Equityworld Futures | Jelang Akhir Pekan, IHSG Ciut ke Level 6.829

Equityworld Futures | Jelang Akhir Pekan, IHSG Ciut ke Level 6.829

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan menjelang akhir pekan ini, Jumat, 10 November 2023, berada di posisi 6.838,23.

Equityworld Futures | Emas Ditolong Perang, Harganya Gak Anjlok Meski Fed Galak

Mengacu data RTI hingga pukul 9.15 WIB, IHSG berada di level 6.829,67 atau turun 8,55 poin setara 0,13 persen. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.838,91 dan level terendahnya di 6.812,20.

Sebanyak 231 saham emiten melemah di perdagangan pagi ini. Sementara, 163 saham lainnya menguat dan sebanyak 221 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 9.15 WIB sebanyak Rp922,63 miliar dengan total saham yang diperdagangkan 2,01 miliar saham.

Wall Street ambruk

Sementara itu, indeks-indeks utama Wall Street turun pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dipicu imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS yang naik setelah lelang obligasi 30 tahun yang mengecewakan dan komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 220,33 poin atau 0,65 persen menjadi 33.891,94. Sementara indeks S&P 500 merosot 35,43 poin atau 0,81 persen menjadi 4.347,35. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq merosot 128,97 poin atau 0,94 persen menjadi 13.521,45.

Penurunan tersebut menandai persentase penurunan satu hari terbesar bagi S&P dan Nasdaq sejak 26 Oktober dan terbesar bagi Dow Jones sejak 27 Oktober.

Saham-saham bergerak sedikit lebih turun sebelum komentar Powell karena imbal hasil naik setelah lemahnya lelang obligasi Pemerintah AS tenor 30 tahun senilai USD24 miliar dengan permintaan utang sebesar 2,24 kali lipat dari penjualan obligasi.

Equityworld Futures | Wall Street Beragam Jelang Pidato Bos The Fed, Pasar Tak Cemas Lagi

Equityworld Futures | Wall Street Beragam Jelang Pidato Bos The Fed, Pasar Tak Cemas Lagi

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street, New York ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu (8/11/2023) waktu setempat. Reli saham pada November tampak memudar lantaran para investor menunggu pidato dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell terkait arah suku bunga acuan.

Equityworld Futures | Masih Tertekan, Harga Emas Berjangka Turun 4 Hari Beruntun

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (9/11/2023), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,12% atau 40,33 poin ke 34.112,27, sementara S&P 500 naik 0,10% atau 4,40 poin ke 4.382,78, dan Nasdaq menanjak 0,08% atau 10,56 poin ke 13.650,41.
Di tengah tanda-tanda jenuh beli investor, S&P 500 yang hanya menguat 0,1% masih mencatatkan kenaikan kedelapan berturut-turut. Indikator “pengukur rasa takut” Wall Street atau yang disebut VIX mengalami penurunan terpanjang sejak Oktober 2015.
Adapun imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor sepuluh tahun turun di bawah 4,5% setelah lelang surat utang senilai US$40 miliar.

Penjualan obligasi AS memberikan pengaruh yang semakin besar terhadap saham. Hal ini berdasarkan data Citigroup Inc. yang menunjukkan S&P 500 telah bergerak sekitar 1% ke segala arah pada hari lelang sejak awal tahun 2022, melampaui rata-rata dekade sebelumnya. Analisis Citigroup membuat para pedagang waspada terhadap penjualan obligasi teno 30 tahun senilai US$24 miliar pada hari Kamis.

Wall Street juga terus mencermati pidato para anggota Fed. Berbicara singkat pada Rabu (8/11/2023), Powell tidak mengomentari prospek suku bunga. Dia akan memiliki lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pandangannya pada Kamis dalam panel mengenai tantangan kebijakan.

“Akan menarik untuk mendengar apakah dia membuat komentar mengenai pergerakan suku bunga jangka panjang baru-baru ini. Jika nadanya sedikit lebih hawkish dibandingkan minggu lalu, hal itu bisa saja terjadi, dan menjadi katalis untuk pasar yang kami pikir bisa terjadi,” kata Matt Maley dari Miller Tabak + Co.

