Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Imbas Turunnya Harga Produsen

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Imbas Turunnya Harga Produsen

Equityworld Futures | Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Jumat (16/2). Hal itu dipicu oleh turunnya harga produsen yang lebih tinggi dari perkiraan.Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Jumat (16/2). Hal itu dipicu oleh turunnya harga produsen yang lebih tinggi dari perkiraan.

Equityworld Futures | Harga Emas Tetap Berkilau, Sanggup Bertahan Pekan Ini?

Mengutip Reuters, Senin (19/2), S&P 500 (.SPX), kehilangan 24,18 poin atau 0,49 persen menjadi 5.005,15 poin, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) kehilangan 132,38 poin atau 0,83 persen menjadi 15.775,65. Rata-rata Industri Dow Jones (.DJI), turun 149,48 poin atau 0,39 persen menjadi 38.623,64.

“Sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan harga-harga produsen meningkat lebih dari perkiraan pada bulan Januari, menambah kekhawatiran bahwa inflasi akan meningkat setelah berbulan-bulan mengalami penurunan,” tulis laporan Reuters.

Data tersebut dapat mendorong The Fed untuk menunda penurunan suku bunga. Awal pekan ini, laporan harga konsumen yang tinggi memicu aksi jual di pasar ekuitas meskipun penurunan penjualan ritel bulan Januari pada hari Kamis memicu harapan penurunan suku bunga.

“Data inflasi minggu ini pasti akan membuat The Fed setidaknya mengambil jeda (menurunkan suku bunga) hingga musim panas,” kata Kepala Investasi BMO, Carol Schleif.

Di sisi lain, imbal hasil Treasury melonjak setelah laporan tersebut karena para pedagang menambah spekulasi bahwa The Fed mungkin menunda penurunan suku bunga pertama hingga bulan Juni.
“Suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama benar-benar merupakan narasi pasar yang berkelanjutan,” kata Chief Executive Officer di AXS Investments, Greg Bassuk.

Adapun, dua pejabat Fed menyatakan kehati-hatian. Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan ia memerlukan lebih banyak bukti bahwa tekanan inflasi telah mereda, namun ia terbuka untuk menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara, Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan inflasi stabil.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah, Kini di Bawah USD 2.000

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah, Kini di Bawah USD 2.000

Equityworld Futures | Harga emas memperpanjang penurunannya dan diperdagangkan di bawah level USD 2.000 per ons pada hari Rabu. Anjloknya harga emas dunia ini sehari setelah data inflasi AS yang lebih baik dari perkiraan mendorong investor menurunkan taruhan terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve lebih awal, sementara paladium melonjak lebih dari 7%.

Equityworld Futures | Jatuh ke Bawah US$ 2,000, Harga Emas Diramal Masih Sulit Naik

Dikutip dari CNBC, Kamis (15/2/2024), harga emas di pasar spot turun 0,1% pada USD 1,991.09 per ounce — harga terendah sejak 13 Desember. Emas batangan turun sekitar 1,4% pada hari Selasa.

Katalis bagi tren emas yang lebih rendah lagi adalah konfirmasi bahwa The Fed mungkin tidak dapat menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, tambahnya.

Data pada hari Selasa menunjukkan harga konsumen AS naik lebih dari perkiraan pada bulan Januari, yaitu kenaikan tahunan sebesar 3,1%, di atas perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan sebesar 2,9%.
Perkiraan Suku Bunga AS

Para pedagang sekarang memperkirakan tiga kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun 2024, turun dari empat basis poin, sejalan dengan “dot plot” The Fed yang dirilis pada bulan Desember. Bank sentral AS mungkin menunggu hingga Juni sebelum memangkas suku bunga.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan.

Investor sekarang akan fokus pada data penjualan ritel dan indeks harga produsen AS yang akan dirilis masing-masing pada hari Kamis dan Jumat. Setidaknya lima pejabat Fed akan berbicara minggu ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat di Pekan Penuh Rilis Data

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat di Pekan Penuh Rilis Data

Equityworld Futures | Harga emas menguat tipis di awal pekan ini. Investor menunggu pernyataan dari sejumlah pejabat Federal Reserve Amerika Serikat (AS) dalam minggu yang penuh data.

