Equityworld Futures | Lagi-lagi Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi sepanjang Sejarah

Equityworld Futures | Lagi-lagi Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi sepanjang Sejarah

Equityworld Futures | Harga emas dunia menguat dan kembali mencetak level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan hari Senin. Pendorong kenaikan harga emas dunia ini karena ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) dan daya tarik logam mulia ini sebagai aset save haven.

Equityworld Futures | Emas Kembali Cetak Sejarah Baru, Harganya Tembus US$ 2.250

Mengutip CNBC, Selasa (2/4/2024). harga emas di pasar spot naik 0,3% dan diperdagangkan pada level USD 2.240,04 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,8% menjadi USD 2.257.10 per ounce.

Harga logam mulia ini mencapai level tertinggi di angka USD 2.286,4 per ounce.

“Saya pikir ini adalah momen yang sangat menarik untuk emas,” kata analis pasar World Gold Council, Joseph Cavatoni kepada CNBC.

Para analis dan pengamat memperkirakan the Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Juni.

Berdasarkan data yang dirilis pada Jumat lalu, pengukur inflasi utama The Fed untuk Februari naik 2,8% YoY. Kemungkinan akan membuat bank sentral AS menahan diri sebelum dapat mulai mempertimbangkan penurunan suku bunga.

The Fed tetap mempertahankan suku bunga pada akhir pertemuan bulan Maret kemarin. Namun tetap bertahan pada perkiraan penurunan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun ini.

Harga emas cenderung memiliki hubungan terbalik dengan suku bunga. Ketika suku bunga turun, emas menjadi lebih menarik dibandingkan dengan aset pendapatan tetap seperti obligasi, yang akan memberikan imbal hasil yang lebih lemah di lingkungan dengan suku bunga rendah.

Harga Emas Batangan

Manajer portofolio di perusahaan manajemen investasi Gabelli Funds Caesar Bryan mengatakan, harga emas batangan menguat karena permintaan luar negeri yang melambung.

“Di Tiongkok, investor swasta tertarik pada emas karena kinerja sektor real estate yang buruk,” kata Bryan, seraya menambahkan bahwa perekonomian Tiongkok secara umum masih lemah dan pasar saham serta mata uangnya tidak berkinerja baik.

Reli emas sejauh ini dipicu oleh kuatnya pembelian dari bank sentral dunia dalam upaya mendiversifikasi portofolio cadangan karena risiko geopolitik, inflasi domestik, dan melemahnya dolar AS, kata Cavatoni dari World Gold Council.

“Dasar yang sangat kuat bagi mereka untuk terus membeli. Tetapi mari kita lihat apakah jumlah mereka akan terus meningkat dan bertahan lama,” tambahnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Perkasa, Bagaimana Prediksinya di Awal April 2024?

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Perkasa, Bagaimana Prediksinya di Awal April 2024?

Equityworld Futures | Harga emas terus melonjak dan tidak dapat dihentikan karena mencatat kinerja sangat baik dengan menutup bulan dan kuartal mendekati rekor tertinggi, jauh di atas USD 2.200 per ounce.

Equityworld Futures | Nggak Bosan Buat Rekor! Harga Emas Pagi Ini Tertinggi dalam Sejarah

Para analis mencatat bahwa kinerja emas pada Kamis, 28 Maret 2024 yang mengakhiri minggu perdagangan yang dipersingkat menjelang akhir pekan panjang Paskah, lebih mengesankan jika dibandingkan dengan Indeks dolar AS, yang diperdagangkan mendekati level tertinggi enam minggu di atas 104 poin.

Dorongan emas lebih lanjut ke wilayah langit biru juga terjadi menjelang data inflasi yang penting. Meskipun pasar tutup pada hari Paskah, namun hari tersebut bukan merupakan hari libur pemerintah, sehingga Biro Analisis Ekonomi AS akan merilis Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE). Menurut perkiraan konsensus, para ekonom memperkirakan inflasi akan meningkat 0,3% di bulan Februari.