Sementara itu, pedagang swap memperkirakan hampir tidak ada peluang kenaikan suku bunga pada Desember 2023, dan memperkirakan tingkat suku bunga acuan The Fed saat ini yang sekitar 5,25% hingga 5,5% akan menandai puncak siklus pengetatan moneter.

Senior analis pasar Oanda Craig Erlam mengatakan bahkan jika bank sentral berpandangan bahwa suku bunga bisa turun tahun depan, tidak realistis mengharapkan mereka mengatakannya pada saat ini karena akan membingungkan dan melemahkan pesan mereka bahwa suku bunga harus tetap lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama.

“Kami terus melihat perdagangan yang lesu di pasar saham pada Rabu, dengan investor berjuang melawan komentar hawkish dari bank sentral terhadap ekspektasi ekonomi yang suram dan spekulasi seputar penurunan suku bunga tahun depan,” kata Erlam.

Ahli strategi UBS Group AG memperkirakan S&P 500 akan berakhir pada tahun 2024 di sekitar 4,600 poin atau menyiratkan kenaikan hanya sekitar 5% dari level saat ini. Prediksi konservatif itu karena mereka melihat pertumbuhan yang lebih lemah akan merugikan pendapatan emiten.

“Margin keuntungan emiten menghadapi hambatan termasuk leverage operasi yang negatif, upah yang kaku, memburuknya kekuatan harga dan meningkatnya beban bunga,” tulis Jonathan Golub dan Patrick Palfrey.

Sementara itu, kepala ekonom Hoisington Investment Management Co., Lacy Hunt, melihat penurunan imbal hasil obligasi AS baru-baru ini sebagai awal dari reli yang akan meningkat ketika perekonomian AS mengalami penurunan tajam.

“Untuk pasar obligasi, keadaan tidak menentu karena perekonomian sedang menuju hard landing. Tetapi ini adalah proses yang membutuhkan waktu. Perekonomian AS mempunyai kesulitan yang sangat serius yang akan menghantui kita dalam jangka waktu yang lama di masa depan,” kata Hunt dalam sebuah wawancara di Bloomberg Television.

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Naik, Investor Menanti Sabda Jerome Powell

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Naik, Investor Menanti Sabda Jerome Powell

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street, New York parkir di zona hijau pada perdagangan Senin (6/11/2023) waktu setempat karena investor menunggu panduan dari pengambil kebijakan Bank Sentral Federal Reserve akhir pekan ini mengenai jalur suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh! Tenang Masih Bisa Tembus US$ 2.000 Asal….

Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (7/11/2023), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,10% atau 34,54 poin ke 34.095,86, S&P 500 menanjak 0,18% atau 7,64 poin ke 4.365,98, dan Nasdaq melejit 0,30% atau 40,50 poin ke 13.518,78.

Pasar saham AS pekan lalu membukukan persentase kenaikan mingguan terbesarnya dalam kurun waktu sekitar satu tahun, karena laporan payroll AS yang lebih lemah dari perkiraan pada Jumat mengirim imbal hasil obligasi AS lebih rendah. Hal ini juga terjadi di tengah pandangan bahwa The Fed sudah selesai menaikkan suku bunga dan mungkin mulai memangkasnya tahun depan.

Saat ini ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan bulan Desember adalah sebesar 90,4%, turun dari 95,2% pada Jumat (3/11/2023), namun di atas 74,4% pada minggu lalu. Ekspektasi penurunan suku bunga setidaknya 25 basis poin telah meningkat menjadi lebih dari 50% pada pertemuan Mei 2024, menurut indikator FedWatch CME.

Pasar akan mencari kejelasan lebih lanjut mengenai niat The Fed dari para pejabat yang akan berbicara akhir pekan ini, termasuk Ketua Jerome Powell, dan anggota yang memberikan suara seperti Ketua Fed New York John Williams dan Presiden Fed Dallas Lorie Logan.