Equityworld Futures | Harga Emas Minggu ini Berpotensi Turun Efek Penguatan USD dan Konflik Timur Tengah

Senin (12/2) pukul 15.34 WIB, harga emas spot menguat 0,09% ke US$ 2.026,12 per ons troi. Sedangkan harga emas kontrak April 2024 juga menguat 0,09% ke US$ 2.040,70 per ons troi.

“Emas sangat tangguh, mengingat kita telah melihat penurunan hampir 60 basis poin (untuk tahun 2024) sejak level tertinggi di bulan Januari,” kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan di Capital.com kepada Reuters.

“Posisinya netral, dan jika data memburuk sehingga melemahkan dolar dan memperdalam taruhan penurunan suku bunga AS, maka emas akan bersinar lagi. Risiko besar minggu ini adalah indeks harga konsumen (CPI) – jika hal ini terjadi, maka akan terjadi pengujian lagi di US$ 2.000 per ons troi,” imbuh dia.

Perdagangan diperkirakan akan sepi selama jam perdagangan Asia karena libur pasar di Tiongkok, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Vietnam, dan Malaysia.

Spekulan emas COMEX menaikkan posisi beli mereka sebanyak 10.616 kontrak menjadi 82.591 dalam pekan yang berakhir 6 Februari, menurut data pada hari Jumat.

Pelaku pasar akan fokus pada data CPI AS pada hari Selasa (13/2), data penjualan ritel pada hari Kamis (15/2) dan data indeks harga produksi (PPI) pada hari Jumat (16/2), serta menunggu pernyataan dari pejabat Fed pada minggu ini.

Beberapa pejabat Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, pekan lalu mengatakan mereka ingin melihat lebih banyak bukti bahwa inflasi akan terus menurun sebelum menurunkan suku bunga.

Para trader telah mengesampingkan penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya di bulan Maret, menurut aplikasi probabilitas suku bunga LSEG, IRPR. Ini menunjukkan sekitar 65% kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan bulan Mei.

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Menguat, Dipengaruhi Laporan Ketenagakerjaan

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Menguat, Dipengaruhi Laporan Ketenagakerjaan

Equityworld Futures | Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (2/2). Salah satunya S&P 500 yang berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa karena pendapatan yang kuat dan laporan ketenagakerjaan bulan Januari yang meningkatkan kepercayaan terhadap perekonomian.

Equityworld Futures | Pemilik Emas Mesti Siap-Siap Ya, Harganya Bisa Jatuh Lagi Nih

Mengutip Reuters, Senin (5/2), S&P 500 naik 1,07 persen mengakhiri sesi pada 4.958,61 poin. Kemudian Nasdaq menguat 1,74 persen menjadi 15.628,95 poin. Dow Jones Industrial Average naik 0,35 persen menjadi 38.654,42 poin.

“Hasil kuartalan yang solid dari Meta Platforms (META.O) dan Amazon.com (AMZN.O) membantu mendongkrak indeks S&P 500 (.SPX) dan Indeks Komposit Nasdaq (.IXIC),” tulis laporan Reuters.

Adapun, ketiga indeks saham utama AS mencatat kenaikan mingguan keempat berturut-turut.

“Pendapatan sebagian besar perusahaan kuat pada minggu ini, dan kami percaya pertemuan The Fed adalah bullish karena pertemuan tersebut menetapkan ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Mei atau Juni dengan tepat,” kata Manajer Portofolio Infracap, Jay Hatfield.

Lebih lanjut, pemerintah AS menambahkan 353.000 pekerjaan pada bulan Januari. Angka itu melampaui perkiraan para analis, sementara pertumbuhan upah secara tak terduga meningkat.

