Pekan Ini?

Equity World | Jakarta Harga emas kembali melemah pada perdagangan Jumat (26/5/2023) pekan lalu. Hal itu disebabkan inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan sehingga mendorong suku bunga tetap lebih tinggi dan lebih lama.

Equity World | Bursa Asia Menguat, Didukung Kesepakatan tentang Plafon Utang AS

Kendati demikian, dilansir dari Reuters, Senin (29/5/2023) pada perdagangan di pasar spot harga emas ditutup di posisi USD1.943,12 per ons atau naik 0,1 persen dibandingkan pada perdagangan Kamis pekan lalu harga emas di pasar spot ditutup di posisi USD 1.940,34 per ons.

Namun secara keseluruhan harga emas mencapai level terendah dalam kurun waktu dua bulan yakni di kisaran USD 1.936,59 selama jam perdagangan Asia, dan diperkirakan akan turun 1,7 persen untuk minggu ini.

“Meskipun suara positif datang dari D.C., kesepakatan utang mungkin masih sulit untuk diselesaikan sebelum 1 Juni,” kata pedagang logam independen Tai Wong.

“Tapi pemain jangka pendek mengharapkan kesepakatan untuk dilakukan dan telah menjual di balik data inflasi yang menunjukkan kemungkinan kenaikan bulan Juni,” tambah Wong.

Adapun Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang dilacak Federal Reserve untuk target inflasi 2 persen meningkat 4,4 persen dalam 12 bulan hingga April setelah naik 4,2 persen di bulan Maret.

“Nomor PCE baru saja menendang salah satu kaki di bangku pasar emas, angka yang lebih lembut akan memberikan penarik di belakang emas,” kata kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago Phillip Streible.

Pedagang sekarang bertaruh bahwa Fed akan memberikan kenaikan suku bunga ke-11 berturut-turut pada bulan Juni, yang akan mengikis daya tarik logam mulia tanpa bunga.

Benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun dan indeks dolar melayang di dekat level tertinggi sejak pertengahan Maret, keduanya berada di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Equity World | Bursa Saham Asia Melesat di Tengah Pembicaraan Utang AS Berakhir Tanpa Kesepakatan

Equity World | Bursa Saham Asia Melesat di Tengah Pembicaraan Utang AS Berakhir Tanpa Kesepakatan

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Selasa (23/5/2023) di tengah pembicaraan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy berakhir tanpa kesepakatan terkait plafon utang.

Equity World | Bursa Asia Menguat Pada Perdagangan Selasa (23/5) Pagi

Dikutip dari CNBC, Ketua DPR Kevin McCarthy menuturkan, pertemuan tersebut produktif dan profesional. “Saya pikir suasana malam ini lebih baik dari pada malam lainnya saat kami berdiskusi,” ujar McCarthy.

Selain itu, bursa saham Asia juga akan mengamati survei swasta pada aktivitas manufaktur dan jasa Australia dan Jepang yang dirilis Selasa pekan ini, serta angka inflasi Singapura pada April 2023.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka naik 0,6 persen. Sedangkan indeks Topix bertambah 0,39 persen. Indeks Kospi Korea Selatan bertambah 0,31 persen dan indeks Kosdaq melesat 0,47 persen.

Di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,22 persen pada awal perdagangan bahkan ketika indeks manajer pembelian gabungan negara itu melihat ekspansi lebih lemah pada Mei, menurut Juno Bank.

Indeks Hang Seng Hong Kong tampaknya akan menguat. Indeks Hang Seng berjangka berada di posisi 19.744, dari penutupan perdagangan terakhir di 19.678,17.

Di Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama berakhir bervariasi di wall street. Indeks Nasdaq menanjak 0,5 persen dan berakjir ke posisi penutupan dan level intraday tertinggi sejak Agustus 2023. Indeks S&P 500 menguat 0,02 persen dan indeks Dow Jones melemah 0,42 persen.

Equity World | Harga Emas Cenderung Stagnan Pada Perdagangan Senin (22/5) Pagi

Equity World | Harga Emas Cenderung Stagnan Pada Perdagangan Senin (22/5) Pagi

Equity World | Harga emas terkoreksi tipis, cenderung stagnan pada perdagangan Senin (22/5) pagi. Pukul 07.27 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2023 di Commodity Exchange ada di US$ 2.000,10 per ons troi, turun 0,01% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 2.000,30 per ons troi.

Equity World | Bursa Asia Mixed, Investor Menanti Keputusan tentang Batas Utang AS

Harga emas tak banyak bergerak pagi ini lantaran investor masih menanti pembicaraan tentang plafon utang AS. Selain itu, investor juga menanti rilis angka inflasi pada pekan ini.

Pernyataan The Fed tentang arah suku bunga ke depan juga turut mempengaruhi pergerakan harga emas.

Mengutip Bloomberg, Gubernur The Fed Jerome Powell pada Jumat pekan lalu mengatakan bahwa The Fed dapat melihat data dan prospek yang berkembang untuk membuat penilaian yang cermat tentang arah suku bunga ke depan.