“Kecuali ada sesuatu dalam data ekonomi yang mendorong hal ini, Anda tidak akan melihat mereka mengubah sikap mereka,” kata Stephen Massocca, Wakil Presiden Wedbush Securities di San Francisco, mengutip Reuters, Selasa (7/11/2023).

Ekspektasi The Fed kemungkinan akan selesai dengan kenaikan suku bunga membuat S&P 500 naik 5,85% minggu lalu dan Nasdaq naik 6,61%, atau lompatan mingguan terbesar sejak November 2022.

“Apa pun daya beli yang menguat pada hari Jumat, tidak ada lagi saat ini sehingga banyak dari saham-saham tersebut yang kembali turun, dan imbal hasil [yield] obligasi sedikit lebih tinggi,” kata Massocca.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, yang turun ke level terendah lima minggu pada Jumat lalu, berbalik arah hingga mencapai level tertinggi mendekati 4,67% pada Senin, menjelang lelang treasury minggu ini sekitar US$112 miliar dalam obligasi tenor tiga tahun, surat utang tenor 10 tahun, serta obligasi tenor 30 tahun.

Adapun kalender rilis data ekonomi AS untuk minggu ini tidak banyak, dengan angka klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis pada Kamis dan laporan sentimen konsumen Universitas Michigan pada Jumat.

Walt Disney, Instacart, dan Biogen termasuk di antara perusahaan besar yang melaporkan pendapatan minggu ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Tergelincir Jelang Pidato Ketua The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Tergelincir Jelang Pidato Ketua The Fed

Equityworld Futures | Harga emas tergelincir pada Senin (6/11) setelah imbal hasil US Treasury sedikit naik menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell akhir pekan ini untuk kejelasan lebih lanjut mengenai prospek suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Turun! Jadi Berapa?

Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi US$ 1.983.49 per ounce pada 0444 GMT setelah naik di atas level US$ 2.000 pada Jumat pekan lalu. Harga emas berjangka AS turun 0,4% menjadi US$ 1,990.60.

“Faktor utama yang akan mempengaruhi emas dalam waktu dekat adalah imbal hasil US Treasury 10-tahun… jika Anda mulai melihat kenaikan imbal hasil, emas bisa menembus di bawah level support utama di sekitar US$ 1.974,” kata Kelvin Wong. analis pasar senior untuk Asia Pasifik di OANDA seperti dilansir Reuters.

Imbal hasil US Treasury tenor 10-tahun yang menjadi acuan naik ke level 4,5910% setelah mencapai level terendah dalam lima minggu pada hari Jumat. Kenaikan yield US Treasury mengurangi daya tarik terhadap emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Data pada hari Jumat menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Amerika Serikat (AS) AS melambat pada bulan Oktober, dan kenaikan upah tahunan adalah yang terkecil dalam hampir 2,5 tahun. Ini menunjukkan membaiknya kondisi pasar tenaga kerja di AS.

Laporan ketenagakerjaan yang lemah meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan menyelesaikan kampanye kenaikan suku bunganya, sehingga mengirim dolar ke level terendah dalam enam minggu.

Para trader sekarang memperkirakan 95% kemungkinan bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada bulan Desember dan 86% kemungkinan bahwa pelonggaran kebijakan pertama akan dilakukan segera pada bulan Juni tahun depan.

Investor akan memperhatikan isyarat mengenai jalur suku bunga The Fed, dengan setidaknya sembilan anggota The Fed akan menyampaikan pidatonya minggu ini, termasuk pidato Powell pada tanggal 9 November.

Equityworld Futures | Wall Street Reli Bullish! Kenaikan Suku Bunga The Fed Usai?

Equityworld Futures | Wall Street Reli Bullish! Kenaikan Suku Bunga The Fed Usai?

Equityworld Futures | Bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street dibuka kompak di zona hijau pada perdagangan Rabu (1/11/2023), seiring pelaku pasar yang bertaruh bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) telah selesai menaikkan suku bunga.