Tanda-tanda tambahan dari kekuatan ekonomi membuat bank sentral AS kemungkinan besar akan menunda pemangkasan suku bunga. Ketua Fed Jerome Powell pada hari Rabu menolak gagasan penurunan suku bunga pada bulan Maret.
Adapun, pasar keuangan memproyeksi kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan Maret.

Equityworld Futures | Harga Emas Tetap Berkilau Meski The Fed Bikin Kecewa

Equityworld Futures | Harga Emas Tetap Berkilau Meski The Fed Bikin Kecewa

Equityworld Futures | Harga emas tetap menguat meski bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) belum memberi sinyal pemangkasan suku bunga pada Maret mendatang.

Equityworld Futures | Harga emas naik karena investor bersiap respons pertemuan FOMC

Pada perdagangan Rabu (31/1/2024) harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,16% di posisi US$ 2039,32 per troy ons.

Sementara, hingga pukul 06.00 WIB Kamis (1/2/2024), harga emas di pasar spot bergerak lebih tinggi atau naik 0,04% di posisi US$ 2040,05 per troy ons.

The Fed pada Kamis dini hari waktu Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga di level 5,25%-5,50% untuk pertemuan keempat berturut-turut, sejalan dengan perkiraan para pelaku pasar.

The Fed dalam pernyataan resminya mengatakan pemangkasan suku bunga tidak layak dilakukan selama mereka belum yakin jika inflasi bergerak ke arah 2%.
“Komite sangat berkomitmen untuk membawa inflasi ke target sasaran 2%. Inflasi sudah melandai dalam setahun terakhir tetapi kamu masih memberi perhatian penuh terhadap risiko inflasi” tutur pernyataan The Fed dalam situs resminya.

Keinginan pelaku pasar melihat pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat sepertinya belum akan terwujud.Chairman The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers, Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia, mengatakan jika ekonomi AS saat ini masih sangat kuat.
Dengan ekonomi dan inflasi AS yang masih kuat, Powell menegaskan jika The Fed belum cukup percaya diri untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Maret mendatang.

Pernyataan The Fed sebelumnya, yang dikeluarkan pada Desember 2023, mengatakan akan mempertimbangkan “penguatan kebijakan tambahan”, dengan bahasa yang mengecualikan pertimbangan penurunan suku bunga. Pernyataan tersebut merupakan pukulan bagi investor yang memperkirakan penurunan suku bunga akan dimulai pada awal Maret 2024.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk dikoleksi.

Indeks dolar dan imbal hasil US Treasury tetap melemah meski The Fed belum mengindikasikan pemangkasan suku bunga. Indeks dolar ke possi 103,274 pada perdagangan kemarin, melemah dibandingkan Rabu di posisi 103,397.

Imbal hasil US Treasury melandai ke 3,965% dari 4,057% pada Rabu.

Equityworld Futures | Investor Kecewa! Ada Fokus Baru, Wall Street Dibuka Anjlok

Equityworld Futures | Investor Kecewa! Ada Fokus Baru, Wall Street Dibuka Anjlok

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street dibuka lebih rendah pada awal perdagangan setelah rilisnya laporan keuangan saham-saham di bursa AS yang beragam dan data pekerjaan AS menjadi fokus baru.

Equityworld Futures | Harga Emas Melonjak di Tengah Pelemahan Dolar AS

Pada perdagangan Selasa (30/1/2024), Dow Jones dibuka melemah 0,09% di level 38.298,23, begitu juga S&P 500 dibuka lebih rendah atau turun 0,13% di level 4.921,63, dan Nasdaq dibuka terdepresiasi 0,15% di level 15.604,08.

Sementara pada perdagangan Senin (29/1/2024) Dow Jones ditutup menguat 0,59% di level 38.333,26, S&P 500 naik 0,76% di level 4.927,93, begitu juga dengan Nasdaq melesat 1,12% di level 15.628,04.

