Equityworld Futures | Wall Street Libur, Saham Eropa Tergelincir Usai Trump Ancam Tarif Baru 25 Persen

Equityworld Futures | Wall Street Libur, Saham Eropa Tergelincir Usai Trump Ancam Tarif Baru 25 Persen

Equityworld Futures | Ancaman tarif impor Amerika Serikat terhadap negara-negara Eropa kembali mengguncang pasar keuangan global. Bursa saham Eropa pada awal pekan ini bergerak melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan rencana pengenaan bea masuk terhadap delapan negara anggota NATO yang mendukung Greenland, kecuali tercapai kesepakatan dengan Washington.

Equityworld Futures | Harga Emas Berkilau, Cetak Rekor Tertinggi Baru

Sentimen tersebut membuat investor menjauh dari aset berisiko. Pada penutupan perdagangan Senin (19/1/2026), indeks Stoxx Europe 600 tergelincir 1,2 persen dan menjauh dari posisi tertinggi sepanjang masa yang sempat dicapai sebelumnya.
Tekanan paling besar terlihat pada saham-saham sektor otomotif dan barang mewah, yang sensitif terhadap dinamika perdagangan global.

Di bursa utama, pelemahan terjadi secara merata. Indeks CAC 40 Prancis turun 1,8 persen, DAX Jerman melemah 1,4 persen, dan FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,4 persen.

Di tengah tekanan tersebut, saham sektor telekomunikasi justru mampu mengungguli pasar, sementara saham-saham pertahanan memangkas sebagian kenaikan yang sebelumnya dipicu ketegangan geopolitik.

Ancaman tarif ini berawal dari pernyataan Trump pada Sabtu lalu yang mengumumkan pengenaan bea masuk 10 persen mulai 1 Februari terhadap barang dari negara-negara Eropa yang menyatakan dukungan kepada Greenland.
Tarif itu akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni, apabila tidak tercapai kesepakatan terkait pembelian Greenland secara “lengkap dan menyeluruh”.

Menurut kepala strategi investasi ING, Vincent Juvyns, dampak ekonomi dari kebijakan tersebut masih bisa diserap jika dilihat semata-mata dari sisi tarif.

“Jika dilihat murni dari sisi tarif, dampak ekonominya masih bisa diserap,” ujarnya, dikutip dari Bloomberg.

Namun, ia mengingatkan risiko yang lebih luas. “Namun kemungkinan terjadinya perpecahan di dunia Barat akan membawa konsekuensi yang sulit diukur skalanya,” lanjutnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Turun, Saham Bank Tertekan Usai Trump Mau Batasi Bunga Kartu Kredit

Equityworld Futures | Wall Street Turun, Saham Bank Tertekan Usai Trump Mau Batasi Bunga Kartu Kredit

Equityworld Futures | Tiga indeks utama Wall Street mencatatkan penurunan secara mingguan pada Jumat (16/1), seiring dimulainya musim laporan keuangan kuartal keempat. Sektor layanan kesehatan memimpin pelemahan dengan koreksi 0,8 persen. Sebaliknya, saham produsen chip justru menguat. Indeks semikonduktor naik 1,2 persen dan melanjutkan reli dari sesi Kamis.

Equityworld Futures | Harga Emas Masih Jadi Primadona, Pakar Bidik Level US$ 4.750

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 83,11 poin atau 0,17 persen ke level 49.359,33. Indeks S&P 500 melemah 4,46 poin atau 0,06 persen menjadi 6.940,01. Sementara Nasdaq Composite turun 14,63 poin atau 0,06 persen ke posisi 23.515,39.

Selama sepekan, S&P 500 terkoreksi 0,38 persen, Nasdaq turun 0,66 persen, dan Dow Jones melemah 0,29 persen.

Sejumlah bank besar AS sebenarnya mencatatkan kinerja yang solid pada awal musim laporan keuangan. Namun, saham perbankan dan lembaga keuangan tetap berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran pasar terhadap usulan Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit sebesar 10 persen selama satu tahun. Sektor keuangan S&P 500 ditutup turun 0,1 persen pada Jumat dan membukukan penurunan mingguan terbesar sejak Oktober.

