Equityworld Futures | Harga Emas Naik Pada Jumat (23/8) Pagi, Pasar Menanti Pidato Powell di Jackson Hole

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Pada Jumat (23/8) Pagi, Pasar Menanti Pidato Powell di Jackson Hole

Equityworld Futures | Harga emas naik pada perdagangan Jumat (23/8) pagi. Pukul 07.30 WIB, harga emas spot ada di level US$ 2.487,72 per ons troi, naik 0,12% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 2.484,75 per ons troi.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Terjun Bebas Usai Cetak Rekor Termahal

Mengutip Bloomberg, harga emas naik tipis setelah turun kemarin, lantaran investor menanti pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada pertemuan Jackson Hole yang diharapkan dapat memberikan petunjuk baru mengenai jalur kebijakan moneter bank sentral.

Kemarin, harga emas turun 1,1% imbas dari penguatan dolar AS. Penguatan dolar biasanya berdampak negatif terhadap emas.

Fokus investor tertuju pada pidato Powell dalam simposium Jackson Hole Jumat (23/8) malam.

Emas diperdagangkan dalam kisaran yang relatif sempit pekan ini, setelah mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa pada Selasa kemarin.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik lebih dari 20%, didukung oleh pembelian besar oleh bank sentral dan tingginya permintaan safe haven di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Lagi, Dipatok Segini Sekarang

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Lagi, Dipatok Segini Sekarang

Equityworld Futures | Harga emas di pasar spot naik tipis 0,3% menjadi USD 2.455,79, setelah naik sebanyak 0,9% di awal sesi. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,6% menjadi USD 2.493,6.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Bakal Terus Ngasih Diskon, Ini Gegaranya

Harga emas memangkas kenaikan pada perdagangan Kamis (Rabu waktu Jakarta). Harga emas dunia naik tipis karena dolar dan imbal hasil Treasury naik setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih kuat dari perkiraan yang dapat memengaruhi besarnya penurunan suku bunga dari Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari CNBC, Jumat (16/8/2024) harga emas dunia di pasar spot naik tipis 0,3% menjadi USD 2.455,79, setelah naik sebanyak 0,9% di awal sesi. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,6% menjadi USD 2.493,6.

Penjualan ritel AS meningkat 1,0% bulan lalu setelah penurunan 0,2% yang direvisi turun pada bulan Juni, kata Biro Sensus Departemen Perdagangan.

Secara terpisah, laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran mencapai 227.000 untuk per 10 Agustus, dibandingkan dengan perkiraan 235.000.

Menyusul data AS, kurs dolar naik 0,4% terhadap para pesaingnya, membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Sedangkan imbal hasil acuan Treasury 10-tahun juga melonjak.
Penurunan Suku Bunga

Sementara itu, dua pejabat Fed pada hari Kamis mendukung kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral AS bulan depan, membalikkan skeptisisme mereka sebelumnya tentang penurunan biaya pinjaman terlalu cepat.

Menurut CME FedWatch Tool, pasar melihat peluang 100% untuk pemangkasan suku bunga AS pada bulan September. Namun, data yang kuat telah menyingkirkan pemangkasan 50 basis poin.

Kondisi suku bunga rendah cenderung mendongkrak daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. “Ketidakpastian politik akan terus berdampak positif pada harga emas, tetapi juga akan menambah volatilitas,” kata Mitra Pengelola CPM Group, Jeffrey Christian.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Gara-gara Data Inflasi AS, Harga Emas Turun 2 Hari Beruntun

Equityworld Futures | Gara-gara Data Inflasi AS, Harga Emas Turun 2 Hari Beruntun

Equityworld Futures | Harga emas dunia ditutup turun pada perdagangan kemarin. Sang logam mulia sudah turun harga selama 2 hari beruntun.

Equityworld Futures | Emas Bikin Sport Jantung, Inflasi AS Landai Harga Malah Jatuh 1%

Pada Rabu (14/8/2024), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.447,5/troy ons. Turun 0,67% dibandingkan hari sebelumnya.

Dengan demikian, harga emas resmi turun 2 hari berturut-turut. Selama 2 hari itu, harga terpangkas 1,13%.