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas, Berdoalah Semoga Pengangguran AS Melesat

Dow Jones dibuka menguat 0,71% di posisi 33.511,98, sementara S&P 500 naik 0,99% di posisi 4.279,74, begitu juga dengan Nasdaq terapresiasi 1,23% diposisi 13.222,01.

Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang menjadi acuan turun 14 basis poin menjadi sekitar 4,65%. Hal ini terjadi setelah imbal hasil acuan mencapai 5% bulan lalu.

Pergerakan ini terjadi setelah The Fed sekali lagi mempertahankan suku bunganya dan meningkatkan penilaiannya terhadap perekonomian AS. Di satu sisi, Ketua The Fed, Jerome Powell tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember nanti.

“Kami memperkirakan Powell akan berbicara keras dan melakukan yang terbaik untuk menjaga pasar agar tidak menganggap dua kali suku bunga ditahan berturut-turut sebagai lampu hijau untuk aset berisiko,” kata Chris Zaccarelli, kepala investasi di Independent Advisor Alliance.

Namun, “kami terkejut melihat betapa rincinya beliau menyampaikan bahwa The Fed masih mengkhawatirkan inflasi dan tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga lagi dalam waktu dekat,” lanjutnya.

Saham Moderna turun 10% di awal perdagangan setelah raksasa farmasi itu melaporkan kerugian tajam pada kuartal ketiga. SolarEdge anjlok lebih dari 15% setelah membukukan kerugian tak terduga dan memperkirakan pendapatan kuartal keempat yang suram.

Pergerakan dipengaruhi oleh biaya tenaga kerja yang turun 0,8% pada kuartal ketiga dibandingkan ekspektasi kenaikan 0,7% dari ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

Klaim pengangguran mingguan pada hari Kamis naik lebih tinggi menjadi 217,000 untuk pekan yang berakhir 28 Oktober, lebih besar dari 210,000 pada minggu sebelumnya dan estimasi konsensus Dow Jones sebesar 214,000.

Di sisi ekonomi, statistik nonfarm payrolls, tingkat pengangguran dan upah per jam yang diawasi ketat akan dirilis pada Jumat pukul 19.30 WIB.

Equityworld Futures | Wall Street Perkasa Setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga

Equityworld Futures | Wall Street Perkasa Setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga

Equityworld Futures |Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat pada perdagangan Rabu, 1 November 2023. Wall street menguat dari tiga bulan perdagangan yang suram setelah bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga untuk kedua kalinya berturut-turut.

Equityworld Futures | Harga Emas Gagal Mengganas Karena The Fed Masih Buat Was-Was

Hal ini membuat investor berpikir bank sentral akan tetap mempertahankan suku bunga selama sisa tahun ini. Demikian dikutip dari laman CNBC, Kamis (2/11/2023).

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melonjak 221,71 poin atau 0,67 persen ke posisi 33.274,58. Indeks S&P 500 melesat 1,05 persen menjadi 4.237,86. Indeks S&P 500 melewati rata-rata pergerakan selama 200 hari. Indeks Nasdaq bertambah 1,64 persen menjadi 13.061,47.

Saham-saham teknologi mencatat kinerja lebih baik dengan naik sekitar 2 persen. Saham Semiconductor Advanced Micro Devices dan Micron Technology masing-masing naik 9,7 persen dan 3,8 persen. Saham Nvidia bertambah 3 persen.

The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 5,25 persen-5,5 persen seperti yang diperkirakan. Bank sentral juga mengatakan aktivitas ekonomi berkembang dengan kecepatan yang kuat pada kuartal III. Dalam pernyataan sebelumnya, the Fed mencatat ekonomi tumbuh pada kecepatan yang solid.

Mengingat kenaikan imbal hasil baru-baru ini, the Fed cenderung tidak menaikkan suku bunga pada Desember. Kemungkinan the Fed menaikkan suku bunga nanti untuk terus mengurangi inflasi, demikian disampaikan Portfolio Strategist Global X, Damanick Dantes.

“Kondisi keuangan yang lebih ketat sejak pertemuan FOMC pada September telah mencapai sebagian tujuan the Fed,” ujar dia.