Indeks utama Wall Street melemah pada pembukaan perdagangan Selasa karena investor menilai hasil laporan kinerja keuangan beragam dari perusahaan-perusahaan lama seperti United Parcel Service dan General Motors sambil menanti rilis laporan pekerjaan penting untuk mendapatkan wawasan mengenai kesehatan pasar tenaga kerja.

Selain itu, saham-saham global diperdagangkan pada level tertinggi dalam dua tahun pada hari Selasa menjelang pertemuan The Federal Reserve (The Fed), sementara ekuitas Asia terpukul oleh perintah pengadilan untuk melikuidasi raksasa properti China Evergrande.

Departemen Keuangan AS mendapat keuntungan dari banyaknya pembelian, mendorong imbal hasil lebih rendah, yang dapat menjaga dolar dalam kisaran yang ketat, setelah Departemen Keuangan mengatakan pihaknya perlu meminjam lebih sedikit dari yang diperkirakan sebelumnya.

Indeks MSCI All-World berada di wilayah positif dan merupakan level tertinggi sejak Januari 2022.

Namun pasar sedang tegang karena ketegangan di Timur Tengah membuat harga minyak berada di atas US$80 per barel, sementara investor merenungkan bagaimana perintah pengadilan Evergrande Group dapat berdampak pada pasar properti China yang rapuh.

Saham China sudah menuju penurunan sebesar 4% bulan ini, setelah mencapai titik terendah dalam empat tahun, dan imbal hasil obligasi pemerintah China berada pada posisi terendah dalam dua dekade, karena investor menunggu kemungkinan stimulus pemerintah untuk mendukung obligasi kedua di dunia yang merupakan perekonomian terbesar.

Peristiwa risiko lainnya pada pekan ini bagi investor termasuk keputusan The Fed dan Bank of England mengenai suku bunga, data ketenagakerjaan bulanan AS, dan berbagai laporan keuangan, khususnya dari pasar saham megacap seperti Apple (AAPL.O), Microsoft (MSFT.O), dan perusahaan induk Google, Alphabet (GOOGL).

The Fed pada bulan Desember mengejutkan pasar dengan sikap dovishnya, memproyeksikan penurunan suku bunga sebesar 75 basis poin pada tahun 2024, sehingga memicu reli risiko yang sangat besar di akhir tahun.

Namun banyaknya data ekonomi yang kuat, inflasi yang tinggi, dan kehati-hatian dari para gubernur bank sentral telah membuat pasar menilai kembali ekspektasi mereka.

Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga Fed pada bulan Maret 2024 sebesar 47%, menurut alat CME FedWatch, turun dari 88% pada bulan sebelumnya. Mereka saat ini mengantisipasi penurunan sebesar 134 bps pada tahun ini, dibandingkan dengan pelonggaran sebesar 160 bps pada bulan lalu.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Potensi Rebound Tersengat Konflik Korsel-Korut

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Potensi Rebound Tersengat Konflik Korsel-Korut

Equityworld Futures | Harga emas global berpeluang rebound pada perdagangan awal pekan hari ini, Senin (29/1/2024) ditopang oleh sejumlah katalis, salah satunya memanasnya konflik antara Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut).

Equityworld Futures | Pekan Sangat Menentukan Buat Emas, Harganya Bisa Kaya Roller Coaster

Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (26/1/2024), harga emas Comex kontrak April 2024 turun 0,03% atau 0,70 poin menjadi US$2.036,10 per troy ounce. Harga emas spot juga turun 0,11% atau 2,32 poin menuju US$2.018,52 per troy ounce.

Tim riset Monex Investindo menyebut harga emas terkoreksi lebih dari US$11 sepanjang pekan lalu ke level US$ 2.018 per troy ons. Serangkaian data yang dirilis dari Amerika Serikat (AS) belum mampu meningkatkan probabilitas pemangkasan suku bunga pada Maret yang membuat harga emas tertekan.

Salah satu data yang dirilis pada pekan lalu yakni inflasi inti berdasarkan personal consumption expenditure (PCE) yang menjadi acuan bank sentral AS (The Fed) dalam menetapkan suku bunga. Pada Desember, inflasi PCE inti dilaporkan tumbuh 2,9% year-on-year (YoY) lebih rendah dari bulan sebelumnya 3,2% YoY dan forecast di Trading Central 3,1% YoY.