Namun dalam seminggu terakhir, harga emas masih membukukan kenaikan 2,63% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga naik 1,04%.

Rilis data inflasi di Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen negatif pagi harga emas. Malam tadi waktu Indonesia, US Labor Statistics mengumumkan inflasi Negeri Adikuasa pada Juli tercatat 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Ini menjadi catatan tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Sementara laju inflasi inti ada di 0,2% mtm pada Juni. Lebih tinggi dibandingkan Juni yang sebesar 0,1% mtm.

Namun secara tahunan (year-on-year/yoy), laju inflasi umum dan inti kompak melambat. Inflasi umum melambat dari 3% yoy menjadi 2,9% yoy. Adapun inflasi inti melambat dari 3,3% menjadi 3,2%.

Data ini membuat pelaku pasar tetap meyakini bahwa bank sentral Federal Reserve akan tetap menurunkan suku bunga acuan pada rapat September. Akan tetapi, sepertinya Federal Funds Rate hanya akan dipangkas 25 basis poin (bps), bukan 50 bps.

Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga acuan sebanyak 25 bps ke 5-5,25% bulan depan adalah 64%. Sedangkan probabilitas pengguntingan 50 bps adalah 36%.

“Saat ini ekspektasi bergeser menuju 25 bps. Ini akan meredam momentum kenaikan harga emas,” ujar Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, seperti diberitakan Bloomberg News.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 58,89. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 61,89. Menempati zona beli (long).

Meski demikian, sepertinya tekanan terhadap harga emas masih belum usai. Setelah menembus Moving Average (MA) 5 di US$ 2.449/troy ons, harga emas kemungkinan akan menuju MA-10 di US$ 2.431/troy ons.

Sedangkan target resisten yang paling dekat ada di US$ 2.456/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi membawa harga emas naik menuju US$ 2.466/troy ons.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Data Inflasi AS Terkendali, Wall Street “Hijau”

Equityworld Futures | Data Inflasi AS Terkendali, Wall Street “Hijau”

Equityworld Futures | Bursa saham AS atau Wall Street berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa (13/8/2024) waktu setempat. Data inflasi yang terkendali memicu pemulihan pasar.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Sedikit Turun Rabu (14/8) Siang, Jelang Data Inflasi AS

Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengakhiri sesi perdagangan dengan kenaikan 408 poin, atau 1,04 persen, pada level 39.765,64. Nasdaq Komposit melonjak 2,43 persen dan ditutup pada level 17.187,61, sementara S&P 500 naik 1,68 persen menjadi 5.434,43.

Indeks harga produsen atau producer price index (PPI) ukuran harga grosir naik 0,1 persen bulan lalu. Para ekonom konsensus Dow Jones memperkirakan adanya kenaikan bulanan sebesar 0,2 persen pada Juli 2024, sejalan dengan pembacaan bulan sebelumnya.

PPI menjadi salah satu data yang membayangi pasar dan diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 0,2 persen bulan ke bulan, atau naik dari dari tahun sebelumnya 0,1 persen. Data tersebut memberikan arah bagi pasar yang tidak pasti setelah pelemahan pekan lalu.

“Data PPI hari ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa inflasi telah berubah, terutama dalam layanan,” kata kepala strategi pasar global di TradeStation David Russell.

Reli pada hari Selasa menambah keuntungan usai pelemahan minggu lalu, dimana kondisi pasar yang terlihat semakin pulih dari aksi jual tajam pada tanggal 5 Agustus lalu. Sejak penutupan itu, S&P 500 telah melonjak 4,2 persen.

Volatilitas juga telah mereda dimana Indeks Volatilitas Cboe (VIX) berada di bawah 20 pada hari Selasa setelah sempat melonjak di atas 65 minggu lalu.