Pelaku pasar juga mencermati pernyataan Trump yang membuka kemungkinan mempertahankan penasihat ekonominya, Kevin Hassett, di posisinya saat ini. Pernyataan tersebut menurunkan spekulasi bahwa Hassett akan menggantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

“Mengakhiri pekan dengan posisi relatif stabil dan S&P 500 masih berada dalam jarak yang sangat dekat dengan 7.000, sebagian besar investor akan menganggap itu sebagai kemenangan setelah dua minggu di tahun ini,” kata Anthony Saglimbene, Kepala Ahli Strategi Pasar di Ameriprise Financial.

“Salah satu alasan lain mengapa pasar stagnan adalah karena kita berada di awal musim laporan keuangan. Laporan keuangan bank secara umum menunjukkan kondisi ekonomi dan bisnis yang menguntungkan. Sekarang kita akan mulai melihat perusahaan lain yang terkait dengan sektor lain, dan itu akan memberi kita gambaran yang lebih baik tentang kondisi fundamental,” tambahnya.

Musim laporan keuangan diperkirakan makin padat pada pekan depan, dengan rilis kinerja dari perusahaan besar seperti Netflix, Johnson & Johnson, dan Intel.

Investor juga cenderung menahan diri untuk tidak mengambil posisi besar menjelang libur panjang, mengingat pasar saham AS akan tutup pada Senin untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr.

Meski pergerakan saham dalam beberapa sesi terakhir relatif sempit, sebagian pelaku pasar opsi memperkirakan volatilitas akan meningkat dalam waktu dekat, seiring berakhirnya kontrak opsi bulanan pada Jumat.

“Secara historis, pertengahan Januari cenderung cukup bergejolak,” ujar Bruce Zaro, Direktur Pelaksana di Granite Wealth Management.

“Setelah kita berhasil melewati itu, kemungkinan kita akan melihat kinerja yang sedikit lebih baik hingga akhir bulan. Mudah-mudahan, kita akan menemukan hasil positif di bulan ini,” kata Zaro, yang menilai kondisi tersebut bisa menjadi sinyal awal kinerja pasar yang positif sepanjang tahun.

Pada pekan yang sama, pasar juga mencatat adanya pergeseran dana dari saham-saham teknologi raksasa ke aset yang dinilai lebih undervalued. Saham berkapitalisasi menengah dan kecil tercatat mampu mengungguli kinerja indeks acuan S&P 500.

Jumlah saham yang mengalami penurunan lebih banyak daripada yang mengalami kenaikan dengan rasio 1,19 banding 1 di NYSE. Terdapat 423 rekor tertinggi baru dan 64 rekor terendah baru di NYSE.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 18,77 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 16,85 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi US$4.639 Per Ons, Apa Pemicunya?

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi US$4.639 Per Ons, Apa Pemicunya?

Equityworld Futures | Harga emas dan perak melonjak tajam pada perdagangan Rabu (waktu setempat), didorong oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Emas spot naik 1% ke level US$ 4.632,03 per ons pada pukul 07.15 GMT, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 4.639,42 per ons pada awal sesi perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 0,9% ke US$ 4.639,50 per ons.

Di sisi lain, harga perak spot melonjak 3,6% ke US$ 90,11 per ons, menandai pertama kalinya logam mulia tersebut menembus level US$ 90. Sepanjang tahun ini, harga perak telah melonjak hampir 27%.

Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade, mengatakan bahwa data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS menunjukkan inflasi tetap relatif terkendali di level 2,6% secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Aset berisiko berharap Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) juga menunjukkan hasil yang jinak, sehingga ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter tetap terjaga,” ujarnya.

Data menunjukkan CPI inti AS naik 0,2% secara bulanan (month-on-month/mom) pada Desember, lebih rendah dari perkiraan analis yang memproyeksikan kenaikan 0,3% mom dan 2,7% yoy. Data PPI inti AS untuk Desember dijadwalkan dirilis pada hari yang sama.

Presiden AS Donald Trump menyambut positif data inflasi tersebut dan kembali menegaskan dorongannya agar Ketua The Fed Jerome Powell memangkas suku bunga secara “signifikan”.

Namun, sejumlah gubernur bank sentral global serta CEO bank-bank besar Wall Street menyatakan dukungan terhadap Powell, menyusul keputusan pemerintahan Trump untuk melakukan investigasi terhadapnya. Langkah tersebut juga menuai kritik dari para mantan pimpinan The Fed.

Analis menilai kekhawatiran terhadap kepercayaan pada aset-aset AS, seperti dolar, serta isu independensi The Fed turut mendorong permintaan aset lindung nilai (safe haven), termasuk emas.

Saat ini, investor memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sepanjang tahun ini, dengan peluang pemangkasan pertama terjadi pada Juni.