Prediksi Analis

Beberapa analis mengatakan bahwa emas menarik momentum baru karena ancaman inflasi tidak sebesar sebelumnya. Pekan lalu Federal Reserve memberi isyarat mereka masih memperkirakan tiga kali penurunan suku bunga tahun ini meskipun mereka melihat inflasi bertahan di atas target 2%.

Analis Pasar Senior di Barchart, Darin Newsom mengatakan reli emas adalah sinyal bahwa investor khawatir bahwa Federal Reserve tidak akan mampu mengendalikan inflasi karena mulai menurunkan suku bunga.

“Ketakutan geopolitik masih ada dan akan terus meningkat menjelang pemilu AS pada bulan November,. Jika The Fed mulai menurunkan suku bunga, imbal hasil obligasi akan turun, sehingga menjadikan emas sebagai aset safe-haven yang lebih menarik,” kata Newsom, dikutip dari Kitco, Minggu (31/3/2024).

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Perkasa, Bagaimana Prediksinya di Awal April 2024?

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Perkasa, Bagaimana Prediksinya di Awal April 2024?

Equityworld Futures | Harga emas terus melonjak dan tidak dapat dihentikan karena mencatat kinerja sangat baik dengan menutup bulan dan kuartal mendekati rekor tertinggi, jauh di atas USD 2.200 per ounce.

Equityworld Futures | Nggak Bosan Buat Rekor! Harga Emas Pagi Ini Tertinggi dalam Sejarah

Para analis mencatat bahwa kinerja emas pada Kamis, 28 Maret 2024 yang mengakhiri minggu perdagangan yang dipersingkat menjelang akhir pekan panjang Paskah, lebih mengesankan jika dibandingkan dengan Indeks dolar AS, yang diperdagangkan mendekati level tertinggi enam minggu di atas 104 poin.

Dorongan emas lebih lanjut ke wilayah langit biru juga terjadi menjelang data inflasi yang penting. Meskipun pasar tutup pada hari Paskah, namun hari tersebut bukan merupakan hari libur pemerintah, sehingga Biro Analisis Ekonomi AS akan merilis Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE). Menurut perkiraan konsensus, para ekonom memperkirakan inflasi akan meningkat 0,3% di bulan Februari.

Prediksi Analis

Beberapa analis mengatakan bahwa emas menarik momentum baru karena ancaman inflasi tidak sebesar sebelumnya. Pekan lalu Federal Reserve memberi isyarat mereka masih memperkirakan tiga kali penurunan suku bunga tahun ini meskipun mereka melihat inflasi bertahan di atas target 2%.

Analis Pasar Senior di Barchart, Darin Newsom mengatakan reli emas adalah sinyal bahwa investor khawatir bahwa Federal Reserve tidak akan mampu mengendalikan inflasi karena mulai menurunkan suku bunga.

“Ketakutan geopolitik masih ada dan akan terus meningkat menjelang pemilu AS pada bulan November,. Jika The Fed mulai menurunkan suku bunga, imbal hasil obligasi akan turun, sehingga menjadikan emas sebagai aset safe-haven yang lebih menarik,” kata Newsom, dikutip dari Kitco, Minggu (31/3/2024).

Equityworld Futures | Impor Emas India Bulan Maret Melorot 90%, Apa Penyebabnya?

Equityworld Futures | Impor Emas India Bulan Maret Melorot 90%, Apa Penyebabnya?

Equityworld Futures | Impor emas India diperkirakan turun lebih dari 90% pada bulan Maret dibandingkan bulan sebelumnya.

Equityworld Futures | Lagi-Lagi Emas Catat Rekor, Penyebab Lonjakan Harga Jadi Misteri

Seorang pejabat pemerintah dan dua bank dealer mengatakan kepada Reuters, penurunan impor emas India mencapai level terendah sejak pandemi COVID karena bank-bank mengurangi impor setelah harganya yang mencapai rekor tertinggi.