Sementara itu, saham Starbucks melonjak 24,5 persen setelah jaringan kedai kopi itu mengangkat kepala eksekutif Chipotle saat ini, Brian Niccol, sebagai CEO-nya. Sementara itu, saham Chipotle anjlok 7,5 persen.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Jelang Data Inflasi AS & Ketegangan Geopolitik

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Jelang Data Inflasi AS & Ketegangan Geopolitik

Equityworld Futures | Harga emas naik, mendekati rekor lagi saat para trader menilai perkembangan geopolitik sambil menunggu data ekonomi utama AS yang akan dirilis pekan ini. Data inflasi yang akan dirilis pada Selasa (13/08/2024) dan Rabu (14/08/2024) dapat membantu menentukan jalur suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Equitworld Futures | Harga Emas Naik Lebih dari 1 Persen, Dekati Rekor Tertinggi

Harga emas naik hingga 1,6% menjadi US$2.471 per ons, hampir menyentuh rekor tertinggi bulan lalu sebesar US$2.483,73. Para trader terus memantau respons Iran atas pembunuhan seorang pemimpin Hamas di Teheran bulan lalu.

Investor juga bersiap untuk rilis data indeks harga produsen (IHP) AS pada Selasa dan indeks harga konsumen (IHK) pada Rabu. Keduanya akan memberikan gambaran tentang inflasi di negara dengan perekonomian terbesar dunia itu.

Emas didorong oleh “kombinasi geopolitik dan penurunan suku bunga, ditambah tekanan penurunan yang lebih kecil dari pengetatan bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ),” kata Bart Melek, kepala global strategi komoditas di TD Securities.

Meskipun IHK diperkirakan akan menunjukkan kenaikan harga yang sedikit meningkat pada Juli, metrik tahunan diperkirakan akan terus naik dengan kecepatan lambat. Penurunan tekanan harga baru-baru ini telah meningkatkan kepercayaan para pembuat kebijakan bahwa mereka dapat mulai menurunkan biaya pinjaman sambil memfokuskan kembali perhatian pada pasar tenaga kerja, yang menunjukkan tanda-tanda pendinginan yang lebih besar.

Anggota Dewan Gubernur The Fed Michelle Bowman mengatakan pada Sabtu (10/08/2024) bahwa dia masih melihat risiko kenaikan inflasi dan kekuatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja. Hal ini menandakan dia mungkin belum siap untuk mendukung pemotongan suku bunga pada September. Biaya pinjaman yang lebih tinggi biasanya negatif untuk emas, karena tidak membayar bunga.

Logam mulia ini telah naik hampir 20% tahun ini. Seiring dengan ekspektasi penurunan suku bunga, emas juga didukung oleh pembelian bank sentral yang kuat dan permintaan yang kuat dari konsumen China. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah juga telah meningkatkan daya tarik emas sebagai aset aman.

Sementara itu, angka untuk taruhan bullish bersih para manajer uang mencapai level terendah dalam lima minggu, menurut data mingguan dari Commodity Futures Trading Commission.

Harga emas spot naik 1,6% menjadi US$2.470,71 per ons pada pukul 2:50 sore di New York. Indeks Dolar Spot Bloomberg naik 0,2% setelah yen jatuh lebih dari 1%. Paladium, platinum, dan perak semuanya naik.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld futures | Wall Street Bergejolak: S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Naik Tipis, Dow Koreksi

Equityworld futures | Wall Street Bergejolak: S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Naik Tipis, Dow Koreksi

Equityworld futures | Wall Street bergejolak dengan dua indeks utama ditutup menguat tipis setelah investor menahan napas jelang serangkaian data kinerja perusahaan teknologi besar, keputusan kebijakan Federal Reserve tentang pemotongan suku bunga, dan data ketenagakerjaan utama Amerika Serikat (AS), yang semuanya akan dirilis minggu ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Merosot Dampak Penguatan Dolar AS

Senin (29/7), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 49,41 poin atau 0,12% ke 40.539,93, indeks S&P 500 menguat 4,44 poin atau 0,08% menjadi 5.463,54 dan indeks Nasdaq Composite naik 12,32 poin atau 0,07% menjadi 17.370,20.

Di antara 11 sektor pada indeks utama S&P 500, sektor barang konsumsi diskresioner merupakan pendorong terbesar dengan kontribusi terbesar dari Tesla, karena saham produsen kendaraan listrik tersebut menguat setelah Morgan Stanley menambahkannya ke daftar “pilihan utama” otomotif AS.

Sedangkan, persentase penurunan terbesar di antara sektor-sektor utama adalah sektor energi, yang turun 0,9% karena harga minyak turun.