Lingkungan suku bunga rendah, ditambah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, secara historis mendukung kinerja aset tanpa imbal hasil (non-yielding) seperti emas.

ANZ memperkirakan harga emas akan diperdagangkan di atas US$ 5.000 per ons pada paruh pertama 2026.

Sementara itu, untuk perak, level psikologis berikutnya yang menjadi sorotan adalah US$ 100 per ons, dengan potensi kenaikan dua digit persentase yang dinilai masih terbuka lebar tahun ini, ujar Managing Director GoldSilver Central, Brian Lan.

Di pasar logam mulia lainnya, harga platinum spot naik 2,7% ke US$ 2.386,60 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan. Sebelumnya, platinum mencatat rekor di US$ 2.478,50 per ons pada 29 Desember. Sementara itu, palladium menguat 0,8% ke US$ 1.854,70 per ons.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Pesta Rekor, Pasar Cuek Soal Independensi The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Pesta Rekor, Pasar Cuek Soal Independensi The Fed

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street berpesta rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Senin (12/1/2026). Setelah S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average menutup perdagangan di level tertinggi.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Usai Tembus US$4.600 per Ons Selasa (13/1), Investor Ambil Untung

Dikutip dari CNBC internasional, kenaikan tersebut terjadi ketika investor memilih mengabaikan kekhawatiran atas independensi bank sentral Amerika Serikat (AS) di tengah penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.

S&P 500 naik 0,16% dan ditutup di level 6.977,27, sementara Dow Jones menguat 86,13 poin (0,17%) ke posisi 49.590,20. Keduanya juga sempat menyentuh rekor tertinggi intraday sebelum akhirnya mengunci rekor penutupan baru.

Sementara itu, Nasdaq Composite juga menguat 0,26% dan berakhir di level 23.733,90. Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 turut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Penguatan pasar terjadi setelah indeks-indeks utama sempat tertekan cukup dalam di awal sesi. Dow Jones sebelumnya anjlok hampir 500 poin, sedangkan S&P 500 sempat turun 0,5%. Namun, pasar berhasil bangkit berkat penguatan saham Walmart dan sejumlah saham teknologi.

Walmart melonjak sekitar 3% menjelang masuknya saham ritel raksasa itu ke dalam indeks Nasdaq-100, yang menjadi acuan ETF populer Invesco QQQ Trust. Di sektor teknologi, saham Palantir naik 1% setelah mendapat rekomendasi naik dari Citi. Saham AMD dan Oracle juga ditutup di zona hijau.

Di sisi lain, saham perbankan justru menjadi pemberat pasar. Hal ini dipicu rencana Presiden AS Donald Trump yang mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal 10% selama satu tahun.

Para kritikus menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan profitabilitas bank dan memperketat penyaluran kredit. Saham Citigroup turun sekitar 3%, sementara JPMorgan dan Bank of America melemah lebih dari 1%. Saham Capital One bahkan anjlok hingga 6%.

Chief Investment Strategist Sage Rob Williams menilai, pasar cenderung mengabaikan kegaduhan politik. “Ini lebih seperti kebisingan. Dampaknya terhadap suku bunga juga tidak terlalu besar. Fokus pasar tetap pada data ekonomi,” ujarnya, merujuk pada rilis inflasi AS (CPI) Desember yang dijadwalkan keluar Selasa waktu setempat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Mixed, Saham Teknologi Melemah Usai Nvidia Turun

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Mixed, Saham Teknologi Melemah Usai Nvidia Turun

Equityworld Futures | Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (8/1). Saham teknologi melemah, sementara saham sektor pertahanan menguat menyusul rencana kenaikan anggaran militer dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Lagi, Tapi Ada Dua “Badai” di Depan yang Bikin Ngeri

Dilansir dari Reuters, Jumat (9/1), S&P 500 naik tipis 0,01% ke 6.921,45. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,55% ke 49.266,11. Sementara Nasdaq Composite turun 0,44% ke 23.480,02.

Saham Nvidia dan indeks teknologi tertekan seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya mencatatkan lonjakan tajam dan dinilai memiliki valuasi tinggi.

Kepala Strategi Pasar B. Riley Wealth, Art Hogan mengatakan sektor akal imitasi kini memasuki fase seleksi.

“AI masih menarik, tetapi akan ada pemenang dan pecundang. Ini telah menjadi sektor show me, di mana investor ingin melihat bagaimana teknologi ini dimonetisasi dan apakah belanja modal yang besar akan menghasilkan imbal hasil,” ujarnya.