“Rilis tersebut juga menjadi yang terendah sejak Februari 2021, meski menjadi sentimen positif tetapi masih belum mampu membuat harga emas naik kencang,” kata Monex dalam riset harian, Senin (29/1/2024).

Meski begitu, pada perdagangan hari ini, menurut Monex, harga emas berpotensi mendapat tambahan sentimen positif dari ketegangan geopolitik, harganya sudah “lompat” atau membentuk gap up di US$ 2.025,39 per troy ons. Level pembukaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya disebut gap up.

Pimpinan Korea Utara dikabarkan merobohkan monumen reunifikasi dengan Korea Selatan, dan beberapa kali menembakan rudal jelajah di lepas pantai timur. Kemudian China mengirimkan pasukan mendekati Taiwan saat perundingan dengan Amerika Serikat sedang berlangsung.

Pelaku pasar khawatir perang bisa pecah lagi yang membuat permintaan terhadap aset aman (safe haven) seperti gold meningkat.

Pasar juga secara luas mengharapkan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakannya pada 30-31 Januari. Namun,
pasar juga telah mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Maret, menurut CME FedWatch Tool.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan. Di sisi lain, suku bunga rendah akan menekan dolar AS sebagai aset aman sehingga beralih ke emas.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank dalam sebuah catatan, menyampaikan dalam jangka pendek arah harga emas dan perak akan terus ditentukan oleh data ekonomi yang masuk dan dampaknya terhadap dolar AS, serta imbal hasil dan ekspektasi penurunan suku bunga.

Equityworld Futures | Indeks S&P 500 Melejit 5 Sesi Beruntun, Wall Street Pesta Pora

Equityworld Futures | Indeks S&P 500 Melejit 5 Sesi Beruntun, Wall Street Pesta Pora

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street, New York ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (25/1/2024) waktu setempat, dengan S&P 500 menguat untuk sesi ke-5 secara beruntun hingga menyentuh level tertinggi sepanjang masa setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS yang kuat pada kuartal keempat.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Naik, Awas Masih Rawan Terpeleset!

Mengutip Reuters, Jumat (26/1/2024), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,64% atau 242,74 poin ke 38.049,13, indeks S&P 500 juga menguat 0,053% atau 25,61 poin ke 4.894,16, dan Nasdaq menanjak 0,18% atau 28,58 poin ke 15.510,50.

Kenaikan tersebut memperpanjang reli di mana S&P 500 (.SPX), yang baru-baru ini mencapai rekor tertinggi untuk pertama kalinya dalam dua tahun, terangkat oleh optimisme terhadap perekonomian dan suku bunga yang lebih rendah, serta taruhan pada saham sektor kecerdasan buatan (AI). Sementara saham Tesla jatuh menyusul perkiraan penjualan yang mengecewakan.

Tesla (TSLA.O), merosot 12% ke level terendah sejak Mei 2023 setelah CEO Elon Musk memperingatkan pertumbuhan penjualan akan melambat tahun ini meskipun ada pemotongan harga yang merugikan marginnya. Hal ini menjadikan nilai pasar saham pembuat mobil tersebut anjlok ke level US$580 miliar, di bawah saham Eli Lilly (LLY.N), dan tepat di atas saham Broadcom (AVGO.O).

Perekonomian AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal Desember di tengah kuatnya belanja konsumen, mengacaukan prediksi resesi setelah Federal Reserve secara agresif menaikkan suku bunga, dengan pertumbuhan setahun penuh sebesar 2,5%.

“PDB merupakan kejutan yang baik bagi pasar karena tidak ada masalah inflasi, dan konsumen terus membelanjakan uangnya,” kata Rob Haworth, direktur strategi investasi senior di U.S. Bank Asset Management Group.