Penurunan impor emas India, yang merupakan konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia, dapat membatasi kenaikan harga global yang mencapai rekor tertinggi awal bulan ini di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga di 2024.

Penurunan impor juga dapat membantu India mempersempit defisit perdagangannya dan mendukung pergerakan rupee.

Sementara itu, seorang pejabat pemerintah memprediksi, impor emas India kemungkinan akan turun menjadi 10 hingga 11 metrik ton pada bulan Maret dari 110 metrik ton pada bulan Februari. Dia menolak disebutkan namanya karena ia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Impor emas pada bulan Maret 2024 diperkirakan akan menjadi yang terendah sejak pandemi COVID, ketika pembatasan lalu lintas udara membatasi impor dan lockdown menyebabkan penutupan toko perhiasan.

“Emas dalam jumlah kecil dikeluarkan dari bea cukai bulan ini setelah membayar bea. Ada penurunan tajam dalam impor emas dibandingkan bulan lalu,” kata pejabat pemerintah.

Dua dealer emas batangan yang berbasis di Mumbai dari dua bank pengimpor emas terkemuka mengatakan mereka mengimpor sangat sedikit emas pada bulan Maret karena lemahnya permintaan.

“Pengusaha perhiasan tidak membeli emas bahkan dengan diskon melebihi US$ 35 per ons. Tidak ada alasan untuk mengimpor logam dengan harga tertinggi dan menunggu permintaan,” salah satu pedagang emas batangan mengatakan.

Di India, harga emas domestik naik ke level rekor 66.943 rupee per 10 gram pada awal bulan ini. Hal ini mendorong para dealer untuk menawarkan diskon sekitar US$ 38 per ons dibandingkan harga resmi domestik.

Itu juga termasuk pajak impor sebesar 15% dan retribusi penjualan sebesar 3%, yang merupakan tingkat tertinggi sejak bulan Maret 2023.

Permintaan emas biasanya tetap kuat di bulan Maret karena persediaan perhiasan untuk musim pernikahan di India yang mana sudah berjalan lancar dan emas merupakan bagian intrinsiknya.

Selain itu, pelanggan menukarkan perhiasan lama dengan yang baru karena tingginya harga, sehingga penjual perhiasan berhenti membeli emas dari bank, kata dealer tersebut.

Equityworld Futures | Penguatan Harga Emas Dunia Terbatas

Equityworld Futures | Penguatan Harga Emas Dunia Terbatas

Equityworld Futures | Harga emas dunia diperdagangkan di zona hijau namun turun dari level tertingginya yang USD2.200 semalam di tengah melemahnya dolar AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Pelan-Pelan. Tunggu Aba-Aba The Fed untuk Terbang

Pada pembukaan Wall Street, greenback memperpanjang pemulihannya. Sementara penurunan imbal hasil obligasi AS mempertahankan logam mulia ini di zona hijau.

Melansir FX Street, Rabu, 27 Maret 2024, harga emas dunia diperdagangkan pada USD2.177, naik 0,31 persen.

Indeks dolar AS datar

Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang lainnya, diperdagangkan datar di 104,30, menjadi hambatan bagi logam tanpa imbal hasil.

Namun demikian, suku bunga acuan 10 tahun AS turun tipis satu basis poin menjadi 4,243 persen, mendorong logam mulia.

Data ekonomi AS menunjukkan pesanan barang tahan lama (Durable Goods Orders) naik ke level tertinggi sejak 2022.

Sementara itu, Conference Board menunjukkan Kepercayaan Konsumen menurun lebih lanjut di Maret, mencapai level terendah dalam empat bulan terakhir.