Di sisi lain, saham perusahaan pertahanan menguat setelah pemerintah menyampaikan bahwa anggaran militer untuk tahun depan seharusnya mencapai US$1,5 triliun.

Dari sisi data ekonomi, jumlah warga yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran meningkat secara moderat pada pekan lalu. Namun, permintaan tenaga kerja masih terbilang lesu, sejalan dengan data ketenagakerjaan ADP dan JOLTS.

Pelaku pasar juga mencermati rilis laporan nonfarm payrolls bulan lalu, yang menjadi salah satu indikator ekonomi utama dan termasuk data andal pertama setelah penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah di AS.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Berbalik Arah Usai Rentetan Serangan Presiden Trump

Equityworld Futures | Wall Street Berbalik Arah Usai Rentetan Serangan Presiden Trump

Equityworld Futures | Optimisme Wall Street memudar seiring para pelaku pasar mencerna data ekonomi yang beragam dan menilai perubahan risiko geopolitik di tengah rentetan unggahan media sosial dari Presiden AS. Imbal hasil obligasi turun di seluruh dunia.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Ambruk Berjamaah, Bandar Mulai Obral Besar-Besaran

Indeks S&P 500 merosot 0,3% setelah mencatat rekor intraday keduanya pada 2026 pada Rabu, sementara Nasdaq 100 kesulitan mempertahankan kenaikan tipis. Saham kehilangan momentumnya setelah unggahan Presiden Donald Trump membuat saham-saham pembangun rumah dan kontraktor pertahanan anjlok. Valero Energy Corp. memimpin kenaikan saham-saham kilang setelah Trump mengatakan Venezuela akan menyerahkan jutaan barel minyak kepada AS.

Saham RTX Corp. jatuh lebih dari 5% setelah penutupan pasar, setelah Trump mengancam akan memutus hubungan dengan unit pertahanannya, Raytheon.

Pernyataan-pernyataannya “hanyalah contoh terbaru dari Gedung Putih Trump 2.0 yang melakukan intervensi dalam perekonomian dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.

Reli obligasi pemerintah AS (US Treasuries) meredup setelah aktivitas sektor jasa AS pada Desember berekspansi pada laju tercepat dalam lebih dari setahun, didorong oleh pertumbuhan permintaan yang solid dan peningkatan perekrutan tenaga kerja. Data sebelumnya dari ADP Research diterima lebih baik oleh pasar obligasi setelah menunjukkan perekrutan pada Desember meningkat pada laju moderat, yang mengindikasikan momentum yang lesu menjelang 2026. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun ke 4,14%, dengan suku bunga juga bergerak lebih rendah di sebagian besar Eropa.

Secara keseluruhan, data ekonomi tersebut positif menurut Crisafulli, meskipun penurunan pada versi S&P 500 berbobot setara—yang memberi Dollar Tree Inc. bobot pengaruh yang sama besar dengan Apple Inc.—serta indikator perusahaan-perusahaan kecil patut dicermati.

“Pergerakan harga yang mendasarinya buruk,” kata Crisafulli. Dengan dua pemangkasan suku bunga masing-masing seperempat poin yang sudah tercermin dalam ekspektasi trader swap untuk 2026, perhatian akan segera beralih ke laporan ketenagakerjaan nonpertanian (nonfarm payrolls) Desember yang krusial pada Jumat.

Saham-saham telah melesat didorong optimisme atas pertumbuhan laba yang solid dan inflasi yang tetap cukup terkendali sehingga The Fed dapat terus memangkas biaya pinjaman. Pandangan optimistis itu bertahan meskipun latar belakang geopolitik memburuk, termasuk tindakan AS di Venezuela, ancamannya untuk melakukan intervensi di tempat lain, serta meningkatnya ketegangan antara China dan Jepang.

Bagi Evercore ISI, data terbaru mengindikasikan Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

“Jika laporan ketenagakerjaan menunjukkan pasar tenaga kerja melunak tetapi tidak runtuh, The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari, karena ambang untuk pemangkasan tambahan dalam waktu dekat menjadi lebih tinggi setelah pemangkasan terakhir pada Desember,” tulis Marco Casiraghi.

Selain laporan ketenagakerjaan, para pelaku pasar juga akan mencermati putusan Mahkamah Agung mengenai legalitas tarif global Trump pada Jumat.