Laporan kinerja triwulanan dari perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft dan Apple, Meta dan Amazon.com pada minggu ini akan memberikan petunjuk apakah saham teknologi rentan atau dapat memperpanjang reli baru-baru ini.

Di sisi lain, investor berharap bahwa The Fed akan mengakhiri pertemuannya pada hari Rabu dengan sinyal bahwa mereka sedang mempersiapkan pemotongan suku bunga pada bulan September dalam putusan kebijakannya.

Pada hari Jumat, investor akan memantau dengan saksama laporan penggajian non pertanian bulan Juli untuk tanda-tanda kemungkinan melemahnya pasar tenaga kerja.

“Dapat dimengerti bahwa kita bimbang,” kata Mona Mahajan, Principal and Senior Investment Strategist Edward Jones, menunjuk pada katalis yang akan datang dan kenaikan Wall Street pada hari Jumat.

“Pasar sebagian besar dalam mode tunggu dan lihat. Kami memiliki berita ekonomi besar minggu ini, baik pertemuan The Fed pada hari Rabu dan laporan pekerjaan pada hari Jumat. Kami juga memiliki laporan pendapatan besar yang keluar dari teknologi mega cap,” tambah dia.

Saham megacap teknologi telah mendominasi rekor Wall Street, mendorong investor untuk mengalihkan perhatian mereka ke saham-saham yang tertinggal seperti mid-cap dan small cap, yang diharapkan mendapat keuntungan dari lingkungan suku bunga rendah.

“Banyak investor ingin melihat apakah rotasi terkini yang kita lihat di pasar memiliki daya ungkit, atau apakah teknologi mega cap benar-benar bersinar melalui laporan pendapatannya,” tambah Mahajan.

Namun, indeks small-cap Russell 2000 turun 1% setelah tiga minggu berturut-turut naik.

Saham McDonald’s ditutup naik 3,7% setelah mengatakan bahwa kesepakatan makan seharga US$ 5, yang diluncurkan pada akhir Juni, populer di kalangan pelanggan yang menghindari pembelian dengan harga lebih tinggi. Akibatnya, raksasa makanan cepat saji itu melaporkan penurunan penjualan yang mengejutkan, yang pertama dalam 13 kuartal.

Sedangkan, saham Abbott Laboratories memangkas kerugian sebelumnya hingga ditutup turun 0,4%, setelah juri memerintahkan perusahaan perawatan kesehatan itu untuk membayar ganti rugi sebesar US$ 495 juta usai persidangan yang menemukan bahwa susu formulanya untuk bayi prematur telah menyebabkan penyakit berbahaya.

Perdagangan saham kripto juga tidak menentu dengan saham Coinbase Global ditutup turun lebih dari 3%. Sementara, saham Riot Platforms dan Marathon Digital berakhir turun lebih dari 5% setelah melonjak di awal hari ketika harga bitcoin mencapai titik tertinggi dalam tujuh minggu.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak Usai Investor Mencerna Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak Usai Investor Mencerna Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Indeks bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street melonjak pada perdagangan hari Jumat (26/7) setelah investor mencerna data inflasi terbaru.

Equityworld Futures | Pemilik Emas Siap-siap Sport Jantung, Harga Emas Bakal Bergerak Liar

Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 654,27 poin, atau 1,64%, berakhir di 40.589,34. S&P 500 naik 1,11%, ditutup pada 5.459,10 dan Nasdaq Composite meningkat 1,03%, mengakhiri perdagangan di 17.357,88.
Menurut CFRA Research, Sam Stovall, kenaikan pada Jumat lalu dipicu oleh kombinasi sentimen jenuh jual, kuatnya laporan PDB dari perkiraan pada Kamis (25/7), dan proyeksi Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga karena ketahanan ekonomi.

Kemudian laporan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) menunjukkan tingkat inflasi yang rendah atau terkendali. PCE adalah ukuran inflasi yang dipantau oleh Federal Reserve untuk menentukan kebijakan moneter.

“Dengan penurunan (suku bunga) ini, peralihan besar terus berlanjut dan banyaknya peluang masih ada di pihak kita,” kata Stovall dikutip CNBC, Senin (29/7).