Namun, ketua the Fed Jerome Powell tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga bulan depan. Ia menuturkan, sulit untuk menaikkan suku bunga setelah jeda selama dua pertemuan adalah salah.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini, Rabu 1 November 2023, Rawan Koreksi Imbas The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini, Rabu 1 November 2023, Rawan Koreksi Imbas The Fed

Equityworld Futures | Harga emas melemah pada penutupan perdagangan Selasa (31/10/2023) waktu setempat, namun ditetapkan untuk bulan terbaiknya sejak bulan Maret karena perang Israel-Hamas memicu aliran dana safe-haven, sementara fokus beralih ke pertemuan kebijakan bank sentral (The Fed) AS minggu ini.

Equityworld Futures | Langka! Melambung 7%, Harga Emas Terbang ke Langit Ke-7

Mengutip Reuters, harga emas berjangka AS ditutup turun 0,6% pada US$1,994.30. Pelemahan tersebut terjadi karena kombinasi resistensi psikologis di sekitar $2.000 dengan beberapa aksi ambil untung menjelang laporan ekonomi utama, kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Namun, “kita masih memiliki bias positif pada emas dengan berlanjutnya permintaan safe-have mengingat perang di Timur Tengah,” kata Meger.

Emas batangan menyentuh level terendah dalam tujuh bulan di $1,809.50 pada 6 Oktober, sehari sebelum serangan Hamas terhadap Israel. Saat ini harga saham berada di jalur kenaikan lebih dari 7% pada bulan ini setelah investor mencari dana yang lebih aman di tengah krisis yang terjadi.

Fokus pasar minggu ini juga tertuju pada pengumuman pengembalian dana Departemen Keuangan AS dan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pada hari Rabu, diikuti oleh laporan pekerjaan bulanan AS pada hari Jumat.

Pasar secara luas mengharapkan The Fed untuk mempertahankan suku bunganya pada pertemuan ini, menurut alat CME FedWatch.

“Pasar lapangan kerja yang lebih kuat dapat berdampak positif terhadap imbal hasil dan berdampak negatif terhadap emas, sementara pasar lapangan kerja yang lebih lemah meningkatkan potensi Fed yang dovish dan kemudian pendulum akan berayun ke arah lain,” tambah Meger.

Dewan Emas Dunia mengatakan permintaan emas global tidak termasuk perdagangan bebas (over-the-counter) turun 6% pada kuartal ketiga karena pembelian oleh bank sentral tidak mencapai rekor tahun lalu dan konsumsi perhiasan menurun.

Sementara itu, perak di pasar spot turun 2,4% menjadi US$22,75 per ounce sementara platinum naik 0,13% menjadi US$930,68, keduanya diperkirakan mengalami kenaikan bulanan.

Paladium turun 0,5% menjadi US$1,122.60, berada di jalur penurunan hampir 10% bulan ini.

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak 1% Lebih, Kabar Baik bagi IHSG

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak 1% Lebih, Kabar Baik bagi IHSG

Equityworld Futures | Wall Street berhasil melonjak hari Senin (30/10/2023) setelah turun belakangan menjelang pekan yang dapat memberikan perubahan yang lebih besar di pasar keuangan. Kenaikan Wall Street dapat memberikan efek positif terhadap pasar saham global, termask IHSG.

Equityworld Futures | Penguasa Amerika Mau Bersabda, Harga Emas Langsung Merana

Para investor menantikan laporan-laporan penting mengenai kepercayaan konsumen dan pasar tenaga kerja AS. Federal Reserve mengumumkan langkah selanjutnya mengenai suku bunga pada hari Rabu.

Indeks S&P 500 naik 49,45 poin, atau 1,2% menjadi ditutup 4.166,82, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 511,37 atau 1,58% menjadi 32.928,96 poin, dan Indeks komposit Nasdaq naik 146,47, atau 1,16% menjadi 12.789,48.

McDonald’s melaporkan laba dan pendapatan yang lebih kuat untuk musim panas daripada yang diperkirakan oleh para analis. Sahamnya naik 1,7% setelah mengatakan bahwa mereka diuntungkan oleh harga yang lebih tinggi untuk produk-produknya di Amerika Serikat dan menaikkan dividennya, mengutip apnews.