Equityworld Futures | Gak Lama Lagi Harga Emas Diramal Bisa Tembus US$ 2.300

Equityworld Futures | Gak Lama Lagi Harga Emas Diramal Bisa Tembus US$ 2.300

Equityworld Futures | Harga emas mengawali perdagangan dengan menguat setelah ambruk pada akhir pekan lalu. Kenaikan harga emas didorong oleh ketegangan baru di Rusia serta harapan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS tahun ini. Pelaku pasar juga masih menunggu data inflasi pekan ini untuk memastikan waktu pemangkasan tersebut.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Menuju Rekor Baru karena Investor Yakin Bunga The Fed Bakal Turun

Merujuk data Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 2.167,84 per troy ons atau menguat 0,17%. Penguatan ini memutus tren negatif sang logam mulia yang ambruk selama dua hari beruntun sebelumnya dengan pelemahan 1%.

Pada perdagangan Selasa (26/3/2024) pukul 06.37 WIB harga emas di pasar spot menguat 0,46% di posisi US$2.177,88 per troy ons.

Kenaikan emas ditopang oleh ketegangan geopolitik di Rusia serta harapan adanya pemangkasan suku bunga di AS. Seperti diketahui, kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan ke Rusia pada akhir pekan lalu.
Emas adalah aset aman yang dicari di saat ketegangan geopolitik meningkat seperti yang terjadi saat ini,

Harapan pemangkasan suku bunga juga membuat emas menguat. Pelaku pasar emas tengah menunggu data-data ekonomi AS terbaru untuk menjadi petunjuk seperti apa arah kebijakan The Fed ke depan.

Klaim pengangguran AS awal mingguan dijadwalkan keluar pada Kamis pekan ini dan akan diikuti oleh data indeks harga konsumsi pribadi inti AS (PCE) pada Jumat. Reaksi pasar terhadap data indeks harga konsumsi pribadi mungkin baru akan terlihat pekan depan karena libur Jumat Agung.

“Emas dengan mudah bisa mencapai level US$2.300 atau lebih tinggi pada kuartal kedua, saat pedagang diskresioner dan investor dana yang diperdagangkan di bursa, yang sejauh ini belum benar-benar berpartisipasi dalam reli, masuk ke pasar setelah pemotongan suku bunga dikonfirmasi,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, kepada Reuters.

Namun, data ekonomi yang lebih kuat dapat menyebabkan emas mundur, tambah Melek.

Kenaikan dolar AS juga membatasi pergerakan harga emas. Indeks dolar ditutup ke posisi 104,47 pada perdagangan kemarin, melesat dibandingkan pada akhir pekan lalu yang tercatat 104%.

Posisi indeks dolar saat ini merupakan yang tertinggi sejak 14 Februari 2024 atau lebih dari 1,5 bulan terakhir. Penguatan dolar ini terutama terjadi setelah aktivitas ekonomi AS masih kencang.

Kenaikan dolar AS membuat pembeli harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli emas karena konversi nilai. Emas pun menjadi kurang menarik.

Emas mencapai puncak rekor minggu lalu setelah Federal Reserve mengulangi pandangannya tentang tiga pemotongan suku bunga pada tahun 2024.

Pedagang memperkirakan kemungkinan pemotongan suku bunga pada bulan Juni sebesar 70%, dibandingkan dengan 65% sebelum pertemuan kebijakan Maret Fed minggu lalu.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung membuat emas yang tidak memiliki bunga lebih menarik.

Emas juga terus mendapat dukungan dari pembelian bank sentral yang kuat dan permintaan tempat perlindungan yang aman, kata para analis.

Permintaan paladium dari industri otomotif akan didukung lebih lama setelah perubahan hukum emisi baru AS minggu lalu, yang secara efektif akan memungkinkan penjualan mobil yang terkatalis lebih banyak dalam beberapa tahun mendatang, tulis para analis di Heraeus.

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Usai Ambruk, Siap Terbang atau Bakal Kesandung?

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Usai Ambruk, Siap Terbang atau Bakal Kesandung?

Equityworld Futures | Harga emas mengawali perdagangan dengan menguat setelah ambruk pada akhir pekan lalu. Namun, harganya masih rawan tergelincir karena dolar Amerika Serikat (AS) terus berlari kencang.