Di samping itu, para investor melanjutkan peralihan mereka ke sektor-sektor siklus pasar dan saham-saham berkapitalisasi kecil, dengan Russell 2000 naik 1,67%.

Saham-saham di sektor industri dan material juga menguat, masing-masing sektor S&P naik sekitar 1,7%. Saham 3M meroket 23% hingga memimpin kenaikan di sektor industri dan mencatatkan hari terbaiknya setidaknya sejak 1972.

Tak hanya itu, beberapa saham teknologi yang turun selama minggu ini juga mulai pulih, dengan Microsoft dan Amazon naik lebih dari 1%. Meta Platforms juga menguat hampir 3%. Sektor teknologi informasi S&P melonjak sekitar 1%.

Wall Street juga mengevaluasi indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan Juni, yang merupakan ukuran inflasi favorit bank sentral. Secara bulanan, PCE utama naik 0,1% dan 2,5% dari tahun lalu, sesuai dengan perkiraan para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

Berita inflasi yang positif ini meningkatkan harapan investor untuk lebih banyak penurunan suku bunga tahun ini. Harga pasar berjangka Fed Funds memperkirakan penurunan suku bunga pada bulan September, November, dan Desember.
Presiden Mahoney Asset Management, Ken Mahoney, mengatakan bahwa angka-angka yang muncul telah menjadi lebih baik. Dalam perumahan dan real estate, investor mulai melihat beberapa tanda-tanda perbaikan.

Data tersebut muncul usai Wall Street ditutup bergejolak pada akhir pekan. Namun secara mingguan, S&P 500 turun 0,8%, sementara Nasdaq turun 2,1%.

Kedua indeks mencatat kerugian mingguan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak April. Sebaliknya Dow justru naik 0,8%, mencatatkan minggu positif keempat berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Mei. Aksi ini terjadi karena investor tampaknya beralih ke saham-saham berkapitalisasi kecil dan saham-saham siklus.

Di sisi lain, saham pembuat perangkat medis Dexcom anjlok 41% setelah merilis panduan fiskal setahun penuh yang mengecewakan. Sebaliknya, perusahaan alas kaki Deckers melaporkan laba dan pendapatan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi analis, mendorong sahamnya naik 6%.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Asia Mengekor Wall Street, Dibuka Kebakaran

Equityworld Futures | Bursa Asia Mengekor Wall Street, Dibuka Kebakaran

Equityworld Futures | Bursa Asia-Pasifik dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (25/7/2024), kembali mengekor bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street yang ditutup di zona merah kemarin akibat investor kecewa dengan hasil kinerja emiten teknologi di AS pada kuartal II-2024.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Didukung Pelemahan Dollar AS

Per pukul 08:26 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang ambruk 2,96%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,29%, Shanghai Composite China terkoreksi 0,35%, Straits Times Singapura terdepresiasi 0,58%, ASX Australia merosot 0,95%, dan KOSPI Korea Selatan anjlok 1,84%.

Dari Korea Selatan, perekonomian mengalami kontraksi pada kuartal II-2024, mencatat periode pertumbuhan negatif pertama dalam tiga bulan sejak tahap akhir pandemi Covid-19, terseret oleh menurunnya pendapatan.

Bank sentral Korea Selatan (Bank of Korea/BoK) melaporkan dalam perkiraan awal bahwa produk domestik bruto (PDB) Negeri Ginseng menyusut 0,2% selama periode April hingga Juni 2024 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Angka tersebut menandai kontraksi triwulanan pertama sejak triwulan keempat tahun 2022, ketika perekonomian masih menunjukkan tanda-tanda ketegangan terkait dengan pembatasan terkait pandemi.

Pendapatan domestik bruto, yang merupakan ukuran upah yang diperoleh, turun 1,3%.

Dalam tiga bulan pertama tahun ini, perekonomian mencatat pertumbuhan yang sangat pesat sebesar 1,3%, jauh melebihi prediksi. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat ekspansi sebesar 0,6% yang dicatat pada tiga kuartal sebelumnya.