Logam mulia melemah, dengan perak turun ke bawah US$80 per ons dan emas memutus tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Tembaga juga terkoreksi dari rekor tertinggi sepanjang masa.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Optimisme Wall Street ‘Unstoppable’, Rajin Tebar Cuan Berlimpah

Equityworld Futures | Optimisme Wall Street ‘Unstoppable’, Rajin Tebar Cuan Berlimpah

Equityworld Futures | Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), memperpanjang kenaikan awal tahun karena investor mencermati peta jalan kecerdasan buatan (AI) yang bersaing dari produsen cip utama.

Equityworld Futures | Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru

Mengutip Xinhua, Rabu, 7 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,99 persen menjadi 49.462,08, menandai penutupan rekor berturut-turut untuk indeks acuan saham unggulan tersebut. Indeks S&P 500 naik 0,62 persen ke rekor tertinggi baru di 6.944,82. Indeks Nasdaq Composite meningkat 0,65 persen menjadi 23.547,17.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dipimpin oleh sektor material dan perawatan kesehatan dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,04 persen dan 1,96 persen. Sementara itu, sektor energi dan layanan komunikasi memimpin penurunan dengan masing-masing turun sebesar 2,81 persen dan 0,49 persen.

Pada ajang Consumer Electronics Show tahunan di Las Vegas, CEO Nvidia Jensen Huang memperkenalkan platform komputasi AI Rubin generasi berikutnya. Sementara CEO AMD Lisa Su kemudian memberikan pratinjau sistem Helios skala rak yang menjadi pesaingnya.

Saham Nvidia dan AMD justru tergelincir

Saham Nvidia dan AMD masing-masing turun 0,47 persen dan 3,04 persen. Saham-saham dengan kinerja menonjol di sektor teknologi antara lain Amazon, Micron Technology, dan Broadcom.

“Sektor teknologi agak melambat di akhir tahun, tetapi saya rasa tidak ada yang meragukan bahwa AI adalah teknologi yang mengubah permainan. Kita melihat saham-saham chip memimpin. Itu mungkin sudah bisa diperkirakan, tetapi rotasi siklus tersebut masih terus berlanjut,” kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird.

Para pelaku pasar mengalihkan fokus ke pekan yang intensif terhadap indikator ekonomi, khususnya data pasar tenaga kerja. Termasuk rilis data lowongan kerja, penggajian sektor swasta, dan laporan penggajian non-pertanian untuk periode Desember yang sangat dinantikan di akhir pekan ini.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Gila-gilaan, Tembus Level Tertinggi Sepekan

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Gila-gilaan, Tembus Level Tertinggi Sepekan

Equityworld Futures | Harga emas naik gila-gilaan hingga menembus level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (5/1/2026). Penguatan itu seiring meningkatnya permintaan aset safe haven setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tajam usai Intervensi AS di Venezuela

Harga emas spot tercatat naik 2,57% ke level US$ 4.441,76 per ons troi, setelah sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 29 Desember di awal perdagangan. Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 4.550 per ons troi pada 26 Desember lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,83% ke level US$ 4.452,2 per ons troi.

Analis menyebut eskalasi geopolitik terbaru kembali menguatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Alexander Zumpfe, trader logam mulia di Heraeus Metals Germany, mengatakan situasi Venezuela menjadi katalis tambahan di tengah ketidakpastian global yang sudah ada.

“Situasi di Venezuela jelas mengaktifkan kembali permintaan safe haven. Ini terjadi di tengah kekhawatiran yang sudah berlangsung terkait geopolitik, pasokan energi, dan arah kebijakan moneter,” ujar Zumpfe dikutip dari CNBC internasional.

Pada Sabtu (3/1/2026), AS melancarkan serangan langsung ke Venezuela dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, yang menjadi intervensi paling terbuka Washington di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan jika Caracas menolak membuka industri minyaknya dan gagal menghentikan perdagangan narkoba. Trump juga menyinggung potensi tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko terkait aliran narkotika ilegal.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Tengok Prediksi Harga Emas 2026, Siap-Siap Tembus Segini

Equityworld Futures | Tengok Prediksi Harga Emas 2026, Siap-Siap Tembus Segini

Equityworld Futures | Sebanyak 71% investor ritel memperkirakan harga emas akan diperdagangkan di atas level USD 5.000 per ons pada 2026. Optimisme ini sejalan dengan pandangan bank-bank besar dan para pakar yang menilai harga emas masih berpeluang melanjutkan tren penguatan, meski tidak sedramatis lonjakan pada 2025.