Equityworld Futures | Harga Emas Berpotensi Koreksi Pekan Ini di Tengah Sentimen The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga

Pada perdagangan Senin (25/3/2024) pukul 06.30 WIB harga emas di pasar spot menguat 0,17% di posisi US$2.167,84 per troy ons. Kenaikan emas ini menjadi kabar gembira mengingat emas ambruk pada perdagangan terakhir pekan lalu.

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (22/3/2204), harga emas ditutup di posisi US$ 2.164,15 per troy ons. Harganya melemah 0,76%. Pelemahan ini memperpanjang derita sang logam mulia. Emas sudah ambruk dalam dua hari terakhir dengan pelemahan mencapai 1%.

Kendati demikian, harga emas menguat 0,40% dalam sepekan pada pekan lalu. Penguatan ini menjadi kabar baik setelah emas ambruk 1,01% pada pekan sebelumnya

Penguatan harga emas ditopang oleh melemahnya imbal hasil US Treasury. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melandai ke 4,22% pada perdagangan pekan lalu, dari 4,27% pada perdagangan hari sebelumnya. Emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga melandainya imbal hasil membuat emas lebih menarik.

Kenaikan harga emas juga dipicu oleh ketegangan baru di Rusia, Moskow setelah ISIS menyerbu sebuah konser pada Jumat lalu. Serangan ini setidaknya menewaskan 60 orang. Emas adalah aset aman sehingga dicari ketika terjadi ketegangan geopolitik.

Kenaikan harga emas juga ditopang masih besarnya permintaan emas dari China, terutama dari bank sentral PBoC Tiongkok mungkin secara diam-diam menyimpan lebih banyak emas daripada yang telah dilaporkannya. Laporan terbaru oleh ahli pasar emas Tiongkok, Jan Nieuwenhuijs , menjelaskan PBOC bisa menyimpan lebih dari 5.300 ton emas, sebuah angka yang jauh lebih besar dari angka resmi yang dilaporkan oleh institusi tersebut.

Data resmi Wolrd Gold Council menyebut Bank sentral China (PBoC) memborong emas sebesar 224,88 ton pada 2023. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan pada 2022 yang tercatat 62,2 ton.

Perlambatan ekonomi serta krisis properti membuat ekonomi China menjadi salah satu alasan pembelian emas secara masif oleh bank sentral China. Emas adalah aset aman yang bisa menjadi lindung nilai saat terjadi ketidakpastian ekonomi dan politik.

Tak hanya bank sentral, investor China juga memborong emas besar-besaran untuk perhiasan dan koin untuk investasi.

Konsumen China bahkan menggeser India sebagai pemborong emas terbesar di dunia. Mereka memborong emas sebesar 603 ton pada 2023, naik 10% dibandingkan 2022.

“Di level konsumen ritel, China adalah faktor utama dari meningkatnya permintaan emas dunia tahun lalu. Mereka mulai membagi investasi mereka ke dalam banyak aset, termasuk emas,” ujar Fan.
Pembelian emas oleh konsumen India turun 6% menjadi 562,3 ton pada 2023.

Meski naik pada hari ini, harga emas rawan tergelincir karena kencangnya dolar AS. Indeks dolar melesat ke 104,39. Posisi tersebut adalah yang tertinggi sejak 12 Februari 2024 atau lebih dari 1,5 bulan. Kenaikan dolar AS membuat harga emas semakin mahal untuk dibeli investor karena pembeliannya dikonversi dalam dolar. Permintaan pun bisa tertekan.

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Turun Usai Cetak Rekor, Kehabisan Tenaga?

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Turun Usai Cetak Rekor, Kehabisan Tenaga?