Pada kuartal kedua, ekspor naik 0,9% karena kuatnya pengiriman mobil dan produk kimia, kata bank sentral. Konsumsi swasta turun 0,2% sementara konsumsi pemerintah naik 0,7%.

Di lain sisi, bursa Asia-Pasifik pada pagi hari ini cenderung mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang ditutup berjatuhan kemarin, akibat investor kecewa dengan hasil kinerja emiten teknologi di AS pada kuartal II-2024.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup ambruk 1,25%, S&P 500 anjlok 2,31%, dan Nasdaq Composite longsor 3,64%.

Ambruknya S&P 500 dan Nasdaq disinyalir karena investor cenderung kecewa dengan hasil kinerja Alphabet (Google) dan Tesla pada kuartal II-2024, yang juga mempengaruhi ekspektasi kinerja keuangan big tech AS lainnya.

Kemarin, kinerja keuangan Alphabet (Google) pada kuartal II-2024 memang cukup menggembirakan, di mana pendapatan dan laba kuartal kedua berhasil melampaui ekspektasi analis. Namun sayangnya, pendapatan dari iklan di YouTube turun di bawah perkiraan konsensus.

Sedangkan di Tesla, laba bersihnya mengalami penurunan hingga 45% pada kuartal II-2024. Laba bersih Tesla dalam tiga bulan kedua tahun ini tercatat senilai US$ 1,48 miliar atau setara Rp 23,94 triliun (asumsi kurs Rp 16.200/US$), turun signifikan dari catatan setahun sebelumnya yang mencapai US$ 2,70 miliar (Rp 43,79 triliun).

Penurunan signifikan kinerja Tesla terjadi di tengah permintaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang mulai mendingin, serta perang harga sedang terjadi akibat munculnya banyak penantang baru di segmen industri otomotif ramah lingkungan.

Kerugian yang dialami Alphabet dan Tesla menggarisbawahi standar pendapatan yang tinggi untuk Magnificent Seven, yaitu sekumpulan tujuh saham teknologi megacap yang telah mencatatkan persentase kenaikan dua dan tiga digit pada tahun 2024.

Kenaikan ini didorong oleh optimisme seputar adopsi kecerdasan buatan (AI) dan ekspektasi dimulainya pemangkasan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) lebih awal.

Ketika saham-saham anjlok, Indeks Volatilitas Cboe (VIX), yang dikenal sebagai pengukur ketakutan pasar di Wall Street, berada di angka 18,35, tertinggi sejak 19 April lalu.

Meskipun kinerja perusahaan-perusahaan teknologi raksasa ini mengecewakan pasar, tetapi musim rilis kinerja keuangan pada kuartal II-2024 secara keseluruhan dimulai dengan baik. Berdasarkan data dari FactSet, lebih dari 25% emiten di S&P 500 telah melaporkan pendapatan kuartal kedua mereka, dengan sekitar 80% di antaranya melampaui ekspektasi.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Betah di USD2.402/Ons

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Betah di USD2.402/Ons

Equityworld Futures | Harga emas dunia masih sideways pada pembukaan perdagangan hari ini. Secara teknikal, emas dunia masih berusaha bertahan pada posisi USD2.400 per ons.

Equityworld Futures | Harga Emas di Tengah Pengunduran Joe Biden dari Pilpres AS

Emas dunia acuan XAU/USD betah di posisi USD2.402 per ons atau naik 0,24 persen pada pembukaan perdagangan hari ini. Emas dunia sudah naik 22,77 persen dalam setahun. Emas dunia masih mendekati level tertingginya dalam setahun di USD2.483 per ons.

Praktisi pasar Maurits Wattimena menuturkan dari perspektif teknis, XAU/USD akan terus berupaya untuk tetap berada di level USD2.400 per ons karena. Kondisi pasar yang lebih cenderung ke kebijakan dovish dan data inflasi, menunjukkan kemungkinan pemangkasan tingkat suku bunga akan dilakukan pada September ini.

“Pada awal pekan ini, perdagangan emas dibuka pada level USD2400.94 per ons, kemudian mengalami sedikit penguatan hingga mencapai level USD2413.19 per ons sebelum kembali melemah dan berada di level USD2403.06 per ons,” jelas dia dikutip dari Investing, Selasa, 23 Juli 2024.