Equityworld Futures | Ramalan Terbaru Harga Emas Usai AS Invasi Venezuela, Naik ke Berapa?

Pada 2025, harga emas melonjak hampir 65%, mengungguli hampir seluruh komoditas utama kecuali perak dan Platinum Group Metals (PGM), serta melampaui kinerja mayoritas kelas aset lainnya.

Melansir laporan Kitco News, Minggu (4/1/2026), sejumlah analis industri menilai momentum tersebut masih berlanjut ke tahun berikutnya, sementara mayoritas investor ritel memperkirakan emas akan mencetak rekor tertinggi baru di atas USD 5.000 per ons pada 2026.

Pergerakan emas pada awal tahun sebelumnya sempat tidak stabil. Harga emas sempat naik mendekati USD 2.800 per ons pada akhir Oktober 2024, namun terpilihnya Donald Trump untuk masa jabatan kedua memicu reli aset berisiko, yang mendorong harga emas terkoreksi ke kisaran USD 2.500-an pada pertengahan November.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Minim Katalis, Wall Street Ditutup Merah jelang Ganti Tahun

Equityworld Futures | Minim Katalis, Wall Street Ditutup Merah jelang Ganti Tahun

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025).
Dilansir Bloomberg pada Rabu (31/12/2025), indeks S&P 500 ditutup koreksi sebesar 0,1%, turun untuk sesi ketiga berturut-turut, setelah hampir tidak bergerak sepanjang hari.

Equityworld Futures | Perang Logam Dimulai: Harga Emas dan Perak Bangkit, Reli Masih Panjang?

Lalu, indeks Nasdaq 100 melemah 0,2% dan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,2%. Imbal hasil obligasi pemerintah naik, dengan suku bunga obligasi AS 10 tahun sekitar 4,12%. Indeks spot dolar Bloomberg naik.

Selain rilis risalah rapat Fed, secara umum tidak ada katalis utama yang menggerakkan pasar dalam beberapa hari terakhir, terutama karena arus berita dan volume perdagangan relatif rendah.

Catatan rapat bank sentral AS terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Fed mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi terus melambat dari waktu ke waktu.

Namun, risalah FOMC juga menyoroti perbedaan pendapat di antara para pembuat kebijakan, dan betapa sulitnya bagi mereka untuk menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada awal bulan ini.

Amanda Agati, Kepala Investasi PNC Asset Management Group, mengatakan untuk terus mendorong kenaikan pasar saham pada tahun depan, dibutuhkan kebijakan The Fed yang lebih longgar.

“Mungkin ini pertama kalinya dalam sejarah pasar yang dapat diamati kita melihat pasar bereaksi terhadap kekhawatiran defisit dan tingkat utang. Saya pikir ada tekanan kenaikan yang berkelanjutan pada imbal hasil jangka panjang, tentu saja,” ujarnya.

Presiden AS Donald Trump pada Senin lalu mengatakan telah memiliki kandidat pilihan untuk menjadi ketua Fed berikutnya, tetapi tidak terburu-buru untuk membuat pengumuman. Dia juga mengisyaratkan kemungkinan memecat Jerome Powell.
“Saya pikir pemecatan ketua Fed pada tahun baru bukanlah sesuatu yang diperhitungkan pasar, tetapi selama kita tetap sedikit lebih lunak dan tidak mulai berbicara tentang bergerak ke arah yang berlawanan, pasar mungkin dapat mengatasi kebisingan tersebut,” kata Agati.

Harga Logam Mulia Logam mulia menjadi fokus setelah perdagangan menjadi bergejolak dalam beberapa hari terakhir. Harga perak kembali naik setelah penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari lima tahun. Harga emas juga sedikit naik setelah kehilangan lebih dari 4%.
“Kita masih bisa melihat tarik-menarik dalam beberapa hari ke depan di pasar logam mulia sebelum kita melihat bagaimana situasinya dalam jangka pendek,” kata Matt Maley, kepala ahli strategi pasar di Miller Tabak + Co.

Di antara logam lainnya, tembaga mencatat kenaikan terpanjang sejak 2017 dalam reli Desember yang didorong oleh prospek tekanan lebih besar dalam rantai pasokan. Nikel mencapai level tertinggi sejak Maret setelah produsen utama Indonesia mengisyaratkan rencana untuk memangkas pasokan.

Minyak stabil karena para pedagang mempertimbangkan ketegangan geopolitik dari Venezuela hingga Rusia dan Yaman terhadap kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started