Equityworld Futures | Harga emas melandai setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High pada perdagangan intraday kemarin sebelum ditutup di zona merah. Kenaikan emas berhenti sejenak setelah rekor reli yang dipicu oleh keputusan The Federal Reverse (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | Dolar AS Perkasa, Emas Terpeleset dari Rekor Harga Tertinggi

Pada perdagangan Kamis (21/3/2024) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,23% di posisi US$2.180,98 per troy ons. Sebelum ditutup lebih rendah, pada perdagangan Kamis emas kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dalam perdagangan intraday di level US$2.217,79 per troy ons.
Pelemahan emas kemarin juga berbanding terbalik dengan penguatan sebesar 1,33% pada Rabu (20/1/2024) yang membawa emas ke rekor baru pada harga penutupan di US$ 2.180,99 per troy ons.

Sementara, hingga pukul 05.18 WIB Jumat (22/3/2024), harga emas di pasar spot bergerak lebih tinggi atau naik 0,04% di posisi US$2.181,95 per troy ons.

Emas sedikit melemah pada perdagangan Kamis, setelah reli dari dorongan Ketua The Federal Reserve Jerome Powell yang mengisyaratkan bahwa bank sentral berada di jalur untuk tiga kali penurunan suku bunga pada tahun 2024.

Sementara itu, dolar AS bangkit kembali dengan mencatat kenaikan 0,16% dan kembali ke level psikologis 104, setelah tergelincir ke level terendah dalam satu minggu, membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

“Pembelian agresif terhadap emas semalam tampaknya telah kehabisan tenaga dan harga emas terkoreksi, mengingat pasar suku bunga hanya sedikit mengabaikan risiko penurunan suku bunga lebih lanjut pada tahun 2024,” ujar Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, kepada Reuters.

Menurut alat FedWatch, para pelaku pasar saat ini memperkirakan kemungkinan sebesar 72% bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada Juni 2024, naik dari 65% sebelum keputusan suku bunga.

Meskipun angka inflasi tinggi baru-baru ini, Powell mengatakan bank sentral masih mungkin menurunkan suku bunga sebesar tiga perempat poin persentase pada akhir tahun 2024.

“Emas masih menjadi salah satu perdagangan favorit kami pada tahun 2024 sebagai nilai lindung portofolio yang menarik bagi investor ekuitas,” menurut catatan BofA Research.

“Suasana di pasar emas berjangka sangat bullish, sehingga dana nilai lindung Anda atau trader atau pengikut tren lainnya diposisikan untuk harga emas yang lebih tinggi, dan menurut saya segmen inilah yang menjadi pendorong sementara pasar emas fisik sedikit lunak,” ujar analis Julius Baer, Carsten Menke, kepada Reuters.

Sementara itu, data ekonomi AS yang dirilis pada Kamis pagi menahan kenaikan harga emas.

Klaim awal tunjangan pengangguran AS turun 2.000 menjadi 210.000 untuk pekan yang berakhir 16 Maret, menurut data Departemen Tenaga Kerja. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan 215.000 klaim pada minggu terakhir.

Sementara, dalam laporan terpisah pada hari Kamis, National Association of Realtors mengatakan penjualan rumah AS melonjak 9,5% pada periode Februari ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,38 juta unit, level tertinggi sejak Februari 2023. Peningkatan penjualan bulanan juga merupakan yang terbesar sejak Februari 2023.

Hal ini menunjukkan adanya penguatan ekonomi AS yang dapat mendorong emas untuk turun lebih jauh.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk dikoleksi.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Berkilau, Didukung Prospek Penurunan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Berkilau, Didukung Prospek Penurunan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga emas kembali melonjak pada perdagangan Kamis (21/3) pagi. Pukul 07.26 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2024 di Commodity Exchange ada di US$ 2.225,60 per ons troi, naik 1,97% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 2.182,40 per ons troi.

Equityworld Futures | Harga Komoditas Hari Ini (21/3): Emas Tembus US$2.200, CPO Menguat

Harga emas melonjak di atas level US$ 2.200 per ons troi setelah pejabat Federal Reserve mengungkapkan prospek penurunan suku bunga sebesar tiga perempat poin pada tahun ini.