Selain itu, Pejabat Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan, dia kemungkinan akan mendukung kebijakan untuk menahan suku bunga pada level saat ini pada pertemuan Juni mendatang.

Equity World | Wall Street Melesat Didorong Optimisme Kesepakatan Plafon Utang AS

Equity World | Wall Street Melesat Didorong Optimisme Kesepakatan Plafon Utang AS

Equity World | Bursa saham AS, Wall Street menguat di akhir perdagangan Kamis. Capaian ini pun memperpanjang kenaikan dalam dua hari berturut-turut di tengah meningkatnya optimisme bahwa kesepakatan plafon utang AS dapat dicapai.

Equity World | Wall Street Dibuka Hijau, Emiten Supermarket Meroket

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 115,14 poin atau 0,34% menjadi 33.535,91 poin. Indeks S&P 500 bertambah 39,28 poin atau 0,94% menjadi 4.198,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 188,27 poin atau 1,51% menjadi 12.688,84 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor jasa-jasa teknologi dan komunikasi memimpin kenaikan dengan masing-masing menguat 2,06% dan 1,79%.

Sementara itu, sektor real estat dan bahan pokok konsumen memimpin penurunan dengan masing-masing melemah 0,68% dan 0,44%.

Saham-saham AS diperdagangkan lebih tinggi didukung harapan kesepakatan plafon utang. Investor semakin yakin bahwa Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin Kongres tampaknya memiliki pemahaman yang sama tentang mencapai kompromi untuk mencegah bencana gagal bayar utang AS.

Ketua DPR Kevin McCarthy mengatakan optimis bahwa kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan plafon utang pada waktunya untuk pemungutan suara Dewan Perwakilan Rakyat paling cepat minggu depan.

“Saham-saham AS naik karena risiko terbesar di meja Wall Street tampaknya akan hilang,” kata Analis OANDA, Edward Moya, dikutip dari Antara, Jumat (19/5/2023).

Sementara itu, Walmart juga memberikan dorongan untuk sentimen pasar, dengan laporan kuartal pertama yang kuat mengalahkan perkiraan. Raksasa ritel itu juga menaikkan prospek laba setahun penuh.

Investor juga mencerna sejumlah data ekonomi, serta pernyataan yang relatif hawkish dari seorang bankir bank sentral.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran baru turun menjadi 242.000 dalam pekan yang berakhir 13 Mei, dibandingkan dengan ekspektasi para ekonom 254.000 dan minggu sebelumnya 264.000.

Equity World | Harga Emas Menguat, Ditopang Peningkatan Risiko Ekonomi

Equity World | Harga Emas Menguat, Ditopang Peningkatan Risiko Ekonomi

Equity World | Harga emas menguat pada Senin (15/5) siang karena kebuntuan pagu utang Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran perlambatan ekonomi mengarahkan minat pelaku pasar ke logam safe-haven.

Equity World | Harga Emas Sentuh US$ 2.100 per Ons Troi, Waktunya Investor Koleksi?

Senin (15/5) pukul 11.32 WIB, harga emas spot naik 0,2% ke US$ 2.014,44 per ons troi setelah jatuh selama tiga hari perdagangan. Sedangkan harga emas berjangka AS datar di US$ 2.019,10 per ons troi.

Kejutan penurunan baru-baru ini dalam data ekonomi AS telah mengangkat kemungkinan resesi selama 12 bulan ke depan. “Aliran safe-haven menyediakan sedikit bantalan untuk emas,” kata Yeap Jun Rong, seorang analis pasar di IG kepada Reuters.

Data pada hari Jumat menunjukkan sentimen konsumen AS merosot ke level terendah enam bulan pada bulan Mei. Penurunan sentimen konsumen ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa tawar-menawar politik atas kenaikan batas pinjaman pemerintah federal dapat memicu resesi.

Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan para pemimpin kongres pada hari Selasa untuk pembicaraan tentang rencana untuk menaikkan batas utang negara dan menghindari bencana gagal bayar.

Harga emas cenderung naik selama masa ketidakpastian ekonomi atau keuangan. Tetapi suku bunga yang lebih tinggi meredupkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Emas mempertahankan kenaikan baru-baru ini, dengan perdagangan logam mulia tepat di bawah rekor tertinggi karena pasar menimbang langkah Fed selanjutnya,” kata ANZ dalam sebuah catatan.

Pasar menghargai peluang 83,4% dari bank sentral AS yang mempertahankan suku bunga pada level saat ini di bulan Juni, menurut CME FedWatch.

Meski harga emas menguat, dolar safe-haven turut naik ke level tertinggi lima minggu terhadap mata uang utama. Penguatan nilai tukar dolar AS membuat emas kurang terjangkau bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

“Emas spot mungkin mengakhiri pemantulannya di sekitar resistance di US$ 2.031 per ons, sebelum melanjutkan penurunannya menuju US$ 2.003,” kata analis teknis Reuters Wang Tao.

Design a site like this with WordPress.com
Get started