Lebih dari 3 dari 4 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan laba yang lebih kuat untuk kuartal terakhir daripada yang diperkirakan Wall Street, menurut FactSet. Dengan sekitar setengah dari laporan yang masuk, perusahaan-perusahaan S&P 500 tampaknya berada di jalur yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan laba untuk pertama kalinya dalam satu tahun.

“Kelihatannya ini sesuai dengan harapan pasar, bahwa kita telah melewati masa-masa terburuk,” kata Rob Haworth, pakar strategi investasi senior di U.S. Bank Wealth Management.

Hasilnya juga cukup baik sehingga perkiraan pendapatan untuk sisa tahun 2023 dan 2024 tampaknya tetap stabil, katanya.
Pendapatan yang solid biasanya menggembirakan bagi pasar saham, yang cenderung mengikuti tren laba perusahaan dalam jangka panjang. Namun, Wall Street telah mengalami kesulitan baru-baru ini karena beberapa kekhawatiran besar.
Pertama, reaksi beragam terhadap laporan laba dari beberapa perusahaan Teknologi Besar yang berpengaruh. Pergerakan saham mereka membawa beban ekstra pada S&P 500 karena ukurannya.

Saham-saham Big Tech melonjak jauh lebih tinggi dibandingkan saham-saham lainnya di awal tahun ini, yang membantu mengangkat S&P 500, namun juga berarti ekspektasi yang besar untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Ekspektasi itu mungkin tumbuh terlalu besar.

Imbal hasil Treasury 10 tahun naik menjadi 4,89% dari 4,84% pada hari Jumat. Imbal hasil tersebut melonjak dari kurang dari 3,50% selama musim semi menjadi lebih dari 5% pada awal bulan ini, level tertinggi sejak tahun 2007.

Perekonomian yang sangat tangguh dan faktor-faktor lain membuat imbal hasil Treasury 10 tahun mengejar tingkat suku bunga utama yang dikendalikan oleh The Fed, yang berada di atas 5,25% dan berada di level tertinggi sejak 2001.

The Fed telah menaikkan suku bunga federal fund dengan harapan dapat memperlambat ekonomi dan harga saham sehingga dapat menahan inflasi yang tinggi. Pertemuan berikutnya mengenai suku bunga akan dimulai pada hari Selasa, dengan pengumuman pada hari Rabu.

Ekspektasi yang meluas adalah bahwa mereka akan membiarkan suku bunga federal fund, yang mempengaruhi pinjaman semalam oleh bank-bank, tetap. Yang akan lebih penting adalah petunjuk mengenai apa yang akan dilakukan oleh the Fed selanjutnya.

Para pejabat the Fed telah mengatakan bahwa mereka mungkin akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lama untuk memastikan inflasi turun, namun mereka juga mengatakan bahwa lonjakan imbal hasil Treasury jangka panjang baru-baru ini dapat bertindak seperti kenaikan suku bunga dengan sendirinya.

Bank sentral mengatakan bahwa mereka akan mengambil langkah selanjutnya berdasarkan data ekonomi dan inflasi yang masuk. Itulah mengapa minggu ini bisa menjadi minggu yang goyah bagi pasar, dengan banyak poin data yang dapat mengubah pikiran para pejabat.

Pada hari Selasa, pemerintah akan merilis data mengenai biaya tenaga kerja dari bulan Juli hingga September. Para pekerja telah berjuang untuk mendapatkan kenaikan gaji yang lebih tinggi, namun the Fed khawatir bahwa kenaikan gaji yang terlalu tinggi dapat memicu inflasi. Selain itu, The Conference Board akan merilis indeks kepercayaan konsumen untuk bulan Oktober.

Equity World | Harga Emas Dunia Tergelincir, Ini Gara-garanya

Equity World | Harga Emas Dunia Tergelincir, Ini Gara-garanya

Equity World | Harga emas melemah pada perdagangan Senin (Selasa waktu Jakarta). Harga emas turun setelah Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan akan diperlukan untuk mengendalikan inflasi.