Mengutip Bloomberg, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa sudah sepantasnya untuk mulai melakukan pelonggaran pada suatu saat di tahun ini.

Para pengambil kebijakan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan federal pada kisaran 5,25%-5,5% pada pertemuan kebijakan Rabu (20/3).

The Fed mengisyaratkan bahwa mereka masih berada pada jalur penurunan suku bunga tahun ini.

“Kami percaya bahwa suku bunga kebijakan kami kemungkinan akan mencapai puncaknya dalam siklus pengetatan ini, dan jika perekonomian berkembang sesuai perkiraan, maka akan tepat untuk mulai mengurangi pembatasan kebijakan pada tahun ini,” kata Powel dalam konferensi persnya.

“Keputusan suku bunga tersebut menjadi bullish bagi emas, karena pasar khawatir terhadap dot plot yang hanya menunjukkan dua kali pemangkasan,” kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank A/S.

Equityworld Futures | Data Inflasi Bikin Investor Was-was, Wall Street Anjlok

Equityworld Futures | Data Inflasi Bikin Investor Was-was, Wall Street Anjlok

Equityworld Futures | Saham berjangka AS ditutup hampir datar pada Kamis malam. Para investor menganalisis sejumlah pendapatan perusahaan baru dan mencoba untuk melihat lebih jauh dari angka inflasi terbaru.

Equityworld Futures | Harga Emas Melemah Jelang Akhir Pekan Karena Inflasi AS yang Lebih Tinggi

Melansir CNBC International, Jumat, 15 Maret 2024, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 18 poin, diperdagangkan di dekat garis datar. Indeks S&P 500 berjangka dan Nasdaq 100 berjangka juga sedikit berubah.

Saham penyedia perangkat lunak Adobe turun hampir 11 persen karena panduan penjualan yang lemah. Saham kecantikan Ulta turun lebih dari 6 persen setelah perkiraan pendapatan setahun penuh sebagian besar mengecewakan para analis.

Pergerakan tersebut mengikuti hari yang merugi di Wall Street. Dow tergelincir lebih dari 100 poin, atau sekitar 0,4 persen, untuk menghentikan kenaikan beruntun selama tiga hari. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun sekitar 0,3 persen.

Penurunan Kamis terjadi setelah indeks harga produsen Februari, pengukur inflasi grosir, naik lebih dari yang diantisipasi oleh para ekonom.

Imbal hasil obligasi naik pada sesi tersebut, dengan patokan Treasury 10-tahun mencapai 4,29 persen. Saat ini investor bertanya-tanya apakah data ekonomi baru-baru ini terlalu kuat bagi Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Yang pasti, Fed funds futures memberikan harga 99 persen kemungkinan bank sentral mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakannya minggu depan, menurut CME FedWatch Tool.

Mempertanyakan inflasi

Namun, Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott, Mark Luschini mengatakan, rilis data ekonomi baru-baru ini dapat menimbulkan pertanyaan apakah the Fed merasa inflasi telah cukup dingin untuk mulai menurunkan suku bunga di akhir tahun ini.

“Jalan menuju target suku bunga dua persen setidaknya akhir-akhir ini, sama sekali tidak linier,” kata Luschini.

“Saya rasa itu sudah cukup untuk… meredam antusiasme, jika Anda mau, para pelaku pasar,” sambung dia.

Luschini memperingatkan penurunan seperti hari Kamis juga dapat dianggap normal setelah kenaikan baru-baru ini. Meskipun turun, Dow dan S&P 500 masih melacak untuk mengakhiri minggu ini dengan kenaikan sekitar 0,5 persen, sementara Nasdaq berada di jalur yang tepat untuk menambah 0,3 persen. Ketiganya juga lebih tinggi pada tahun ini.

Para investor akan mengamati data ekonomi pada Jumat pagi untuk topik-topik seperti sentimen konsumen, harga impor, dan produksi industri.

Design a site like this with WordPress.com
Get started