“Jadi ada lebih banyak dukungan terhadap narasi bahwa pendapatan perusahaan dan pertumbuhan penjualan harus lebih baik seiring kita melangkah maju,” tambahnya.

Data lain menunjukkan klaim pengangguran awal untuk pekan yang berakhir 20 Januari naik menjadi 214.000, lebih tinggi dari perkiraan angka 200.000.

Sementara rilis laporan keuangan dari Apple (AAPL.O), Microsoft (MSFT.O), Amazon (AMZN.O), Alphabet (GOOGL.O) dan Meta Platforms (META.O) yang akan dipublish pekan depan akan memberi investor gambaran apakah emiten big caps tersebut terlalu dihargai lebih tinggi menyusul lonjakan saham mereka sejak Wall Street mencapai titik terendah pada tahun 2022.

Produsen mobil listrik lainnya juga terkoreksi menyusul laporan triwulanan Tesla pada Rabu malam. Otomotif Rivian (RIVN.O) kehilangan 2.2% dan Lucid Group (LCID.O) turun 6.7%. Sementara saham Humana (HUM.N) merosot 11,7% setelah menjadi perusahaan asuransi kesehatan terbaru yang memperkirakan laba tahunan mengecewakan, menyeret indeks sektor kesehatan S&P 500 (.SPXHC) turun 0,2%.

Adapun UnitedHealth (UNH.N) dan Cigna (CI.N) turun masing-masing 3,9% dan 2%. Sementara saham IBM (IBM.N) melonjak 9,5% setelah memperkirakan pertumbuhan pendapatan setahun penuh di atas perkiraan, saham Comcast (CMCSA.O) menguat 3,4% setelah raksasa media itu melampaui perkiraan pendapatan kuartalan.
American Airlines (AAL.O) melonjak 10,3% setelah maskapai tersebut memperkirakan laba tahunannya sebagian besar optimis.

Dari perusahaan-perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan pendapatannya sejauh ini, 82% telah melampaui ekspektasi.

Saham-saham yang menguat melebihi jumlah saham-saham yang melemah dalam S&P 500 (.AD.SPX) dengan rasio 4,0 banding satu.

S&P 500 membukukan 50 titik tertinggi baru dan dua titik terendah baru; Nasdaq mencatat 97 titik tertinggi baru dan 119 titik terendah baru.

Volume di bursa AS adalah 11,5 miliar lembar saham yang diperdagangkan, setara dengan rata-rata 20 sesi sebelumnya.

Equityworld Futures | Saham Netflix dan Microsoft Kerek Indeks Nasdaq dan S&P 500 Melesat

Equityworld Futures | Saham Netflix dan Microsoft Kerek Indeks Nasdaq dan S&P 500 Melesat

Equityworld Futures | Indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street bergerak variatif pada penutupan perdagangan Rabu (24/1). Seiring dengan hal itu, S&P 500 mencatat kenaikan sebanyak 0,08% hingga mencapai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa pada level 4.868,55.

Equityworld Futures | Harga Emas Melemah Tersandung Data AS

Nasdaq Composite juga menguat 0,36% mencapai 15.481,92, didorong oleh kebangkitan saham-saham teknologi. Hal ini merupakan hari kelima berturut-turut indeks Nasdaq melaju di teritori hijau.

Namun, indeks Dow Jones Industrial Average justru turun sebanyak 99,06 poin atau 0,26%, mencapai 37.806,39. Terkoreksinya Dow dipengaruhi oleh penurunan lebih dari 2% pada saham Verizon dan 3M, yang terjadi setelah kedua perusahaan tersebut melaporkan penurunan pendapatan.

Kenaikan indeks S&P 500 lantaran saham Netflix memimpin kenaikan dalam sektor teknologi dan mendorong pertumbuhan pasar saham yang lebih luas. Saham Netflix melonjak lebih dari 10% setelah perusahaan streaming ini mengatakan bahwa jumlah pelanggannya mencapai titik tertinggi sepanjang masa, yaitu 260,8 juta. Tak hanya itu, pendapatannya juga melampaui estimasi analis, begitu pula dengan panduan pendapatan kuartal saat ini.