Equity World | Investor Was-Was dengan Inflasi AS, Harga Emas Makin Lemas

Dikutip dari CNBC, Selasa (8/8/2023), harga emas dunia di pasar spot turun 0,3% ke USD 1.936,44 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS menetap 0,3% lebih rendah pada USD 1.970,00.

Bowman mengatakan dia mendukung kenaikan suku bunga terbaru karena inflasi masih terlalu tinggi.

“Indeks dolar dan hasil Treasury disusun sedikit lebih tinggi pada itu dan emas berjangka memiliki reaksi yang diredam untuk lebih rendah,” kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Chicago.

“Jika kita mendapatkan data CPI yang lebih rendah dari perkiraan, kita bisa membuat beberapa pejabat Fed ini berhenti dengan pandangan hawkish mereka tentang kenaikan suku bunga dan kita memiliki kesempatan yang jauh lebih baik untuk mendapatkan stabilisasi harga,” lanjut dia.

John Williams, presiden Federal Reserve Bank of New York, memperkirakan suku bunga dapat mulai turun tahun depan, lapor New York Times.

Meskipun emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Inflasi AS

Fokus minggu ini akan tertuju pada data indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada hari Kamis yang dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang sikap kebijakan Fed.

“Ekspektasi kami masih mengarah pada tren inflasi rendah dan karena itu Fed tidak perlu menaikkan suku bunga,” kata Analis UBS Giovanni Staunovo.

Harga Perak turun sekitar 2,2% menjadi USD 23,09 per ons, sementara harga platinum turun 0,1% menjadi USD 920,89. Sedangkan harga Paladium turun 1,2% menjadi USD 1.241,20.

“Harga paladium bisa mendekati titik terendah sementara karena risiko pasokan dapat muncul kembali didorong oleh ketegangan geopolitik,” tulis ekonom Intesa Sanpaolo Daniela Corsini dalam sebuah catatan.

Equity World | Harga Emas Hari Ini (17/7) Turun, Potensi Rugi 10,67% Pembeli Sepekan Lalu!

Equity World | Harga Emas Hari Ini (17/7) Turun, Potensi Rugi 10,67% Pembeli Sepekan Lalu!

Equity World | Senin (17/7) harga emas Antam bersertifikat di Butik Emas, Logam Mulia, PT Aneka Tambang (Antam) turun Rp 1.000 dibanding harga kemarin.

Equity World | Harga Emas Turun Lagi ke US$ 1.952 Pada Senin (17/7) Pagi

Dari sebelumnya Rp 1.074.000 per gram, harga emas hari ini masih Rp 1.073.000 per gram.

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia malah turun Rp 1.000 dari dari sebelumnya Rp 947.000 per gram menjadi Rp 946.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 127.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 1.073.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 946.000 per gram oleh Logam Mulia.

Langsung rugi Rp 127.000, bukan?

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu menjual emasnya hari ini.

Membeli emas pada 10 Juli 2023 (Rp 1.059.000 per gram) = -10.67% (rugi)
Membeli emas pada 17 Juni 2023 (Rp 1.063.000 per gram) = -11.01% (rugi)
Membeli emas pada 17 April 2023 (Rp 1.066.000 per gram) = -11.26% (rugi)
Membeli emas pada 17 Januari 2023 (Rp 1.032.000 per gram) = -8.33% (rugi)
Membeli emas pada 17 Oktober 2022 (Rp 935.000 per gram) = 1.18% (untung)
Membeli emas pada 17 Juli 2022 (Rp 962.000 per gram) = -1.66% (rugi)
Membeli emas pada 17 April 2022 (Rp 1.005.000 per gram) = -5.87% (rugi)
Membeli emas pada 17 Januari 2022 (Rp 937.000 per gram) = 0.96% (untung)
Membeli emas pada 17 Oktober 2021 (Rp 914.000 per gram) = 3.50% (untung)

Design a site like this with WordPress.com
Get started