Dia menuturkan pelemahan ini dipicu oleh keputusan yang diambil oleh Joe Biden untuk membatalkan pencalonan Presiden AS. Pasar bereaksi atas keputusan tersebut sehingga membuat Dolar AS mengalami penguatan dan memberikan tekanan kepada Emas.

“Momentum negatif pada awal minggu ini diperkirakan hanya bersifat sementara karena pasar merespons dengan cepat, dan kecenderungan Bullish diperkirakan akan kembali dimulai pada pertengahan minggu ini” tegas dia.

Fluktuasi harga emas dunia

Fluktuasi harga XAU/USD diperkirakan akan sangat signifikan akibat banyaknya berita ekonomi tingkat tinggi yang akan dirilis selama minggu ini. Potensi ketidakpastian dari situasi geopolitik dan berita fundamental ekonomi akan memainkan peran utama. Oleh karena itu, pernyataan yang disampaikan oleh para pejabat bank sentral akan menjadi fokus perhatian yang besar.

“Dari sudut pandang analisis kami, harga emas saat ini masih dalam sikap wait and see meskipun terdapat potensi kuat untuk tren bullish. Pelemahan yang terjadi pada awal minggu diperkirakan akan mengalami rebound di pertengahan minggu karena data ekonomi penting akan mulai dirilis pada periode tersebut,” jelas dia.

Dia memperkirakan harga puncak XAU/USD minggu ini akan berada sekitar level USD2461.06 per ons. Namun, untuk mencapai level tersebut, emas harus melewati level psikologis USD2410 per ons, yang menandai awal dari tren bullish, dan kemudian menguat lebih lanjut hingga mencapai level USD2428 per Ons.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Tenggelam Gegara Aksi Profit Taking Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Tenggelam Gegara Aksi Profit Taking Saham Teknologi

Equityworld Futures | New York: Laju Wall Street terkoreksi pada penutupan perdagangan kemarin (Jumat WIB). Investor melakukan aksi profit taking terhadap saham-saham teknologi.

Equityworld Futures | Inflasi AS Diumumkan Hari Ini, Pemilik Emas Banyakin Doa Ya!

Melansir Investing.com, Jumat, 12 Juli 2024, laju Indeks komposit Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,08 persen. Sementara itu indeks komposit Nasdaq melemah 1,95 persen. Kemudian indeks komposit S&P500 melemah 0,88 persen.

Investor beralih dari teknologi setelah laporan inflasi utama menunjukkan harga konsumen secara tak terduga turun setiap bulannya untuk pertama kalinya sejak 2020.

Investor melakukan aksi jual terhadap perusahaan teknologi besar dengan saham kelas berat seperti Nvidia (NVDA) turun lebih dari lima persen. Sementara seluruh kelompok saham Magnificent 7 mengalami hari terburuknya dalam hampir setahun.
Saham Tesla (TSLA) menghentikan kenaikan beruntun 11 hari dengan turun lebih dari 8 persen pada hari terburuk sejak Januari setelah Bloomberg melaporkan bahwa pembuat EV akan menunda peluncuran robotaxi-nya.

Investor berbondong-bondong menilai sektor-sektor sensitif seperti Real Estat (XLRE) dan Utilitas (XLU) menyusul angka inflasi bulan Juni yang lebih rendah dari perkiraan.

Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan lalu turun 0,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan hanya meningkat tiga persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tahunan tersebut merupakan kenaikan harga konsumen paling lambat sejak awal 2021.
Tren penurunan suku bunga
Kenaikan saham meningkat minggu ini karena Ketua Fed Jerome Powell menyatakan kondisinya hampir tepat bagi Federal Reserve untuk mulai melakukan penurunan suku bunga.

Inflasi Kamis, 11 Juli 2024, tampaknya memperkuat perkiraan penurunan suku bunga pada bulan September, dengan sekitar 90 persen pedagang mengharapkan hasil seperti itu, menurut alat CME FedWatch.

Musim pendapatan lainnya dimulai Jumat ketika JPMorgan Chase (JPM), Wells Fargo (WFC), dan Citigroup (C) semuanya melaporkan hasil kuartal kedua mereka.

demo ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started