Menurut Ahli Strategi Senior Allianz Investment Management, Charlie Ripley laporan pendapatan perusahaan menggiring pasar menuju titik positif. Lebih jauh lagi, kata Ripley, orang-orang mengira bahwa segala sesuatunya cukup seimbang atau bahkan mungkin memposisikan diri untuk menghadapi lebih banyak risiko penurunan. Hal itu dikarenakan pertumbuhan ekonomi atau aktivitas ekonomi terus menurun.

“Namun, apa yang kami lihat adalah bahwa segala sesuatunya telah menjadi lebih tangguh,” kata Ripley dikutip CNBC, Kamis (25/1).

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi, S&P 500 Catat Rekor Tertinggi Lagi

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi, S&P 500 Catat Rekor Tertinggi Lagi

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (23/1), dengan indeks S&P 500 kembali mencatat rekor penutupan tertinggi karena investor mencerna laporan pendapatan kuartalan emiten yang beragam.

Equityworld Futures | Saham Teknologi Bikin S&P Tembus Rekor Tertinggi, Wall Street Bervariasi

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 0,29% ke level 4.864,59, Nasdaq menguat 0,43% ke level 15.425,94. Sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,25% ke level 37.905,45.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 10,9 miliar saham dengan rata-rata 11,4 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Banyak investor memandang laporan pendapatan kuartalan dari grup perusahaan megacap Magnificent 7 akan menjadi kunci untuk menentukan apakah reli Wall Street baru-baru ini berlanjut atau kehilangan tenaga.

“Laporan besok dan Kamis semakin meningkat, dan minggu depan akan lebih sibuk lagi,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth.
“Kami punya banyak hal untuk direnungkan selama minggu ini dan minggu depan kemungkinan besar pasar akan menjadi positif.”

Saham Verizon Communications menguat 6,7% setelah memperkirakan laba tahunan yang kuat dan membukukan penambahan pelanggan kuartalan tertinggi dalam hampir dua tahun, sementara saham Procter & Gamble naik 4,2% setelah melampaui ekspektasi laba kuartal kedua.

Saham 3M anjlok 11% setelah memperkirakan pendapatan tahunannya buruk, sementara saham Johnson & Johnson merosot 1,6% setelah melaporkan hasil kuartalannya sedikit di atas ekspektasi.

Saham D.R. Horton turun lebih dari 9% setelah perusahaan pembangun rumah itu meleset dari perkiraan laba kuartal pertama.

Sementara itu, saham Tesla naik 0,2% menjelang laporannya pada Rabu malam.

Analis rata-rata melihat pendapatan kuartal keempat S&P 500 naik 4,6% dari tahun ke tahun, dibandingkan dengan pertumbuhan 7,5% pada kuartal ketiga, menurut data LSEG.

“Pendapatan untuk semua kelas ekuitas mencapai puncaknya dan akan bergerak lebih rendah seiring melemahnya perekonomian dan terhentinya pertumbuhan pendapatan,” kata ahli strategi pasar global senior Wells Fargo Sameer Samana dalam sebuah catatan.

Kenaikan Wall Street baru-baru ini didorong oleh ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dan optimisme seputar kecerdasan buatan, yang telah membantu mengangkat indeks chip Philadelphia sejauh ini lebih dari 5% pada tahun 2024, menambah lonjakan sebesar 65% pada tahun lalu.

Indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang menjadi ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, serta pembacaan PMI Global S&P dan laporan PDB kuartal keempat pada minggu ini akan menjadi kunci dalam menilai keputusan suku bunga bank sentral berikutnya ketika bertemu pada hari Rabu pekan depan.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters, The Fed akan menunggu hingga kuartal kedua sebelum memangkas suku bunga, dengan kemungkinan yang lebih besar terjadi pada bulan Juni dibandingkan bulan Mei.

Design a site like this with WordPress.com
Get started